Featured post

85% Keluarga Bangkrut karena Sakit Kritis



Jika dihadapkan pada kenyataan misalnya, tiba-tiba istri, atau suami atau anak anda terdiagnosa sakit kritis. Anda pasti akan berusaha mengupayakan segala biayanya.

Apa itu sakit kritis? Sakit kritis adalah penyakit yang jika terkena membutuhkan biaya besar dan bersifat berkelanjutan. Contohnya, kanker, jantung, atau sakit karena komplikasi diabetes, gagal ginjal. Berapa biayanya. Biayanya yang pasti sangat besar. Asuransi kesehatan yang anda miliki mungkin tidak mencukupi.

Penyakit kritis bisa menyerang siapa saja tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Pria bisa kena, wanita pun bisa. Tua bisa kena, muda pun bisa.

Penyakit kritis bisa menimbulkan hilangnya produktivitas atau kemampuan bekerja yang tentunya berpengaruh pada penghasilan dan gaya hidup.

Penyakit kritis tidak melulu soal penyakit (yang membuat banyak orang muda dan sehat berpikir bahwa penyakit kritis masih jauh), tapi bisa juga karena kecelakaan, seperti kelumpuhan, trauma kepala serius, koma, buta, bisu, tuli.

6 Fakta tentang Asuransi Penyakit Kritis

  1. Asuransi penyakit kritis BUKAN PERTOLONGAN PERTAMA pada sakit atau rawat inap. Pertolongan pertamanya tetaplah uang sendiri atau asuransi kesehatan. Jadi dana darurat dan asuransi kesehatan tetap perlu dimiliki.
  2. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN untuk biaya perawatan penyakit kritis, ketika uang sendiri tidak mencukupi dan limit asuransi kesehatan sudah tak memadai.
  3. Asuransi penyakit kritis adalah PERTOLONGAN LANJUTAN UNTUK BIAYA PEMULIHAN penyakit kritis, yang biasanya bersifat rawat jalan dan tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan rawat inap.
  4. Asuransi penyakit kritis adalah juga PENGGANTI PENGHASILAN ketika penyakit kritis yang diderita menimbulkan dampak hilangnya produktivitas sehingga tidak bisa bekerja lagi. Di sinilah nilai penting asuransi penyakit kritis yang tidak bisa digantikan asuransi kesehatan sebagus apa pun.
  5. Asuransi penyakit kritis TIDAK MENYEDIAKAN FASILITAS KARTU CASHLESS. Yang menyediakan fasilitas kartu cashless adalah asuransi kesehatan rawat inap. Klaim asuransi penyakit kritis dilakukan secara “reimburse” tetapi tanpa menyertakan kuitansi karena uang klaim diberikan tanpa melihat besarnya biaya di rumah sakit.
  6. Asuransi penyakit kritis memberikan bantuan dalam bentuk UANG TUNAI sebesar uang pertanggungan yang diambil atau sesuai ketentuan produk. Yang namanya uang tunai, penggunaannya bebas terserah yang menerima. Bisa untuk bantu biaya berobat, bisa untuk biaya hidup, bisa untuk biaya sekolah, atau bahkan buat liburan.

Setelah membaca artikel ini, bagaimana menurut anda, asuransi penyakit kritis itu penting ataukah sangat penting?

Info lebih lanjut atau ingin konsultasi hubungi saya,

Natanael, Konsultan Asuransi Jiwa dan Kesehatan tinggal di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

HP/WA 08113436830

Advertisements
Featured post

Asuransi Apa yang Anda Cari? Ini Solusinya

Apakah anda sedang mencari asuransi? Jika ya, asuransi apa yang anda cari? Saya akan memberikan solusi asuransi yang tepat untuk anda dan keluarga anda.

No Asuransi yang Dicari Produk atau Cara yang Disarankan
1 Asuransi Jiwa Tapro Allisya Protection Plus
2 Asuransi Kesehatan Rawat Inap Cashless 1. Rider HSC+ pada Tapro Allisya Protection Plus2. Allisya Care

3. Maxi Violet

4. Smartmed Premier

3 Asuransi Penyakit Kritis 1. Rider CI+ pada Tapro Allisya Protection Plus2. Rider CI100 pada Tapro Allisya Protection Plus
4 Asuransi Kecelakaan dan Cacat Tetap 1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus2. Rider TPD pada Tapro Allisya Protection Plus

3. Personal Care

5 Santunan Harian Rawat Inap Rider Flexicare Family pada Tapro Allisya Protection Plus
6 Asuransi yang lengkap: Asuransi jiwa, rawat inap cashless, penyakit kritis, kecelakaan dan cacat tetap, santunan harian, dan bebas premi Tapro Allisya Protection Plus, tambahkan rider:1. HSC+

2. CI+ atau CI100

3. ADDB

4. TPD

5. Flexicare Family

6. Payor benefit

7 Asuransi Kesehatan Kumpulan Blue Sapphire
8 Asuransi Rawat Jalan JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Jalan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
9 Asuransi Rawat Gigi JKN-BPJS, atau siapkan dana darurat, atau rider Rawat Gigi pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
10 Asuransi Melahirkan JK-BPJS , menabung, atau rider Melahirkan pada produk Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier.
11 Asuransi Pendidikan Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja. Pada saat yang sama, ortu punya asuransi jiwa.
12 Asuransi Pensiun Bukan ranah asuransi. Sebaiknya investasi saja.

Jika anda berminat dengan salah satu produk asuransi di atas, silakan menghubungi saya :

Natanael

HP 08113436830

Sakit Malah dapat Income

Asuransi Allianz memilik beberapa rider/manfaat/benefit bagi nasabahnya.

Contoh diatas benar. Income Rp1jt perhari dibrikan kepada nasabah yang sakit. Sakit yang bagaimana? Syaratnya harus rawat inap/ opname di rumah sakit. Ini kalau mau santunan dari asuransi cair.

Nama ridernya adalah flexicare family.

Nasabah perempuan yang berusia 22 tahun. Premi perbulan Rp 800.000,-.

Info program dana ini hubungi

Natanael

HP/WA 08113436830

Pembayaran Klaim Santunan Harian Asuransi Allianz

Syukurlah, klaim santunan sakit sebesar Rp 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) per-hari sudah dibayar dan ditransfer asuransi Allianz ke rekening nasabah saya.

Nasabah masih diberlakukan aturan lama sebesar Rp1.5 juta perhari untuk santunan hariannya, namun untuk tahun ini, santunan harian maksimal Rp1 juta.

Nasabah dirawat inap selama 6 hari sehingga total yang dibayar adalah Rp 9.000.000.

Semoga uang santunan bisa dipakai biaya yang lain.

info lebih detail tentang santunan harian Rp1 juta perhari hubungi saya, Natanael partner anda.

HP/WA 08113436830

Kelebihan Asuransi Sakit Kritis dibanding Asuransi Kesehatan Cassless

Apa sebenarnya perbedaan kedua manfaat asuransi pada judul di atas yakni asuransi kesehatan yang mencover biaya sakit dengan memakai kartu cassless dengan asuransi kesehatan yang bermanfaat membayar kita uang jika terdiagnosa sakit kritis.

Saya akan jelaskan menggunakan skenario seperti ini:

Skenario pertama, seandainya si Bapak A terdiagnosa sakit kritis, kebetulan dia sudah punya asuransi kesehatan dari kantor yang mampu mencover biaya sakit kritis saat di rumah sakit. Misalnya Bapak A tersebut terdiagnosa stroke sehingga harus dirawat dan opname selama dua puluh hari. Urusan biaya sudah dibayar kantor pakai asuransi kesehatan yang sudah disiapkan kantor. Namun, masalahnya tidak berhenti sampai disitu.

Apa masalahnya? Masalahnya ialah jika si Bapak A tersebut sudah kena stroke, pertanyaannya apakah dia bisa kerja kembali? Jawabannya tentu tidak bisa atau bisa jika pulih atau sembuh. Namun jika tidak pulih maka yang terjadi Bapak A akan berhenti bekerja dan perusahaan memberi uang pesangon atau santunan sesuai aturan di perusahaannya. Berapa pesangonnya? ini macam-macam. Ada yang 100juta ada yang hanya 50juta. Itu jika perusahaannya baik, karena ada perusahaan yang tidak sebesar itu pesangonnya.

Yang jadi masalah lagi adalah, jika istri tidak bekerja, apa yang terjadi? Jawabannya adalah kebangkrutan keluarga. Keluarga tersebut akan meminta belas kasihan Kakek atau saudaranya agar dibantu dalam hal finansial. (karena suami sudah tidak kerja)

Apa solusinya?

Dari latar permasalahan di atas tentang dampak keuangan yang ditimbulkan setelah suami sebagai tulang punggung keluarga sudah tidak produktif/ tidak kerja lagi karena mengalamai kelumpluhan akibat sakit kritis maka saya menghimbau atau menganjurkan untuk segera membeli polis asuransi, mumpung masih sehat. Asuransi apa yang dibeli? Belilah asuransi yang memiliki manfaat jika kita terdiagnosa sakit kritis, maka kita tidak bangkrut tetapi kita akan diberi uang cash bisa 1 Milliar hingga 5 Milliar tergantung kontrak di awal.

Dana yang sudah dibayar oleh asuransi hendaknya bisa dipakai oleh keluarga dalam hal ini istri atau anak buat membiayai yang lain misalnya buat modal buka usaha, didepositokan dan bunganya bisa buat kehidupan sehari-hari, atau kebutuhan yang lain.

Di perusahaan asuransi Allianz Life menyediakan produk asuransi dengan manfaat dana jika terdiagnosa sakit kritis yakni CI100. CI100 merupakan manfaat dana jika kita terdiagnosa dari 100 jenis sakit kritis mulai tahap awal sampai usai 100 tahun.

CI 100 adalah asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap 100 kondisi penyakit kritis. Mulai dari tahap awal hingga tahap terparah. Manfaat yang diterima pun tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar. 

CI 100 juga menyediakan Manfaat Tambahan yaitu Angioplasty dan Tindakan Invasif Penyakit Arteri Koroner serta Komplikasi Diabetes. C1 100 memiliki masa pertanggungan sampai dengan usia 100 tahun, usia masuk yang fleksibel yaitu 5-70 tahun, dan Uang Pertanggungan (UP) yang komprehensif.

Berikut manfaat CI100 produk yang sangat bagus dari asuransi Allianz yang memberi santungan uang mulai tahap awal hingga terparah.

Keunggulan

  • Melindungi Anda dari 100 kondisi penyakit kritis.
  • Masa Perlindungan hingga usia 100 tahun.
  • Usia masuk yang fleksibel yaitu mulai dari 5 tahun hingga 70 tahun.
  • Manfaat yang diterima tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.
  • Klaim bisa diajukan lebih dari satu kali, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di dalam Polis.

Penjelasan lebih lanjut atau ingin meminta ilustrasi lengkap hubungi saya, Saya, Natanael akan membantu anda dengan senang hati.

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Bukti Pembayaran Klaim Asuransi Sakit Kritis Nasabah

Surat di atas berisi peresetujuan pihak asuransi Allianz membayar klaim yang diajukan nasabah dari rekan agen asuransi Allianz, Klaim tersebut tentang sakit kanker yang dialami nasabah yang masih berusia 3 tahun.

Menurut rekan saya yakni agen Allianz bernama Bpk Pieter, “Kalau proses pengajuan klaim nya ya biasa aja. Melengkapi formulir dan submit ke Allianz. Trus pihak allianz melakukan investigasi. Kanker nya tergolong unik. Kalau gak salah LCH (coba googling aja). Anak nya sih skrg ada menjalani kemoterapi. Kondisinya sih sehat. Karena ambil nya ci+ awal nya saya juga gak tahu ini bs disetujui gak karena ci+ kan tahap advance baru bs klaim. Dia belum bs ambil ci100 karena belum berusia 5 tahun. Flexi ci juga belum ada kan saat itu. Jadi saya bilang ke nasabah nya coba aja di klaim ke Allianz. Prosesnya memang lama sih. Lebih dari 60 hari”.

Sangat memprihatinkan dan memilukan, masih usia 3 tahun sudah mendapat musibah sakit kanker yang merupakan salah satu sakit kritis yang memerlukan biaya besar.

Melihat hal tersebut, kita sebagai orang tua tidak boleh meremehkan kejadian ini. Kejadian ini merupakan pelajaran bagi kita agar tetap waspada, jangan sampai kejadian ini menimpa kita.

Kanker disebabkan karena pola makan serba instan. Kanker juga bisa karena keturunan. Apalagi kita hidup di dunia serba instan. Contohnya, ingin makan mie, tinggal masak mie instan seperti indomie atau sarimie. Mau makan ikan laut tinggal beli ikan yang diawetkan di kaleng biaasa kami sebut ikan sarden. Tidak terasa, kebiasaan jelek yang dapat memunculkan kanker.

Agar biaya sakit kanker dapat kita tanggulangi, perlu kiranya memiliki polis asuransi yang memiliki manfaat dana cash atau dana yang siap kita pakai untuk membeli segala keperluan si anak agar pulih dari sakit kritis yakni manfaat dana sakit kritis (critical illnes).

Asuransi yang memiliki manfaat demikian ada pada asuransi smartlink flexi account plus (konvensional) atau Allysia flexi acount (syariah).

Berapa preminya? Anda bisa konsultasikan ke saya,

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

ASURANSI SAKIT KRITIS DAN ASURANSI RAWAT INAP, PENTING MANA?

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa yang namanya asuransi itu identik dengan penggantian biaya saat kita dirawat di rumah sakit. Memang benar bahwa penggantian biaya apabila kita di opname di rumah sakit merupakan manfaat dari asuransi.

Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi yang harus kita sadari bahwa manfaat penggantian biaya selama dirawat inap di rumah sakit hanya merupakan salah satu dari sekian banyak nya manfaat dan fungsi dari asuransi. Asuransi yang membayarkan biaya perawatan selama kita dirawat di rumah sakit ini biasanya disebut asuransi kesehatan atau disingkat askes.

Di Allianz sendiri terdapat beberapa jenis askes yang bisa dipilih yaitu Hospital and Surgical Care Plus yang merupakan askes yang melekat di asuransi jiwa tapro Allianz. Ada lagi Flexicare Family yaitu manfaat asuransi kesehatan yang memberikan santunan harian selama kita dirawat inap di rumah sakit. Ini juga merupakan askes yang melekat di produk asuransi jiwa Tapro Allianz.

Sedangkan asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri dan bisa dibeli terpisah dari asuransi jiwa Tapro Allianz adalah Smartmed Premier, Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care.

Meskipun pengertian dari asuransi kesehatan (askes) itu sudah cukup jelas yaitu manfaat asuransi jenis ini hanya mengganti biaya selama kita dirawat inap di rumah sakit, namun ternyata masih banyak orang yang menghubungi saya dan mengatakan bahwa mereka sedang mencari asuransi yang bisa menggantikan biaya apabila mereka dirawat di rumah sakit.

Mereka mengidentikkan asuransi itu hanya perawatan rumah sakit, tidak lebih. Mereka tahunya hanya asuransi itu adalah askes. Padahal asuransi tidak hanya askes tetapi askes (asuransi kesehatan) adalah salah satu manfaat yang dapat diberikan oleh asuransi.

Ada beberapa orang menghubungi saya, mengatakan bahwa mereka sedang mencari asuransi rumah sakit yang ada sakit kritisnya. Atau mereka bahkan juga bilang kalau mereka mau asuransi penyakit kritis yang mengcover apabila mereka dirawat di rumah sakit. Saya sampai berpikir sejenak dan agak bingung saat mau menjawabnya.

Akhirnya saya jelaskan dengan lebih rinci bahwa asuransi kesehatan (askes) rawat inap rumah sakit itu adalah produk tersendiri, berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Cara kerja dan klaim dari kedua jenis asuransi ini juga berbeda meskipun kelihatannya sama sama untuk melindungi kesehatan si tertanggung.

Kalau di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit, kita wajib untuk berobat dan dirawat inap di rumah sakit, barulah asuransi kesehatan ini dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya. Jadi fungsinya di sini adalah perusahaan asuransi akan mengganti biaya yang timbul akibat dari perawatan kita di rumah sakit tersebut. Jika kita menggunakan sistem cashless, maka kita tidak usah bayar apa apa.

Cukup menggesek kartu askes dari perusahaan asuransi yang kita miliki saja dan kita sudah bisa dirawat inap tanpa harus mengeluarkan uang pribadi di awal. Kita hanya perlu mengeluarkan uang jika biaya pengobatan selama kita dirawat di rumah sakit melebihi plafon yang diberikan oleh asuransi kita. Mengenai plafon ini sendiri juga tergantung kita yang memilih sesuai plan manfaat yang kita inginkan. Tentunya semakin tinggi plafon manfaat, preminya juga semakin mahal.

Asuransi Penyakit Kritis tidak sama dengan Askes

Sesuai dengan definisinya, asuransi penyakit kritis memberikan manfaat Uang Pertanggungan sekaligus dalam jumlah besar yang langsung ditransfer ke rekening si nasabah pada saat si nasabah terdeteksi terkena penyakit kritis. Contoh : Rp 1 Milyar, atau Rp 2 Milyar atau bahkan lebih tergantung kesepakatan di awal saat membeli asuransi jiwa.

Jika setelah berjalan si nasabah merasa UP sakit kritisnya terlalu sedikit, dia bisa saja melakukan upgrade kapanpun untuk menambah jumlah UP yang akan dia terima nantinya apabila terdeteksi terkena sakit kritis. Tentunya kena sakit kritisnya harus setelah si nasabah memiliki polis asuransi penyakit kritis.

Jika kena nya sebelum memiliki asuransi penyakit kritis, maka kemungkinan besar dia takkan bisa lagi membeli asuransi penyakit kritis karena pasti akan ditolak oleh perusahaan asuransi. Inilah alasannya mengapa saya selalu menyarankan dan menghimbau, belilah asuransi sakit kritis sedini mungkin karena kita tidak pernah tahu apakah kita bisa terkena sakit kritis atau kebal terhadap sakit kritis.

Setidaknya jika kita telah memiliki perlindungan sakit kritis, kita sudah bisa merasa lega dan aman meskipun kita divonis terkena penyakit kritis. Jadi anda berlomba, apakah mau masuk asuransi dahulu atau kena sakit kritis dahulu. Kalau bisa pun jangan lah sampai kena sakit kritis. Tetapi itu bukan lah pilihan yang bisa pilih.

Jadi semua biaya untuk pengobatan dan perawatan, silahkan ditanggung sendiri. Memang kedengarannya kejam tetapi anda telah diberikan kesempatan saat ini. Yang perlu adna lakukan hanya angkat telepon anda dan hubungi saya segera.

Definisi penyakit kritis pun perlu kita pahami. Diabetes bukan penyakit kritis. Contoh gagal ginjal, yang sering menjadi bagian dari komplikasi diabetes, maka komplikasi diabtes tersebut didefinisikan juga sebagai penyakit kritis. Pada umumnya ada 4 jenis kondisi sakit kritis yang paling sering menjadi perhatian nasabah, yaitu stroke, serangan jantung, kanker dan gagal ginjal.

Tetapi penyakit kritis lain juga sangat wajib diperhatikan dan diwaspadai, karena tidak ada yang tahu kita bisa terkena penyakit apa suatu saat, dan kita tidak bisa memilih-memilih penyakit dan juga kita tidak akan tahu kapan munculnya penyakit tersebut.

Jadi penyakit kritis ini sendiri pun memiliki arti penyakit yang sudah kritis/kronis/lanjut, mungkin bisa dikatakan tidak dapat atau kecil harapannya untuk kembali ke keadaan semula/normal. Maka asuransi penyakit kritis dapat membayarkan klaim saat kondisi sudah sakit tahap lanjut atau tahap kritis (CI dan CI+), tetapi ada juga asuransi penyakit kritis yang menanggung penyakit kritis dari tahap awal seperti asuransi sakit kritis CI100 dari Allianz.

Hanya kalau kita lihat faktanya, kebanyakan orang (mungkin termasuk diri kita) baru tahu kondisi penyakitnya kritisnya ketika sudah di tahap lanjut/kritis. Kita sering tidak merasa aware dan sadar kalau sebenarnya penyakit itu sudah ada di dalam diri kita karena penyakit itu tidak menimbulkan gejala apapun di tahap2 awal.

Misalnya, seseorang yang keadaannya disaat itu terlihat sehat-sehat saja dan masih rajin melakukan aktifitas bekerja sehari-hari, lalu tiba-tiba mendadak terkena stroke ditengah aktifitasnya, ini merupakan hal yang tidak terduga. Jadi kebanyakan orang, selama masih bisa bekerja dia akan terus bekerja sehingga dia mengabaikan dengan kondisi kesehatannya sendiri.

Lalu bagaimana dengan fungsi asuransi penyakit kritis dari Allianz?

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) Allianz memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Membiayai pengobatan/perawatan penyakit kritis, baik di dalam maupun di luar rumah sakit
  2. Mengganti biaya pengobatan/perawatan penyakit kritis
  3. Mengganti biaya lain di luar pengobatan/perawatan
  4. Mengganti penghasilan yang hilang selama itu atau karena tidak bisa bekerja, yang dijadikan sebagai Dana Pengganti Penghasilan
  5. Melindungi dan mencegah kehilangan aset dan jeratan utang
  6. Membiayai cicilan/utang yang masih ada atau masih belum terlunaskan
  7. Mengurangi beban biaya kehidupan sehari-hari keluarga
  8. Menambah dana aset keluarga untuk kebutuhan sehari-hari demi masa depan yang lebih jelas
  9. Mengganti sebagai dana pendidikan anak ke depan, dikarenakan putusnya dana pendidikan yang sedang disiapkan akibat orang tua yang mengalami penyakit kritis
  10. Memelihara dan memberi rasa kepercayaan diri dalam menjalani hidup

Penyakit kritis itu sebagian besar tidak datang tiba-tiba, tapi hasil dari akumulasi kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi zaman sekarang ini, sangat beragam faktor yang bisa menyebabkan orang menjadi sakit. Stress pekerjaan, polusi udara, merokok, kebanyakan duduk dan kurang olahraga, aneka makanan mengandung bahan kimia, dll.

Kadar gula darah, asam urat, kolesterol, dan menumpuknya lemak, berperan memicu timbulnya penyakit kritis. Semua itu terkumpul sedikit demi sedikit dan menumpuk dan seringkali tanpa disadari. Walaupun mungkin telah menjalani hidup sehat, tetap tidak akan bisa menjamin kita akan sehat selama-lamanya.

Oleh sebab itu, penyakit kritis merupakan sejenis penyakit yang datangnya perlahan-lahan, pengobatannya memerlukan waktu lama, sembuhnya perlahan-lahan, dan harus disertai perubahan gaya hidup dengan disiplin yang ketat. Jika tidak dapat disembuhkan, maka bisa berakibat hilangnya kemandirian hidup bahkan meninggal dunia.

Jadi, mari siapkan diri kita menghadapi kondisi terburuk dalam hidup ini.

Ingin konsultasi lebih lanjut tentang asuransi sakit kritis hubngi saya, Natanael. Saya tinggal di Surabaya dan Sidoarjo. Jawa Timur.

HP/WA 08113436830

Kasus-Kasus Bagi yang Berumur Pendek

Di lingkungan sosial sekitar, saya melihat bahwa dalam hal kesiapan finansial, banyak orang yang tidak mempersiapkannya denhan sungguh-sungguh. Ada banyak kasus keluarga yang ditinggal mati oleh kepala keluarganya, kehidupan keuangannya menjadi kacau dan tergantung pada uang pensiun setiap bulan yang jumlahnya tidak seberapa.

Kita tidak bisa memprediksi umur manusia. Tidak pandang beriman maupun tidak beriman, laki – laki atau perempuan, kaya maupun miskin, tinggal di kota maupun di desa, memiliki polis asuransi atau tidak, tidak ada yang dapat menghindari dari resiko meninggal pada umur pendek. Terlebih lagi pola makan dsn kerusskan lingkungan telah ikut ambil bagian dalam memperpendek usia manusia.

Bandingkan, kaum lansia di desa masih bekerja di sawah kendati usia 70 tahun. Namun, di kota besar, orang baru berusia 60 tahun saja sudah sakit-sakitan.

Saya punya teman yang meninggal dunia selesai berolahraga. Beliau meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki2. Pihak gereja hanya bisa menyantuni sebesar Rp 2 juta. Selebihnya, rekan-rekan mengumpulkan sumbangan ala kadarnya dan hanya bisa sekali sesaat setelah yang berssngkutan dikuburkan. Selebihnya, kami hanya bisa mendoakan.

Di komplek tempat tinggal saya, setiap warga yang meninggal hanya mendapat santunan sebesar Rp200 ribu. Gaji para pegawai sipil dipotong Rp20.000 untuk membayar premi asuransi yang uang santunannya tidak mencapai Rp3 juta.

Seorang rekan saya yang lain meninggal di rumah sakit karena kanker juga memperoleh santunan yang tidak banyak. Ada juga yang cukup memprihatinkan, yakni teman saya yang berdomisili Tangerang meninggal di runah sakit, selain tidak meninggalkan polis asuransi, keluarga juga harys menyelesaikan biaya rumah sakit yang mahal.

Seorang rekan lain yang bekerja di kantor pemerintah meninggal dalam usia muda, hanya meninggalkan polis Asuransi Jiwa Bersama yang jumlahnya tidak seberapa untuk melunasi hutangnya di sebuah Bank. Selebihnya, anak yang ditinggalkannta, yang memasuki usia sekolah, hanya bisa mengharapkan santunan dari kakek dan neneknya.

Jika kepala keluarga si pencari nafkah meninggal pada usia muda, beberapa kemungkinan yang terjadi:

– Hilangnya sumber mata pencaharian keluarga.

– Istri harus bekerja menggantikan tugas suami, akibatnya perhatian terhadap perkembangan anak jadi berkurang.

Solusi mengatasi hal tersebut adalah segera ambil polis asuransi dengan program Uang Pertanggungan yang bisa membayar hutang dan bisa sebagai modal hidup istri serta anak kita.

Uang Pertanggungan yang ditawarkan, misal asuransi Allianz mulai Rp1 Milliar. Berapa preminya yang harus dibayar? Premi besarnya tergantung usia. Usia muda premi lebih murah daripada ikut saat usia sudah tua.

Kesimpulannya,

– Kematian tidak memandang usia.

– Kematian pencari nafkah tidak saja menghentikan penghasilan keluarga, tetapi juga menimbulkan dampak lain.

– Asuransi jiwa tidak menggantikan jiwa orang yang diasuransikan tetapi menggantikan penghasilan yang hilang dari tertanggung.

Info pembukaan polis Asuransi Jiwa hubungi saya,

Natanael Konsultan Asuransi Allianz Life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo,

HP/WA 08113436830

email. natanael.albertus@gmail.com