Supaya Tidak Jual Harta maka Ambil UP Besar

Cerita ini saya dapat dari blog teman di Allianz Star Network. Terbaring Sakit

“Tetangganya ini bercerita hampir tak ada jeda. “Pejabat tinggi deket rumah kita sedang sakit komplikasi. Katanya berobat terus ke Singapura. Hartanya sedang dijual semua. Rumah yang dulu dibeli satu per satu, sekarang dijual juga satu per satu.”

Tetangganya mengatakan, begitulah harta: akan habis pada waktunya.

Menurut pengakuannya, rekan saya menyungging senyum kecil. “Andaikan beliau mengambil asuransi dengan nilai pertanggungan besar untuk cover sakit kritisnya, beliau mungkin tidak harus menjual hartanya. Beliau hanya kurang banyak Uang Pertanggungan (UP) asuransinya. Mungkin terlalu kecil UP asuransinya, jadi terpaksa jual harta.”

Demikian penggalan cerita yang disampaikan rekan saya. Bukan status pejabat tingginya yang menjadi fokus pembicaraan ini. Sejatinya, banyak orang tidak menyadari, kapan seseorang terkena sakit kritis. Bahkan, banyak orang merasa dirinya akan sehat-sehat saja, mengingat ia telah menerapkan pola hidup sehat.

Tapi, risiko sakit kritis datang begitu saja ketika seseorang belum mempersiapkan apa-apa untuk mengcover biaya pengobatan sakit kritis.

Dalam kasus meninggal dunia, hampir semua orang menyadari bahwa semua yang hidup akan meninggal dunia. Karena semua orang tidak tahu kapan akan pindah dunia, maka banyak orang yang tidak menyiapkan warisan untuk orang yang akan ditinggalkan.

Sebagian menunda menyiapkan warisan melalui asuransi jiwa; sebagian lagi merasa tidak perlu menyiapkan warisan. Padahal jika tidak disiapkan, mungkin saja ia mewariskan utang besar, karena sebelum meninggal, seseorang bisa terkena sakit kritis yang dampaknya berutang besar. Terkait ini silakan baca: Pilih Mewariskan Utang atau Uang Banyak?

Pendek kata, saya sebagai agen asuransi, ingin mengatakan, dua hal penting yang perlu diambil dalam asuransi, mengingat dampak keuangannya besar, jika tidak disiapkan sejak sekarang.

Pertama, asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan (UP) besar. Mengapa asuransi jiwa dengan UP besar? Sebab, ketika seseorang pindah dunia, nilai tunai yang besar bisa menjadi bekal bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dengan uang besar, istri dan anak-anaknya dapat melanjutkan hidup dengan dengan baik. Istri bisa melakukan usaha dengan modal dari uang warisan, dan anak bisa melanjutkan sekolah dengan normal.

Kedua, asuransi sakit kritis (di Allianz ada CI+ dan CI100, yang direkomendasikan untuk diambil). Sama seperti asuransi jiwa, UP Sakit Kritis pun harus besar. Ini agar ketika terkena sakit kritis, seseorang tidak harus menjual harta. Biaya pengobatan sakit kritis yang tidak kecil, hanya bisa diatasi dengan UP yang besar.

Jadi, ambilah proteksi jiwa dan sakit kritis dengan UP besar sejak sekarang, sejak kita sehat dan muda. Sebab, semakin muda, premi yang harus disetorkan juga semakin kecil.

Gambaran premi 1jt dengan UP 4 Milyar bisa saya buatkan hanya dengan menghubungi saya di 08113436830 Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network.

sumber: https://proteksipenghasilan.com/2016/04/13/ambil-up-besar-supaya-tidak-jual-harta/

Sudah Punya BPJS, Perlukah Ambil Asuransi Kesehatan?

“Saya sudah punya BPJS dari kantor. Saya ingin mengambil lagi asuransi kesehatan rawat inap,” katanya.

Saya diam sebentar. Karena saya sendiri mengambil BPJS kesehatan untuk asuransi rumah sakit saya.

“Sejauh pengalaman Bapak, pelayanan BPJS kesehatan bagus tidak?”

“Lumayan sih Pak,” katanya lagi.

“Lalu, apa yang membuat Bapak berpikir untuk mengambil asuransi kesehatan lagi di perusahaan swasta?”

“Kata orang-orang pelayanan asuransi kesehatan swasta lebih bagus.”

“Betul Pak. Tapi premi yang ditetapkan jauh lebih mahal,” jawab saya.

Lalu, saya perlihatkan ilustrasi asuransi kesehatan melalui Asis berdasarkan usia yang bersangkutan.

“Wah, besar juga ya, Pak.” Ia tersenyum dan saya juga.

Suami muda ini melanjutkan. “Terus, Bapak sendiri ambil asuransi apa?”

Saya tahu ia sedang menyelidik. “Saya juga ambil BPJS kesehatan untuk saya dan keluarga. Dan saya sebagai kepala keluarga mengambil polis asuransi yang prioritas di Allianz.”

“Maksud Bapak, asuransi prioritas?”

“Bagi seorang yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, asuransi prioritas yang harus diambil adalah asuansi jiwa dan sakit kritis (critical illness), dengan uang pertanggungan besar.”

“Kenapa begitu?”

“Sebab, selama masih produktif, tulang punggung keluarga adalah aset yang harus di-backup dengan asuransi jiwa dan sakit kritis.”

Lalu saya tanya, “Nah, menurut Bapak kondisi apa yang bisa membuat seseorang tidak lagi produktif?”

“Pensiun.”

“Betul. Sakit kritis atau sakit berat, bisa?”

“Ya. Betul juga ya, Pak. Kalau sakit kritisnya terjadi sebelum pensiun bagaimana ya? He..”

Ringkas cerita, saya ilustrasikan ia dalam program Tapro Allisya dengan pertanggungan asuransi jiwa, sakit kritis (CI100 Syariah), kecelakaan (ADDB), dan cacat tetap total (TPD), sesuai dengan anggaran yang ia sanggupi. Berikut ilustrasinya:
Ilustrasi utk artikel

Sebetulnya, tidak ada larangan bagi siapa pun yang sudah punya BPJS untuk mengambil asuransi rawat inap di perusahaan asuransi swasta. Asalkan ada dana yang bisa dianggarkan, silakan.

Ingin membuka polis asuransi kesehatan segera hubungi

Natanael (HP 08113436830)

sumber: https://proteksipenghasilan.com/2016/07/26/sudah-punya-bpjs-perlukah-ambil-asuransi-kesehatan/#more-903

Pentingnya Dana Hari Tua…

Hari ini saya mendapat sharing pengalaman hidup dari blog https://mytapro.net/2016/05/07/kisah-nyata-pentingnya-dana-hari-tua/

Cerita ini bisa menjadi pelajaran hidup buat kita.

“Saya mengenal sebuah keluarga yang sangat baik dan sangat santun dalam kehidupannya, terdiri dari seorang pencari nafkah, istri dan 2 orang anak yang sudah dewasa.
Kehidupan mereka sangat sederhana, tidak berlebihan. Mereka hidup apa adanya dengan sebuah rumah yang cukup nyaman.

Intinya dengan pencari nafkah bekerja, maka kehidupan keluarga ini berjalan normal, sampai tiba tiba sekitar bulan Oktober 2015 kemarin pencari nafkah tiba tiba mengalami stroke dan mengakibatkan tidak bisa bekerja lagi. Keuangan keluarga sudah pasti terganggu, karena penghasilan pencari nafkah terhenti. Anak mereka sudah dewasa dan sudah bekerja, namun tetap saja tidak dapat digantikan sebagai sumber pencari nafkah utama di dalam keluarga tersebut dan orang tua mereka juga tidak mau membebankan hal ini kepada anak mereka.

Saya kenal cukup dekat dengan keluarga ini, dan hari ini mereka menyampaikan hal yang menyedihkan untuk saya dengar. Mereka sekeluarga sudah sepakat akan menjual rumah mereka dan akan tinggal di rumah yang lebih kecil lagi. Walaupun terasa sangat berat melepaskan rumah kenangan yang sudah mereka tempati sejak kelahiran putri mereka yang pertama, tetapi mereka terpaksa harus melakukan hal ini karena sisa uang penjualan rumah akan mereka gunakan untuk membiayai kebutuhan mereka sehari hari karena mereka sudah tidak bekerja.

Jujur saya sangat sedih sekali mendengar hal ini, tetapi saya mengerti kebutuhan mereka untuk menyambung hidup, belum lagi renovasi rumah yang harus segera dilakukan karena sudah 25 tahun sejak ditempati rangka atap belum pernah diganti dan sudah banyak rayap. Bahkan bagian ruang tamu sudah pernah ambruk. Biaya renovasi yang cukup besar ini, juga merupakan pertimbangan lain untuk menjual rumah tersebut karena mereka tidak memiliki dananya
Mengenai keadaan pencari nafkah setelah terserang stroke, saya ikut memanjatkan puji syukur kepada Allah, karena pengobatan untuk kesehatannya tidak menuntut dana yang sangat besar, bisa dilakukan melalui terapi terapi pengobatan alternatif.

Ibu rumah tangga ini menurut saya sangat bijaksana sebagai orang tua. Dalam kesedihannya itu beliau sempat memberi nasihat kepada saya sisakanlah sedikit uang untuk ditabung dalam bentuk investasi jangka panjang seperti reksa dana, besar manfaatnya untuk hari tua.

Saya sangat sepaham dengan nasihat ini, kita wajib memilikinya. Belajar dari pengalaman hidup keluarga ini sebaiknya kita tidak menggantungkan diri kepada orang lain termasuk anak kita, terlepas mereka mampu membiayai kita di masa depan nanti. Dan dalam praktiknya saya anggap tabungan ini adalah cicilan untuk membiayai kebutuhan hidup di masa tua, karena selama kita hidup kita masih memerlukan biaya.

Setelah saya menyelesaikan semua cicilan yang manfaatnya sudah saya nikmati di masa lampau (KTA), sekarang saya lebih fokus pada cicilan yang manfaatnya akan saya nikmati di masa mendatang nanti yakni cicilan Tapro.

Cicilan Tapro untuk Hari Tua

Saat ini saya punya dua polis Tapro. Yang pertama saya buka sebelum saya bergabung dengan ASN yaitu pada awal Desember 2014. Saya membeli Tapro dengan premi 500 ribu per bulan. Manfaat yang diperoleh adalah sebagai  berikut:

Asuransi Dasar (pertanggungan jiwa sd usia 100 tahun): 300 juta
ADDB (pertanggungan cacat/meninggal karena kecelakaan sd usia 65 tahun): 300 juta
CI100 (pertanggungan 100 kondisi penyakit kritis sd usia 100 tahun): 300 juta
TPD (pertanggungan cacat tetap total karena sakit/kecelakaan sd usia 65 tahun): 300 juta
Payor Benefit (pembebasan premi sd usia 65 tahun jika pemegang polis didiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis atau menderita cacat tetap total)
Spouse Payor Benefit dan Protection (pembebasan premi sd usia 65 tahun jika pasangan pemegang polis didiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis atau menderita cacat tetap total)

Total manfaat Tapro pertama : 1,2 miliar + payor benefit + spouse payor benefit dan Protection

Satu tahun kemudian (Desember 2015), sadar akan besarnya Uang Pertanggungan yang tidak terlalu besar, saya membuka lagi polis Tapro dengan manfaat yang lebih besar. Kali ini agennya adalah saya sendiri. Setoran 1,5 juta per bulan, manfaat sebagai berikut:

Asuransi Dasar (pertanggungan jiwa sd usia 100 tahun): 1 miliar
ADDB (pertanggungan cacat/meninggal karena kecelakaan sd usia 65 tahun): 1 miliar
TPD (pertanggungan cacat tetap total sd usia 65 tahun): 1 miliar
CI 100 (pertanggungan 100 kondisi penyakit kritis sd usia 70 tahun): 1 miliar
Payor benefit (pembebasan premi sd usia 65 tahun)

Total manfaat Tapro kedua : 4 miliar + payor benefit

Asuransi jiwa yang sama juga dimiliki oleh suami saya, dua polis dibeli dengan waktu yang bersamaan dengan polis saya dengan total premi sebesar 1 juta per bulan mendapatkan total pertanggungan sebesar 2 miliar.

Dengan demikian, total manfaat Tapro yang kami miliki saat ini lebih dari 7,2 miliar dengan rincian:

UP jiwa: 1,8 miliar
ADDB: 1,8 miliar
CI 100: 1,8 miliar
TPD: 1,8 miliar
Payor Benefit
Spouse Payor Benefit dan Protection

Pada awal Desember 2015 saya juga sudah membeli Tapro untuk anak saya yang berusia 6 tahun dengan premi sebesar 510 ribu per bulan manfaat sebagai berikut :
1. UP jiwa : 600 juta
2. ADDB : 600 juta
3. CI 100 : 600 juta
4. Payor Benefit dan Protection
5. Spouse Payor Basic dan Protection

Untuk anak dibawah usia 17 tahun belum tersedia manfaat uang pertanggungan cacat tetap total.

Selain polis asuransi jiwa, Januari 2015 saya juga membeli polis asuransi kesehatan rawat inap Maxi Violet untuk kami sekeluarga. Dengan kelas kamar per malam adalah 750 ribu. Premi tahun pertama yang saya bayarkan adalah sebesar Rp. 9,871,350 setelah dikurangi dengan diskon polis keluarga 5% dan diskon karena mempunyai Tapro sebesar 10%. Dan untuk perpanjangan tahun 2016 nanti akan mendapat diskon lagi 20% karena selama tahun 2015 kami sekeluarga tidak melakukan klaim rawat inap.

Kenapa kami mengambil polis dengan manfaat sedemikian?

  1. Biaya premi yang semakin mahal bila saya membelinya di tahun    tahun mendatang.
  2. Tidak ada orang yang kebal dari risiko rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, cacat (sebagian maupun total, sebab sakit ataupun kecelakaan), dan meninggal dunia. Saya tidak mau pilih-pilih risiko, jadi saya ambil semua proteksinya.
  3. Tentunya tidak ada juga orang yang kebal dari sakit gigi, masuk angin, meriang, dan berbagai penyakit yang cukup dengan rawat jalan. Tapi saya tidak ambil proteksinya karena untuk sakit-sakit ringan semacam itu, biayanya tidak akan besar dan saya yakin tanpa asuransi pun tak masalah.
  4. UP jiwa sebesar 1,8 miliar kiranya cocok dengan kebutuhan keluarga saya. Jika uang tsb disimpan saja sbg deposito dengan bunga 5% per tahun, akan menghasilkan uang sekitar  90 jutaan per tahun atau 7,5 jutaan per bulan. Kiranya cukup untuk kebutuhan keluarga saya saat ini.
  5. UP kecelakaan sebesar 1,8 miliar diharapkan cukup untuk mengganti kemungkinan penghasilan yang hilang atau berkurang dari risiko cacat.
  6. UP penyakit kritis sebesar 1,8 miliar mudah-mudahan cukup untuk menangani risiko penyakit kritis, baik saat di rumah sakit maupun perawatan lanjutannya. Kelak saya akan menambahnya lagi, karena jika urusannya penyakit kritis, biayanya tidak bisa diprediksi.
  7. UP cacat tetap total  sebesar 1,8 miliar, risiko ini biasanya didahului sakit atau kecelakaan, sehingga bisa dobel dengan CI+ ataupun ADDB.
  8. Asuransi kesehatan adalah pertolongan pertama pada kecelakaan, rawat inap, maupun penyakit kritis. Untuk sekarang ini saya masih perlu.
  9. Ada satu risiko lagi yang juga butuh biaya besar, yaitu usia tua (pensiun, butuh uang besar di saat tidak produktif lagi). Dana pensiun bukanlah ranah asuransi, tapi investasi dan bisnis. Saya telah dan sedang mempersiapkan dana pensiun saya melalui bisnis di ASN.

.Pengalaman di atas patut kita ikuti dan menjadi inspirasi kita.

Jika ingin membuka polis Tapro bisa hubungi saya agen Allianz

HP 08113436830

Natanael

Berapa Biaya Pengobatan Kanker Darah

Banyak yang bertanya tanya sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengobati orang yang terkena penyakit kanker darah. Coba anda lakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui berapa biaya yang diperlukan untuk mengobati jenis penyakit yang mematikan tersebut.
 ..
Dari hasil pantauan di sejumlah rumah sakit bukan hanya dari rumah sakit daerah atau rumah sakit nasional yang ada di Indonesia. Tetapi juga beberapa rumah sakit di negara tetangga. Hasilnya tidak terlalu mengejutkan. Semua rumah sakit umumnya memiliki kesimpulan kata yang sama untuk biaya mengobati kanker yaitu Mahal. Tidak di Indonesia, Malaysia, Singapura ataupun negara maju lainnya yang telah pengalaman menangani kanker.
 ..
Mahalnya biaya pengobatan tersebut ditentukan oleh mahalnya obat. Jadi bukan semata-mata karena biaya servis atau pelayanan rumah sakit atau tenaga medis. Tetapi lebih pada mahalnya harga obat untuk mengobati penyakit yang mematikan tersebut.
..
Banyak keluarga yang jatuh miskin karena uang mereka terpakai untuk mengobati anggota keluarga mereka yang terkena kanker. Mereka terpaksa melepaskan asset yang mereka miliki selama ini. Apakah itu berwujud uang simpanan, kendaraan, tanah dan tidak jarang satu-satunya rumah yang mereka miliki.
..
Tidak jarang yang frustasi atau stress, bukan hanya karena besarnya harta yang harus mereka jual satu demi satu demi mengobati penyakit ini. Tetapi juga oleh lamanya waktu untuk mengobati penyakit kanker ini hingga sembuh. Bahkan ada juga yang sudah diobati, sudah habis ratusan juta sampai milyaran, juga tidak bisa sembuh dan akhirnya si penderitanya meninggal dunia karena kankernya sudah sempat menyebar ke seluruh tubuh. Penanganan yang terlambat bagi penderita kanker ini dapat berakibat sangat fatal.
 ..
Biasanya keterlambatan penanganan ini dapat disebabkan oleh 2 sebab yaitu ketidak tahuan bahwa dirinya saat ini sedang mengidap kanker (karena jarang memeriksakan diri dan menganggap remeh setiap ada keluhan yang dirasakan) dan keterbatasan biaya untuk mengobati penyakit ini (sudah tahu kena penyakit kritis, tetapi pasrah karena tidak ada biaya untuk berobat. Akhirnya hanya pasif dan menunggu sampai keadaan makin parah).
 ..
Saya bahkan pernah mendapatkan informasi dari teman yang kebetulan kenal dengan orang tua yang anaknya sembuh dari Leukemia, bahwa perawatan hingga tahap maintenance membutuhkan uang antara Rp 800 juta hingga 1 miliar rupiah. Jika saat ini tabungan atau simpanan uang anda di bank tidak sebanyak itu, bagaimana caranya anda mau mengobati penyakit leukimia apabila tiba tiba ada salah satu anggota keluarga anda yang divonis oleh dokter terkena penyakit ini?
 dokter juga butuh uang
Meskipun anda ada uang sebanyak ini saat ini, apakah anda siap untuk menghabiskan semuanya untuk biaya pengobatan? Atau bisa saja anda tidak memiliki uang sebesar ini dalam bentuk cash sekarang ini tetapi semuanya dalam bentuk asset seperti rumah, tanah, mobil, perhiasan, dll. Anda perlu menjual semua asset itu terlebih dahulu baru uang nya bisa anda manfaatkan nantinya. Asset tidak likuid seperti tanah atau rumah biasanya butuh waktu agak lama baru bisa laku. Jika anda ingin agar bisa segera diuangkan, biasanya terpaksa asset tersebut di jual di bawah harga pasar yang pastinya akan merugikan anda.
 ..
Tentu, bagi anggota keluarga yang anda cintai, habis berapa ratus juta atau bahkan berapa miliar juga anda pasti rela. Tetapi pernahkan terpikir oleh anda kalau uang yang selama ini anda tabung, mungkin saja merupakan uang pensiun anda kelak, atau biaya sekolah bagi anak anak anda kelak atau mungkin ditujukan untuk digunakan untuk hal hal yang lain, bukan untuk dihabiskan dalam sekejap hanya demi untuk mengobati penyakit kanker darah ini.
 Allianz-CI100
Apabila saat ini anda diberikan sebuah pilihan, mau mengobati penyakit kanker darah/ leukimiapakai uang sendiri atau mau pakai uang yang diberikan oleh asuransi Allianz, anda pilih yang mana? Jika anda bijaksana, pastilah anda akan memilih opsi yang kedua, yaitu memakai uang asuransi untuk biaya pengobatan. Uang pribadi anda dibairkan saja utuh di bank, tidak perlu ditarik untuk biaya pengobatan. Mungkin uang tabungan anda itu bisa anda gunakan untuk keperluan lain kelak.
 ..
Memang, tidak semua orang bisa terkena penyakit mematikan ini. Tetapi tidak ada salahnya apabila kita “prepare for the worst” bukan? Sedia payung sebelum hujan, itu intinya. Berita baiknya adalah di Allianz, hanya dengan menabung rutin setiap bulannya sesuai kemampuan anda, anda berkesempatan untuk memiliki perlindungan terhadap penyakit kritis termasuk segala jenis kanker (termasuk leukimia) sampai dengan Rp 2 Miliar dan berlaku seumur hidup (sampai dengan anda berusia 100 tahun.
klaim penyakit kritis allianzklaim serangan jantung awal
klaim sakit kritis 1 milyarklaim serangan jantung pertama
Artinya jika suatu ketika anda didiagnosa terkena kanker (apapun jenis kankernya termasuk kanker darah/ leukimia), maka anda tidak usah kuatir atau pusing memikirkan tentang uang untuk biaya berobatnya dari mana. Allianz sudah menyiapkannya untuk anda. Uang Pertanggungan sampai dengan Rp 2 Miliar siap dicairkan ke rekening tabungan anda sewaktu waktu anda terdiagnosa penyakit kritis. Nama produk asuransi penyakit kritis di Allianz ini adalah CI100.
INGIN DIBANTU BUKA POLIS PROTEKSI SAKIT KRITIS?
HUB: NATANAEL HP 08113436830

Kisah dokter yang mendapatkan Uang Pertanggungan Rp 1,2 Milyar

Silahkan simak video berikut ini yang diambil dari Tayangan acara Hitam Putih yang topiknya mengenai seorang dokter yang mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar Rp 1,2 Miliar dari asuransi penyakit kritis yang dimilikinya. Dokter ini mengakui bahwa dia telah menjalani pola hidup sehat namun tetap saja tidak dapat menghindar dari yang namanya terkena penyakit kritis yaitu kanker ginjal.

Jika anda dihadapkan pada suatu keadaan dimana tidak ada satupun hal yang bisa anda lakukan yang dapat mencegah dan menjauhkan anda dari risiko terkena penyakit kritis, kira kira apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan membeli asuransi Penyakit Kritis sesegera mungkin?

uang pertanggungan tapro1 hal yang perlu anda ingat bahwa asuransi penyakit kritis hanya dapat dibeli di saat anda masih sehat. Jika anda sudah terdiagnosa penyakit kritis, maka anda sudah tidak bisa membeli asuransi penyakit kritis lagi.

Berapapun uang yang anda miliki, tetap saja pihak asuransi tidak akan menerima pengajuan asuransi anda lagi. Pengajuan anda untuk memiliki asuransi akan ditolak. Jadi jangan tunda lagi. Beli asuransi penyakit kritis Allianz sekarang juga, di saat usia anda masih muda dan kondisi tubuh anda masih sehat. Jangan sampai terlambat untuk memiliki asuransi karena hidup ini hanya 1 kali. Jangan sampai anda menghabiskan sisa hidup anda dalam penyesalan hanya karena 1 tindakan bodoh yang anda lakukan yaitu menunda untuk membeli dan memiliki asuransi Penyakit Kritis dari Allianz.

sumber: http://www.asuransi-jiwa.org/seorang-dokter-dapat-klaim-asuransi-penyakit-kritis-rp-12-miliar/

Mau buka polis dengan UP Rp 1,2 Milyar? Hubungi Natanael HP 08113436830

 

85% Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut

gbr 5  A

Atau dengan kenyataan seperti yang terlihat di bawah ini?

resiko-1Penyakit kritis yang mungkin kita maupun salah satu anggota keluarga kita alami, pasti memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan kita? Hanya Asuransi Jiwa Allianz dengan manfaat penyakit kritis yang melindungi sampai usia anda mencapai 100 tahun, yang dapat menghindari anda dari risiko bangkrut karena terkena penyakit kritis?

Apakah siap apabila suatu saat dihadapkan oleh kenyataan yang tidak mengenakkan seperti ini? Masih pentingkah uang, tabungan maupun deposito yang anda kumpulkan yang jumlahnya jutaan bahkan miliaran apabila hidup anda sendiri terancam dan kemungkinan besar anda juga tidak akan bisa menikmati asset yang telah anda kumpulkan dari hasil jerih payah anda bekerja selama ini?

Sebagai seorang manusia normal, tidak dapat dipungkiri, semua risiko ini pastilah menghantui setiap kita yang masih hidup, tidak peduli warga negara apa, suku dan ras apa, status sosial dan jabatan apa maupun keadaan ekonomi seperti apa.

Semuanya sama sama menghadapi risiko terkena penyakit kritis ataupun bahkan meninggal dunia oleh karena sakit penyakit maupun kecelakaan. Merupakan hal yang alamiah bahwa semua manusia yang masih hidup di dunia ini, suatu saat akan meninggal dunia. Tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan kapan saat itu tiba.

Apakah anda siap apabila suatu saat anda dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa? Trus apabila anda meninggalkan dunia ini kelak, apa warisan yang akan anda tinggalkan kepada keluarga yang anda cintai di dunia ini agar mereka dapat melanjutkan hidup mereka secara layak kelak meskipun anda sudah tidak ada bersama sama dengan mereka?

Asuransi Jiwa=Pelimpahan Resiko

Apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa. Asuransi jiwa adalah suatu pelimpahan risiko (Risk Shifting) atas kerugian keuangan (financial loss) oleh Tertanggung kepada Penanggung.

Resiko yang dilimpahkan oleh Tertanggung tersebut kepada Penanggung bukanlah risiko hilangnya jiwa seseorang, melainkan kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa seseorang atau karena mencapai umur tua sehingga tidak produktif lagi. Jadi asuransi jiwa merupakan program asuransi yang memberikan perlindungan terhadap risiko pada jiwa seseorang yang menjadi tertanggung selama masa asuransi.

Manfaat perlindungan jiwa ini adalah sebagai jaminan kepastian terhadap tertanggung dan keluarga dalam menghadapi berbagai resiko kehidupan seperti sakit kritis, cacat, meninggal dan lain sebagainya. Tujuan dari asuransi jiwa ini adalah sebagai jaminan hidup anda dan keluarga anda secara finansial dengan mendapatkan bantuan dana ketika mengalami masa-masa sulit  serta saat menghadapi berbagai resiko kehidupan di kemudian hari.

Nilai ekonomi hidup seorang kepala keluarga sama dengan kapasitas penghasilannya. Jika nilai ekonomi hidup seorang kepala keluarga hilang atau berkurang, maka yang akan menderita secara langsung atas kehilangan tersebut adalah sanak keluarganya. Resiko kehilangan penghasilan ini yang harus ditanggung oleh keluarga yang ditinggalkan.

Untuk mengurangi resiko tersebut pada zaman modern ini telah ditempuh satu cara dengan mengalihkan atau melimpahkan resiko tersebut kepada pihak lain, dalam hal ini perusahaan Asuransi Jiwa yang mengkhususkan usahanya dibidang ini sebagai profesinya. Pelimpahan resiko tersebut lebih popular disebut dengan membeli polis asuransi jiwa.

wienwide-allianz-taproKepedulian adalah dasar dari keputusan untuk memiliki suatu asuransi jiwa. Jika seseorang tidak mempedulikan keadaan beban finansial yang mungkin timbul dalam hidupnya maupun keluarganya, barangkali ia tidak pernah ingin memiliki asuransi atau bahkan parahnya ia tidak pernah memikirkan atau peduli pada nasib keluarganya apabila suatu saat terjadi suatu musibah pada dirinya seperti meninggal dunia.

Apalagi jika keuangan keluarga nya hanya bergantung pada dia seorang saja yang merupakan tulang punggung yang menyokong keuangan selama ini. Apa jadinya dengan nasib anggota keluarga yang akan ditinggalkannya. Apakah rela melihat anak anaknya mempertaruhkan masa depan pendidikannya dengan putus sekolah hanya gara gara tidak ada biaya?

Apakah tega melihat pasangan yang ditinggalkan, selain harus menjadi seorang single parent, namun juga harus memikirkan mesti makan apa besok, dan sebagainya. Jika anda mengaku bahwa anda cinta terhadap keluarga anda, belilah asuransi jiwa saat ini, detik ini juga pada saat anda membaca tulisan ini. Pernahkan anda terpikir kalau anda termasuk orang yang beruntung sebab anda dapat menemukan tulisan ini yang ntah bagaimana tiba tiba menyadarkan anda akan pentingnya memiliki asuransi jiwa?

image016Asuransi Jiwa pada dasarnya berkaitan dengan keberadaan seseorang, di mana resiko finansial orang itu diambil alih pada saat terjadi kematian dini tidak terduga. Ini disebut sebagai “manfaat meninggal” atau “death benefit” yang disediakan – tapi, tentunya kita sendiri tidak menghidupi kondisi itu, karena kita sudah meninggal. Bagaimana dengan resiko yang kita hadapi saat kita sendiri masih hidup?

Pada kenyataannya, beban yang terjadi saat kita mengalami musibah dan masih tetap hidup seringkali justru lebih menyengsarakan orang-orang di sekitar kita. Bukan suatu peristiwa aneh, ketika seseorang mengalami penyakit kritis seperti terkena stroke – pecahnya pembuluh darah di otak – kemudian menjadi orang lumpuh yang menuntut semua perawatan, seringkali tanpa ada harapan sembuh.

Demi menunjang kehidupan, keluarga memakai seluruh daya finansial yang ada, menghabiskan tabungan dan mencairkan seluruh aset. Jadi tidak heran jika sebuah penelitian dari WHO menunjukkan setiap tahun di seluruh dunia ada 100 juta orang menjadi miskin karena membayar biaya kesehatan.

Resiko apa saja yang dapat diasuransikan
Sepanjang hidup manusia selalu dihadapkan kepada kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan lenyap atau berkurangnya nilai ekonominya . Ini mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan keluarganya atau orang lain yang berkepentingan. Dengan kata lain, manusia selalu menghadapi peristiwa yang akan menimbulkan resiko dalam kehidupannya sebagai berikut;

(1) Meninggal dunia (death) baik secara alamiah (natural death) maupun meninggal pada usia muda karena sakit, kecelakaan (accidental death) dan lain sebagainya.
Setiap orang pasti akan meninggal dunia, meskipun tidak tahu pasti kapan hal tersebut akan terjadi. Kematian pencari nafkah akan berakibat hilangnya sumber pendapatan bagi yang berkepentingan seperti keluarga yang ditinggalkan (istri dan anak anaknya). Oleh karena itu diperlukan jaminan keuangan dalam jangka waktu tertentu selama keluarga yang ditinggalkan belum dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru.

(2) Cacat tubuh (disability) karena sakit atau kecelakaan.
Jika seseorang menderita cacat total dan tetap, mereka tidak dapat bekerja lagi secara permanen sehingga tidak memperoleh penghasilan sama sekali untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya.

(3) Penyakit kritis
Penyakit kritis bisa datang sewaktu-waktu tanpa memandang usia, apakah seseorang itu masih muda atau sudah tua. Penyakit kritis tidak dapat diketahui dengan pasti kapan datangnya.

(4) Umur tua (old age) / Pensiun
Peristiwa hari tua pasti akan terjadi, tetapi berapa lama kehidupan hari tua tersebut berlangsung, tidak bisa diketahui dengan pasti.

Pendaftaraan buka polis asuransi jiwa tapro, hubungi Natanael HP 08113436830 (Call/sms/wa)

Allianz Bayar Klaim Angioplasti dan Pembebasan Premi Total 370 juta

klaim-1

Berita ini saya dapat dari pengalaman teman agen asuransi Allianz tentang disetujuinya klaim sakit kritis yakni  Angioplasti.

Nasabahnya, seorang wanita usia 40 tahun, tinggal di Banjarmasin, bergabung dengan program Tapro Allisya Protection Plus pada bulan Oktober 2014.

Manfaat yang diambilnya adalah:

  1. Asuransi Dasar 500 juta
  2. Term Life 500 juta
  3. ADDB 500 juta
  4. TPD 500 juta
  5. CI100 500 juta
  6. Payor Benefit.

Usia nasabah saat itu 38 tahun, preminya 1.065.000 per bulan.

Pada suatu hari di akhir bulan Juni 2016, nasabah mengeluh dadanya tidak nyaman dan terasa nyeri sampai punggung. Nasabah seorang yang sangat sadar tentang kesehatan, sehingga dia langsung memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung. Setelah dilakukan pemeriksaan CT Scan, ternyata ada penyempitan pembuluh darah hingga 90% dan disarankan untuk segera melakukan tindakan angioplasti (operasi pemasangan balon atau ring untuk melonggarkan pembuluh darah yang mengalami penyempitan).

Syarat klaim angioplasti pada polis CI100 adalah: “… telah melakukan pemasangan balon angioplasti atau prosedur kateter intra arteri untuk mengobati penyempitan pembuluh koroner minimal 60% dari satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner….

Total biaya operasi sekitar 70 jutaan. Asuransi kantor yang dimiliki nasabah hanya menanggung kurang dari setengahnya. Jadi untuk sementara kekurangannya pakai uang sendiri. Untungnya nasabah memiliki proteksi penyakit kritis di polisnya, yaitu rider CI100. Angioplasti merupakan salah satu manfaat tambahan CI100, di mana klaimnya tidak mengurangi uang pertanggungan CI100.

Di sini terlihat pentingnya manfaat proteksi penyakit kritis untuk melengkapi asuransi kesehatan yang dimiliki, baik dari BPJS, dari kantor, ataupun ambil pribadi.

Setelah tindakan angioplasti dilakukan, klaim pun diajukan ke Allianz. Karena terhalang libur lebaran idul fitri, berkas klaim baru sampai di Allianz pusat sekitar tanggal belasan Juli. Lalu setelah itu masih ada beberapa hal yang ditanyakan oleh Allianz untuk melengkapi berkas. Setelah berkas dinyatakan lengkap, nasabah diminta oleh Allianz untuk menunggu pemrosesan klaim selama 60 hari, karena usia polis belum dua tahun.

klaim-2

Tak sampai 20 hari menunggu, akhirnya klaim nasabah disetujui. Untuk tindakan angioplasti, nilainya 10% dari UP CI100, yaitu 50 juta. UP CI100 sebesar 500 juta tetap utuh.

Tapi ada lagi yang lebih besar. Karena ada rider Payor Benefit, premi nasabah pun dilanjutkan pembayarannya oleh Allianz sampai nasabah berusia 65 tahun. Premi 1.065.000 per bulan, dibayarkan oleh Allianz sampai bulan Oktober 2041 atau selama 25 tahun 2 bulan, total manfaat Payor Benefit 321.630.000. Dengan demikian, total klaim penyakit kritis + pembebasan premi yang diterima nasabah adalah lebih dari 370 juta.

Inilah salah satu kelebihan rider Payor Benefit di Allianz, yaitu dengan angioplasti pun sudah bisa bebas premi.

klaim-3

Dengan disetujuinya klaim ini, maka manfaat polis Tapro Allisya Protection Plus milik nasabah sekarang menjadi:

  1. Asuransi Dasar 500 juta (sd usia 100 tahun)
  2. Term Life 500 juta (sd usia 70 tahun)
  3. ADDB 500 juta (sd usia 65 tahun)
  4. TPD 500 juta (sd usia 65 tahun)
  5. CI100 500 juta (sd usia 100 tahun)

Ingin buka polis asuransi sakit kritis hubungi

Natanael

HP 08113436830 (SMS/WA/Call)

email: natanael.albertus@gmail.com

Sumber: Pembayaran klaim angioplasti oleh Allianz

Allianz Bayar Klaim Angioplasti dan Pembebasan Premi Senilai Total 370 juta