Lindungi Asset Anda Dengan Asuransi Penyakit Kritis Allianz CI100

Ketika kita beranjak dewasa dan mulai mandiri, sedikit demi sedikit kita membangun aset untuk masa pensiun dan anak cucu kita. Namun pernah kebayang ga sih ketika terjadi resiko hidup seperti sakit kritis, ada banyak orang yang terpaksa menjual asetnya dengan harga di bawah nilai NJOP. Tentu ini bukan pilihan kita kan?

Secara statistik, kebanyakan orang akan mengalami penyakit kritis sebelum meninggal. Penyakit kritis yang paling sering terjadi adalah jantung, stroke, kanker, ginjal, dan koma. Bilamana terjadi salah satu penyakit kritis diatas , maka kita tidak pernah bisa menduga berapa lama penyakit tersebut akan diderita, sementara income mendadak terhenti karena tidak mampu lagi mampu bekerja. Tentu masalah kan?

Tidak dapat dipungkiri , biaya pengobatan untuk penyakit kritis sangat besar, paling tidak ratusan juta rupiah baik untuk operasi maupun biaya pengobatan yang terus menerus harus dikeluarkan selama sakit. Sebab itu, ketika terkena penyakit kritis bisa berdampak serius pada kestabilan finansial keluarga. Bahkan menurut hasil survey kompas, 85% pasien kanker keluarganya mengalami bencana keuangan.

Tekanan finansial yang dihadapi oleh penderita penyakit kritis bisa dikurangi dengan mengikuti program asuransi sakit kritis. Dengan dukungan finansial dari lembaga asuransi, nasabah bisa memfokuskan energi mereka pada proses pengobatan dan pemulihan penyakit. Jadi pikiran lebih tenang sehingga harapan untuk sembuh lebih besar.

Untuk itu besarnya santunan penyakit kritis yang diperlukan minimal sebesar 5x income tahunan. Santunan penyakit kritis diperlukan bukan hanya untuk membayarkan biaya berobat, namun juga untuk menopang biaya hidup keluarga yang masih harus berjalan.

Perlu diketahui bahwa bila memiliki cicilan rumah, biasanya asuransi jiwa di KPR hanya dibayarkan apabila peminjam meninggal dunia. Jadi bila peminjam terkena penyakit kritis, kewajiban cicilan KPR tetap harus dibayarkan. Jadi sangatlah bijak untuk menyiapkan asuransi sakit kritis untuk menjaga keberlangsungan KPR ketika musibah datang. Karena di saat terkena penyakit kritis, penghasilan juga akan terhenti, lalu mau bayar tagihan KPR nya setiap bulan pakai apa?

Penghasilan terhenti bisa beragam penyebabnya, bisa karena di PHK karena sudah tidak dianggap produktif lagi karena sudah tidak dapat bekerja seperti biasanya lagi atau bisa juga karena sudah tidak ada semangat bekerja lagi atau tidak bisa fokus dalam bekerja karena stress mikirin penyakitnya.

Stress memikirkan apakah penyakit kritis yang diderita ini akan sembuh atau tidak setelah diobati. Stress juga mikirin berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan untuk mengobati penyakit kritis ini. Jika setelah keluar uang banyak, tetapi penyakit nya tidak kunjung sembuh juga bagaimana?

Jika sudah menggadaikan mobil dan aset lain untuk biaya berobat, tapi jika penyakit nya bandel dan tidak kunjung sembuh juga bagaimana? Yang ada malah sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah kena sakit kritis, habis uang untuk berobat, penyakit nya tidak sembuh sembuh, aset sudah habis dijual semua, tabungan semakin menipis, biaya pendidikan anak juga sudah digunakan untuk biaya berobat, uang untuk biaya hidup sehari hari juga sudah hampir habis dan tidak ada pemasukan lagi, serta sudah bisa dipastikan masa depan suram mengancam anda sekeluarga.

Stress yang terakhir mungkin disebabkan oleh penyesalan, mengapa di kala masih sehat, saat ditawarkan asuransi penyakit kritis ci100 dari Allianz yang mencover seumur hidup (sampai usia si tertanggung mencapai 100 tahun) malah tidak mau. Malah berpikir asuransi itu tidak penting, malah berpikir nya terlalu lama sehingga keduluan terkena penyakit kritis nya dulu.

Ingat loh, jika anda sudah terkena dan terdiagnosa sakit kritis, pupuslah harapan anda untuk punya asuransi Penyakit Kritis. Di saat itu, yang bisa menolong anda hanya uang dan aset pribadi anda sendiri. Bayangkan jika anda tidak punya uang dalam jumlah yang banyak di tabungan. Atau anda tidak memiliki banyak aset yang bisa dijual dan digadaikan untuk ditukar menjadi cash.

Satu satunya harapan hanya memohon belas kasihan dari kerabat/teman/pendonor yang mungkin berbaik hati yang mau meminjamkan atau memberikan uang mereka kepada anda yang saat ini sudah dalam keadaan sekarat. Ingat, orang atau kerabat yang mau meminjamkan uang kepada anda di saat anda terkena sakit kritis juga akan mikir, kira kira ini duit bisa dibalikin gak ya ntar.

Karena kan anda sedang menderita sakit kritis nih, anda tidak bekerja lagi, jadi gimana caranya anda mau mengembalikan uang hasil pinjaman tersebut? Karena anda sedang tertimpa musibah dikarenakan terkena penyakit kritis, kerabat atau teman anda juga tidak akan mungkin tega untuk mendesak anda untuk segera melunasi hutang hutang anda kepada mereka.

Jadi dari awal, mereka akan berpikir ulang dan berpikir masak masak untuk meminjamkan anda uang tersebut karena sudah dipastikan tidak akan bisa dikembalikan. Kecuali yang meminjamkan uang itu adalah orang tua kandung anda atau saudara kandung anda. Mungkin mereka rela tidak dikembalikan uang nya asalkan anda bisa sembuh.

Tapi jika anda sudah dicover oleh asuransi penyakit kritis, apalagi asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz, anda sudah bisa merasa tenang. Bukan berarti anda berharap terkena penyakit kritis jika anda sudah ada asuransi penyakit kritis. Tidak, bukan begitu. Bagaimana pun juga, meskipun sudah ada asuransi, tetap saja tidak ada seorangpun yang dalam keadaan sehat, mau dan bisa menerima jika terkena dan terdiagnosa penyakit kritis. Namun jika penyakit kritis sudah menghampiri hidup anda, apakah anda bisa menolak dan menghindar?

Anda memilih mau pakai uang sendiri atau mau pakai uang asuransi untuk berobat ketika anda terkena sakit kritis? Anda mau menggunakan uang pinjaman dari kerabat atau uang yang dikasih secara cuma cuma oleh perusahaan asuransi yang tidak perlu dikembalikan lagi untuk biaya pengobatan di saat anda terkena sakit kritis? Anda hanya perlu rutin membayar premi yang jumlahnya tidak seberapa tetapi di saat anda terdiagnosa sakit kritis, sejumlah uang dengan nilai besar dari ratusan juta hingga milyaran telah siap dicairkan dan ditransfer ke rekening bank anda dari Allianz.

Intinya anda mau kehilangan harga diri anda dengan mengemis ngemis meminta bantuan pada orang lain di saat anda terkena musibah atau anda mau menjadi seorang gentleman yang mampu untuk menyelesaikan masalah anda sendiri disaat anda divonis oleh dokter kalau anda terkena penyakit kritis?

Hebat kan? Anda tidak perlu pusing mau mengembalikan uang ini pakai apa nantinya. Bahkan setelah di transfer ke rekening tabungan anda, anda bebas untuk menggunakan uang ini nantinya karena uang ini telah menjadi hak milik anda 100% sepenuhnya. Jadi mau digunakan untuk berobat boleh, mau digunakan untuk modal usaha boleh juga, mau utk beli mobil  baru juga bisa, atau mau dipakai untuk beli tanah atau rumah juga silahkan saja, tidak ada yang melarang.

Dengan memiliki asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz, anda akan dilindungi dari resiko terkena penyakit kritis seumur hidup anda (sampai dengan usia anda mencapai 100 tahun). Jadi jangan salah pilih asuransi penyakit kritis ya.

Karena jika sampai salah pilih dan tidak memilih asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz, akibatnya bisa sangat fatal karena Anda hanya buang buang waktu dan buang buang duit untuk bayar premi demi mendapatkan manfaat perlindungan penyakit kritis yang ecek ecek. Mengapa saya sebut ecek ecek? Karena tidak ada perlindungan penyakit kritis dari asuransi lain yang berani memberikan proteksi seperti halnya ci100 Allianz.

Allianz-CI100

Jangan sampai memilih asuransi penyakit kritis yang perlindungannya nanggung. Banyak perusahaan asuransi di luar sana yang memberikan perlindungan asuransi penyakit kritis yang hanya mengcover sampai usia si tertanggung mencapai 65 tahun dan 70 tahun saja.

Jadi jika saat ini anda sudah punya asuransi penyakit kritis selain dari Allianz, silahkan buka kembali buku polis asuransi dan periksa, sampai usia berapakah anda diproteksi dari resiko penyakit kritis. Karena penyakit kritis itu bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, baik ketika masih muda maupun sudah berusia di atas 70 tahun. Anda akan rugi sekali jika selama ini anda membayar premi secara rutin namun proteksi sakit kritis yang diberikan kepada anda hanya melindungi sampai usia anda mencapai 70 tahun saja.

jadi mari tinjau polis asuransi Anda untuk memastikan perlindungan penyakit kritis nya sudah maksimal atau belum. Namun jika saat ini Anda belum memiliki asuransi sakit kritis yang bagus, ada baiknya anda mengambil dan membeli asuransi penyakit kritis ci100 dari Allianz karena  asuransi penyakit kritis ci100 Allianz ini adalah asuransi penyakit kritis yang terbaik yang ada saat ini.

Ingin info lebih lanjut, segera hubungi :

Agen Asuransi Allianz Life

Natanael, (HP/WA 08113436830)

Lima Hal yang Bisa Hilang dalam Hidup

Kelima hal di bawah ini bisa hilang dalam kehidupan manusia, antara lain’

  1. Tabungan/investasi
  2. Harta
  3. Harga diri
  4. Penghasilan
  5. Impian

Bagaimana lima hal itu bisa hilang? Silakan lihat ilustrasi berikut.

Ilustrasi

Ada seorang kepala keluarga usia 30-an tahun, kita sebut saja Tuan X. Tuan X memiliki asuransi jiwa murni yang menanggung risiko meninggal dunia dengan UP jiwa 1 miliar. Dia juga mengambil rider kesehatan untuk diri dan keluarganya, plan kamar 500rb per hari. Selain itu, dia pun rutin berinvestasi di reksadana sebesar 1 juta per bulan. Dia sudah melakukannya selama 5 tahun, dan kini uangnya hampir 100 juta.

Dari fakta ini, jelas bahwa Tuan X adalah seorang yang telah sadar berasuransi dan berinvestasi. Bahkan dipisah pula, sesuai saran para perencana keuangan.

Tapi ada satu yang dia lewatkan: proteksi penyakit kritis.

Pada suatu hari, Tuan X pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan migrain yang akhir-akhir ini kerap mendera kepalanya. Biasanya pakai obat warung pun selesai, tapi kali ini dia bersikap waspada dengan bertanya langsung ke dokter. Ketika dokter melakukan pemindaian pada kepalanya, tak dinyana, ternyata terdapat tumor sebesar bola pingpong di otaknya. Tumor tersebut telah membangun sarang di tempurung otaknya lebih dari 10 tahun, tanpa dia sadari. Biaya operasi untuk mengangkat tumor tersebut, kata dokter, antara 500 juta sd 1 miliar tergantung rumah sakitnya, dan lebih mahal lagi jika berobatnya di luar negeri.

Tuan X terkejut. Tak menyangka. (Jika anda pun tak menyangka bisa ada tumor sebesar itu tanpa disadari, contohnya dapat dibaca di sini:http://life.viva.co.id/news/read/272466-tumor-otak-sebesar-bola-bisbol).

Tapi tak ada pilihan lain. Jika tak segera dioperasi, nyawa Tuan X terancam.

Maka digunakanlah asuransi kesehatan yang dia miliki, tapi askes tersebut hanya mampu menanggung biaya operasi dan lain-lain tak sampai 100 juta.

Karena masih kurang, dia tariklah semua tabungan dan investasinya. Tapi ini pun hanya sanggup menambahi 100 juta.

Tabungan dan investasi hilang. Ini hilang yang pertama.

Tuan X punya sebuah mobil untuk keperluan sehari-hari ke tempat kerja. Mobil itu terpaksa dijual cepat, laku 100 juta.

Masih kurang. Tuan X pun terpaksa menjual rumahnya yang sebagian masih kredit, juga secara cepat. Laku 150 juta.

Sampai sini, tabungan hilang, harta pun hilang. Ini hilang yang kedua.

Operasi telah mulai dilakukan, tapi karena masih banyak kurangnya, keluarga Tuan X berusaha cari pinjaman sana-sini. Hasilnya tak seberapa, karena ketika sehat pun cari pinjaman itu susah, apalagi di saat sakit.

Di sini, yang hilang dari diri Tuan X adalah harga dirinya. Ini hilang yang ketiga.

Karena Tuan X menjalani operasi dengan dana yang tidak cukup dan tidak segera tersedia (butuh waktu untuk jual mobil dan rumah), maka dia tidak mendapatkan fasilitas terbaik untuk operasinya sehingga penanganan tumornya tidak berlangsung dengan sempurna. Nyawanya memang terselamatkan, tapi kondisinya tidak pulih seperti sediakala. Dia tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya.

Karena tidak bisa bekerja, maka penghasilan pun hilang. Ini hilang yang keempat.

Biaya hidup tak bisa ditunda. Sang istri harus banting tulang menghidupi keluarga. Anak-anak gagal masuk sekolah favorit. Tak ada lagi rekreasi di masa liburan sekolah. Mimpi naik haji harus dikubur dalam-dalam. Pensiun harus diundur entah sampai kapan. Dan di hadapan Tuan X, jangan sekali-kali bicara soal masa depan.

Karena kini, segala impiannya telah hilang. Ini hilang yang kelima.

Demikianlah kisah Tuan X.

***

Sampai di sini, silakan tarik nafas sejenak sambil merenung:

Tuan X adalah seorang yang sadar berasuransi, tapi nyatanya dia masih bisa mengalami hal seperti itu.

Bagaimana jika orang tidak punya asuransi sama sekali? Yang semacam ini amatlah banyak di negeri kita.

Atau bagaimana jika orang punya asuransi dengan manfaat yang lengkap, tapi UP-nya kecil-kecil? Misalnya, UP penyakit kritisnya hanya 100 juta atau bahkan kurang? Yang seperti ini pun banyak sekali. Dan mereka ini masih berisiko kehilangan lima hal penting dalam hidup.

Bagaimana rasanya jika kelima hal penting tersebut hilang dari diri kita?

Sakit. Sedih. Stres. Dunia jungkir balik.

Jangankan kelimanya sekaligus, satu saja yang hilang, akan sangat terasa pedih-perihnya. Bahkan kehilangan satu hal kecil pun bisa bikin galau tidak karuan. Contoh, pernahkah anda kehilangan HP anda? Ingatkah anda bagaimana rasanya saat itu?

Hikmah

Cerita di atas memang hanya ilustrasi. Tapi ini gambaran yang realistis dan mungkin dialami manusia. Anda pun barangkali tahu atau pernah melihat contohnya. Misalnya, mohon maaf, Gugun Gondrong, artis yang diduga kena tumor otak pada tahun 2008. Dia bukan hanya kehilangan lima, melainkan enam hal penting dalam hidup. Yang terakhir adalah istrinya. (Anda bisa membaca beritanya di sini: http://www.berita8.com/berita/2010/05/lepas-dari-koma-gugun-gondrong-dicerai-istri–)

Hikmah yang bisa diambil:

  1. Punya asuransi jiwa dan kesehatan saja tidak cukup.
  2. Apalagi kalau tidak punya asuransi sama sekali.
  3. Ketika memutuskan berasuransi, berpikirlah untuk risiko yang paling buruk (baca: yang butuh biaya paling besar, yaitu penyakit kritis).
  4. Asuransi penyakit kritis adalah keniscayaan, bukan pilihan.
  5. Pada saat yang sama, UP penyakit kritis haruslah cukup besar.

Artikel di atas diambil dari : https://myallisya.com/2013/06/01/5-hal-penting-yang-bisa-hilang-dari-hidup-manusia-sebuah-ilustrasi/

 

4 Pilihan Asuransi Kesehatan Cashless dari Allianz (Allisya Care, Maxi Violet, Smartmed Premier, dan Rider HSC+)

Saat ini di Allianz Life tersedia 4 pilihan program asuransi kesehatan rawat inap cashless. Tiga merupakan produk yang berdiri sendiri, artinya bisa diambil tanpa harus memiliki asuransi jiwa, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier. Satu lagi merupakan rider (proteksi tambahan) pada asuransi jiwa unit-link Tapro, yaitu Hospital and Surgical Care + (HSC+).

Keempat produk ini sama-sama menyediakan fasilitas kartu cashless yang bisa digunakan di RS jaringan Allianz. Di luar itu menggunakan sistem reimburse. Karena bersifat cashless (non-tunai), maka empat produk ini tidak bisa double claim, melainkan hanya koordinasi manfaat dengan asuransi kesehatan lain yang sama-sama pakai kartu cashless.

Sebelum membaca penjelasan lebih lanjut, berikut ini disampaikan ringkasan persamaan dan perbedaan di antara keempat produk.

Allisya Care Maxi Violet SmartMed Premier Rider HSC+ (Tapro)
Syariah Konvensional Konvensional Syariah dan konvensional
Berdiri sendiri Berdiri sendiri Berdiri sendiri Rider (proteksi tambahan) pd unit-link
Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Dikaitkan dengan investasi (unit-link)
Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, tidak bergaransi perpanjangan Kontrak mengikuti produk dasar (asuransi jiwa).
Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 75 tahun Usia masuk 1 bulan sd 70 tahun
Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 80 tahun
Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan & Gigi dan Persalinan. Rawat inap saja.
Premi hanya tahunan Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi bisa bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan, semuanya cashless
Plan 100rb sd 1jt Plan 100rb sd 1jt Plan 500rb sd 6jt Plan 100rb sd 2jt
Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia dan luar negeri Fasilitas cashless di Indonesia saja
Ada inner limit (batasan per item manfaat) Ada inner limit (batasan per item manfaat) Sesuai tagihan (as charge) Ada inner limit (batasan per item manfaat)
Tanpa masa tunggu Tanpa masa tunggu Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan
 Dilengkapi evakuasi medis darurat  Dilengkapi evakuasi medis darurat  Dilengkapi evakuasi medis darurat  Tidak dilengkapi evakuasi medis

1. Allisya Care

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

Sedangkan tabel preminya bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Premi Allisya Care

Sebagai contoh, jika seorang wanita usia 32 tahun mengambil paket rawat inap plan D, dia cukup membayar premi 2.046.000 setahun, ditambah administrasi dan meterai 36 ribu, total 2.082.000 setahun.

Jika pesertanya sekeluarga, maka preminya dihitung per orang sesuai usianya, lalu ditambahkan dan dipotong diskon keluarga 5%. Misalnya ada 4 peserta dan mereka ambil plan E (kamar 500rb), maka:

  1. Suami usia 35 tahun. Premi 2.516.000
  2. Istri usia 33 tahun. Premi 2.812.000
  3. Anak pertama perempuan usia 7 tahun. Premi 2.245.000
  4. Anak kedua laki-laki usia 5 tahun. Premi 2.245.000

Total premi untuk 4 orang: 9.818.000.

Dipotong diskon keluarga 5% (490.900): 9.327.100

Ditambah admin dan meterai 36.000, maka premi yang harus dibayar adalah 9.363.100 setahun.

Premi Allisya Care hanya bisa tahunan, tidak bisa bulanan, atau triwulanan, atau semesteran.

2. Maxi Violet

Maxi Violet sebenarnya sama seperti Allisya Care. Rincian manfaat dan ketentuan umum lainnya sama persis, jadi tidak akan saya uraikan lagi di sini.

Bedanya, Allisya Care menggunakan akad syariah, Maxi Violet merupakan asuransi kesehatan konvensional.

Premi Allisya Care lebih murah sekitar 5% daripada Maxi Violet. Tapi Maxi Violet memiliki fitur no-claim bonus sebesar 20% yang memotong premi perpanjangan. Allisya Care juga memiliki fitur no-claim bonus, tapi besarnya tergantung surplus underwriting (tidak dijamin).

Selengkapnya perbedaan Allisya Care dan Maxi Violet bisa dibaca di SINI.

Berikut adalah tabel premi Maxi Violet untuk manfaat rawat inap.

Tabel Premi Maxi Violet

3. SmartMed Premier

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier juga merupakan produk asuransi kesehatan murni tanpa investasi dan berdiri sendiri (stand-alone). Manfaatnya lebih lengkap daripada Allisya Care dan Maxi Violet. Selain yang sudah disebutkan, juga dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan HIV/Aids.

SmartMed Premier membayar klaim rumah sakit SESUAI TAGIHAN dengan limit 6 miliar setahun. Artinya, berapa pun tagihan biaya rumah sakit, selama tidak melebihi 6 miliar, akan ditanggung seluruhnya oleh Allianz. Ketentuan untuk bisa sesuai tagihan adalah nasabah harus menempati kamar sesuai plan yang diambil. Misal, ambil plan A (kamar 500 ribu per hari), maka semua biaya pengobatan akan diganti penuh asalkan nasabah menempati kamar yang harganya 500 ribu per hari atau di bawahnya.

Keistimewaan SmartMed Premier yang lainnya adalah menyediakan fasilitas cashless untuk perawatan di luar negeri, saat ini yaitu di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier bisa diambil untuk satu orang, dan bisa juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Rincian manfaat SmartMed Premier bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat SmartMed Premier

Sedangkan preminya bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Premi SmartMed Premier

4. Rider Hospital and Surgical Care + (HSC+)

HSC+ adalah askes murni Allisya Care atau Maxi Violet yang disisipkan di asuransi jiwa unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), dengan beberapa perubahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rider Hospital & Surgical Care + (klik untuk memperbesar)

Mengenai preminya, rider HSC+ tidak memiliki tabel premi, karena tergantung juga pada rider lainnya.

Sebagai gambaran, premi 1 juta per bulan bisa mendapatkan manfaat rider HSC plan kamar 1 juta, untuk pria-wanita usia 50 tahun ke bawah.

Ilustrasi HSC+ usia 50

Sedangkan tabel manfaat rider HSC+ plan 1000 bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Manfaat HSC+ Plan 1jt

Rangkuman Produk Asuransi Kesehatan

Persamaan dan perbedaan empat produk asuransi kesehatan di atas dapat dirangkum dalam tabel sbb:

Allisya Care Maxi Violet SmartMed Premier Rider HSC+ (Tapro)
Syariah Konvensional Konvensional Syariah dan konvensional
Berdiri sendiri Berdiri sendiri Berdiri sendiri Rider (proteksi tambahan) pd unit-link
Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Dikaitkan dengan investasi (unit-link)
Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, tidak bergaransi perpanjangan Kontrak mengikuti produk dasar (asuransi jiwa).
Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 75 tahun Usia masuk 1 bulan sd 70 tahun
Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 80 tahun
Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan & Gigi dan Persalinan. Rawat inap saja.
Premi hanya tahunan Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi bisa bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan, semuanya cashless
Plan 100rb sd 1jt Plan 100rb sd 1jt Plan 500rb sd 6jt Plan 100rb sd 2jt
Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia dan luar negeri Fasilitas cashless di Indonesia saja
Ada inner limit (batasan per item manfaat) Ada inner limit (batasan per item manfaat) Sesuai tagihan (as charge) Ada inner limit (batasan per item manfaat)
Tanpa masa tunggu Tanpa masa tunggu Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan
 Dilengkapi evakuasi medis darurat  Dilengkapi evakuasi medis darurat  Dilengkapi evakuasi medis darurat  Tidak dilengkapi evakuasi medis

Kesimpulan

  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan untuk sekeluarga, pilihannya Allisya Care, Maxi Violet, atau SmartMed Premier.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai syariah, pilihannya Allisya Care atau rider HSC+ di Tapro Allisya Protection Plus.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai tagihan, pilihannya SmartMed Premier.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang relatif murah, pilihannya Allisya Care.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang preminya bisa bulanan, pilihannya rider HSC+ di unit-link Tapro.
  • Jika harga bukan masalah bagi anda, askes terbaik ialah SmarMed Premier karena membayar klaim RS sesuai tagihan dengan limit 6 miliar setahun.

Produk Lain Terkait Kesehatan

Selain empat produk di atas, Allianz menyediakan dua produk lain yang menyediakan bantuan untuk risiko sakit. Pertama adalah rider Flexicare Family, yang memberikan santunan kesehatan untuk kejadian rawat inap dan pembedahan. Kedua adalah rider Critical Illness, yang memberikan uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari sejumlah penyakit atau kondisi kritis. Keduanya tersedia sebagai rider (proteksi tambahan) pada unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).

1. Rider Flexicare Family

Flexicare Family memberikan santunan kesehatan berupa uang tunai jika tertanggung dirawat di rumah sakit atau mengalami pembedahan, baik karena sakit ataupun kecelakaan. Cara klaimnya bersifat reimburse dan bisa double claim dengan menyertakan fotokopi kuitansi legalisir.

Santunan yang diberikan Flexicare Family sesuai dengan jumlah unit yang diambil, tanpa melihat berapa biaya yang dikenakan rumah sakit. Lebih jelasnya bisa melihat tabel manfaat berikut:

Tabel Manfaat FlexicareTabel di atas menggambarkan manfaat Flexicare Family sebanyak 10 unit. Sebagai contoh, jika seseorang dirawat karena sakit selama 5 hari tanpa pembedahan, maka sepulangnya dari rumah sakit, dia dapat mengajukan klaim secara reimburse untuk memperoleh santunan sebesar 5 x 1 juta, sama dengan 5 juta. Atau jika dia mengalami pembedahan kategori intermediate karena kecelakaan, dia akan mendapatkan santunan sebesar 18 juta. Santunan penyembuhan pun ada, tapi hanya kalau dirawat lebih dari 30 hari.

Flexicare Family, sesuai namanya, bisa menyertakan anggota keluarga (suami/istri dan anak) dalam satu polis. Tentunya premi untuk satu orang berbeda dengan premi untuk beberapa orang.

Flexicare Family tidak saya golongkan sebagai asuransi kesehatan, karena bentuknya hanya berupa santunan harian. Biasanya produk ini dimaksudkan sebagai pelengkap dari asuransi kesehatan yang sudah dimiliki. Santunan yang diperoleh bermanfaat untuk menutup biaya-biaya tambahan yang tidak ditanggung asuransi kesehatan, misalnya biaya transportasi, makan, orang yang menemani, dan lain-lain. Atau bisa juga dianggap sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama tidak bisa bekerja karena sakit.

2. Rider Critical Illness

Rider Critical Illness (asuransi penyakit kritis) memberikan uang pertanggungan sebesar yang tertera di polis jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis, atau salah satu dari 100 kondisi kritis yang ditanggung (tergantung produknya). Contoh penyakit kritis antara lain serangan jantung, jantung koroner, stroke, kanker, penyakit hati kronis, gagal ginjal, angioplasti, tumor otak, dan meningitis bakteri. Semua penyakit itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan pemulihan (antara ratusan juta sampai miliaran rupiah), oleh karena itu diperlukan suatu proteksi yang didesain khusus untuk menanggulangi dampak keuangannya.

Asuransi penyakit kritis berbeda dalam banyak segi dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan menanggung semua penyakit selama ada rawat inap atau pembedahan (hospital and surgical), sedangkan asuransi penyakit kritis menanggung risiko yang tergolong penyakit kritis saja. Asuransi kesehatan memberikan penggantian sebesar biaya rumah sakit atau maksimal sebesar plafon, sedangkan asuransi penyakit kritis memberikan sejumlah uang pertanggungan sesuai dengan yang tertera di polis tanpa melihat biaya yang ditagihkan rumah sakit.

Critical illness tidak melulu bicara soal penyakit, sebagian lagi berupa kondisi yang tidak tersembuhkan seperti kelumpuhan, kebutaan, bisu, tuli, kerusakan organ tubuh penting, hilangnya kemandirian hidup, hingga terminal illness (ketika usia seseorang divonis tidak lebih dari 12 bulan). Semua kondisi ini tidak bisa ditangani oleh asuransi kesehatan rawat inap, karena persoalannya bukan di biaya berobat. Dalam kasus ini, fungsi asuransi penyakit kritis bukan terutama untuk pengobatan maupun pemulihan, melainkan untuk mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja lagi untuk jangka waktu yang panjang, bahkan untuk selamanya.

Blog ini diberi slogan “melindungi penghasilan keluarga”, salah satu alasannya karena asuransi penyakit kritis, bersama asuransi meninggal dunia dan cacat tetap, merupakan produk asuransi yang penting dimiliki demi mempertahankan kelangsungan ekonomi sebuah keluarga.

Rider Critical Illness di Tapro Allianz ada tiga macam, yaitu CI Accelerated (CIA), CI+, dan CI100. CIA dan CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, dengan perbedaan CIA masa perlindungannya sampai dengan usia 85 tahun dan klaimnya mengurangi UP dasar, sedangkan CI+ sampai dengan usia 70 tahun dan klaimnya tidak mengurangi UP dasar. Sementara itu, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal dengan masa perlindungan hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Perbedaan dan persamaan tiga produk rider tersebut bisa dilihat di tabel ini:

CI Accelerated CI+ CI100
Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 100 kondisi penyakit kritis
Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung kondisi kritis sejak tahap awal, menengah, lanjut, dan terparah.
Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 100 tahun
Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari

Tentang CIA dan CI+, lebih lengkapnya bisa dibaca di SINI. Tentang CI100, bisa dibaca di SINI. Tentang perbedaan CI+ dengan CI100, bisa dibaca di SINI.

Info lebih lanjut atau ingin dibuatkan ilustrasi, hubungi

Agen Asuransi Allianz

Natanael (HP/WA 08113436830)

sumber: https://myallisya.com/2015/02/03/4-pilihan-asuransi-kesehatan-cashless-dari-allianz-allisya-care-maxi-violet-smartmed-premier-dan-rider-hsc/

Asuransi Kesehatan Murni Tanpa Investasi

Asuransi kesehatan murni tanpa investasi dan berdiri sendiri (stand-alone) terdapat pada Smarthealth Maxi Violet. Produk ini bermanfaat jika kita rawat inap yang memiliki fasilitas lengkap, meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat. Kontrak Smarthealth Maxi Violet berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Smarthealth Maxi Violet dapat diambil untuk satu orang, dan dapat juga menyertakan anggota keluarga lainnya dalam satu polis. Smarthealth Maxi Violet mirip dengan Allisya Care dimana Smarthealth Maxi Violet adalah Asuransi Kesehatan Non Syariah sedangkan Allisya Care adalah Asuransi Kesehatan Syariah.

Rincian manfaat dan ketentuan umum lain antara keduanya sama persis. Bedanya hanya Allisya Care menggunakan akad syariah sedangkan Maxi Violet konvensional. Premi Allisya Care lebih murah sekitar 5% daripada Maxi Violet. Smarthealth Maxi Violet memiliki fitur no-claim bonus sebesar 20% yang memotong premi perpanjangan sedangkan Allisya Care juga memiliki fitur no-claim bonus, tapi besarnya tergantung surplus underwriting (tidak dijamin). Manfaat rawat inap yang ditanggung Smarthealth Maxi Violet dapat dilihat pada tabel berikut:

tabel-manfaat-rawat-inap

tabel-manfaat-rawat-inap-dan-rawat-jalan

tabel-manfaat-lainnya

Tabel Premi Smarthealth Maxi Violet

Inpatienttabel-premi-smarthealth-maxi-violet

outpatient

dental

daily-cash

maternity

Beberapa informasi tambahan seputar produk asuransi kesehatanSmarthealth Maxi Violet adalah :

  1. Smarthealth Maxi Violet merupakan asuransi kesehatan non syariah/ konvensional. Smarthealth Maxi Violet menyediakan cara bayar bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan.
  2. Merupakan produk tahunan; bisa diperpanjang dengan garansi sampai umur 70 tahun.
  3. Merupakan asuransi kesehatan murni, berdiri sendiri (bukan manfaat tambahan/ rider dari produk asuransi jiwa), tanpa investasi dan tanpa pengembalian premi.
  4. Memperoleh No Claim Bonus sebesar 20% apabila tidak ada klaim pada tahun yang bersangkutan.
  5. Menggunakan sistem cashless (pakai kartu provider), bisa datang ke dan pulang dari RS jaringan tanpa keluar uang, sepanjang masih dalam batasan limit. Di luar RS jaringan, menggunakan sistem reimburse.
  6. Ada limit per kejadian, tapi tidak ada limit tahunan.
  7. Bisa digunakan di seluruh negara di dunia.
  8. Manfaat kesehatan lengkap, meliputi biaya kamar, ICU, pembedahan minor hingga kompleks, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, ambulans, perawatan sebelum dan sesudah rawat inap, rawat gigi darurat karena kecelakaan, santunan kematian, dll. Untuk informasi lebih lengkap, bisa dilihat di table manfaat Smarthealth Maxi Violet di atas.
  9. Dapat ditambah dengan manfaat tambahan untuk Rawat Jalan, Rawat Gigi, Melahirkan, dan Santunan Harian.
  10. Secara umum tidak ada masa tunggu untuk mendapatkan perawatan. Manfaat berlaku sejak tanggal diterima sebagai peserta.
  11. Penyakit atau luka yang telah ada sebelumnya (pre-existing diseases) harus diberitahukan, dan underwriter akan menilai apakah penyakit atau luka tersebut akan ditanggung atau dijadikan pengecualian permanen.
  12. Untuk penyakit-penyakit tertentu yang biasanya tidak datang tiba-tiba (seperti batu ginjal, darah tinggi, gagal ginjal, tumor, katarak, diabetes, hernia), berlaku masa tunggu 12 bulan.
  13. Berlaku koordinasi manfaat. Perawatan yang telah ditanggung oleh Jamsostek atau askes lain, jika masih kurang, bisa ditanggung kekurangannya oleh Smarthealth Maxi Violet dengan menyertakan dokumen legalisir dari askes lain tsb.
  14. Premi ditetapkan flat per 5 tahun (25-30; 31-35; 36-40, dst). Misalnya masuk sebagai peserta di umur 27, maka premi flat sampai umur 30, dan baru naik ketika umur 31.
  15. Tersedia mulai Plan A (kelas kamar 100 ribu) sampai Plan H (kelas kamar 1 juta).
  16. Usia masuk mulai 15 hari sampai 60 tahun. Usia 61 s.d. 70 tahun hanya untuk perpanjangan.
  17. Dapat menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis.

Masa Tunggu Smarthealth Maxi Violet

Tidak ada masa tunggu. Jadi setelah polis dinyatakan berlaku secara efektif, manfaat asuransi bisa langsung digunakan.

Penyakit atau kondisi Pre Existing (penyakit atau luka yang telah ada sebelumnya) dikecualikan secara permanen.

Masa tunggu untuk Penyakit yang Ditentukan adalah 12 bulan sejak tanggal polis berlaku secara efektif. Yang termasuk dalam penyakit khusus/ penyakit yang ditentukan adalah penyakit penyakit yang disebutkan di bawah ini termasuk komplikasi komplikasinya:

a. Batu dalam ginjal, saluran kemih, saluran empedu.
b. Jantung dan Pembuluh darah (contoh: darah tinggi dan stroke).
c. Katarak
d. Segala bentuk kista, tumor jinak dan/atau ganas (contoh : myoma uterus)
e. Penyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan, yang memerlukan pembedahan
f. Kencing manis (Diabetes Mellitus)
g. Tuberculosis (TBC) dan komplikasinya
h. Gangguan kelenjar thyroid
i. Kelainan kadar lemak dalam darah (contoh : kolesterol)
j. Gagal ginjal kronis dan terminal
k. Hernia Nucleus Pulpous
l. Semua kasus haematologi

Pengecualian Smarthealth Maxi Violet

  1. Semua perawatan dan atau pengobatan yang berhubungan dengan Penyakit atau luka yang Telah Ada Sebelumnya (Pre Existing Diseases) termasuk komplikasinya, yang diputuskan sebagai Pengecualian Permanen.
  2. Penyakit-penyakit Khusus, kecuali Polis telah berlaku selama 12(dua belas) bulan berturut-turut.
  3. Transplantasi organ, termasuk semua perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan transplantasi organ.
  4. Semua alat penunjang atau alat bantu buatan atau bahan sintetis baik yang di luar atau melekat pada tubuh, termasuk namun tidak terbatas pada kursi roda, kruk, anggota tubuh palsu, alat pacu jantung, alat bantu dengar, alat bantu penglihatan, alat penunjang atau alat bantu yang dibutuhkan pada saat pembedahan di kamar operasi seperti stent, pen, plate, screw, K-wire, lensa intra okular, dan sejenisnya.
  5. Dialisa, termasuk semua perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan Dialisa.
  6. Perawatan dan pengobatan eksperimental, tradisional dan/atau alternatif yang di luar ilmu kedokteran barat yang tidak terbatas pada akupuntur (kecuali dilakukan oleh Dokter), sinshe, dukun patah tulang, paranormal, chiropractor, naturopath, holistik dan sejenisnya.
  7. Gangguan kejiwaan atau syaraf termasuk psikosis, neurosis, stres, depresi, psikogeriatrik dan manifestasi fisiologis atau psikosomatisnya, perawatan penyalahgunaan obat, kecanduan obat dan/atau alkohol.
  8. Semua perawatan dan/atau pengobatan yang berhubungan dengan :Infertilitas, termasuk inseminasi buatan, bayi tabung, dan pengembalian kesuburan; Endometriosis; Impotensi; Semua terapi hormonal yang berkaitan dengan syndrome premenopause.
  9. Perawatan dan/atau pengobatan untuk mengurangi atau menambah berat badan.
  10. Perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan kosmetik, termasuk bedah plastik kecuali untuk bedah plastik rekonstruksi fungsional akibat kecelakaan yang dilakukan maksimum 30 (tiga puluh) hari kalender setelah kecelakaan.
  11. Pemeriksaan fisik secara berkala, Check Up kesehatan (Medical Check Up) atau pemeriksaan penunjang yang tidak berhubungan dengan pengobatan atau diagnosa dari Penyakit/luka yang ditanggung.
  12. Perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan : Hernia di bawah usia 10 (sepuluh) tahun; Kelainan bawaan dan/atau kelainan/keterlambatan tumbuh kembang
  13. Kelainan refraksi mata, termasuk perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan kelainan refraksi mata.
  14. Sunat, kecuali yang disebabkan oleh Phimosis untuk usia di bawah 2 tahun.
  15. Perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan : HIV / AIDS, termasuk penyakit atau kondisi yang berkaitan HIV / AIDS; Penyakit Menular Seksual
  16. Biaya Non Medis, namun tidak termasuk biaya administrasi.
  17. Vitamin tanpa rekomendasi dokter dan tanpa indikasi medis.
  18. Zat makanan pelengkap (Food Supplement)
  19. Imunisasi, termasuk perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan komplikasinya.
  20. Keluarga Berencana, termasuk perawatan dan/atau pengobatan yang berkaitan dengan komplikasinya.
  21. Perawatan dan/atau pengobatan akibat : terlibat aktif dalam perang, kerusuhan, perkelahian atau perbuatan kejahatan; luka yang disengaja serta percobaan bunuh diri.
  22. Perawatan dan/atau pengobatan karena keikutsertaan dalam aktivitas atau olahraga berbahaya yaitu: Mendaki gunung, panjat tebing, panjat gedung, bungee jumping, arung jeram; Olahraga berkuda; Tinju, segala jenis olahraga kontak fisik; Segala aktivitas terbang di udara (terjun payung, terbang layang, sky diving, Ultralite, dan lain-lain); Segala aktivitas menyelam yang menggunakan alat bantu pernapasan (diving, dan lain-lain); Segala aktivitas lomba kecepatan dengan kendaraan bermesin (balap motor, mobil, perahu, dan lain-lain)
  23. Perawatan dan/atau pengobatan yang diakibatkan karena Peserta melakukan penerbangan dengan menggunakan pesawat udara carteran, militer/polisi, atau helikopter.
  24. Rawat Jalan bukan akibat kecelakaan, kecuali polis dilengkapi dengan Asuransi Tambahan Rawat Jalan yang akan diatur dalam ketentuan tersendiri.
  25. Rawat Gigi bukan akibat kecelakaan dan pemasangan gigi palsu oleh sebab apapun, kecuali polis dilengkapi dengan Asuransi Tambahan Rawat Gigi yang akan diatur dalam ketentuan tersendiri.
  26. Perawatan Kehamilan, Melahirkan dan Nifas kecuali polis dilengkapi dengan Asuransi Tambahan Perawatan Kehamilan, Melahirkan dan Nifas yang akan diatur dalam ketentuan tersendiri.
  27. Perawatan dan/atau pengobatan yang telah mendapat penggantian dari Jamsostek, Asuransi Kesehatan dan/atau pihak lain.

Info pembukaan polis Asuransi Kesehatan Maxi Violet, hubungi Natanael, HP 08113436830 (WA/Cal/SMS)

email: natanael.albertus@gmail.com

Pengecualian Manfaat ADDB

Di dalam manfaat ADDB yang memberikan santunan kecelakaan juga memiliki pengecualian, antara lain. 

  1. Keterlibatannya dalam perkelahian tanding, kecuali jika hal itu merupakan tindakan membela diri, melukai diri sendiri atau upaya untuk melukai diri sendiri, atau bunuh diri baik dalam keadaan sehat fisik dan mental maupun tidak, atau
  2. Tindakan kriminal yang dilakukan dengan maksud tertentu oleh Pemegang Polis, Tertanggung atau  seseorang yang ditunjuk sebagai Termaslahat, atau
  3. Kecelakaan pesawat udara dimana Tertanggung sebagai penumpang atau awak dari pesawat udara tersebut yang jadwal penerbangannya tidak tetap, atau
  4. Pekerjaan atau profesi yang berisiko dari Tertanggung, misalnya dalam militer, polisi, pemadam kebakaran, pertambangan atau pekerjaan/profesi lain dengan risiko tinggi, kecuali jika premi risikonya telah dibayar, atau
  5. Olah raga atau hobi Tertanggung yang mengandung bahaya, misalnya balap mobil, balap sepeda motor, pacuan kuda, terbang layang, mendaki gunung, tinju, gulat, termasuk olah raga atau hobi lain yang juga mengandung bahaya dan berisiko, kecuali jika premi risikonya telah dibayar, atau
  6. Kecelakaan yang terjadi sebagai akibat dari sakit jiwa, penyakit yang menyerang sistem saraf, mabuk (Tertanggung berada di bawah pengaruh alkohol), penggunaan narkotik dan atau obat terlarang.


Ingin info lebih lanjut hubungi

Natanael Agen Allianz Life

Hp 08113436830


Bagaimana Pendapat Dokter tentang Asuransi Sakit Kritis?

Pada artikel ini saya akan bagikan tentang pendapat dokter tentang asuransi sakit kritis yang saya baca dari blog rekan di https://proteksisyariah.com.

Dr. Pandu Ranggabirawa, seorang dokter muda yang kesehariannya bertugas di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beliau sekaligus adalah agen asuransi Allianz.

Dalam kesempatan malam itu, Dokter Pandu memberikan informasi lengkap tentang penyakit-penyakit kritis yang sebabnya terkadang tidak diketahui orang, dan gejalanya juga terkadang terlewatkan oleh orang.

Pasien tua dan muda selalu ada, bahkan Dokter Pandu berkata pasien termuda yang pernah dia temui adalah anak berusia 17 tahun, meninggal karena serangan jantung. Stroke pada orang berusia 28 tahun.

Mengapa semua bisa terjadi? Mengapa penyakit kritis bisa menimpa ke orang yang berusia muda?

Banyak faktor, salah satunya adalah gaya hidup, yaitu makanan yang dikonsumsi, minuman, rokok, pola tidur, dan sebagainya.

Banyak orang berkata ada namanya stroke ringan dan berat. Salah! Stroke tidak ada ringan maupun berat. Stroke pada dasarnya ada dua penyebab, penyumbatan di pembuluh darah otak, dan pecahnya pembuluh darah di dekat otak.

Cara penanganannya pun berbeda. Banyak broadcast mengatakan tusuk jari dengan jarum. Salah! Itu tidak mengatasi sama sekali. Cara terbaik adalah membawa pasien ke Rumah Sakit dengan segera dan ditangani oleh pihak yang lebih mengerti.

Penyumbatan di pembuluh darah otak dapat ditangani dengan obat pengencer darah, itupun harus dalam masa Golden Period, yaitu 4 jam sejak terjadinya stroke.

Harga satu botol obat pengencer darah adalah seharga satu motor vario, dan kita harus menyiapkan dana sebesar empat buah motor vario untuk dapat sembuh, itupun harus dilihat lagi kondisi selanjutnya.

Penanganan untuk pecahnya pembuluh darah di dekat otak itu sangat berbeda dengan penanganan untuk penyumbatan. Pecahnya pembuluh darah di otak harus dilakukan operasi, yaitu tengkorak kepala di bor dan di buka untuk di sedot cairan darahnya.

Penyebab kematian terbesar menurut data WHO adalah penyakit kritis, yaitu 67%.Tapi ternyata data itu tidak sepenuhnya benar, data di Allianz, penyakit kritis menyebabkan lebih dari 95% kematian.

Sedikit bercerita, Dr. Pandu mengisahkan bagaimana dia bisa terjun ke dunia asuransi, yang tadinya dia sama sekali tidak menghiraukan.

Sahabat beliau menelpon dan dengan panik meminta tolong untuk menjemput ibunya dengan ambulans.Dengan sigap Dr. Pandu mengirimkan ambulans dan menjemput, lalu berbincang dengan sahabatnya tersebut.

Gejala stroke yang diderita ibu sahabatnya itu oleh dokter syaraf mengharuskan pasien di rawat di kamar ICU dan perhitungan biaya adalah 10 Juta per hari, dengan minimal perawatan 30 hari, belum termasuk biaya obat-obatan 70 Juta, jadi total biaya yang harus disiapkan adalah 370 Juta.

Dokter syaraf berkata, kalau kamu tidak punya uang 370 Juta sebaiknya kamu jangan masukkan ke Rumah Sakit, karena percuma, daripada setengah jalan dan tidak sanggup bayar dan harus lewat kan sayang.

Sejak kejadian itu Dr. Pandu “klik” dengan yang namanya asuransi, dan segera menghubungi Ibu Marjana, seniornya di RS Siloam yang kini sudah full time di Allianz. Dengan premi 7,5jt per bulan, UP Sakit Kritis untuk orang tuanya adalah 1 M.

Sedikit kaget, Dokter Pandu berkata agak berat, namun Ibu Marjana menawarkan agar premi gratis, dan sejak saat itulah Dokter Pandu menjadi agen asuransi yang membantu mendistribusikan uang besar kepada orang-orang lewat TAPRO Allianz.

Orang biasanya tidak percaya sebelum mengalami. Tapi bagi yang sudah mengalami, pasti tahu betapa mahalnya sakit itu, apalagi sakit kritis.Dan ternyata banyak orang yang tidak sadar bahwa biaya non medical itu LEBIH BESAR daripada biaya medical.

Biaya tersembunyi penyakit kritis yang seringkali orang abaikan:

– Biaya akibat penghasilan yang hilang karena tidak mampu bekerja
– Biaya yang hilang akibat harus merawat orang yang dicintainya
– Biaya untuk membeli nutrisi khusus
– Biaya transportasi karena harus berobat ke luar negeri
– Biaya berobat alternatif yang tidak dicover oleh perusahaan
– Biaya pendidikan anak yang tidak bisa berhenti
– Biaya hidup seluruh anggota keluarga

Dan semua biaya-biaya itu, tidak bisa dibayar oleh BPJS maupun asuransi kesehatan dengan limit terbesar sekalipun baik dari perusahaan maupun asuransi. Semua itu hanya dapat dibayar dengan uang tunai.

Dr. Pandu menghimbau agar kita yang masih sehat bisa sadar untuk punya proteksi sakit kritis, uang tunai besar agar kita terhindar dari bencana keuangan.

Penjelasan lebih lanjut atau minta dibuatkan ilustrasi asuransi sakit kritis, hubungi:

Natanael, HP 08113436830 (WA/SMA/Call)

email: natanael.albertus@gmail.com

Web: proteksifinancial.com

Referensi: https://proteksisyariah.com/2016/04/28/pandangan-seorang-dokter-tentang-pentingnya-proteksi-sakit-kritis/

 

UnitLink untuk Manfaat Maksimal Jangka Panjang

Tujuan Jangka Panjang Polis Unit Link Untuk Manfaat Maksimal_v1.4

Untuk konsultasi GRATIS tentang asuransi, silakan menghubungi saya:

Agen Allianz Life

Natanael

HP 08113436830

Sumber: https://myallisya.com/2017/03/20/tujuan-jangka-panjang-polis-unitlink-untuk-manfaat-maksimal/