Monthly Archives: March 2015

Ingin Mulai Berbisnis tapi Takut Rugi?

Jika ada solusi berbisnis dengan modal kecil, resiko kecil, namun memiliki hasil maksimal, apakah anda akan mau menjalankannya?

Saya akan membagikan suatu program yang baru dan unik dan banyak menciptakan para milyader baru setiap tahun. Hanya dalam waktu 3 tahun akan mendapatkan income milyaran. Kami menyebutnya dengan The Wave New Business Trend.

Bayangkan diri anda lima tahun dari sekarang.

Jika kesuksesan, berpenghasilan 1 Milyar dalam waktu 3 tahun adalah keinginan anda, maka program bisnis ini memang cocok untuk anda.

Modal di bisnis ini hanya Rp 300.000

Tidak ada resiko dan tidak perlu pengalaman.

Di bisnis ini kita melakukan see system yaitu:

1. Simple

2. Easy

3. Efektif

Sistem ini sangat mudah dilakukan. Kita hanya menabung kemudian menceritakan tentang manfaat atau alasan mengapa kita menabung di TAPRO. Hanya itu, tidak ada yang lain.

Ingin lebih jelas hubungi

Consultan Finansial

Natanael

HP/WA 08113436830

PIN: 54A7F03B

Advertisements

Allisya Protection Plus (Asuransi Jiwa Unit-link)

Allisya Protection Plus atau disebut juga Tapro Allisya atau Tapro Syariah adalah sebuah program asuransi jiwa yang dipadukan dengan investasi berbasis syariah. Tapro Allisya memberikan perlindungan jiwa hingga seumur hidup, serta dapat ditambahkan manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi. Investasinya disalurkan pada instrumen-instrumen investasi yang halal dan bersih

Keunggulan
Dikelola sesuai syariah di mana para peserta berakad untuk saling menolong satu sama lain. (Redaksi kontrak syariah dapat dibaca di SINI)
Memberikan perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun.
Manfaat cacat tetap total (TPD: Total Permanent Disability) dapat diambil secara terpisah dari manfaat meninggal dunia, sehingga kejadian TPD tidak membuat polis harus ditutup.
Memberikan manfaat tambahan perlindungan 100 kondisi kritis (CI100) sejak tahap awal penyakit hingga usia 100 tahun, klaim tanpa mengurangi UP jiwa.
Memberikan UP (uang pertanggungan) lebih besar dengan premi lebih rendah dibanding produk lain yang sejenis.
Jika ditambahkan rider Term-life, premi bisa lebih murah daripada produk term-life murni untuk UP yang sama.
Struktur biaya lebih rendah dibanding produk lain yang sejenis.
Sudah ada alokasi investasi dari premi berkala sejak tahun pertama.
Dana peserta diinvestasikan dalam instrumen investasi yang halal dan bersih, bebas dari riba, judi, miras, rokok, dan usaha-usaha buruk lainnya.
Hasil investasi (jika dimaksimalkan) dapat digunakan untuk berbagai keperluan di masa depan, seperti dana darurat, pendidikan anak, pensiun, perjalanan ibadah, rekreasi, dan lain-lain.
Manfaat Dasar
Jika tertanggung meninggal dunia sebelum usia 100 tahun, dibayarkan UP jiwa + nilai investasi.
Jika tertanggung hidup sampai usia 100 tahun, dibayarkan sebesar nilai investasi.

1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit)

Membayarkan UP jika tertanggung meninggal atau cacat karena kecelakaan sebelum berusia 65 tahun. Keterangan lebih lengkap baca di sini: ADDB.

2. TPD (Total Permanent Disability) atau TPD A (Accelerated)

Membayarkan UP jika tertanggung menderita cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan sebelum berusia 65 tahun. TPD tidak mengurangi manfaat dasar, TPD A mengurangi manfaat dasar. Keterangan lebih lengkap baca di sini: TPD atau TPD A.

3a. CI+ (Critical Illness Plus) dan CI (Critical Illness)

Membayarkan UP jika tertanggung pertama kali terdiagnosis atau mengalami 1 dari 49 penyakit kritis. CI+ berlaku sampai usia 70 tahun, klaim tidak mengurangi manfaat dasar. CI berlaku sampai usia 85 tahun, klaim mengurangi manfaat dasar. Keterangan lebih lengkap baca di sini: CI atau CI+.

3b. CI100 (100 Kondisi Penyakit Kritis)

Membayarkan UP jika tertanggung terdiagnosis atau mengalami satu dari 100 kondisi penyakit kritis, sejak tahap awal penyakit, sampai usia 100 tahun. Klaim tidak mengurangi manfaat dasar. Keterangan lebih lengkap, baca di sini: CI100.

4. Flexicare Family

Santunan rawat inap, pembedahan, dan penyembuhan bagi nasabah dan keluarganya yang tercantum dalam “data polis” jika dirawat di rumah sakit, sampai sebelum usia 65 tahun. Keterangan lebih lengkap baca di sini: Flexicare Family.

5a. Payor Benefit

Pembebasan premi berkala jika pemegang polis terdiagnosis/mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pemegang polis mencapai 65 tahun.

5b. Payor Protection

Pembebasan premi berkala jika pemegang polis meninggal dunia dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pemegang polis seolah-olah mencapai 65 tahun.

5c. Spouse Payor Benefit

Pembebasan premi berkala jika pasangan (suami/istri) dari pemegang polis terdiagnosis/mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan sebesar premi berkala tsb sampai usia pasangan pemegang polis mencapai 65 tahun.

5d. Spouse Payor Protection

Cara Pendaftaran Polis

Mengisi Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) dengan melampirkan:
Fotokopi KTP tertanggung dan pemegang polis
Fotokopi Akta Lahir (jika ada tertanggung anak)
Fotokopi Kartu Keluarga (jika menyertakan anggota keluarga) atau Buku Nikah (jika suami-istri)
Bukti transfer premi pertama, kecuali cara bayar dengan kartu kredit.
Salinan resume medis (jika pernah dirawat) atau hasil medical check up (jika ada)
Form tambahan lain jika diperlukan.

Pembuatan Proposal Ilustrasi

Untuk mendapatkan proposal ilustrasi produk ini, mohon mencantumkan data-data sebagai berikut:
Nama
Jenis kelamin
Tanggal lahir
Pekerjaan
Merokok/tidak
Data anggota keluarga (nama, jenis kelamin, tanggal lahir) jika ingin disertakan
Manfaat yang diinginkan atau premi yang dianggarkan.

Data dikirim ke email natanael.albertus@gmail.com.

Allisya Care (Asuransi Kesehatan Murni)

Allisya Care merupakan asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri, bukan rider unitlink, tanpa investasi, dan dilengkapi dengan fasilitas kartu cashless.

Keunggulan Allisya Care
Dikelola sesuai syariah di mana para peserta berakad untuk saling menolong satu sama lain.
Dilengkapi dengan fasilitas cashless (gesek kartu) untuk perawatan di rumah sakit jaringan AdMedika di seluruh Indonesia. (Daftar RS jaringan AdMedika dapat dilihat di SINI.)
Dapat menggunakan fasilitas reimburse (penggantian biaya) untuk perawatan di rumah sakit luar jaringan AdMedika.
Dapat ditambah dengan rider rawat jalan, rawat gigi, persalinan, dan santunan harian.
Diskon 5% jika menyertakan anggota keluarga (pasangan dan maksimum 3 anak).
Diskon 10% jika peserta memiliki produk asuransi jiwa unitlink Tapro Allisya Protection Plus.
Akses ke layanan Allianz Medical Hotline 24 jam 365 hari setahun.
Berlaku untuk perawatan di seluruh dunia.
Bergaransi perpanjangan sampai usia 70 tahun.
Tidak ada batasan manfaat tahunan.
Pengajuan polis tanpa seleksi kesehatan.
Ada no claim bonus berupa surplus pengelolaan premi.
Dilengkapi dengan layanan evakuasi medis darurat.

Beberapa Rekomendasi Asuransi Kesehatan Allianz

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang memberikan penggantian biaya jika seseorang berobat di rumah sakit. Pada umumnya produk asuransi kesehatan yang ada di pasaran, khususnya produk untuk perorangan, menitikberatkan pada manfaat rawat inap dan pembedahan (hospital and surgical [HS]). Untuk cara klaimnya, hampir semua produk asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless (tinggal tunjukkan kartu saat hendak dirawat, tidak perlu bawa uang tunai). Itulah paket standar dalam semua produk asuransi kesehatan.

Saat ini tersedia empat pilihan program asuransi kesehatan rawat inap cashless dari Allianz. Tiga merupakan produk yang berdiri sendiri, artinya bisa diambil tanpa harus memiliki asuransi jiwa, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier. Satu lagi merupakan rider (proteksi tambahan) pada asuransi jiwa unit-link Tapro, yaitu Hospital and Surgical Care + (HSC+).

Keempat produk ini sama-sama menyediakan fasilitas kartu cashless yang bisa digunakan di RS jaringan Allianz. Di luar itu menggunakan sistem reimburse. Karena bersifat cashless (non-tunai), maka empat produk ini tidak bisa double claim, melainkan hanya koordinasi manfaat dengan asuransi kesehatan lain yang sama-sama pakai kartu cashless.

Berikut penjelasan singkat tiap produk.

1. Allisya Care

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

tabel-manfaat-rawat-inap

Selengkapnya mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

2. Maxi Violet

Maxi Violet adalah kembaran Allisya Care. Rincian manfaat dan ketentuan umum lainnya sama persis, jadi tidak akan saya uraikan lagi di sini.

Bedanya, Allisya Care menggunakan akad syariah, Maxi Violet konvensional. Premi Allisya Care lebih murah sekitar 5% daripada Maxi Violet. Tapi Maxi Violet memiliki fitur no-claim bonus sebesar 20% yang memotong premi perpanjangan. Allisya Care juga memiliki fitur no-claim bonus, tapi besarnya tergantung surplus underwriting (tidak dijamin).

Selengkapnya perbedaan Allisya Care dan Maxi Violet bisa dibaca di SINI.

3. SmartMed Premier

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier juga merupakan produk asuransi kesehatan murni tanpa investasi dan berdiri sendiri (stand-alone). Manfaatnya lebih lengkap daripada Allisya Care dan Maxi Violet. Selain yang sudah disebutkan, juga dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan HIV/Aids.

Satu hal yang paling membedakan dari produk askes Allianz lainnya, SmartMed Premier membayar klaim rumah sakit SESUAI TAGIHAN dengan limit 6 miliar setahun. Artinya, berapa pun tagihan biaya rumah sakit, selama tidak melebihi 6 miliar, akan ditanggung seluruhnya oleh Allianz. Ketentuan untuk bisa sesuai tagihan adalah nasabah harus menempati kamar sesuai plan yang diambil. Misal, ambil plan A (kamar 500 ribu per hari), maka semua biaya pengobatan akan diganti penuh asalkan nasabah menempati kamar yang harganya 500 ribu per hari atau di bawahnya.

Keistimewaan SmartMed Premier yang lainnya adalah menyediakan fasilitas cashless untuk perawatan di luar negeri, saat ini yaitu di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier bisa diambil untuk satu orang, dan bisa juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Rincian manfaat SmartMed Premier bisa dilihat pada tabel berikut:

tabel-manfaat-smartmed-premier
Selengkapnya tentang SmartMed Premier bisa dibaca di SINI.

4. Rider Hospital and Surgical Care + (HSC+)

HSC+ adalah askes murni Allisya Care atau Maxi Violet yang disisipkan di asuransi jiwa unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), dengan beberapa perubahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:
Tabel Manfaat Rider Hospital & Surgical Care + (klik untuk memperbesar)

tabel-manfaat-hsc

Lebih lengkap mengenai rider HSC+ bisa dibuka di SINI.

Kesimpulan
Jika anda menginginkan asuransi kesehatan untuk sekeluarga, pilihannya Allisya Care, Maxi Violet, atau SmartMed Premier.
Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai syariah, pilihannya Allisya Care atau rider HSC+ di Tapro Allisya Protection Plus.
Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai tagihan, pilihannya SmartMed Premier.
Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang relatif murah, pilihannya Allisya Care.
Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang preminya bisa bulanan, pilihannya rider HSC+ di unit-link Tapro.
Jika harga bukan masalah bagi anda, askes terbaik ialah SmarMed Premier karena membayar klaim RS sesuai tagihan dengan limit 6 miliar setahun.

Produk Lain Terkait Kesehatan

Selain empat produk di atas, Allianz menyediakan dua produk lain yang menyediakan bantuan untuk risiko sakit. Pertama adalah rider Flexicare Family, yang memberikan santunan kesehatan untuk kejadian rawat inap dan pembedahan. Kedua adalah rider Critical Illness, yang memberikan uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari sejumlah penyakit atau kondisi kritis. Keduanya tersedia sebagai rider (proteksi tambahan) pada unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).

1. Rider Flexicare Family

Flexicare Family memberikan santunan kesehatan berupa uang tunai jika tertanggung dirawat di rumah sakit atau mengalami pembedahan, baik karena sakit ataupun kecelakaan. Cara klaimnya bersifat reimburse dan bisa double claim dengan menyertakan fotokopi kuitansi legalisir.

Santunan yang diberikan Flexicare Family sesuai dengan jumlah unit yang diambil, tanpa melihat berapa biaya yang dikenakan rumah sakit.

Tabel di atas menggambarkan manfaat Flexicare Family sebanyak 10 unit. Sebagai contoh, jika seseorang dirawat karena sakit selama 5 hari tanpa pembedahan, maka sepulangnya dari rumah sakit, dia dapat mengajukan klaim secara reimburse untuk memperoleh santunan sebesar 5 x 1 juta, sama dengan 5 juta. Atau jika dia mengalami pembedahan kategori intermediate karena kecelakaan, dia akan mendapatkan santunan sebesar 18 juta. Santunan penyembuhan pun ada, tapi hanya kalau dirawat lebih dari 30 hari.

Flexicare Family, sesuai namanya, bisa menyertakan anggota keluarga (suami/istri dan anak) dalam satu polis. Tentunya premi untuk satu orang berbeda dengan premi untuk beberapa orang.

Flexicare Family tidak saya golongkan sebagai asuransi kesehatan, karena bentuknya hanya berupa santunan harian. Biasanya produk ini dimaksudkan sebagai pelengkap dari asuransi kesehatan yang sudah dimiliki. Santunan yang diperoleh bermanfaat untuk menutup biaya-biaya tambahan yang tidak ditanggung asuransi kesehatan, misalnya biaya transportasi, makan, orang yang menemani, dan lain-lain. Atau bisa juga dianggap sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama tidak bisa bekerja karena sakit.

Selengkapnya mengenai Flexicare Family, bisa dibaca di SINI.

2. Rider Critical Illness

Rider Critical Illness (asuransi penyakit kritis) memberikan uang pertanggungan sebesar yang tertera di polis jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis, atau salah satu dari 100 kondisi kritis yang ditanggung (tergantung produknya). Contoh penyakit kritis antara lain serangan jantung, jantung koroner, stroke, kanker, penyakit hati kronis, gagal ginjal, angioplasti, tumor otak, dan meningitis bakteri. Semua penyakit itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan pemulihan (antara ratusan juta sampai miliaran rupiah), oleh karena itu diperlukan suatu proteksi yang didesain khusus untuk menanggulangi dampak keuangannya.

Asuransi penyakit kritis berbeda dalam banyak segi dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan menanggung semua penyakit selama ada rawat inap atau pembedahan (hospital and surgical), sedangkan asuransi penyakit kritis menanggung risiko yang tergolong penyakit kritis saja. Asuransi kesehatan memberikan penggantian sebesar biaya rumah sakit atau maksimal sebesar plafon, sedangkan asuransi penyakit kritis memberikan sejumlah uang pertanggungan sesuai dengan yang tertera di polis tanpa melihat biaya yang ditagihkan rumah sakit.

Critical illness tidak melulu bicara soal penyakit, sebagian lagi berupa kondisi yang tidak tersembuhkan seperti kelumpuhan, kebutaan, bisu, tuli, kerusakan organ tubuh penting, hilangnya kemandirian hidup, hingga terminal illness (ketika usia seseorang divonis tidak lebih dari 12 bulan). Semua kondisi ini tidak bisa ditangani oleh asuransi kesehatan rawat inap, karena persoalannya bukan di biaya berobat. Dalam kasus ini, fungsi asuransi penyakit kritis bukan terutama untuk pengobatan maupun pemulihan, melainkan untuk mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja lagi untuk jangka waktu yang panjang, bahkan untuk selamanya.

Blog ini diberi slogan “melindungi penghasilan keluarga”, salah satu alasannya karena asuransi penyakit kritis, bersama asuransi meninggal dunia dan cacat tetap, merupakan produk asuransi yang penting dimiliki demi mempertahankan kelangsungan ekonomi sebuah keluarga.

Rider Critical Illness di Tapro Allianz ada tiga macam, yaitu CI Accelerated (CIA), CI+, dan CI100. CIA dan CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, dengan perbedaan CIA masa perlindungannya sampai dengan usia 85 tahun dan klaimnya mengurangi UP dasar, sedangkan CI+ sampai dengan usia 70 tahun dan klaimnya tidak mengurangi UP dasar. Sementara itu, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal dengan masa perlindungan hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Perbedaan dan persamaan tiga produk rider tersebut bisa dilihat di tabel ini:CI Accelerated CI+ CI100
Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 100 kondisi penyakit kritis
Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung kondisi kritis sejak tahap awal, menengah, lanjut, dan terparah.
Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 100 tahun
Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari

Demikian, semoga bermanfaat untuk para pembaca yang tengah mencari perlindungan terbaik untuk keluarga. []

Jika Dana Terbatas Bagaimana

Jika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah). Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. ( Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun. Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut? Menurut saya, asuransi yang prioritas untuk diambil adalah asuransi jiwa untuk pencari nafkah (orangtua). Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia. Blog myallisya.com memakai slogan “1 yang terpenting: melindungi penghasilan keluarga”, karena penghasilanlah yang membuat roda kehidupan keluarga bisa berjalan.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 300 ribu per bulan, ada dua pilihan: 1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 100 sd 500 juta, kecelakaan (ADDB) 100 sd 250 juta, cacat tetap total (TPD) 100 sd 250 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 100 sd 250 juta, dan bebas premi.

2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 300 sd 800 juta. Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, kondisi kesehatan, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi. Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kalau di antara anggota keluarga ada yang sakit dan harus dirawat inap? Jika ingin ditanggung juga untuk asuransi kesehatan sekeluarga, maka pilihannya adalah: 1. Mendaftar program JKN BPJS kelas 3 dengan premi per orang 25.500, empat orang berarti 102 ribu per bulan. 2. Sisanya 200 ribu per bulan dibelikan asuransi jiwa untuk pencari nafkah. Tapi karena saat ini jarang sekali produk asuransi jiwa yang menyediakan premi bulanan 200 ribu, alternatifnya ambil premi triwulanan 600 ribuan, semesteran 1,2 juta, atau tahunan 2,4 juta.

Contoh 2: Dana 500 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun. Mirip dengan contoh 1, kali ini sebuah keluarga memiliki penghasilan 5 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 500 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut? Pendapat saya: 1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah dengan premi 300-400 ribuan per bulan. 2. Asuransi kesehatan untuk sekeluarga melalui program JKN BPJS dengan premi 100-170 ribuan per bulan (tergantung kelas yang dipilih). Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 400 ribu per bulan, ada dua pilihan: 1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 150 sd 650 juta, kecelakaan (ADDB) 150 sd 350 juta, cacat tetap total (TPD) 150 sd 350 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 150 sd 350 juta, dan bebas premi. 2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 400 juta sd 1,2 miliar. Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Asuransi kesehatan bermanfaat jika di antara anggota keluarga ada yang mengalami sakit, terutama sakit yang memerlukan rawat inap di rumah sakit. Asuransi kesehatan harus dianggarkan untuk seluruh anggota keluarga, karena kita tak pernah tahu siapa yang akan mengalami sakit. Asuransi kesehatan memakai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Dalam hal ini setidaknya ada dua pilihan: 1. Kelas 3, dengan premi 25.500 per orang. Total 4 orang berarti 102 ribu per bulan. 2. Kelas 2, dengan premi 42.500 per orang. Total 4 orang berarti 170 ribu per bulan.

Contoh 3: Dana 1 juta per bulan, belum punya asuransi apa pun Kali ini kita mengambil contoh sebuah keluarga yang memiliki penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut? Pendapat saya: 1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah, dengan premi 750 ribu per bulan. Jika penghasilan 10 juta itu diperoleh berdua suami-istri, maka preminya bisa dibagi dua, mungkin 400 ribu untuk suami dan 350 ribu untuk istri.

2. Asuransi kesehatan melalui program JKN-BPJS, ambil kelas 1 (premi 59.500 per orang x 4, total 238 ribu per bulan). Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 750 ribu per bulan, ada dua pilihan: 1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 250 juta sd 1 miliar, kecelakaan (ADDB) 250 sd 500 juta, cacat tetap total (TPD) 250 sd 500 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 250 sd 500 juta, dan bebas premi.

2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 750 juta sd 2 miliar. Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi. Contoh 4: Dana di bawah 1 juta per bulan, sudah punya asuransi kesehatan dari kantor

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sebuah keluarga sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan tempat pencari nafkah bekerja. Penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut? Pendapat saya: Maksimalkan dana yang ada untuk asuransi jiwa bagi pencari nafkah (ayah saja atau ayah dan ibu).

Natanael

Financial Consultan Allianz Life

WA 08113436830 PIN: 7AC6C47F

Siapkan Warisan utk Anak Anda dg Asuransi Jiwa

Tahukah anda, asuransi jiwa bisa dipakai untuk mempersiapkan warisan? Malah asuransi jiwa
adalah cara mempersiapkan warisan yang paling mudah, cepat, dan hasilnya besar.

Jika anda telah melewati umur 40 tahun, cek harta kekayaan anda, berapa jumlahnya. Dari jumlah itu, hitung berapa yang bisa diwariskan untuk anak-anak anda. Apakah mencapai 1 miliar? Jika sudah, tidakkah anda ingin menambahnya lagi? Siapa tahu di tengah jalan uang itu terpakai oleh anda untuk biaya berobat dsb, sebab semakin tua seseorang, semakin dekat ia dengan dokter dan obat-obatan.

Jika belum mencapai 1 miliar, atau malah jika belum ada sama sekali,tidakkah anda ingin memberikan warisan yang cukup besar untuk anak-keturunan anda, jika suatu saat anda dipanggil Yang Mahakuasa? Dengan warisan yang cukup besar itu, hidup mereka
diharapkan dapat lebih baik daripada anda sendiri.

Di kala hidup, anda telah membesarkan dan mendidik mereka. Untuk itu saja mereka wajib berbakti dan memuliakan anda. Bayangkan betapa besar rasa terima kasih mereka kepada anda, orangtua mereka, jika setelah meninggal pun anda masih berbuat baik kepada mereka dengan meninggalkan sejumlah besar warisan yang berharga. Dengan
begitu, doa-doa pun akan lebih tulus mereka hadiahkan untuk
menyertai perjalanan anda di alam keabadian sana.

Sekarang mari kita berhitung lagi. Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mengumpulkan 1 miliar? Jika anda berumur 40 tahun, anggaplah anda punya harapan hidup 25 tahun lagi (usia harapan hidup orang Indonesia sekitar 65 tahun). Dalam waktu 25 tahun itu, berapa yang harus anda kumpulkan tiap tahun untuk mencapai 1 miliar? Yaitu sekitar 40
juta setahun.

Sanggupkah anda menyisihkan uang 40 juta setahun, atau sekitar 3,4 juta sebulan?
Tarohlah anda sanggup. Maka pada usia 65, anda punya uang 1 miliar untuk anak-keturunan anda. Bagaimana jika umur anda tidak mencapai 65? Berarti yang bisa
diwariskan tak lebih sebesar uang yang berhasil anda kumpulkan. Jika anda berumur 45 tahun, maka perkiraan waktu yang anda punya 20 tahun lagi, sehingga uang yang
harus anda tabungkan lebih besar, yakni 50 juta setahun atau 4,2 juta
sebulan.

Jika anda berumur 50 tahun, waktu anda sekitar 15 tahun, maka yang harus anda kumpulkan 67 juta setahun atau 5,6 juta sebulan. Jika anda berumur 55 tahun, waktu
anda sekitar 10 tahun, maka setoran anda 100 juta setahun atau 8,3 juta sebulan.
Jika anda berumur 60 tahun, mungkin waktu anda tinggal 5 tahun, maka yang harus anda
tabung adalah 200 juta setahun atau 16,7 juta sebulan. Apakah anda sanggup? Taruhlah
anda sanggup, tapi jika ada cara yang lebih murah dan cepat dengan
hasil besar, tidakkah anda mau mengambilnya?

Ya, cara cepat itu ada. Yaitu melalui asuransi jiwa. Asuransi jiwa yang berlaku seumur hidup. Dengan asuransi jiwa, anda yang berumur 40 tahun cukup mengumpulkan uang tiap bulan 1,1 juta, atau per tahun 13,2 juta, maka uang 1 miliar sudah siap anda wariskan sejak pengajuan asuransi anda disetujui. Anda pun tak perlu mengumpulkan selama 25 tahun,
melainkan cukup 10 tahun. Total yang anda keluarkan 132 juta, tapi yang anda wariskan 1 miliar plus.

Plusnya adalah hasil investasi yang tersedia pada saat warisan dikeluarkan. Jika anda berumur 45 tahun, maka yang anda kumpulkan cukup 1,5 juta per bulan.
Jika anda berumur 50 tahun, yang anda kumpulkan 2 juta per bulan.
Jika anda berumur 55 tahun, yang anda kumpulkan 3 juta per bulan.
Jika anda berumur 60 tahun, anda cukup menyetorkan 4 juta per bulan.

Dengan program ini, uang 1 miliar sudah anda miliki sejak bulan pertama, siap anda wariskan kapan pun kepada anak-keturunan anda. Sekali lagi, bayangkan betapa besar rasa terima kasih mereka kepada anda, orangtua mereka, atas warisan yang mereka terima.
Bayangkan doa-doa tulus yang akan mereka antarkan untuk menemani
anda di alam sana.

Jika anda berumur cukup panjang, katakanlah sampai 70 tahun, 80 atau 90 tahun, uang 1 miliar itu tetap bisa anda wariskan. Malah anda dapat pula menikmati hasil investasi yang jumlahnya melebih total setoran anda, dan bisa jadi melebihi 1 miliar yang anda persiapkan untuk warisan. Hasil investasi ini dapat anda nikmati selagi hidup.
Tertarik?

Natanael

Financial Consultan Allianz Life
WA 08113436830
PIN: 7AC6C47F