Monthly Archives: June 2015

Mengapa Asuransi Cacat Tetap Amat Penting & Diperlukan?

Pagi hari saya membaca artikel dari http://www.protekita.com.  Di dalam artikel tersebut dijelaskan pentingnya Asuransi Cacat Tetap. Mengapa?

Apakah Anda salah satu dari jutaan orang Indonesia yang menempatkan pensiun dan kehidupan keuangan mereka dalam bahaya?

Bayangkan kasus berikut ini. Suatu malam, Pak Kabayan sedang menyetir mobil dan kemudian tiba-tiba terbangun di tempat tidur asing yang dikelilingi oleh orang-orang asing.

Pak Kabayan segera mengenali keluarganya dan terlihat kekhawatiran pada wajah mereka. Pak Kabayan diberitahu bahwa dia baru saja mengalami kecelakaan mobil.

Pak Kabayan berjuang untuk mengingat apa yang terjadi, tapi untungnya terdapat beberapa saksi yang menyatakan kecelakaan itu bukan salah Pak Kabayan.

Pada hari-hari berikutnya, Pak Kabayan segera menyadari bahwa mungkin diperlukan waktu bulanan (atau malah tahunan) untuk melakukan rehabilitasi atas lukanya.

Pak Kabayan amat khawatir bagaimana dia akan membayar tagihan dan menafkahi keluarga jika dia tidak bisa bekerja.

Polis asuransi kesehatan Pak Kabayan memang akan membayar semua perawatan medis, tetapi setelah selesai menjalani perawatan, tidak terdapat aset untuk membantu Pak Kabayan membayar hutang rumah dan mobil serta biaya hidup sehari-hari.

Pak Kabayan harus bergantung pada dirinya sendiri. Dia khawatir karena hanya dalam beberapa bulan, aset yang ditabung selama tahunan akan segera habis.

Kecelakaan mobil mungkin tidak dapat dihindari, tetapi situasi seperti Pak Kabayan bisa dihindari.
Jawabannya adalah Asuransi Cacat Tetap

Asuransi cacat (disability insurance) memberikan penghasilan bulanan untuk mereka yang menjadi cacat akibat cedera atau sakit.

Kecuali Anda mendekati masa pensiun, kemampuan untuk mendapatkan penghasilan (bekerja) adalah aset terbesar Anda.

Meskipun cacat bisa terjadi pada siapa saja, penelitian di Amerika menyebutkan orang berusia 35 tahun memiliki 25% kemungkinan menjadi cacat selama karir kerja mereka.

Meskipun tidak ada angka pasti, kemungkinan besar terdapat jutaan orang Indonesia tidak memiliki perlindungan asuransi cacat.

Jika bekerja untuk perusahaan, mungkin Anda telah mendapatkan perlindungan asuransi ini, meskipun besarnya cakupan belum tentu mencukupi.

Namun, jika Anda tidak memiliki akses ke asuransi cacat yang disediakan oleh perusahaan, maka dapatkan perlindungan dari perusahaan asuransi swasta.

Asuransi cacat tetap total atau disebut pula total permanent disability (TPD) biasanya dirancang untuk memberikan manfaat uang pertanggungan jika tertanggung mengalami cacat tetap total, baik karena sakit ataupun kecelakaan.

Uang ini bisa digunakan atau diinvestasikan untuk membiayai pengeluaran keluarga saat pencari nafkah tidak bisa bekerja akibat cacat yang dieritanya.

Asuransi cacat tetap total umumnya menjadi rider (asuransi tambahan) dari asuransi jiwa. Artinya, Anda harus mengambil asuransi jiwa untuk mendapatkan manfaat dari rider asuransi cacat tetap total.[] (diambil dari http://www.protekita.com)

Advertisements

Hospital and Surgical Care + (Askes Rawat Inap Cashless) sampai Rp 2jt perhari

Hospital and Surgical Care + (HSC+) merupakan asuransi kesehatan rawat inap sistem cashless (tanpa uang tunai) dari Allianz dengan ketentuan sebagai berikut:

Usia Masuk: Usia 1 bulan sampai 60 tahun (ulang tahun terdekat).
Masa Pertanggungan: Sampai dengan usia peserta mencapai 70 tahun.
Mata Uang: Rupiah
Fasilitas Pelayanan: Cashless (jaringan Allianz-AdMedika).

Reimbursement. Masa Tunggu  30 hari dari tanggal disetujuinya program HSC+ (kecuali karena kecelakaan).
Biaya Asuransi: Dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, perokok/bukan perokok.
Biaya meningkat sesuai usia.
Biaya dipotong otomatis dari unit investasi sampai masa pertanggungan berakhir.
Pilihan Plan: Plan 100, 200, 350, 500, 750, 1000, 1250, 1500, dan 2000

Keunggulan
Perlindungan kesehatan yang komprehensif (kamar, ICU, dokter umum dan spesialis, pembedahan, obat-obatan, sebelum dan sesudah rawat inap, perawat pribadi di rumah, rawat jalan dan gigi darurat akibat kecelakaan, ambulans, kemoterapi, dialisis, dan fisioterapi).
Fasilitas kartu cashless untuk perawatan di rumah sakit rekanan Allianz di seluruh Indonesia.
Tersedia dalam 10 pilihan plan sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah.
Perlindungan 24 jam di seluruh dunia.
Tidak ada batasan maksimum klaim per tahun untuk rawat inap.

Tabel Manfaat

tabel-manfaat-hsc

ingin dibuatkan ilustrasi hubungi Natanael

HP 08113436830

Flexicare Family santunan harian mulai Rp 500rb sampai Rp1,5jt perhari

1. Flexicare Family merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
2. Flexicare Family mencakup santunan harian rawat inap karena sakit dan kecelakaan, pembedahan karena sakit dan kecelakaan, dan santunan penyembuhan karena sakit dan kecelakaan.
3. Minimum masa perawatan 1 x 24 jam, maksimum 180 hari per tahun.
Bisa dobel klaim. Dapat digunakan sebagai tambahan santunan jika telah memiliki askes dari kantor.
4. Klaim Flexicare Family menggunakan sistem reimburse (bayar dulu, baru ajukan klaim).
5. Cara pengajuan klaim dengan melampirkan kuitansi rumah sakit asli atau boleh fotokopi yang dilegalisir.
6. Uang santunan diberikan secara lumpsum sebesar jumlah yang tertera di tabel manfaat.
7. Uang lumpsum dikirim ke rekening peserta selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah pengajuan klaim disetujui.
8. Flexicare Family dapat menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis. Tentunya dengan tambahan premi.
Usia masuk mulai 6 bulan sampai 55 tahun.
9. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
Tersedia mulai pengambilan 1 unit (100 ribu/hari) sampai 15 unit (1,5 juta/hari).
10. Masa tunggu 1 bulan sejak diterima sebagai peserta.
11. Beberapa penyakit tertentu dan penyakit yang telah ada sebelumnya dikenakan masa tunggu 12 bulan.

Ingin keterangan lebih lanjut segera hubungi

Natanael Bisnis Eksekutif Allianz

HP 08113436830

Pin BB: 54A7F03B

email: natanael.albertus@gmail.com

Mau Dibantu 250 juta atau 500 juta? (Tentang Memilih Ilustrasi Asuransi Unit-link)

Saya baru dapat pencerahan setelah membaca artikelnya Bpk Asep Sopyan tentang Memilih ilustrasi asuransi unit link. Artikel ini membuat saya tersadar bahwa investasi merupakan berkat yang tidak ada jaminannya sedangkan asuransi merupakan kepastian karena sudah ada kesepakatan dan dijamin atau garansi.

Jika anda ditawari dua ilustrasi unit-link dengan kondisi seperti di bawah ini, mana yang akan anda pilih?

tabel-ilustrasi-a-dan-b1

Catatan:
UP jiwa (warisan) adalah manfaat yg diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia sd usia 100 tahun.
CI100 (Critical Illness 100) adalah proteksi dari 100 kondisi kritis sejak tahap awal penyakit hingga usia 100 tahun.
ADDB (Accident Death and Disability Benefit) adalah proteksi cacat tetap atau meninggal dunia karena kecelakaan sd usia 65 tahun.
TPD (Total Permanent Disability) adalah proteksi cacat tetap total, baik karena sakit ataupun kecelakaan, sd usia 65 tahun.
Payor Benefit adalah pembebasan premi jika pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis sd usia 65 tahun.

Jika anda mengalami suatu musibah, berapakah anda ingin dibantu: 250 juta atau 500 juta? Jika anda ingin memberikan warisan kepada anak-anak anda, berapa yang ingin anda wariskan: 250 juta atau 500 juta? Jika dua pertanyaan itu diajukan kepada saya, jelas saya akan pilih mendapat bantuan 500 juta daripada 250 juta, dan memberikan warisan 500 juta ketimbang 250 juta. Bagaimana dengan anda?Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan investasinya? Ilustrasi A lebih besar nilai investasinya daripada ilustrasi B.

Ilustrasi A nilai investasinya terus berkembang meskipun setop bayar setelah 10 tahun, sedangkan ilustrasi B nilai investasinya habis meskipun bayar terus. Betul, tapi saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

1.Nilai investasi tidak dijamin, sedangkan saya butuh proteksi yang dijamin. Belumtentu ada nilai 31 juta di 5 tahun mendatang, belum tentu ada uang 889 juta di 40 tahun mendatang. Sedangkan nilai 500 juta adalah dijamin.

2.Investasi butuh waktu, sedangkan yang namanya risiko bisa datang kapan saja. Bisa dilihat di tabel di atas, nilai 31 juta baru diperoleh setelah 5 tahun, dan nilai 889 juta baru diperoleh setelah 40 tahun, itu pun jika asumsi investasinya terpenuhi. Sedangkan nilai uang 500 juta,tidak perlu waktu lama, segera siaga begitu polis disetujui. Khusus manfaat penyakit kritis, ada masa tunggu 90 hari dari tanggal polis disetujui, tapi ini pun bukan waktu yang lama.

3. Asuransi itu proteksi (perlindungan kekayaan), bukan investasi (pengembangan kekayaan). Meskipun produk ini berjenis unit-link yang ada investasinya, tetap saja tujuannya asuransi. Jika saya ingin investasi, saya akan melakukannya di instrumen lain yang murni untuk asuransi, bukan melalui produk asuransi.

Mungkin ada yang khawatir dengan polis lapse karena di ilustrasi B nilai investasinya akan habis selewat tahun ke-30, meskipun premi bayar terus. Bagaimana kalau itu terjadi? Saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

1.Waktu 30 tahun lagi itu masih lama, padahal saya butuh proteksi sebesar mungkin sejak sekarang dengan kemampuan yang ada saat ini.

2.Asuransi itu biaya. Kalaupun preminya hangus, saya tak keberatan.

3.Seiring waktu, penghasilan saya pun mestinya telah meningkat. Jadi saya tak akan kesulitan melakukan top up supaya polis tetap berlanjut.

4.Seiring waktu, kebutuhan proteksi saya pun pasti telah bertambah, bukan lagi 500 juta. Mungkin dalam 5 atau 10 tahun kemudian, saya butuh menambah nilai proteksi polis.

5.Nilai investasi habis bisa dicegah dengan melakukan top up tunggal, atau dibiarkan saja pun tak apa-apa. Sepanjang saya membayar biaya asuransinya (tabarru), saya tetap mendapatkan proteksi. Demikian, semakin Banyak Membantu, Semakin Banyak Dibantu.

Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi orang yang memilih ilustrasi B akan mendapat bantuan 500 juta seandainya mengalami penyakit kritis, kecelakaan, atau cacat total, dan ahli warisnya akan memperoleh 500 juta seandainya dia dipanggil Tuhan. Sedangkan orang yang memilih ilustrasi A, bantuan yang diterimanya dan warisan yang diberikannya lebih kecil yaitu sebesar 250 juta.

Mengapa orang yang memilih ilustrasi B bisa mendapat bantuan yang lebih besar?Jawabannya tidak lain karena dia pun membantu lebih besar. Asuransi dibangun dengan prinsip saling membantu di antara sesama peserta. Orang yang membantu lebih besar untuk para peserta lainnya, dia berhak memperoleh bantuan yang lebih besar pula.

Asuransi Melindungi Hasil Usaha Kita (Penghasilan, Tabungan, Aset, dan Investasi)

Perencanaan keuangan belumlah lengkap tanpa asuransi, terutama asuransi jiwa. Kita sudah berusaha dengan susah payah mengumpulkan uang untuk kebutuhan masa depan, tiba-tiba pada suatu waktu musibah datang. Mungkin sakit kritis, mungkin kecelakaan. Dalam sekejap, uang yang telah terkumpul bisa hilang. Dan jika musibah itu berupa kematian pada orang yang menjadi tumpuan penghasilan, keluarga yang ditinggalkan akan kebingungan dalam kesedihan.

Asuransi melindungi hasil usaha kita (penghasilan, tabungan, investasi, aset) dari risiko yang mungkin terjadi dalam masa perjanjian, seperti sakit, kecelakaan, dan kematian. Asuransi tidak berwenang mencegah terjadinya musibah. Kita pun tentunya berharap hidup kita senantiasa aman tenteram sentosa selamanya. Tapi jika misalnya peristiwa tak diinginkan itu datang, asuransi akan meringankan beban kita dalam masalah keuangan.

Sakit butuh duit. Kecelakaan menguras uang. Kematian pun ada ongkosnya, khususnya bagi yang ditinggalkan. Tanpa asuransi, bisa jadi penghasilan kita, tabungan, hasil investasi, dan aset akan tersedot untuk membiayai hal-hal itu. Padahal mestinya penghasilan itu kita gunakan untuk biaya hidup, tabungan untuk pendidikan anak, hasil investasi untuk ibadah haji, dan aset untuk dana pensiun. Semua impian bisa berantakan, cita-cita bisa kandas, bahkan kekayaan bisa ludes, hanya karena kita lupa menyertakan asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Oleh karena itu, sekali lagi, lengkapi perencanaan keuangan anda dengan asuransi. Insya Allah, semua apa yang kita impikan bisa lebih terjamin pewujudannya.

Klaim 5 Milyar yang Dibayar

Klaim 5 M yang dibayar
Sekedar Sharing,

Seorang nasabah Allianz kelahiran 1969 (44 thn) terkena KANKER MULUT/LIDAH. Karena kondisi penyakit kritis tsb, Allianz telah :
1). Membayar KLAIM Sakit Kritis sebesar Rp. 5 Milyar ke rekening nasabah ybs, dan
2). Membebaskan nasabah tsb thd pembayaran premi , & selanjutnya Allianz membayarkan premi nasabah tsb sebesar Rp. 55 juta/bln sampai nasabah tsb berusia 65 thn (25 April 2034). Manfaat Payor (auto saving s/d usia 65thn)

Polis nasabah tsb masih terus berlaku & Allianz akan membayar maslahat lainnya, yaitu :
3). Cacat Tetap Total (TPD)
4). Kecelakaan (ADDB).
5). Meninggal dunia, sebesar Rp.30 Milyar, jika terjadi resiko2 tsb di atas di kemudian hari.

Mudah2an sharing ini menjawab keraguan kita terhadap tanggung-jawab Allianz thd nasabah2-nya.

Kebalkah kita terhadap Penyakit Kritis ??
Apa ruginya ikut Asuransi Allianz ??
Kalau pun kita sehat sampai usia lanjut, tabungan kita tidak hilang, bahkan semakin berkembang untuk dana pensiun nanti.

Allianz memberi perlindungan untuk 100 jenis penyakit kritis hingga usia 100 tahun, dan dibayar hingga 120%.

Hope for the Best, Prepare for the Worst…

Mengapa Muncul TAPRO (Tabungan Proteksi)?

Saya terinspirasi dari tulisan Pak Tohirin tentang alasan munculnya produk Tabungan Proteksi Income (TAPRO) atau disebut unit link adalah untuk menyempurnakan atau setidaknya melengkapi kekurangan produk-produk sebelumnya.

Produk sebelumnya yang disebut dengan produk asuransi tradisional terdiri dari: term life, endowment, dan whole life.

Pertama, term life. Term life adalah produk asuransi jiwa murni. Nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan dalam jumlah tertentu pada saat ia meninggal dalam masa kontrak. Umumnya masa kontraknya jangka pendek. Kelebihan produk ini adalah preminya relatif murah. Kekurangannya adalah jika dalam masa kontrak tidak terjadi klaim (berumur panjang) maka uang yang dibayarkan hangus.

Nasabah tidak suka dengan yang terakhir ini. Apalagi masa kontraknya jangka pendek. Umumnya orang merasa selalu akan berumur panjang sehingga tidak mau kehilangan uang hanya untuk bayar premi yang ujung-ujungnya hangus. Jadi bagaimana maunya? Maunya adalah jangka waktunya diperpanjang dan kalau bisa jangan hangus uang yang disetorkan itu. Nah, untuk memenuhi tuntutan ini maka muncullah jenis asuransi kedua yang disebut dengan whole life.

Kedua, whole life. Produk ini juga merupakan produk asuransi jiwa murni. Nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan pada saat meninggal dunia. Kelebihannya jika dibandingkan dengan term life adalah pada masa kontraknya yang lebih lama, bahkan seumur hidup (biasanya hingga 100 tahun). Ditambah lagi ada kepastian bahwa pada akhir kontrak akan mendapatkan uang tunai alias tidak ada lagi istilah hangus.

Kekurangannya, banyak orang berpikir untuk apa dapat uang pertanggungan, sementara dia sendiri meninggal. (Ini sebenarnya alasan yang keliru). Tapi baiklah, kita harus akui bahwa kebanyakan orang memang ingin menikmati hasil jerih payahnya. Lantas model asuransi macam apa yang dikehendaki? Maunya adalah mode asuransi yang tidak hanya memberikan pertanggungan dan uang tunai di akhir, tapi kalau bisa di tengah perjalanan juga sebagian bisa dicairkan untuk kebutuhan sehari-hari atau pun boleh jadi untuk kesenangan. Nah, untuk itulah kemudian muncul jenis asuransi endowment.

Ketiga, endowment. Asuransi jenis ini disamping memberikan uang pertanggunan jiwa juga sebagian dananya bisa dicairkan secara bertahap pada tahun-tahun tertentu. Lengkap sudah, ya? Semua kayaknya sudah dituruti. Tapi kenyataannya masih ada saja kekurangannya. Kekurangannya adalah jumlah uang yang diterima dirasa kurang banyak. Orang masih menginginkan seandainya jumlahnya lebih besar tentu lebih baik lagi (duh, dasar manusia memang serakah bener ya… (-:).

Itu baru kekurangan pertama. Kekurangan kedua, pencairan dananya juga tidak bisa semau nasabah. Melainkan sudah ditentukan pada tahun-tahun tertentu sesuai dengan usia polis oleh perusahaan asuransi. Ini tentunya menjadi tidak fleksibel bagi nasabah. Boleh jadi di tahun tertentu sedang butuh-butuhnya malah belum bisa mencairkan.

Namun, banyak nasabah yang tidak puas dengan asuransi jiwa. Kalau bisa di situ juga dapat perlindungan lain misalnya rawat inap, penyakit kritis, cacat, dan kalau bisa sekalian dananya bisa untuk cadangan dana pendidikan dan pensiun.

Namun hal tersebut masih kurang memuaskan, akhirnya yang diminta adalah produk asuransi yang: 1) bisa menanggung proteksi jiwa seumur hidup, 2) premi yang dibayarkan tidak hangus, 3) bisa dicairkan sebagiannya sewaktu-waktu, 4) nilai tunai yang diterima lebih besar/lebih menguntungkan dari endowment, 5) bisa dicadangkan sebagai dana pendidikan, 6) bisa dicadangkan sebagai dana pensiun, 7) terdapat santunan rawat inap, penyakit kritis, cacat total. Weleh-welehh… banyaknyaa… yang diminta. Apa ada produk semacam ini? Untungnya ada. Produk inilah yang disebut dengan TAPRO (Tabungan Proteksi/Unit Link).

Keempat, TAPRO/unit link. asuransi TAPRO/unit link adalah asuransi jiwa seumur hidup yang digabungkan dengan berbagai proteksi lain (rawat inap, penyakit kritis, cacat total) dan sekaligus dapat dicadangkan sebagai dana pendidikan dan pensiun. Ketiga jenis asuransi di atas disebut dengan asuransi tradisional. Sedangkan TAPRO adalah jenis asuransi modern.

Kekurangannya adalah TAPRO adalah model asuransi yang digabungkan dengan asuransi. Karena itulah jenis ini menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi. Tapi kekurangannya tentu saja semua itu tergantung protofolio investasi. Jika kondisi perekonomian baik, maka hasil yang diterima juga bagus. Tapi kalau lagi jatuh, tentu saja penerimaan menjadi rendah yang tentunya mengakibatkan tidak semua atau bahkan seluruh keuntungan yang diharapkan menjadi raib begitu saja.

Cara mengantisipasi kemungkinan buruk

Pertama, tidak dibolehkan cuti premi di bawah 10 tahun. Artinya minimal selama 10 tahun nasabah harus terus membayar premi. Bahkan sebaiknya cuti premi tidak usah diproyeksikan dari awal. Cuti premi kondisional saja (tentunya di atas 10 tahun) melihat perkembangan investasi. Terlebih lagi jika di samping proteksi punya tujuan investasi.

Kedua, ambil invetasi equity fund (saham). Ini dimaksudkan untuk mendapatkan return investasi yang tinggi. Namun demikian, kita harus paham bahwa prinsip investasi adalah: high return high risk; makin tinggi keuntungan, makin tinggi juga resiko. Karena itulah dana tersebut harus kita proyeksikan jangka panjang. Makin lama waktu kita invest, makin aman dan makin besar kemungkinan return yang kita terima. Menurut pakar investasi, dalam sepuluh tahun umumnya terjadi krisis hanya 2 tahunan. Sedangkan return investasi untuk equity fund di tempat mana pun rata-rata sekitar 14% per tahun.

Ketiga, buat ilustrasi aman, setidaknya pada posisi return 13% per tahun. Dengan melihat rata-rata return 14 %, maka posisi 13 % ini menempati posisi yang aman. Syukur kalau ternyata malah returnnya di atas itu. Berarti lebih untung kan?
Masih bingung? Pendek kata, sampaikan saja pada agen, buatkan ilustrasi yang terbaik. Terbaik ini adalah dengan premi yang kita bayarkan kita mendapatkan manfaat semaksimal mungkin, baik proteksi maupun sisi investasinya, sekaligus dengan mengantisipasi resiko yang mungkin terjadi.

Jadi intinya selama kita masih hidup, semua hal tentu ada kekurangan dan kelebihannya. Semua hal ada keuntungan dan ada resikonya. Maka pilihlah sesuatu sesuai dengan ukuran kemampuan kita, termasuk kesanggupan kita dalam menanggung resiko.

Jika butuh bantuan, silahkan hubungi saya:

Natanael

Bisnis Eksekutif Allianz Surabaya

HP 08113436830 / 081336549973

Pin BB: 54A7F03B