Mengapa Muncul TAPRO (Tabungan Proteksi)?

Saya terinspirasi dari tulisan Pak Tohirin tentang alasan munculnya produk Tabungan Proteksi Income (TAPRO) atau disebut unit link adalah untuk menyempurnakan atau setidaknya melengkapi kekurangan produk-produk sebelumnya.

Produk sebelumnya yang disebut dengan produk asuransi tradisional terdiri dari: term life, endowment, dan whole life.

Pertama, term life. Term life adalah produk asuransi jiwa murni. Nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan dalam jumlah tertentu pada saat ia meninggal dalam masa kontrak. Umumnya masa kontraknya jangka pendek. Kelebihan produk ini adalah preminya relatif murah. Kekurangannya adalah jika dalam masa kontrak tidak terjadi klaim (berumur panjang) maka uang yang dibayarkan hangus.

Nasabah tidak suka dengan yang terakhir ini. Apalagi masa kontraknya jangka pendek. Umumnya orang merasa selalu akan berumur panjang sehingga tidak mau kehilangan uang hanya untuk bayar premi yang ujung-ujungnya hangus. Jadi bagaimana maunya? Maunya adalah jangka waktunya diperpanjang dan kalau bisa jangan hangus uang yang disetorkan itu. Nah, untuk memenuhi tuntutan ini maka muncullah jenis asuransi kedua yang disebut dengan whole life.

Kedua, whole life. Produk ini juga merupakan produk asuransi jiwa murni. Nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan pada saat meninggal dunia. Kelebihannya jika dibandingkan dengan term life adalah pada masa kontraknya yang lebih lama, bahkan seumur hidup (biasanya hingga 100 tahun). Ditambah lagi ada kepastian bahwa pada akhir kontrak akan mendapatkan uang tunai alias tidak ada lagi istilah hangus.

Kekurangannya, banyak orang berpikir untuk apa dapat uang pertanggungan, sementara dia sendiri meninggal. (Ini sebenarnya alasan yang keliru). Tapi baiklah, kita harus akui bahwa kebanyakan orang memang ingin menikmati hasil jerih payahnya. Lantas model asuransi macam apa yang dikehendaki? Maunya adalah mode asuransi yang tidak hanya memberikan pertanggungan dan uang tunai di akhir, tapi kalau bisa di tengah perjalanan juga sebagian bisa dicairkan untuk kebutuhan sehari-hari atau pun boleh jadi untuk kesenangan. Nah, untuk itulah kemudian muncul jenis asuransi endowment.

Ketiga, endowment. Asuransi jenis ini disamping memberikan uang pertanggunan jiwa juga sebagian dananya bisa dicairkan secara bertahap pada tahun-tahun tertentu. Lengkap sudah, ya? Semua kayaknya sudah dituruti. Tapi kenyataannya masih ada saja kekurangannya. Kekurangannya adalah jumlah uang yang diterima dirasa kurang banyak. Orang masih menginginkan seandainya jumlahnya lebih besar tentu lebih baik lagi (duh, dasar manusia memang serakah bener ya… (-:).

Itu baru kekurangan pertama. Kekurangan kedua, pencairan dananya juga tidak bisa semau nasabah. Melainkan sudah ditentukan pada tahun-tahun tertentu sesuai dengan usia polis oleh perusahaan asuransi. Ini tentunya menjadi tidak fleksibel bagi nasabah. Boleh jadi di tahun tertentu sedang butuh-butuhnya malah belum bisa mencairkan.

Namun, banyak nasabah yang tidak puas dengan asuransi jiwa. Kalau bisa di situ juga dapat perlindungan lain misalnya rawat inap, penyakit kritis, cacat, dan kalau bisa sekalian dananya bisa untuk cadangan dana pendidikan dan pensiun.

Namun hal tersebut masih kurang memuaskan, akhirnya yang diminta adalah produk asuransi yang: 1) bisa menanggung proteksi jiwa seumur hidup, 2) premi yang dibayarkan tidak hangus, 3) bisa dicairkan sebagiannya sewaktu-waktu, 4) nilai tunai yang diterima lebih besar/lebih menguntungkan dari endowment, 5) bisa dicadangkan sebagai dana pendidikan, 6) bisa dicadangkan sebagai dana pensiun, 7) terdapat santunan rawat inap, penyakit kritis, cacat total. Weleh-welehh… banyaknyaa… yang diminta. Apa ada produk semacam ini? Untungnya ada. Produk inilah yang disebut dengan TAPRO (Tabungan Proteksi/Unit Link).

Keempat, TAPRO/unit link. asuransi TAPRO/unit link adalah asuransi jiwa seumur hidup yang digabungkan dengan berbagai proteksi lain (rawat inap, penyakit kritis, cacat total) dan sekaligus dapat dicadangkan sebagai dana pendidikan dan pensiun. Ketiga jenis asuransi di atas disebut dengan asuransi tradisional. Sedangkan TAPRO adalah jenis asuransi modern.

Kekurangannya adalah TAPRO adalah model asuransi yang digabungkan dengan asuransi. Karena itulah jenis ini menjanjikan keuntungan yang lebih tinggi. Tapi kekurangannya tentu saja semua itu tergantung protofolio investasi. Jika kondisi perekonomian baik, maka hasil yang diterima juga bagus. Tapi kalau lagi jatuh, tentu saja penerimaan menjadi rendah yang tentunya mengakibatkan tidak semua atau bahkan seluruh keuntungan yang diharapkan menjadi raib begitu saja.

Cara mengantisipasi kemungkinan buruk

Pertama, tidak dibolehkan cuti premi di bawah 10 tahun. Artinya minimal selama 10 tahun nasabah harus terus membayar premi. Bahkan sebaiknya cuti premi tidak usah diproyeksikan dari awal. Cuti premi kondisional saja (tentunya di atas 10 tahun) melihat perkembangan investasi. Terlebih lagi jika di samping proteksi punya tujuan investasi.

Kedua, ambil invetasi equity fund (saham). Ini dimaksudkan untuk mendapatkan return investasi yang tinggi. Namun demikian, kita harus paham bahwa prinsip investasi adalah: high return high risk; makin tinggi keuntungan, makin tinggi juga resiko. Karena itulah dana tersebut harus kita proyeksikan jangka panjang. Makin lama waktu kita invest, makin aman dan makin besar kemungkinan return yang kita terima. Menurut pakar investasi, dalam sepuluh tahun umumnya terjadi krisis hanya 2 tahunan. Sedangkan return investasi untuk equity fund di tempat mana pun rata-rata sekitar 14% per tahun.

Ketiga, buat ilustrasi aman, setidaknya pada posisi return 13% per tahun. Dengan melihat rata-rata return 14 %, maka posisi 13 % ini menempati posisi yang aman. Syukur kalau ternyata malah returnnya di atas itu. Berarti lebih untung kan?
Masih bingung? Pendek kata, sampaikan saja pada agen, buatkan ilustrasi yang terbaik. Terbaik ini adalah dengan premi yang kita bayarkan kita mendapatkan manfaat semaksimal mungkin, baik proteksi maupun sisi investasinya, sekaligus dengan mengantisipasi resiko yang mungkin terjadi.

Jadi intinya selama kita masih hidup, semua hal tentu ada kekurangan dan kelebihannya. Semua hal ada keuntungan dan ada resikonya. Maka pilihlah sesuatu sesuai dengan ukuran kemampuan kita, termasuk kesanggupan kita dalam menanggung resiko.

Jika butuh bantuan, silahkan hubungi saya:

Natanael

Bisnis Eksekutif Allianz Surabaya

HP 08113436830 / 081336549973

Pin BB: 54A7F03B

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s