Monthly Archives: July 2015

Hutang Ratusan Juta Belum Lunas, Tiba-tiba Terkena Musibah. Apa Solusinya?

Jika anda memiliki hutang di Bank ratusan juta, selama Anda sehat walafiat dan umur panjang barangkali tak ada masalah. Tapi bagaimana kalau tiba-tiba terjadi resiko? Sakit keras misalnya, kecelakaan, atau bahkan meninggal? Siapa yang akan membayarkan hutang itu? Apakah kita akan meninggalkan beban yang begitu besar pada anak istri? Lantas bagaimana solusinya?

Ada sesorang menuturkan kepada saya bahwa ia punya hutang 2,5 miliar di bank. Dia khawatir kalau terjadi apa-apa pada dirinya. Ia tak mau anak istrinya menanggung resiko. Akhirnya ia mencari-cari asuransi termurah dengan uang pertanggungan 3 miliar. Ia ubek-ubek beberapa perusahaan asuransi, ia banding-bandingkan, dan … ternyata yang termurah hanya di Allianz.

Yang bersangkutan usianya 43 tahun, dia mau premi 2 juta perbulan. Setelah saya coba buatkan ilustrasi ternyata masuk. Hanya dengan menabung/premi 2 juta perbulan ia bisa mendapatkan uang pertanggungan (UP) sebesar 2,5 miliar. Sangat murah. Itu sudah berikut rider payor benefit yang artinya jika sewaktu-waktu ia terserang salah satu 49 jenis penyakit kritis dan membuatnya tak mampu mencari nafkah maka ia bebas premi.

up-2-setengah-miliar

(ilustrasi diambil dari https://allianzindo.files.wordpress.com/2015/07/up-2-setengah-miliar.jpg)

ingin konsultasi hub: Natanael HP/WA 08113436830

Advertisements

Ingin Proteksi 1 Miliar, Tapi Uang Saya Cuma 300-an ….

A : Bro, saya mau asuransi yang bisa ngasih uang pertanggungan 1 miliar, tapi sekarang saya cuma megang duit 300-an ribu doang. Gimana dong?

Z : Tenang, gan, sekarang ada asuransi yang ngerti keinginan agan.

A : Apa tuh?

Z : Tapro Allisya.

A : Tapro Allisya? Itu asuransi murni apa unit link?

Z : Unit link.

A : Ogah ah, unit link mahal.

Z : Kata siapa?

A : Baca di internet.

Z : Memang sebagian ada betulnya, tapi tidak bisa disamaratakan.

A : Apa Tapro Allisya bisa ngasih UP 1 M biarpun uang saya sekarang cuma 300-an ribu?

Z : Bisa, gan. Berapa umur agan?

A : 30 tahun.

Z : Pekerjaan?

A : Staf administrasi.

Z : Merokok?

A : Enggak.

Z : Bagus. Agan cukup bayar 355 ribu.

A : 355 ribu? Dapat 1 miliar?

Z : Betul, gan.

A : Gak bisa 300 ribu aja? Hehehe, maklum, maunya gede tapi kemampuan minim.

Z : Yah, agan, ini udah paling murah.

A : 355 ribu itu per bulan kan?

Z : Yup.

A : Bulan depannya masih harus bayar lagi?

Z : Kalau agan masih butuh proteksi, ya bayar lagi. Tapi bulan depan ya urusan bulan depan. Asalkan agan bisa kerja dan sehat, uang 355 ribu bisa dicari lagi. Yang penting, secepatnya agan punya proteksi karena kejadian begitu gak bisa diprediksi.

A : 355 ribu sebulan, berarti setahun 4,26 juta. Tapi di perusahaan asuransi lain, saya pernah lihat ada yg bisa kasih premi lebih murah.

Z : Berapa?

A : Berapa ya… Kayaknya 3 jutaan deh setahun bisa dapat UP 1 miliar.

Z : Agan punya uang 3 juta gak?

A : Enggak.

Z : Ya terserah. Agan bisa nabung dulu sampe terkumpul 3 juta, baru ikut tuh asuransi.

A : Wah, kalau harus ngumpulin duit dulu, kayaknya gak jamin deh. Dari dulu pengen bisa nabung, eh uangnya kepake terus. Padahal saya butuh proteksinya sekarang.

Z : Hmmh, agan punya motor?

A : Punya. Kok nanya motor?

Z : Harganya berapa?

A : Kalau kontan sih 12 juta. Tapi saya bayarnya nyicil.

Z : Berapa waktu itu DP-nya?

A : Hehe, 500 ribu doang.

Z : Nah, itu dia. Sekarang 500 ribu udah bisa punya motor. Ini juga sama, 355 ribu udah dapat UP 1 M.

A : Hmmh, boleh juga sih. Di mana-mana, kalau nyicil jatuhnya emang lebih mahal. Kalau harus nunggu punya uang kontan, kapan punya “sesuatu”?

Z : Nah, betul itu. Makanya, Tapro Allisya itu produk asuransi yang paling ngerti keadaan kamu.

A : Hmmh. Boleh lihat ilustrasinya gak?

Z : Ini gan:

ilustrasi-up-1-m-usia-303

Pentingnya Asuransi Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu nikmat terbesar yang harus kita syukuri. Tetapi ada kalanya tanpa kita inginkan, kondisi kesehatan kita menurun/sakit. Untuk memulihkan kesehatan kita perlu berobat ke dokter.

Health InsuranceJika sampai sakit dan harus diopname, siapa yang akan menjadi penjamin untuk membayar tagihan rumah sakit di depan kasir Rumah Sakit nanti ? ada jaminan kantorkah? uang pribadi atau asuransi ?

Jika ada jaminan dari kantor itu artinya kantor menyediakan limit pengeluaran untuk fasilitas kesehatan karyawannya. Ada juga kantor yang memberikan fasilitas asuransi kesehatan grup. Tinggal di cek, dari fasilitas dari kantor ini kita dapat apa saja, coverage kesehatannya seperti apa dan untuk siapa saja manfaat askes itu diberikan. Jika fasilitas askes kantor sudah cukup memadai, kita tidak usah lagi membeli asuransi kesehatan pribadi.

Jika kita tidak memiliki jaminan dari kantor atau untuk sebagian dari kita yang profesinya sebagai self employee (wirausaha, seniman, dokter dll) maka perlu persiapkan fasilitas kesehatan sendiri. Caranya yaitu dengan memiliki dana darurat yang besar dan asuransi kesehatan. Bisa memanfaatkan BPJS atau asuransi swasta, pilihannya sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.

Banyak penyakit yang bisa sembuh dengan istirahat, minum obat-obatan yang bisa dibeli bebas atau rawat jalan. Tetapi jika dokter menyarankan kita untuk rawat inap, itu memerlukan dana yang cukup besar. Biaya rawat inap terdiri dari biaya kamar, makanan, dokter, obat dan perawatan, tindakan medis termasuk operasi, laboratorium dll.

Ketika memilih produk asuransi kesehatan, pertimbangkan beberapa hal. Tiap-tiap Rumah Sakit berbeda fasilitasnya. Rumah sakit premium tentu berbeda fasilitasnya dengan rumah sakit biasa. Cek standar biaya kamar RS per hari. Ini hal penting sebagai acuan awal. Jika askes yang kita punya memiliki cover kamar per hari Rp 250 rb, kita masuk kamar Rp 1 juta per hari, maka kelebihan biaya yang harus kita bayar diluar yang diganti/dibayar askes akan besar sekali.

Biaya opname itu yang mahal bukan kamarnya, tapi biaya ‘lain-lain’ seperti perawatan, obat, tindakan dokter dll. Biaya medis opname mengikuti biaya kamar. Makin tinggi harga kamar, biaya pun ikut naik. Pastikan mengerti coverage asuransi kesehatan kita. Perhatikan biaya kamar per hari, sistem inner limit/lainnya, kartu (cashless) atau reimburst.

Jangan tunggu sakit dulu baru mencari asuransi kesehatan. Semua orang harus punya asuransi kesehatan.. BPJS/jaminan kesehatan nasional memiliki service terbatas. Pelayanannya bersifat basic. Contoh kasus jika ada seseorang yang pusing-pusing misalnya, ada kemungkinan terjadi penyempitan pembuluh darah di otak. jika dia memiliki askes swasta bisa langsung melakukan pemeriksaan MRI, tapi jika dia menggunakan BPJS maka dilakukan pelayanan dasar dulu seperti cek darah, mengikuti saran/ petunjuk pelayanan BPJS yang berlaku. Bagi anda yang terbiasa mendapat pelayanan VIP di RS Swasta sepertinya akan ada penyesuaian atas kurang nyamannya fasilitas BPJS ini. Maka mau tidak mau anda harus double cover dengan asuransi swasta.

Untuk anda pekerja kantoran, pada umumnya kantor menyediakan fasilitas kesehatan. Tapi jika kantor anda tidak menyediakan asuransi kesehatan yang bagus atau tidak sesuai harapan, anda bisa melengkapi dengan askes sendiri. Nanti klaimnya sebagian-sebagian (koordinasi manfaat), tidak bisa double klaim. Untuk anda self employed harus membeli asuransi kesehatan sendiri. Untuk anda yang memiliki bisnis dengan sejumlah pekerja maka belilah asuransi kesehatan untuk sekantor. Belilah asuransi kesehatan sendiri Jika anda berencana berhenti dari pekerjaan, dan memutuskan untuk bekerja sendiri.

Untuk informasi awal, askes swasta bisa digunakan untuk rawat inap setelah melewati masa tunggu 30 hari untuk ‘sakit-sakit biasa’ seperti demam berdarah, tifus, usus buntu dll. Untuk ‘penyakit khusus’ seperti batu dalam ginjal, saluran kemih, saluran empedu, jantung dan pembuluh darah, katarak, penyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan yang memerlukan pembedahan, diabetes melitus, tuberkulosis dan komplikasinya, gangguan kelenjar tiroid, kelainan lemak dalam darah (contoh: kolesterol), gagal ginjal kronis dan terminal, hernia nucleus pulposus dan semua kasus hematologi masa tunggunya setelah 12 bulan baru bisa klaim.

Cukupkah dengan hanya memiliki Asuransi Kesehatan saja untuk melindungi dari berbagai macam penyakit? ternyata tidak. karena Asuransi Kesehatan sebagus apapun dan sebesar apapun limitnya, tidak memberikan uang tunai daam jumlah besar, sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami penyakit tertentu yang lebih berat yang tergolong critical Illness.

Jika seseorang terkena critical Illness, selama akibat sakit tersebut harus di rawat inap, itu bisa dicover askes. Perlu dipertimbangkan, untuk kondisi yang tergolong critical Illness (stroke, jantung, kanker, gagal ginjal kronis, terminal illness dll) selain biaya rawat inap ada biaya-biaya lain yang jumlahnya sangat besar.

Selengkapnya anda bisa baca di sini.

Oleh karena itu di Allianz ada produk rider yang khusus mengcover resiko akibat critical illness ini yaitu CI, CI + dan CI 100.

Beberapa pilihan Asuransi Kesehatan dari Allianz bisa anda baca di sini

saya membuka kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut terkait kebutuhan asuransi kesehatan anda dan keluarga.

contact Natanael Agen Allianz / HP 08113436830

Kerancuan istilah tentang Asuransi Pendidikan

Begitu saya baca artikel yang ditulis Pak Asep tentang kerancuan antara mempersiapkan dana pendidikan dengan asuransi, saya baru mengerti bahwa selama ini kita salah menafsirkan tentang definisi asuransi.

Suatu saat ada teman saya bertanya, “Pak, apa ada asuransi pendidikan untuk anak saya?”

Pertanyaan di atas harus kita definisikan dulu apa itu asuransi.

Asuransi = proteksi keuangan dari risiko yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diprediksi, dan butuh biaya besar.

Pendidikan = bukan risiko yang tidak diinginkan dan waktunya pun dapat diketahui. Soal biaya, besarnya relatif karena tergantung gaya hidup (kemampuan penghasilan).

Dana pendidikan tentunya perlu dipersiapkan. Tapi bukan melalui asuransi, melainkan investasi.

Asuransi dan investasi adalah dua hal yang berbeda bahkan bertolak belakang.

Asuransi bertujuan untuk melindungi uang yang kita miliki (dari hal-hal tidak terduga yang dapat menghabiskannya).

Investasi bertujuan untuk mengembangkan uang yang kita miliki (demi hal-hal yang dicita-citakan di masa depan).

Contoh hal-hal tidak terduga yang membutuhkan asuransi: rawat inap, sakit kritis, kecelakaan/cacat tetap, dan kematian. Semuanya tidak bisa diprediksi: waktu dan biayanya tidak bisa diketahui.

Contoh cita-cita di masa depan yang perlu dipersiapkan melalui investasi: pernikahan, beli rumah, beli kendaraan, rekreasi, pendidikan anak, pensiun, perjalanan ibadah. Semuanya bisa direncanakan: waktu dan biayanya bisa diperkirakan.

Jadi, bedakanlah antara asuransi dan investasi. Asuransi untuk proteksi, investasi untuk rencana-rencana masa depan anda.

Berinvestasilah untuk masa depan anda, dan pada saat yang sama asuransikan diri anda.

Penjelasan lebih detail tentang ini hubungi Natanael, HP 08113436830 []

Keunggulan Rider Critical Illness dari Tapro Allianz

image17

Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Tersedia 3 versi yaitu CI+ (Critical Illness, Klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun), CI (Critical Illness, Klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun), dan CI 100 (Critical Illness, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 100 tahun )

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga informasi ini bisa memberikan informasi tambahan bagi anda yang sedang memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.
Syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, untuk produk CI dan CI+, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal, maka ahli warisnya memperoleh 2 manfaat : UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia. Dengan catatan, sebelum meninggal dunia sempat menjalani diagnosa untuk mendapatkan bukti medis serangan jantung.

Untuk produk CI 100, ada syarat survival period 7 hari . Klaim penyakit kritis baru bisa diajukan jika survival period terlewati. Tapi keunggulan Allianz dibanding kompetitor, survival periodnya hanya 7 hari, paling singkat dibandingkan yang lain.
Klaim dapat diajukan begitu terdiagnosa memenuhi syarat kondisi kritis, tanpa harus menjalani pengobatan/operasi terlebih dahulu.

Beberapa penyakit kritis dapat ditunda jadwal operasinya. Nah, sebelum operasi dilakukan, klaim dapat diajukan asalkan kelengkapan syarat-syaratnya terpenuhi.
Menanggung kondisi cacat tetap total

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, ada tiga yang termasuk kategori cacat tetap total, yaitu : 1) Kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup. Apapun nama penyakitnya, asalkan memenuhi tiga kondisi ini, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.
Menanggung kondisi kritis yang disebabkan kecelakaan

Proteksi penyakit kritis dari Allianz tidak hanya bicara tentang kondisi kritis yang disebabkan oleh penyakit, tapi juga kondisi kritis yang disebabkan oleh kecelakaan, yaitu : 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup; 4) tuli; 5) bisu; 6)Trauma kepala serius ; 7) koma ; 8) Terminal Illness ; 9) Luka Bakar ; dan 10) Terputusnya akar-akar syara plexus brachialis. Selain itu, rusaknya organ-organ tubuh penting (seperti ginjal dan tulang belakang) juga dapat disebabkan oleh kecelakaan.
Menanggung Terminal Illness

Di antara datar 49 penyakit kritis dari Allianz, salah satunya Terminal Illness. Apapun nama penyakitnya, asalkan dokter telah mendiagnosa umur yang bersangkutan tidak melebihi 12 bulan, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.
Menanggung Transplantasi Organ Tubuh Penting

Kinerja organ-organ tubuh menjadi perhatian utama dalam rider Critical Illness Allianz. Organ tubuh seperti jantung, ginjal, pankreas, liver, paru-paru dan sumsung tulang merupakan penyangga kehidupan manusia. Memiliki proteksi yang dapat digunakan untuk membiayai penggantian organ-organ tersebut akan memberikan rasa aman yang diperlukan setiap orang
Premi dan biaya asuransinya murah

Di atas segala kelebihannya, harga adalah faktor yang sangat penting. Rider CI+ dari Allianz sangat murah, apalagi rider CI lebih murah lagi. Mulai dengan premi 300 ribu per bulan, seseorang pria dan wanita usia 30-an tahun dapat memiliki proteksi penyakit kritis sebesar 300 juta+proteksi jiwa 300 juta. Dan jika ingin proteksi sebesai 1 milyar (UP jiwa 1 milyar + penyakit kritis 1 milyar), preminya 1 juta saja per bulan. Biaya asuransinya pun relatif murah daripada produk sejenis di asuransi lain. Silahkan dicek sendiri.

Kesimpulan :

Dari berbagai keunggulan di atas, jelas bahwa rider critical Illness dari Allianz adalah produk yang serba meliputi, karena menanggung hampir semua kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia. Dia beririsan dengan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability) pada kondisi cacat total. Jadi, cukup dengan memiliki proteksi jiwa ditambah rider Critical Illness, maka proteksi dasar kita sudah tercukupi. Namun lebih baik lagi jika ditambah ADDB dan TPD, karena meski beririsan, ada juga perbedaannya dan ketiga produk ini tidak saling mengurangi.

Tabungan Proteksi Allianz untuk Melindungi Asset dan Bisnis

(Artikel ini saya ambil dari http://proteksisyariah.com/).

Pada suatu hari terjadi percakapan antara saya dan seorang pemilik warung makan padang langganan saya seperti berikut ini :

” Saya punya banyak asset, saya juga punya bisnis warung makan yang cukup menghidupi keluarga . Saya rasa asuransi tidak penting untuk saya. Investasi di asuransi tidak menguntungkan buat saya.”

” Wah pak, saya setuju sekali dengan pendapat bapak. Kalau saya boleh tahu, untuk apa bapak punya asset ?” tanya saya

“Ya untuk jaga-jaga supaya kalau saya butuh dana darurat saya bisa jual asset property saya, selain itu harga property kan selalu naik, bisa juga dinikmati keluarga.”

“betul sekali, pak. Investasi Bapak bagus sekali, saya yakin Bapak sayang keluarga bapak. Sebetulnya saya ingin sharing tentang pentingnya memproteksi asset yang Bapak punya, saya tidak menawarkan investasi di Allianz. Bisnis&Asset yang selama ini bapak miliki untuk jadi sumber penghasilan bapak sekeluarga, sayang sekali kalau sampai harus dikorbankan jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada Bapak. Tabungan Bapak di bank juga untuk keperluan Bapak dan keluarga. Asuransi berfungsi menjaga asset dan bisnis Bapak supaya bisa terus menghasilkan, dan asset property bapak bisa berlipat ganda nilainya. Semua sudah ada peran masing-masing.

Kita sering dengar ada orang yang jual asset karena butuh uang segera. Mereka jual assetnya secara cepat sehingga yang ada bukan untung yang didapat, tapi rugi karena dijual BU (Butuh Uang), malah kalau ditawar setengah harga bisa disetujui transaksinya karena kondisi butuh uang segera tadi. Nilai investasi yang harusnya menjadi ‘nilai tambah’ malah jadi ‘minus’ atau pas-pasan, fungsinya jadi bukan untuk dinikmati keluarga lagi.”

“Tapi saya sudah ada asuransi kesehatan di perusahaan A”

“Bagus, Pak” ujar saya. “berarti urusan RS Bapak sudah beres, sudah ada solusinya. Sayangnya, asuransi kesehatan Rawat Inap saja tidak cukup. Saya belum pernah dengar ada kartu rawat inap yang bisa dipakai untuk bayar sekolah anak atau bayar cicilan/utang secara tunai. Karena tugas kartu rawat inap adalah bantu Bapak di RS, bukan untuk membayar biaya hidup Bapak. Kalau ada situasi yang memaksa Bapak tidak bisa bekerja misalkan 1 tahun, Bapak tetap butuh UANG TUNAI kan pak ? Lalu darimana uangnya ? kalau jawaban Bapak adalah jual asset, balik pembicaraan ke awal tadi mengenai fungsi asset Bapak.

Itulah fungsinya Tapro Allianz. Tapro Allianz bisa berikan UANG CASH yang bisa bantu membiayai hidup sehari-hari, cicilan/utang, biaya sekolah anak dll sehingga asset Bapak tidak terganggu jika Bapak di situasi dan kondisi dimana Bapak tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan…”

“Bagus juga ya.. ternyata ada asuransi yang seperti ini, oke berapa premi perbulannya ?”

Kami menghitung kebutuhan asuransinya bersama-sama.. termasuk utang-utang yang ingin di back up Tapro Allianz. Jika suatu saat terjadi sesuatu, beliau tidak  mauhutang piutang bisnisnya menjadi beban keluarga yang ditinggalkan.

Saya buatkan ilustrasi seperti di bawah untuk beliau.

image34

Apa Fungsi Investasi pada Unit Link

1. Membayar biaya-biaya asuransi

Ini adalah fungsi dasar dari unsur investasi pada unit link. Biaya-biaya asuransi unit link meliputi biaya akuisisi (dikenakan di 5 tahun pertama), administrasi, tabarru atau cost of insurance, dan biaya pengelolaan investasi.

2. Membuat premi menjadi flat

Pada unit link, pada awalnya kita membayar premi lebih besar dari biaya-biaya asuransinya. Tapi hal ini akan meringankan kita di masa depan, karena nilai investasi yang terbentuk akan membayari biaya-biaya asuransi sehingga premi menjadi flat (tetap, tidak naik) sampai akhir masa kontrak. (Contoh penggunaan fungsi ini bisa dilihat di 355 Ribu Per Bulan Dapat UP 1 M, Mau?)

3. Memperpendek masa pembayaran premi

Dengan adanya unsur investasi yang berfungsi membayari biaya-biaya asuransi, maka masa pembayaran pun bisa menjadi lebih pendek. Dengan pengaturan premi dasar dan top up yang tepat, masa bayar unit link bisa direncanakan agar cukup 10 tahun. Seterusnya proteksi akan terus berjalan bersamaan dengan berkembangnya nilai investasi.

4. Mengembangkan dana

Selayaknya investasi lainnya, investasi pada unit link pun merupakan satu bentuk pengembangan dana agar tumbuh berlipat ganda dari modal awal. Jika unit link ditujukan untuk mengembangkan dana, maka alokasi premi top up harus diperbesar.