Monthly Archives: August 2015

Cara Agar Klaim Asuransi Diterima

klaim-diterimaBagaimana caranya supaya klaim asuransi kita bisa diterima oleh perusahaan asuransi. Mari kita simak penjelasan berikut ini.

1. Selalu setor premi tepat waktu (Disiplin)

Usahakan agar selalu setor premi asuransi tepat waktu. Kalaupun telat setor, usahakan agar tidak lebih dari 30 hari setelah jatuh tempo. Karena dengan membayar premi tepat waktu, maka akan membuat Polis anda selalu aktif. Akan lebih baik kalau premi anda dibayarkan dengan cara autodebet dari rekening tabungan atau autodebet kartu kredit anda setiap bulannya. Ini bisa membantu anda terhindar dari lupa setor premi.

2. Jangan pernah cairkan nilai tunai yang terbentuk

Saya selalu menyarankan kepada nasabah ataupun calon nasabah saya agar tidak pernah mencairkan nilai tunai yang terbentuk dari asuransi mereka, terkecuali dalam keadaan yang sangat mendesak sekali dan diharapkan jangan mencairkan seluruh nilai tunainya. Karena fungsi sebenarnya dari nilai tunai tersebut adalah sebagai dana cadangan yang “membantu” anda dalam membayar biaya asuransi ke depan. Selain itu fungsi dari nilai tunai yang terbentuk tersebut adalah membayarkan premi anda ketika anda sedang Cuti premi. Jika anda mencairkan nilai tunai yang terbentuk, maka lama kelamaan Polis anda akanlapse dikarenakan nilai tunai yang ada sudah tidak mencukupi untuk “membantu” anda dalam membayarkan biaya asuransi anda, kecuali anda melakukan top up.

3. Pelajari dan pahami isi Polis asuransi

Anda sebagai pemegang polis sangat disarankan untuk mempelajari dan memahami isi Polis asuransi anda. Pelajari setiap ketentuan yang ada mulai dari kriteria keadaan yang dicover oleh perusahaan asuransi, keadaan seperti apa saja yang dijadikan pengecualian oleh perusahaan asuransi, masa tunggu manfaat yang ada, syarat-syarat atau dokumen-dokumen kelengkapan dalam pengajuan klaim asuransi. Jika ada yang kurang paham dalam isi Polis asuransi, tanyakan kepada agen asuransi anda.

Tapi pada kenyataannya rata-rata nasabah asuransi tidak mau repot dan sesuatu hal yang tidak mungkin untuk membaca seluruh isi Polis asuransi. Dikarenakan setiap orang berbeda-beda tipenya dan kesibukannya. Saran saya, setidaknya anda mengetahui dan memahami  tiap manfaat yang anda ambil saat diawal penjelasan dan kesepakatan dengan agen (paling tidak baca di halaman depan Polis asuransi, agar mengetahui manfaat apa saja yang diambil). Lalu pelajari dibagian pengeculian, karena pengecualian penting agar kita mengetahui hal apa saja yang ditolak oleh perusahaan asuransi. Untuk klaim asuransi, persiapkan seluruh bukti klaim yang ada dan sudah dilengkapi dokumen-dokumen yang perlu diisi dan ajukan klaim asuransi segera, jangan ditunda-tunda apalagi ditunda terlalu lama.

4. Memberi keterangan yang jujur ketika isi form pengajuan asuransi

Jangan pernah memberi keterangan tidak jujur disaat pengisian data untuk mengajukan asuransi anda, terutama untuk data riwayat kesehatan anda. Apabila anda memang ada riwayat penyakit sebelumnya, sangat dimohonkan untuk diisi riwayatnya bukan disembunyikan. Karena dengan menjawab seluruh pertanyaan secara jujur, maka perusahaan asuransi sudah mengetahui diri anda sejak awal. Dan biasanya jika misalnya anda memiliki riwayat suatu penyakit, perusahaan asuransi biasa meminta untuk melakukan medical check up/tidak perlu, dan juga ada kemungkinan premi yang mesti disetorkan akan naik dibandingkan dengan orang yang sehat/tidak ada riwayat penyakit (kenaikan premi ditentukan oleh perusahaan asuransi dan akan diberitahu sebelumnya). Atau bahkan ada juga kasus dimana perusahaan asuransi menerima permohonan asuransi seseorang, namun ada beberapa point dalam Polis asuransi yang tidak dicover atau dijadikan pengecualian oleh perusahaan asuransi.

Terima kasih.

Advertisements

Mengenai 49 Penyakit Kritis yang dicover Allianz Life

masalahRider penyakit kritis adalah manfaat tambahan yang diberikan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis. Untuk daftar penyakit yang termasuk dalam 49 penyakit kritis, silakan lihat di bawah.

B. Masa perlindungan

  • Sampai dengan tertanggung berusia 70 tahun.

C. Uang pertanggungan

  • Minimum 8 juta, maksimum 2 Miliar atau sama dengan UP dasar.
  • Untuk anak-anak, maksimum 500 juta.

D. Usia masuk tertanggung

  • Anak-anak mulai dari 1 tahun sampai dengan 17 tahun.
  • Dewasa mulai dari 18 tahun sampai dengan 64 tahun.

E. Jenis Rider Penyakit Kritis

  • CI: Klaim mengurangi UP dasar, masa perlindungan sampai dengan usia 85 tahun
  • CI+: Klaim tidak mengurangi UP dasar, masa perlindungan sampai dengan usia 70 tahun.

F. Masa tunggu (perioder eliminasi)

  • 90 hari dari tanggal berlaku polis.

G. Kelebihan

  • Tanpa syarat masa bertahan hidup (survival period)
  • Klaim dapat di ajukan begitu terdiagnosa, tanpa harus perawatan terlebih dahulu
  • Menanggung cacat tetap total
  • Menanggung terminal illness.

H. Pengecualian

  • Segala penyakit yang timbul dari luka yang dilakukan secara sengaja, contoh percobaan bunuh diri.
  • Segala penyakit yang disebabkan oleh AIDS, langsung maupun tidak langsung.
  • Segala penyakit bawaan sejak lahir.
  • Penyakit kritis yang didiagnosa sebelum polis berlaku, atau didiagnosa dalam periode eliminasi.

I. Daftar 49 Penyakit Kritis

1. Serangan jantung pertama
2. Stroke
3. Operasi jantung koroner
4. Operasi penggantian katup jantung
5. Kanker
6. Gagal ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple sclerosis
9. Transplantasi organ vital tubuh
10. Penyakit alzheimer/gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit parkinson
13. Terminal illness
14. Penyakit paru-paru kronis/tahap akhir
15. Penyakit hati kronis
16. Penyakit motor neuron
17. Muscular dystrophy
18. Anemia aplastis
19. Operasi pembuluh aorta
20. Hepatitis fulminant
21. Pulmonary arterial hypertension primer
22. Meningitis bakteri
23. Tumor otak jinak
24. Radang otak
25. Luka bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma kepala serius
28. Apallic syndrome
29. Penyakit jantung koroner lain yang serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk penyakit jantung koroner
31. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus)
32. HIV yang didapatkan melalui transfusi darah dan pekerjaan
33. Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran)
34. Bisu (kehilangan kemampuan bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit kista medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan
40. Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis
41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
42. Operasi scoliosis idiopatik
43. Pankreatitis menahun yang berulang
44. Penyakit kaki gajah kronis
45. Hilangnya kemandirian hidup
46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
47. Rheumatoid arthritis berat
48. Colitis ulterative berat (cronh’s disease)
49. Penyakit kawasaki yang mengakibatkan komplikasi pada jantung

Info lebih lanjut

Natanael, HP 08113436830 sms/WA

Setengah Pasien Kanker di Asia Tenggara Bangkrut

imageFirdaus Anwar – detikHealth

Nusa Dua, Bali, Kanker adalah penyakit tak menular yang jumlah pengidapnya semakin meningkat tiap tahun. Bila tak ada upaya pencegahan, maka beban sosial ekonomi akan semakin menumpuk juga.

Pengobatakan berbagai kanker dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi memakan biaya yang tak sedikit. Sebuah studi yang dilakukan oleh ASEAN Cost in Oncology (ACTION) menguji biaya yang dikeluarkan 9.513 orang pengidap kanker di delapan negara termasuk Indonesia dan menemukan hampir 50 persen mengalami kebangkrutan atau masalah finansial setelah menjalani pengobatan selama 12 bulan.

Salah seorang peneliti yang terlibat dalam studi, Mark Woodward dari George Institute of Global Health mengatakan parahnya lagi pengidap sering kali adalah pencari nafkah dalam keluarga. Alhasil seluruh kesejahteraan keluarga juga akan terpengaruh karena pengidap sangat bergantung pada bantuan.

“Mereka tak punya kemampuan untuk membayar utang atau dokter. Ada bencana finansial karena rata-rata pengeluaran untuk kesehatan bisa melebihi 30 persen dari pemasukkan,” papar Mark ketika ditemui pada konferensi media di Westin Hotels & Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (20/8/2015).

Mark menjelaskan dari pasien sebagian besar datang dan menjalani pengobatan medis pada stadium empat, tingkatan terakhir kanker. Akibatnya dalam waktu pengobatan setahun, 30 persen responden meninggal. Hanya sedikit yang bisa selamat lebih dari setahun tanpa disertai dengan kesulitan finansial.

“Perlu ada tindakan darurat untuk melindungi orang-orang dari beban finansial penyakit ini,” lanjut Mark.

Deteksi dini berkualitas adalah solusi yang diajukan studi untuk pemerintah negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penyebab beratnya beban sosial ekonomi dari kanker ini adalah karena kerap penyakit baru ditemukan pada stadium lanjut sehingga pasien lebih membutuhkan perawatan dan kemungkinan selamatnya juga lebih kecil.

Mari kita renungkan…

Masalah biaya pengobatan sakit kritis ini adalah masalah bersama. Selain membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, juga kehilangan penghasilan karena tidak bisa bekerja optimal lagi. Saya tidak hiperbolik.. bolehlah sekali-kali kita survey biaya pengobatan untuk penyakit-penyakit yang tergolong berat itu.

Bagi yang sudah memiliki aset cukup banyak, bisa saja menjual asetnya untuk biaya pengobatan. itupun, sering kali pasien tidak mau mengorbankan aset yang dimiliki karena memikirkan masa depan keluarganya, berat kan menjual rumah satu-satunya yang jadi tempat berteduh keluarga ? atau mengorbanan dana pendidikan anak yang dikumpulkan sekian lama untuk dipakai biaya hidup/biaya berobat ? akhirnya banyak yang pasrah dengan penyakitnya itu.

Beberapa kali saya temukan orang tidak mau mengobati penyakitnya karena ketiadaan biaya, juga beberapa kali ada keluarga yang akhirnya pasrah membiarkan keadaan pasien karena keluarga tidak mampu menyediakan biaya pengobatan yang layak. menyedihkan..

Seandainya .. kita, atau saudara kandung kita yang mengalami kondisi seperti itu, mampukah kita membantu mereka ? membantu biaya pengobatannya, membantu biaya hidup keluarganya ? bukankah tuntunan agama menyuruh kita melakukan itu ?dan mampukah mereka membantu kita jika kita sendiri yang mengalaminya ? (silahkan bayangkan bagaimana keadaan finansial keluarga besar kita masing-masing…adakah yang bisa kita andalkan, jika ada, maukah mereka ikut menanggung beban kita ?)

Masyarakat kita masih kental dengan semangat tolong menolong. Jika ada yang terkena musibah, biasanya spontanitas kita bantu dengan mengumpulkan sumbangan alakadarnya. Di masyarakat kita pasti kita akan saling bantu, tapi berapa banyak kita bisa mengandalkan keluarga besar kita ? teman dan sahabat kita ? bantuan itu terbatas pastinya. Beban yang berat yang ditanggung oleh beberapa orang saja tentu akan terasa berat.

perlu ada suatu mekanisme tolong menolong dengan cara lain.

mengapa kita tidak saling bantu untuk lingkup kepesertaan yang lebih besar dengan berasuransi ? ‘Saweran’ yang kita berikan mampu menolong orang lain, juga mampu menolong kita ketika kita sendiri yang terkena musibah. kalau jumlah peserta ‘sawerannya’ banyak, tentu jumlah sawerannya jadi ringan, ya kan ? itu inti dari asuransi syariah sebenarnya.

ditulis ulang dari :

http://proteksisyariah.com

85% Keluarga Bangkrut karena Kanker

85% pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker.

Demikian kesimpulan dari studi awal Fase II ASEAN Costs in Oncology pada tahun 2011.

Tahun terus berlalu, namun statistik yang ditunjukkan saat ini bisa jadi tidak jauh berbeda.

Data diatas menjadi indikasi bahwa kanker dan penyakit kritis lain berpotensi membuat ekonomi keluarga menjadi goyah bahkan tumbang.

Sebagai contoh, saat terdapat satu anggota keluarga menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, keluarga yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut.

Biaya Perawatan Penyakit Kritis

Sebagai gambaran tingginya biaya perawatan dan pengobatan penyakit kritis, berikut adalah informasi dari berbagai sumber:

– Biaya operasi ByPass jantung: 250 juta rupiah.

– Biaya cuci darah akibat gagal ginjal: 550 ribu – 1 juta rupiah per sesi.

– Biaya kemoterapi untuk pengobatan kanker: 3 juta – 10 juta per sesi.

Solusi

Solusi paling efektif untuk mengatasi bencana finansial atas kemungkinan timbulnya penyakit kritis adalah dengan memiliki proteksi kesehatan penyakit kritis.

Tujuan polis ini adalah untuk memberikan sejumlah uang ‘lump sum’ saat seseorang terdiagnosis penyakit kritis tertentu yang bisa digunakan untuk membiayai perawatan dan pengobatan.

CI 100 dari Allianz

Allianz CI100 (online)_protekita

Critical Ilness 100 atau CI 100 merupakan rider penyakit kritis dari asuransi jiwa Allianz.

CI 100 Memberikan manfaat uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 100 penyakit kritis.

Pertanyaan & Informasi

Untuk pertanyaan dan informasi lebih jauh, silahkan menghubungi kontak berikut:

Natanael Allianz

HP/WA 08113436830

Sayangilah Keluargamu Selagi Engkau Jaya

Jika suatu hari kau sakit atau tiba-tiba meninggal dunia karena kelelahan bekerja, apa yang harus kamu lakukan untuk keluargamu?

Motto Chairul Tanjung di bawah ini sangat menyentuh dan membuka semua rencana kita setiap menit kedepan.

chairul-tanjung-tentang-pentingnya-menyayangi-keluarga

Tabungan Asuransi Biaya Haji (Allianz Tasbih)

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima. Karena itu menjadi kewajiban setiap muslim untuk melaksanakannya.

Untuk menunaikan ibadah haji diperlukan kemampuan baik fisik, mental, maupun finansial. Karena adanya syarat kemampuan inilah, kebanyakan kaum Muslim merasa ibadah haji bukan atau belum menjadi kewajiban.

Padahal sesungguhnya kemampuan bisa diusahakan. Yang penting punya niat yang kuat, Tuhan pasti menunjukkan jalan.

untuk mewujudkan niat mulia anda, pada bulan Agustus 2015 Allianz meluncurkan program TASBIH atau Tabungan Asuransi Biaya Haji.

Program TASBIH memberikan manfaat tabungan untuk merealisasikan niat ibadah haji setiap Muslim, juga memberikan manfaat proteksi jiwa dan evakuasi medis yang memberikan ketenangan bagi peserta dan keluarganya.

Keunggulan TASBIH

  1. Adanya kepastian dana untuk pendaftaran haji.
  2. Dilengkapi perlindungan jiwa dengan UP 100%, dan 200% UP jika meninggal selama melaksanakan ibadah haji.
  3. Bonus 1 tahun masa perlindungan asuransi.
  4. Dana tabungan dan asuransi dikelola secara syariah.
  5. Rendah risiko, tidak perlu khawatir dengan gejolak yang terjadi di pasar, karena diinvestasikan di instrumen rendah risiko seperti sukuk dan deposito syariah.

Manfaat Produk

  1. Dana tahapan haji. Tahap pertama diberikan sebesar 50% UP di akhir masa pembayaran premi. Tahap kedua diberikan 10 tahun setelah berakhirnya masa pembayaran premi sebesar saldo yang terakumulasi (jumlahnya tidak dijamin, tergantung kinerja investasi).
  2. Perlindungan jiwa. Sebesar 100% UP jika peserta meninggal pada saat bukan melaksanakan ibadah haji. Sebesar 200% UP jika meninggal saat melaksanakan ibadah haji.
  3. Evakuasi medis dan repatriasi darurat. Apabila tertanggung mengalami kecelakaan atau terkena sakit selama bepergian jauh, diperkuat dengan penilaian medis dari Allianz, apabila fasilitas media tidak bisa melakukan penanganan pasien, maka penyedia evakuasi (Blue Dot) akan memindahkan pasien ke tempat fasilitas medis lainnya (termasuk yang lebih jauh) atau ke rumah (selama berada di area regional tempat tinggal).

Ketentuan Produk

Jenis produk Tradisional endowment (dwiguna): tabungan + asuransi
Usia masuk 1 tahun sd 55 tahun
Pilihan masa pembayaran premi 5, 10, 15 tahun
Masa perlindungan asuransi Masa pembayaran + 11 tahun.
Minimum dan maksimum UP Minimum 50 juta, maksimum tidak dibatasi.
Surplus underwriting (apabila ada) 60% untuk peserta20% untuk perusahaan

20% untuk dana tabarru

Frekuensi pembayaran premi Kuartalan, semesteran, atau tahunan
Cara pembayaran premi Transfer, autodebet rekening (BCA, BRI, Mandiri), atau kartu kredit (Visa, Master)

Biaya-biaya

  1. Biaya akuisisi dan pemeliharaan

Masa pembayaran premi 5 tahun: 67% (tahun 1) dan 40% (tahun 2)

Masa pembayaran premi 10 tahun:74% (tahun 1), 45% (tahun 2), 30% (tahun 3), 20% (tahun 4), dan 5% (tahun 5)

Masa pembayaran premi 15 tahun: 80% (tahun 1), 60% (tahun 2), 50% (tahun 3), 30% (tahun 4), 20% (tahun 5), 10% (tahun 6), 7% (tahun 7), dan 5% (tahun 8)

  1. Biaya pengelolaan risiko: 50% dari iuran tabarru

Kemudian jika polis ditebus (ditutup) di masa pembayaran premi, dikenakan biaya penebusan sebesar 5% dari saldo tabungan. Dan jika ditutup setelah masa pembayaran premi serta sebelum penyerahan dana tahapan kedua, dikenakan biaya penebusan sebesar 2% dari saldo tabungan.

Simulasi TASBIH

Pak CH usia 30 tahun mulai memiliki niat ibadah haji di masa depan dan memberikan perlindungan finansial kepada istri dan anak-anaknya. Dia mengikuti program TASBIH dengan menabung Rp. 4,1 juta selama 10 tahun untuk mendapatkan santunan asuransi (uang pertanggungan) 50 juta.

Maka manfaat yang dimiliki Pak CH adalah:

  1. Manfaat Dana Haji
2. Manfaat Perlindungan
Tahapan Dana 1: 50% dari Santunan Asuransi 25.000.000 1. 100% UP jika meninggal dunia + saldo tabungan yang telah terbentuk.
Tahapan Dana 2: Sisa saldo tabungan yang telah terbentuk * 25.569.414 2. 200% UP jika meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji + saldo tabungan yang telah terbentuk
Total 50.560.414 3. Evakuasi medis dan repatriasi darurat

Catatan: Saldo tabungan tidak dijamin. Jumlahnya tergantung kinerja investasi.

Gambaran Tabel Premi TASBIH

Tabel Premi Tasbih

Tabel Premi Tasbih untuk Perempuan

Pentingnya Rider Pembebasan Premi pada Polis Asuransi Jiwa

Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit memberikan pembebasan premi jika pemegang polis mengalami Penyakit Kritis (Critical Illness [CI]) atau Cacat Tetap Total (Total Permanent Disability [TPD]). Ada yang membebaskan premi dari CI saja, atau TPD saja, ada juga yang dari kedua-duanya.

Perbedaan Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit

Perbedaan rider Waiver of Premium pada asuransi jiwa tradisional dan rider Payor Benefit pada unit-link ada dua:

Pertama, Waiver of Premium memberikan pembebasan premi sesuai dengan masa pembayaran premi dari polis dasarnya. Jika polis dasarnya berjangka waktu pembayaran 10 tahun, maka manfaat Waiver pun berlaku selama 10 tahun. Misalnya terjadi TPD di tahun ke-5, maka nasabah dibebaskan dari membayar premi mulai tahun ke-6 sd tahun ke-10.

Payor Benefit memberikan pembebasan premi sampai usia tertentu, biasanya sampai usia pemegang polis 65 tahun. Walaupun masa pembayaran premi direncanakan hanya 10 tahun, pembebasan premi tetap sampai usia 65 tahun. Misalnya nasabah usia 30 tahun, terkena TPD tahun kelima (usia 35 tahun), maka ia mendapatkan pembebasan premi sampai usianya 65 tahun.

Kedua, Waiver of Premium memberikan pembebasan dalam bentuk berhenti bayar premi, sedangkan Payor Benefit memberikan pembebasan dalam bentuk premi dibayarkan oleh perusahaan. Jika sebelumnya nasabah yang menyetor premi, setelah Payor Benefit berlaku, ganti perusahaan asuransi yang menyetor premi. Premi yang disetorkan perusahaan akan menjadi nilai investasi pada unit-link nasabah, dan nasabah boleh saja mengambil nilai investasi tersebut.

Dengan kata lain, pada Waiver of Premium, nasabah mendapatkan polis secara gratis, sedangkan pada Payor Benefit, nasabah mendapatkan uang tunai sebesar premi, adapun biaya-biaya polisnya tetap harus bayar dengan cara dipotong dari nilai investasi.

Pentingnya Rider Pembebasan Premi.

Jika seseorang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total, menurut anda apakah yang ia butuhkan?

Penyakit kritis membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan perawatan. Apa yang dibutuhkan di sini? Uang tunai yang besar. Penyakit kritis juga bisa menimbulkan kehilangan kemampuan produktif, berarti uang tunai yang besar itu juga harus ada lebihnya untuk biaya hidup.

Cacat tetap total atau lumpuh menimbulkan kehilangan kemampuan produktif alias tidak bisa bekerja lagi. Apa yang orang butuhkan saat ini? Tidak lain adalah uang tunai yang besar untuk menggantikan penghasilan, di mana penghasilan ini diperlukan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan lainnya.

Rider pembebasan premi berfungsi melindungi polis dari lapse karena ketidakmampuan bayar. Sedangkan untuk biaya sakit kritis atau cacatnya sendiri tidak menyediakan. Oleh karena itu, polis asuransi jiwa yang anda miliki sebaiknya dilengkapi pula dengan manfaat yang memberikan perlindungan berbentuk uang tunai dari risiko sakit kritis dan cacat tetap total.

Perlindungan terhadap penghasilan karena ketidakmampuan total diperoleh jika seseorang mengambil rider TPD (Total Permanent Disability). Sedangkan perlindungan terhadap biaya pengobatan yang mahal akibat penyakit kritis, dan juga terhadap kehilangan penghasilan yang mungkin disebabkannya, disediakan melalui rider CI (Critical Illness).

Dengan kata lain, rider pembebasan premi (Payor Benefit) menempati prioritas yang lebih rendah setelah rider cacat tetap total (TPD) dan rider penyakit kritis (CI).

Penawaran standar yang saya berikan ke calon nasabah melalui produk Tapro Allisya adalah:

  1. Asuransi Dasar (proteksi meninggal dunia)
  2. CI (proteksi penyakit kritis). Di Tapro Allisya ada rider CI+ (49 CI) dan CI100 (100 kondisi kritis sejak tahap awal).
  3. ADDB (proteksi cacat/meninggal karena kecelakaan)
  4. TPD (proteksi cacat tetap total)
  5. Payor Benefit (pembebasan premi)

Jika uang tak masalah, saya sarankan untuk mengambil semuanya. Tapi jika anggaran terbatas, ambil proteksi sesuai urutan di atas.

Contoh penawaran standar bisa dilihat di link berikut:

  1. 600 Ribu Per Bulan Dapat Total UP 2,5 Miliar.
  2. 1 Juta Per Bulan Dapat Total UP 4 Miliar

info lebih detail: hubungi

Natanael Allianz

HP 08113436830 (WA/SMA/TLP)

email: natanael.albertus@gmail.com