Monthly Archives: October 2015

Uang Pertanggungan 1,6 Milyar Tanpa Cek Medis Premi Hanya 875rb Per Bulan

Mulai Januari 2015, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes  Medis baru yang memungkinkan nasabah usia 40 tahun ke bawah tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengambil UP (uang pertanggungan) jiwa tidak melebihi 1,6 Milyar. Sebelumnya, batasan non medical test adalah UP jiwa 1,2 milyar. Ketentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit. Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP-nya.

Apa keuntungannya untuk calon nasabah dengan ketentuan baru ini ? kenaikan batasan non-medical ini tentunya makin memudahkan calon nasabah untuk memperoleh UP yang besar di polis Allianz. Hal ini menegaskan ciri khas Allianz sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memberikan UP besar kepada para nasabahnya dengan premi relatif rendah.

Selengkapnya tabel medical baru asuransi jiwa Allianz dapat dilihat di Tabel Medis di bawah ini :

image

image

image

Contoh ilustrasi non-medical untuk Polis Tapro Allisya Protection Plus dengan UP 1,6 M pria sehat berusia 40 tahun.

Ilustrasi Manfaat UP Jiwa 1,6 Milyar tanpa rider

image

Keterangan :

  1. Jika meninggal dunia sebelum mencapai usia 70 tahun, ahli waris memperoleh santunan 1,6 Milyar
  2. Jika meninggal dunia setelah usia 70 tahun dan sebelum usia 100 tahun, ahli waris memperoleh 600 juta

Premi 875 ribu perbulan, manaat UP 1,6 Milyar untuk pria 40 tahun (jika anda harus mengumpulkan sendiri untuk menyiapkan warisan sebesar 1,6 milyar kepada keluarga yang anda sayangi, dengan dana 875ribu tiap bulan akan butuh waktu >1.800 bulan atau sekitar 150 tahun ).

Ilustrasi Manfaat UP Jiwa 1,6 Milyar dengan Rider ADDB, TPD, CI 100 dan Payor Benefit

image

Keterangan :

  1. Jika meninggal dunia sebelum usia 100 tahun, ahli waris memperoleh 1,6 M (UP dasar)
  2. Jika meninggal dunia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, ahli waris memperoleh 3,2 miliar. Ini adalah manfaat UP dasar+rider ADDB.
  3. Jika mengalami kecelakaan yang menimbulkan cacat tetap sebelum usia 65 tahun, diperoleh maksimal sebesar 1,6 miliar (tergantung persentase cacat). (Rider ADDB)
  4. Jika mengalami cacat tetap total (dua tangan, dua kaki, dua mata atau kombinasi atau kehilangan kemandirian hidup), diperoleh 1,6 Milyar (Rider TPD).
  5. Jika mengalami 1 dari 100 kondisi penyakit kritis sebelum usia 100 tahun, diperoleeh maksimal 1,6 milyar, tergantung tahapan penyakitnya (Rider CI 100)
  6. Tersedia fasilitas bebas premi jika penyakit kritis dialami di tahap lanjut atau cacat tetap total. (rider payor benefit)

Premi 3,2 juta per bulan, total manfaat proteksi lebih dari 6,4 milyar, untuk pria 40 tahun. (jika anda harus mengumpulkan sendiri uang 6,4 milyar dengan nabung 3,2 juta per bulan, butuh waktu 2000 bulan atau 160 tahun )

Advertisements

Asuransi Nilai Utamanya Proteksi bukan Investasi

Asuransi itu proteksi, bukan investasi. Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya). Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya. Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi (tabarru) akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

  1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

  1. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu. Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

  1. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

  1. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap. Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

  1. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain. Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

  1. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.

Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

No Komponen Biaya Unit-link Reksadana
1 Biaya administrasi bulanan Ada, kisaran 20-40 ribu per bulan Tidak ada
2 Biaya akuisisi Ada dan sangat besar Tidak ada
3 Biaya asuransi (tabarru) Ada dan sangat besar Tidak ada
4 Biaya top up (penyetoran, pembelian) Ada, antara 2-5% Ada, antara 0-3%
5 Biaya penarikan dana Umumnya tidak ada Ada, sekitar 1%
6 Biaya pengelolaan investasi Ada, sekitar 1-2% per tahun Ada, sekitar 1-2% per tahun
7 Biaya bank kustodian Tidak ada Ada, sekitar 0,2-0,25% per tahun
8 Biaya pengalihan dana (switching) Umumnya tidak ada, atau baru ada jika lebih dari 4 kali swicthing dalam setahun, dengan besar sekitar 1%. Ada, antara 0-1%
9 Biaya pajak pertambahan nilai Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama. Jarang terjadi karena unit-link premi berkala tidak akan untung di 3 tahun pertama. Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama

Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link. Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk? [diambil dari asepsopyan, myallisya.com]

Golongan Darah Ada Kaitannya dengan Penyakit Jantung?

Orang dengan golongan darah tertentu memiliki kecenderungan memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit tertentu, seperti serangan jantung. Lalu, golongan darah yang seperti apa?

Perbedaan golongan darah ternyata tidak hanya dirasakan saat akan melakukan tranfusi darah. Lebih dari itu, golongan darah yang berbeda ternyata berkaitan dengan risiko mengalami penyakit tertentu. Ahli Epidemiologi dari National Institute of Health (NIH), AS, menemukan bila orang dengan golongan darah tertentu memiliki kecenderungan memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal karena penyakit tertentu, seperti serangan jantung. Lalu, golongan darah yang seperti apa?

Studi terbaru yang diakukan oleh NIH berhasil mengungkapkan bila orang dengan golongan darah A, AB dan B memiliki kemungkinan mengalami 5 jenis penyakit jantung. Hal tersebut bila dibandingkan dengan orang yang memiliki golongan darah O. Selain itu, harapan hidup orang bergolongan darah O juga lebih tinggi bila dibandingkan dengan golongan darah lainnya, berdasarkan hasil studi tersebut.

Meski begitu, bukan artinya orang yang bergolongan darah O tidak lagi khawatir. Hal ini karena, risiko mengalami penyakit jantung tidak hanya dipengaruhi oleh golongan darah. Ada faktor lain yang juga bisa memicu terjadinya penyakit tersebut, seperti olahraga dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dr. Arash Etemadi, selaku pemimpin riset epidemiologi dari NIH, menjabarkan hasil penelitiannya di Iran.

Dalam penelitiannya, Dr. Arash mengumpulkan data dari 50.000 orang berusia menengah dan lanjut di timur laut negara Iran. Penelitian yang dilakukan selama tujuh tahun tersebut, membuahkan hasil jika 15 persen orang bergolongan darah selain O lebih dimungkinkan meninggal akibat penyakit kardiovaskular yang berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini juga meminta data kadar kolesterol, kadar glukosa dan tekanan darah dari masing-masing responden. Hasilnya, orang dengan golongan darah A cenderung memiliki tingkat kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi.

Selain itu, orang yang bergolongan darah selain O, juga memiliki kecenderungan membentuk pembekuan darah. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit jantung. Maka dari itu, tumbuhkan kesadaran diri untuk mulai menjalani gaya hidup sehat sejak dini. Mulai terapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup dan menjauhi stres. Tidak hanya pola hidup yang sehat tetapi Anda juga perlu memiliki perlindungan diri mulai dari sekarang.

Dengan kehadiran Asuransi akan membantu Anda memberikan perlindungan kepada diri Anda dan keluarga.  Hidup pun akan lebih tentram dengan pola hidup sehat serta perlindungan diri maupun keluarga lebih terjamin hingga saat Anda harus meninggalkan mereka.

(sumber: http://www.allianz.co.id)

Apa Itu Critical Illness?

Critical Illness merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro Allisya dan Smartlink.

  1. Rider Critical Illness ada tiga macam, yaitu CI, CI+ dan CI 100
  2. Rider CI dan CI+ memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis. Dan sesuai namanya, Critical Illness berarti “penyakit kritis” atau “penyakit kronis”. Artinya kalau belum tahap kritis belum bisa klaim. Kriteria penyakit kritis dicantumkan secara jelas dan lengkap dalam polis.
  3. Rider CI 100 memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 100 kondisi penyakit kritis. 100 kondisi penyakit kritis mencakup diagnosa penyakit kritis dalam tahap awal, intermediate dan advance.  Dalam tahap awal claim CI 100 uang pertanggungan akan cair sebesar 50% UP atau maksimal 500 juta. Dalam tahap intermediate klaim CI 100 uang pertanggungan akan cair sebesar 100% UP atau maksimal 1 Miliar. Dalam tahap advance  klaim CI 100 uang pertanggungan akan cair sebesar 100% UP atau maksimal 2 Miliar.
  4. Tidak ada syarat masa bertahan hidup untuk CI dan CI+. Contoh: kena serangan jantung lalu meninggal dunia, dan sebelum meninggal sempat didiagnosa untuk mendapatkan bukti medis serangan jantung, maka UP-nya dobel (UP jiwa + UP penyakit kritis). Sedangkan untuk CI 100 berlaku masa bertahan hidup selama 7 hari.
  5. Minimum uang pertanggungan Critical Illness 8 juta rupiah.
  6. Maksimum uang pertanggungan adalah sebesar UP dasar, atau maksimum 2 miliar rupiah.
  7. Rider CI dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun dan masa pertanggungan CI berlaku sampai menjelang umur 85 tahun, klaim CI mengurangi UP dasar.
  8. Rider CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun dan masa pertanggungan CI+ berlaku sampai menjelang umur 70 tahun, dan klaim CI+ tidak mengurangi UP dasar.
  9. Rider CI 100 dapat diambil mulai usia 5 tahun sampai 70 tahun dan masa pertanggungan CI100 berlaku sampai menjelang usia 100 tahun dan claim CI 100 tidak mengurangi UP dasar.
  10. Berlaku masa tunggu selama 90 hari untuk semua jenis rider critical illness sejak polis di setujui
  11. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan.
  12. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta.
  13. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Daftar 49 Penyakit Kritis
1. Serangan jantung pertama
2. Stroke
3. Operasi jantung koroner
4. Operasi penggantian katup jantung
5. Kanker
6. Gagal ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple sclerosis
9. Transplantasi organ vital tubuh
10. Penyakit alzheimer/gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit parkinson
13. Terminal illness
14. Penyakit paru-paru kronis/tahap akhir
15. Penyakit hati kronis
16. Penyakit motor neuron
17. Muscular dystrophy
18. Anemia aplastis
19. Operasi pembuluh aorta
20. Hepatitis fulminant
21. Pulmonary arterial hypertension primer
22. Meningitis bakteri
23. Tumor otak jinak
24. Radang otak
25. Luka bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma kepala serius
28. Apallic syndrome
29. Penyakit jantung koroner lain yang serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk penyakit jantung koroner
31. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus)
32. HIV yang didapatkan melalui transfusi darah dan pekerjaan
33. Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran)
34. Bisu (kehilangan kemampuan bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit kista medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan
40. Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis
41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
42. Operasi scoliosis idiopatik
43. Pankreatitis menahun yang berulang
44. Penyakit kaki gajah kronis
45. Hilangnya kemandirian hidup
46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
47. Rheumatoid arthritis berat
48. Colitis ulterative berat (cronh’s disease)
49. Penyakit kawasaki yang mengakibatkan komplikasi pada jantung

image

image

Strategi Mencegah Kerugian Financial Akan Suatu Musibah

Saat ini kita sehat, tapi siapa yang menjamin kita akan selalu sehat, apalagi jika usia tidak lagi muda? Bahkan yang muda pun tidak kebal dari penyakit. Ketika sakit, banyak kerugian akan kita alami, antara lain berkurangnya kenyamanan fisik, finansial, dan waktu yang berharga. Oleh karena itu, mumpung masih muda, sehat, dan punya waktu, persiapkanlah sesuatu agar kerugian di kala sakit bisa diminimalkan. Di sini, asuransi kesehatan berperan mengurangi kerugian finansial.

Sekarang kita kaya, tapi siapa yang bisa memastikan kita akan kaya selamanya? Ada sejumlah kemungkinan yang bisa membangkrutkan harta seseorang. Kebakaran, kemalingan, bencana alam, sakit, kecelakaan, dan cacat. Asuransi berfungsi memproteksi penghasilan kita dari risiko-risiko semacam itu. Tentu kita berharap hal-hal tersebut tidak perlu dialami. Tapi siapa yang tahu?

Sedangkan asuransi jiwa adalah pengingat yang luar biasa bahwa setiap manusia pasti mati, dan kematian itu tidak tentu waktunya. Ikut asuransi jiwa berarti dengan rendah hati mengakui bahwa kita ini manusia fana, yang mungkin mati kapan saja. Yang dilindungi asuransi jiwa bukanlah diri kita, tapi orang-orang yang kita sayangi (istri/suami, anak-anak, kerabat). Terutama bagi penanggung nafkah utama keluarga, asuransi jiwa wajib dimiliki agar kita dapat memperhatikan mereka bukan hanya ketika kita hidup, tapi juga jika kita ditakdirkan berumur pendek. Asuransi jiwa membantu para janda dan anak-anak yatim agar tidak telantar.

Asuransi tidak mencegah risiko terjadi. Ikut asuransi atau tidak, manusia tetap mungkin mengalami musibah, entah itu sakit, kecelakaan, ataupun kematian. Yang dicegah asuransi adalah kerugian keuangan yang timbul akibat musibah itu. Demikian[]

Info lebih lanjut tentang pembukaan polis hubungi”

Natanaael HP 08113436830

Cara Mengalihkan Resiko

Sebelumnya, mari kita cermati pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

+ Adakah orang yang kebal dari penyakit kritis?

– Tidak ada.

+ Adakah orang yang kebal dari kecelakaan?

– Tidak ada.

+ Adakah orang yang kebal dari cacat total?

– Tidak ada.

+ Adakah orang yang kebal dari meninggal dunia?

– Tidak ada.

+ Adakah orang yang dapat memilih salah satu dari empat hal tersebut?

– Tidak ada.

+ Adakah orang yang tahu kapan terjadinya hal-hal tersebut?

– Tidak ada.

Risiko hidup ada berbagai macam. Sebagian di antaranya terlalu berat untuk ditanggung sendirian, yaitu sakit kritis, kecelakaan, cacat total, dan meninggal dunia. Tak ada yang bisa memilih, dan tak ada yang tahu waktunya.

Oleh karena itu, langkah paling bijak adalah menyiapkan sebuah skenario yang memberikan perlindungan dari berbagai risiko sekaligus, dan dengan jumlah yang cukup.

Izinkan saya memperkenalkan Tapro, sesuatu yang baik dan berguna untuk anda dan keluarga, melalui lima pertanyaan berikut ini.

5-jari-2

Apa perbedaan antara pakai uang sendiri dengan pakai uang bersama?

Dua pertanyaan ini akan menunjukkannya:

1. Jika  anda diminta menyediakan uang 1 miliar rupiah untuk suatu keperluan mendadak dan mendesak, apakah anda siap? bagi sebagian besar orang tentu sangat berat ya

2. Tapi jika anda boleh mencicilnya 50 ribu saja per hari (1,5 juta per bulan), apakah anda bisa? Jawabnya ..pasti bisa!

perbandingan nabung+tapro

Jadi, Tapro itu Apa ?

Tapro adalah Uang Bersama, yaitu uang anda, uang saya, dan uang dari ribuan orang-orang lainnya yang dikumpulkan dalam satu Rekening Dana Bersama.

Rekening ini dikelola oleh Allianz Life Indonesia cabang Syariah, dan digunakan untuk satu tujuan mulia, yaitu memberikan bantuan keuangan jika di antara peserta ada yang mengalami suatu musibah.

Mana yang anda rekomendasikan untuk teman dan orang-orang yang anda cintai, siapkan uang sendiri atau melalui Tapro? Kenapa?

Kalau anda diberi kesempatan dan memenuhi persyaratannya, anda mau punya Tapro? (tidak semua orang bisa memiliki Tapro)

Di bawah ini adalah ilustrasi produk Tapro Allisya Protection Plus  utk laki-laki 30 tahun, premi 1,5 juta per bulan, asumsi cuti premi 10 tahun.

ilustrasi selamat datang 2

Saya coba jabarkan manfaatnya

1. Jika ter DIAGNOSA sakit kritis seperti yang tertera di polis,  contoh : jantung, stroke, kanker, ginjal, lupus, kawasaki dll),  maka akan cair dana CASH 500 juta untuk early stages, 1 milyar untuk intermediate dan advance stages, atau 1,2 milyar untuk catastropic stages.

kalau sakitnya hanya menghabiskan 150 juta terus sembuh, sisanya bagaimana ? sisanya silahkan dimanfaatkan untuk keperluan lain. Tetapi bila tidak cukup berarti cari pinjaman atau naikkan proteksinya dari sekarang.

Untuk Sakit Kritis ini ada masa tunggu, yaitu selama 3 bulan.

2. Cacat Tetap Total (bisa karena sakit atau kecelakaan), cair uang pertanggungan 1 milyar. contoh nasabah kena stroke (sakit kritis), maka uang pertanggungan turun 1 Milyar, 6 bulan kemudian nasabah lumpuh (tidak bisa melakukan 3 aktifitas dari 5 aktifitas hidup (makan, berjalan, dll) maka uang pertanggungan Cacat Tetap Total cair 1 Milyar.

Kalau sampai pindah dunia, maka ahli waris mendapat  uang pertanggungan 1 milyar plus nilai tunai hasil investasi.

3. Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap total maka uang pertanggungan ADDB cair 1 milyar. Proteksi jiwa masih terus berjalan meski uang pertanggungan ADDB ini sudah diberikan pada nasabah.

Kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap, uang pertanggungan ADDB cair sebesar persentase dari Uang Pertanggungan  ADDB.

kecelakaan yang menyebabkan kematian, maka uang pertanggungan ADDB+ uang pertanggungan asuransi jiwa cair, totalnya sebesar 2 milyar rupiah

4. Jika pindah dunia  maka uang pertanggungan asuransi jiwa yang diberikan pada  ahli waris sebesar 1 milyar rupiah plus nilai tunai hasil investasi

jika nasabah sampai usia 100 tahun, silahkan mengambil seluruh nilai tunai hasil investasinya.

5. Jika terkena cacat tetap total atau 1 dari 49 sakit kritis, maka dibabaskan dari kewajiban membayar premi sampai usia nasabah 65 tahun.

Contoh ilustrasi di atas memiliki manfaat asuransi dan rider yang lengkap.

Jika Saya Tertarik dengan Program ini, Lalu Bagaimana Selanjutnya ?

Produk ini adalah produk asuransi, maka  fokus utamanya  proteksi dan bukan investasi. investasi ini dimanfaatkan untuk membiayai asuransi untuk memastikan polis bisa terus aktif hingga usia (misalnya) 70 tahun, maksimal hingga 100 tahun.

Beberapa nasabah saya ada yang menginginkan asuransi jiwa saja, ada yang ingin Asuransi jiwa dengan payor benefit saja, ada juga yang ingin asuransi jiwa  dengan rider ADDB (kecelakaan) saja, atau asuransi jiwa dengan CI saja.. it’s ok.. semua bisa dikombinasikan berbeda.. tinggal melihat bagaimana kebutuhan proteksi masing-masing.. berapa premi yang bisa dimaksimalkan proteksinya.

Anda bisa menghubungi saya di 08113436830 (Natanael).

Bagaimana Mencegah Kanker Payudara?

Kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum perempuan. Ketahui sebelum terlambat.

Kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit yang sangat ditakuti oleh kaum perempuan. Tidak hanya wanita, bahkan dalam beberapa kasus, ada pula penderita kanker payudara adalah kaum pria. Walaupun sangat jarang, di Amerika Serikat, sebagian besar kanker payudara pada pria terjadi di usia tua, yaitu lebih dari 65 tahun.

Dengan fakta tersebut, sudah sepantasnya baik kaum pria dan wanita harus menjaga diri sejak dini untuk melawan kanker payudara. Satu-satunya cara menghindari kanker payudara adalah dengan mencegah penyakit itu datang ke tubuh Anda. Bagaimana caranya?

Kurangi Konsumsi Lemak

Ternyata kanker payudara bisa datang kalau Anda terlalu banyak memiliki asupan lemak dalam tubuh. Selain kanker payudara, makanan berlemak tinggi bisa meningkatkan berat badan. Inilah jalan bagi penyakit kanker payudara untuk masuk ke dalam tubuh Anda. Untuk itu, mulai sekarang kurangi makanan tinggi lemak serta yang tidak bergizi.

Makanan Berserat

Tahukah Anda kalau makanan berserat itu adalah perisai diri dari kanker? Segera ajak keluarga tersayang untuk lebih banyak mengonsumsi makanan mengandung serat, seperti roti gandum, jagung, beras merah, bayam, kentang, apel, dan lain-lain, setiap harinya.

Kurangi Bebakaran

Makanan yang diasap, dibakar, atau diawetkan itu memiliki kandungan zat yang mampu meningkatkan risiko kanker yang lebih tinggi. Untuk itu mulai sekarang hindarkan makanan bebakaran dari keluarga Anda.

Perbanyak Makanan Bervitamin A dan C

Kanker juga bisa dicegah sedari dini dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C secara teratur setiap harinya. Anda dapat menemukan kandungan tersebut pada sayur dan buah-buahan, seperti jeruk, pisang, mangga, pepaya, tomat, dan wortel serta brokoli. Selalu hadirkan makanan-makanan tersebut dalam menu keseharian keluarga.

Check-Up Secara Teratur
Periksakan diri secara teratur kepada dokter pribadi Anda karena gejala kanker payudara bisa terjadi kapan saja, tanpa ada penyebab yang jelas. Terutama bila dirasa muncul benjolan yang tidak wajar pada bagian tersebut.

Miliki Asuransi
Untuk semakin menyeimbangkan pola hidup Anda, miliki juga asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Seperti yang telah dibahas tadi bahwa Anda tidak akan pernah tahu kapan kanker payudara akan menyerang. Sebagai langkah pencegahan, mempersiapkan segalanya, mulai dari fisik serta biaya pengobatan, harus Anda miliki.

Salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik adalah Allianz, yang telah dipercaya oleh ribuan wanita Indonesia untuk menjadi payung yang akan melindungi saat kanker payudara datang. Jangan tunda lagi sebelum segalanya terlambat. Proteksi diri Anda mulai sekarang dengan asuransi jiwa dari Allianz.

Info mengenai asuransi kesehatan Allianz Life hubungi Natanael, 08113436830

sumber: http://www.allianz.co.id/community-detail/bagaimana-mencegah-kanker-payudara-sejak-dini–10586-1