Monthly Archives: November 2015

Klaim Sakit Kritis Kasus Serangan Jantung

Allianz membayar klaim Sakit Kritis nasabah, yaitu kasus Serangan Jantung.

IMG-20151105-WA0071

Advertisements

TANPA Cek Medis: Usia 40th, UP 1.6M, premi cuma 875rb. Mau?

Mulai Januari 2015, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes medis baru yang memungkinkan nasabah usia 40 tahun ke bawah tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengambil UP (uang pertanggungan) jiwa tidak melebihi 1,6 miliar. Sebelumnya, batasan non medical test adalah UP jiwa 1,2 miliar. Ketentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit. Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP-nya.

Kenaikan batasan non-medical ini tentunya akan semakin memudahkan calon nasabah untuk memperoleh UP yang besar di polis Allianz. Hal ini pun jelas semakin menegaskan ciri khas Allianz sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memberikan UP besar kepada para nasabahnya dengan premi yang relatif rendah.

Tabel Tes Medis

Selengkapnya tabel medical baru asuransi jiwa Allianz dapat dilihat bawah ini.

Tabel Tes Medis Allianz

Keterangan Rincian Tipe Tes Medis

Rincian Tipe Tes Medis

Hal yang Istimewa dari Tabel Medical 2015

1. Untuk dewasa usia 18 sd 40 tahun dan sehat, nonmedical test jika UP 1,6 miliar ke bawah. Sebelumnya 1,2M.

2. Untuk dewasa usia 18 sd 70 tahun dan sehat, nonmedical test jika UP 500 juta ke bawah. Sebelumnya sama.

3. Untuk anak-anak usia 1 sd 17 tahun dan sehat, nonmedical test jika UP 1 miliar ke bawah. Sebelumnya 700 juta.

Contoh Ilustrasi Non-Medical

Bagaimana penerapannya dalam ilustrasi produk asuransi jiwa?

Di bawah ini dua contoh ilustrasi polis Tapro Allisya Protection Plus dengan UP 1,6 M non-medical untuk pria sehat usia 40 tahun.

Ilustrasi Manfaat UP jiwa 1,6 M tanpa rider

up1.6Msaja

Keterangan:

  1. Jika meninggal dunia sebelum mencapai usia 70 tahun, ahli waris memperoleh 1,6 miliar.
  2. Jika meninggal dunia setelah usia 70 tahun dan sebelum usia 100 tahun, ahli waris memperoleh 600 juta.

Premi 875 ribu per bulan, manfaat UP 1,6 miliar, untuk pria 40 tahun. (Jika anda harus mengumpulkan sendiri untuk menyiapkan warisan sebesar 1,6 miliar kepada keluarga yang anda sayangi, dengan dana 875 ribu tiap bulan akan butuh waktu > 1.800 bulan atau sekitar 150 tahun).

Ilustrasi Manfaat UP jiwa 1,6 M dengan rider ADDB, TPD, Ci100, dan Payor benefit

1.6M lengkap

 

 

Keterangan:

  1. Jika meninggal dunia sebelum usia 100 tahun, ahli waris memperoleh 1,6 miliar (UP dasar)
  2. Jika meninggal dunia karena kecelakaan sebelum usia 65 tahun, ahli waris memperoleh 3,2 miliar. Ini adalah manfaat UP dasar + rider ADDB.
  3. Jika mengalami kecelakaan yang menimbulkan cacat tetap sebelum usia 65 tahun, diperoleh maksimal sebesar 1,6 miliar (tergantung persentase cacat). (Rider ADDB)
  4. Jika mengalami cacat tetap total (dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi, atau kehilangan kemandirian hidup), diperoleh 1,6 miliar. (Rider TPD)
  5. Jika mengalami 1 dari 100 kondisi penyakit kritis sebelum usia 100 tahun, diperoleh maksimal 1,6 miliar, tergantung tahapan penyakitnya. (Rider Ci100)
  6. Tersedia fasilitas bebas premi jika penyakit kritis dialami di tahap lanjut atau cacat tetap total. (Rider Payor Benefit)

Premi 3,2 juta per bulan, total manfaat proteksi lebih dari 6,4 miliar, untuk pria 40 tahun. (Jika anda harus mengumpulkan sendiri uang 6,4 miliar dengan nabung 3,2 juta per bulan, dibutuhkan waktu 2 ribu bulan alias 160 tahun).

___________________________

UP 1.6 Miliar, TANPA tes Medis, berapa preminya untuk usia di bawah 40 tahun?

Berikut adalah tabel premi untuk berbagai usia masuk dan jenis kelamin:

Usia       Laki-laki        Perempuan

25              565                 555

30              600                590

35              720                 700

40             875                  830

 

Murah kan?

Ingat: tanpa perlu tes medis loh untuk pengajuannya.

_________________________________

Anda butuh proteksi besar, namun terkendala usia yang tidak lagi muda, dan tidak ingin mengikuti tes medis untuk pengajuan asuransi jiwa??

Allianz sudah menjawab kebutuhan Anda!

Silahkan hubungi Agen Berlisensi Natanael

HP 08113436830

HSC Allianz Layanan Asuransi Kesehatan Rawat Inap Menggunakan Kartu Cashless

Mulai 20 Januari 2014, Allianz Life Syariah meluncurkan produk baru berupa rider (manfaat tambahan) pada program Allisya Protection Plus (Tapro), yaitu Hospital & Surgical Care +.

Rider ini dikembangkan untuk memenuhi permintaan dari para nasabah yang menginginkan layanan asuransi kesehatan rawat inap yang dilengkapi kartu cashlessdalam bentuk unit link. Sebelumnya, askes rawat inap hanya terdapat dalam bentuk asuransi kesehatan murni Allisya Care. Boleh dikatakan, Hospital & Surgical Care + atau HSC+ adalah Allisya Care yang dipindahkan ke program Tapro Allisya dengan beberapa penyesuaian.


Keunggulan Rider HSC+

HSC+ memberikan layanan asuransi kesehatan rawat inap dengan keunggulan antara lain:

  1. Perlindungan kesehatan yang komprehensif (kamar, ICU, dokter umum dan spesialis, pembedahan, obat-obatan, sebelum dan sesudah rawat inap, perawat pribadi di rumah, rawat jalan dan gigi darurat akibat kecelakaan, ambulans, kemoterapi, dialisis, dan fisioterapi).
  2. Fasilitas kartu cashless untuk perawatan di rumah sakit rekanan Allianz di seluruh Indonesia.
  3. Perlindungan 24 jam di seluruh dunia.
  4. Tersedia dalam 10 pilihan plan sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah.
  5. Tidak ada batasan maksimum klaim per tahun untuk rawat inap.
  6. Akad sesuai syariah dengan prinsip tolong-menolong di antara sesama peserta.

Informasi Produk Rider HSC+

Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun (ulang tahun terdekat)
Masa pertanggungan Sampai dengan usia peserta mencapai 70 tahun
Mata uang Rupiah
Fasilitas pelayanan
  • Cashless (jaringan Allianz-AdMedika)
  • Reimbursement
Masa tunggu 30 hari dari tanggal disetujuinya program HSC+ (kecuali karena kecelakaan)
Iuran Tabarru (biaya asuransi)
  • Dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, perokok/bukan perokok
  • Iuran Tabarru meningkat sesuai usia
  • Iuran Tabarru dipotong otomatis dari unit investasi sampai masa pertanggungan berakhir
Pilihan plan Plan 100, 200, 350, 500, 750, 1000, 1250, 1500, dan 2000

Tabel Manfaat Rider HSC+

tabel-manfaat-hsc

klik tabel untuk memperbesar

Anda berminat menambahkan rider ini dalam polis Anda?

Kontak:

Natanael

SMS / WA:  08113436830

Hindari Kesalahan dalam Membeli Asuransi

Sering kita kecewa tentang layanan asuransi yang kurang maksimal atau clime yang tidak dibayar. Hal tersebut bisa jadi adalah saat membeli asuransi, kita tidak mengerti tentang apa yang ada di polis yang kita beli. Berikut ini yang biasanya terjadi:

Uang Pertanggungan Kurang.

Uang Pertanggungan atau UP adalah uang yang menanggung nilai jiwa orang yang diasuransikan. Misalnya Anda membeli asuransi jiwa, UP adalah yang diterima ahli waris saat Anda meninggal. Mengapa dikatakan UP kurang? Karena demi mengejar premi kecil Anda menerima saja perhitungan UP yang dilakukan agen. “Saat ini, dibutuhkan UP antara Rp1,4 miliar sampai Rp3,5 miliar,” tegas Aidil. “Jadi, kalau UP asuransi Anda di bawah Rp1 miliar, bahkan ada yang dibawah Rp100 juta, well, Anda underinsured.”

Allianz menawarkan produk asuransi (utamanya jenis unitlink) yang memberikan proteksi maksimal dengan premi ringan.  Saya seringkali memberikan penawaran kepada calon nasabah untuk memiliki proteksi dengan UP minimal 1 Miliar.  Kenapa?  Karena: kontrak antara nasabah dan perusahaan asuransi (dalam hal ini Allianz) adalah kontrak jangka panjang, dimana Allianz melindungi nasabah seumur hidup.  Dengan memberikan proteksi yang besar (UP jumlah besar, minimal 1M), diharapkan nominal tersebut masih “terasa manfaatnya” minimal sampai 10 tahun ke depan.  Hal ini dengan mempertimbangkan adanya inflasi, dll.  Walaupun idealnya, dianjurkan bagi nasabah untuk me-review kembali polis asuransinya minimal dalam 5 tahun, dan mempertimbangkan kembali Uang Pertanggungan yang ada dalam polis.  Apakah Uang Pertanggungan dalam polis masih sesuai dengan fungsinya kelak, yaitu untuk menggantikan biaya hidup bulanan keluarga, jika terjadi resiko pada pencari nafkah utama.

Ahli waris salah.

Siapa yang Anda jadikan sebagai ahli waris atau penerima manfaat atau pemaslahat atau beneficiary? Kalau Anda menjawab ‘anak’, bisa jadi Anda melakukan kesalahan. Mengapa? “Karena anak yang belum cakap hukum nggak bisa menerima waris. Karena seseorang dikatakan cakap hukum bila berusia 21 atau sudah menikah,” ujar Aidil. “Jadi, jika Anda mencantumkan anak sebagai ahli waris, segera ubah. Bisa digantikan dengan nama pasangan atau orang tua. ”

Di Allianz, bila nasabah mencantumkan nama anak sebagai ahli waris, dan ternyata saat resiko terjadi sang anak masih di bawah umur, maka Allianz akan mengacu pada surat “Perwalian Hak Asuh Anak” dari pengadilan.  Artinya, siapapun nama wali yang menjadi keputusan hak asuh anak, maka UP yang cair akan diberikan pada wali tersebut, bukan kepada anak.  Bila nasabah ingin UP menjadi milik anak, silahkan buat Surat Wasiat secara lengkap dan detil, yang kelak menjadi tanggung jawab anggota keluarga (utamanya wali asuh anak) untuk menuruti/mengacu pada isi Surat Wasiat tersebut.  Asuransi hanya bertanggung jawab sampai pada hasil keputusan resmi dari pengadilan.

Tertanggung salah.

Banyak orang salah kaprah soal tertanggung. Misalnya menjadikan anak sebagai tertanggung alias mengasuransikan anak. Biasanya agen Anda akan menawarkan – setelah Anda dan pasangan – agar anak diasuransikan juga. Padahal anak tidak mempunyai nilai ekonomis, sehingga tidak bisa diasuransikan. Kesalahan ini terjadi utamanya pada asuransi pendidikan, di mana agen mencantumkan anak sebagai tertanggung, umumnya dengan dalih agar premi lebih kecil dan UP lebih besar. Padahal dengan demikian asuransi justru akan keluar pada saat anak Anda meninggal. Itu berarti tujuan memiliki asuransi pendidikan buat anak jadi tidak tepat.

Allianz adalah perusahaan asuransi yang mengutamakan proteksi, bukan investasi.  Meskipun Allianz punya produk unitlink (produk utama yang saya jual: Tapro Allisya) yang menjawab kebutuhan nasabah akan hal tersebut, yaitu memberi proteksi dan investasi.  Namun fungsi utama investasi disini adalah untuk menjaga polis tetap aktif selama masa perlindungan.  .

Kami memahami benar fakta di lapangan bahwa masih ada sebagian masyarakat yang belum memiliki pemahaman yang sama. Artinya calon nasabah masih berharap bisa mendapatkan hasil investasi yang besar dari asuransi.  Hal ini terbukti dari banyaknya “permohonan ilustrasi untuk persiapan dana pendidikan anak” yang masuk ke email saya.

Membeli rider yang tidak perlu.

Selain asuransi dasar, Agen pasti menawarkan berbagai riders atau asuransi tambahan. Nah, kerap kali pihak agen juga kesulitan menjelaskan soal riders, sehingga timbul salah kaprah. Misalnya riders berbentuk asuransi kesehatan atau hospital benefit, dengan alasan asuransi meng-cover critical illness. Jika pemahaman Anda bahwa asuransi akan membayar saat Anda didiagnosis menderita 42 penyakit kritis yang disebutkan dalam polis, Anda salah besar. Karena yang dimaksud di sini adalah asuransi hanya akan membayar ketika Anda sudah dalam tahap sakit kritis – misalnya dalam kondisi stadium 4 kanker. “Jadi saat Anda didiagnosis, bahkan di stadium 3B pun asuransi nggak akan bayar,” ungkap Aidil. “Jadi benar-benar dibayarkan kalau Anda sudah kritis, dan kenyataannya, dari stadium 4 ke 4B itu jaraknya hanya 6-8 bulan sebelum akhirnya meninggal.” Lalu, apakah tidak perlu membeli riders critical illness sama sekali? “Tergantung riwayat kesehatan ayah dan ibu,” jawab Aidil. “Kalau ada riwayat penyakit kanker dan sebagainya dalam keluarga, beli saja. Kalau tidak ada, abaikan.” (Antono Purnomo)

Tentang kapabilitas agen asuransi.  Penting sekali untuk mengetahui profil calon agen Anda, apakah calon agen tersebut benar-benar memahami Anda, peduli kebutuhan proteksi Anda sehingga bisa memberikan solusi terbaik untuk menjawab kebutuhan tersebut?  apakah calon agen Anda benar-benar sudah memahami produk yang dijualnya?  Bila Anda bertemu langsung dengan calon agen yang belum pernah Anda kenal atau baru saja Anda kenal, ada baiknya Anda coba menyelami juga karakternya, apakah Anda sudah “klik” dengan karakternya?

Bila Anda bertemu dengan calon agen via blog bisnisnya, silahkan Anda telusuri artikel-artikel yang ada di blognya.  Dari situ Anda bisa ketahui bagaimana karakter calon agen (si penulis artikel / pengelola blog), bagaimana pendapatnya tentang asuransi, tentang produknya, tentang rencana keuangan, dll.  Jangan sampai salah pilih calon agen Anda.  Bila Anda setuju dengan pemikirannya (yang dituangkan pada artikelnya), berminat dengan produknya, silahkan kontak calon agen Anda.  Karena calon agen Anda adalah mitra Anda untuk membantu rencana proteksi Anda, dan mendampingi Anda sampai tahun-tahun mendatang (jangka panjang).

Tentang asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis.  Asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis adalah 2 hal yang memiliki pemahaman yang berbeda. Asuransi Kesehatan =  sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.   Asuransi penyakit kritis = bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan yang timbul DI LUAR rumah sakit, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

Tentang proteksi sakit kritis.

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Allianz paling banyak cover sakit kritis (dibanding perusahaan asuransi lain), yaitu 49 sakit kritis.  Seiring waktu, melihat kebutuhan masyarakat yang besar terhadap proteksi sakit kritis, kemudian Allianz melahirkan proteksi sakit kritis yang lebih besar dan lebih luas, yaitu 100 sakit kritis.

Keunggulan proteksi 100 sakit kritis pada produk unitlink (Tapro) Allianz:

  • cover 100 kondisi kritis
  • kondisi kritis sejak tahap awal
  • proteksi sampai usia nasabah 100 tahun

Asuransi Kesehatan (rawat inap RS) VS Asuransi Jiwa (proteksi sakit kritis)

Asuransi Kesehatan =  sangat membantu untuk membiayai segala keperluan pengobatan selama DI DALAM rumah sakit. Tapi untuk segala biaya yang timbul DI LUAR rumah sakit, atau segala keperluan yang TIDAK BERHUBUNGAN dengan rumah sakit, asuransi kesehatan tidak bertanggung jawab lagi.

Asuransi penyakit kritis = bisa membantu untuk berbagai biaya dan keperluan yang timbul DI LUAR rumah sakit, karena klaim asuransi penyakit kritis diberikan dalam bentuk uang tunai (cash). Besarnya sesuai jumlah uang pertanggungan (UP) yang tercantum dalam polis.

“Asuransi kesehatan, sebagus apa pun dan sebesar berapa pun limitnya, tidak memberikan uang TUNAI dalam jumlah BESAR; sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang mengalami penyakit kritis”

Satu lagi bukti pentingnya asuransi sakit kritis dengan proteksi maksimal, adalah pengalaman Artis Senior Ria Irawan berikut ini:

Angkat Rahim dan Divonis Kanker, Ria Irawan Habis Biaya Rp 1 Miliar

 Desi Puspasari – detikhot
Selasa, 18/11/2014 10:36 WIB
https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2014/11/18/230/103707_214358_wp_20141113_0171.jpg
Jakarta

Ria Irawan masih menyisakan cerita mengenai kanker kelenjar getah bening yang diidapnya. Menurut Ria sejak 2009 lalu, ia menghabiskan banyak biaya.

Bintang film ‘Biola Tak Berdawai’ itu menjelaskan, karena dahulu lebih percaya berobat ke luar negeri, ia total menghabiskan biaya Rp 1 miliar.

“Asuransi gue tutup. Kalau udah urusan rahim aja, asuransi nggak bisa cover. Bisa tapi di-reimburse. Reimburse kan harus masuk rumah sakit dulu dirawat. Sekarang asuransi, polis semua gue tutup,” jelas Ria ditemui di Studio Palem, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2014) malam.

Pada 2009 silam, Ria memang belum divonis menderita kelenjar getah bening stadium 3. Namun saat itu, ia sudah mengalami gangguan pada rahimnya karena mengalami penebalan.

Setelah mengangkat rahim pada akhir September 2014 lalu, Ria belum bisa bernapas lega. Sebab kanker kelenjar getah bening sudah kadung menyebar.

Saat ini, Ria pun mengaku lebih percaya dengan pengobatan di dalam negeri. Ia pun terhitung sudah melakukan satu kali kemoterapi.

Sumber

Seandainya saja dulu beliau beli proteksi asuransi sakit kritis, mungkin ceritanya akan berbeda yaaa…

*     *     *

Saya siap membantu Anda untuk memiliki:

proteksi sakit kritis 1 M + warisan 1 M

Premi mulai 1 juta-an perbulan.

Butuh ilustrasi sesuai profil Anda? hubungi saya. Natanael 08113436830

Tips dan Alternatif Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

kid-education

1.  Dana pendidikan anak adalah sesuatu yang niscaya, pasti dibutuhkan pada saatnya. Tinggal apakah orangtua mau mempersiapkannya sejak dini, ataukah menunda-nunda seraya berharap akan muncul rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.

2.  Waktu paling tepat memulai persiapan adalah sejak anak baru dilahirkan. Atau saat ini (kalau waktu itu belum kepikiran).

3.  Karena yang dibutuhkan berupa uang, maka cara terbaik  ialah investasi.

4.  Pada saat yang sama, orangtua harus mengambil asuransi jiwa.

5.  Asuransi jiwa berfungsi untuk berjaga-jaga agar rencana pendidikan anak tidak kandas jika orangtuanya mengalami  “sesuatu”. (Kita tak pernah tahu).

6.  Uang pertanggungan jiwa harus cukup untuk membayar biaya total pendidikan anak sampai lulus perguruan tinggi.

7.  Biaya total pendidikan yang dihitung adalah biaya pada saat masuknya nanti, bukan biaya saat ini, sebab biaya pendidikan selalu naik setiap tahun akibat faktor inflasi.

8.  Karena faktor inflasi itu pula, maka imbal hasil investasi harus lebih besar daripada inflasi.

9.  Sebuah program yang dipersiapkan untuk dana pendidikan anak harus memuat sekurang-kurangnya tiga skenario.

  1. Orangtua sehat-selamat-sejahtera
  2. Orangtua tidak bisa bekerja karena terkena sakit kritis/cacat total
  3. Orangtua meninggal dunia, secara normal ataupun karena kecelakaan

Skenario mana pun yang terjadi, dana pendidikan anak tetap harus tersedia.

10.  Skenario pada anak hanya ada satu, yaitu skenario pertama. Anak tidak butuh skenario kedua dan apalagi ketiga. Jika skenario kedua yang terjadi, mungkin ia tidak bisa belajar di sekolah secara normal. Jika skenario ketiga yang menimpa, sudah pasti anak tidak usah sekolah. Jadi buat apa dana pendidikannya disiapkan?

11.  Dari sini, maka membuka polis asuransi pendidikan atas nama anak merupakan suatu kesalahan. Polis tetap atas nama orangtua. Anak jadi ahli warisnya.

,

Tapro Allisya untuk Pendidikan Anak

Tapro Allisya Protection Plus, program asuransi jiwa+investasi, dapat digunakan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Tapro Allisya menyediakan tiga skenario:

1)       Orangtua sehat-selamat-sejahtera (alhamdulillah), maka dana pendidikan dapat dicairkan pada saat dibutuhkan, yaitu ketika anak masuk jenjang-jenjang sekolah.

2)       Orangtua tidak bisa bekerja karena terkena sakit kritis/cacat total, maka tidak usah lagi bayar premi. Cicilan dilanjutkan oleh program persiapan dana pendidikan tsb.

3)       Orangtua meninggal dunia, secara normal ataupun kecelakaan, maka anak mendapat warisan yang cukup besar. Dana ini bisa disimpan saja di bank sebagai dana abadi pendidikannya.

Skenario ini bisa ditambah dengan beberapa lagi, tapi hal itu akan mengurangi hasil investasi yang menjadi tujuan utama keikutsertaan.

Catatan

  • Masa pembayaran premi pada tabel adalah 18 tahun. Jika anak sudah agak besar, masa pembayaran dihitung sampai ia masuk kuliah.
  • Jika terdapat dua anak, maka orangtua bisa membuka dua polis, atas nama ayah dan atas nama ibu.
  • Untuk peserta dengan usia dan jenis kelamin yang berbeda, besarnya manfaat proteksi bisa berbeda dan nilai investasi pun akan berbeda.
  • Asumsi investasi 15% per tahun. Asumsi ini tidak dijamin dan tidak lepas dari risiko investasi. Nilai yang sebenarnya dapat lebih kecil atau lebih besar dari angka yang tertera di tabel.
  • Angka proyeksi hasil investasi pada tabel apabila dana belum pernah diambil. Jika ada pengambilan dana, maka nilai investasi di jenjang selanjutnya akan berbeda (lebih kecil).
  • Dana bisa diambil sesuai kebutuhan, dengan menyisakan saldo minimal 2 juta. Kalau dana diambil seluruhnya, polis tutup.
  • Tersedia pilihan premi lainnya, sesuai kebutuhan dan anggaran.

Cara Pengambilan Dana

  1. Mengisi formulir penarikan dana.
  2. Melampirkan fotokopi identitas diri (KTP/SIM).
  3. Kirim ke kantor pusat atau cabang Allianz, atau dititip lewat agen.
  4. Dalam waktu 7 hari kerja, dana sudah dikirim ke rekening peserta.

Manfaat Askes Rawat Inap dalam Allianz

Anda sudah punya asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan minimal 1 Miliar ya?  Dan dengan adanya tambahan alokasi dana, saat ini Anda sedang mencari proteksi tambahan berupa asuransi kesehatan utamanya untuk proteksi/manfaat rawat inap?  Allianz punya beberapa pilihan manfaat rawat inap.

Saat ini tersedia empat pilihan program asuransi kesehatan rawat inap cashless dari Allianz. Tiga merupakan produk yang berdiri sendiri, artinya bisa diambil tanpa harus memiliki asuransi jiwa, yaitu Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier. Satu lagi merupakan rider (proteksi tambahan) pada asuransi jiwa unit-link Tapro, yaitu Hospital and Surgical Care + (HSC+).

Keempat produk ini sama-sama menyediakan fasilitas kartu cashless yang bisa digunakan di RS jaringan Allianz. Di luar itu menggunakan sistem reimburse. Karena bersifat cashless (non-tunai), maka empat produk ini tidak bisa double claim, melainkan hanya koordinasi manfaat dengan asuransi kesehatan lain yang sama-sama pakai kartu cashless.

Berikut penjelasan singkat tiap produk.

1. Allisya Care

allisyacare

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

2. Maxi Violet

maxi violet_Page_1

Maxi Violet adalah kembaran Allisya Care. Rincian manfaat dan ketentuan umum lainnya sama persis, jadi tidak akan saya uraikan lagi di sini.

Bedanya, Allisya Care menggunakan akad syariah, Maxi Violet konvensional. Premi Allisya Care lebih murah sekitar 5% daripada Maxi Violet. Tapi Maxi Violet memiliki fitur no-claim bonussebesar 20% yang memotong premi perpanjangan. Allisya Care juga memiliki fitur no-claim bonus, tapi besarnya tergantung surplus underwriting (tidak dijamin).

3. SmartMed Premier

smart med preimeir

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier juga merupakan produk asuransi kesehatan murni tanpa investasi dan berdiri sendiri (stand-alone). Manfaatnya lebih lengkap daripada Allisya Care dan Maxi Violet. Selain yang sudah disebutkan, juga dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan HIV/Aids.

Satu hal yang paling membedakan dari produk askes Allianz lainnya, SmartMed Premier membayar klaim rumah sakit SESUAI TAGIHAN dengan limit 6 miliar setahun. Artinya, berapa pun tagihan biaya rumah sakit, selama tidak melebihi 6 miliar, akan ditanggung seluruhnya oleh Allianz. Ketentuan untuk bisa sesuai tagihan adalah nasabah harus menempati kamar sesuai plan yang diambil. Misal, ambil plan A (kamar 500 ribu per hari), maka semua biaya pengobatan akan diganti penuh asalkan nasabah menempati kamar yang harganya 500 ribu per hari atau di bawahnya.

Keistimewaan SmartMed Premier yang lainnya adalah menyediakan fasilitas cashless untuk perawatan di luar negeri, saat ini yaitu di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.

Seperti halnya Allisya Care dan Maxi Violet, SmartMed Premier bisa diambil untuk satu orang, dan bisa juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Rincian manfaat SmartMed Premier bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat SmartMed Premier

4. Rider Hospital and Surgical Care + (HSC+)

asuransi-allianz-hospital-dan-surgery

HSC+ adalah askes murni Allisya Care atau Maxi Violet yang disisipkan di asuransi jiwa unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), dengan beberapa perubahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rider Hospital & Surgical Care + (klik untuk memperbesar)

Rangkuman Produk Asuransi Kesehatan

Persamaan dan perbedaan empat produk asuransi kesehatan di atas dapat dirangkum dalam tabel sbb:

Allisya Care Maxi Violet SmartMed Premier Rider HSC+ (Tapro)
Syariah Konvensional Konvensional Syariah dan konvensional
Berdiri sendiri Berdiri sendiri Berdiri sendiri Rider (proteksi tambahan) pd unit-link
Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Murni tanpa investasi Dikaitkan dengan investasi (unit-link)
Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, bergaransi perpanjangan Kontrak tahunan, tidak bergaransi perpanjangan Kontrak mengikuti produk dasar (asuransi jiwa).
Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun Usia masuk 1 bulan sd 75 tahun Usia masuk 1 bulan sd 60 tahun
Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun
Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan, Rawat Gigi, Persalinan, dan Santunan Harian Bisa ditambah rider Rawat Jalan & Gigi dan Persalinan. Rawat inap saja.
Premi hanya tahunan Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi tahunan cashless, selain itu tidak cashless Premi bisa bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan, semuanya cashless
Plan 100rb sd 1jt Plan 100rb sd 1jt Plan 500rb sd 6jt Plan 100rb sd 2jt
Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia saja Fasilitas cashless di Indonesia dan luar negeri Fasilitas cashless di Indonesia saja
Ada inner limit (batasan per item manfaat) Ada inner limit (batasan per item manfaat) Sesuai tagihan (as charge) Ada inner limit (batasan per item manfaat)
Tanpa masa tunggu Tanpa masa tunggu Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan Masa tunggu 30 hari, kecuali karena kecelakaan

Kesimpulan

  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan untuk sekeluarga, pilihannya Allisya Care, Maxi Violet, atau SmartMed Premier.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai syariah, pilihannya Allisya Care atau rider HSC+ di Tapro Allisya Protection Plus.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan sesuai tagihan, pilihannya SmartMed Premier.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang relatif murah, pilihannya Allisya Care.
  • Jika anda menginginkan asuransi kesehatan yang preminya bisa bulanan, pilihannya rider HSC+ di unit-link Tapro.
  • Jika harga bukan masalah bagi anda, askes terbaik ialah SmarMed Premier karena membayar klaim RS sesuai tagihan dengan limit 6 miliar setahun.

Produk Lain Terkait Kesehatan

Selain empat produk di atas, Allianz menyediakan dua produk lain yang menyediakan bantuan untuk risiko sakit. Pertama adalah rider Flexicare Family, yang memberikan santunan kesehatan untuk kejadian rawat inap dan pembedahan. Kedua adalah rider Critical Illness, yang memberikan uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari sejumlah penyakit atau kondisi kritis. Keduanya tersedia sebagai rider (proteksi tambahan) pada unit-link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).

1. Rider Flexicare Family

Flexicare Family memberikan santunan kesehatan berupa uang tunai jika tertanggung dirawat di rumah sakit atau mengalami pembedahan, baik karena sakit ataupun kecelakaan. Cara klaimnya bersifat reimburse dan bisa double claim dengan menyertakan fotokopi kuitansi legalisir.

Santunan yang diberikan Flexicare Family sesuai dengan jumlah unit yang diambil, tanpa melihat berapa biaya yang dikenakan rumah sakit. Lebih jelasnya bisa melihat tabel manfaat berikut:

Tabel Manfaat FlexicareTabel di atas menggambarkan manfaat Flexicare Family sebanyak 10 unit. Sebagai contoh, jika seseorang dirawat karena sakit selama 5 hari tanpa pembedahan, maka sepulangnya dari rumah sakit, dia dapat mengajukan klaim secara reimburse untuk memperoleh santunan sebesar 5 x 1 juta, sama dengan 5 juta. Atau jika dia mengalami pembedahan kategori intermediate karena kecelakaan, dia akan mendapatkan santunan sebesar 18 juta. Santunan penyembuhan pun ada, tapi hanya kalau dirawat lebih dari 30 hari.

Flexicare Family, sesuai namanya, bisa menyertakan anggota keluarga (suami/istri dan anak) dalam satu polis. Tentunya premi untuk satu orang berbeda dengan premi untuk beberapa orang.

Flexicare Family tidak saya golongkan sebagai asuransi kesehatan, karena bentuknya hanya berupa santunan harian. Biasanya produk ini dimaksudkan sebagai pelengkap dari asuransi kesehatan yang sudah dimiliki. Santunan yang diperoleh bermanfaat untuk menutup biaya-biaya tambahan yang tidak ditanggung asuransi kesehatan, misalnya biaya transportasi, makan, orang yang menemani, dan lain-lain. Atau bisa juga dianggap sebagai pengganti penghasilan yang hilang selama tidak bisa bekerja karena sakit.

2. Rider Critical Illness

Rider Critical Illness (asuransi penyakit kritis) memberikan uang pertanggungan sebesar yang tertera di polis jika tertanggung terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis, atau salah satu dari 100 kondisi kritis yang ditanggung (tergantung produknya). Contoh penyakit kritis antara lain serangan jantung, jantung koroner, stroke, kanker, penyakit hati kronis, gagal ginjal, angioplasti, tumor otak, dan meningitis bakteri. Semua penyakit itu membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan pemulihan (antara ratusan juta sampai miliaran rupiah), oleh karena itu diperlukan suatu proteksi yang didesain khusus untuk menanggulangi dampak keuangannya.

Asuransi penyakit kritis berbeda dalam banyak segi dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan menanggung semua penyakit selama ada rawat inap atau pembedahan (hospital and surgical), sedangkan asuransi penyakit kritis menanggung risiko yang tergolong penyakit kritis saja. Asuransi kesehatan memberikan penggantian sebesar biaya rumah sakit atau maksimal sebesar plafon, sedangkan asuransi penyakit kritis memberikan sejumlah uang pertanggungan sesuai dengan yang tertera di polis tanpa melihat biaya yang ditagihkan rumah sakit.

Critical illness tidak melulu bicara soal penyakit, sebagian lagi berupa kondisi yang tidak tersembuhkan seperti kelumpuhan, kebutaan, bisu, tuli, kerusakan organ tubuh penting, hilangnya kemandirian hidup, hingga terminal illness (ketika usia seseorang divonis tidak lebih dari 12 bulan). Semua kondisi ini tidak bisa ditangani oleh asuransi kesehatan rawat inap, karena persoalannya bukan di biaya berobat. Dalam kasus ini, fungsi asuransi penyakit kritis bukan terutama untuk pengobatan maupun pemulihan, melainkan untuk mengganti penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja lagi untuk jangka waktu yang panjang, bahkan untuk selamanya.

Blog ini diberi slogan “melindungi penghasilan keluarga”, salah satu alasannya karena asuransi penyakit kritis, bersama asuransi meninggal dunia dan cacat tetap, merupakan produk asuransi yang penting dimiliki demi mempertahankan kelangsungan ekonomi sebuah keluarga.

Rider Critical Illness di Tapro Allianz ada tiga macam, yaitu CI Accelerated (CIA), CI+, dan CI100. CIA dan CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, dengan perbedaan CIA masa perlindungannya sampai dengan usia 85 tahun dan klaimnya mengurangi UP dasar, sedangkan CI+ sampai dengan usia 70 tahun dan klaimnya tidak mengurangi UP dasar. Sementara itu, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal dengan masa perlindungan hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Perbedaan dan persamaan tiga produk rider tersebut bisa dilihat di tabel ini:

CI Accelerated CI+ CI100
Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 49 penyakit kritis Menanggung 100 kondisi penyakit kritis
Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung penyakit kritis tahap lanjut (advanced) Menanggung kondisi kritis sejak tahap awal, menengah, lanjut, dan terparah.
Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 1 sd 64 tahun Usia masuk 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan sd usia 85 tahun Masa perlindungan sd usia 70 tahun Masa perlindungan sd usia 100 tahun
Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari Masa tunggu 90 hari

Saya akan membantu Anda supaya lebih mudah membandingkan dan memilih asuransi kesehatan atau manfaat rawat inap yang sesuai kebutuhan Anda dan tentunya sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Perbandingan antara 3 manfaat rawat inap (sesuai plafon), yaitu:

  1. Allisya Care  (asuransi kesehatan murni, syariah)
  2. Maxi Violet  (asuransi kesehatan murni, konvensional)
  3. Hospital Surgical Care / HSC (bukan asuransi kesehatan murni, melainkan rider/manfaat tambahan pada asuransi jiwa)

Profil nasabah:

Wanita, usia 40 tahun, merokok, bekerja dalam ruangan.  Kebutuhan: proteksi manfaat rawat inap, plan kamar 1 juta/hari

Pilihan proteksi manfaat rawat inap yang ditawarkan:

#  Dari Segi Besarnya Premi

1.  Allisya Care

Klik Gbr untuk memperbesar

2.  Maxi Violet

Klik gbr untuk memperbesar

3.  Rider HSC (manfaat tambahan pada polis asuransi jiwa, bukan askes murni)

Klik gbr untuk memperbesar

#  Dari Segi Detil MANFAAT

1.  Allisya Care

Klik gambar untuk memperbesar

2.  Maxi Violet

Klik Gambar untuk memperbesar

3.  Rider HSC

Klik Gambar untuk memperbesar

#  Dari Segi Ketentuan “Penyakit atau Luka Yang Sudah Ada Sebelumnya (Pre-Existing Disease) dan Penyakit Khusus”, dan PENGECUALIAN

1.  Allisya Care

klik gbr untuk memperbesar

klik gbr utk memperbesar

klik gbr utk memperbesar

2.  Maxi Violet

klik gbr utk memperbesar

Klik gbr utk memperbesar

Klik gbr utk memperbesar

3.  Rider HSC

Klik gbr utk memperbesar

#  Dari segi KETENTUAN LAINNYA

Klik gbr utk memperbesar

#  KESIMPULAN dari ilustrasi di atas,  dengan profil/data peserta tersebut.

  • Allisya Care (AC) = premi lebih murah 5%
  • Maxi Violet (MV) = premi murah
  • HSC+ = premi lebih mahal
  • AC dan MV hanya ada manfaat tambahan:  santunan kematian
  • HSC+ manfaat tambahan lebih lengkap:  kemoterapi, dialisa, fisioterapi
  • Ketentuan pre-existing disease, pengecualian dan ketentuan lainnya adalah SAMA pada AC, MV dan HSC+
  • AC dan MV hanya ganti biaya rawat inap selama di RS saja.
  • HSC+ ganti biaya rawat inap di RS dan ada warisan (UP dasar) yang besarnya dapat dimaksimalkan sesuai kebutuhan.  (Pada kasus ini: nasabah minta UP dasar diminimalkan, agar dapat plan 1jt dengan premi masih murah, tujuan askes digabung dengan asuransi jiwa adalah agar preminya flat dan ada nilai tunai).
  • AC dan MV tidak ada nilai tunai (tabungan), bila tidak ada klaim maka premi “hangus” (tidak dikembalikan)
  • HSC+ = ada nilai tunai (tabungan), premi yang disetorkan dialokasikan untuk tabungan/nilai investasi (ingat: HSC+ adalah rider dari asuransi jiwa, sedangkan fitur ini (ada nilai tunai) adalah karakteristik produk asuransi jiwa unitlink.  Sehingga pada kondisi ini tampak seperti merupakan keunggulan HSC+ dibandingkan AC dan MV)

Catatan:

Artikel ini hanya membandingkan asuransi kesehatan Allianz yang fiturnya:  sesuai plafon. Untuk asuransi kesehatan Allianz sesuai tagihan, Anda bisa dapatkan info detilnya dengan menghubungi saya di 08113436830

Tanya Jawab

Tanya: Allisya Care dan Maxi Violet kan produk yang masa kontrak dan pembayarannya tahunan. Apakah produk ini ada garansi dapat diperpanjang?

Jawab: Allisya Care dan Maxi Violet ada jaminan dapat diperpanjang. Smartmed Premier tidak.

Tanya: Premi produk askes Allisya Care dan Maxi Violet apakah naik setiap tahun atau flat?

Jawab: Premi sesuai dengan tabel premi, secara umum cenderung naik pada rentang usia tertentu. Premi tergantung jenis kelamin dan kelompok usia.

Tanya: Saya ingin mengasuransikan ibu saya. Beliau sudah memiliki darah tinggi sejak dua tahun lalu. Apakah jika dirawat karena darah tinggi akan ditanggung?

Jawab: Tekanan darah tinggi (hipertensi) jika sudah ada dan masih ada sampai sekarang, termasuk ke dalam preexisting diseases (penyakit atau luka yang telah ada sebelumnya). Pada produk Allisya Care dan Maxi Violet, biasanya dikecualikan secara permanen (selamanya). Pada produk Smartmed Premier, dikecualikan atau dikenakan masa tunggu selama lima tahun (60 bulan), dengan catatan tidak ada klaim dalam lima tahun tsb.

Sudah ada gambaran mengenai perbedaan dan keunggulan masing2 manfaat rawat inap tersebut?

Silahkan memilih asuransi kesehatan mana yang sesuai kebutuhan Anda.