Monthly Archives: February 2016

Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis

Jika anda pernah bertemu agen asuransi Allianz, kemungkinan besar anda sudah ditawari manfaat asuransi penyakit kritis (critical illness). Asuransi penyakit kritis merupakan produk unggulan di Allianz. Kami di Allianz meyakini bahwa asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang paling penting yang harus dimiliki setiap orang, sekurang-kurangnya orang yang sudah dewasa. Mengapa? Karena di antara berbagai risiko hidup yang mungkin dialami oleh manusia, penyakit kritis membutuhkan biaya yang paling besar. Selain itu, penyakit kritis bisa membuat seseorang kehilangan kemampuan produktifnya sehingga tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan.

Orang boleh saja memiliki banyak polis asuransi, tapi jika belum ada proteksi penyakit kritis di dalamnya, lalu dia terkena penyakit kritis, semua polis yang dia punya tidak akan membantu kecuali sedikit saja.

Termasuk jika dia punya asuransi kesehatan yang kelasnya sangat premium sekalipun, paling jauh yang diganti hanyalah sejumlah biaya sesuai tagihan rumah sakit. Bagaimana biaya kehidupan setelah itu, jika dia tidak bisa bekerja lagi, entahlah.

Contoh penyakit kritis antara lain segala jenis kanker, segala jenis penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, tumor otak, dan penyakit hati kronis. Semua penyakit tsb berkaitan dengan gaya hidup. Penyakit kritis juga bisa disebabkan kecelakaan, misalnya kelumpuhan, buta, tuli, koma, kerusakan organ tubuh penting, dan hilangnya kemandirian hidup. Untuk penyakit kritis yang disebabkan gaya hidup, kadang ada orang yang berkilah bahwa dirinya sehat-sehat saja. Tapi untuk penyakit kritis yang disebabkan kecelakaan, tentunya kesehatan tidak berpengaruh. Mungkin dia selalu berhati-hati, tapi bisa jadi orang lain yang ceroboh.

Penyakit kritis adalah satu di antara sedikit kejadian yang bisa mengubah hidup seseorang secara signifikan. Orang yang tadinya merokok, bisa berhenti merokok setelah terkena stroke. Orang yang sebelumnya tidak pernah berolahraga, bisa jadi rajin berolahraga ketika sudah mengalami serangan jantung. Orang yang tadinya suka makan sembarang makanan, akan selektif memilih makanan ketika sudah terkena kanker. Orang yang awalnya suka bekerja keras sampai larut malam, bisa berhenti total begadang dan harus mengurangi kerja kerasnya ketika sudah mengalami gagal ginjal.

Ketika saran dokter kurang ditanggapi dan nasihat keluarga kurang didengar, penyakit kritis bisa menjadi penasihat yang paling ampuh.

3 Produk Asuransi Penyakit Kritis di Tapro Allianz

Asuransi penyakit kritis terdapat sebagai rider (proteksi tambahan) pada produk Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus). Ada tiga rider penyakit kritis (Critical Illness [CI]) yang disediakan, yaitu CI Accelerated (CIA), CI+, dan CI100. CIA dan CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, dengan perbedaan CIA masa perlindungannya sampai dengan usia 85 tahun dan klaimnya mengurangi UP jiwa dasar, sedangkan CI+ sampai dengan usia 70 tahun dan klaimnya tidak mengurangi UP jiwa dasar. Sementara itu, CI100 menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal (early stage) dengan masa perlindungan hingga usia tertanggung mencapai 100 tahun.

Perbedaan dan persamaan tiga produk rider tersebut bisa dilihat di tabel ini:
No Keterangan CI Accelerated CI + CI 100
1 Jumlah penyakit yang ditanggung 49 penyakit 49 penyakit 100 kondisi penyakit
2 Tahap, jumlah penyakit, dan persentase klaim – Advanced: 48 (100%)

– Angioplasti (10%)
– Advanced: 48 (100%)

– Angioplasti (10%)
– Early: 32 (50% maks 500 juta)

– Intermediate: 13 (100% maks 1M)

– Advanced: 48 (100%, maks 2M)

– Catasthropic: 5 (120%)

– Komplikasi diabetes (20%)

– Angioplasti (10%)
3 Klaim dan UP dasar Klaim mengurangi UP dasar Klaim tidak mengurangi UP dasar Klaim tidak mengurangi UP dasar
4 Usia masuk 1 sd 64 tahun 1 sd 64 tahun 5 sd 70 tahun
5 Masa perlindungan Sd usia 85 tahun Sd usia 70 tahun Sd usia 100 tahun
6 Survival period Tidak ada Tidak ada 7 hari
7 Masa tunggu dari tanggal berlaku polis atau pemulihan 90 hari 90 hari 90 hari
8 Biaya asuransi untuk perokok Sama saja Sama saja Perokok lebih mahal
9 Keunggulan utama – Biaya asuransi paling murah

– Masa perlindungan cukup panjang sd usia 85 tahun
– Klaim tidak mengurangi UP dasar

– Tanpa survival period

– Biaya asuransi relatif murah dibanding kompetitor
– Menanggung mulai tahap awal penyakit (early ci)

– Masa perlindungan panjang sd usia 100 tahun

– Klaim tidak mengurangi UP dasar

– Survival period 7 hari, paling singkat dibanding produk sejenis di kompetitor

Tentang CIA dan CI+, lebih lengkapnya bisa dibaca di SINI. Tentang CI100, bisa dibaca di SINI. Tentang perbedaan CI+ dengan CI100, bisa dibaca di SINI.

Penjelasan Istilah

Accelerated: dipercepat. Artinya klaim penyakit kritis pada rider CI Accelerated mengurangi uang pertanggungan dasar sehingga polis lebih cepat berakhir.

Survival period: masa bertahan hidup. CIA dan CI+ tidak mensyaratkan survival period. CI100 mensyaratkan survival period 7 hari, artinya sejak terdiagnosa penyakit kritis baru bisa diklaim setelah melewati 7 hari.

Saran Produk

Di antara tiga produk asuransi penyakit kritis di atas, mana yang paling disarankan? Tergantung kondisi tertanggung. Biasanya:

Untuk usia muda (di bawah 40 tahun) dan tidak merokok, saya sarankan ambil CI100.
Untuk usia muda dan merokok, saya sarankan ambil CI+ supaya mendapat UP yang lebih besar daripada jika ambil CI100.
Untuk usia 40 sd 50-an awal, saya sarankan ambil CI+.
Untuk usia 50-an akhir dan 60-an, saya sarankan ambil CI accelerated.
Jika uang bukan masalah, ambil Ci100.

Berapakah premi asuransi penyakit kritis? Jawabannya tergantung usia, jenis kelamin, dan uang pertanggungan yang diinginkan. Sebagai contoh saya buatkan ilustrasi Tapro Allisya Protection Plus dg UP jiwa 1 miliar ditambah UP CI+ 1 miliar, preminya 900 ribu per bulan untuk pria usia 30 tahun.
Ilustrasi tapro 900rb up 1M CI+ 1m usia 30

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Ingin info lebih lanjut hubungi Natanael, 08113436830 WA/TLp/SMS

Advertisements

Seberapa Penting Asuransi Kecelakaan?

Baru-baru ini saya terkejut mendengar banyak terjadi kecelakaan di Surabaya. Selain di Surabaya, kota Malang tak luput dari berita kecelakaan yang tidak disangka yakni rumah yang kejatuhan pesawat. Penghuni rumah tewas seketika.

Kecelakaan bukan hanya terjadi di jalan raya. Kecelakaan bisa juga terjadi di rumah, di kantor, di hutan, dan tempat apa pun.

Risiko kecelakaan bisa diminimalkan dengan cara berhati-hati dan waspada pada segala kondisi. Tapi tidak jarang kecelakaan juga terjadi akibat kecerobohan orang lain. Itulah faktor keberuntungan (atau ketidakberuntungan).

Oleh karena itu, kita harus senantiasa berdoa kepada Tuhan supaya dijauhkan dari ketidakberuntungan, agar senantiasa diberi keselamatan dalam setiap langkah kita.

Pada saat yang sama, kita juga perlu memproteksi risiko finansial yang timbul karena kemungkinan kecelakaan itu selalu ada.

Produk Proteksi Kecelakaan di Allianz

Ada dua produk Allianz yang menyediakan proteksi kecelakaan.

1. Rider ADDB pada Tapro Allisya Protection Plus. ADDB merupakan singkatan dari Accident Death and Disability Benefit. Seperti namanya, rider ini menanggung risiko cacat dan kematian akibat kecelakaan.

Dengan menambahkan rider ADDB pada asuransi jiwa, maka uang pertanggungan (UP) bisa menjadi lebih besar beberapa kali lipat. Di Tapro, UP ADDB dibolehkan sampai tiga kali UP dasar, maksimum 5 miliar. Misalnya Bapak X mengambil Tapro dengan UP dasar 1 miliar dan UP ADDB 1 miliar. Jika Bapak X mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, ahli warisnya akan memperoleh 2 miliar.

Satu lagi kelebihan proteksi ADDB, biaya asuransinya lebih murah daripada proteksi jiwa, dan biaya ini tetap sampai akhir masa kontrak, tidak tergantung usia.

2. Personal Care. Produk ini merupakan asuransi murni tanpa investasi dan berdiri sendiri. Kontrak berjangka tahunan, bisa diperpanjang setiap tahun. Produk ini memberikan manfaat cacat tetap akibat kecelakaan, meninggal akibat kecelakaan, biaya medis dan santunan harian jika dirawat karena kecelakaan.

Apa Beda Bisnis MLM dengan Asuransi?

Saya berulang kali dirayu teman untuk bergabung di bisnis MLM (Multi-Level Marketing).  Saya sudah sampaikan bahwa saya sudah kerja di Asuransi. Mendapat jawaban seperti itu, mereka justru mengejek. “Ah bisnis Asuransi gak ada apa-apanya pak.” Aku kaget dengan jawaban sinisnya.

Sebenarnya apa perbedaan MLM dengan Asuransi?

Pertama dari Segi Produk

  • Apakah produknya merupakan kebutuhan manusia? Saya pilih berjualan produk yang merupakan kebutuhan manusia.
  • Apakah produknya selalu tersedia? Saya pilih berjualan produk yang selalu tersedia kapan saja, mudah memperolehnya seberapa banyak pun permintaannya, tidak terpengaruh musim dan tren, kondisi politik dan ekonomi, maupun ketersediaan bahan baku.
  • Apakah produknya bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun? Saya pilih produk yang bisa dijual di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun.
  • Seberapa menguntungkan penjualan dari produk tersebut? Saya pilih produk yang memberikan keuntungan lebih besar. Keuntungan jual produk asuransi dikenal dengan istilah faktor 24x (1 kali jual produk, komisinya 24 kali).

Produk asuransi memenuhi semua kriteria di atas. Sementara produk MLM, mungkin beberapa kriteria terpenuhi, tapi tidak semuanya.

Kedua dari Segi Perusahaan

  • Seberapa besar perusahaannya? Saya pilih perusahaan yang besar dan kuat. Ukurannya antara lain dilihat dari segi aset, penjualan, dan keuntungan.
  • Seberapa lama perusahaannya? Saya pilih perusahaan yang sudah lama berdiri, karena hal ini menunjukkan indikasi seberapa lama lagi perusahaan tersebut akan tetap ada.

Perusahaan asuransi tidak ada yang kecil, semuanya besar, bahkan sebagian di antaranya termasuk perusahaan raksasa berskala global, dengan total aset di atas pendapatan domestik bruto suatu negara. Misalnya, aset Allianz sendiri pada tahun 2012 sebesar USD 915,8 miliar (setara Rp 9.000 triliun), sedikit di atas PDB Indonesia tahun 2012 sebesar USD 852,24 miliar. Perusahaan raksasa berskala global itu semuanya telah berumur panjang, bahkan lebih tua dari banyak negara di dunia. Misalnya, Allianz berdiri tahun 1890.

Ketiga dari Segi Bisnis

  • Bagaimana prospek bisnisnya? Saya pilih bisnis yang prospeknya bagus, marketnya luas, penghasilan pasif tanpa batas.
  • Apakah bisnisnya bersifat jangka panjang? Saya pilih bisnis yang bersifat jangka panjang, bukan bisnis sambil lalu atau proyek sesaat. Bisnis asuransi merupakan bisnis jangka panjang karena dari segi produknya sendiri bersifat jangka panjang (masa bayar asuransi dan masa manfaat asuransi adalah puluhan tahun hingga seumur hidup).
  • Apakah marketnya memiliki titik jenuh? Saya pilih bisnis yang tidak memiliki titik jenuh. Di Singapura dan Jepang yang setiap penduduknya memiliki lebih dari satu polis asuransi, banyak perusahaan asuransi raksasa masih bercokol di sana dan tetap memperoleh keuntungan.
  • Apakah jaringan bisnis bisa diwariskan? Saya pilih bisnis yang jaringannya bisa diwariskan. Beberapa MLM mungkin menawarkan fitur ini, tapi yang jadi pertanyaan: apakah para downline masih ada di sana ketika terjadi pewarisan? Jangan-jangan mereka sudah pindah ke MLM lain atau ganti pekerjaan.

Keempat dari Status Profesi

  • Bagaimana kejelasan status profesi? Saya pilih bisnis yang status profesinya jelas. Profesi agen asuransi resmi dan diakui oleh negara. Saya bisa tulis di KTP saya pada kolom pekerjaan: Agen Asuransi.
  • Bagaimana tanggung jawab dan keterikatan dengan profesi? Saya pilih bisnis yang memiliki tanggung jawab profesi. Agen asuransi diharuskan memiliki lisensi keagenan, dan dia terikat kode etik serta tanggung jawab profesi di bidang asuransi. Ini adalah jenis keterikatan yang baik, bukan keterikatan yang menghalangi kebebasan. Saya tidak mau pindah-pindah pekerjaan ataupun gonta-ganti bisnis, apalagi jadi kutu loncat.

Hal-hal Lain

  • Pemasaran lewat internet. Asuransi bisa dipasarkan lewat internet, dan ini membebaskan saya dari kehabisan prospek. Nasabah-nasabah saya adalah mereka yang memang mencari dan membutuhkan asuransi.
  • Hubungan jangka panjang. Di asuransi, saya membina hubungan dengan nasabah maupun agen dalam kerangka hubungan jangka panjang. Siapa pun yang menjadi nasabah saya maupun agen di tim saya, harus siap berteman dengan saya selama-lamanya. Saya sangat berharap bisa menjadi teman sekaligus sahabat yang baik.
  • Keamanan kerja. Di bisnis asuransi, khususnya di ASN, saya memperoleh keamanan kerja dalam arti yang sebenar-benarnya. Saya tidak khawatir dipecat sebagai agen, karena kontrak agen ASN bersifat permanen. Profesi saya diakui negara dan ada lisensinya. Saya tidak khawatir bisnis saya akan surut atau sepi, karena asuransi adalah kebutuhan, dan prospek pasar di Indonesia sangatlah besar. Saya tidak khawatir kehilangan nasabah, karena mereka membeli asuransi dengan kesadaran sebagai kebutuhan. Saya tidak khawatir kehilangan agen, karena mereka pun mendapatkan keamanan kerja yang sama seperti saya. Saya tidak khawatir kehilangan penghasilan saya dan tidak pula khawatir penghasilan saya akan menurun.
  • Penghasilan pasif. Semua bisnis jaringan menawarkan penghasilan pasif, yang diperoleh jika sudah punya para downline aktif. Tapi hanya bisnis asuransi yang penghasilan pasifnya sudah diperoleh walaupun belum punya rekrutan, karena adanya faktor 24x. Jika jaringan sudah terbentuk dan aktif, kita bahkan tidak akan mampu membendung datangnya penghasilan pasif yang terus bertambah dan bertumbuh, karena jika sudah mencapai level tertentu, seorang agen asuransi tidak akan berhenti atau pindah ke bisnis lain. Saya melihat diri saya sendiri: walaupun agen saya belum banyak, saya telah memutuskan dengan bulat hati akan tetap beraktivitas di bisnis ini, dan itu berarti penghasilan pasif yang terus-menerus bagi para leader saya. Saya ingin mencapai posisi seperti mereka.
  • Membantu sesama. Produk asuransi menyediakan bantuan keuangan di saat orang sangat membutuhkan. Menjual produk asuransi berarti membantu orang. Selain itu, melalui sistem bisnisnya yang bersifat jaringan, seorang agen asuransi juga membantu para agen lainnya untuk sukses bersama.
  • Kesempatan untuk menulis. Aslinya saya ini seorang penulis. Asuransi termasuk bidang yang layak untuk ditulis, baik sebagai kajian akademis maupun praktis. Asuransi bisa dihubungkan dengan perencanaan keuangan, ekonomi, investasi, maupun bisnis. Dan saya berniat menulis buku biar dikira ahli asuransi. Sekarang saya sedang mencicil menulis artikel-artikelnya satu demi satu.
  • Terakhir, saya sudah merasa sangat nyaman dengan apa yang saya kerjakan saat ini, lahir maupun batin, material maupun spiritual, emosional maupun intelektual. Sehari-hari kerja di rumah. Waktu untuk keluarga cukup berlimpah. Calon nasabah datang sendiri. Calon agen juga muncul sendiri. Teman dan kenalan saya bertambah setiap hari. Bebas dari perkara mengutangi dan diutangi. Tidak direpotkan  dengan urusan mengangkut dan menyimpan barang. Sifat pekerjaan saya membantu orang. Penghasilan saya naik setiap bulan. Keamanan kerja terjamin. Saya pun bisa tetap membaca dan menulis.  Jadi, apa yang membuat saya harus mencoba-coba bisnis lain? Yang saya butuhkan hanyalah banyak-banyak bersyukur kepada Tuhan. Masa depan hanyalah soal waktu.

UP 1 Miliar Premi Hanya Rp350ribu /bln

saya ingin menawarkan UP 1 Miliar dengan premi yang lebih murah lagi, yaitu 350 ribu per bulan. Lumayan beda 5 ribu juga, setahun hemat 60 ribu, 10 tahun bisa saving 600 ribu.

Sebelumnya, melalui premi 355 ribu/bulan, UP jiwa 1 M diperoleh dari:

  1. Asuransi dasar: Rp 340.000.000
  2. Term life: Rp 660.000.000

Nah, melalui premi 350 ribu/bulan, UP jiwa 1 M diperoleh dari gabungan dua “nomor cantik”:

  1. Asuransi dasar: Rp 333.333.334
  2. Term life: Rp 666.666.666

Silakan cek di ilustrasi di bawah ini.

https://myallisya.files.wordpress.com/2012/07/350-rb-up-1-m1.jpg?w=732&h=657

Kenapa bisa begitu?

Di Tapro Allisya berlaku ketentuan UP term life maksimum 2 kali UP dasar. Jadi, angka 1 miliar itu dibagi 3: 1/3 untuk asuransi dasar, 2/3 untuk term life. Dengan memperkecil asuransi dasar, premi jadi lebih murah.

Ilustrasi kedua ini pun berlaku untuk pria usia 30 tahun, pekerjaan dalam ruangan, dan sehat. Untuk usia dan jenis kelamin yang berbeda, serta kondisi pekerjaan dan kesehatan yang berbeda, premi akan berbeda, apalagi jika ditambahkan rider (proteksi tambahan).

Bagaimana? Pilih 355 ribu atau 350 ribu? Pilih nomor biasa atau nomor cantik? Hehe, bagi saya yang mana pun baik. Yang penting anda bisa memperoleh proteksi maksimal dengan premi minimal, serta memiliki segudang fasilitas dan fleksibilitas, antara lain:

  1. Boleh bayar bulanan.
  2. Preminya bisa flat.
  3. Bisa cuti premi. (Fasilitas ini sangat terasa dibutuhkan jika suatu saat mengalami problem keuangan).
  4. Bergaransi perpanjangan otomatis.
  5. Masa pertanggungan hingga seumur hidup.
  6. Premi tidak seluruhnya hangus, ada unsur tabungannya.
  7. UP jiwa akan lebih dari 1 M, karena ditambah nilai investasi.
  8. Bisa ditambah rider antara lain ADDB (kecelakaan), TPD (cacat total), CI+ (penyakit kritis), Flexicare family (rawat RS), dan payor benefit. Tentunya dengan tambahan premi.
  9.   Akad asuransi dan penyaluran investasi sesuai syariah.
  10. Dan lain-lain.

Silakan dipilih. Selamat berasuransi.

 

Salam,

Natanael (Bisnis Eksekutif Allianz Life)

HP 08113436830 (SMS/WA/Call)

 

Saya Ingin Dobel Klaim!

Kemaren saya ditanya nasabah saya, “Pak, apa produk Allianz bisa dobel klaim?” Saya jawab bisa jika polis tabungan Allianz bapak ditambah rider atau produk Flexicare Family.

Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Flexicare Family merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
  2. Flexicare Family mencakup santunan harian rawat inap karena sakit dan kecelakaan, pembedahan karena sakit dan kecelakaan, dan santunan penyembuhan karena sakit dan kecelakaan. (Info lebih lengkap, klik Tabel Manfaat Flexicare Family).
  3. Minimum masa perawatan 1 x 24 jam, maksimum 180 hari per tahun.
  4. Bisa dobel klaim. Dapat digunakan sebagai tambahan santunan jika telah memiliki askes dari kantor.
  5. Klaim Flexicare Family menggunakan sistem reimburse (bayar dulu, baru ajukan klaim).
  6. Cara pengajuan klaim dengan melampirkan kuitansi rumah sakit asli atau boleh fotokopi yang dilegalisir.
  7. Uang santunan diberikan secara lumpsum sebesar jumlah yang tertera di tabel manfaat.
  8. Uang lumpsum dikirim ke rekening peserta selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah pengajuan klaim disetujui.
  9. Flexicare Family dapat menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis. Tentunya dengan tambahan premi.
  10. Usia masuk mulai 6 bulan sampai 55 tahun.
  11. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  12. Tersedia mulai pengambilan 1 unit (100 ribu/hari) sampai 15 unit (1,5 juta/hari).
  13. Masa tunggu 1 bulan sejak diterima sebagai peserta.
  14. Beberapa penyakit tertentu dan penyakit yang telah ada sebelumnya dikenakan masa tunggu 12 bulan.

Contoh Ilustrasi

Dengan meminimalkan UP jiwa dasar, seorang pria usia 30 tahun bisa mendapatkan rider Flexicare Family sebanyak 10 unit dengan premi 350 ribu per bulan. Lihat gambar di bawah:

Rincian manfaat Flexicare 10 unit adalah sebagai berikut:

Penjelasan lebih detail bisa contact

Bisnis Eksekutif Allianz, HP 08113436830

Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit

Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit memberikan pembebasan premi jika pemegang polis mengalami Penyakit Kritis (Critical Illness [CI]) atau Cacat Tetap Total (Total Permanent Disability [TPD]). Ada yang membebaskan premi dari CI saja, atau TPD saja, ada juga yang dari kedua-duanya.

Perbedaan Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit

Perbedaan rider Waiver of Premium pada asuransi jiwa tradisional dan rider Payor Benefit pada unit-link ada dua:

Pertama, Waiver of Premium memberikan pembebasan premi sesuai dengan masa pembayaran premi dari polis dasarnya. Jika polis dasarnya berjangka waktu pembayaran 10 tahun, maka manfaat Waiver pun berlaku selama 10 tahun. Misalnya terjadi TPD di tahun ke-5, maka nasabah dibebaskan dari membayar premi mulai tahun ke-6 sd tahun ke-10.

Payor Benefit memberikan pembebasan premi sampai usia tertentu, biasanya sampai usia pemegang polis 65 tahun. Walaupun masa pembayaran premi direncanakan hanya 10 tahun, pembebasan premi tetap sampai usia 65 tahun. Misalnya nasabah usia 30 tahun, terkena TPD tahun kelima (usia 35 tahun), maka ia mendapatkan pembebasan premi sampai usianya 65 tahun.

Kedua, Waiver of Premium memberikan pembebasan dalam bentuk berhenti bayar premi, sedangkan Payor Benefit memberikan pembebasan dalam bentuk premi dibayarkan oleh perusahaan. Jika sebelumnya nasabah yang menyetor premi, setelah Payor Benefit berlaku, ganti perusahaan asuransi yang menyetor premi. Premi yang disetorkan perusahaan akan menjadi nilai investasi pada unit-link nasabah, dan nasabah boleh saja mengambil nilai investasi tersebut.

Dengan kata lain, pada Waiver of Premium, nasabah mendapatkan polis secara gratis, sedangkan pada Payor Benefit, nasabah mendapatkan uang tunai sebesar premi, adapun biaya-biaya polisnya tetap harus bayar dengan cara dipotong dari nilai investasi.

Seberapa Penting Rider Pembebasan Premi?

Jika seseorang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total, menurut anda apakah yang ia butuhkan?

Penyakit kritis membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan perawatan. Apa yang dibutuhkan di sini? Uang tunai yang besar. Penyakit kritis juga bisa menimbulkan kehilangan kemampuan produktif, berarti uang tunai yang besar itu juga harus ada lebihnya untuk biaya hidup.

Cacat tetap total atau lumpuh menimbulkan kehilangan kemampuan produktif alias tidak bisa bekerja lagi. Apa yang orang butuhkan saat ini? Tidak lain adalah uang tunai yang besar untuk menggantikan penghasilan, di mana penghasilan ini diperlukan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan lainnya.

Rider pembebasan premi berfungsi melindungi polis dari lapse karena ketidakmampuan bayar. Sedangkan untuk biaya sakit kritis atau cacatnya sendiri tidak menyediakan. Oleh karena itu, polis asuransi jiwa yang anda miliki sebaiknya dilengkapi pula dengan manfaat yang memberikan perlindungan berbentuk uang tunai dari risiko sakit kritis dan cacat tetap total.

Perlindungan terhadap penghasilan karena ketidakmampuan total diperoleh jika seseorang mengambil rider TPD (Total Permanent Disability). Sedangkan perlindungan terhadap biaya pengobatan yang mahal akibat penyakit kritis, dan juga terhadap kehilangan penghasilan yang mungkin disebabkannya, disediakan melalui rider CI (Critical Illness).

Dengan kata lain, rider pembebasan premi (Payor Benefit) menempati prioritas yang lebih rendah setelah rider cacat tetap total (TPD) dan rider penyakit kritis (CI).

Penawaran standar yang saya berikan ke calon nasabah melalui produk Tapro Allisya adalah:

  1. Asuransi Dasar (proteksi meninggal dunia)
  2. CI (proteksi penyakit kritis). Di Tapro Allisya ada rider CI+ (49 CI) dan CI100 (100 kondisi kritis sejak tahap awal).
  3. ADDB (proteksi cacat/meninggal karena kecelakaan)
  4. TPD (proteksi cacat tetap total)
  5. Payor Benefit (pembebasan premi)

Jika uang tak masalah, saya sarankan untuk mengambil semuanya. Tapi jika anggaran terbatas, ambil proteksi sesuai urutan di atas.

Rawat Jalan Tidak Perlu Asuransi

Asuransi itu tujuannya untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan dari apa? Perlindungan dari hal-hal yang tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika kita menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung tanpa memberatkan keuangan kita, pada dasarnya sesuatu tsb tidak memerlukan asuransi.

Pertanyaannya: apakah anda sanggup membayar sendiri biaya periksa dokter plus obat untuk sakit semacam pilek dan bisul?

Jika anda sanggup, berarti tak usahlah pake asuransi.

Jika tidak sanggup, anda bisa memanfaatkan program pemerintah semacam JKN-BPJS atau Jamkeskin.

Beres.

Inti Tulisan Ini

  • Asuransi rawat jalan itu TIDAK PERLU.
  • Jika anda sudah memilikinya dari kantor, bersyukurlah, karena kalau beli sendiri, preminya mahal. (Contoh premi rawat jalan bisa dilihat di sini: Tabel Premi Allisya Care. Boleh dibandingkan dengan premi rawat inap untuk plan yang sama).
  • Premi mahal, itu alasan kedua kenapa askes rawat jalan tidak perlu.
  • Alasan pertama: biaya berobat jalan tidaklah besar, pake duit sendiri pun bisa dan tidak akan bikin bangkrut.

Saran

  • Jika anda punya uang untuk bayar premi rawat jalan, simpan saja sebagai dana darurat. Sewaktu-waktu mampir ke dokter, silakan pakai. Itu akan lebih menghemat pengeluaran.
  • Banyak orang yang menanyakan askes rawat jalan belum punya asuransi yang lebih penting dan prioritas, yaitu: proteksi meninggal dunia, askes rawat inap, penyakit kritis, dan cacat.
  • Jangan sampai anda lebih mencemaskan bisul yang tampak di permukaan, tapi lupa dengan kanker yang mengendap di pedalaman.
  • Prioritas asuransi diukur dari dampak keuangannya, bukan dari frekuensi kejadiannya. Selengkapnya bisa dibaca di sini: Prioritas Asuransi. []