Monthly Archives: June 2016

Penyakit Pre Existing, Hanya Dikenai Masa Tunggu 2 Tahun saja

Pre existing alias penyakit yang sudah ada atau sudah diderita sebelumnya? Di asuransi manapun, tidak ada satu pun asuransi yang akan mengcover penyakit pre existing. Jadi apabila anda sudah menderita penyakit tertentu sebelum anda memiliki asuransi, maka saat anda membeli asuransi tersebut, penyakit yang telah anda derita itu akan dikecualikan selamanya.

Apalagi jika asuransi yang anda beli adalah askes (asuransi kesehatan), sudah pasti segala jenis penyakit yang sudah diderita sebelumnya tidak akan dicover. Contoh : Jika sebelumnya anda sudah menderita penyakit asam urat, maka jika anda dirawat inap rumah sakit karena sakit yang disebabkan oleh asam urat anda itu maka asuransi kesehatan anda dapat menolak untuk membayarkan klaim rumah sakit anda.

Ini terjadi apabila anda membeli asuransi kesehatan setelah anda telah menderita penyakit asam urat tersebut. Namun jika anda telah memiliki asuransi kesehatan baru kemudian anda didiagnosa terkena penyakit asam urat, tentu saja asuransi kesehatan ini akan mengcover semua penyakit yang anda derita termasuk penyakit asam urat.

Nah, sekarang di Allianz ada 1 produk asuransi kesehatan yang dapat mengcover penyakit pre existing yang telah anda derita sebelumnya. Hanya dibutuhkan masa tunggu 2 tahun saja dari sejak polis anda aktif, setelah itu asuransi kesehatan ini tidak akan mengecualikan penyakit pre existing yang anda derita ini lagi dan anda sudah bisa melakukan klaim atas biaya perawatan rumah sakit yang anda jalani yang disebabkan oleh penyakit pre existing ini. (Dengan catatan dalam masa 2 tahun tersebut, penyakit pre exiting yang anda derita tidak kumat dan anda tidak dirawat di rumah sakit gara gara penyakit ini).

Namanya adalah Smartmed Premier. Jadi jika anda telah memiliki penyakit yang telah diderita sebelumnya dan anda ingin agar segala perawatan yang anda jalani di rumah sakit nantinya yang disebabkan oleh penyakit yang sudah anda derita tersebut bisa di klaim asuransi, maka anda hanya perlu membeli asuransi kesehatan Smartmed Premier dari Allianz ini saja. Cuma dikenai masa tunggu 2 tahun sejak polis aktif, tidak lama bukan?

SmartMed Premier merupakan asuransi kesehatan yang dapat digunakan secara perorangan maupun digabung bersama anggota keluarga anda lainnya (Premi nya mendapatkan diskon 5% apabila anda menyertakan anggota keluarga lainnya di dalam 1 polis). Asuransi kesehatan berkategori premium ini, menjangkau berbagai wilayah diseluruh dunia, seperti  Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan terus akan bertambah. Menggunakan sistem kartu cashless, asuransi kesehatan ini  menanggung biaya rumah sakit sesuai tagihan, tidak sampai disitu saja beberapa keunggulan yang terdapat di asuransi kesehatan ini adalah:

  • Manfaat total dalam setahun hingga Rp 6 miliar/ orang.
  • Bilamana memilih kamar lebih dari Plan yang diambil atau memilih rumah sakit di wilayah Amerika Serikat, biaya perawatan dibayar sesuai dengan Limit Dasar.
  • No Claim Bonus atau sering disebut diskon bonus sebesar 20% yang diberikan saat perpanjangan polis asuransi kesehatan Anda, bila tidak ada catatan klaim selama satu tahun polis. Bonus diskon dihitung dari premi polis tahun lalu dan juga berlaku untuk premi per Tertanggung.
  • Perawatan medis yang dilakukan di rumah sakit di luar Jaringan Allianz-Admedika, menggunakan fasilitas eAZy Claim dan Reimbursement untuk penggantian biaya
  • Sesuai perjanjian antara Tertanggung dengan Allianz, pilihan layanan co-share 20%, 10%, dan 0%
  • Untuk kebutuhan informasi dan layanan medis mendapatkan Akses Allianz Medical Hotline 24 jam, serta Jasa Layanan Bantuan Medis lnternasional.

SmartMed Premier pun menyediakan manfaat dasar rawat inap serta manfaat tambahan lainnya seperti rawat gigi, rawat jalan, dan bersalin serta memiliki juga manfaat spesial yaitu penggantian biaya kemotherapy, hemodialisis, HIV/AIDS, serta biaya pemakaman dan evakuasi darurat, pemulangan jenazah.

Jadi ingat, dengan asuransi kesehatan Smartmed Premier, Penyakit Pre Existing, cuma dikenai Masa Tunggu 2 Tahun saja yang dihitung sejak tanggal polis aktif. Semakin anda menunda untuk membeli asuransi ini, masa tunggu yang harus anda jalani menjadi semakin panjang, jadi buat apa menunda nunda lagi?

Segera daftar dan tunggu 2 tahun saja, setelah itu penyakit pre existing anda sudah bisa di klaim jika anda menjalani rawat inap rumah sakit yang disebabkan oleh penyakit pre exiting anda tersebut.

Ingin buka polis Smart Med Premier? Hubungi : Natanael, HP 08113436830

email : natanael.albertus@gmail.com

baca juga: Smartmed Premier

Advertisements

Rahasia Mendapatkan 1 Milyar hanya dalam Hitungan Menit

Saya ingin menshare sebuah rahasia bagaimana cara mendapatkan 1 Milyar hanya dalam hitungan menit. Bukan dalam hitungan hari, minggu, bulan atau tahun? Anda pasti penasaran bukan dengan caranya? Sebenarnya cukup simpel hanya saja ada sebagian yang bersikap skeptis dan tidak percaya sehingga mereka tidak mau membaca lebih lanjut bahkan mereka tidak ingin tahu caranya sama sekali.

Sedangkan sebagian orang lagi, benar benar tidak tahu bagaimana caranya dan baru mendapatkan pencerahan setelah diberitahu. Aha, ternyata begitu mudahnya dan hal ini tidak terpikirkan sebelum nya oleh orang orang ini. Tips yang akan saya sharingkan ini adalah cara mendapatkan 1 Milyar hanya dalam hitungan menit dengaan cara yang legal dan resmi. Jadi bukan hal yang ilegal dan melanggar hukum ya.

Hingga hari ini uang 1 miliar rupiah memiliki sebuah nilai yang cukup besar. Setidaknya mampu untuk membeli rumah dan kendaraan, dan bagi sebagian orang nilai tersebut bisa mencukupi berbagai kebutuhan hidup. Namun angka tersebut nampaknya terlalu fantastis dan bisa mendapatkan uang sebesar itu menjadi seperti angan-angan saja.

Andaikan hari ini kita memiliki penghasilan 10 juta perbulan maka setidaknya perlu 8 tahun mengumpulkannya. Dengan catatan kita tidak membelanjakannya sama sekali. Tentunya, mendapatkan uang 1 milyar menjadi hal yang sangat mustahil bukan apabila dipikirkan seperti itu?

Setiap orang pasti punya impian hidup dan impian tiap orang pasti berbeda-beda. Supaya impian hidup ini bisa tercapai, orang perlu kerja atau usaha untuk mendapatkan penghasilan dan menabung.Dalam proses menjalanin hidup ini, ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada sesuatu yang mungkin terjadi yang bisa menyebabkan orang tidak bisa cari penghasilan lagi, tidak bisa menabung lagi bahkan tabungan akan hilang dan hidup pun menjadi masalah!

Inilah yang kita sebut 5 musuh utama manusia yaitu Sakit, Kecelakaan, Cacat, Meninggal, dan Tua.
Apabila musuh ini datang, kita perlu senjata. Apa senjata kita? Senjata kita adalah Uang!
Bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan uang dengan cara yang Simpel, Mudah dan Efektif  terutama uang 1 Milyar hanya dengan beberapa menit saja?

Solusi nya adalah membeli asuransi TAPRO (Tabungan Proteksi) Allianz.

Teman-teman ijinkan saya untuk bertanya beberapa hal :
Kalau anda terkena sakit kritis, anda mau sembuh atau tidak ?
Kalau mau sembuh, perlu Uang yang banyak, setuju?
Kalau Dokter minta uang 1 Milyar, anda mau menggunakan uang pribadi atau uang Allianz?
Kalau anda diminta untuk memilih untuk mendapatkan 1 Milyar, anda memilih menabung di Allianz cukup 1 juta perbulan, atau mau coba-coba nabung sendiri yang butuh waktu 1000 bulan atau 83 tahun lamanya?

Anda mau memiliki tabungan seperti ini di Allianz?
Kalau mau mari kita membantu Anda membuka rekening tabungan 1 Milyar tersebut. Pada saat anda mengajukan pembukaan rekening Tapro Allianz ini, maka uang sebesar 1 Milyar tersebut otomatis telah langsung disiapkan oleh Allianz untuk anda.

Berbeda dengan saat anda membuka rekening tabungan di bank konvensional dimana setelah anda membuka rekening tabungan, maka isi uang di dalamnya anda sendiri yang harus mengisinya. Anda hanya diberikan rekening kosong saja dan anda sendiri yang mengisi jumlah nominalnya. Sedangkan di Tapro Allianz, anda dikasih rekening yang sudah ada nominal sebesar 1 Milyar langsung.

Sewaktu waktu kapan anda membutuhkan nya (Jika syarat untuk pencairannya terpenuhi) maka uang 1 Milyar ini akan langsung ditransfer ke rekening bank pribadi anda maupun rekening bank ahli waris anda (ahli waris bisa anggota keluarga anda yang lain seperti istri, anak, orang tua maupun saudara kandung).

Bila Anda ingin mendapatkan konsultasi secara gratis seputar bagaimana cara membuka rekening tabungan proteksi Allianz sebesar 1 Milyar ini, silahkan hubungi saya melalui nomor kontak di bawah ini, dan saya akan segera melayani Anda. Sebenarnya anda bisa juga merubah nilai uang yang anda ingin Allianz siapkan untuk anda.

Tidak harus 1 Milyar, anda juga bisa meminta Allianz untuk menyiapkan lebih dari itu misalnya 2 Milyar, 3 Milyar atau bahkan 5 Milyar. Tinggal anda sebutkan saja. Tentu ada persyaratan premi (iuran) yang mestti anda penuhi setiap bulannya nantinya. Semakin besar uang yang anda ingin Allianz siapkan untuk anda, semakin tinggi juga kewajiban premi yang mesti anda bayarkan setiap bulannya. Tapi itu bukan menjadi masalah bukan? Masa anda tidak mau menukar uang Rp 1 juta anda dengan uang Rp. 1 Milyar dari Allianz?

Ibaratnya jika saat ini anda memiliki uang Rp 1000 di saku anda, dan saya memiliki uang Rp 1 juta di tangan saya, mau tidak anda menukar uang Rp 1000 anda dengan uang Rp 1 juta milik saya? Jika saya jadi anda tentu saja saya mau. Siapa sih yang tidak mau. Jadi untuk mendapatkan uang Rp 1 Milyar dalam hitungan menit tidak susah kan asal anda tahu caranya. Jika anda tidak memanfaatkan kesempatan ini, ya berarti anda menyia nyiakan peluang yang bagus ini.

Kalau tabungan 1 Milyar yang bisa dibuat hanya dalam hitungan menit ini bisa membantu orang banyak silahkan anda share ke saudara, teman, relasi dan orang sekitar kita.

Kenapa memiliki tabungan 1 Milyar ini hanya membutuhkan waktu hitungan menit saja? Karena untuk membuatnya cukup sederhana. Anda hanya tinggal mengisi dan menandatangani formulir SPAJ serta membayar premi bulan pertama. Dan untuk melengkapi prosedur administrasi ini semuanya bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit saja.

sumber: Rahasia mendapatkan dana 1 milyar dalam 1 menit

Ingin info dan membuka rekening Tapro Allianz hubungi : 

Natanael, HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

My Education-Asuransi Pendidikan Menguntungkan

Untuk anda yang ingin menyiapkan dana pendidikan untuk putra putri tercinta, Allianz menyediakan program asuransi pendidikan untuk mewujudkan rencana anda mengantar putra putri anda mendapatkan pendidikan yang baik dan bermutu. Produk asuransi pendidikan Allianz ini namanya MY EDUCATION.

My Education adalah program asuransi jiwa pendidikan. Program ini ditujukan bagi anda yang hendak mempersiapkan dana pendidikan (mulai dari sekolah dasar hingga lulus kuliah dan biaya selama kuliah) bagi putra putri tersayang, sehingga putra putri anda mendapatkan pendidikan yang bermutu

Produk ini sebenarnya juga produk asuransi jiwa. Maksudnya, asuransi dasarnya adalah asuransi jiwa. Jadi meskipun tujuan utamanya adalah pendidikan kita tetap wajib mengambil pertanggungan jiwanya. Tapi produk asuransi pendidikan ini menjanjikan nilai tunai yang dapat diambil secara bertahap. Dana tahapan inilah yang dimaksudkan sebagai dana pendidikan yang jumlahnya jauh lebih besar dari santunan asuransi jiwa-nya. Karena itulah sering disebut dengan “asuransi pendidikan” saja. Dana tahapan pendidikan ini bersifat pasti dan dapat dicairkan secara bertahap pada tahun polis tertentu sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Nasabah juga bisa mengambil masa bayar tertentu. Misalnya dia ambil masa bayar 17 tahun dengan asumsi anak saat masuk asuransi baru usia satu tahun sehingga pada usia tahun ke tujuh belas dia masuk Perguruan Tinggi. Setelah habis masa bayar (17 tahun) maka otomatis dia tak berkewajiban setor lagi, tapi dana tahapan itu masih tetap keluar secara bertahap sampai sekitar tahun ke 22 (estimasi lulus kuliah).

Manfaat asuransi pendidikan Allianz My Education ini adalah sebagai berikut :

  1. Manfaat tambahan dana pendidikan untuk keperluan dana pendidikan anak maksimum sebesar 240% dari uang pertanggungan ditambah manfaat tambahan.
  2. Perlindungan jiwa bagi tertanggung / orang tua sebesar 150% dari nilai pertanggungan selama masa pembayaran premi.
  3. Jika tertanggung mengalami musibah meninggal dunia dalam masa pembayaran premi, maka ahli waris dibebaskan dari kewajiban membayar premi sampai dengan masa pembayaran premi berakhir (Untuk mendapatkan manfaat ini, polis mesti ditambah rider/ manfaat tambahan waiver of premium).
  4. Jangka waktu pembayaran premi hanya sampai usia anak 18 tahun.
  5. Manfaat tahapan dana pendidikan  akan tetap dibayarkan tanpa menghiraukan status hidup Tertanggung.

Program asuransi pendidikan Allianz My Education ini juga dapat dilengkapi dengan Rider tambahan yaitu critical illness plus (CI+), Accidental Death and Disability Benefit (ADDB), Total Permanent Dissability (TPD), Waiver Of Premium (WOP) dan Waiver of Premium Plus (WOP+).

Berikut ini adalah perbandingan antara asuransi Pendidikan Allianz “My Education” dengan asuransi jiwa Tapro Allianz.

tabel-manfaat-asuransi-pendidikan

Contoh Ilustrasi

Premi Rp 12,000,000/tahun
Tertanggung Pria 30 Tahun
Pembayaran Premi 18 tahun
Uang Pertanggungan: Rp 116,290,338

Maslahat Education
Usia Tahun Polis ke 6 : 10% dari UP = Rp 11,629,034
Usia Tahun Polis ke 12 : 20% dari UP = Rp 23,258,068
Usia Tahun Polis ke 15 : 30% dari UP = Rp 34,887,101
Usia Tahun Polis ke 18 : 50% dari UP = Rp 58,145,169 + Maslahat Tambahan 31,620,506
Usia Tahun Polis ke 19 : 20% dari UP = Rp 23,258,068
Usia Tahun Polis ke 20 : 25% dari UP = Rp Rp 29,072,584
Usia Tahun Polis ke 21 : 25% dari UP = Rp 29,072,584
Usia Tahun Polis ke 22 : 30% dari UP = Rp 34,887,101
Usia Tahun Polis ke 23 : 30% dari UP = Rp 34,887,101

Maslahat hingga akhir masa asuransi
Bila tertanggung meninggal dunia : 150% Up= Rp 174,435,507 + Maslahat Education

Kesimpulannya, asuransi pendidikan Allianz MY EDUCATION ini seperti nabung. Jadi nilai pengembaliannya bersifat pasti, dan masih lebih bagus ketimbang anda nabung biasa, bahkan lebih bagus dibandingkan dengan deposito.

sumber: Asuransi Pendidikan My Education

Mengenal Unit Link Vs Asuransi Tradisional

Unit-link memiliki manfaat asuransi dan juga manfaat investasi. Tentang manfaat investasi pada unit-link (termasuk Tapro), saya selalu menyebutnya sebagai bonus, bukan tujuan utama. Jika anda mencari keuntungan dari investasi, tempatnya bukan unit-link. Tapi jika anda mencari asuransi, unit-link sangat layak dipertimbangkan karena manfaat asuransinya memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki asuransi tradisional.

Pengertian Unit-link

Unit-link adalah asuransi jiwa yang ditautkan (linked) dengan investasi. Asuransi jiwanya berbentuk YRT (Yearly Renewable Term, asuransi jiwa berjangka tahunan yang memiliki garansi perpanjangan), sedangkan investasinya berbentuk reksadana (kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi).

Manfaat asuransi unit-link terdiri dari manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). Manfaat dasarnya memberikan sejumlah uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam masa perlindungan, biasanya hingga seumur hidup (usia 99-100 tahun). Ridernya bermacam-macam, antara lain meliputi perlindungan dari cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan, cacat sebagian hingga cacat total), penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi.

Investasi unit-link disalurkan ke dalam instrumen investasi berbentuk reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi. Dana pada reksadana dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko dan potensi keuntungannya.

Definisi unit-link dalam gambar.

Perbedaan Unit-link dengan Asuransi Tradisional

Produk asuransi tradisional ada tiga jenis. Term-life, whole-life, dan endowment. Term-life adalah asuransi jiwa berjangka tanpa nilai tunai. Whole-life adalah asuransi jiwa seumur hidup dengan nilai tunai yang tidak terlalu besar. Endowment adalah asuransi jiwa berjangka dengan titik tekan pada nilai tunai. Untuk uang pertanggungan yang sama, premi term-life lebih murah daripada whole-life, dan premi whole-life lebih murah daripada endowment.

Seperti halnya unit-link, asuransi tradisional juga menyediakan manfaat dasar dan sejumlah manfaat tambahan (rider). Hanya saja, dalam dekade terakhir ini asuransi tradisional kurang mendapat perhatian karena hampir semua perusahaan asuransi fokus pada pengembangan unit-link.

Term-life vs Unit-link

Term-life adalah asuransi jiwa berjangka, ada yang tahunan, 5 tahunan, 10 tahunan, 20 tahunan, atau sesuai kebijakan perusahaan asuransi. Ciri pokok term-life adalah tanpa nilai tunai alias premi hangus. Ciri lainnya, masa perlindungan sama dengan masa pembayaran. Bayar 1 tahun, perlindungan 1 tahun. Bayar 10 tahun, perlindungan 10 tahun. Ada klaim dapat uang pertanggungan, tidak ada klaim premi hangus.

Term-life yang berjangka tahunan merupakan bentuk paling dasar dari asuransi jiwa. Nasabah membayar premi untuk masa perlindungan selama satu tahun, dan tahun berikutnya premi naik jika polis diperpanjang. Term-life tahunan ada yang mensyaratkan seleksi kesehatan saat perpanjangan, ada juga yang memiliki fitur garansi perpanjangan (YRT: Yearly Renewable Term). Saat ini skema semacam term-life tahunan banyak digunakan di asuransi umum (asuransi rumah, mobil), asuransi kesehatan murni, asuransi kumpulan/karyawan, dan unit-link.

Kok unit-link? Ya, betul, tidak salah lagi. Seperti disebutkan di awal, unsur asuransi jiwa pada unit-link berbentuk YRT. Premi yang disetorkan secara berkala digunakan untuk membayar biaya-biaya, salah satunya biaya asuransi (cost of insurance atau COI, atautabarru dalam asuransi syariah). Biaya asuransi adalah biaya yang dikenakan untuk setiap manfaat dasar maupun rider yang diambil. Premi bersifat tetap (flat), sedangkan biaya asuransi naik setiap tahun seiring usia. Selisih dari premi dikurang biaya-biaya sama dengan nilai investasi.

Untuk membuktikan bahwa unit-link itu sama dengan YRT, caranya mudah saja. Jika anda punya unit-link yang sudah berjalan di atas 5 tahun, cobalah tarik hampir seluruh nilai investasi yang ada, sisakan sedikit sebesar biaya asuransi + administrasi yang dikenakan pada bulan itu. Bulan-bulan berikutnya, anda hanya perlu menyetor sebesar biaya asuransi + administrasi. Maka secara prinsip, unit-link tsb telah berubah menjadi YRT. Selama anda membayar biaya asuransi + administrasi, unit-link anda akan tetap berlaku sampai seumur hidup. Jika anda menghentikan pembayaran, polis berakhir dan biaya asuransi + administrasi tadi hangus.

Jadi, unit-link adalah YRT + reksadana. Bedanya, YRT pada unit-link memberikan perlindungan hingga seumur hidup (usia 100 tahun), YRT pada asuransi term-life dibatasi sampai usia tertentu (maksimal sampai usia 70 tahun).

Term-life yang bukan tahunan merupakan pengembangan lebih lanjut dari term-life tahunan. Sekarang ini, kebanyakan produk term-life ditawarkan dengan tenor yang lebih panjang, 10, 15, atau 20 tahun. Premi flat selama masa kontrak, dan akan naik beberapa kali lipat jika diperpanjang.

Secara umum premi term-life lebih murah daripada unit-link. Tentu wajar, karena term-life tidak mengandung nilai tunai sedangkan unit-link mengandung nilai tunai. Tapi dengan suatu cara tertentu, unit-link bisa dibuat lebih murah daripada term-life. Caranya dengan menambahkan rider Term-life ke dalam unit-link. Silakan simak tabel premi berikut:

Contoh premi unit-link untuk mendapatkan UP jiwa 1 miliar.

Tabel di atas menunjukkan premi bulanan dari suatu produk unit-link untuk mendapatkan manfaat uang pertanggungan sebesar 1 miliar rupiah (selengkapnya lihat diSINI). Contoh untuk usia 40 tahun, preminya 520 ribu per bulan atau 6,2 juta per tahun. Saya telah mengecek beberapa produk term-life di beberapa perusahaan asuransi, preminya tak jauh beda, bahkan kebanyakan lebih mahal. Apakah anda menemukan yang lebih murah?

Tabel di atas hanya bicara manfaat meninggal. Jika ditambah manfaat lain seperti proteksi kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, tidak akan mudah mencari pembandingnya yang sepadan pada skema term-life, disebabkan ketersediaan produk yang sangat terbatas serta beragamnya perbedaan tiap rider. Misalnya, rider penyakit kritis di tiap perusahaan asuransi memiliki perbedaan fitur yang variatif, dilihat dari jumlah penyakit yang ditanggung, kriteria tiap penyakit, tahap awal atau tahap lanjut, ada syarat survival period atau tidak, masa perlindungan, dan sebagainya.

Baca juga:

Term-Life dalam Unit-Link, Lebih Murah dan Fleksibel

Whole-life vs Unit-link

Whole-life, sesuai namanya, adalah asuransi jiwa dengan jangka perlindungan seumur hidup (usia 100 tahun). Masa pembayaran preminya bisa diatur sesuai kesepakatan, ada yang 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, bahkan ada yang sekali bayar. Semakin singkat masa pembayaran, preminya semakin mahal, tapi secara keseluruhan lebih murah (mirip cicilan rumah). Whole-life memiliki nilai tunai yang dijamin, dan ada nilai tunai tambahan yang tidak dijamin (hasil pengembangan investasi). Nilai tunai pada whole-life tidaklah terlalu besar, karena tujuan utamanya tetap untuk mendapatkan proteksi. Asuransi jenis whole-life biasanya digunakan oleh orang yang sudah berumur (katakanlah 40 tahun ke atas) untuk mempersiapkan warisan, karena kepastian yang diberikannya.

Banyak yang menyangka unsur asuransi jiwa pada unit-link adalah whole-life. Bukan. Seperti disebutkan di atas, unsur asuransi jiwa pada unit-link lebih tepat disebut YRT atau term-life tahunan.

Jika dilihat dari masa perlindungan jiwanya, memang unit-link dan whole-life sama-sama menyediakan proteksi hingga seumur hidup (usia 100 tahun). Tapi ada satu perbedaan besar. Pada whole-life, nasabah membayar premi sesuai masa perjanjian (misalnya 10 tahun), setelah itu tidak bayar lagi, dan perlindungan dijamin selama seumur hidup.

Pada unit-link, nasabah membayar premi sesuai rencana (misalnya 10 tahun), setelah itu boleh cuti premi, dan perlindungan akan tetap berlaku selama nilai investasi cukup untuk membayar biaya asuransi + administrasi. Jika nilai investasi habis, polis berakhir, tapi nasabah bisa tetap mendapatkan perlindungan selama dia membayar biaya asuransi + administrasi. Biaya asuransi + administrasi ini dikenakan hingga seumur hidup, dan inilah yang disebut YRT.

Secara umum, premi unit-link sedikit lebih murah daripada premi whole-life. Hal ini karena pada whole-life, perusahaan asuransi harus menjamin manfaat polis tetap berlaku setelah masa pembayaran premi berakhir. Sedangkan pada unit-link, manfaat polis tergantung pada ketersediaan nilai investasi yang sifatnya tidak dijamin, atau tergantung pada kesediaan nasabah untuk tetap membayar biaya asuransi + administrasi.

Endowment vs Unit-link

Endowment atau dwiguna adalah asuransi jiwa + tabungan dengan titik tekan pada unsur tabungannya, sedangkan asuransi jiwanya tidaklah besar. Endowment biasanya digunakan untuk keperluan mempersiapkan dana pendidikan anak dan dana pensiun. Sekarang, seiring munculnya unit-link, endowment semakin jarang ditawarkan.

Menurut saya, endowment merupakan produk yang setengah-setengah. Dari segi proteksi, uang pertanggungannya sangat kecil dibandingkan term-life, whole-life, ataupun unit-link. Dari segi tabungan, jumlahnya pun masih lebih kecil dibandingkan tabungan pendidikan atau deposito di bank, dan tentunya kalah agresif dibandingkan unit-link.

Kelebihan endowment dibanding unit-link hanyalah bahwa nilai tabungannya bersifat dijamin. Tapi karena dijamin, jumlahnya tidak besar. Sedangkan dari segi proteksi, endowment kalah jauh sekali.

Mengenal Unit-link dari Allianz: Tapro

Unit-link dari Allianz secara populer disebut Tapro (Tabungan + Proteksi). Kelihatannya istilah tabungan digunakan lebih karena alasan praktis. Arti yang sebenarnya adalah investasi. Perbedaan antara tabungan dan investasi: tabungan itu dijamin, investasi tidak dijamin; keuntungan tabungan tidak besar, keuntungan investasi bisa sangat besar tapi juga ada kemungkinan rugi.

Tapro ada dua jenis, syariah dan konvensional. Tapro syariah nama produknya Allisya Protection Plus, Tapro konvensional nama produknya Smartlink Flexi Account Plus.

Tapro memberikan manfaat asuransi dasar berupa proteksi meninggal dunia hingga seumur hidup (usia 100 tahun). Sedangkan manfaat asuransi tambahan atau ridernya terdiri dari:

  1. ADDB (Accident Death and Diability Benefit): Proteksi meninggal atau cacat karena kecelakaan.
  2. TPD (Total Permanent Disability): Proteksi cacat tetap total.
  3. CI+ (Critical Illness Plus), CIA (Critical Illness Accelerated), atau CI100 (Critical Illness 100): Proteksi penyakit kritis.
  4. HSC+ (Hospital and Surgical Care +): Rawat inap dengan sistem cashless.
  5. Flexicare Family: Santunan rawat inap dan pembedahan dengan sistem reimburse.
  6. Payor Benefit: Pembebasan premi berkala jika pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis.
  7. Payor Protection: Pembebasan premi berkala jika pemegang polis meninggal dunia.
  8. Spouse Payor Benefit: Pembebasan premi berkala jika pasangan pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis.
  9. Spouse Payor Protection: Pembebasan premi berkala jika pasangan pemegang polis (istri/suami) meninggal dunia.
  10. Term-life: Tambahan manfaat meninggal dunia.

Tapro juga memberikan manfaat investasi yang bisa ditarik jika ada keperluan. Investasi Tapro disalurkan pada instrumen reksadana yang bisa dipilih oleh nasabah, antara lain fix income fund (reksadana pendapatan tetap), balanced fund (reksadana campuran), dan equity fund (reksadana saham). Dana unit-link Tapro dikelola oleh manajer investasi dari Allianz sendiri, tidak diserahkan ke luar.

Selengkapnya tentang Tapro, khususnya yang syariah, bisa dibaca di Allisya Protection Plus.

 

Sumber: Mengenal Unit Link dan Asuransi Tradisional

Perlukan Proteksi Penyakit Kritis

Penyakit kritis datang seperti kecelakaan lalu lintas. Tiba-tiba dan tidak diduga. Vonis dokter terdengar seperti hantaman palu godam. Ya, karena yang bersangkutan mungkin merasa selama ini baik-baik saja. Ia pergi ke kantor tiap hari, bergaul dengan teman-temannya, bercengkrama dengan keluarganya, bahkan berolahraga secara rutin.

Penyakit kritis sebetulnya bisa dicegah. Tapi sebaik apa pun usaha kita, di zaman sekarang ini peluang keberhasilannya tidak akan 100 persen. Kita menerapkan gaya hidup sehat, lingkungan kita belum tentu mendukung. Setiap hari kita makan beraneka ragam hidangan dengan kandungan yang bermacam-macam, bergaul dengan teman-teman yang merokok, menghirup polusi udara, terjebak stres di perjalanan, terpapar sinar ultraviolet dari matahari, dan sebagainya. Semua itu terakumulasi sedikit demi sedikit dalam tubuh kita, dan masing-masing menyumbang peran bagi menurunnya tingkat kesehatan kita. Bisa jadi ujungnya adalah penyakit kritis yang kita tidak sangka-sangka itu. Bisa jadi juga tidak. Tapi satu yang patut disadari, munculnya salah satu dari penyakit kritis bukanlah hal yang mustahil.

“Saya sudah punya askes dari kantor.”

Baik, tapi askes ada limitnya, dan biasanya askes kantor tidak berdaya menghadapi tagihan penyakit kritis. Askes berguna untuk penyakit umum (batuk, pilek, tifus, DBD) tapi tak akan berdaya untuk penyakit khusus (stroke, jantung, kanker, hepatitis, tumor otak [walaupun] jinak, parkinson, meningitis). Kita memerlukan proteksi yang lebih bertenaga dibanding asuransi kesehatan.

Sebelum anda memutuskan perlu tidaknya mengambil proteksi penyakit kritis, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Apakah anda sehat? Benar-benar sehat?
  2. Apakah anda tidak punya satu pun keluhan penyakit, terutama dari jenis yang jangka panjang?
  3. Apakah perut anda tidak makin buncit? (Bandingkan keadaannya dengan perut anda lima tahun ke belakang)
  4. Apakah berat badan anda normal dan anda akan bisa menjaganya tetap seperti itu?
  5. Apakah anda tidak merokok, minum minuman beralkohol, dan semacamnya?
  6. Apakah teman-teman/pergaulan anda tidak merokok?
  7. Apakah orang-orang di rumah anda tidak merokok?
  8. Apakah lingkungan tempat tinggal anda sehat (bukan daerah kumuh, bukan kawasan pabrik, cukup udara segar, dll)?
  9. Apakah orang-orang yang termasuk kerabat sedarah, yaitu orangtua, kakek-nenek, paman-bibi, dan saudara kandung, tidak ada yang pernah mengalami penyakit kritis?
  10. Apakah pekerjaan anda memungkinkan tubuh anda relatif bergerak sehingga otot-otot anda mendapat cukup ruang dan waktu untuk bergeliat?
  11. Apakah setiap harinya anda terhindar dari polusi udara dan kemacetan di perjalanan?
  12. Apakah anda jarang stres, baik karena masalah pekerjaan, rumah tangga, pergaulan, ataupun kemacetan?
  13. Apakah setiap harinya anda tidak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan kimia seperti 4P (penyedap, pewarna, pengawet, pestisida)?
  14. Apakah cara makan anda tidak berlebihan, yang bisa berakibat pada menumpuknya kadar gula darah, kolesterol, ataupun asam urat?
  15. Apakah anda selalu makan masakan rumah bikinan sendiri, dan tidak pernah atau jarang sekali makan dan jajan di luar?
  16. Apakah anda suka berolahraga dan rutin melakukannya?
  17. Apakah anda rutin memeriksakan kesehatan anda (general check up)?

Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut jawabannya “ya”, maka okelah anda tidak mengambil proteksi penyakit kritis. Tapi jika beberapa di antaranya anda jawab “tidak”, sebaiknya anda waspada. Tetap berdoa semoga jantung dan darah anda baik-baik saja sampai tua. Tetap menjaga kesehatan dengan cara apa pun yang anda bisa. Pada saat yang sama, siapkan sejumlah dana (boleh kumpulkan sendiri atau lewat asuransi) untuk membayar dokter kalau-kalau kelak sakit kritis menimpa.

sumber: Prepare for the Worst: Penyakit Kritis

Keunggulan Rider Critical Illness di dalam Allianz

Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun). (Selengkapnya tentang rider CI dan CI+, klik di sini).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia. Dengan catatan, sebelum meninggal dunia sempat menjalani diagnosa untuk mendapatkan bukti medis serangan jantung.

2.       Klaim dapat diajukan begitu terdiagnosa memenuhi syarat kondisi kritis, tanpa harus menjalani pengobatan/operasi terlebih dahulu

Beberapa penyakit kritis dapat ditunda jadwal operasinya. Nah, sebelum operasi dilakukan, klaim dapat diajukan asalkan kelengkapan syarat-syaratnya terpenuhi.

3.       Menanggung kondisi cacat tetap total

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, ada tiga yang masuk kategori cacat tetap total, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup. Apa pun nama penyakitnya, asalkan memenuhi tiga kondisi ini, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

4.       Menanggung kondisi kritis yang disebabkan kecelakaan

Proteksi penyakit kritis dari Allianz tidak hanya bicara tentang kondisi kritis yang disebabkan oleh penyakit, tapi juga kondisi kritis yang disebabkan oleh kecelakaan. Di antara 49 penyakit kritis, setidaknya ada 10 yang dapat diakibatkan oleh kecelakaan, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup; 4) Tuli; 5) Bisu; 6) Trauma kepala serius; 7) Koma; 8) Terminal illness; 9) Luka bakar; dan 10) Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis. Selain itu, rusaknya organ-organ tubuh penting (seperti ginjal dan tulang belakang) juga dapat disebabkan oleh kecelakaan.

5.       Menanggung terminal illness

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, salah satunya adalah Terminal Illness. Apa pun nama penyakitnya, asalkan dokter telah mendiagnosa umur yang bersangkutan tidak akan melebihi 12 bulan, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

6.       Menanggung transplantasi organ tubuh penting

Kinerja organ-organ tubuh penting menjadi perhatian utama dalam rider CI+ Allianz. Organ tubuh seperti jantung, ginjal, pankreas, liver, paru-paru, dan sumsum tulang merupakan penyangga kehidupan manusia. Memiliki proteksi yang dapat digunakan untuk membiayai penggantian organ-organ tersebut akan memberikan rasa aman yang diperlukan oleh setiap orang.

7.       Premi dan Biaya Asuransinya Murah

Di atas segala kelebihannya, harga adalah faktor yang sangat penting. Rider CI+ dari Allianz sangat murah, dan apalagi rider CI lebih-lebih lagi sangat murah. Mulai dengan premi 300 ribu per bulan, seorang pria dan wanita usia 30-an tahun dapat memiliki proteksi penyakit kritis sebesar 300 juta + proteksi jiwa 300 juta. Dan jika ingin terproteksi sebesar 1 miliar (UP jiwa 1 miliar + penyakit kritis 1 miliar), preminya 1 juta saja per bulan. Biaya asuransinya pun relatif lebih murah daripada produk sejenis di asuransi lain. Silakan dicek sendiri.

Kesimpulan

Dari berbagai keunggulan di atas, jelas bahwa rider Critical Illness dari Allianz adalah produk yang serba meliputi, karena menanggung hampir semua kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia. Dia beririsan dengan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability) pada kondisi cacat total. Jadi, cukup dengan memiliki proteksi jiwa ditambah rider Critical Illness, maka proteksi dasar kita sudah tercukupi. Namun lebih baik lagi jika ditambah ADDB dan TPD, karena meski beririsan, ada juga perbedaannya dan ketiga produk ini tidak saling mengurangi.

sumber: Keunggulan Rider Critical Illnes

 

Klaim Asuransi Allianz Tidak Sulit

CARA KLAIM ASURANSI ALLIANZ

Klaim untuk nasabah asuransi allianz tidak sulit anda bayangkan karena pihak asuransi ingin memberikan pengalaman terbaiknya agar nasabah asuransi dengan cepat mendapatan polis dari klaim yang sesuai perjanjian awal kedua belah pihak dan kewajiban nasabah mulai melakukan premi dan ini timbal baliknya dari perusahaan asuransi memberikan polis dari klaim.

Lantas apa saja agar klaim asuransi allianz berjalan lancar ?

Syarat klaim asuransi allianz agar cepat disetujui

Klaim yang cepat di setujui dan semua proses berjalan lancar sebagai berikut :
1). Nasabah seharusnya telah mengetahui manfaat dan pengecualian dari produk asuransi yang di ambil atau di miliki.
2). Nasabah asuransi allianz di haruskan melengkapi semua persyaratan dokumen pengajuan klaim seperti mengisi semua formulir untuk pengajuan klaim, data tertulis diagnosa dari dokter yang merawat nasabah, mintalah kuitansi kepada pihak kesehatan selama nasabah di rawat, segera minta surat rujukan kepada dokter yang merawat anda, mintalah salinan semua hasil pemeriksaan sebagai penunjang diagnostik.
3). Data informasi yang di kumpulkan nasabah harus benar atau valid seperti nomor polis nasabah, nomor rekening nasabah, data nama lengkap pemegang polis, nama lengkap tertanggung dan beberapa penunjang lainnya silahkan kepada nasabah melengkapinnya.

Waktu pencairan klaim polis kesehatan

Proses pencairan dana sangat cepat untuk asuransi allianz kira-kira 3 hingga 7 hari dengan catatan semua persyaratan yang di perlukan pihak asuransi allianz untuk penanggung di anggap sudah lengkap tidak ada sedikit kekurangan dan bila ada berkas yang kurang maka verifikasi akan berjalan menunggu 30 dari pihak asuransi memberi informasi bahwa ada yang kurang untuk pengajuan klaim.

Sebagai contoh : Pada tahap ini bila ada satu berkas syarat pengajuan tidak terpenuhi maka anda harus menunggu 30 hari pemberitahuan dari pihak asuransi setelah pengajuan klaim, maka lengkapi semua data yang di perlukan dengan teliti dan lengkap juga benar agar proses cepat hanya kurang 1 minggu cair polis klaim.

Batas waktu klaim asuransi allianz setelah pengobatan

Apabila anda pernah di rawat di salah satu intansi kesehatan dan anda dinyatakan sembuh dan pulang, maka setelah itu lengkapi semua persyaratan pengajuan klaim karena batas pengajuan untuk klaim ke pihak asuransi paling lambat 30 hari setelah andi perawatan, bila melebihi batas waktu 30 hari atau satu bulan maka pengajuan klaim batal atau di tolak oleh pihak asuransi.

Prosedur klaim sistem reimbursement

Pengajuan klaim ini bisa anda lakukan dengan cara prosedur reimbursement maka ada beberapa dokumen yang perlu anda lengkapi seperti formulir klaim, setelah anda dirawat mintalah surat keterangan dokter yang merawat anda juga semua rincian biaya selama anda menjalani perawatan.

Setiap pasen yang di periksa dan akan di rawat di intansi kesehatan maka pihak kesehatan sendiri meminta calon pasen untuk pemeriksaan diagnosis untuk meyakinkan penyakit apa yang di derita pasien maka di butuhkan cek rontgen, laboratorium, CT scan, juga laporan operasi, mintalah semua berkas hasil diagnosis ke dokter atau intansi kesehatan yang merawat anda.

sumber: layanan klaim

Info lebih lanjut hubungi :

Natanael

HP 08113436830 (WA/SMS)

email: natanael.albertus@gmail.com