Asuransi Jiwa sebagai Pelengkap Perencanaan Keuangan

Ada sesorang yang memiliki deposito luar biasa besar, bisnis yang bagus, rumah atau properti yang melimpah belumlah lengkap tanpa asuransi, terutama asuransi jiwa. Bagaimana jika terjadi masalah dengan deposito, investasi dan bisnisnya, misalnya kebangkrutan.

Begitu juga apabila kita punya hutang KPR (Kredit Rumah) atau Kredit Mobil yang belum lunas. Bagaimana seandainya saat hutang belum lunas, kita meninggal secara tiba-tiba. Bagaimana dengan hutang-hutang kita, apa harus dilimpahkan ke anak kita atau istri kita.

Kita sudah berusaha dengan susah payah mengumpulkan uang untuk kebutuhan masa depan, tiba-tiba pada suatu waktu musibah datang. Mungkin sakit kritis, mungkin kecelakaan. Dalam sekejap, uang yang telah terkumpul bisa hilang. Dan jika musibah itu berupa kematian pada orang yang menjadi tumpuan penghasilan, keluarga yang ditinggalkan akan kebingungan dalam kesedihan.

Asuransi melindungi hasil usaha kita (penghasilan, tabungan, investasi, aset) dari risiko yang mungkin terjadi dalam masa perjanjian, seperti sakit, kecelakaan, dan kematian. Asuransi tidak berwenang mencegah terjadinya musibah. Kita pun tentunya berharap hidup kita senantiasa aman tenteram sentosa selamanya. Tapi jika misalnya peristiwa tak diinginkan itu datang, asuransi akan meringankan beban kita dalam masalah keuangan.

Sakit butuh duit. Kecelakaan menguras uang. Kematian pun ada ongkosnya, khususnya bagi yang ditinggalkan. Tanpa asuransi, bisa jadi penghasilan kita, tabungan, hasil investasi, dan aset akan tersedot untuk membiayai hal-hal itu. Padahal mestinya penghasilan itu kita gunakan untuk biaya hidup, tabungan untuk pendidikan anak, hasil investasi untuk ibadah haji, dan aset untuk dana pensiun. Semua impian bisa berantakan, cita-cita bisa kandas, bahkan kekayaan bisa ludes, hanya karena kita lupa menyertakan asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Intinya, aset yang cukup liquid adalah program asuransi yang disebut paper aset kontrak uang pertanggungan. Hanya diperlukan catatan kematian oleh catatan sipil (jika meninggal), dan kelurga istri dan anak mendapat warisan dari uang pertanggungan kontrak asuransi yang kita miliki.

sumber: https://myallisya.com/2011/12/17/lengkapi-perencanaan-keuangan-anda-dengan-asuransi-jiwa/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s