Perlukah Beli Asuransi Jiwa & Sakit Kritis meskipun sudah Dicover oleh Kantor?

Beruntung sekali bagi orang-orang yang sudah memiliki asuransi dari tempat mereka bekerja. Biasanya asuransi yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawannya adalah asuransi kesehatan yang memberikan santunan rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, dan kacamata. Dan limit manfaatnya pun kadang semakin besar jika jabatannya semakin tinggi. Ada juga beberapa kantor memberikan asuransi kesehatan yang mengcover juga anggota keluarganya, bahkan mengcover hingga biaya imunisasi dasar, yang pastinya sangat bermanfaat bagi mereka yang baru memiliki bayi.

saya akan bagikan kasus tentang suatu kejadian pada seorang karyawan kantor. Kisah ini merupakan tulisan kisah nyata dari pengalaman teman saya.

Misalnya ada seorang karyawan yang mendapatkan asuransi dari kantor yang mengcover rawat inap dan membayar semua biaya sesuai tagihan Rumah Sakit. Kejadian pertama. Suatu ketika dikarenakan perusahaan sedang sangat berkembang, terkadang ada beberapa waktu lembur bagi karyawan. Dan dikarenakan sangat bersemangat, sang karyawan lupa menjaga kondisi kesehatannya. Hingga akhirnya drop dan terkena thypus. Terpaksa dirawat inap di Rumah Sakit selama 1 minggu. Karena kantor memfasilitasinya dengan Askes Sesuai Kwitansi, maka ketika sembuh dan pulih, si karyawan tidak pusing memikirkan biaya Rumah Sakit dan dia pun masih bisa terima gaji. Kejadian kedua. Suatu ketika di usia yang masih produktif karyawan tersebut terkena stroke dan harus di rawat karena penyakitnya tersebut. Sudah bisa dipastikan biaya rawat inapnya akan dicover oleh asuransi dari kantor bukan? Dengan demikian si karyawan tidak akan mengalami masalah finansial karena biaya-biaya selama di rumah sakit sudah tercover. Tapi bagaimana jika setelah keluar dari rumah sakit lalu dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk bekerja? Bagaimana caranya dia bisa memberikan nafkah keluarganya dan membiayai sekolah anak-anaknya?

Ilustrasi lainnya. Misalnya ada seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan dengan manfaat asuransi yang sangat lengkap. Jika dia atau anggota keluarganya sakit dan mesti dirawat inap, dia tinggal gesek kartu asuransi dari kantor atau reimburse ke kantor. Lalu beberapa tahun kemudian setelah mengumpulkan modal selama bekerja, dia memutuskan untuk tidak menjadi pekerja lagi dan kemudian menjadi seorang wiraswasta. Otomatis asuransi yang dia dapatkan dari perusahaannya akan hilang, dan kini dia tidak punya satupun polis asuransi karena ketika dia masih bekerja di perusahaan tersebut dia tidak pernah membeli polis asuransi lain. Beberapa waktu kemudian setelah dia menjadi wiraswasta dia terkena sakit stroke. Biaya yang dibutuhkan sangatlah besar. Akibatnya dia harus menguras seluruh tabungan hasil dari gaji saat dia masih bekerja dulu dan hasil dari wirausahanya, menjual aset-asetnya seperti rumah atau toko, bahkan mungkin dia harus pinjam uang kepada keluarga atau teman-temannya.

Dari kisah di atas, Allianz Life menerbitkan suatu Rider yakni Critical Illnes (Sakit Kritis)

Apa Itu Rider Critical Illness?

  1. Rider Critical Illness merupakan proteksi tambahan pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
  2. Rider Critical Illness ada tiga macam. CI+, CI accelerated, dan CI100.
  3. Rider CI+ memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami salah satu dari 49 penyakit kritis. (Klik Daftar 49 penyakit kritis). Masa perlindungan sd usia 70 tahun dan klaim tidak mengurangi uang pertanggungan dasar.
  4. Rider CI accelerated memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami satu dari 49 penyakit kritis, masa perlindungan sd usia 85 tahun, dan klaimnya mengurangi UP dasar.
  5. Rider CI100 memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa atau mengalami satu dari 100 kondisi penyakit kritis, klaim bisa diberikan sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun, dan klaim tidak mengurangi UP dasar.
  6. Uang pertanggungan Critical Illness dapat diambil dengan minimum 8 juta dan maksimum 2 miliar rupiah.
  7. Rider CI accelerated dan CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sd 64 tahun. Sedangkan rider CI100 dapat diambil mulai usia 5 tahun sd 70 tahun.
  8. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Uang pertanggungan penyakit kritis mungkin memenuhi empat fungsi pertama, mungkin pula beberapa fungsi saja, atau mungkin saja satu fungsi pun tidak tercukupi. Oleh karena itu, UP proteksi penyakit kritis harus besar, lebih besar dari biaya untuk berobat, dan masih ada sisanya untuk biaya perawatan lanjutan, mengganti penghasilan, dan membayar utang (jika sebelumnya terpaksa berutang). Semua itu bermanfaat membawa seseorang pada fungsi kelima: terjaganya kepercayaan diri karena terhindar dari perasaan membebani orang lain.

Berapa UP penyakit kritis yang ideal? Dari segi dampaknya, penyakit kritis memiliki dampak keuangan yang setara dengan peristiwa meninggal dunia, atau malah lebih besar. Jadi, idealnya, UP penyakit kritis sama dengan UP jiwa. Tapi berapa pun itu, UP penyakit kritis tetap berguna untuk mengurangi beban hidup.


Penyakit kritis itu sebagian besar tidak datang tiba-tiba, tapi hasil dari akumulasi kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi zaman sekarang, macam-macam sebab orang jadi sakit. Stres pekerjaan, polusi udara, rokok, kebanyakan duduk dan kurang olahraga, aneka makanan mengandung bahan kimia, dll. Kadar gula darah, asam urat, kolesterol, dan menumpuknya lemak, berperan memicu timbulnya penyakit kritis. Semua itu terkumpul sedikit demi sedikit, menumpuk terus, seringkali tanpa disadari.

Penyakit kritis adalah sejenis penyakit yang datangnya perlahan-lahan, pengobatannya memerlukan waktu lama, sembuhnya perlahan-lahan, dan harus disertai perubahan gaya hidup dengan disiplin yang ketat. Jika tidak dapat disembuhkan, maka bisa berakibat hilangnya kemandirian hidup. Dan jika sampai pada umurnya, maka proses ke arah sana pun umumnya perlahan-lahan.

Jadi, siapkan diri anda menghadapi kondisi terburuk dalam hidup.

Di Allianz, asuransi penyakit kritis tersedia sebagai rider (proteksi tambahan) dalam asuransi jiwa Tapro Allisya Protection Plus. Ada 49 penyakit kritis yang ditanggung (baca di sini). Klaim bisa diajukan ketika tertanggung pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis, tanpa harus menjalani perawatan terlebih dahulu.

Bagaimana menurut Anda? Perlukah beli Asuransi Jiwa dan Sakit Kritis meskipun sudah dicover oleh kantor?

sumber:

Sudah Punya Asuransi Kesehatan (Askes Fasilitas Kantor), Masih Perlukah Asuransi Penyakit Kritis?

Apa Itu Rider Critical Illness?

5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s