Siapkan Hari Tua dengan Bijaksana

wienwide-allianz-tapro

Kepedulian adalah dasar dari keputusan untuk memiliki suatu asuransi jiwa. Jika seseorang tidak mempedulikan keadaan beban finansial yang mungkin timbul dalam hidupnya maupun keluarganya, barangkali ia tidak pernah ingin memiliki asuransi atau bahkan parahnya ia tidak pernah memikirkan atau peduli pada nasib keluarganya apabila suatu saat terjadi suatu musibah pada dirinya seperti meninggal dunia.

Apalagi jika keuangan keluarga nya hanya bergantung pada dia seorang saja yang merupakan tulang punggung yang menyokong keuangan selama ini. Apa jadinya dengan nasib anggota keluarga yang akan ditinggalkannya. Apakah rela melihat anak anaknya mempertaruhkan masa depan pendidikannya dengan putus sekolah hanya gara gara tidak ada biaya?

Apakah tega melihat pasangan yang ditinggalkan, selain harus menjadi seorang single parent, namun juga harus memikirkan mesti makan apa besok, dan sebagainya. Jika anda mengaku bahwa anda cinta terhadap keluarga anda, belilah asuransi jiwa saat ini, detik ini juga pada saat anda membaca tulisan ini. Pernahkan anda terpikir kalau anda termasuk orang yang beruntung sebab anda dapat menemukan tulisan ini yang ntah bagaimana tiba tiba menyadarkan anda akan pentingnya memiliki asuransi jiwa?

Asuransi Jiwa pada dasarnya berkaitan dengan keberadaan seseorang, di mana resiko finansial orang itu diambil alih pada saat terjadi kematian dini tidak terduga. Ini disebut sebagai “manfaat meninggal” atau “death benefit” yang disediakan – tapi, tentunya kita sendiri tidak menghidupi kondisi itu, karena kita sudah meninggal. Bagaimana dengan resiko yang kita hadapi saat kita sendiri masih hidup?

Resiko apa saja yang dapat diasuransikan
Sepanjang hidup manusia selalu dihadapkan kepada kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan lenyap atau berkurangnya nilai ekonominya . Ini mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan keluarganya atau orang lain yang berkepentingan. Dengan kata lain, manusia selalu menghadapi peristiwa yang akan menimbulkan resiko dalam kehidupannya sebagai berikut;

(1) Meninggal dunia (death) baik secara alamiah (natural death) maupun meninggal pada usia muda karena sakit, kecelakaan (accidental death) dan lain sebagainya.
Setiap orang pasti akan meninggal dunia, meskipun tidak tahu pasti kapan hal tersebut akan terjadi. Kematian pencari nafkah akan berakibat hilangnya sumber pendapatan bagi yang berkepentingan seperti keluarga yang ditinggalkan (istri dan anak anaknya). Oleh karena itu diperlukan jaminan keuangan dalam jangka waktu tertentu selama keluarga yang ditinggalkan belum dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru.

(2) Cacat tubuh (disability) karena sakit atau kecelakaan.
Jika seseorang menderita cacat total dan tetap, mereka tidak dapat bekerja lagi secara permanen sehingga tidak memperoleh penghasilan sama sekali untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya.

(3) Penyakit kritis
Penyakit kritis bisa datang sewaktu-waktu tanpa memandang usia, apakah seseorang itu masih muda atau sudah tua. Penyakit kritis tidak dapat diketahui dengan pasti kapan datangnya.

(4) Umur tua (old age) / Pensiun
Peristiwa hari tua pasti akan terjadi, tetapi berapa lama kehidupan hari tua tersebut berlangsung, tidak bisa diketahui dengan pasti.

disarikan dari http://www.asuransi-jiwa.org

Ingn beli polis/ konsultasi hubungi saya,

Natanael (Bisnis Eksekutif)

Phone: 08113436830 (WA/SMS/Call)

email: natanael.albertus@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s