Monthly Archives: January 2017

Panduan Cara Membandingkan Produk Asuransi Unit Link

Ketika anda tengah mencari asuransi, mungkin anda membutuhkan perbandingan antara satu produk asuransi dengan produk lainnya dari perusahaan yang berbeda, sebelum memutuskan mau memilih yang mana.

Artikel ini memberikan panduan mengenai cara membandingkan produk asuransi jenis unit-link. Secara umum, perbandingan produk unit-link dapat dilakukan dengan melihat 4 aspek, yaitu besaran premi dan manfaat, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis, dan fitur manfaat asuransi secara detail.

  1. Besaran Premi dan Manfaat Asuransi

Berapa premi dan berapa manfaat asuransinya, inilah hal pertama yang paling mudah dilihat ketika membandingkan ilustrasi produk unit-link. Misalnya, dengan premi 1 juta per bulan, manfaatnya apa saja, UP atau uang pertanggungan jiwanya berapa, UP kecelakaan berapa, UP cacat tetap total berapa, UP sakit kritis berapa, rawat inap rumah sakit plan kamar berapa, ada manfaat bebas premi atau tidak, dan sebagainya.

Dalam membandingkan beberapa produk, manfaat asuransinya harus sejenis supaya bisa dibandingkan. Jika di ilustrasi unit-link A ada manfaat UP jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, maka di ilustrasi unit-link B dan C dan D pun sama. Jika di unit-link A ditawarkan manfaat rumah sakit, maka di ilustrasi lain pun serupa. Jika di proposal A ada manfaat rawat inap, lalu anda membandingkan dengan proposal B yang tidak ada manfaat rawat inap, maka itu perbandingan yang tidak setara.

Tentunya setiap orang akan cenderung memilih produk yang memberikan manfaat asuransi lebih besar dengan premi yang sama, atau premi yang lebih rendah dengan manfaat yang sama.

Beberapa contoh ilustrasi premi dan manfaat unit-link dapat diilihat di SINI.

  1. Proyeksi Nilai Investasi

Proyeksi nilai investasi perlu dilihat ketika anda membandingkan ilustrasi unit-link. Jika premi dan manfaat asuransinya sama, lihat juga berapa nilai investasinya. Dalam membandingkan nilai investasi, asumsi return investasi yang digunakan harus sama, misalnya sama-sama 5%, 10%, 15%, atau 18%.

Misalnya, anda mendapatkan ilustrasi dengan setoran premi sama-sama 1 juta per bulan, manfaat asuransi sama (contohnya: UP jiwa 500 juta, UP sakit kritis 500 juta, UP kecelakaan 500 juta, UP cacat tetap total 500 juta, dan ada pembebasan premi), maka bandingkan pula nilai investasinya dengan asumsi investasi yang sama. Pada tahun ke-5 nilai investasinya berapa, tahun ke-10 berapa, dan seterusnya. Tentunya jika manfaat asuransi sama, orang cenderung akan memilih yang nilai investasinya lebih besar.

Seringkali antara satu proposal dengan proposal lain tidak menggunakan asumsi yang sama, maka mintalah agen anda untuk membuatkan proposal lagi menggunakan asumsi yang anda inginkan, misalnya dengan mengganti jenis dana.

  1. Biaya-Biaya Polis

Premi dan manfaat serta proyeksi nilai investasi adalah perbandingan dari sisi permukaan. Lebih dalam lagi, anda juga disarankan memperhatikan biaya-biaya polis yang dikenakan. Biaya-biaya polis unit-link pada umumnya meliputi biaya akuisisi, biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah), biaya administrasi, biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up atau selisih harga jual-beli unit. Yang paling perlu diperhatikan adalah biaya akuisisi dan biaya asuransi. Biaya administrasi pun dapat dipertimbangkan, selebihnya perbedaannya tidak signifikan.

Biaya-biaya polis ini biasanya dicantumkan di proposal unit-link, tapi tidak semua unit-link menuliskannya secara lengkap. Untuk yang tidak lengkap ini, anda bisa menanyakannya kepada agen.

Proposal unit-link dari Allianz, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), termasuk yang tidak mencantumkan biaya-biaya polis secara lengkap. Jadi biar saya tuliskan di sini:

  1. Biaya akuisisi: Tahun 1: 75%, Tahun 2: 40%, Tahun 3: 15%, Tahun 4: 7,5%, Tahun 5: 7,5%, Tahun 6 dan seterusnya: 0%. Total: 145% dihitung dari premi dasar.
  2. Biaya asuransi (tabarru): Tergantung manfaat, besarnya UP, jenis kelamin, dan usia. Biaya asuransi tahun pertama dicantumkan di proposal halaman 1.
  3. Biaya administrasi: 26.500 per bulan.
  4. Biaya pengelolaan investasi: 2% per tahun (untuk equity fund)
  5. Selisih harga jual-beli unit (di tempat lain dapat disetarakan dengan biaya top up): 5%

Dengan bekal informasi ini, silakan anda cek di polis atau ilustrasi unit-link anda berapa biaya-biayanya. Tentunya semakin rendah struktur biaya, semakin menguntungkan bagi nasabah.

  1. Fitur Manfaat Asuransi secara Detail

Lebih ke dalam lagi, dan ini yang paling penting, adalah fitur dari manfaat asuransi yang diambil. Bagaimana pun, kita mencari asuransi untuk mendapatkan manfaat proteksi. Idealnya kita mendapatkan manfaat proteksi yang bagus dengan premi yang murah. Tapi ketersediaan produk di pasaran tidak selalu sesuai keinginan kita, dan tidak ada produk unit-link yang unggul atau terbaik dalam segala hal.

Mungkin saja di proposal A, UP-nya lebih besar dari proposal B, tapi untuk detail manfaatnya anda lebih setuju dengan proposal B. Mungkin sama-sama memberikan manfaat proteksi penyakit kritis, tapi fitur-fiturnya tentu ada perbedaan. Sama-sama manfaat rawat inap, rincian manfaatnya tentu berbeda. Bahkan sama-sama manfaat dasar pun bisa memiliki perbedaan yang signifikan. Ada manfaat dasar yang murni menanggung risiko meninggal dunia, ada manfaat dasar yang menanggung risiko meninggal dunia ATAU cacat tetap total.

Fitur manfaat secara detail ini tidak akan semuanya dicantumkan di proposal. Oleh karena itu, sebaiknya anda meminta lihat contoh polisnya. Tapi dari pengalaman saya beberapa kali memperlihatkan contoh polis kepada calon nasabah yang meminta, umumnya contoh polis tersebut didiamkan saja tanpa dibaca, atau dibaca tapi kurang dipahami. Jadi tetap lebih praktis jika anda menanyakannya secara langsung kepada agen melalui diskusi yang lebih mendalam.

Di bagian ini saya menyodorkan panduan dasar mengenai hal-hal yang dapat anda diskusikan dengan calon agen anda mengenai fitur manfaat asuransi yang lazim ditawarkan produk unit-link. Panduan ini meliputi manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, dan rider rawat inap.

Manfaat Dasar

Manfaat dasar unit-link biasanya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Masa perlindungan biasanya hingga seumur hidup (sampai usia 99 atau 100 tahun). Ini yang ada di unit-link pada umumnya.

Tapi ada juga unit-link yang manfaat dasarnya bukan hanya meninggal dunia, melainkan digabung dengan risiko cacat tetap total (CTT, TPD). Apa artinya? Jika tertanggung menderita cacat tetap total, maka polis berakhir walaupun tertanggung belum meninggal dunia. Dengan berakhirnya polis, maka berakhir pulalah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, dan bebas setor.

Ada pula unit-link yang masa perlindungan manfaat dasarnya tidak sampai usia 100 tahun, tapi sampai 75 atau 80 tahun.

Jangan lupa, bandingkan pula biaya asuransinya (tabarru) untuk usia dan UP yang sama. Misal: berapa biaya asuransi untuk UP 1 miliar, pria usia 30 tahun.

Rider Penyakit Kritis

Secara umum, rider penyakit kritis dibedakan menjadi rider yang menanggung penyakit kritis tahap akhir saja (advanced stage), dan rider yang menanggung penyakit kritis sejak tahap awal (early stage). Tentunya rider penyakit kritis yang menanggung sejak tahap awal akan lebih mahal biayanya dibanding rider penyakit kritis yang menanggung tahap akhir saja. Rider penyakit kritis juga dibedakan berdasarkan klaimnya, ada yang mengurangi UP dasar dan ada yang tidak mengurangi.

Lebih lengkap lagi, dalam membandingkan manfaat penyakit kritis antara satu produk dengan produk lain, ada beberapa aspek yang perlu dicermati, antara lain: jumlah kondisi atau penyakit yang ditanggung, masa berlaku proteksi, menanggung sejak tahap awal atau hanya tahap akhir, klaimnya mengurangi UP dasar atau tidak, ada syarat survival period (masa bertahan hidup) atau tidak, kalau ada berapa hari masa survival periodnya, dan biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz ada 3 jenis rider penyakit kritis, yaitu CI accerated, CI+, dan CI100. Perbedaannya bisa dilihat di tabel berikut. Semoga bisa menjadi bahan perbandingan dengan manfaat sejenis dari ilustrasi lain.

Aspek Perbandingan CI Accelerated CI+ CI100
Jumlah penyakit/ kondisi 49 penyakit kritis 49 penyakit kritis 100 kondisi penyakit kritis
Tahap penyakit/ kondisi Tahap lanjut (advanced) Tahap lanjut (advanced) Sejak tahap awal (early stage), menengah, lanjut, dan terparah.
Mengurangi/ tidak mengurangi UP dasar Klaim mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar Klaim tidak mengurangi UP jiwa dasar
Usia masuk 1 sd 64 tahun 1 sd 64 tahun 5 sd 70 tahun
Masa perlindungan Sd usia 85 tahun Sd usia 70 tahun Sd usia 100 tahun
Survival period Tanpa survival period Tanpa survival period Survival period 7 hari
Biaya asuransi Lebih murah Sedang Lebih mahal

Rider Kecelakaan (Personal Accident)

Secara umum, rider kecelakaan menanggung manfaat meninggal dunia atau cacat karena kecelakaan. Ada unit-link yang menambahkan pada rider ini manfaat santunan jika dirawat karena kecelakaan. Selebihnya tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya. Biaya asuransi pada rider kecelakaan bersifat tetap (flat), tidak dipengaruhi usia. Yang membedakan adalah kelas risiko pekerjaan.

Di Tapro Allianz, hanya tersedia satu rider kecelakaan, yaitu ADDB (Accident Death and Disability Benefit). Manfaatnya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia atau cacat tetap karena kecelakaan, dengan masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun.

Rider Cacat Tetap Total (TPD)

Sebagian besar unit-link memiliki rider cacat tetap total atau TPD (Total Permanent Disability). Tapi ada juga yang tidak, dan menjadikan rider ini bagian dari manfaat dasar seperti dijelaskan di atas. Tidak banyak perbedaan detail dalam rider ini antara satu unit-link dengan unit-link lain. Jadi, jika ingin membandingkan, cukup dilihat biaya asuransinya saja dan masa perlindungannya.

Di Tapro Allianz, Rider TPD memberikan uang pertanggungan jika tertanggung mengalami cacat tetap total, baik karena sakit atau kecelakaan. Masa perlindungan sampai tertanggung berusia 65 tahun. Pengertian cacat tetap total ialah kehilangan fungsi secara permanen pada dua anggota gerak dan penglihatan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua mata, atau kombinasi dari ketiganya. Rider ini juga memberikan perlindungan jika tertanggung mengalami kemandirian hidup, dengan kriteria tidak bisa melakukan 3 dari 5 aktivitas dasar sehari-hari. Klaim rider TPD ada yang mengurangi UP dasar, ada juga yang tidak mengurangi UP dasar.

 

Rider Bebas Premi

Rider bebas premi, sesuai namanya, memberikan manfaat dibayarkannya premi oleh perusahaan asuransi jika pemegang polis mengalami suatu risiko yang ditanggung.

Variasi dalam rider ini antara lain: jenis risiko yang menjadikan bebas setor premi, masa perlindungan, dan tentunya biaya asuransi.

Bicara jenis risiko yang menjadikan bebas premi, pada umumnya menanggung risiko penyakit kritis atau cacat tetap total. Tapi ada juga yang menanggung bebas premi karena risiko penyakit kritis saja, tanpa cacat tetap total, karena kalau cacat tetap total polis berakhir.

Jika pemegang polis berbeda dengan tertanggung, manfaat bebas premi juga bisa ditambahkan dengan risiko meninggal dunia. Misalnya jika tertanggung anak, pemegang polis ayah, maka bisa ditambahkan rider bebas premi dari risiko si ayah meninggal dunia.

Rider ini juga bisa ditambahkan untuk pasangan pemegang polis (Spouse Payor).

Di Tapro Allianz, rider bebas premi karena sakit kritis atau cacat tetap total disebut Payor Benefit, berlaku sampai pemegang polis berusia 65 tahun. Kemudian rider bebas premi karena meninggal dunia disebut Payor Protection, masa berlaku sd pemegang polis seolah-olah berusia 65 tahun.

Rider Rawat Inap

Rider rawat inap secara umum ada dua jenis, yaitu yang klaimnya bersifat cashless dan bersifat reimburse. Rider rawat inap cashless disebut juga asuransi kesehatan, sedangkan yang reimburse biasanya berupa santunan harian.

Untuk rider rawat inap cashless, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membandingkan produk, antara lain: apakah klaimnya sesuai tagihan atau ada plafonnya tiap manfaat, berapa limit tahunan, rincian manfaatnya apa saja, manfaat tambahannya apa saja (kemoterapi, cuci darah, dll), dan berapa biaya asuransinya.

Di Tapro Allianz, rider rawat inap cashless disebut HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Fitur standar menyediakan fasilitas kartu cashless, ada plafon tiap manfaat (inner limit), tidak ada limit tahunan, dan menyediakan tambahan manfaat untuk kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi.

 

Ingin konsultasi lebih detail bisa menghubungi saya,

Natanael, Agen Asuransi Allianz berlisensi.

HP 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

 

sumber:

https://myallisya.com/2015/02/20/panduan-cara-membandingkan-produk-asuransi-unit-link/

Advertisements

Apa bedanya antara Janda yang Mendiang Suaminya Memiliki Asuransi Jiwa dengan Yang Tidak

Cerita ini saya kutip dari blog asuransi-jiwa.org. Dijelaskan bahwa ada perbedaan antara janda yang mendiang suaminya memiliki asuransi jiwa dengan yang tidak memiliki asuransi jiwa. Mari kita simak ilustrasi di bawah ini.

“Pak, buat apa saya ikut asuransi bila nanti ketika hal buruk terjadi, katakan saya meninggal lebih dulu, maka istri saya akan kawin lagi dengan laki-laki lain setelah mendapatkan Uang Pertanggungan dari polis saya”. “Enak di dia dong pak, gak enak di saya”.

Dalam hati saya berkata, kasihan sekali para istri yang memiliki suami yang berpikiran seperti ini. Saya berharap bagi para suami yang punya pemikiran seperti ini, agar segera insyaf deh.

Kasihan anak gadis orang yang sudah anda jadikan istri anda saat ini. Sungguh tega, menghancurkan hidup anak gadis orang, yang sudah menyerahkan hidupnya sepenuh nya kepada anda, eehh anda nya malah bersikap egois seperti itu.

Hanya berpikir ingin menyenangkan dan membahagiakan mereka di saat anda masih hdiup saja. Jika anda sudah meninggal bagaimana nasib mereka yang sudah menjadi janda? Tugas anda belum selesai, meskipun anda meninggal duluan karena mestinya anda harus mempersiapkan segala sesuatunya di saat anda masih hidup..

Sebenarnya benar atau tidak, apabila suami memiliki asuransi jiwa, kemudian pada saat suami meninggal, istri akan mendapatkan uang pertanggungan sebagai warisan yang pada akhirnya akan membuat si istri kawin lagi dengan laki laki lain? Mari kita kaji lebih dalam dengan melihat 2 buah case di bawah ini.

Istri yang ditinggal mati suami yang tidak memiliki polis asuransi sebelumnya.

Nasib istri yang ditinggal mati oleh suaminya yang tidak memiliki polis asuransi jiwa sebelumnya, yang bahkan belum habis masa sedih dan berkabungnya tetapi telah dihadapkan pada kenyataan harus tetap menjaga dan menghidupi buah hatinya seorang diri Pernah tidak bapak bayangkan bila si istri yang terbiasa tidak bekerja (ibu rumah tangga) harus mulai mencari kerja guna menghidupi dirinya sendiri beserta anak.

Pada tahap awal mungkin masih bisa dengan cara menjual barang-barang peninggalan anda, tapi sampai kapan. Itupun kalau anda memang ada meninggalkan “sesuatu” untuk istri anda seperti mobil, tanah, rumah atau asset lainnya, tapi jika tidak ada bagaimana?.

Di saat sedih, labil, dan terpuruk secara emosi maupun ekonomi, istri anda tentu akan mencari perlindungan kepada orang lain. Saat keluarganya tidak bisa menerima, dia berusaha mencari sosok pengganti anda.

Bukan untuk cinta-cinta-an, tapi untuk bertahan hidup (survive) dan membesarkan anak-anak. Jadi istri anda kemungkinan anak menikah lagi karena anda tidak memiliki polis asuransi jiwa sebelum anda meninggal dunia. Kasihan anak anak anda yang pada akhirnya harus memiliki ayah tiri.

Bahkan mungkin menjelang dewasa, sosok anda akan tergantikan oleh sosok ayah tiri mereka yang ada di benak mereka. Apalagi jika ayah tirinya baik dan sangat peduli pada mereka. Bisa jadi anak anak anda akan lebih sayang pada ayah tirinya dibanding kepada anda. Ayah tirinya peduli kepada mereka dan mecukupi kebutuhan mereka.

Sedangkan anda? Karena keegoisan anda, anda tidak meninggalkan apa apa kepada istri dan anak anak anda. Anda selamanya akan dikenang sebagai suami yang tidak bertanggung jawab oleh istri anda dan bahkan anak anak anda akan menganggap anda adalah ayah yang jahat karena telah menelantarkan mereka sejak dari kecil. Yang salah bukanlah maut yang sangat cepat menjemput anda, tetapi anda yang tidak mempersiapkan diri selagi masih hidup dengan membeli asuransi jiwa.

Istri yang ditinggal mati oleh suami yang memiliki polis asuransi jiwa sebelumnya.

Walaupun anda sudah tenang dan jauh disana, anda masih mampu menjaga kehidupan istri dan anak anak anda yang ditinggalkan. Uang Pertanggungan (UP) dari polis asuransi jiwa anda dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha atau didepositokan saja sehingga istri mendapatkan penghasilan rutin (bunga) tiap bulannya sebesar gaji anda ketika anda masih hidup dulu.

Perhatikan bahwa disini hampir tidak ada perubahan dari kualitas hidup dari keluarga yang anda tinggalkan karena anda mampu menghidupi mereka walaupun anda sudah di atas sana. Meskipun anda telah tiada, tapi anda meninggalkan warisan/ legacy bagi istri dan anak anak anda. Istri anda akan tetap mengenang anda sebagai sosok suami yang baik dan bertanggung jawab. Anak anak anda juga tetap akan mengenang anda sebagai sosok ayah yang sangat luar biasa, yang tidak pernah meninggalkan mereka dalam situasi sulit meskipun anda telah tiada.

Jika ada pria lain yang mendekati istri anda dan ingin menggantikan posisi anda, belum tentu istri anda mau karena cintanya hanya untuk anda seorang, dan dia masih bisa hidup dan menghidupi anak-anak anda berkat rencana matang yang sudah anda buat sebelumnya.

Mungkin istri anda akan berpikir seribu kali untuk menggantikan posisi anda dengan laki-laki lain. Istri anda juga dapat berpikir jangan-jangan pria pria yang mendekatinya hanya ingin mengincar harta mendiang suami nya saja.

Jadi, kira-kira anda ingin istri anda menikah lagi atau tidak kelak? Apakah anda ingin anda dikenang sebagai suami dan ayah yang bertanggung jawab atau suami atau ayah bloon yang karena berpikir tolol akhirnya membuat istri dan anak menderita? Istri jadi terpaksa menikah dengan pria lain dan anak anak anda memanggil seorang pria asing dengan sebutan ayah.

Jawabannya tergantung dari apakah anda sudah punya asuransi jiwa Allianz saat ini atau belum. Apakah anda mau memiliki asuransi jiwa Allianz sekarang juga? Jangan tunggu sampai besok karena kita tidak pernah tahu kapan batas waktu hidup kita di dunia ini.

Ingin bertanya tentang asuransi jiwa Allianz, silahkan hubungi:

Natanael, Agen Asuransi Allianz Berlisensi.

HP: 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Sumber: http://www.asuransi-jiwa.org/perbedaan-antara-janda-yang-mendiang-suaminya-memiliki-asuransi-jiwa-dengan-yang-tidak/

 

Asuransi Apa yang Paling Penting?

Tulisan ini saya kutip dari blog https://myallisya.com. Pada blog tersebut dijelaskan tentang pentingnya Asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis ialah asuransi yang memberikan sejumlah uang tunai jika tertanggung mengalami suatu penyakit kritis.

Mengapa asuransi penyakit kritis? Karena penyakit kritis adalah musibah yang dampak keuangannya paling besar bagi hidup seseorang dan keluarganya.

Orang boleh memiliki banyak asuransi, tapi jika belum ada asuransi penyakit kritis dalam portofolio asuransinya, ia masih mungkin untuk bangkrut.

Penyakit kritis (critical illness) ialah sebutan untuk sekelompok penyakit yang tergolong berat dan sulit disembuhkan. Antara lain: kanker, stroke, aneka penyakit jantung, gagal ginjal, gagal hati, tumor otak, dan meningitis bakteri.

Penyakit kritis tidak melulu bicara penyakit, tapi juga kondisi tertentu yang tergolong berat dan tidak tersembuhkan, yang bisa disebabkan kecelakaan. Antara lain: lumpuh, buta, tuli, bisu, koma, dan luka bakar.

Apa akibatnya jika seseorang mengalami satu dari penyakit atau kondisi tersebut?

Pertama adalah biaya perawatan yang sangat besar. Di sini kita tidak bicara biaya puluhan juta, tapi ratusan juta hingga miliaran. Berapa persenkah orang di dunia ini yang memiliki simpanan uang tunai ratusan juta hingga miliran?

Kedua adalah kemungkinan hilangnya produktivitas (kemampuan bekerja atau mendapatkan penghasilan atau kemampuan dasar dalam hidup). Ini berarti seseorang menjadi kurang atau tidak berguna lagi. Bukan hanya itu, juga bisa merepotkan orang-orang di sekitarnya.

Asuransi penyakit kritis bisa melindungi 5 hal penting dalam hidup manusia. Misalnya seseorang memiliki asuransi penyakit kritis dengan uang pertanggungan 1 miliar, maka ada 5 hal yang saat itu telah terlindungi.

  1. Tabungan. Dengan uang tunai 1 miliar, tabungannya aman. Jika terkena penyakit kritis, tidak perlu mengorbankan tabungan. Kalaupun untuk sementara tabungan harus dipakai, ada penggantinya ketika klaim penyakit kritis telah disetujui.
  2. Aset. Dengan uang tunai 1 miliar, aset-asetnya aman. Jika terkena penyakit kritis, rumah dan mobil tidak perlu dijual. Kalaupun harus menjual aset karena butuh uang cepat, akan terganti ketika klaim penyakit kritis telah disetujui.
  3. Harga diri. Dengan uang tunai 1 miliar, harga diri terjaga karena tidak perlu meminjam uang kepada orang lain. Kalaupun harus meminjam, ada jaminan untuk membayarnya.
  4. Penghasilan. Dengan uang tunai 1 miliar, jika akibat penyakit kritis itu seseorang tidak mampu bekerja lagi, penghasilan untuk biaya hidup bisa tergantikan meski standar gaya hidup mungkin harus diturunkan.
  5. Impian. Dengan uang tunai 1 miliar, meski tidak punya penghasilan lagi, impian untuk menyekolahkan anak atau untuk memiliki sesuatu tetap bisa dilaksanakan.

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Bagaimana mendapatkan asuransi penyakit kritis? Di Allianz, asuransi penyakit kritis merupakan rider (manfaat tambahan) pada asuransi jiwa Tapro. Jadi, untuk mengambil asuransi penyakit kritis, kita harus mengambil asuransi jiwa. Tapi itu tak masalah karena asuransi jiwa pun tidak kalah pentingnya untuk dimiliki.

Ada dua rider penyakit kritis di Tapro yang dapat anda pilih, yaitu CI+ (menanggung 49 penyakit kritis sd usia 70 tahun) dan CI100 (merupakan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sd usia 100 tahun).

Contoh ilustrasi Tapro dengan manfaat UP jiwa 1 miliar dan UP penyakit kritis 1 miliar bisa dilihat di bawah ini. Jika memakai rider CI100, preminya untuk pria atau wanita usia 30 tahun hanyalah 1 juta per bulan.

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Jika memakai rider CI+, preminya untuk pria atau wanita usia 30 tahun adalah 900 ribu per bulan.

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

Sumber: https://myallisya.com/2015/09/24/asuransi-apa-yang-paling-penting/

 

Masa Tunggu Penyakit Khusus 12 Bulan (Waspada)

Berikut ini kisah seorang nasabah yang ingin mengajukan klaim karena sakit yang merupakan penyakit khusus yang baru di klaim setelah polisnya memiliki masa tunggu 12 bulan. Dikutip dari https://myallisya.com

HNP 2“Apakah bisa diklaim untuk manfaat rawat jalan darurat karena kecelakaan?” tanyanya. “Mungkin bisa,” jawab saya. “Yang penting pergi ke dokternya di hari yang sama dengan kejadian kecelakaan.” Lalu saya kirimkan form klaim rawat jalan ke emailnya.

Sore harinya, nasabah menghubungi saya lagi. “Ternyata saya harus rawat inap nih. Dicurigai syaraf kejepit, besok pagi MRI.”

Nasabah pun menandatangani surat penjaminan, dengan ketentuan penjaminan akan tidak berlaku jika diagnosanya termasuk penyakit yang dikecualikan atau masih dalam masa tunggu.

Dari hasil tes MRI, diketahui diagnosanya adalah HNP (Hernia Nukleus Pulposus). “Apakah HNP kena masa tunggu 1 tahun?” tanya nasabah.

Saya buka daftar penyakit khusus yang tertera di polis Tapro Allianz rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Ternyata HNP termasuk penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu 12 bulan. Sementara nasabah saya ini baru gabung dengan Allianz bulan September 2015 atau baru 10 bulan.

Saya pun menelepon ke AdMedika untuk mengecek apakah betul nasabah terdiagnosa HNP. Rupanya betul. Dan dengan sangat menyesal, klaim nasabah tidak bisa disetujui. Biaya sekitar 12,6 juta selama 2 hari, termasuk MRI dan obat. Seandainya polis sudah berusia lebih dari satu tahun, nasabah tentu tidak perlu membayar sepeser pun.

Kesimpulannya: ikut asuransi tidak boleh terlambat. (Dalam hal ini masih untung biayanya tidak sampai ratusan juta dan penyakitnya bukan termasuk penyakit kritis).

Sekilas tentang HNP

HNP (Hernia Nucleus Pulposus) atau lazim disebut syaraf kejepit adalah suatu penyakit di mana bantalan lunak di antara ruas-ruas tulang belakang (nucleus pulposus) mengalami penonjolan (herniated, burut) sehingga menjepit atau menekan syaraf dan menimbulkan rasa sakit, kesemutan, atau kelemahan pada anggota gerak yang dipersyarafi seperti punggung, pinggang, lengan, atau tungkai. (Lihat gambar).

hnp (1)

 

Penyebab HNP terkait dengan penuaan atau keausan yang disebut degenerasi bantalan ruas tulang belakang. Di samping itu ada banyak faktor risiko penyebab HNP, antara lain obesitas, pekerjaan fisik atau sikap tubuh yang tidak tepat dalam waktu lama, merokok, dan keturunan. HNP biasanya terjadi pada 30-50, dan lebih banyak pada laki-laki.

Rasa seperti syaraf kejepit bisa diketahui ketika seseorang salah melakukan gerakan olahraga atau saat mengangkat beban berat, tapi itu hanyalah pemicu. Penyebab sebenarnya adalah karena nukleus pulposusnya sudah sejak lama mengalami herniasi. Sama halnya seseorang bisa terkena serangan jantung saat mendengar kabar anaknya kecelakaan atau terkena stroke ketika terpeleset di kamar mandi, dalam hal ini kita tahu bukan kabar kecelakaan yang menjadi penyebab serangan jantung dan bukan terpeleset di kamar mandi yang menyebabkan stroke.

Itulah sebabnya dalam asuransi kesehatan khususnya produk untuk individu, penyakit gaya hidup seperti HNP, serangan jantung, dan stroke, dikenakan masa tunggu 12 bulan atau satu tahun.

Daftar Penyakit Khusus pada Asuransi Kesehatan 

Daftar penyakit khusus di bawah ini bukan hanya ada di Allianz, tapi berlaku pada produk asuransi kesehatan pada umumnya.

Selengkapnya daftar penyakit khusus yang dikecualikan di tahun pertama adalah:

  1. Batu dalam ginjal, saluran kemih, saluran empedu.
  2. Jantung dan Pembuluh darah (contoh: darah tinggi dan stroke).
  3. Katarak
  4. Segala bentuk kista, tumor jinak dan/atau ganas (contoh: myoma uterus)
  5. Penyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan, yang memerlukan pembedahan
  6. Diabetes mellitus.
  7. Tuberculosis dan komplikasinya
  8. Gangguan kelenjar thyroid
  9. Kelainan kadar lemak dalam darah (contoh: kolesterol)
  10. Gagal ginjal kronis dan terminal
  11. Hernia Nucleus Pulpous
  12. Semua kasus haematologi

Semua penyakit tersebut, jika belum diderita sebelumnya, akan ditanggung di tahun kedua. Tapi jika salah satu dari penyakit tersebut sudah diderita sebelum masuk asuransi, maka tergolong pre-existing condition. Ketentuannya berbeda tergantung produk askes yang diambil. Pada produk Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC, pre-existing akan dikecualikan permanen. Pada produk Smartmed Premier, pre-existing dikenakan masa tunggu 2 tahun.

Kesimpulan: Saat yang tepat ikut asuransi kesehatan adalah 1 tahun lalu. []

Ingin konsultasi tentang asuransi Allianz hubungi Natanael, HP 08113436830

Sumber bacaan tentang HNP:

Program Asuransi Sakit Kritis Paket Keluarga

Apa sih penyakit kritis itu, pak? Sepertinya gak ada untungnya kalau saya ikut program asuransi penyakit kritis ini?

Penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, liver, tumor jinak otak, membutuhkan biaya pengobatan dan perawatan yang tinggi. Biayanya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Mereka yang punya uang banyak pun tentu tidak pernah berpikir bahwa simpanan uangnya mungkin bakal diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Siapa yang Butuh Asuransi Penyakit Kritis?

Idealnya semua anggota keluarga memiliki asuransi penyakit kritis, baik ayah, ibu, maupun anak-anak. Kenapa? Karena tidak ada orang yang kebal dari penyakit kritis. Laki-laki bisa kena, perempuan pun bisa kena. Orang dewasa bisa kena, anak-anak pun bisa kena.

Jika hanya ayah yang punya asuransi penyakit kritis, lalu tak tahunya yang kena sakit kritis adalah ibu (istri), tentu ayah pula yang kerepotan soal biayanya. Jika ayah dan ibu sudah punya asuransi penyakit kritis, lalu ternyata yang kena anak-anak, tentu ayah dan ibu pula yang repot soal biayanya.

Bahkan kerabat dekat, kerabat jauh, tetangga, dan teman-teman kita pun mestinya memiliki asuransi penyakit kritis. Kenapa? Karena jika salah satu dari mereka terkena, ada kemungkinan mereka akan minta bantuan kepada kita. Jika ada saudara atau teman kita sakit, berapa rupiah yang sanggup kita bantu? Jika dia butuh uang 500 juta atau 1 miliar untuk biaya pengobatan dan pemulihan, signifikankah bantuan kita?

Produk Asuransi Penyakit Kritis dari Allianz

Allianz memiliki produk asuransi penyakit kritis terbaik dan termurah se-Indonesia. Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan untuk dimiliki, yaitu CI+ dan CI100. Keduanya merupakan rider (asuransi tambahan) pada asuransi jiwa unit-link Tapro Allisya Protection Plus.

  1. Rider CI+ menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut, masa perlindungan sd usia 70 tahun.
  2. Rider CI100 merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal penyakit, masa perlindungan sd usia 100 tahun.

Secara umum, CI100 lebih bagus karena cakupan penyakitnya lebih banyak, menanggung mulai tahap awal (early stage), dan masa perlindungannya sd usia 100 tahun, tapi biaya asuransinya lebih mahal. Sedangkan CI+ memiliki kelebihan yaitu biaya asuransinya lebih murah dan tidak ada syarat survival period (masa bertahan hidup sejak terdiagnosa), sementara CI100 memiliki syarat survival period 7 hari (ini pun paling sebentar dibanding produk sejenis di pasaran).

Karena ada kelebihan dan kekurangan itulah, saya menyarankan anda memiliki dua-duanya. UP atau uang pertanggungannya dibagi dua. Misalnya UP penyakit kritis 1 miliar, maka bisa dibagi CI+ 500 juta dan CI100 500 juta.

Kabar baiknya, gabungan dari rider penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali uang pertanggungan jiwa. Misal, jika anda ingin UP penyakit kritis sebesar 1 miliar, UP jiwanya cukup 200 juta. Hal ini memberikan keleluasaan bagi orang yang secara teoretis tidak memerlukan asuransi jiwa dengan UP besar, misalnya anak-anak, ibu rumah tangga, lajang tanpa tanggungan, dan pensiunan yang anak-anaknya sudah mandiri.

Program Asuransi Penyakit Kritis Paket Keluarga

Berikut adalah contoh program asuransi penyakit kritis untuk sekeluarga.

Tertanggung: Ayah (30 tahun, bekerja), ibu (30 tahun, IRT), anak 1 (5 tahun), anak 2 (3 tahun).

Pembayar premi untuk semua polis: Ayah

paket-keluarga

Total premi untuk contoh paket keluarga di atas adalah 2,1 juta per bulan. Sangat murah, karena masing-masing orang mendapatkan proteksi penyakit kritis 1 miliar dan ditambah proteksi jiwa 200 juta (untuk ibu dan anak). Untuk ayah, UP jiwanya 1 miliar juga karena ayah adalah pencari nafkah utama.

Keterangan manfaat:

  • Jika ayah terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ayah mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta), lalu semua polis (polis ayah, ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Benefit.
  • Jika ayah meninggal dunia, keluarga sebagai ahli waris mendapat 1M + nilai investasi, polis ayah tutup, dan semua polis (ibu, anak 1, anak 2) dibebaskan pembayaran preminya sampai ayah seolah-olah berusia 65 tahun. Ini adalah manfaat dari rider Payor Protection.
  • Jika ibu terkena 1 dari 49 penyakit kritis, ibu mendapat 1M (CI+ 500 juta + CI100 500 juta). Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ibu meninggal dunia, keluarga mendapat 200 juta + nilai investasi, polis ibu tutup. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 terkena 1 dari 49 penyakit kritis, anak tsb mendapat bantuan 1 M. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika anak 1 atau anak 2 meninggal dunia, keluarga memperoleh 200 juta + nilai investasi. Polis tidak bebas premi karena masih ada ayah yang sehat dan mampu membayarkan.
  • Jika ayah, ibu, dan anak 1 terkena penyakit kritis tahap awal, masing-masing mendapat bantuan 250 juta (50% dari UP CI100 500 juta). Anak 2 belum bisa mendapatkan CI100 karena usianya belum 5 tahun.

Tabel Premi Asuransi Penyakit Kritis

Tabel di atas hanyalah contoh. Usia anda dan anak-anak mungkin berbeda. Anda bisa menghitungnya sendiri melalui tabel premi asuransi penyakit kritis di bawah ini.

tabel-premi-ci-1m-dengan-payor-benefit

Catatan:

  • Tabel premi di atas untuk pria/wanita tidak merokok dan pekerjaannya tidak tergolong berisiko tinggi.

Ilustrasi Asuransi Penyakit Kritis

ci-ci100-ayah-30th

ci-dan-ci100-ibu

ci-dan-ci100-anak-5th

 

Jika anda berminat konsultasi dan ingin membuka polis dengan program asuransi sakit kritis, silahakan menghubungi saya.

Agen Asuransi Allianz Life

HP 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

 

sumber: https://myallisya.com/2016/12/16/program-asuransi-penyakit-kritis-paket-keluarga/

Asuransi Kesehatan Allianz (ketentuan)

Berikut ini adalah ketentuan-ketentuan yang ada pada produk asuransi kesehatan perorangan Allianz (Allisya Care, Maxi Violet, SmartMed Premier, dan termasuk juga rider Hospital & Surgical Care + di unitlink Tapro) yang saya kutip dari blog punya bapak Asep Sopyan, https://myallisya.com.

Ketentuan tentang Penyakit atau Luka yang Telah Ada Sebelumnya (Preexisting Diseases) dan Penyakit Khusus

Ketentuan tentang penyakit atau luka yang telah ada sebelumnya dan penyakit khusus

Ketentuan tentang Pengecualian

FullSizeRender(1)IMG_2620

Ketentuan Lainnya

FullSizeRender(2)Tanya Jawab

Tanya: Ini kan produk yang masa kontrak dan pembayarannya tahunan. Apakah produk ini ada garansi dapat diperpanjang?

Jawab: Allisya Care dan Maxi Violet ada jaminan dapat diperpanjang. Smartmed Premier tidak.

Tanya: Premi produk askes apakah naik setiap tahun atau flat?

Jawab: Premi sesuai dengan tabel premi, secara umum cenderung naik pada rentang usia tertentu. Premi tergantung jenis kelamin dan kelompok usia. Contoh tabel premi bisa dilihat di bawah ini.

Tabel Premi Allisya CareTanya: Saya ingin mengasuransikan ibu saya. Beliau sudah memiliki darah tinggi sejak dua tahun lalu. Apakah jika dirawat karena darah tinggi akan ditanggung?

Jawab: Tekanan darah tinggi (hipertensi) jika sudah ada dan masih ada sampai sekarang, termasuk ke dalam preexisting diseases (penyakit atau luka yang telah ada sebelumnya). Pada produk Allisya Care dan Maxi Violet, biasanya dikecualikan secara permanen (selamanya). Pada produk Smartmed Premier, dikecualikan atau dikenakan masa tunggu selama lima tahun (60 bulan), dengan catatan tidak ada klaim dalam lima tahun tsb.

 

sumber: https://myallisya.com/2015/08/04/ketentuan-asuransi-kesehatan-allianz-dan-tanya-jawab/

Kalau Sakit Dapat Uang?

Sebelum saya ikut asuransi, jika anak, istri, atau saya sakit yang ada di dalam pikiran saya adalah ada saldo berapa di tabungan? Nah, setelah saya ikut asuransi, masalah sakit sampai dirawat di Rumah Sakit, justru mendapatkan rejeki dari Tuhan.

  • Kalau sakit dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau meninggal (ahli waris) dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau kecelakaan atau cacat lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau rumah kebakaran dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau mobil tabrakan lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau barang kiriman hilang lalu dapat uang, itulah asuransi.

Sakit, meninggal, kecelakaan, cacat, kebakaran, tabrakan, kehilangan barang semuanya memiliki kesamaan, yaitu:

  • Tidak diinginkan
  • Tidak bisa diketahui waktunya
  • Jika terjadi, dibutuhkan uang.

Memang uang bukan satu-satunya yang dibutuhkan pada saat terjadi risiko yang tidak diinginkan. Tapi uang adalah salah satu yang dibutuhkan. Dan asuransi menyediakan uang pada saat dibutuhkan itu. Asuransi adalah perlindungan keuangan.

Uang yang dilindungi lewat asuransi bisa berbentuk uang tunai, tabungan, emas, properti, surat berharga, keterampilan/keahlian, dan penghasilan. Semua itu adalah hasil usaha kita, yang bisa saja tiba-tiba hilang atau berkurang karena suatu musibah yang tidak diinginkan.

Asuransi tidak bicara tentang kalau sehat dapat uang. Itu bukan asuransi. Kalau sehat, seharusnya anda tidak perlu bingung. Yang pantas bikin bingung itu kalau sakit.

Kalau sehat, anda bisa bekerja dan dari situ anda dapat uang. Kalau sehat dan bisa bekerja, seharusnya anda bisa menabung atau berinvestasi dan dari situ uang anda tambah banyak.

Hasil investasi anda bisa digunakan untuk sekolah anak, rumah, barang-barang, liburan, ibadah haji, hingga pensiun. Semua itu adalah kondisi sehat yang memerlukan uang. Bukan hanya sakit yang butuh uang. Kondisi sehat pun butuh uang. Tapi cara mendapatkannya bukan lewat asuransi.

Jika kondisi sehat saja butuh uang, apalagi kondisi tidak sehat?

Jadi, ambillah asuransi segera, ketika anda sehat dan punya uang untuk membayarnya.

Asuransi itu uang kecil. Sangat kecil dibanding uang besar yang dilindunginya. Uang asuransi mungkin hanya sekitar 10% dari penghasilan anda. Tapi uang yang 10% ini bisa melindungi 100% uang anda dan aset-aset yang anda kumpulkan selama bertahun-tahun.

Demikian. []

 

Ingin konsultasi mengenai asuransi? Silakan menghubungi:

Natanael (Agen Asuransi Allianz)

Contact: 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com