Monthly Archives: April 2017

Asuransi, Uang Pertanggungan atau Premi?

Ketika kita akan membeli suatu produk di swalayan, setelah kita menemukan produk yang kita cari umumnya kita akan memperhatikan berapa harganya. Apabila harganya sesuai dengan ekspektasi maka kemungkinan produk tersebut akan  dibeli. Penekanan pada proses pembelian tersebut menekankan keterjangkauan harga dari produk yang ingin kita beli. Proses seperti ini wajar terjadi pada produk yang manfaatnya dapat langsung dirasakan segera setelah pembelian terjadi. Bagaimana dengan produk yang manfaatnya tidak langsung dirasakan segera setelah pembelian dilakukan? Apakah proses yang sama dapat diaplikasikan?

Salah satu produk yang manfaatnya tidak segera dirasakan setelah pembelian dilakukan adalah asuransi.  Pada kasus asuransi, manfaat bisa saja disiapkan untuk jangka waktu yang cukup panjang dari sejak polis asuransi diterbitkan. Apabila dasar pertimbangannya adalah berapa premi bulanan yang ingin kita bayarkan, tujuan utama dari pembelian produk asuransi yaitu manfaat uang pertanggungan akan terkesampingkan.

Pertanyaan yang masih sering muncul ketika akan membeli produk asuransi adalah berapa premi minimum, setelah mengetahui premi minimum cukup terjangkau maka sedikit yang meninjau kembali apakah uang pertanggungan yang diperoleh akan cukup untuk memenuhi kebutuhan yang nantinya akan muncul.

Jumlah uang pertanggungan yang dapat ditawarkan dengan pembayaran premi minimal mungkin terlihat besar untuk saat ini, tapi terkadang kita lupa untuk menghitung peningkatan harga yang akan terjadi terlebih lagi dalam jangka waktu yang panjang. Dalam konteks asuransi yang perlu ditanyakan bukanlah sudah atau belumnya seseorang memiliki polis asuransi, namun cukupkah pertanggungan yang dimiliki.

Pada dasarnya uang pertanggungan idealnya dapat menggantikan nilai ekonomi seseorang untuk terus mendukung keluarga yang ditinggalkan. Bentuk paling sederhana adalah uang pertanggungan seharusnya cukup untuk memenuhi pengeluaran rutin bulanan selama jangka waktu tertentu. Jika ingin lebih rinci, dapat pula ditambahkan biaya pendidikan, atau pengeluaran lainnya yang akan membutuhkan dana yang cukup besar.

Kalkulasi uang pertanggungan yang ideal akan mempertimbangkan hal berikut:

  1. Biaya hidup bulanan untuk jangka waktu tertentu (10, 20, 30 tahun dsb)
  2. Hutang / hipotek
  3. Dana kebutuhan khusus (dana pendidikan, pernikahan anak, dsb)
  4. Biaya pemakaman

Dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut, maka keluarga yang ditinggalkan akan berada dalam kondisi finansial yang relatif stabil karena uang pertanggungan sudah mencakup pengeluaran yang nominalnya relatif besar.

Mari kita mulai menggeser sudut pandang kita mengenai asuransi, yang terpenting adalah apakah uang pertanggungan kita mencukupi kebutuhan kita lalu kemudian disesuaikan dengan kesanggupan pembayaran premi.

– See more at: http://investment.allianz.co.id/investment/investment-article/asuransi-uang-pertanggungan-atau-premi-_60201_1#sthash.913wD3ri.dpuf

Info lebih lanjut hubungi;

Natanael, Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

Advertisements

Persiapan Matang Demi Masa Depan Buah Hati

Saya baru membaca artikel tentang biaya pendidikan di Jakarta. Isinya sebagai berikut:

“Kemarin pada saat kumpul-kumpul keluarga, salah satu sepupu saya bingung sekali dalam mempersiapkan biaya pendidikan putranya yang memasuki usia 2 tahun. Dia begitu terkejut ketika mendengar teman di kantornya, harus mengeluarkan uang puluhan jutaan rupiah hanya untuk mendaftarkan anaknya di salah satu playgroup terkemuka di Jakarta. Sungguh angka yang fantastis untuk kelas bermain dan taman kanak-kanak, bagaimana untuk jenjang pendidikan berikutnya?”

Mungkin ketakutan orang ini, juga sempat atau juga sedang membayangi Anda ayah bunda. Perlu diingat ini biaya pendidikan di Jakarta yang berbeda jika dibandingkan dengan biaya pendidikan di kota lain, terutama Surabaya tempat tinggal saya.

Saat ini biaya sekolah memang sungguh fantastis, bahkan kalau dilihat angka inflasi dalam biaya pendidikan bisa mencapai 15%-20%. Tentu angka ini melebihi angka inflasi ekonomi yang terjadi, sebagai pembanding inflasi tahun 2013 berada di kisaran 8.38%. Karena itu sangatlah penting bagi orang tua untuk mempersiapkan dana pendidikan semenjak dini. Semakin kita menunda, semakin besar potensi dana yang harus dikumpulkan. Sebaliknya jika semakin panjang waktu kita mempersiapkan dana pendidikan tersebut, semakin baik kita mempersiapkannya dan makin tinggi potensi return yang bisa kita dapatkan. Perencanaan pendidikan merupakan salah satu pengelolan keuangan keluarga yang paling penting dipersiapkan semenjak dini melalui investasi rutin.

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan

dalam merencanakan pendidikan buah hati:

  1. Hitung besarnya biaya yang dibutuhkan. Bicarakan dengan pasangan Anda, apa rencana pendidikan untuk buah hati? Seperti jenjang pendidikan yang diharapkan (Kelas Bermain, TK, SD, SMP, SMA, Kuliah), jenis sekolah yang diinginkan di dalam negeri atau luar negeri, type sekolahnya (internasional, Swasta Lokal atau Negeri), kursus yang akan diikuti, kemudian tentukan Tujuan bersama. Kumpulkan informasi biaya sekolah saat ini sesuai dengan tujuan Anda. Selain uang pangkal dan iuran sekolah, jangan lupa hitung pula biaya perlengkapan sekolah seperti buku, alat sekolah ,seragam dan juga tempat tinggal bila harus tinggal terpisah dengan Anda. Belum lagi, jika Anda juga memiliki rencana menyekolahkan anak ke luar kota/negeri, hitung juga untuk biaya hidupnya di Negara tujuan Anda. pertimbangkan kenaikan biaya akibat inflasi.
  2. Buat jangka waktu. Dikarenakan pendidikan melalui beberapa tingkatan, buatlah jangka waktu bertahap. Sebagai contoh dana masuk TK 4 tahun lagi, masuk SD 6 tahun lagi, SMP 12 Tahun lagi, SMU 15 tahun, dan kuliah 18 Tahun lagi. Pastikan kebutuhan dana Anda dapat mencukupi.
  3. Diversifikasi produk sesuai sesuai kebutuhan dan jangka waktu di atas. Untuk bisa lebih memaksimalkan hasil investasi, gunakan produk yang berbeda sesuai dengan jangka waktunya. Makin panjang waktu yang dimiliki, tingkat risiko yang dapat diambil dapat lebih tinggi. Namun hal ini harus disesuaikan dengan profil risiko Anda.Sebagai contoh untuk keperluan yang paling dekat misalnya di bawah 3-5 tahun investasi dapat ditempatkan ke jenis deposito berjangka atau obligasi yang jatuh temponya hampir sama dengan kebutuhan dana Anda atau dengan unitlink fixed income atau balanced. Lebih dari 5 tahun penempatan investasi dapat dilakukan ke instrumen yang lebih berisiko seperti saham, reksadana saham atau unit link saham. Anda dapat mulai berinvestasi secara bertahap untuk mendapatkan hasil maksimal.

Sebagai contoh:

Luar biasa bukan angka yang didapat untuk biaya uang pangkal saja. Tentu Anda menginginkan yang terbaik untuk putra putri. Berikut adalah kinerja ratarata pertahun dari fund yang kami kelola. Paling tidak dengan melakukan alokasi asset yang tepat, Anda dapat mengatasi biaya pendidikan buah hati tercinta.

Satu hal yang terpenting adalah kenali profil risiko Anda dan pastikan Anda tahu dimana uang Anda diinvestasikan. Jangan hanya melihat return besar, tapi lihat juga risiko dari investasi Anda. Persiapkan rencana pendidikan buah hati Anda dengan alokasi investasi yang tepat.

“Education is a gift that none can take away”

Ingin informasi lebih lanjut hubungi:

Natanael Financial Consultan Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

 

– See more at: http://investment.allianz.co.id/investment/investment-article/persiapan-matang-demi-masa-depan-buah-hati_1158_1#sthash.djAXzUOx.dpuf

Pohon Uang di Masa Golden Age

“Ah, umur saya 30 tahun, masih jauhlah dari usia pensiun. Nanti aja nyiapinnya”. Mungkin Anda adalah satu yang berpikiran sama. Pensiun masih jauh dan menunda mempersiapkannya. Sebenarnya seberapa penting kita perlu mempersiapkan dana pensiun ini. Dan kira-kira apa aja sih yang dapat dijadikan sumber dana pada masa pensiun kita? Sebenarnya persiapan dana pensiun bisa dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja. Tidak ada kata  terlambat dalam mempersiapkan dana pensiun ini, namun tentunya semakin pendek masa persiapan, dana pensiun Anda  tentukan akan semakin kecil atau semakin besar uang yang Anda perlu investasikan.  Ada beberapa hal yang penting Anda perhatikan dalam mempersiapkanya:

  1. Tentukan di usia berapa Anda akan menikmati masa pensiun Anda dan hingga usia berapa harapan hidup Anda
  2. Berapa kebutuhan biaya bulanan Anda saat ini atau kira-kira berapa kebutuhan biaya bulanan ketika Anda memasuki usia pensiun. Jangan lupa untuk mempertimbangkan inflasi, biaya kesehatan dan pastinya biaya hobi.
  3. Apakah saat ini Anda telah memiliki aset yang sekiranya dapat Anda jual ketika memasuki masa pensiun. Tentunya jika ada, ini akan meringankan beban tabungan pensiun Anda.

Nah, setelah Anda menghitung berapa jumlah kebutuhan dana pensiun Anda saatnya Anda mengalokasinya sumber dana pensiun ada. Ada banyak instrument investasi yang bisa dijadikan sumber dana pensiun Anda, beberapa diantaranya

  1. Investasi reksadana, Pilih perusahaan aset management yang terdaftar oleh regulator dan terpercaya dalam mengelola dana nasabah. Namun sebelum Anda memilih, Anda harus mengetahui dimana profil risiko Anda. Anda dapat memilih jenis reksadana saham, campuran, pendapatan tetap atau pasar uang. Akan lebih baik jika Anda melakukan secara berkala dengan mendebit langsung dari gaji Anda setiap bulannya.
  2. Saham, jika Anda memiliki profil risiko yang sangat agresif Anda bisa mencobanya. Tapi pastinya risiko akan semakin besar.
  3. Investasi property/tanah, yang mungkin saat ini dapat Anda sewakan  untuk menghasilkan pasif income dan kelak mungkin bisa Anda jual sebagai penambah dana pensiun Anda.
  4. Membuka usaha yang menghasilkan pasif income saat ini dan bisa dijadikan aktif income nantinya di masa pensiun
  5. Investasi emas, mungkin ini bisa dijadikan hedging. Karena nilai emas tidak terlalu agresif.
  6. Asuransi pensiun, Pilih jenis asuransi yang menjamin dana pensiun Anda, biasanya asuransi tradisonal. Dan jangan lupa membeli asuransi kesehatan atau penyakit kritis yang bisa menghampiri Anda ketika masa tua Anda. Dari jangan samapai Anda sudah baik dalam mempersiapkan dana investasinya, namun asuransi terlupakan. Karena biaya kesehatan tidak dipungkiri adalah biaya yang paling banyak menghabiskan dana Anda di masa pensiun.
  7. Jenis investasi lainnya  investasi agribisnis sepeti menanam pohon jati atau tanah perkebunan bisa saja dilakukan, selama Anda tau benar investasi tersebut benar dilakukan dan dikelola dengan baik. Dan yang terpenting Anda perlu mengawasi secara berkala pengelolannya.

Masih banyak cara Anda membuat pohon uang Anda untuk pensiun kelak. Namun pastikan Anda menempatkan dana Anda pada instrument investasi yang aman dan berdasar hokum jelas.

Selamat berinvestasi.

sumber; http://investment.allianz.co.id/investment/investment-article/pohon-uang-di-masa-golden-age_60202_1

1 Yang Terpenting adalah Pendidikan!

Selamat Datang,

Pendidikan merupakan hal terpenting untuk masa depan. Kami siap membantu Anda untuk mempersiapkan dana pendidikan sedini mungkin. Perencanaan pendidikan membantu menyiapkan dana pendidikan untuk putra-putri Anda di masa depan.

Berapa biaya pendidikan tahun ini? Suatu misal, biaya pendidikan tahun ini untuk kuliah Rp 50jt.

Jumlah tersebut dalam 4 tahun lagi hanya cukup untuk bersekolah selama 6 bulan

Secara rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia dua kali lipat dari kenaikan harga barang-barang secara umum

Ingin melakukan kalkulasi biaya pendidikan Anda?

Mari hitung biaya pendidikan yang Anda butuhkan!

Perencanaan Keuangan menyiapkan tujuan jangka panjang sejak dini. Semakin dini biaya pendidikan disiapkan akan semakin baik. Biaya pendidikan sebaiknya dilengkapi dengan informasi yang rinci seperti besarnya dana yang dibutuhkan, dan jangka waktu untuk mencapainya.

Biaya yang dikalkulasikan mencakup total dari uang pangkal, biaya bulanan, serta biaya lainnya untuk suatu jenjang.

Mari kita hitung biaya pendidikan yang anda butuhkan: Klik link di bawah ini untuk menghitung biaya pendidikan.

kalkulator pendidikan

Bagaimana? Sudahkah anda menghitung dana pendidikan yang dibutuhkan?

Ingin info lebih lanjut hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya – Sidoarjo

HP/WA 08113436830

 

 

Dapat Nasabah dari Rerensi Orang Tak Dikenal

Kemarin, tepatnya 26 April 2017, aku dihubungi orang asing. Dia wanita.

“Halo Pak, apa masih jadi agen allianz?”tanya orang asing itu.

“”Masih,” jawabku.

“Pak, ini saya beri nomor telepon bpk Tono (bukan nama sebenarnya). Dia ingin tahu tentang produk Allianz.” ujarnya membuatku kaget.

“Ok bu, terimakasih, saya catat dulu ya nomornya”

Pada hari itu aku masih heran mengapa ada orang sebaik dia yang mau memberikan referensi orang untuk aku kenalkan tentang produk Allianz.

Aku tidak lama-lama, langsung kuhubungi nomor telpon yang diberi orang asing tadi. Singkat cerita, orang yang diberikan orang asing tadi berprofesi sebagai pedagang di pasar paling tua di Surabaya. Pasar itu bernama pasar Atom.

Dia ingin aku buatkan ilustrasi Smartlink New Flexi Account dengan rider flexicare family yang memiliki manfaat santunan jika dirawat di rumah sakit dengan santunan perhari Rp 1,5jt.

Dia juga mengikutkan tiga anggota keluarga yakni kedua anaknya, dan istrinya di dalam polisnya. Jadi satu polis untuk satu keluarga. Cukup hemat preminya.  Penjelasannya sbb:

SmartLink New Flexi Account

Manfaat Perlindungan Jiwa

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. Program ini menawarkan perlindungan jiwa seumur hidup hingga usia 100 tahun. Sesuaikan besarnya perlindungan dengan kebutuhan Anda. Pastikan keluarga mendapatkan yang terbaik sekalipun saat Anda harus meninggalkan mereka

Manfaat Investasi

Untuk memaksimalkan Investasi Anda, sejak tahun pertama kami memberikan Nilai Investasi yang positif dan selanjutnya, Anda dapat menggunakan Nilai Investasi yang terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan finansial sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang.

Selengkapnya

Detail Produk

Tersedia pilihan jenis dana investasi khusus:

  • Smartlink Rupiah Money Market Fund

Menawarkan perlindungan nilai pokok dan mempertahankan likuiditas dengan menyediakan pendapatan tetap melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek yang berkualitas tinggi seperti deposito, SBI atau reksadana, dan obligasi di bawah 1 tahun. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko rendah.

  • Smartlink Rupiah Fixed Income Fund

Menawarkan pendapatan yang stabil dengan menaga modal untuk jangka panjang melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana, dan instrumen jangka panjang seperti obligasi. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko rendah hingga sedang.

Selengkapnya

info pendaftaran atau ingin dibuatkan ilustrasi seperti di atas hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia, tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Tabel Manfaat dan Tabel Premi Asuransi Kesehatan Smarthealth Maxi Violet

Smarthealth Maxi Violet adalah salah satu produk asuransi kesehatan perorangan dari Allianz. Produk ini tergolong asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand alone), dan bersifat tahunan. Tiap tahun bisa diperpanjang sampai maksimum usia 70 tahun.

Dari sisi manfaat, produk ini sama persis dengan askes syariah Allisya Care. Dari sisi premi, Maxi Violet lebih tinggi sekitar 5% dibanding Allisya Care. Perbedaannya, Maxi Violet menyediakan fitur no-claim bonus sebesar 20% jika tidak ada klaim di tahun sebelumnya, dan no-claim bonus ini memotong premi perpanjangan tahun berikutnya. Perbedaan selengkapnya antara Maxi Violet dan Allisya Care bisa dibaca di SINI.

Berikut ini saya sajikan tabel manfaat dan tabel premi Maxi Violet utk manfaat rawat inap.

Tabel Manfaat Rawat Inap Maxi Violet

Tabel Manfaat Allisya Care (Rawat Inap)

Tabel Premi Rawat Inap Maxi Violet (tahunan)

Tabel premi Maxi Violet (Rawat inap)

info pendaftaran hubungi: 

Natanael

HP/WA 08113436830

5 Hal Penting yang Bisa Hilang dari Hidup Manusia (Sebuah Ilustrasi)

 

Gugun GondrongTidak ada orang yang rela uangnya hilang. Tapi jika salah langkah, ada lima hal penting yang bisa hilang dari hidup manusia.

Apakah itu?

  1. Tabungan/investasi
  2. Harta
  3. Harga diri
  4. Penghasilan
  5. Impian

Bagaimana lima hal itu bisa hilang? Silakan lihat ilustrasi berikut.

Ilustrasi

Ada seorang kepala keluarga usia 30-an tahun, kita sebut saja Tuan X. Tuan X memiliki asuransi jiwa murni yang menanggung risiko meninggal dunia dengan UP jiwa 1 miliar. Dia juga mengambil rider kesehatan untuk diri dan keluarganya, plan kamar 500rb per hari. Selain itu, dia pun rutin berinvestasi di reksadana sebesar 1 juta per bulan. Dia sudah melakukannya selama 5 tahun, dan kini uangnya hampir 100 juta.

Dari fakta ini, jelas bahwa Tuan X adalah seorang yang telah sadar berasuransi dan berinvestasi. Bahkan dipisah pula, sesuai saran para perencana keuangan.

Tapi ada satu yang dia lewatkan: proteksi penyakit kritis.

Pada suatu hari, Tuan X pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan migrain yang akhir-akhir ini kerap mendera kepalanya. Biasanya pakai obat warung pun selesai, tapi kali ini dia bersikap waspada dengan bertanya langsung ke dokter. Ketika dokter melakukan pemindaian pada kepalanya, tak dinyana, ternyata terdapat tumor sebesar bola pingpong di otaknya. Tumor tersebut telah membangun sarang di tempurung otaknya lebih dari 10 tahun, tanpa dia sadari. Biaya operasi untuk mengangkat tumor tersebut, kata dokter, antara 500 juta sd 1 miliar tergantung rumah sakitnya, dan lebih mahal lagi jika berobatnya di luar negeri.

Tuan X terkejut. Tak menyangka. (Jika anda pun tak menyangka bisa ada tumor sebesar itu tanpa disadari, contohnya dapat dibaca di sini:http://life.viva.co.id/news/read/272466-tumor-otak-sebesar-bola-bisbol).

Tapi tak ada pilihan lain. Jika tak segera dioperasi, nyawa Tuan X terancam.

Maka digunakanlah asuransi kesehatan yang dia miliki, tapi askes tersebut hanya mampu menanggung biaya operasi dan lain-lain tak sampai 100 juta.

Karena masih kurang, dia tariklah semua tabungan dan investasinya. Tapi ini pun hanya sanggup menambahi 100 juta.

Tabungan dan investasi hilang. Ini hilang yang pertama.

Tuan X punya sebuah mobil untuk keperluan sehari-hari ke tempat kerja. Mobil itu terpaksa dijual cepat, laku 100 juta.

Masih kurang. Tuan X pun terpaksa menjual rumahnya yang sebagian masih kredit, juga secara cepat. Laku 150 juta.

Sampai sini, tabungan hilang, harta pun hilang. Ini hilang yang kedua.

Operasi telah mulai dilakukan, tapi karena masih banyak kurangnya, keluarga Tuan X berusaha cari pinjaman sana-sini. Hasilnya tak seberapa, karena ketika sehat pun cari pinjaman itu susah, apalagi di saat sakit.

Di sini, yang hilang dari diri Tuan X adalah harga dirinya. Ini hilang yang ketiga.

Karena Tuan X menjalani operasi dengan dana yang tidak cukup dan tidak segera tersedia (butuh waktu untuk jual mobil dan rumah), maka dia tidak mendapatkan fasilitas terbaik untuk operasinya sehingga penanganan tumornya tidak berlangsung dengan sempurna. Nyawanya memang terselamatkan, tapi kondisinya tidak pulih seperti sediakala. Dia tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya.

Karena tidak bisa bekerja, maka penghasilan pun hilang. Ini hilang yang keempat.

Biaya hidup tak bisa ditunda. Sang istri harus banting tulang menghidupi keluarga. Anak-anak gagal masuk sekolah favorit. Tak ada lagi rekreasi di masa liburan sekolah. Mimpi naik haji harus dikubur dalam-dalam. Pensiun harus diundur entah sampai kapan. Dan di hadapan Tuan X, jangan sekali-kali bicara soal masa depan.

Karena kini, segala impiannya telah hilang. Ini hilang yang kelima.

Demikianlah kisah Tuan X.

***

Sampai di sini, silakan tarik nafas sejenak sambil merenung:

Tuan X adalah seorang yang sadar berasuransi, tapi nyatanya dia masih bisa mengalami hal seperti itu.

Bagaimana jika orang tidak punya asuransi sama sekali? Yang semacam ini amatlah banyak di negeri kita.

Atau bagaimana jika orang punya asuransi dengan manfaat yang lengkap, tapi UP-nya kecil-kecil? Misalnya, UP penyakit kritisnya hanya 100 juta atau bahkan kurang? Yang seperti ini pun banyak sekali. Dan mereka ini masih berisiko kehilangan lima hal penting dalam hidup.

Bagaimana rasanya jika kelima hal penting tersebut hilang dari diri kita?

Sakit. Sedih. Stres. Dunia jungkir balik.

Jangankan kelimanya sekaligus, satu saja yang hilang, akan sangat terasa pedih-perihnya. Bahkan kehilangan satu hal kecil pun bisa bikin galau tidak karuan. Contoh, pernahkah anda kehilangan HP anda? Ingatkah anda bagaimana rasanya saat itu?

Hikmah

Cerita di atas memang hanya ilustrasi. Tapi ini gambaran yang realistis dan mungkin dialami manusia. Anda pun barangkali tahu atau pernah melihat contohnya. Misalnya, mohon maaf, Gugun Gondrong, artis yang diduga kena tumor otak pada tahun 2008. Dia bukan hanya kehilangan lima, melainkan enam hal penting dalam hidup. Yang terakhir adalah istrinya. (Anda bisa membaca beritanya di sini: http://www.berita8.com/berita/2010/05/lepas-dari-koma-gugun-gondrong-dicerai-istri–)

Hikmah yang bisa diambil:

  1. Punya asuransi jiwa dan kesehatan saja tidak cukup.
  2. Apalagi kalau tidak punya asuransi sama sekali.
  3. Ketika memutuskan berasuransi, berpikirlah untuk risiko yang paling buruk (baca: yang butuh biaya paling besar, yaitu penyakit kritis).
  4. Asuransi penyakit kritis adalah keniscayaan, bukan pilihan.
  5. Pada saat yang sama, UP penyakit kritis haruslah cukup besar.

info pendaftaran/pembukaan polis:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 08113436830