Asuransi itu Kebutuhan

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan.

Tapi jika ada asuransi, dalam hal ini asuransi yang menanggung risiko kesehatan, kondisi darurat di atas tidak perlu terjadi. Ada asuransi yang akan membayarkan biaya perawatan penyakit.

Contoh 2

Manusia mungkin meninggal dunia. Jika meninggal dunia, dia tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak bekerja lagi, dia tidak memiliki penghasilan. Jika yang meninggal ini adalah seorang ayah atau suami yang bekerja mencari nafkah, maka keluarganya kehilangan sumber penghasilan yang biasanya mereka terima. Jika istri bisa bekerja, masalah teratasi walaupun standar hidup mungkin harus diturunkan. Tapi jika istri tidak biasa bekerja, kondisi darurat muncul. Dia harus mampu menghidupi diri dan anak-anaknya.

Di zaman dahulu, seorang janda dan anak-anak yatim bisa berlindung kepada keluarga besar, komunitas, atau sukunya. Di zaman sekarang, bahkan keluarga besar pun belum tentu bisa diharapkan. Jadi, sekarang setiap keluarga harus mandiri, jangan sampai ketika kondisi darurat muncul, tidak ada seorang pun yang mau atau mampu memberikan bantuan.

Memang Tuhan menjamin rezeki setiap makhluk, tapi tetap saja untuk itu kita harus bekerja.

Asuransi, dalam hal ini asuransi jiwa, membantu setiap orang menghadapi kondisi darurat dengan menyediakan warisan yang cukup besar untuk menopang hidup keluarga yang ditinggalkan.

Simpulan

Dari dua contoh di atas, jelas bahwa asuransi itu kebutuhan. Dan ini tidak bisa ditawar lagi.

Hanya saja, asuransi tidak bisa diambil jika orang sudah sakit. Asuransi hanya bisa diambil saat masih sehat. Inilah sebabnya terkadang orang tidak mampu melihat pentingnya asuransi sebagai satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan di sinilah tugas agen asuransi.

Disadur dari https://myallisya.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s