Asuransi, Uang Pertanggungan atau Premi?

Ketika kita akan membeli suatu produk di swalayan, setelah kita menemukan produk yang kita cari umumnya kita akan memperhatikan berapa harganya. Apabila harganya sesuai dengan ekspektasi maka kemungkinan produk tersebut akan  dibeli. Penekanan pada proses pembelian tersebut menekankan keterjangkauan harga dari produk yang ingin kita beli. Proses seperti ini wajar terjadi pada produk yang manfaatnya dapat langsung dirasakan segera setelah pembelian terjadi. Bagaimana dengan produk yang manfaatnya tidak langsung dirasakan segera setelah pembelian dilakukan? Apakah proses yang sama dapat diaplikasikan?

Salah satu produk yang manfaatnya tidak segera dirasakan setelah pembelian dilakukan adalah asuransi.  Pada kasus asuransi, manfaat bisa saja disiapkan untuk jangka waktu yang cukup panjang dari sejak polis asuransi diterbitkan. Apabila dasar pertimbangannya adalah berapa premi bulanan yang ingin kita bayarkan, tujuan utama dari pembelian produk asuransi yaitu manfaat uang pertanggungan akan terkesampingkan.

Pertanyaan yang masih sering muncul ketika akan membeli produk asuransi adalah berapa premi minimum, setelah mengetahui premi minimum cukup terjangkau maka sedikit yang meninjau kembali apakah uang pertanggungan yang diperoleh akan cukup untuk memenuhi kebutuhan yang nantinya akan muncul.

Jumlah uang pertanggungan yang dapat ditawarkan dengan pembayaran premi minimal mungkin terlihat besar untuk saat ini, tapi terkadang kita lupa untuk menghitung peningkatan harga yang akan terjadi terlebih lagi dalam jangka waktu yang panjang. Dalam konteks asuransi yang perlu ditanyakan bukanlah sudah atau belumnya seseorang memiliki polis asuransi, namun cukupkah pertanggungan yang dimiliki.

Pada dasarnya uang pertanggungan idealnya dapat menggantikan nilai ekonomi seseorang untuk terus mendukung keluarga yang ditinggalkan. Bentuk paling sederhana adalah uang pertanggungan seharusnya cukup untuk memenuhi pengeluaran rutin bulanan selama jangka waktu tertentu. Jika ingin lebih rinci, dapat pula ditambahkan biaya pendidikan, atau pengeluaran lainnya yang akan membutuhkan dana yang cukup besar.

Kalkulasi uang pertanggungan yang ideal akan mempertimbangkan hal berikut:

  1. Biaya hidup bulanan untuk jangka waktu tertentu (10, 20, 30 tahun dsb)
  2. Hutang / hipotek
  3. Dana kebutuhan khusus (dana pendidikan, pernikahan anak, dsb)
  4. Biaya pemakaman

Dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut, maka keluarga yang ditinggalkan akan berada dalam kondisi finansial yang relatif stabil karena uang pertanggungan sudah mencakup pengeluaran yang nominalnya relatif besar.

Mari kita mulai menggeser sudut pandang kita mengenai asuransi, yang terpenting adalah apakah uang pertanggungan kita mencukupi kebutuhan kita lalu kemudian disesuaikan dengan kesanggupan pembayaran premi.

– See more at: http://investment.allianz.co.id/investment/investment-article/asuransi-uang-pertanggungan-atau-premi-_60201_1#sthash.913wD3ri.dpuf

Info lebih lanjut hubungi;

Natanael, Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s