Monthly Archives: October 2017

Mengantar Polis Asuransi Kesehatan Nasabah

Pukul 12 tepat, aku segera ke tempat nasabah yang lokasinya di dalam PTC Surabaya. Saat itu cuaca panas, namun aku tidak boleh kalah oleh keadaan.

Polis yang kuantar merupakan produk asuransi kesehatan murni tanpa investasi yang bernama Smarthealth Maxiviolet.

Nasabahku memilih dengan membayar premi tahunan, agar dapat kartu chasles (kartu sakti). Dengan kartu ini nasabah jika opname tidak perlu merogoh uang di saku alias bayar dulu, namun bisa langsung masuk opnane hanya menunjukkan kartu ke admin.

Fasilitas chassles kerjasama dgn Admedika, rekanan perusahaan asuransi Allianz.

Rumah sakit yg sudah bekerjasama dengan Admedika cukup banyak dan sudah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri.

Fasilitas yang kutawarkan yakni kamar Rp1jt perhari jika opname dan daily cash nya Rp1jt perhari. Preminya kurang lebih Rp7jt pertahun untuk usia 38 tahun. Cukup murah sebenarnya karena bisa masuk di Rumah Sakit sekelas international.

Bagi yg ingin daftar hubungi saya, 08113436830 ( Natanael)

Advertisements

Asuransi sebagai Kebutuhan

Tuhan Menjamin Rezeki Setiap Makhluk

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan. Continue reading

Klaim Nasabah Dibayar Allianz

Nasabah saya yang pernah di rawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga sehabis kecelakaan, klaimnya sudah dibayar Allianz.

Klaim tersebut merupakan uang santunan harian sebesar Rp 1,5jt per-hari. Dia di rawat inap selama 9 hari sehingga yang dibayar oleh Asuransi Allianz Rp 13.500.000 (tiga belas juta lima ratus ribu). Lumayan buat menambah biaya rumah sakit.

bukti klaim flexicare update.PNG

Ini adalah contoh bukti manfaat ikut program asuransi Allianz dengan manfaat santunan harian yang disebut flexicare.

 

 

Santunan harian di atas sangat bermanfaat bagi kita sebagai nasabah.

Info lebih lanjut hubngi:

Natanael HP/WA 08113436830

 

Apa Benar Klaim Asuransi Susah?

Ada beberapa kasus yang menyebabkan klaim kita tidak disetujui oleh pihak underwritting perusahaan asuransi.

“Jika  seseorang menutup-nutupi fakta yang sebenarnya, misalnya orang tersebut sudah mengidap penyakit tertentu sebelum membeli polis, mungkin bisa jadi pengajuan polisnya akan ditolak. Kemungkinan lain adalah untuk penyakit yang telah diidap itu akan dikategorikan sebagai penyakit pre-existing sehingga akan dikecualikan permanen. Jika orang tersebut sejak awal tidak menginformasikan bahwa dia memiliki kondisi penyakit sebelum membeli polis, maka secara hukum, pihak perusahaan asuransi tidak salah jika tidak membayarkan klaim orang tersebut”. Beginilah isi blog Christine Liman yang saya baca pada artikel berjudul bagaimana-proses-klaim-asuransi-allianz-mudah.

Di artikel tersebut dijelaskan bahwa ketidakjujuran yang sering dilakukan nasabah berakibat pada tidak dicairkannya klaim.

Berikut ini syarat agar klaim cepat dicairkan pihak underwritting asuransi yang saya kutip dari blog perlindungankeluargaku.com yang ditulis Christin Liman:

  • Pastikan polis Anda masih aktif. Jika lapsed otomatis tidak akan bisa klaim. Jadi rawatlah polis Anda seperti Anda merawat kendaraan Anda. Jika terlambat perawatannya, bisa mogok juga kan kendaraan anda? Begitu juga dengan polis kita. Pastikan bahwa premi asuransinya disetor tepat waktu.
  • Ketika akan melakukan klaim pastikan bahwa semua dokumen telah lengkap. Jika klaim rawat inap rumah sakit, pastikan juga cap rumah sakit serta tanda tangan dokter tercantum dalam form klaim rawat inap. Jika semua form lengkap, biasanya dalam waktu 7-21 hari kerja proses klaim sudah disetujui.
  • Ada masa tunggu untuk setiap penyakit. Pelajari polis Anda. Untuk sakit kritis ada masa tunggu 90 hari. Untuk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit, ada masa tunggu 30 hari dan masa tunggu 12 bulan untuk penyakit tertentu (ada 12 penyakit khusus yang dikecualikan di 12 bulan pertama). Keterangan selengkapnya ada di buku polis Anda. Untuk klaim asuransi jiwa dan kecelakaan, tidak ada masa tunggu. Satu hari sejak polis aktif sudah berlaku.
  • Segala bentuk penyakit yang sudah ada sebelum kita masuk asuransi (pre existing condition) tidak akan dicover oleh asuransi. Oleh sebab itu pastikan anda jujur tentang kondisi kesehatan anda di saat awal anda mengajukan asuransi tanpa ada yang ditutupi.
  • Tertanggung utama melakukan pelanggaran hukum maka klaim pasti akan ditolak.
  • Terindikasi melakukan kejahatan berasuransi, maka klaim pasti akan ditolak. Untuk semua itu pastilah perusahaan asuransi akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.

 

Informasi pendaftaran asuransi Allianz hubungi saya, Natanael HP/WA 08113436830

Program Allianz KPR Care Plan

Bagi pasangan muda, impian memiliki rumah adalah yang paling utama dalam hidup mereka. Rasanya lebih bangga punya rumah sendiri daripada tinggal di kontrakan atau rumah orang tua.

Pada tahun ke tahun harga rumah sangat tinggi mencapai milyaran (tergantung darerahnya), sehingga kebanyakan orang yakni menggunakan jasa pembiayaan bank atau KPR (kredit pemilikan rumah). Dengan menyediakan Uang Muka dan mencicil setiap bulannya.

Saya akan ceritakan contoh yang biasa dilakukan orang yakni:

Budi, usia 30 tahun mengajukan KPR ke bank untuk membeli rumah seharga 1,25M, maka Hendra wajib membayar Uang Muka 250 juta dan  juga biaya wajib lainnya, seperti asuransi jiwa, asuransi kebakaran, biaya admin, dan provisi, Lalu mencicil sisanya sebesar 1 Milyar di bank.

Seandainya  Budi  mengambil program cicilan untuk 15 tahun maka kurang lebih dia akan membayar cicilan sebesar 10 jt/bln.

Agar pengajuan KPR ini bisa disetujui oleh bank maka Budi harus mempunyai income per bulan 3 kali lipat dari cicilan yaitu 30 jt/bln, tidak hanya itu, data pajak serta keuangannya juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, berhubung proses yang cukup rumit, maka jika pengajuan KPR tersebut disetujui, tentu Budi akan selalu berupaya membayarkan kewajibannya setiap bulan, meskipun bisa terjadi kenaikan cicilan tiap bulannya di tahun tertentu jika bunganya mengalami kenaikan.

Apa sebenarnya hubungan antara membeli rumah dengan cara KPR dengan asuransi Jiwa?

Mengapa bank mewajibkan Budi dan setiap orng yang mengajukan KPR untuk membeli asuransi jiwa? Karena, selain pihak bank menilai kemampuan membayar setiap orang, bank juga memperhitungkan faktor resiko dalam hidup yang namanya resiko kepastian yaitu meninggal dunia.

Maka ketika Budi mengalami resiko meninggal dunia, pihak asuransi akan melunasi sisa hutangnya di bank dan rumah itu akan tetap jadi milik istri dan anak.

Namun.. pada kenyataannya ada banyak kasus orang yang gagal memenuhi kewajibannya dengan bank meskipun sudah diantisipasi, apa sebenarnya penyebabnya?

Setelah dipelajari ada satu kondisi resiko yang dilupakan, yaitu :

Kondisi wanprestasi dimana Budi tidak lagi punya penghasilan yang cukup untuk membayar kewajibannya akibat terkena sakit kritis atau cacat total akibat sakit atau kecelakaan yang menyebabkan Budi tidak lagi mampu bekerja.

Menjadi masalah besar karena rumah impian Budi akan disita oleh pihak bank.

Bersyukur saat ini ada solusinya yaitu program KPR care plan dari Allianz, dimana program ini akan melengkapi program asuransi jiwa yg telah diwajibkan oleh Bank.

Program ini akan mengeluarkan Uang Cash sejumlah sisa Hutang di Bank untuk melunasi pinjaman, sehingga jika resiko Sakit Kritis terjadi maka Rumah tersebut akan dilunasi oleh Allianz KPR Care Plan.

Contoh : Budi mempunyai kewajiban membayar cicilan rumah 10 jt/bln selama 15 tahun dan Budi juga mengambil program Allianz KPR care plan maka cicilannya akan naik 1 jt/bln menjadi 11 jt/bln anggap saja seperti bunga cicilan yang naik Budi tetap harus membayarkannya, tapi dengan program ini dia mendapat 2 nilai tambah yaitu :

1. Jika mengalami kondisi sakit kritis/cacat total maka program KPR care plan akan melunasi sisa hutang yang ada di bank, dalam hal ini akan keluar Uang Cash sebesar 1Milyar, dan rumah impiannya akan tetap menjadi milik istri dan anaknya.

2. Jika kondisi Budi sehat-sehat saja sampai masa waktu KPR selesai maka dia akan menerima kembali uang yg disetor untuk program KPR care plan sebesar 70-100% dari total yg sudah disetorkan berupa program investasi.

Program ini cukup menarik. Dengan program KPR care plan maka rumah impian Budi dipastikan akan menjadi milik keluarganya… bukan milik orang lain..

Bagaimana dengan Anda ?

Maukah rumah impian Anda yang sedang diangsur di bank dipastikan menjadi milik Anda dan keluarga yang anda cintai ?

Untuk info lebih lanjut mengenai Allianz KPR Care Plan, hubung saya, Natanael HP/WA 08113436830 email: natanael.albertus@gmail.com

sumber: program-kpr-care-plan/

 

Asuransi Penyakit Kritis 1 M dengan Premi Mulai 300 Ribu Per Bulan

Seperti yang dilansir oleh Harian Kompas menginformasikan bahwa 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut. Karena besarnya biaya untuk pengobatan dan perawatan kanker, bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

 

Jika besok atau lusa dokter mendiagnosa suatu penyakit yang butuh biaya ratusan juta sampai miliaran, siapkah kita dan keluarga kita membayar biayanya.

Jika akibat penyakit berat tersebut membuat kita kehilangan produktivitas dan penghasilan, siapkah kita dan keluarga kita?

Berikut ini akan dijelaskan solusinya: Asuransi Penyakit Kritis dari Tapro Allianz

Dengan program ini, anda tidak perlu merogoh uang 1 miliar saat dibutuhkan, tapi cukup dengan mencicil mulai sekarang premi 300 ribu per bulan (tergantung usia dan jenis kelamin), maka anda telah menyiapkan uang tunai untuk biaya penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan. Keduanya merupakan rider (asuransi tambahan) pada produk asuransi jiwa unit-link. Anda boleh mengambil salah satu saja atau sekaligus dua-duanya.

  1. CI+: Menanggung 49 penyakit kritis tahap lanjut dengan masa perlindungan sd usia 70 tahun.
  2. CI100: Merupakan pengembangan dan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai tahap yang paling parah, bisa diambil mulai usia 5 tahun dengan maca perlindungan sd usia 100 tahun.

CI+ maupun CI100 memiliki masa tunggu 90 hari dari tanggal disetujuinya polis atau dari tanggal pemulihan polis. Jadi, waktu terbaik memiliki produk ini adalah 3 bulan yang lalu. Tapi jika sekarang masih sehat, semoga belum terlambat.

Tabel Premi Asuransi Penyakit Kritis

Penjelasannya sebagai berikut:

  • UP penyakit kritis (CI+ dan CI100) bisa diambil maksimal 5 kali UP jiwa. Jadi, untuk mendapatkan UP penyakit kritis 1 miliar, UP jiwanya minimal 200 juta.
  • Untuk melengkapi perlindungan, bisa ditambahkan rider Payor Benefit, yang memberikan pembebasan premi jika pembayar premi mengalami 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total. Jadi, selain mendapat uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar, pembayaran polis juga dibebaskan sd usia 65 tahun.
  • Tabel premi di atas adalah untuk pria/wanita tidak merokok dan pekerjaannya tergolong tidak berisiko tinggi. Jika merokok (khusus CI100) atau pekerjaan berisiko (CI+ dan CI100), preminya akan lebih tinggi.

Kelebihan Asuransi Penyakit Kritis dari Allianz

  1. Menanggung hingga 100 kondisi penyakit kritis (Ci100)
  2. Menanggung mulai tahap awal (early stage) (Ci100)
  3. Masa perlindungan hingga usia 100 tahun (CI100)
  4. Klaim tidak mengurangi UP jiwa (CI+ dan CI100)
  5. Syarat survival period paling singkat. Tanpa survival period untuk CI+ dan 7 hari untuk CI100.
  6. Premi dan biaya asuransi paling murah dibanding produk sejenis di pasaran.
  7. UP penyakit kritis bisa diambil hingga 5 kali dari UP jiwa. Cocok untuk anak-anak, lajang, dan ibu rumah tangga yang secara teori tidak terlalu membutuhkan UP jiwa yang besar.

Bagi Anda yang ingin membeli Program Asuransi Penyakit Kritis yang termurah bisa menghubungi saya di 08113436830 (Phone/WA)

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Tabel Tes Medis (Tabel Medikal) Baru Asuransi Jiwa Individu Allianz

Terhitung mulai tanggal 18 September 2017, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes medis (tabel medikal) baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 2M menjadi 2,5M untuk usia 18 sd 45 tahun.

Ketentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, yang dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis tanpa melihat berapa Uang Pertanggungan yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

Catatan

  • Ketentuan pada tabel di atas berlaku mulai 18 September 2017.
  • Karena sekarang UP penyakit kritis bisa lebih besar dari UP jiwa, maka penentuan tes medis dilihat berdasarkan total UP jiwa atau total UP penyakit kritis, mana yang lebih besar.
  • Total UP jiwa mencakup: Asuransi dasar/total Payor (mana yang lebih besar) + Term Life.
  • Total UP penyakit kritis mencakup: CI Plus + UP CI100 + CI Accelerated.
  • Status NM (Non-Medical) di hanya didasarkan pada uang pertanggungan dan usia, dan belum memperhitungkan kondisi kesehatan calon nasabah.
  • Calon nasabah yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah rawat inap, pernah operasi, punya asam urat, punya riwayat diabetes, dll), ada kemungkinan dikenakan tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan, untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS atau klinik yang bekerja sama dengan Allianz. Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.
  • Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya (tidak makan apa pun kira-kira mulai pukul 10 malam), boleh minum air putih.
  • Uang pertanggungan dari polis-polis sebelumnya yang belum melewati masa 2 tahun dihitung dalam penentuan tes medis. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun tidak dihitung lagi.

 Ilustrasi

Bagaimana mendapatkan UP 2,5M dan berapa minimal preminya untuk usia 45 tahun?

Untuk info selengkapnya hubungi saya di HP/WA 08113436830 atau

email: natanael.allianz@gmail.com