Kisah Warsito Tim Investigasi Kejahatan Asuransi: Modus Manipulasi Klaim

 

Membeli asuransi bagi sebagian orang kalau ditanya, mereka menjawab sebagai proteksi dan ada pula bukan sebagai proteksi. Jawaban mereka cukup membuat saya terkejut yakni sebagai siasat mencari uang atau kekayaan. Bagaimana caranya?

Cara yang sering dipakai yakni dengan memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, atau membakar rumahnya. Tujuannya hanya untuk mendapatkan uang yang sangat besar dari klaim, rata-rata angkanya miliaran rupiah.

Berikut sejumlah modus kejahatan terkait klaim asuransi:

  1. Klaim Kapal Pengangkutan Barang

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah kapal pengangkutan barang tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya ke Kawasan Timur Indonesia. Kapal itu membawa berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, dan barang kebutuhan sehari-hari yang akan didistribusikan ke kawasan Timur.

Klaim asuransi pun diajukan senilai Rp10 miliar, sesuai dengan polis asuransi marine cargo atau pengangkutan kapal. Perusahaan asuransi yang menanggung kemudian melakukan penyelidikan. Selain menggunakan jasa loss adjuster atau penilai kerugian, perusahaan asuransi itu juga menggunakan jasa seorang investigator independen.

Dari hasil investigasi, ternyata kapal itu sengaja ditenggelamkan. Si investigator menemukan ada lubang di badan kapal yang terbuat dari kayu. Sebelum kapal berlayar, kapal telah dilubangi, tetapi disumbat. Di tengah lautan, sumbat itu dibuka dan kapal tenggelam. Klaim pun diajukan, namun batal dibayarkan sebab fakta rekayasa penenggelaman berhasil diungkapkan.

Kisah itu diceritakan oleh Warsito Sanyoto, si investigator. Dia mengisahkan, kecurigaannya muncul saat menemui fakta bahwa kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang tersebut adalah kapal sewaan.

Warsito sudah menjadi investigator spesialis asuransi sejak 1988. Sampai saat ini, berbagai kasus klaim sudah dia tangani. Tahun lalu, Warsito menangani 15 kasus klaim asuransi. Dia memaparkan, selain cerita yang dipaparkannya tadi, ada beberapa modus operandi yang kerap dilakukan untuk merekayasa klaim asuransi marine cargo.

2. Barang Fiktif

Dari sejumlah kejahatan asuransi di bidang marine kargo, hal yang cukup sering ditemui adalah memasukkan barang-barang fiktif ke kargo. Para pelaku mengganti barang yang seharusnya dibawa dan diasuransikan dengan barang-barang tidak berharga seperti karpet bekas, ban bekas, garam, dan lainnya. Barang-barang itu dibungkus rapi. Dilapisi plastik tebal dan peti kemas.

Sementara barang yang diasuransikan dan seharusnya dibawa, disimpan di gudang rahasia. Di tengah lautan, kapal dikondisikan seolah-seolah terkena badai. Beberapa peti dibuang ke laut.

Saat mengajukan klaim, barang yang disebutkan adalah sepeda motor, semen, atau barang-barang berharga lainnya. Padahal barang-barang itu tersimpan aman di gudang.

3. Transshipment.

Modus operandi yang lain melakukan transshipment, yakni pemindahan barang dari kapal A ke kapal B.

Kapal melaju dan membawa barang-barang yang diasuransikan. Tiba di suatu pulau, barang-barang dari kapal yang diasuransikan dipindahkan ke kapal lainnya. Lalu kapal melaju lagi. Sampai pada kedalaman tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan penyelaman, kapal akan ditenggelamkan. Detik-detik saat kapal tenggelam pun akan direkam lewat video dan gambar. Lalu klaim diajukan. Gambar dan video dijadikan bukti bahwa kapal sudah tenggelam.

4. Persekongkolan Orang Asuransi

Banyak cara dilakukan para penjahat asuransi untuk mendapatkan miliaran rupiah dari klaim asuransi. Memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, semua itu dilakukan untuk mendapatkan uang segar dari klaim yang angkanya tidak sedikit.

Loss Adjuster

Loss hanya menilai besaran klaim. Ia tidak menentukan adanya fraud atau bukan dan bergerak dengan asumsi bahwa klaim tersebut muncul karena murni risiko. Seorang loss adjuster bekerja berdasarkan data yang ada, tanpa melakukan verifikasi mendalam untuk mencari modus dibalik itu?

Kendati demikian, loss adjuster juga sering menemukan besaran klaim yang jauh di bawah nilai klaim yang diajukan tertanggung kepada perusahaan asuransi. Seorang loss adjuster dari PT Radita Hutama yang berafiliasi dengan Charles Taylor Adjusting Fikri Ramadhan Lubis menyatakan pihaknya sering menilai kerugian yang besarnya jauh di bawah nilai klaim yang diajukan. Dia menjelaskan bahwa dirinya bekerja berdasarkan polis yang ada dan membandingkannya dengan apa yang terjadi di lapangan.

Kasus Kejahatan Asuransi Jiwa

Pada asuransi jiwa kasus manipulasi juga kerap terjadi. Menurut Warsito, dari 15 kasus yang ditangani tahun lalu, sebanyak 12 kasus merupakan kasus asurani jiwa.

Pernah satu kali, seorang pemilik perusahaan penyewaan komputer mengasuransikan seorang pengangguran. Dia difigurkan sebagai seorang direktur. Kemudian, si direktur gadungan itu dibawa ke rumah sakit, dua jarinya putus terpotong pisau. Nilai klaim dari putusnya dua jari itu senilai Rp 600 juta. Atas permintaan perusahaan asuransi. Penyelidikan kasus ini pun dilakukan.

TIm investigasi melakukan reka ulang dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai. Investigator melakukan uji coba sebanyak 55 kali. Hasilnya ditemukan bahwa dengan deskripsi kejadian yang diceritakan, jumlah jari yang terpotong harusnya tiga, bukan dua. Membuktikan bahwa jari si direktur gadungan sengaja dipotong. Klaim pun batal dibayarkan.

Tak Bisa Dijerat Pidana

Kejahatan asuransi ternyata tak membuat pelakunya serta merta bisa diperkarakan. Mereka yang telah terbukti melakukan rekayasa klaim asuransi tidak otomatis akan mendekam di penjara. Para pelaku rekayasa klaim masih berkeliaran dan kerap melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Begitulah kiranya dapat sebagai ulasan tentang maraknya kasus kejahatan klaim asuransi akhir-akhir ini. Silahkan jika ada komentar lebih lanjut.

sumber: Modus Manipulasi Klaim

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s