Monthly Archives: December 2017

Terimakasih atas Kepercayaan Anda terhadap Asuransi Kesehatan Allianz

Jumat, 8 Desember 2017 pukul 11.00 kurang lebih, saya mengantar polis asuransi smarthealth maxi violet Allianz ke Bapak pemilik usaha mebel di daerah Sidoarjo. Beliau saya buatkan polis asuransi kesehatan maksimal dengan layanan kamar Rp 1jt perhari dan premi tahunan sekitar Rp 7jt an. Cukup murah untuk usia Bapak ini yang sudah 54 tahun. Coba dibagi dua belas bulan ketemu berapa?

Tabel kamar Rp1jt dapat dilihat sebagai berikut:

tabel plan H.PNG

Sesampai di toko mebelnya,

“Selamat siang pak, maaf saya agak terlambat mengantar polis bapak.”

“Selamat siang juga pak, wah gak apa-apa yang penting polis sudah jadi dan sewaktu-waktu bisa saya gunakan. Yah, syukur-syukur kalau saya sehat sehingga bisa buat perlindungan secara keuangan.” jawabnya.

“Betul pak, jika kita punya asuransi kesehatan, kita tidak kawatir lagi jika tidak punya uang kalau sewaktu-waktu sakit.”

“Ini kartunya nanti jika saya masuk rumah sakit langsung ditunjukkan ke admin rumah sakit ya pak?” tanyanya.

“Iya pak, polis bapak memiliki fasilitas chassles atau gak usah bayar jika masuk rumah sakit. Nanti saya bantu prosesnya. Tinggal hubungi saya saja.”

Demikianlah dialog saya dengan Bapak pemilik mebel siang itu.

Kebahagiaan yang terindah adalah membantu orang yang membutuhkan.

Info pembukaan asuransi kesehatan Allianz dengan perlindungan maksimal hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz HP: 08113436830 (WA) email: natanael.allianz@gmail.com

 

Advertisements

Pandangan yang Salah oleh Masyarakat terhadap Asuransi

Kesadaran berasuransi di tengah masyarakat Indonesia sejauh ini masih rendah, seperti yang dilansir KOMPAS.com –

Berikut ini pandangan salah yang berkembang di masyarakat, dan bagaimana pandangan yang lebih tepat mengenai asuransi.

1. Membeli Asuransi = Investasi?

Masih banyak kalangan yang menganggap, membeli asuransi sama saja membuang uang percuma. Malah, tak sedikit yang menilai membeli asuransi sebagai langkah investasi.

Pandangan seperti itu sebenarnya salah kaprah. Asuransi dalam kamus perencanaan keuangan adalah salah satu strategi manajemen risiko finansial. Dengan membeli produk asuransi, kita mengalihkan risiko keuangan pada pihak ketiga yaitu perusahaan asuransi.

intinya adalah, sebagai manusia biasa kita memiliki risiko untuk sakit. Sakit membuat kita harus berobat yang menguras biaya.

Kondisi sakit juga membuat kita tidak bisa bekerja. Dengan membeli asuransi kesehatan, ketika risiko sakit itu menimpa kita, biaya berobat dan kerugian akibat produktivitas yang terhenti, kita alihkan ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi yang akan membayar biaya berobat tersebut.

2. Asuransi dan penghasilan

Banyak yang salah kaprah dalam tujuan membeli asuransi. Pada saat memiliki penghasilan, banyak orang yang langsung membeli asuransi. Padahal langkah ini belum tentu benar. Membeli asuransi diperlukan jika Anda telah memiliki tanggungan seperti anak atau istri.

Saat itulah sebagai pencari nafkah kita mengalihkan risiko kematian atau kesehatan diri dan keluarga kepada perusahaan asuransi. Jika belum memiliki tanggungan, belum ada kondisi mendesak bagi kita untuk memiliki asuransi.

3. Asuransi jiwa tak wajib

Selama ini asuransi jiwa sering disepelekan sehingga tak banyak yang membeli asuransi jenis ini.

Padahal jika kita sudah bekerja dan memiliki tanggungan yang akan terpengaruh kesejahteraan hidupnya bila kita meninggal dunia, maka memiliki proteksi jiwa adalah wajib hukumnya bagi kita.

Asuransi jiwa tersebut akan berfungsi menggantikan kontribusi finansial kita kepada para ahli waris yang selama ini menjadi tanggungan kita.

Sebaliknya, bila kita sudah bekerja tetapi tidak menanggung siapapun, belum perlu bagi kita membeli asuransi jiwa. Jadi, perlukah anak muda membeli produk asuransi?

Untuk asuransi kesehatan, kita bisa menjadi peserta Asuransi Kesehatan Allianz yakni Maxi Violet dan Smartmed Premier, untuk mengcover risiko-risiko terkait kesehatan. Bagaimana dengan asuransi jiwa?

Bila kita saat ini sudah menanggung hidup orang lain, seperti orangtua, adik, atau saudara, maka lebih baik memiliki asuransi jiwa yakni Tapro Allianz.

4. Salah mengasuransikan diri

Dan jangan salah mengasuransikan diri. Pencari nafkah, suami atau istri, itulah yang diasuransikan. Bukan anak atau istri/suami.

Artinya risiko si pencari nafkah ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika mengalami kematian, misalnya, ahli waris seperti anak dan istri, akan tetap menjalani kehidupannya dengan dana risiko dari perusahaan asuransi.

Pencari nafkah membeli asuransi untuk anak atau istri, padahal mereka bukan pencari nafkah. Istri, jika sebagai pencari nafkah bersama suami, dapat membeli asuransi jiwa dengan ahli waris anaknya atau keluarganya.

BPJS Kesehatan Tidak Menanggung Semua Biaya Pengobatan 8 Penyakit Kritis Ini

Memiliki perlindungan tambahan yaitu Manfaat Uang Tunai Sakit Kritis adalah solusi paling tepat dan cerdas untuk mengatasi dibatasinya pertanggungan biaya berobat oleh BPJS. Allianz adalah sebuah perusahaan berskala internasional yang memiliki produk Manfaat sakit Kritis (Critical Illness) termurah, premi kecil ditukar dengan Manfaat besar.

TRIBUNBATAM.ID-

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya mencari jalan untuk mengatasi defisit keuangannya.

Yang terbaru, BPJS Kesehatan berencana untuk melibatkan peserta untuk mendanai biaya perawatan (cost sharing) untuk penyakit yang butuh perawatan medis lama dan berbiaya tinggi (katastropik).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, pembiayaan perawatan penyakit katastropik selama ini cukup menguras kantong BPJS Kesehatan.

Setidaknya ada delapan penyakit katastropik yang akan dipilih untuk dibiayai dengan skema cost sharing.

Kedelapan penyakit katastropik itu adalah :

1. Jantung

2. Gagal ginjal

3. Kanker

4. Stroke

5. Sirosis hepatitis

6. Thalasemia

7. Leukimia

8. Hemofilia.

Untuk penyakit jantung misalnya, sepanjang Januari-September 2017 saja, ada 7,08 juta kasus dengan total klaim mencapai Rp6,51 triliun.

Pada tahun 2016, ada 6,52 juta kasus dengan total biaya Rp7,48 triliun.

Bahkan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, ada 10,80 juta kasus dari delapan penyakit katastropik yang menguras biaya BPJS Kesehatan sebesar Rp12,29 triliun.

Jumlah itu setara dengan 19,68 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang BPJS Kesehatan hingga September 2017.

“Cost sharing ini harus kami sampaikan supaya masyarakat tidak kaget,” kata Fahmi, (23/11).

Meski begitu, Fahmi masih belum merinci porsi pendanaan perawatan (cost sharing) yang akan dibebankan kepada peserta BPJS Kesehatan.

Pasalnya, hingga kini BPJS Kesehatan masih menghitung rincian beban yang akan dibagi bersama peserta jaminan kesehatan nasional (JKN).

Yang pasti, kata Fahmi, cost sharing ini tidak akan berlaku bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan.

Cost sharing hanya akan berlaku bagi peserta JKN dari golongan mampu atau peserta mandiri.

Per 1 November 2017 total peserta JKN 183,57 juta orang.

Hingga akhir 2017 diperkirakan peserta BPJS 183,13 juta orang.

Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Saleh Partaonan Daulay meminta BPJS Kesehatan membuat simulasi terkait dampak kebijakan tersebut terhadap defisit BPJS Kesehatan.

(sumber : kontan/Agus Triyono)

Asuransi penyakit kritis itu mencairkan sejumlah dana tunai yang ditransfer langsung ke rekening nasabah, dan diolah sendiri oleh nasabah untuk keperluan hidupnya, bisa untuk menambah biaya pengobatan yang kurang, bisa dipakai untuk biaya hidup sehari-hari, sekolah anak, bahkan cicilan kartu kredit atau cicilan lainnya.

Selengkapnya mengenai asuransi penyakit kritis, baca di sini.

info pembukaan polis Asuransi Sakit Kritis Allianz bisa menghubungi, 

Agen Asuransi Allianz Natanael, HP/WA: 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

 

 

 

Anda Sibuk Mengejar Karir, Berarti Anda Butuh Asuransi Kesehatan

Seperti yang dilansir Allianz Indonesia, 29 Apr 2016. bahwa memasuki usia 30 tahun mulai muncul keinginan menjadi yang lebih baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.  Namun, soal kesehatan, seringkali diremehkan. Padahal penyakit seperti demam atau maag bisa saja menyerang anda yang selalu sibuk.

Pertanyaannya, apakah sudah ada produk asuransi yang cocok untuk pekerja keras seperti Anda?

Salah satu keinginan profesional muda adalah asuransi kesehatan yang terjangkau namun dapat memberikan perlindungan yang memadai. Mereka berharap dalam satu paket perlindungan, sudah bisa memberikan manfaat rawat inap, rawat jalan sampai rawat gigi.

Untuk menjawab semua kebutuhan, Allianz hadir dengan program asuransi yang bisa menjawab kebutuhan. Program asuransi kesehatan SmartHealth MaxiViolet memberikan penggantian biaya perawatan apabila seseorang menderita suatu penyakit atau mengalami kecelakaan.

 

Khusus untuk rawat inap, Anda bisa mendapatkan manfaat tambahan santunan yang tidak memilki batasan tahunan. Anda juga bisa menikmati pembayaran non-tunai untuk layanan medis di rawat inap, rawat jalanan hingga rawat gigi. Bagi yang membutuhkan perawatan pribadi di rumah, Anda juga dapat terlindungi sebanyak 180 hari per tahun mulai dari manfaat plan Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu di setiap harinya.

Sebagai peserta SmartHealth MaxiViolet, Anda akan memperoleh manfaat akses ke Allianz Medical Hotline 24 jam dan 365 hari setahun. Sementara untuk kebutuhan medis dan informasi lainnya, bisa diraih dari semua negara. Sehingga memudahkan bagi Anda yang sering memiliki jam kerja di luar jam kantor dan gaya hidup yang aktif.

Rencana yang beragam di Allianz SmartHealth MaxiViolet juga memudahkan Anda untuk memilih tahap perlindungan yang sesuai dengan tingkat pendapatan Anda. Allianz juga paham akan perencanaan keuangan bagi professional muda seperti Anda. Dengan memiliki opsi pembayaran premi mulai dari bulanan, quarter, semester hingga tahunan.

Memiliki asurasi kesehatan merupakan langkah awal yang tepat untuk menepis rasa cemas jika kejadian tak terduga menghampiri Anda. Memiliki asuransi jiwa dan kesehatan sejak dini dapat menyelamatkan Anda nanti. Layaknya investasi, memiliki asuransi pendapatan yang tidak stabil merupakan satu pertimbangan penting untuk membayar biaya rumah sakit yang semakin meningkat. Allianz SmartHealth MaxiViolet memiliki banyak fitur yang bisa mengerti rutinitas Anda, sehingga Anda tak perlu cemas akan perlindungan komprehensif bagi jiwa dan kesehatan yang bisa menyesuaikan akan rutinitas Anda.

Langkah cermat dalam memanfaatkan asuransi jiwa dan kesehatan akan membuat Anda tidak perlu lagi khawatir ketika terserang penyakit. Sekarang saat yang tepat untuk memiliki perlindungan dengan asuransi kesehatan yang komplit dan terjangkau dari Allianz.

 

Fasilitas Cashless Allianz Mempermudah Klaim Kesehatan

Kini melakukan klaim Asuransi kesehatan semakin mudah dan cepat dengan fasilitas  cashless dari Allianz. Cashless merupakan fasilitas yang dapat membantu klaim kita dengan cara gesek dimanapun dan kapanpun. FAsilitas cashless dapat digunakan di seluruh jaringan rumah sakit atau Allianz – AdMedika.

Keunggulan

  1. Proses Klaim menggunakan kartu Allianz hanya dengan gesek kapan dan dimana saja, tidak perlu repot.
    *dapat digunakan di seluruh RS Jaringan Allianz-AdMedika
  2. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apapun pada saat perawatan dan pengobatan di seluruh RS Jaringan Allianz-AdMedika.
  3. Anda tidak perlu repot mengajukan klaim penggantian karena tidak ada yang perlu diganti.

Penggunaan Cashless

  1. Rawat Inap dan  Melahirkan
  2. Rawat Jalan dan Rawat Gigi

Ingin mendaftar asuransi kesehatan dengan fasilitas cashless Allianz silahkan hubungi saya, Natanael, HP/WA: 08113436830, Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo.