Biaya Mahal Upacara Pemakaman di Beberapa Daerah Negeri dan Luar Negeri

160740_penguburan2.jpg

Menurut berita yang dilansir finance.detik.com (24 Feb 2014) bahwa masyarakat negara China lebih suka pemakaman tradisional daripada kremasi. Menurut China Daily, masih kental anggapan masyarakat bahwa upacara kematian itu erat kaitannya dengan status sosial dan ekonomi. Jadi makin mewah sebuah upacara, makin terhormat keluarga itu.

Jadi, kalau perusahaan penyedia jasa urusan kematian menerapkan tarif tinggi, permintaan tetap ada. Apalagi di tengah makin terbatasnya lahan. Permintaan terhadap pemakaman yang mewah makin tinggi. Padahal terbatasnya lahan membuat harga tanah kuburan terus melonjak.

Sebagai contoh di Suzhou di Provinsi Jiangsu. Rata-rata harga satu meter persegi tanah kuburan adalah antara 40-50 ribu yuan, yang lebih mahal dari harga tanah untuk perumahan. Faktanya, hanya 150 keluarga, dari 15 ribu kremasi di Suzhou tiap tahun, yang memakai model pemakaman murah ala pemerintah.

Begitu juga jika kita melihat upacara pemakaman di negeri Indonesia, salah satu contoh Bali. Terkenal dengan Ngaben.

Ngaben

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah pada umat Hindu di Bali. Ngaben bertujuan untuk menyucikan roh orang yang meninggal supaya cepat kembali kepada Sang Pencipta.

Upacara ngaben bersifat wajib bagi yang setiap orang Hindu di Bali. Jika belum dilaksanakan, akan terasa sebagai utang yang wajib dibayar kepada leluhur.

Di kalangan keluarga bangsawan, upacara ngaben seringkali diselenggarakan secara megah dan kolosal. Meski biayanya bisa mencapai miliaran rupiah, hak siar acaranya dapat dijual ke televisi sehingga modalnya bisa kembali. Dan terutama penyelenggaraan acara ngaben yang besar-besaran seperti ini dapat sekaligus menjadi promosi wisata budaya Bali, karena akan banyak turis baik asing maupun domestik yang datang menyaksikan.

Sejumlah warga menggotong "Bade" atau menara bertingkat 9 yang berisi jenazah Alm. Tjokorda Istri Sri Tjandrawati yaitu keluarga raja Puri Saren Ubud dalam upacara Ngaben di Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (1/11).

Tapi bagi keluarga yang kurang mampu, mau tak mau pelaksanaan ngaben harus ditunda sampai mereka punya cukup dana untuk menyelenggarakannya, atau sampai desa mereka mengadakan upacara ngaben secara kolektif. Biaya ngaben kolektif tentunya lebih murah karena ditanggung bersama dalam satu desa, meskipun tetap saja butuh uang yang tidak sedikit (sumber: myallisya.com)

Upacara Rambu Solo

Upacara adat pemakaman yang sangat mahal berikutnya adalah upacara Rambu Solo yang berasal dari Toraja.

Upacara pemakaman adat di Tana Toraja memang tergolong unik. Keunikannya bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Ritual adat pada setiap prosesinya penuh dengan makna. Sehingga ketika Anda berkunjung ke Tana Toraja untuk menyaksikan ritual pemakaman ini, akan ada banyak hal yang mengagumkan. Namun satu hal yang akan membuat Anda cukup kaget, yaitu biaya penyelenggaraan Rambu Solo.

perarakan-rambu-solo-ke-Lakkian.jpg

Sumber foto: gocelebes.com/

Salah satu persyaratan dalam menyelenggarakan Rambu Solo adalah hewan kurban berupa kerbau dan babi. Bagi masyarakat Toraja, kerbau adalah hewan suci. Dalam Upacara Rambu Solo, kerbau menjadi aspek yang utama. Menurut keyakinan masyarakat Toraja, kerbau merupakan hewan yang akan menghantarkan arwah orang yang meninggal ke Puya. Semakin banyak kerbau yang dikurbankan, maka arwah orang yang meninggal akan semakin cepat mencapai Puya. (sumber: gocelebes.com)

Solusi Praktis: Mengikuti Asuransi Jiwa

Jika anda orang Hindu Bali dan ingin mampu menyelenggarakan upacara ngaben dengan segera tanpa khawatir masalah biaya, begitu juga dari Toraja ada satu solusi yang sangat praktis dan cepat, yaitu mengikutsertakan orangtua atau anggota keluarga anda ke dalam program asuransi jiwa.

Syaratnya, orang yang akan diikutkan asuransi jiwa tersebut harus dalam keadaan sehat, terutama tidak pernah atau sedang mengalami sakit yang berat.

Dengan memiliki asuransi jiwa, maka dana untuk acara ngaben atau Rambu Solo telah tersedia sesuai jumlah yang dikehendaki begitu polis asuransi jiwa disetujui.

Dengan demikian, ritual ngaben dan Rambu Solo bisa dilaksanakan sesegera mungkin setelah meninggal dunia, tidak perlu menunggu hingga bertahun-tahun untuk mengumpulkan dana atau sampai diadakan ngaben kolektif, dan tidak perlu merepotkan keluarga yang ditinggalkan.

Berapa biaya premi untuk mengikuti program asuransi jiwa?

Tergantung seberapa besar jumlah dana yang ingin anda sediakan untuk mengadakan upacara ngaben tersebut.

Misalnya anda ingin menyiapkan dana 100 juta saja, maka untuk orangtua usia 60 tahun dan sehat, anda cukup menyisihkan uang 400 ribu tiap bulan. Sangat murah, bukan?

Ilustrasinya sebagai berikut:

Premi 400rb UP 100jt 60th

Jika anda harus mengumpulkan sendiri uang 100 juta, maka dengan 400 ribu dibutuhkan waktu 20 tahun lebih. Tapi dengan program ini, dana 100 juta sudah siap di bulan pertama begitu polis asuransi jiwa disetujui.

Tentunya anda pun dapat mempersiapkan biaya ngaben untuk diri anda sendiri, supaya kelak ahli waris anda dapat segera menunaikan kewajibannya tanpa khawatir masalah biaya.

Tabel Premi Asuransi Jiwa dari Program Tapro Allianz

Berikut adalah tabel premi untuk program asuransi jiwa dengan nilai santunan antara 100 sd 300 juta. Produk yang digunakan adalah Tapro Allisya Protection Plus dari Allianz. Semakin muda usia, semakin murah preminya dan semakin besar dana yang bisa disiapkan.

Tabel Premi Ngaben

Jika anda ingin mengadakan upacara ngaben dengan acara yang lebih besar atau Rambu Solo,  tentunya dana yang dibutuhkan lebih besar. Maka premi yang harus dialokasikan pun lebih besar juga. (sumber: myallisya.com)

Misalnya, jika ingin menyiapkan dana 1 miliar, untuk orangtua usia 60 tahun, maka premi yang disisihkan adalah 4 juta perbulan.

Info permintaan ilustrasi bisa menghubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s