Salah satu daya tarik profesi agen asuransi adalah waktu kerja yang fleksibel dan Menawarkan Passive Income

Apa keuntungan memiliki waktu kerja fleksibel?

Ketika sedang tidak enak badan, agen asuransi dapat memilih tiduran saja di rumah tanpa perlu izin ke atasan. Janji dengan klien pun, jika sudah ada, bisa dijadwal ulang.

Ketika anak sakit, agen asuransi boleh menemani anak di rumah atau membawanya ke rumah sakit tanpa harus bilang ke bos.

Ketika mendapat kabar orangtua atau kerabat di kampung meninggal, agen asuransi dapat pulang kampung selama beberapa hari dan melupakan sejenak urusan kerjanya, atau bisa juga sambil mencari prospek di kampung.

Agen asuransi dapat mengantar anak ke sekolah setiap pagi. Di acara penyerahan raport anak sekolah, agen asuransi bisa datang ke sekolah walaupun di hari kerja, tanpa perlu izin siapa pun.

Agen asuransi dapat pergi berlibur di hari kerja, sehingga tidak usah kena macet.

Agen asuransi dapat pergi ke kolam renang di hari Senin dengan harga tiket yang lebih murah.

Waktu fleksibel bukan berarti bebas untuk tidak bekerja. Agen tetap harus mengalokasikan waktu untuk bekerja tapi pengaturannya terserah dia.

Sekilas, hal-hal yang digambarkan di atas mungkin terdengar remeh-temeh. Tapi saat mengalaminya, anda akan merasakan pentingnya punya waktu yang bisa anda atur sendiri.

Passive Income

Tapi ada yang jauh lebih menarik selain waktu fleksibel, yaitu passive income atau penghasilan pasif. Dengan passive income, agen asuransi tetap mendapat penghasilan walaupun sedang tidak bekerja.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Ada dua faktor penyebab.

Pertama, repeat income (penghasilan berulang).

Komisi agen asuransi diberikan secara berkala tergantung cara bayar premi, misalnya tiap bulan. Untuk produk unit-link, komisi pada umumnya diberikan selama 5 tahun, dengan yang terbesar di 2 tahun pertama. Dengan repeat income, agen tetap mendapat penghasilan walaupun di bulan berikutnya dia tidak mencetak penjualan.

Kedua, royalti atau overriding dari jaringan.

Hampir semua perusahaan asuransi saat ini menerapkan sistem bisnis jaringan (network business) di jalur keagenan. Dengan bisnis jaringan, agen asuransi yang sudah mencapai posisi leader (manager, director) dapat merekrut agen-agen di bawahnya dan mendapatkan bagian komisi (overriding) dari penjualan mereka. Semakin banyak jaringan agen yang terbentuk, dan semakin banyak omset mereka, maka semakin besarlah passive income yang diperoleh.

Ada banyak leader asuransi yang memperoleh penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Dari mana? Tidak lain dari omset jaringan. Kalau dari penjualan pribadi saja, sangatlah berat memperoleh penghasilan sampai 100 juta per bulan secara konsisten, karena tenaga sendiri ada batasnya, tapi tenaga banyak orang tidak ada batasnya.

Tapi membangun jaringan agen-agen asuransi yang besar itu tidak mudah. Di sinilah tantangannya yang membuat bisnis ini jadi menarik untuk dijalani.

Jadi, apakah anda mau punya waktu kerja fleksibel?

Apakah anda tertarik memiliki passive income?

Simpel. Jadilah agen asuransi dan bersungguh-sungguhlah menjalaninya.

Untuk konsultasi mengenai bisnis asuransi di ASN, silakan menghubungi saya:

Natanael (Business Partner Allianz)

HP/WA 08113436830

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s