Kriteria Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Salah satu yang harus Anda pikirkan ketika memutuskan memulai usaha sendiri dan berhenti bekerja, adalah biaya kesehatan. Bagaimana cara membiayainya? Salah satunya adalah dengan mengambil asuransi kesehatan. Selanjutnya bagaimana memilih asuransi kesehatan yang baik dan efektif?

Menurut berbagai literatur dan pendapat perencana keuangan (apa dan bagaimana kerja perencana keuangan simak disini), ini lah hal – hal yang patut dipertimbangkan.

1. Pembayaran Non Tunai (Cashless)

Cashless Insurance Claim

Cashless Insurance Claim Via  contegoservicesgroup.com

Dengan penggunaan fitur ini, penggantian klaim menjadi lebih mudah. Saat masuk rumah sakit, Anda tidak perlu membayar, namun cukup menyelesaikan tagihan dengan menggesek kartu asuransi.  Tidak perlu bayar dimuka, yang kemudian masih harus di reimburse ke asuransi (reimbursement).

Namun, fitur ini mensyaratkan rumah sakit tempat Anda dirawat sudah bekerjasama dengan pihak Asuransi karena rumah sakit harus memiliki dan memasang mesin untuk menggesek kartu asuransi. Jika tidak kerjasama, meskipun asuransi memiliki sistem klaim seperti ini, Anda terpaksa harus tetap membayar dimuka dan kemudian menyelesaikan dengan reimbursement.

2. Plafond and Premi Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

Plafond Insurance

Plafond dan Premi via lookfordiagnosis.com

Jika skema yang diambil lebih rendah, saat nanti dirawat inap, Anda harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menutupi kekurangan yang tidak dijamin asuransi. Tentu saja, tingginya plafond berhubungan lurus dengan besarnya premi. Semakin mahal harga kamar rumah sakit, semakin mahal harga premi yang harus dibayar.

Sesuaikan premi dengan kemampuan, jangan malah nantinya memberatkan keuangan Anda. Harus siap trade-off antara premi dan plafond. 
Meskipun seringkali tidak mudah, karena soal kesehatan, misalnya pemilihan kamar rumah sakit, orang lebih emosional dan cenderung ingin nyaman serta bagus, yang implikasinya harga kamar yang mahal. Idealnya plafond Asuaransi kesehatan dipilih sesuai keinginan dan kemampuan Anda.

3. Tanpa Limit Per Perawatan

No Limit via carolinadentalinsurance.com

Terdapat limit atau plafond yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya kesehatan. Umumnya, asuransi menerapkan dua jenis limit, pertama adalah limit gabungan semua perawatan dan kedua adalah limit per perawatan. Misalnya, limit pertama membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 250 juta dalam setahun, sementara limit kedua membatasi biaya perawatan bedah Rp 10 juta setahun, biaya konsultasi Rp 10 juta setahun dan seterusnya.

Ada asuransi yang hanya menggunakan limit pertama, ada yang hanya limit kedua dan ada pula yang menggunakan kedua limit secara bersamaan. Sebaiknya pilih asuransi yang menerapkan limit pertama, atau dengan kata lain tidak membatasi biaya per perawatan. Maksudnya supaya pemegang polis fleksibel berobat berbagai perawatan selama limit total masih ada. Asuransi yang membatasi dengan limit pertama dan limit kedua, tentu saja, yang paling tidak ideal.

4. Prioritaskan Rawat Inap

Rawat Inap

Rawat Inap via siskinrehab.org

Biaya kesehatan mencakup rawat jalan dan rawat inap. Sebaiknya fokuskan pada asuransi yang menanggung biaya rawat inap karena perawatan ini yang biayanya paling besar. Jika memiliki uang lebih, bisa mengambil tambahan asuransi rawat jalan.

5. Masa Tunggu Penyakit

Masa Tunggu Penyakit via footage.framepool.com

Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu, beberapa penyakit tidak dapat diklaim selama jangka waktu tertentu sejak tanggal masa berlaku asuransi. Misalnya, Cigna menetapkan penyakit berikut baru bisa diklaim 12 bulan kemudian, yaitu asthma; TBC (Tuberculosis); batu ginjal, saluran kemih dan kandung kemih; darah tinggi (hipertensi), jantung dan pembuluh darah; Kencing manis (Diabetes Mellitus); Vertigo; dan lain – lain. Tanyakan ke pihak asuransi penyakit apa yang masuk masa tunggu dan berapa lama.

6. Perhatikan Pembayaran Auto Debit Kartu Kredit

Auto Debit Kredit

Auto Debit Kredit  via sbcglobal.co.id

Meskipun sepertinya memudahkan dan biasanya premi dibayar bulanan (jadinya terlihat lebih ringan), harap hati – hati melakukan pembayaran dengan auto-debit kartu kredit (ingin tahu cara mengelola kartu kredit, simak disini). Jika terpaksa menggunakan metode ini karena asuransi tidak menyediakan alternatif pembayaran lain, pastikan Anda tahu kapan pembayaran dimulai dan bagaimana prosesnya jika ingin berhenti.

7. Hindari Mengambil Asuransi Kesehatan via Telepon

Insurance

Penawaran Asuransi Langsung via gobankingrates.com

Tawaran asuransi kesehatan lewat tele-marketing mulai banyak bermunculan. Biasanya bekerjasama dengan penerbit kartu kredit. Terkait produk yang cukup kompleks, seperti asuransi kesehatan, sebaiknya renungkan, analisa dan jika sempat lakukan riset, sebelum mengambil keputusan.

Karenanya, saya tidak menyarankan mengambil keputusan seketika saat penawaran oleh telemarketing. Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami sendiri cepat dan ringkasnya proses penawaran tersebut, sehingga banyak info detail yang tidak bisa disampaikan karena terbatasnya waktu. Jika memang tertarik dan butuh waktu untuk memikirkannya, Anda bisa meminta nomer kontak pihak asuransi, yang nanti bisa Anda hubungi ketika sudah siap.

8. Asuransi Kesehatan Murni

Health Insurance

Asuransi Kesehatan  Via laafpus.org

Pilihlah asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, bukan merupakan rider asuransi jiwa unit-link.  Kenapa? Mahal! Dalam unit-link, premi akan dibagi untuk asuransi jiwa, investasi dan baru asuransi kesehatan. Porsi untuk kesehatan menjadi kecil, sehingga Anda harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafond lebih tinggi. Belum lagi, sejumlah potongan biaya unit-link yang jumlahnya tidak kecil, yang makin mengurangi premi kesehatan. Dalam asuransi murni premi diperuntukkan semata – mata untuk pertanggungan biaya kesehatan dan potongan biaya juga tidak sebesar biaya di unit-link, sehingga premi menjadi lebih murah atau nilai pertanggungan menjadi lebih tinggi. Jika ingin pembuktian, bandingkan nilai pertanggungan dan jumlah premi antara asuransi kesehatan murni dengan asuransi kesehatan yang menjadi bagian unit-link. 

Saya rekomendasikan untuk asuransi kesehatan murni ambil polis Smartmed Premier atau Maxiviolet yang merupakan produk asuransi kesehatan dari PT. Asuransi Allianz. Kedua asuransi tersebut merupakan asuransi murni tanpa ada unit link-nya.

Info lebih lanjut hubungi saya

Natanael (Konsultan Bisnis Partner Allianz Star Network)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s