Jangan Lupakan Asuransi dalam Membangun Peternakan Uang

Menjadi bebas finansial adalah dambaan sebagian besar orang. Bebas finansial adalah suatu kondisi ketika kita tidak perlu bekerja karena kita memiliki investasi yang cukup unuk menutupi biaya hidup secara terus menerus. Ada yang bisa diperoleh dari bunga deposito, sewa apartemen, royalti buku dan aset lainnya. Ada satu buku yang menurut saya bagus untuk dipelajari bagi yang ingin bebas finansial. Buku itu berjudul Financial Revolution yang ditulis oleh Tung Desem Waringin, salah satu motivator terkenal di Indonesia. Disana dijelaskan bagaimana cara membangun ‘peternakan uang’. Bagaimana caranya agar uang yang kita miliki bisa terus berkembang biak sendiri.

Ada dua tips utama untuk membangun peternakan uang ini.

1. Menunda kesenangan

Untuk membangun aset, kita harus menyisihkan penghasilan secara berkala. Tentu saja kita tidak bisa mengikuti gaya hidup yang seenaknya. Kita harus biasakan untuk mampu menahan diri untum tidak konsumtif. untuk itu perlu dibangun kebiasaan menunda kesenangan. Ada 3 prinsip yang perlu dilakukan.

a. Membeli barang konsumtif dari passive income. Passive income dalah pendapatan dari aset, dimana kita tidak perlu bekerja, seperti sewa properti, royalti buku, hasil dari bisnis yg autopilot dsb.

b. Total belanja untuk konsumtif maksimal 10% dari pendapatan aktif kita. Misal gaji kita 10 juta maka untuk belanja konsumtif maksimal 1 juta.

c. Menurunkan standar. Misalkan kita ingin beli iphone 6, kita turunkan jadi Iphone 4s yang harganya cuma sepertiganya.

2. Alokasi Aset

Agar uang kita berkembang, maka pemasukan harus kita alokasikan kembali pada investasi, bukannya semua dikonsumsi. Caranya adalah dengan mengalokasikan minimal 10% dari pendapatan untuk Investasi Aman artinya investasi dengan risiko yang sangat minimal misal deposito bank. Lalu, minimal 20% untuk cadangan darurat yang biasanya sebesar 5 sampai 6x biaya hidup. Kalau sudah terkumpul baru lanjutkan menabung untuk Investasi Tumbuh, yaitu investasi yang menguntungkan meskipun berisiko. Terakhir sisa dana yang maksimal 70% bisa kita konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Investasi aman tidak boleh digunakan sama sekali sampai akhirnya biaya hidup kita sudah bisa dipenuhi dengan Passive Income seluruhnya.

Nah dari yang 20% tadilah kita buat investasi yang menghasilkan margin 15% keatas seperti bisnis, saham, valas dan lainnya

Lalu, implementasinya bagaimana?. Berikut ini cara praktis untuk diterapkan sehari-hari.

1. Autodebet

Agar memudahkan untuk alokasi dana, kita bisa menggunakan fasilitas autodebet di bank. kita perlu membuka minimal 2 rekening baru untuk menampung dana yang kita autodebet dari tabungan. Misal rekening A untuk investasi aman, dan rekening B untuk dana cadangan darurat dan Investasi Tumbuh.

Selanjutnya kita perlu pikirkan instrumen investasi apa yang akan kita ambil. Jadi setelah terkumpul, dana yang ada direkening A dan B tadi harus kita belikan instrumen yang sesuai. Karena rekening A dan B tadi biasanya adalah tabungan yang imbal hasilnya sangat kecil.

Untuk kebutuhan hidup juga perlu kita pasang fasilitas autodebet ini. Misal uang belanja bisa kita autodebetkan ke rekening istri.

2. Instrumen Investasi

Untuk investasi aman, prioritas kriterianya adalah zero risk, kalaupun ada sangatlah kecil dan tidak harus likuid karena memang tidak kita rencanakan untuk diambil. Untuk jangka panjang kita bisa tempatkan dengan urutan properti, emas baru deposito. Pandai-pandainya kita memilih investasi apa yang pas pada waktu itu.

Untuk investasi tumbuh, prioritas kriterianya adalah memberikan hasil yang besar (diatas bunga deposito) meskipun resikonya juga besar. Untuk yang konservatif, dana yang ada bisa kita belikan franchise, saham blue chip dsb. Untuk yang berani, alternatifnya buka bisnis, main saham, dsb.

Untuk cadangan darurat, kita utamakan yang likuid, seperti emas atau deposito.

Jadi kita tinggal ambil dana dari rekening A atau B kemudian kita belikan instrumen ini. Jangan lupa kita catat terlebih dahulu mana yang masuk investasi aman mana yang masuk investasi tumbuh, mana yang dana darurat. Selanjutnya kita tinggal fokus pada membesarkan passive income yang kendaraanya bisa bisnis, properti dan paper asset.

3. Asuransi

Terakhir, kita jangan lupakan untuk berasuransi. Karena namanya takdir datang tidak bisa dihindarkan. Jangan sampai belum terkumpul dana yang cukup, kita terkena musibah ditengah jalan entah sakit atau kehilangan mobil misalnya. Hal ini tentu saja bisa mengganggu usaha kita membangun ‘peternakan uang’. Untuk itu kita perlu minimalisir dengan mengambil asuransi. Usahakan semua asuransi kita miliki baik asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan bahkan apabila dimungkinkan asuransi untuk investasi maupun bisnis kita. Jumlahnya dapat kita sisihkan dari dana cadangan darurat.

(artikel ini pernah dimuat di kompasiana.com)

ditulis kembali oleh Natanael (Konsultan Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz Life)

HP/WA 08113436830

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s