Monthly Archives: August 2019

AGEN ASURANSI, PROFESI DENGAN WAKTU KERJA FLEKSIBEL DAN MENAWARKAN PASSIVE INCOME

Waktu Kerja Fleksibel

Salah satu daya tarik profesi agen asuransi adalah waktu kerja yang fleksibel.

Bagi orang yang pekerjaannya sangat terikat waktu, waktu fleksibel itu suatu kemewahan.

Ada orang sudah memiliki posisi yang tinggi dan penghasilan yang besar, tapi karena tidak bebas waktu, dia menjadi tidak betah dan akhirnya banting stir menjadi agen asuransi.

Apa keuntungan memiliki waktu kerja fleksibel?

Ketika sedang tidak enak badan, agen asuransi dapat memilih tiduran saja di rumah tanpa perlu izin ke atasan. Janji dengan klien pun, jika sudah ada, bisa dijadwal ulang.

Ketika anak sakit, agen asuransi boleh menemani anak di rumah atau membawanya ke rumah sakit tanpa harus bilang ke bos.

Ketika mendapat kabar orangtua atau kerabat di kampung meninggal, agen asuransi dapat pulang kampung selama beberapa hari dan melupakan sejenak urusan kerjanya, atau bisa juga sambil mencari prospek di kampung.

Agen asuransi dapat mengantar anak ke sekolah setiap pagi. Di acara penyerahan raport anak sekolah, agen asuransi bisa datang ke sekolah walaupun di hari kerja, tanpa perlu izin siapa pun.

Agen asuransi dapat pergi berlibur di hari kerja, sehingga tidak usah kena macet.

Agen asuransi dapat pergi ke kolam renang di hari Senin dengan harga tiket yang lebih murah.

Waktu fleksibel bukan berarti bebas untuk tidak bekerja. Agen tetap harus mengalokasikan waktu untuk bekerja tapi pengaturannya terserah dia.

Sekilas, hal-hal yang digambarkan di atas mungkin terdengar remeh-temeh. Tapi saat mengalaminya, anda akan merasakan pentingnya punya waktu yang bisa anda atur sendiri.

Passive Income

Tapi ada yang jauh lebih menarik selain waktu fleksibel, yaitu passive income atau penghasilan pasif. Dengan passive income, agen asuransi tetap mendapat penghasilan walaupun sedang tidak bekerja.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Ada dua faktor penyebab.

Pertama, repeat income (penghasilan berulang).

Komisi agen asuransi diberikan secara berkala tergantung cara bayar premi, misalnya tiap bulan. Untuk produk unit-link, komisi pada umumnya diberikan selama 5 tahun, dengan yang terbesar di 2 tahun pertama. Dengan repeat income, agen tetap mendapat penghasilan walaupun di bulan berikutnya dia tidak mencetak penjualan.

Kedua, royalti atau overriding dari jaringan.

Hampir semua perusahaan asuransi saat ini menerapkan sistem bisnis jaringan (network business) di jalur keagenan. Dengan bisnis jaringan, agen asuransi yang sudah mencapai posisi leader (manager, director) dapat merekrut agen-agen di bawahnya dan mendapatkan bagian komisi (overriding) dari penjualan mereka. Semakin banyak jaringan agen yang terbentuk, dan semakin banyak omset mereka, maka semakin besarlah passive income yang diperoleh.

Ada banyak leader asuransi yang memperoleh penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Dari mana? Tidak lain dari omset jaringan. Kalau dari penjualan pribadi saja, sangatlah berat memperoleh penghasilan sampai 100 juta per bulan secara konsisten, karena tenaga sendiri ada batasnya, tapi tenaga banyak orang tidak ada batasnya.

Tapi membangun jaringan agen-agen asuransi yang besar itu tidak mudah. Di sinilah tantangannya yang membuat bisnis ini jadi menarik untuk dijalani.

Jadi, apakah anda mau punya waktu kerja fleksibel?

Apakah anda tertarik memiliki passive income?

Simpel. Jadilah agen asuransi dan bersungguh-sungguhlah menjalaninya. []

Sumber: https://myallisya.com/2017/02/19/agen-asuransi-profesi-dengan-waktu-kerja-fleksibel-dan-menawarkan-passive-income/

ingin mendaftar hubungi saya,

Natanael (BP Allianz ASN)

HP/WA 08113436830

Penyakit dengan Biaya Termahal dan Solusi Mengatasi Biayanya

Tulisan ini akan mengupas tentang tiga penyakit dengan biaya termahal menurut sains.kompas.com, yakni:

  1. Penyakit Jantung

Penyakit jantung disebabkan karena tersumbatnya aliran darah ke jantung. Dari 232000 kasus, serangan jantung membutuhkan biaya kurang lebih Rp 1 Triliun. Ini belum biaya katerisasi jantung yang bisa menghabiskan kurang lebih Rp 7 juta.

  1. Stroke

Stroke sama dengan sakit Jantung. Bedanyanya, sakit stroke terjadi di otak manusia. Sehingga pasien dapat mengalami cacat seumur hidup. Biaya pengobatan stroke yakni Rp 700juta.

  1. Diabetes

Walau penyakit diabetes memiliki jumlah kasus di bawah dua penyakit lainnya, yaitu sekitar 75.000 kasus. Akan tetapi jenis penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Biaya yang dibutuhkannya cukup tinggi dibanding penyakit kritis lainnya. Sekitar Rp319.000 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi”, https://sains.kompas.com/read/2016/08/06/173500723/Tiga.Penyakit.Kritis.dengan.Biaya.Pengobatan.Tinggi?utm_source=Facebook&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Dekstop&fbclid=IwAR2-eN_Wr9QbqB9RYg6gkoWoDhpLUmScTCZL9r-1x4ve4Yw8AG9HxnUOE5s.

Kemudian bagaimana solusinya agar keuangan kita tidak bangkrut.

Jalan yang efektif ialah segera miliki asuransi kesehatan sakit kritis. Di Asuransi Allianz terdapat produk CI plus, ci 100, dan ci flexi. Produk tersebut dapat sebagai solusi terbaik dalam mengatasi keuangan kita.

Selain Asuransi dengan rider sakit kritis, ada pula rider hospital, bernama HS Premier. HSC Premier mencover seluruh biaya rumah sakit sesuai tagihan.

HSC Premier terbagi dalam silver, gold, platinum.

Tabel HSC Premoer

Kenapa Perlu Asuransi Penyakit Kritis, Meskipun Ada BPJS Kesehatan

Banyak orang beranggapan bahwa jika dia sudah punya BPJS Kesehatan maka dia tidak perlu asuransi sakit kritis. Anggapan orang tersebut keliru karena keduanya memiliki perbedaan dasar.

sumber foto: https://duwitmu.com/asuransi/perlu-asuransi-penyakit-kritis-bpjs/

APa perbedaanya?

Pertama, BPJS hanya menanggung biaya rumah sakit. Intinya, jika kita sakit maka BPJS yang membayar biaya perawatan kita ke rumah sakit. Hal ini sangat berbeda dengan Asuransi Sakit Kritis. Kalau asuransi sakit kritis memberi dana cash terhadap istri dan anak terhadap biaya keurangan sesudah perawatan selanjutnya.

Coba kita bayangkan, seandainya hal ini menimpa anda sebagai kepala rumah tangga. Tiba-tiba terkena stroke. Untuk tahap awal pasti aman karena sudah dicover oleh BPJS Kesehatan untuk semua biayanya. Namun, setelah pulang dari rumah sakit, apakah anda tetap bisa bekerja normal seperti saat sehat dulu? Jawabannya tidak mungkin.

Karena akibat stroke, anda tidak dapat bekerja kembali. Nah, kondisi yang demikian mengakibatkan kondisi keuangan sangat memprihatinkan. Istri akan menggantikan peran suami yang bekerja menghidupi anaknya.

Jika kita punya asuransi sakit kritis, maka dengan waktu satu bulan, dana dari asuransi akan cair. Berapa jumlahnya? Jumlahnya tergantung kontrak awal. Contohnya di asuransi Allianz, hanya dengan premi Rp 350.000 sudah bisa mendapatkan dana Uang Pertanggungan untuk resiko sakit kritis sebesar total Rp 1 Millyar untuk usia 25 tahun.

Pada tabel di atas dijelaskan bahwa Bapak Andi (bukan nama sebernarnya), hanya dengan membayar premi sekaligus tabungan hari tuanya sebesar Rp 350.000 (tiga ratus lima puluh ribu) perbulan, maka dia dapat manfaat yakni jika tiba-tiba terkena sakit kritis, perusahaan asuransi Allianz mentransfer dana langsung ke rekening pak Andi sebesar Rp 750.000.000. Dan jika Pak Andi meninggal karena sakit kritis maka jumlah total yang ditransfer ialah Rp 1 Milliar.

Dana Rp 1 Miliar bisa membantu istri terbebas dari beban finansial. Katakanlah dana tersebut dimasukkan deposito bank, tiap bulan bisa hidup hanya dari bunga deposito. Cukup untuk mengatasi keuangan.

DItambah hasil tabungan pak Andi yang cukup bsia menopang hidup keseharian keluarganya.

Tabel diatas adalah hasil tabungan yang disetor pak Andi. Lumayan besar.

49 Penyakit Kritis Apa Saja yang ditanggung? Cona perhatikan penyakit kritis ini:

Info pendaftaran polis asuransi Allianz dengan manfaat Tabungan Proteksi Sakit Kriitis hubungi saya, Natanael

Natanael (Bisnis Partner Allianz)

HP/WA 08113436830

Setiap Suami Wajib Punya Tabungan Proteksi Seperti Ini

Seorang clien saya yang berprofesi sebagai dokter tiba tiba menghubungi saya.

“Pak, tolong buatkan saya ilustrasi asuransi yang ada manfaat jika tiba tiba terkena sakit kritis, misal Jantung, bisa cair 2 Milliar buat dana keluarga saya, kira2 berapa preminya?”

Segera saya buatkan ilustrasi yang maksimal seperti keinginan beliau.

Di bawah ini merupakan penawaran yang saya berikan. Manfaatnya, jika tiba2 terserang Sakit Kritis misal Jantung, dll nya, maka sudah tersedia dana yg dapat dipakai buat kehidupan istri dan anaknya nanti.

Artinya keluarga tersebut bebas finansial.

Ini adalah Tapro atau tabungan proteksi Allianz. Bukan uang hilang. Ada manfaat investasi sehingga di tahun tertentu, hasilnya bisa diambil.

Rencana cuti bayar premi di tahun 15. Namun, di tahun saat umur 50 hrs setor premi karena di tahun tersebut, dana sudah menipis. Terlihat bintang bintang.

Lihat tabel sebelumnya.

Manfaat bisa dibaca di bagian ini. Ci 100, ci plus, dan payor.

Pada ilustrasi tabel tertera dana jika sakit kritis total dana cair utk ci plus Rp 2 Milliar jika tiba2 terkena sakit kritis saat umur dibawah 85 thn.

Ingin konsultasi lebih jelas hubungi saya,

Natanael

Hp/WA 08113436830

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa yang Optimal

Dalam berasuransi, kita jangan lupa, tidak hanya berapa saya harus membayar premi atau berapa lama saya harus membayar premi? Namun, kita juga wajib memikirkan berapa besar Uang Pertanggungan atau Uang Warisan yang kita berikan untuk anak atau istri kita.

Ambil contoh, misalnya kita meninggal dan ingin agar anak-anak kita tidak terlantar hidupnya maka perlu kita siapkan uang pertanggungan warisan yang cukup, misalnya: Rp 1 Milliar, atau lebih. Dengan uang Rp 1 Milliar atau lebih, anak-anak kita sudah terbebas secara keuangan. Ini misalnya uang tersebut kita simpan di deposito. Karena, dari bunga deposito sudah bisa menghidupi anak kita.

Berapa preminya untuk bisa mewariskan Rp 1 Milliar? Di Allianz cukup dengan premi Rp 350.000 perbulan sudah bisa. Tentu saja ini untuk usia muda misalnya 25 tahun. Premi besarnya menyesuaikan usia.

Coba hitung sendiri: JIka menabung Rp 350.000 perbulan, berapa tahun bisa mencapai Rp 1 Miliar? Pasti lebih dari 10 tahun. Namun, jika anda menabung di Allianz, warisan Rp 1 Milliar bisa diambil kapan pun dengan syarat si pemegang polis meninggal.

Jika masih ragu, anda bisa menemui saya, atau melihat-lihat perusahaan asuransi Allianz dan juga melihat asetnya.

Ingin mendaftar polis asuransi jiwa dengan warisan Rp 1 Miliar, hubungi saya,

Natanael

HP/WA 08113436830

Lima Kiat Merdeka Finansial

Harapan manusia bahwa di usia 55 tahun mereka ingin kebebasan finansial atau arti lain merdeka secara keuangan. Apa yang dimaksud merdeka. Merdeka berarti di usia 55 tahun sudah tidak lagi bekerja. Kita tingal menikmati hasil jerih payah dari bekerja selama muda. Oleh karena itu, saya terinspirasi derngan artikel dan tokoh yang saya baca.

Meski demikian banyak orang yang sulit mencapai kemerdekaan secara finansial. Namun, hal tersebut bukan tidak mungkin kita capai. Belum terlambat bagi yang saat ini membaca blog saya proteksifinancial.com.
Beberapa cara ini mungkin bisa kita terapkan agar membawa dampak positif bagi masa depan.

Rencana pertama ialah membuat rencana keuangan.
Kadang kita lupa setiap gajian langsung membeli sesuatu yang tidak penting, misalnya membeli tiket nonton atau membeli makan di restoran karena tergiur discount. Kita sebaiknya memahami tentang rencana keuangan dengan baik. Kita bisa mulai dengan list rencana kita untuk jangka panjang.

Keinginan Melawan Kebutuhan

Kita terkadang salah dalam membedakan mana yang keinginan dan mana yang kebutuhan. Jika tidak dapat membedakannya kita akan terjebak sehingga berujung penyesalan.

Kadang kita tidak menyadari keinginan datang dari hal-hal yang terkesan menarik atau kemudahan yang ditawarkan sehingga menimbulkan hasrat berbelanja. Contoh belanja produk karena tergiur discount.

Ketiga, Menambah Pendapatan

Salah satu strategi untuk mencapai kemerdekaan finansial ialah dengan menambah pendapatan.

Sebagai milenial yang hidup di era teknologi informasi yang cukup canggih, banyak sekali peluang untuk menambah pendapatan. Kita bisa mulai rencana membuka usaha, menjadi agen asuransi, atau menjadi influencer di media sosial.

Menurut Cathy Sharon, artis muda yang merupakan mantan VJ, menjelaskan bahwa anak muda zaman sekarang memiliki kelebihan dan peluang yang lebih besar untuk menambah pendapatan dibanding generasi sebelumnya.

Keempat, Siapkan Proteksi

Satu hal yang sangat penting yakni mempersiapkan proteksi dalam mencapai kebebasan finansial. Karena, ada hal-hal yang tidak terduga yang bisa menghabiskan semua tabungan dan mengganggu rencana yang sudah disusun.

Proteks paling aman adalah memiliki asuransi untuk kesehatan, jiwa, kendaraan, hingga bencana.

Asuransi membantu mengelola resiko jika terjadi hal yang tidak terduga. Misalnya, ada musibah yang mencari pencari nafkah. Dalam hal demikian, dibutuhkan perlindungan untuk menjaga keberlangsungan rencana.

“Setiap kepala keluarga atau pencari nafkah utama di keluarga wajib memiliki asuransi jiwa,: ungkap Chief Marketing Officer Allianz Indonesia Bapak Karim Zulkarnaen.

Kelima, Kenali Proteksi

Salah satu hal yang dipertimbangkan sebelum memilih penyedia asuransi adalah memastikan penyedia produk telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyedia asuransi yang tidak terdaftar di OJK jelas harus dihindari para milenial.
Salam Merdeka Finansial

Ingin konsultasi atau mendaftar produk asuransi Allianz hubungi:
Natanael Konsultan Asuransi Allianz
HP/Wa 08113436830