Monthly Archives: August 2019

SOLUSI PRAKTIS MEMPERSIAPKAN BIAYA UPACARA NGABEN DI BALI

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah pada umat Hindu di Bali. Ngaben bertujuan untuk menyucikan roh orang yang meninggal supaya cepat kembali kepada Sang Pencipta.

Upacara ngaben bersifat wajib bagi setiap orang Hindu di Bali. Jika belum dilaksanakan, akan terasa sebagai utang yang wajib dibayar kepada leluhur.

Tapi bukan rahasia bahwa biaya upacara ngaben itu mahal. Bisa puluhan juta, ratusan, bahkan sampai miliaran, tergantung strata sosial-ekonomi orang dari meninggal.

Bagi keluarga yang mampu, prosesi ngaben bisa dilaksanakan secepatnya setelah kejadian kematian. Bahkan di kalangan keluarga bangsawan, upacara ngaben seringkali diselenggarakan secara megah dan kolosal. Meski biayanya bisa mencapai miliaran rupiah, tak akan masalah bagi keluarga yang mampu. Dan terutama penyelenggaraan acara ngaben yang besar-besaran seperti ini dapat sekaligus menjadi promosi wisata budaya Bali, karena akan banyak turis baik asing maupun domestik yang datang menyaksikan.

Tapi bagi keluarga yang kurang mampu, mau tak mau pelaksanaan ngaben harus ditunda sampai mereka punya cukup dana untuk menyelenggarakannya, atau sampai desa mereka mengadakan upacara ngaben secara kolektif. Biaya ngaben kolektif tentunya lebih murah karena ditanggung bersama dalam satu desa, meskipun tetap saja butuh uang yang tidak sedikit.

Solusi Praktis: Mengikuti Asuransi Jiwa

Jika anda orang Hindu Bali dan ingin mampu menyelenggarakan upacara ngaben dengan segera tanpa khawatir masalah biaya, ada satu solusi yang sangat praktis dan cepat, yaitu mengikutsertakan orangtua atau anggota keluarga anda ke dalam program asuransi jiwa.

Syaratnya, orang yang akan diikutkan asuransi jiwa tersebut harus dalam keadaan sehat, terutama tidak pernah atau sedang mengalami sakit yang berat.

Dengan memiliki asuransi jiwa, maka dana untuk acara ngaben telah tersedia sesuai jumlah yang dikehendaki begitu polis asuransi jiwa disetujui.

Dengan demikian, ritual ngaben bisa dilaksanakan sesegera mungkin setelah meninggal dunia, tidak perlu menunggu hingga bertahun-tahun untuk mengumpulkan dana atau sampai diadakan ngaben kolektif, dan tidak perlu merepotkan keluarga yang ditinggalkan.

Berapa biaya premi untuk mengikuti program asuransi jiwa?

Tergantung seberapa besar jumlah dana yang ingin anda sediakan untuk mengadakan upacara ngaben tersebut.

Anggaplah misalnya anda ingin menyiapkan dana 100 juta saja, maka untuk orangtua usia 60 tahun dan sehat, anda cukup menyisihkan uang 400 ribu tiap bulan. Sangat murah, bukan?

Jika anda harus mengumpulkan sendiri uang 100 juta, maka dengan 400 ribu dibutuhkan waktu 20 tahun lebih. Tapi dengan program ini, dana 100 juta sudah siap di bulan pertama begitu polis asuransi jiwa disetujui.

Tentunya anda pun dapat mempersiapkan biaya ngaben untuk diri anda sendiri, supaya kelak ahli waris anda dapat segera menunaikan kewajibannya tanpa khawatir masalah biaya. Tentunya dengan premi yang lebih murah, atau uang pertanggungan yang lebih besar, karena anda masih muda. []

Sumber: https://myallisya.com/2017/12/23/asuransi-jiwa-solusi-praktis-untuk-mempersiapkan-biaya-upacara-ngaben-di-bali/

Perbandingan Manfaat BPJS dengan Asuransi Allianz

Saya tidak bermaksud memberikan statemen buruk pada BPJS tetapi saya memberikan perbandingan dari kenyataan di lapangan.

Pada gambar di atas jelas dibedakan bahwa antara BPJS dengan Asuransi Allianz khususnya produk Tabungan Proteksi (Tapro) memang terdapat perbedaan. Ada nilai positif dan negatif dari masing-masing produk.

Simple saja, jika kita tidak hanya ingin mencoveran sakit di rumah sakit tetapi ingin memberikan warisan ke istri atau anak, maka kita butuh asuransi. Jika kita masih punya hutang di bank, maka kita butuh asuransi.

Mari berasuransi

Natanael (Konsultan Asuransi Allianz)

HP.WA 08113436830

AGEN ASURANSI, PROFESI DENGAN WAKTU KERJA FLEKSIBEL DAN MENAWARKAN PASSIVE INCOME

Waktu Kerja Fleksibel

Salah satu daya tarik profesi agen asuransi adalah waktu kerja yang fleksibel.

Bagi orang yang pekerjaannya sangat terikat waktu, waktu fleksibel itu suatu kemewahan.

Ada orang sudah memiliki posisi yang tinggi dan penghasilan yang besar, tapi karena tidak bebas waktu, dia menjadi tidak betah dan akhirnya banting stir menjadi agen asuransi.

Apa keuntungan memiliki waktu kerja fleksibel?

Ketika sedang tidak enak badan, agen asuransi dapat memilih tiduran saja di rumah tanpa perlu izin ke atasan. Janji dengan klien pun, jika sudah ada, bisa dijadwal ulang.

Ketika anak sakit, agen asuransi boleh menemani anak di rumah atau membawanya ke rumah sakit tanpa harus bilang ke bos.

Ketika mendapat kabar orangtua atau kerabat di kampung meninggal, agen asuransi dapat pulang kampung selama beberapa hari dan melupakan sejenak urusan kerjanya, atau bisa juga sambil mencari prospek di kampung.

Agen asuransi dapat mengantar anak ke sekolah setiap pagi. Di acara penyerahan raport anak sekolah, agen asuransi bisa datang ke sekolah walaupun di hari kerja, tanpa perlu izin siapa pun.

Agen asuransi dapat pergi berlibur di hari kerja, sehingga tidak usah kena macet.

Agen asuransi dapat pergi ke kolam renang di hari Senin dengan harga tiket yang lebih murah.

Waktu fleksibel bukan berarti bebas untuk tidak bekerja. Agen tetap harus mengalokasikan waktu untuk bekerja tapi pengaturannya terserah dia.

Sekilas, hal-hal yang digambarkan di atas mungkin terdengar remeh-temeh. Tapi saat mengalaminya, anda akan merasakan pentingnya punya waktu yang bisa anda atur sendiri.

Passive Income

Tapi ada yang jauh lebih menarik selain waktu fleksibel, yaitu passive income atau penghasilan pasif. Dengan passive income, agen asuransi tetap mendapat penghasilan walaupun sedang tidak bekerja.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Ada dua faktor penyebab.

Pertama, repeat income (penghasilan berulang).

Komisi agen asuransi diberikan secara berkala tergantung cara bayar premi, misalnya tiap bulan. Untuk produk unit-link, komisi pada umumnya diberikan selama 5 tahun, dengan yang terbesar di 2 tahun pertama. Dengan repeat income, agen tetap mendapat penghasilan walaupun di bulan berikutnya dia tidak mencetak penjualan.

Kedua, royalti atau overriding dari jaringan.

Hampir semua perusahaan asuransi saat ini menerapkan sistem bisnis jaringan (network business) di jalur keagenan. Dengan bisnis jaringan, agen asuransi yang sudah mencapai posisi leader (manager, director) dapat merekrut agen-agen di bawahnya dan mendapatkan bagian komisi (overriding) dari penjualan mereka. Semakin banyak jaringan agen yang terbentuk, dan semakin banyak omset mereka, maka semakin besarlah passive income yang diperoleh.

Ada banyak leader asuransi yang memperoleh penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan. Dari mana? Tidak lain dari omset jaringan. Kalau dari penjualan pribadi saja, sangatlah berat memperoleh penghasilan sampai 100 juta per bulan secara konsisten, karena tenaga sendiri ada batasnya, tapi tenaga banyak orang tidak ada batasnya.

Tapi membangun jaringan agen-agen asuransi yang besar itu tidak mudah. Di sinilah tantangannya yang membuat bisnis ini jadi menarik untuk dijalani.

Jadi, apakah anda mau punya waktu kerja fleksibel?

Apakah anda tertarik memiliki passive income?

Simpel. Jadilah agen asuransi dan bersungguh-sungguhlah menjalaninya. []

Sumber: https://myallisya.com/2017/02/19/agen-asuransi-profesi-dengan-waktu-kerja-fleksibel-dan-menawarkan-passive-income/

ingin mendaftar hubungi saya,

Natanael (BP Allianz ASN)

HP/WA 08113436830

APAKAH ASURANSI BISA DIGANTIKAN DENGAN TABUNGAN?

Asuransi itu perlindungan keuangan. Jika sakit, jika kecelakaan, jika cacat, jika meninggal, atau jika terjadi musibah lain yang menimbulkan dampak keuangan, asuransi bisa membantu meringankan kerugian keuangan yang timbul.

Asuransi tidak bermaksud mencegah semua itu terjadi. Asuransi hanya mengurangi dampak keuangan yang timbul akibat hal-hal tersebut.

Tapi meski semua itu tampaknya mudah dipahami, masih banyak orang yang menolak asuransi dengan bermacam alasan, dan mengira bahwa asuransi bisa diganti dengan hal lain.

5 Hal Yang Sering Dikira Bisa Menggantikan Asuransi

Ada orang yang berkata, “Saya mau nabung atau investasi sendiri saja.”

Menabung dan berinvestasi itu baik. Tapi apakah asuransi bisa digantikan dengan tabungan/investasi?

Risiko seperti sakit, kecelakaan, dan meninggal, bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Bisa berpuluh tahun ke depan, atau tahun depan, atau bulan depan, esok lusa, bahkan hari ini juga. Sementara tabungan dan investasi itu butuh waktu untuk bisa menjadi banyak. Menabung 1 juta per bulan, untuk menjadi 1 miliar butuh waktu seribu bulan atau 80 tahun. Pertanyaan: bagaimana jika risiko terjadi saat tabungan belum mencukupi?

Tetapi asuransi bisa menyediakan perlindungan keuangan dalam waktu cepat. Begitu polis disetujui, hari itu juga perlindungan telah berlaku. Tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya mengenai masa tunggu. Tapi secara garis besar, asuransi menyediakan uang besar dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan menabung atau berinvestasi sendiri.

Ada juga yang berkata, “Saya akan menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati.”

Menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati itu baik. Tapi apakah bisa menjamin tidak akan sakit atau kecelakaan? Kita mungkin selalu menjaga kesehatan, tapi yang namanya penyakit sering tidak bisa diduga dari mana datangnya, dan itulah sebabnya selalu ada orang sakit setiap hari. Kita mungkin selalu hati-hati, tapi bisa jadi orang lain yang ceroboh, dan itulah makanya selalu ada orang yang kecelakaan setiap hari.

Selain itu, kita pun bisa berasuransi seraya tetap menjaga kesehatan dan selalu hati-hati.

Sekali lagi, asuransi tidak mencegah sakit dan kecelakaan, tapi meminimalkan dampak keuangan yang ditimbulkannya.

Ada juga yang berkata, “Saya mau perbanyak sedekah saja, biar Tuhan yang akan melindungi saya.”

Sedekah itu baik. Tapi apakah asuransi bisa digantikan dengan sedekah?

Tuhan akan membalas sedekah kita, tapi apakah kita tahu bagaimana bentuk balasan dari sedekah itu? Tidak. Bentuk balasan Tuhan bisa bermacam-macam, dan waktunya pun kita tak pernah tahu. Jadi, bagaimana bisa sesuatu yang bentuknya tak diketahui dapat menggantikan asuransi yang bentuknya jelas?

Dan asuransi itu, khususnya yang syariah, pada hakikatnya adalah sedekah yang diformalkan dengan balasan yang sudah ditentukan dalam polis. Tidak ada larangan soal ini. Di luar balasan yang ditentukan, mungkin ada balasan lain lagi dari Tuhan, kita tak pernah tahu. Kita hanya bisa bicara tentang yang tampak.

Dan kita pun bisa berasuransi seraya tetap bersedekah.

Ada lagi yang berkata, “Seandainya potensi ZIS (zakat, infak, sedekah) bisa dimaksimalkan, kita tidak perlu asuransi.”

Untuk ini saya beri contoh. Jika ada sebuah keluarga kaya dengan gaya hidup 50 juta per bulan, lalu kepala keluarganya sakit berat sehingga menghabiskan aset-asetnya dan lalu meninggal dunia sehingga penghasilannya terputus, apakah ada lembaga ZIS atau lembaga sosial lain yang dapat memberikan nafkah kepada keluarga yang ditinggalkan, tidak usah 50 juta tapi cukuplah 10 juta saja per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum selama seumur hidup? Saya yakin tidak ada yang mampu. Bagaimana jika ada banyak keluarga semacam itu yang minta bantuan ke lembaga ZIS?

Lalu jika anda adalah donatur di lembaga ZIS tersebut, apakah anda rela uang anda digunakan untuk menyubsidi keluarga tersebut? Saya yakin tidak, dan saya sendiri pun jika jadi donatur di lembaga ZIS tersebut tidak akan rela uang saya digunakan untuk menyubsidi orang dengan cara seperti itu. Masih banyak keluarga miskin di Indonesia yang akan cukup bahagia bisa mendapat bantuan beberapa ratus ribu per bulan.

Tapi lembaga asuransi bisa melakukan tugas memberikan nafkah kepada keluarga yang ditinggalkan, dengan syarat sebelumnya sang kepala keluarga ikut program asuransi yang tepat. Untuk menanggung biaya sakit berat supaya tidak menjual aset-aset, programnya ialah asuransi penyakit kritis. Sedangkan untuk perlindungan dari kehilangan pencari nafkah karena meninggal dunia, programnya ialah asuransi jiwa.

Ada juga yang berkata, “Saya akan selalu berdoa kepada Tuhan supaya selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.”

Berdoa itu baik. Jika doa kita sungguh-sungguh dan ikhlas, pasti dikabulkan. Tapi seperti halnya sedekah, apakah kita tahu pasti bentuk pengabulan dari doa kita?

Kita pun bisa berasuransi seraya tetap berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh.

Perlu diketahui bahwa asuransi tidak mencegah terjadinya musibah. Jika memang musibah harus terjadi, ya terjadilah. Tapi asuransi bisa mengurangi kerugian keuangan yang timbul akibat musibah.

2 Hal yang Bisa Menggantikan Asuransi

Jadi, apakah asuransi tidak tergantikan?

Tidak juga. Setidaknya ada dua hal yang bisa menggantikan asuransi.

Pertama, harta yang banyak.

Asuransi memberikan perlindungan dalam bentuk uang atau harta. Jika kita memiliki harta yang banyak, yang nilainya lebih dari cukup untuk menggantikan apa yang bisa diberikan asuransi, kita boleh tidak ikut asuransi.

Orang-orang kaya seperti Dahlan Iskan, Aburizal Bakri, James Riyadi, Chairul Tanjung, Hasyim Djojohadikusumo, atau Sandiaga Uno, tentu tak akan bermasalah jika harus keluar uang beberapa miliar sampai puluhan miliar untuk biaya sakit.

Pertanyaannya, apakah bagi anda saat ini, keluar uang beberapa miliar terasa bukan masalah? Jika masih masalah, berarti anda butuh asuransi.

Kedua, jasa yang banyak.

Jika anda memiliki jasa yang banyak kepada banyak orang, anda pun tidak perlu asuransi.

Para kiai besar di pesantren, para tokoh agama yang dihormati, para intelektual besar, para politisi jujur yang bekerja nyata, seperti Gus Mus, Habib Rizieq Shihab, Habib Quraish Shihab, Aa Gym, Buya Syafii Maarif, Franz Magnis-Suseno, bahkan Jokowi dan Ahok, sudah pasti akan mudah mendapat bantuan jika mereka butuh uang.

Pertanyaannya, apakah saat ini anda sudah berjasa banyak kepada banyak orang? Apakah anda punya murid-murid atau pengikut yang siap membantu kapan saja anda butuh bantuan?

Jika belum mencapai level itu, anda butuh asuransi.

Dan jelas, dua hal itu (harta yang banyak dan jasa yang banyak) tidak bisa dibuat seketika. Butuh kerja keras, dedikasi tanpa henti, dan waktu yang panjang untuk bisa mencapainya.

Jadi, untuk orang-orang pada umumnya, seperti saya, anda, para pembaca artikel ini, asuransi adalah kebutuhan yang tidak bisa digantikan dengan cara lain.

Jika anda setuju, dan ingin berasuransi, silakan menghubungi saya untuk konsultasi GRATIS.

Sumber: https://myallisya.com/2017/10/12/apakah-asuransi-bisa-digantikan-dengan-cara-lain

Penyakit dengan Biaya Termahal dan Solusi Mengatasi Biayanya

Tulisan ini akan mengupas tentang tiga penyakit dengan biaya termahal menurut sains.kompas.com, yakni:

  1. Penyakit Jantung

Penyakit jantung disebabkan karena tersumbatnya aliran darah ke jantung. Dari 232000 kasus, serangan jantung membutuhkan biaya kurang lebih Rp 1 Triliun. Ini belum biaya katerisasi jantung yang bisa menghabiskan kurang lebih Rp 7 juta.

  1. Stroke

Stroke sama dengan sakit Jantung. Bedanyanya, sakit stroke terjadi di otak manusia. Sehingga pasien dapat mengalami cacat seumur hidup. Biaya pengobatan stroke yakni Rp 700juta.

  1. Diabetes

Walau penyakit diabetes memiliki jumlah kasus di bawah dua penyakit lainnya, yaitu sekitar 75.000 kasus. Akan tetapi jenis penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Biaya yang dibutuhkannya cukup tinggi dibanding penyakit kritis lainnya. Sekitar Rp319.000 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi”, https://sains.kompas.com/read/2016/08/06/173500723/Tiga.Penyakit.Kritis.dengan.Biaya.Pengobatan.Tinggi?utm_source=Facebook&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Dekstop&fbclid=IwAR2-eN_Wr9QbqB9RYg6gkoWoDhpLUmScTCZL9r-1x4ve4Yw8AG9HxnUOE5s.

Kemudian bagaimana solusinya agar keuangan kita tidak bangkrut.

Jalan yang efektif ialah segera miliki asuransi kesehatan sakit kritis. Di Asuransi Allianz terdapat produk CI plus, ci 100, dan ci flexi. Produk tersebut dapat sebagai solusi terbaik dalam mengatasi keuangan kita.

Selain Asuransi dengan rider sakit kritis, ada pula rider hospital, bernama HS Premier. HSC Premier mencover seluruh biaya rumah sakit sesuai tagihan.

HSC Premier terbagi dalam silver, gold, platinum.

Tabel HSC Premoer

Asuransi Sakit Kritis Flexi CI Allianz plus HS Premier Cover Sesuai Tagihan Termurah Tanpa Survival Period (Bertahan Hidup)

Kemarin saya bertemu dengan seorang dengan profesi dokter. Dalam hitungan saya, ini kali kedua saya seorang dokter menghubungi saya untuk keperluan konsultasi tentang produk asuransi Allianz.

Produk yang diinginkan yakni rider Flexi CI Allianz Syariah yang memang memiliki keunggulan dan lumayan murah preminya dan Hospital and Surgical Premier (HS Premier) yang memiliki keunggulan pencoversan sesuai tagihan dengan type kamar platinum.

Mari kita lihat ilustrasi yang saya buat untuk beliau. Sebut saja Bapak andi (bukan nama sebernarnya), usia nya 36 tahun.

Apa manfaatnya;

Cukup komplik manfaatnya.

Berapa preminya? Besar premi tergantung umur dan besar Uang Pertanggungan yang diminta. Jika seperti di atas yakni Uang Pertanggungan Rp 1 Milliar diambah Uang Pertanggungan dari Flexi CI Rp 2 Milliar. Selain itu, dia juga memasukkan fasilitas proteksi kesehatan HS Premier Platinum (pencoveran sesuai tagihan) Preminya Rp 4.000.000. Dan cukup menyetor premi selama 15 tahun.

Tabel di atas adalah tabel fasilitas Perawatan Rumah Sakit yang dicover sesuai tagihan. Nama ridernya Hospital and Surgical Premier Syariah Allianz.

Fasilitas di atas ialah untuk pencoveran Indonesia dan Asia dengan perawatan kamar 1 bed. Ini kelas platinum.

Fasilitas mendapat kartu casless.

Produk ini kelebihannya bukan produk uang hilang karena jadi satu dengan unit link atau tabungan proteksi / Tapro Allianz Syariah.

Ingin konsultasi atau mendaftar produk terbaik ini hubungi saya:

Natanael HP/WA 08113436830

Biaya-biaya Akusisi Tapro Allianz yang Perlu Diketahui

Sebagai agen/ konsultan, banyak pertanyaan seputar berapa biaya akuisisi produk Tabungan Proteksi Allianz. Berikut jawabannya.

Biaya-biaya Tapro

  1. Biaya Akuisisi
    Besarnya sebagai berikut:
  • Tahun 1: 75%
  • Tahun 2: 40%
  • Tahun 3: 15%
  • Tahun 4: 7,5%
  • Tahun 5: 7,5%
  • Tahun 6 dst: 0%

Total 145% dalam 5 tahun.
Biaya akuisisi dipotong dr premi berkala.
Biaya akuisisi produk syariah (Allisya Protection Plus) dan konvensional (Smartlink Flexi Account Plus) sama.

  1. Biaya administrasi
    Besarnya Rp. 27500 per bulan. Biaya administrasi tahun pertama dipotong di tahun kedua.
  2. Biaya asuransi (iuran tabarru dlm Tapro syariah)
    Besarnya tergantung UP, jenis kelamin, usia (cenderung naik seiring usia), kelas pekerjaan, kondisi kesehatan saat awal masuk, dan apakah ada hobi berisiko atau tidak.
    Biaya asuransi tahun pertama dipotong di tahun kedua (50%) dan tahun ketiga (50%) bersamaan dg pemotongan biaya asuransi tahun berjalan.
  3. Biaya pengelolaan investasi
    Besarnya tergantung jenis dana investasi yg dipilih (fix income, balanced, equity). Rata-rata 2% setahun.

Hal ini sudah tertulis di polis sebagai salah satu keterangan.

Biaya tersebut tidak mempengaruhi premi yang dibayatkan nasabah.

Konsultasi lebih lanjut untuk mendaftar produk Tapro Asuransi Allianz hubungi saya:

Natanael HP/WA 08113436830