Lima Kiat Merdeka Finansial

Harapan manusia bahwa di usia 55 tahun mereka ingin kebebasan finansial atau arti lain merdeka secara keuangan. Apa yang dimaksud merdeka. Merdeka berarti di usia 55 tahun sudah tidak lagi bekerja. Kita tingal menikmati hasil jerih payah dari bekerja selama muda. Oleh karena itu, saya terinspirasi derngan artikel dan tokoh yang saya baca.

Meski demikian banyak orang yang sulit mencapai kemerdekaan secara finansial. Namun, hal tersebut bukan tidak mungkin kita capai. Belum terlambat bagi yang saat ini membaca blog saya proteksifinancial.com.
Beberapa cara ini mungkin bisa kita terapkan agar membawa dampak positif bagi masa depan.

Rencana pertama ialah membuat rencana keuangan.
Kadang kita lupa setiap gajian langsung membeli sesuatu yang tidak penting, misalnya membeli tiket nonton atau membeli makan di restoran karena tergiur discount. Kita sebaiknya memahami tentang rencana keuangan dengan baik. Kita bisa mulai dengan list rencana kita untuk jangka panjang.

Keinginan Melawan Kebutuhan

Kita terkadang salah dalam membedakan mana yang keinginan dan mana yang kebutuhan. Jika tidak dapat membedakannya kita akan terjebak sehingga berujung penyesalan.

Kadang kita tidak menyadari keinginan datang dari hal-hal yang terkesan menarik atau kemudahan yang ditawarkan sehingga menimbulkan hasrat berbelanja. Contoh belanja produk karena tergiur discount.

Ketiga, Menambah Pendapatan

Salah satu strategi untuk mencapai kemerdekaan finansial ialah dengan menambah pendapatan.

Sebagai milenial yang hidup di era teknologi informasi yang cukup canggih, banyak sekali peluang untuk menambah pendapatan. Kita bisa mulai rencana membuka usaha, menjadi agen asuransi, atau menjadi influencer di media sosial.

Menurut Cathy Sharon, artis muda yang merupakan mantan VJ, menjelaskan bahwa anak muda zaman sekarang memiliki kelebihan dan peluang yang lebih besar untuk menambah pendapatan dibanding generasi sebelumnya.

Keempat, Siapkan Proteksi

Satu hal yang sangat penting yakni mempersiapkan proteksi dalam mencapai kebebasan finansial. Karena, ada hal-hal yang tidak terduga yang bisa menghabiskan semua tabungan dan mengganggu rencana yang sudah disusun.

Proteks paling aman adalah memiliki asuransi untuk kesehatan, jiwa, kendaraan, hingga bencana.

Asuransi membantu mengelola resiko jika terjadi hal yang tidak terduga. Misalnya, ada musibah yang mencari pencari nafkah. Dalam hal demikian, dibutuhkan perlindungan untuk menjaga keberlangsungan rencana.

“Setiap kepala keluarga atau pencari nafkah utama di keluarga wajib memiliki asuransi jiwa,: ungkap Chief Marketing Officer Allianz Indonesia Bapak Karim Zulkarnaen.

Kelima, Kenali Proteksi

Salah satu hal yang dipertimbangkan sebelum memilih penyedia asuransi adalah memastikan penyedia produk telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyedia asuransi yang tidak terdaftar di OJK jelas harus dihindari para milenial.
Salam Merdeka Finansial

Ingin konsultasi atau mendaftar produk asuransi Allianz hubungi:
Natanael Konsultan Asuransi Allianz
HP/Wa 08113436830

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s