Category Archives: Alasan Membeli Unit Link

Tabel Baru Ambil UP Jiwa Rp 2,5 Miliar Tanpa Medis

Allianz Life Indonesia terhitung mulai tanggal 18 September 2017, menerapkan tabel tes medis baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 2M menjadi 2,5M untuk usia 18 sd 45 tahun.

taproKetentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, yang dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

 

Tabel tes medis 2017 1

 

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

Tabel tes medis anak

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

Tabel tes medis keterangan

Catatan

  • Ketentuan pada tabel di atas berlaku mulai 18 September 2017.
  • Karena sekarang UP penyakit kritis bisa lebih besar dari UP jiwa, maka penentuan tes medis dilihat berdasarkan total UP jiwa atau total UP penyakit kritis, mana yang lebih besar.
  • Total UP jiwa mencakup: Asuransi dasar/total Payor (mana yang lebih besar) + Term Life.
  • Total UP penyakit kritis mencakup: CI Plus + UP CI100 + CI Accelerated.
  • Status NM (Non-Medical) di hanya didasarkan pada uang pertanggungan dan usia, dan belum memperhitungkan kondisi kesehatan calon nasabah.
  • Calon nasabah yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah rawat inap, pernah operasi, punya asam urat, punya riwayat diabetes, dll), ada kemungkinan dikenakan tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan, untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS atau klinik yang bekerja sama dengan Allianz. Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.
  • Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya (tidak makan apa pun kira-kira mulai pukul 10 malam), boleh minum air putih.
  • Uang pertanggungan dari polis-polis sebelumnya yang belum melewati masa 2 tahun dihitung dalam penentuan tes medis. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun tidak dihitung lagi.

Contoh Ilustrasi

Bagaimana mendapatkan UP 2,5M dan berapa minimal preminya untuk usia 45 tahun?

Dengan mengombinasikan UP dasar (sd usia 100th) dengan rider Termlife (sd usia 70th), preminya cukup 2,1 juta per bulan. Ilustrasinya di bawah:

Ilustrasi 2,5M NM

Keterangan:

  • Jika meninggal dunia sebelum usia 70 tahun, cair UP 2,5M + nilai investasi
  • Jika meninggal dunia setelah usia 70 tahun dan sebelum usia 100 tahun, cair UP 500 juta + nilai investasi.

Bagaimana jika ingin UP 2,5M sampai usia 100 tahun? Preminya 3,5 juta per bulan.

Ilustrasi 2,5M 100th

Premi akan lebih tinggi untuk usia di atas 45 tahun, dan bisa lebih rendah untuk usia di bawah 45 tahun. Premi juga akan lebih rendah untuk perempuan. []

(informasi disardur dari https://myallisya.com/2017/09/25/tabel-tes-medis-2017-tanpa-tes-kesehatan-hingga-up-25m/)

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, atau meminta ilustrasi, silakan menghubungi saya:

Natanael Agen Allianz Life Berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

Pilih Asuransi apa Deposito?

Banyak orang lebih memilih menabung di tabungan di bank seperti deposito di bandingkan membeli asuransi.
Jika diperhatikan, menabung di bank dan membeli asuransi ada kemiripan. Yaitu sama sama seperti menabung. Setiap bulan pastinya kita akan menyisihkan sebagian pendapatan yang kita peroleh baik dari gaji maupun hasil usaha untuk disetorkan. Jika menabung di bank berupa tabungan atau deposito, ya pastinya uang yang kita sisihkan itu akan masuk ke rekening bank kita dan nilainya dapat kita lihat berupa saldo kita.
Sedangkan jika membeli asuransi, maka sebagian penghasilan kita yang disisihkan tersebut akan masuk ke perusahaan asuransi. Jika asuransi yang Anda beli adalah asuransi Tapro Allianz, maka Anda bisa mengecek nilai tunai dari polis asuransi nya secara online. Tentunya Anda harus terdaftar menjadi
Saat anda menabung di bank maka anda hanya akan mendapatkan saldo + bunga saja, tidak ada perlindungan apapun. Jika suatu saat anda terkena penyakit kritis, maka uang saldo di Bank ditambah bunganya yang jumlahnya tidak seberapa itu akan anda kuras habis untuk biaya pengobatan. Pasca pengobatan penyakit kritis tersebut maka tidak akan ada yang membantu kebutuhan financial anda lagi.
Tidak ada lagi orang yang bersedia meminjamkan uang kepada Anda karena mereka tahu Anda sudah pasti tidak bisa melunasi hutang Anda ini nantinya karena Anda sudah terkena penyakit kritis dan tidak bekerja lagi. Bagaimana cara Anda mau mengembalikan pinjaman itu? Anda juga sudah tidak bisa lagi meng apply KTA (kredit tanpa agunan) di bank karena bank pastinya akan melakukan analisa terlebih dahulu tentang pekerjaan Anda sebelum mereka mau mencairkan dana pinjaman kepada Anda.
Satu satunya pihak yang bisa membantu Anda saat itu hanya pegadaian saja dimana Anda akan menggadaikan satu persatu harta benda Anda sampai semua nya sudah ludes Anda gadaikan sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa digadaikan. Tinggal harga diri Anda saja yang belum tergadaikan.
Memiliki asuransi sebenarnya banyak kelebihannya di banding dengan menabung pada tabungan biasa di bank atau deposito.
Di asuransi biasanya jumlah setoran perminya telah ditentukan per bulan nya misalnya Rp.500.000 per bulan atau Rp 1.000.000 per bulan. maka selama kita mengikuti program tersebut kita harus menyetor uang sebesar itu setiap bulannya, tidak kurang atau lebih. Sebagian dari premi yang kita setorkan itu akan diinvestasikan dan ini yang disebut dengan nilai tunai. Jadi jika di bank, nilai yang kita cek adalah saldo sedangkan jika di asuransi, nilai yang kita cek adalah nilai tunai nya.
Dengan memiliki asuransi  kita akan mendapatkan perlindungan terhadap jiwa, dan juga penyakit kritis dan juga kesehatan, tergantung manfaat apa saja yang kita pilih. Di asuransi Tapro Allianz, manfaat dasarnya adalah asuransi jiwa. Namun Anda juga dapat menambahkan berbagai manfaat tambahan seperti manfaat tambahan proteksi terhadap penyakit kritis, manfaat kesehatan rawat inap rumah sakit, manfaat perlindungan cacat tetap total, dan lain lain. Manfaat proteksi dan perlindungan inilah yang tidak dapat disediakan oleh bank dimana kita menabung. Deposito juga tidak memberikan manfaat perlindungan ini kepada kita.
Hanya di asuransi, kita akan ditolong pada saat kita mengalami risiko kehidupan. Hanya asuransi lah yang peduli atas penderitaan dan kemalangan yang sedang kita hadapi. Di saat tidak ada yang bisa menolong, maka asuransi bisa menolong kita di saat genting. Karena itu jangan menyepelekan asuransi.
Jika asuransi tidak bermanfaat mengapa semua orang orang kaya mau membeli asuransi? Padahal orang orang kaya itu uangnya sudah banyak di bank dan di deposito tetapi mereka tetap mau membeli dan memiliki asuransi. Bahkan premi asuransi yang mereka setorkan rata rata sangat besar jumlahnya. Bisa 10 juta per bulan atau lebih.
Buat apa? Apakah Anda berpikir orang orang kayak itu bodoh? Apakah Anda berpikir orang yang punya banyak uang itu sudah terganggu kejiwaan nya sehingga mereka dengan mudahnya membuang uang 10 jutaan per bulan sebagai setoran premi kepada perusahaan asuransi?
Asal tahu saja, orang orang kaya itu memiliki perhitungan dana kalkulasi yang sangat bagus. Mereka sudah mengukur risiko hidup mereka. Mereka sadar, sebanyak apapun uang mereka di tabungan dan deposito bank, semua nya bisa raib seketika jikalau mereka atau salah satu anggota keluarga mereka terkena penyakit kritis.
Mereka menyadari bahwa mereka bukan Tuhan. Mereka tidak dapat menentukan apakah mereka bisa terbebas dari terkena penyakit kritis atau tidak. Tidak semua hal bisa mereka kendalikan di dunia ini meskipun mereka memiliki uang yang banyak.
Salah satu nya ya risiko sakit, terkena penyakit kritis atau risiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, urusan memanage risiko itu mereka serahkan kepada yang ahlinya yaitu perusahaan asuransi. Dan satu satunya perusahaan asuransi yang terpercaya dan bisa diandalkan adalah Allianz.
Jika kita sudah memiliki asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit dan kemudian kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya sebesar 10 juta misalnya, maka pihak asuransi akan membayar biaya rumah sakit tersebut tanpa mengurangi jumlah nilai tunai kita. Sementara jika menabung di tabungan biasa atau deposito pastinya tabungan kita akan berkurang sebesar 10 juta untuk membayar biaya rumah sakit tersebut karena kita bayar sendiri pakai uang pribadi kita.
Juga jika nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi juga akan memberikan uang santunan kepada ahli waris dari si nasabah (istri atau anak atau saudara kandung atau orang tua) dengan jumlah yang telah ditentukan tanpa mengurangi nilai tunai kita juga. Anda cukup membayar premi setiap bulan dan anda akan terproteksi seumur hidup (100 tahun) dan keluarga Anda juga berhak atas uang pertanggungan saat Anda meninggal.
Contoh jika Anda meninggal dunia maka keluarga yang Anda tinggalkan akan mendapatkan uang santunan misalnya 500 juta, 1 Milyar, 2 Milyar, 10 Milyar tergantung berapa besar uang santunan yang Anda inginkan di saat Anda membeli asuransi.
Selain itu jika hasil investasi dari nilai tunai yang ada di polsi asuransi Anda dalam jangka panjang juga dapat memberikan imbal hasil yang besar seperti hingga mencapai kurang lebih 10%/tahun yang tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri juga, dibandingkan bunga tabungan biasa di bank atau deposito yang hanya berkisar 3-4%(setelah dikurangi pajak tabungan sebesar 20%) per tahun. Nilai tunai yang ada di dalam polis asuransi Anda ini juga semua nya akan dikembalikan kepada ahli waris/ keluarga Anda.
Coba bandingkan dengan tabungan biasa di bank atau deposito. Di saat Anda meninggal maka satu satu nya warisan yang bisa Anda berikan kepada keluarga Anda hanya sisa saldo + bunga yang ada di tabungan/ deposito Anda di kala itu. Jika jumlahnya kecil dan tidak seberapa maka segitu saja yang akan diberikan ke Anda.
Sebenarnya uang itu bukan diberikan oleh bank karena toh itu adalah hak Anda karena uang itu adalah uang si almarhumah sendiri yang ditabung di bank tersebut. Nilai tambah yang diberikan oleh pihak bank hanya berupa bunga yang besarannya juga ditentukan oleh nilai saldo yang Anda tentukan tersebut yang pastinya nilainya juga tidak seberapa. Mana cukup untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan kelak sepeninggal si almarhumah.
Saat anda memiliki asuransi Tapro Allianz, dan tiba-tiba anda mengalami terkena penyakit kritis atau meninggal dunia, Anda atau ahli waris Anda akan mendapat uang pertanggungan cash ratusan juta/milyaran rupiah (tergantung besarnya premi dan manfaat yang diambil). Bisakah bank di tempat Anda menabung memberikan uang santunan kepada Anda dikala Anda mengalami kemalangan seperti itu? Boro boro

Begitu pula dikala Anda sakit atau mengalami kecelakaan, Anda juga tidak perlu takut dan repot jika Anda harus opname di rumah sakit. Anda cukup menunjukkan kartu kesehatan Allianz Hospital & Surgical Plus yang berlaku di seluruh rumah sakit rekanan Allianz yang tersebar hampir di seluruh provinsi di indonesia.

Bahkan jika polis asuransi Anda dilengkapi manfaat payor maka setelah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total maka Anda akan mendapatkan fasilitas bebas premi dimana premi asuransi yang Anda bayarkan setiap bulan setorin dan dibayarin oleh perusahaan asuransi sampai Anda berusia 65 tahun. Misal premi yang Anda bayarkan adalah sebesar Rp.2.000.000 setiap bulan, maka jumlah sebesar ini akan disetorkan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi anda sampai anda berusia 65 tahun.

Nilai tunai /tabungan anda tidak terganggu sama sekali dan anda mendapatkan keuntungan dari hasil investasi saldo nilai tunai anda. Apakah Bank bisa melakukan seperti ini?

(Artikel ini disadur dari : http://www.asuransi-jiwa.org/pilih-memiliki-tabungan-seperti-deposito-atau-memiliki-asuransi/

Untuk pendaftaran polis Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Email: natanael.allianz@gmail.com

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

AsuransiJika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah).

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. (Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Menurut saya, asuransi yang prioritas untuk diambil adalah asuransi jiwa untuk pencari nafkah (orangtua).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Blog myallisya.com memakai slogan “1 yang terpenting: melindungi penghasilan keluarga”, karena penghasilanlah yang membuat roda kehidupan keluarga bisa berjalan.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 300 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 100 sd 500 juta, kecelakaan (ADDB) 100 sd 250 juta, cacat tetap total (TPD) 100 sd 250 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 100 sd 250 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 300 sd 800 juta.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, kondisi kesehatan, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kalau di antara anggota keluarga ada yang sakit dan harus dirawat inap?

Jika ingin ditanggung juga untuk asuransi kesehatan sekeluarga, maka pilihannya adalah:

  1. Mendaftar program JKN BPJS kelas 3 dengan premi per orang 25.500, empat orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Sisanya 200 ribu per bulan dibelikan asuransi jiwa untuk pencari nafkah. Tapi karena saat ini jarang sekali produk asuransi jiwa yang menyediakan premi bulanan 200 ribu, alternatifnya ambil premi triwulanan 600 ribuan, semesteran 1,2 juta, atau tahunan 2,4 juta.

Contoh 2: Dana 500 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Mirip dengan contoh 1, kali ini sebuah keluarga memiliki penghasilan 5 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 500 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah dengan premi 300-400 ribuan per bulan.
  2. Asuransi kesehatan untuk sekeluarga melalui program JKN BPJS dengan premi 100-170 ribuan per bulan (tergantung kelas yang dipilih).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 400 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 150 sd 650 juta, kecelakaan (ADDB) 150 sd 350 juta, cacat tetap total (TPD) 150 sd 350 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 150 sd 350 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 400 juta sd 1,2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Asuransi kesehatan bermanfaat jika di antara anggota keluarga ada yang mengalami sakit, terutama sakit yang memerlukan rawat inap di rumah sakit. Asuransi kesehatan harus dianggarkan untuk seluruh anggota keluarga, karena kita tak pernah tahu siapa yang akan mengalami sakit.

Asuransi kesehatan memakai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Dalam hal ini setidaknya ada dua pilihan:

  1. Kelas 3, dengan premi 25.500 per orang. Total 4 orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Kelas 2, dengan premi 42.500 per orang. Total 4 orang berarti 170 ribu per bulan.

Contoh 3: Dana 1 juta per bulan, belum punya asuransi apa pun

Kali ini kita mengambil contoh sebuah keluarga yang memiliki penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah, dengan premi 750 ribu per bulan. Jika penghasilan 10 juta itu diperoleh berdua suami-istri, maka preminya bisa dibagi dua, mungkin 400 ribu untuk suami dan 350 ribu untuk istri.
  2. Asuransi kesehatan melalui program JKN-BPJS, ambil kelas 1 (premi 59.500 per orang x 4, total 238 ribu per bulan).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 750 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 250 juta sd 1 miliar, kecelakaan (ADDB) 250 sd 500 juta, cacat tetap total (TPD) 250 sd 500 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 250 sd 500 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 750 juta sd 2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Contoh 4: Dana di bawah 1 juta per bulan, sudah punya asuransi kesehatan dari kantor

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sebuah keluarga sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan tempat pencari nafkah bekerja. Penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak.

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya: Maksimalkan dana yang ada untuk asuransi jiwa bagi pencari nafkah (ayah saja atau ayah dan ibu).

Tanya-Jawab

T: Dari keempat contoh tersebut, mengapa selalu disarankan ambil asuransi jiwa dulu, bukan asuransi kesehatan?

J: Pertama, risiko yang ditanggung dalam asuransi jiwa, yaitu cacat tetap, penyakit kritis, dan meninggal dunia, lebih besar dampak keuangannya daripada risiko yang ditanggung dalam asuransi kesehatan, yaitu rawat inap di rumah sakit. Kedua, seluruh anggota keluarga bergantung secara ekonomi kepada pencari nafkah (misalnya ayah). Selama ayah masih hidup, sehat, dan mampu bekerja normal, ekonomi keluarga akan tetap bisa berjalan. Ketiga, Bicara asuransi jiwa, kita bisa dengan tegas mengatakan: untuk pencari nafkah. Tapi jika mendahulukan asuransi kesehatan, kita akan dihadapkan pada pertanyaan: siapa dulu yang harus diberikan askes? Apakah ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Kalau yang diberikan askes itu ayah, bagaimana kalau yang sakit ibu atau anak? Kalau yang diberikan askes itu anak pertama, bagaimana kalau yang sakit anak kedua?

T: Mengapa untuk asuransi kesehatannya selalu disarankan pakai JKN-BPJS, bukan asuransi swasta?

J: Pertama, dana yang ada cukupnya memang untuk BPJS saja. Kedua, kalau pakai askes swasta, premi 300 ribu per bulan hanya cukup untuk askes satu orang, itu pun dengan plan yang rendah (kamar 200 ribu). Pertanyaannya, manfaat askes ini harus diberikan kepada siapa? Ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Ketiga, ini juga yang membedakan asuransi Allianz dengan asuransi lain, yaitu kami selalu menyarankan para nasabah untuk mengikuti program JKN dari BPJS Kesehatan.

T: Bagaimana dengan asuransi pendidikan?

J: Dana yang dialokasikan untuk persiapan pendidikan anak mestinya di luar dari dana yang dianggarkan untuk asuransi jiwa dan kesehatan. Jadi, untuk persiapan pendidikan anak, tetap harus menabung atau berinvestasi lagi secara tersendiri. Kalau mau disatukan dengan asuransi boleh juga, alokasinya ditaruh sbg top up/saver. Tapi keinginan untuk mempersiapkan pendidikan anak jangan sampai mengurangi manfaat asuransi jiwa untuk pencari nafkah.

Baca juga: Prinsip dan Tips Persiapan Dana Pendidikan Anak.

T: Bagaimana dengan asuransi rawat jalan dan melahirkan?

J: Rawat jalan dan melahirkan perlu dipersiapkan, tapi sebaiknya tidak lewat asuransi. Biaya rawat jalan tidaklah besar, dan biaya melahirkan pun masih terukur. Dibandingkan rawat inap, penyakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia, mana yang lebih besar dampak keuangannya? Sementara premi rawat jalan dan melahirkan itu mahal sekali, bahasa kerennya “not worth it“.

Jika anda punya JKN-BPJS, di situ sudah tercakup manfaat rawat jalan dan persalinan. Jika dirasa masih kurang, anda bisa tambah dengan dana darurat. Khusus untuk melahirkan, sebaiknya ditambah pula dengan menabung secara khusus, apalagi keperluan persalinan bukan hanya biaya rumah sakit, tapi juga pakaian bayi, tasyakuran, perawatan ibunya, dll yang semua itu tidak ditanggung asuransi mana pun.

T: Tentang contoh 4, keluarga tsb sudah punya askes dari kantor. Kalau mau nambah askes lagi bagaimana?

J: Boleh saja, tapi kalau dananya terbatas (1 juta atau kurang), penuhi dulu kebutuhan asuransi jiwanya.

T: Memangnya berapa kebutuhan asuransi jiwa?

J: Sederhananya, jika pencari nafkah meninggal dunia, uang pertanggungan yang diwariskan harus bisa menggantikan penghasilan yang biasanya dia berikan untuk keluarganya. Minimal untuk biaya hidup sekeluarga dan pendidikan anak-anak sampai mereka mandiri. Atau lebih minimal lagi, cukup jika dijadikan modal usaha untuk melanjutkan kehidupan ekonomi keluarga.

Misalnya, penghasilan 3 juta per bulan, anggaran asuransi 300 ribu per bulan. Untuk usia 30 tahun, standarnya mendapatkan UP 150 juta (ditambah ADDB, TPD, dan CI100 @150 juta). Jika dia meninggal, keluarganya memperoleh uang 150 juta. Uang ini mungkin tidak cukup kalau hanya dihabiskan begitu saja untuk biaya hidup tiap bulan sampai anak mandiri. Tapi kalau dijadikan modal usaha, hasilnya bisa lumayan dan dana pokoknya pun bisa berkembang.

Tapi kalau premi 300 ribu per bulan dimaksimalkan di manfaat meninggal, maka bisa memperoleh UP hingga 800 juta. Uang 800 juta, seandainya didepositokan saja dengan bunga 5% (40 juta per tahun), itu cukup untuk menggantikan penghasilan 3 juta per bulan.

Cuma kalau dimaksimalkan di manfaat meninggal, risiko penyakit kritis dan cacat tetap belum ditanggung.

T: Seberapa penting asuransi yang menanggung risiko cacat tetap (karena sakit ataupun kecelakaan) dan penyakit kritis? Apakah manfaat meninggal saja tidak cukup?

J: Pertama, manfaat meninggal saja akan cukup seandainya seseorang TIDAK MUNGKIN mengalami cacat tetap dan penyakit kritis. Kedua, risiko cacat tetap dan penyakit kritis bisa membuat seseorang tidak bisa bekerja, dan jika tidak bekerja, dia tidak akan memperoleh penghasilan. Jadi, bicara melindungi penghasilan keluarga, mengambil manfaat meninggal saja belum cukup.

T: Tentang risiko penyakit kritis, apakah tidak cukup dengan asuransi kesehatan saja?

J: Pertama, bicara penyakit kritis semacam kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, jelas sekali ada kebutuhan biaya yang sangat besar, bisa ratusan juta sd miliaran. Asuransi kesehatan biasa saja tidak mungkin cukup. Kedua, di samping itu ada satu akibat lain yang sering ditimbulkan penyakit kritis, yaitu berkurangnya kemampuan bekerja, atau bahkan tidak bisa bekerja sama sekali, baik untuk sementara ataupun selamanya. Yang dibutuhkan di sini ialah sejumlah uang tunai (UP) untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja.

 

sumber: https://myallisya.com/2014/12/16/jika-dana-terbatas-asuransi-apa-yang-harus-diambil-lebih-dulu/

Testimoni Nasabah Allianz

Bagi saya pribadi yang terpenting adalah memberikan layanan prima kepada Nasabah. Saya bertanya kepada Nasabah tentang pengalaman mereka bersama kami. Inilah jawaban tentang pengalaman mereka.

Suara Nasabah asuransi kesehatan Allianz tentang pengalaman klaim-nya.

Suara Nasabah asuransi kesehatan Allianz tentang pengalaman klaim-nya. Menurut Handri, klaim sangat simpel dan tidak ribet.

© Allianz 2014.

Keluarga Muda, Segera Miliki Perlindungan Sedari Dini

Saat ini, umumnya pasangan muda yang baru menikah cenderung menunda memiliki asuransi jiwa, karena dirasa belum perlu. Mereka justru cenderung menyiapkan berbagai aset lainnya, seperti rumah atau kendaraan. Padahal asuransi jiwa adalah kebutuhan pokok yang berguna untuk melindungi diri Anda serta orang tercinta, yakni pasangan yang baru saja Anda nikahi.

Asuransi jiwa bukan hanya digunakan sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai perencanaan untuk keuangan masa depan. Awal pernikahan merupakan masa penting dalam membangun pondasi kesejahteraan keluarga untuk masa yang akan datang. Sebab, makin lama kebutuhan keluarga akan semakin kompleks dengan bertambahnya anak, usia, dan kebutuhan hidup. Maka inilah saatnya bagi Anda yang baru saja membangun keluarga, untuk tidak menunda-nunda dalam merencanakan perlindungan masa depan.

Pernikahan adalah perjalanan hidup yang cukup panjang dan tentunya perlu perencanaan yang baik, agar keluarga yang dibangun berjalan damai sejahtera dan bahagia. Bila sudah memasuki gerbang pernikahan, tentu saja anda harus mempertimbangkan segala sesuatunya guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu diperlukan perencanaan yang matang untuk menghindari risiko tersebut. Bagi Anda pasangan muda yang baru menikah, asuransi jiwa adalah salah satu cara yang terbaik untuk memberikan perlindungan dan proteksi dari risiko-risiko yang ada dalam kehidupan sehingga ketika risiko itupun akhirnya hadir, pasangan Anda dapat terus melanjutkan kehidupannya hingga masa depan.

Manfaat perlindungan keuangan yang didapat akan lebih besar jika Anda memulai program asuransi jiwa sejak dini. Asuransi jiwa lebih ditujukan kepada mereka yang usianya produktif. Tentunya biaya premi saat membeli asuransi jiwa sedini mungkin akan lebih murah atau harganya lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki asuransi sedari dini, maka pembayaran premi yang Anda harus bayarkan pun dapat lebih cepat untuk perlindungan seumur hidup. Contohnya seperti saat Anda mengikuti asuransi jiwa pada usia 25 tahun, maka Anda cukup membayar premi selama 10 tahun saja hingga usia Anda menginjak 35 tahun. Dana yang Anda setorkan selama 10 tahun tersebut, ditambah hasil investasinya sudah mencukupi untuk membayar biaya asuransi seumur hidup. Berbeda bagi mereka yang mengikuti saat usia sudah lanjut biasanya harus lebih lama.

Rencanakan masa depan Anda dan pasangan dengan perencanaan terbaik

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda segera memulai program asuransi jiwa sedini mungkin untuk memberikan ketenangan dalam hidup Anda.

Keluarga muda, segera proteksi diri Anda dan keluarga dengan perlindungan menyeluruh dari A-Z dengan asuransi terpercaya dari Allianz. Pastikan Anda dan pasangan yang Anda cintai mendapatkan perlindungan terbaik dengan Smartlink Flexi Account Plus.

Untuk pedaftaran polis asuransi Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA : 08113436830