Category Archives: Alasan Membeli Unit Link

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

AsuransiJika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah).

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. (Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Menurut saya, asuransi yang prioritas untuk diambil adalah asuransi jiwa untuk pencari nafkah (orangtua).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Blog myallisya.com memakai slogan “1 yang terpenting: melindungi penghasilan keluarga”, karena penghasilanlah yang membuat roda kehidupan keluarga bisa berjalan.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 300 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 100 sd 500 juta, kecelakaan (ADDB) 100 sd 250 juta, cacat tetap total (TPD) 100 sd 250 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 100 sd 250 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 300 sd 800 juta.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, kondisi kesehatan, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kalau di antara anggota keluarga ada yang sakit dan harus dirawat inap?

Jika ingin ditanggung juga untuk asuransi kesehatan sekeluarga, maka pilihannya adalah:

  1. Mendaftar program JKN BPJS kelas 3 dengan premi per orang 25.500, empat orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Sisanya 200 ribu per bulan dibelikan asuransi jiwa untuk pencari nafkah. Tapi karena saat ini jarang sekali produk asuransi jiwa yang menyediakan premi bulanan 200 ribu, alternatifnya ambil premi triwulanan 600 ribuan, semesteran 1,2 juta, atau tahunan 2,4 juta.

Contoh 2: Dana 500 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Mirip dengan contoh 1, kali ini sebuah keluarga memiliki penghasilan 5 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 500 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah dengan premi 300-400 ribuan per bulan.
  2. Asuransi kesehatan untuk sekeluarga melalui program JKN BPJS dengan premi 100-170 ribuan per bulan (tergantung kelas yang dipilih).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 400 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 150 sd 650 juta, kecelakaan (ADDB) 150 sd 350 juta, cacat tetap total (TPD) 150 sd 350 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 150 sd 350 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 400 juta sd 1,2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Asuransi kesehatan bermanfaat jika di antara anggota keluarga ada yang mengalami sakit, terutama sakit yang memerlukan rawat inap di rumah sakit. Asuransi kesehatan harus dianggarkan untuk seluruh anggota keluarga, karena kita tak pernah tahu siapa yang akan mengalami sakit.

Asuransi kesehatan memakai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Dalam hal ini setidaknya ada dua pilihan:

  1. Kelas 3, dengan premi 25.500 per orang. Total 4 orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Kelas 2, dengan premi 42.500 per orang. Total 4 orang berarti 170 ribu per bulan.

Contoh 3: Dana 1 juta per bulan, belum punya asuransi apa pun

Kali ini kita mengambil contoh sebuah keluarga yang memiliki penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah, dengan premi 750 ribu per bulan. Jika penghasilan 10 juta itu diperoleh berdua suami-istri, maka preminya bisa dibagi dua, mungkin 400 ribu untuk suami dan 350 ribu untuk istri.
  2. Asuransi kesehatan melalui program JKN-BPJS, ambil kelas 1 (premi 59.500 per orang x 4, total 238 ribu per bulan).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 750 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 250 juta sd 1 miliar, kecelakaan (ADDB) 250 sd 500 juta, cacat tetap total (TPD) 250 sd 500 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 250 sd 500 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 750 juta sd 2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Contoh 4: Dana di bawah 1 juta per bulan, sudah punya asuransi kesehatan dari kantor

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sebuah keluarga sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan tempat pencari nafkah bekerja. Penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak.

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya: Maksimalkan dana yang ada untuk asuransi jiwa bagi pencari nafkah (ayah saja atau ayah dan ibu).

Tanya-Jawab

T: Dari keempat contoh tersebut, mengapa selalu disarankan ambil asuransi jiwa dulu, bukan asuransi kesehatan?

J: Pertama, risiko yang ditanggung dalam asuransi jiwa, yaitu cacat tetap, penyakit kritis, dan meninggal dunia, lebih besar dampak keuangannya daripada risiko yang ditanggung dalam asuransi kesehatan, yaitu rawat inap di rumah sakit. Kedua, seluruh anggota keluarga bergantung secara ekonomi kepada pencari nafkah (misalnya ayah). Selama ayah masih hidup, sehat, dan mampu bekerja normal, ekonomi keluarga akan tetap bisa berjalan. Ketiga, Bicara asuransi jiwa, kita bisa dengan tegas mengatakan: untuk pencari nafkah. Tapi jika mendahulukan asuransi kesehatan, kita akan dihadapkan pada pertanyaan: siapa dulu yang harus diberikan askes? Apakah ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Kalau yang diberikan askes itu ayah, bagaimana kalau yang sakit ibu atau anak? Kalau yang diberikan askes itu anak pertama, bagaimana kalau yang sakit anak kedua?

T: Mengapa untuk asuransi kesehatannya selalu disarankan pakai JKN-BPJS, bukan asuransi swasta?

J: Pertama, dana yang ada cukupnya memang untuk BPJS saja. Kedua, kalau pakai askes swasta, premi 300 ribu per bulan hanya cukup untuk askes satu orang, itu pun dengan plan yang rendah (kamar 200 ribu). Pertanyaannya, manfaat askes ini harus diberikan kepada siapa? Ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Ketiga, ini juga yang membedakan asuransi Allianz dengan asuransi lain, yaitu kami selalu menyarankan para nasabah untuk mengikuti program JKN dari BPJS Kesehatan.

T: Bagaimana dengan asuransi pendidikan?

J: Dana yang dialokasikan untuk persiapan pendidikan anak mestinya di luar dari dana yang dianggarkan untuk asuransi jiwa dan kesehatan. Jadi, untuk persiapan pendidikan anak, tetap harus menabung atau berinvestasi lagi secara tersendiri. Kalau mau disatukan dengan asuransi boleh juga, alokasinya ditaruh sbg top up/saver. Tapi keinginan untuk mempersiapkan pendidikan anak jangan sampai mengurangi manfaat asuransi jiwa untuk pencari nafkah.

Baca juga: Prinsip dan Tips Persiapan Dana Pendidikan Anak.

T: Bagaimana dengan asuransi rawat jalan dan melahirkan?

J: Rawat jalan dan melahirkan perlu dipersiapkan, tapi sebaiknya tidak lewat asuransi. Biaya rawat jalan tidaklah besar, dan biaya melahirkan pun masih terukur. Dibandingkan rawat inap, penyakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia, mana yang lebih besar dampak keuangannya? Sementara premi rawat jalan dan melahirkan itu mahal sekali, bahasa kerennya “not worth it“.

Jika anda punya JKN-BPJS, di situ sudah tercakup manfaat rawat jalan dan persalinan. Jika dirasa masih kurang, anda bisa tambah dengan dana darurat. Khusus untuk melahirkan, sebaiknya ditambah pula dengan menabung secara khusus, apalagi keperluan persalinan bukan hanya biaya rumah sakit, tapi juga pakaian bayi, tasyakuran, perawatan ibunya, dll yang semua itu tidak ditanggung asuransi mana pun.

T: Tentang contoh 4, keluarga tsb sudah punya askes dari kantor. Kalau mau nambah askes lagi bagaimana?

J: Boleh saja, tapi kalau dananya terbatas (1 juta atau kurang), penuhi dulu kebutuhan asuransi jiwanya.

T: Memangnya berapa kebutuhan asuransi jiwa?

J: Sederhananya, jika pencari nafkah meninggal dunia, uang pertanggungan yang diwariskan harus bisa menggantikan penghasilan yang biasanya dia berikan untuk keluarganya. Minimal untuk biaya hidup sekeluarga dan pendidikan anak-anak sampai mereka mandiri. Atau lebih minimal lagi, cukup jika dijadikan modal usaha untuk melanjutkan kehidupan ekonomi keluarga.

Misalnya, penghasilan 3 juta per bulan, anggaran asuransi 300 ribu per bulan. Untuk usia 30 tahun, standarnya mendapatkan UP 150 juta (ditambah ADDB, TPD, dan CI100 @150 juta). Jika dia meninggal, keluarganya memperoleh uang 150 juta. Uang ini mungkin tidak cukup kalau hanya dihabiskan begitu saja untuk biaya hidup tiap bulan sampai anak mandiri. Tapi kalau dijadikan modal usaha, hasilnya bisa lumayan dan dana pokoknya pun bisa berkembang.

Tapi kalau premi 300 ribu per bulan dimaksimalkan di manfaat meninggal, maka bisa memperoleh UP hingga 800 juta. Uang 800 juta, seandainya didepositokan saja dengan bunga 5% (40 juta per tahun), itu cukup untuk menggantikan penghasilan 3 juta per bulan.

Cuma kalau dimaksimalkan di manfaat meninggal, risiko penyakit kritis dan cacat tetap belum ditanggung.

T: Seberapa penting asuransi yang menanggung risiko cacat tetap (karena sakit ataupun kecelakaan) dan penyakit kritis? Apakah manfaat meninggal saja tidak cukup?

J: Pertama, manfaat meninggal saja akan cukup seandainya seseorang TIDAK MUNGKIN mengalami cacat tetap dan penyakit kritis. Kedua, risiko cacat tetap dan penyakit kritis bisa membuat seseorang tidak bisa bekerja, dan jika tidak bekerja, dia tidak akan memperoleh penghasilan. Jadi, bicara melindungi penghasilan keluarga, mengambil manfaat meninggal saja belum cukup.

T: Tentang risiko penyakit kritis, apakah tidak cukup dengan asuransi kesehatan saja?

J: Pertama, bicara penyakit kritis semacam kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, jelas sekali ada kebutuhan biaya yang sangat besar, bisa ratusan juta sd miliaran. Asuransi kesehatan biasa saja tidak mungkin cukup. Kedua, di samping itu ada satu akibat lain yang sering ditimbulkan penyakit kritis, yaitu berkurangnya kemampuan bekerja, atau bahkan tidak bisa bekerja sama sekali, baik untuk sementara ataupun selamanya. Yang dibutuhkan di sini ialah sejumlah uang tunai (UP) untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja.

 

sumber: https://myallisya.com/2014/12/16/jika-dana-terbatas-asuransi-apa-yang-harus-diambil-lebih-dulu/

Testimoni Nasabah Allianz

Bagi saya pribadi yang terpenting adalah memberikan layanan prima kepada Nasabah. Saya bertanya kepada Nasabah tentang pengalaman mereka bersama kami. Inilah jawaban tentang pengalaman mereka.

Suara Nasabah asuransi kesehatan Allianz tentang pengalaman klaim-nya.

Suara Nasabah asuransi kesehatan Allianz tentang pengalaman klaim-nya. Menurut Handri, klaim sangat simpel dan tidak ribet.

© Allianz 2014.

Keluarga Muda, Segera Miliki Perlindungan Sedari Dini

Saat ini, umumnya pasangan muda yang baru menikah cenderung menunda memiliki asuransi jiwa, karena dirasa belum perlu. Mereka justru cenderung menyiapkan berbagai aset lainnya, seperti rumah atau kendaraan. Padahal asuransi jiwa adalah kebutuhan pokok yang berguna untuk melindungi diri Anda serta orang tercinta, yakni pasangan yang baru saja Anda nikahi.

Asuransi jiwa bukan hanya digunakan sebagai perlindungan, tetapi juga sebagai perencanaan untuk keuangan masa depan. Awal pernikahan merupakan masa penting dalam membangun pondasi kesejahteraan keluarga untuk masa yang akan datang. Sebab, makin lama kebutuhan keluarga akan semakin kompleks dengan bertambahnya anak, usia, dan kebutuhan hidup. Maka inilah saatnya bagi Anda yang baru saja membangun keluarga, untuk tidak menunda-nunda dalam merencanakan perlindungan masa depan.

Pernikahan adalah perjalanan hidup yang cukup panjang dan tentunya perlu perencanaan yang baik, agar keluarga yang dibangun berjalan damai sejahtera dan bahagia. Bila sudah memasuki gerbang pernikahan, tentu saja anda harus mempertimbangkan segala sesuatunya guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu diperlukan perencanaan yang matang untuk menghindari risiko tersebut. Bagi Anda pasangan muda yang baru menikah, asuransi jiwa adalah salah satu cara yang terbaik untuk memberikan perlindungan dan proteksi dari risiko-risiko yang ada dalam kehidupan sehingga ketika risiko itupun akhirnya hadir, pasangan Anda dapat terus melanjutkan kehidupannya hingga masa depan.

Manfaat perlindungan keuangan yang didapat akan lebih besar jika Anda memulai program asuransi jiwa sejak dini. Asuransi jiwa lebih ditujukan kepada mereka yang usianya produktif. Tentunya biaya premi saat membeli asuransi jiwa sedini mungkin akan lebih murah atau harganya lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya.

Tak hanya itu saja, dengan memiliki asuransi sedari dini, maka pembayaran premi yang Anda harus bayarkan pun dapat lebih cepat untuk perlindungan seumur hidup. Contohnya seperti saat Anda mengikuti asuransi jiwa pada usia 25 tahun, maka Anda cukup membayar premi selama 10 tahun saja hingga usia Anda menginjak 35 tahun. Dana yang Anda setorkan selama 10 tahun tersebut, ditambah hasil investasinya sudah mencukupi untuk membayar biaya asuransi seumur hidup. Berbeda bagi mereka yang mengikuti saat usia sudah lanjut biasanya harus lebih lama.

Rencanakan masa depan Anda dan pasangan dengan perencanaan terbaik

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda segera memulai program asuransi jiwa sedini mungkin untuk memberikan ketenangan dalam hidup Anda.

Keluarga muda, segera proteksi diri Anda dan keluarga dengan perlindungan menyeluruh dari A-Z dengan asuransi terpercaya dari Allianz. Pastikan Anda dan pasangan yang Anda cintai mendapatkan perlindungan terbaik dengan Smartlink Flexi Account Plus.

Untuk pedaftaran polis asuransi Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA : 08113436830

 

Asuransi itu Kebutuhan

Asuransi itu kebutuhan. Sebagai kebutuhan, dia harus dipenuhi. Jika tidak dipenuhi, maka akan memunculkan kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, banyak hal yang tidak seharusnya terjadi, terpaksa harus terjadi. Banyak hal yang tidak seharusnya dilakukan, terpaksa harus dilakukan.

Contoh 1

Manusia mungkin mengalami sakit. Jika sakit ingin sembuh. Untuk sembuh perlu uang. Jika uang tak ada atau tak cukup, muncullah kondisi darurat. Dalam kondisi darurat, tadinya tidak perlu jual harta, terpaksa harus jual harta. Tadinya tidak perlu pinjam uang, terpaksa harus pinjam uang. Tadinya tidak perlu minta sumbangan, terpaksa harus minta sumbangan. Jika solusi-solusi di atas masih kurang, tidak mustahil ada orang yang terpaksa harus melakukan kejahatan.

Tapi jika ada asuransi, dalam hal ini asuransi yang menanggung risiko kesehatan, kondisi darurat di atas tidak perlu terjadi. Ada asuransi yang akan membayarkan biaya perawatan penyakit.

Contoh 2

Manusia mungkin meninggal dunia. Jika meninggal dunia, dia tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak bekerja lagi, dia tidak memiliki penghasilan. Jika yang meninggal ini adalah seorang ayah atau suami yang bekerja mencari nafkah, maka keluarganya kehilangan sumber penghasilan yang biasanya mereka terima. Jika istri bisa bekerja, masalah teratasi walaupun standar hidup mungkin harus diturunkan. Tapi jika istri tidak biasa bekerja, kondisi darurat muncul. Dia harus mampu menghidupi diri dan anak-anaknya.

Di zaman dahulu, seorang janda dan anak-anak yatim bisa berlindung kepada keluarga besar, komunitas, atau sukunya. Di zaman sekarang, bahkan keluarga besar pun belum tentu bisa diharapkan. Jadi, sekarang setiap keluarga harus mandiri, jangan sampai ketika kondisi darurat muncul, tidak ada seorang pun yang mau atau mampu memberikan bantuan.

Memang Tuhan menjamin rezeki setiap makhluk, tapi tetap saja untuk itu kita harus bekerja.

Asuransi, dalam hal ini asuransi jiwa, membantu setiap orang menghadapi kondisi darurat dengan menyediakan warisan yang cukup besar untuk menopang hidup keluarga yang ditinggalkan.

Simpulan

Dari dua contoh di atas, jelas bahwa asuransi itu kebutuhan. Dan ini tidak bisa ditawar lagi.

Hanya saja, asuransi tidak bisa diambil jika orang sudah sakit. Asuransi hanya bisa diambil saat masih sehat. Inilah sebabnya terkadang orang tidak mampu melihat pentingnya asuransi sebagai satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan di sinilah tugas agen asuransi.

Disadur dari https://myallisya.com

 

Mengenal Komponen Biaya dalam Unit-Link Tapro Allianz

Berikut ini saya akan bagikan kupasan dari Bapak Asep Sopyan tentang Komponen Biaya dalam Unit-Link Tapro Allianz.

“Kenapa saldo polis saya kecil sekali?”

“Kenapa nilai tunainya tidak ada?”

Itulah pertanyaan yang lazim di tanyakan jika ada nasabah yang menutup polis unit-linknya di tahun-tahun awal. Kenapa bisa begitu?

Hal ini terkait dengan komponen biaya yang dikenakan dalam polis unit-link. Biaya-biaya ini sebaiknya dikenali di awal sebelum membeli polis, supaya kelak tidak kaget ketika terpaksa menutup polis.

Apa saja biaya yang dikenakan dalam produk unit-link? Berikut ini adalah biaya-biaya yang dikenakan dalam unit-link Tapro dari Allianz. Saya tidak akan bicara unit-link lain, tapi pada intinya tidak jauh beda, hanya mungkin ada variasi istilah yang digunakan.

  1. Biaya Akuisisi dan Pemeliharaan

Seperti disebutkan dalam polis, biaya akuisisi dan pemeliharaan adalah biaya sehubungan dengan penerbitan polis yang antara lain meliputi: ongkos pemeriksaan kesehatan, ongkos pengadaan polis dan pencetakan dokumen, biaya lapangan, biaya pos dan telekomunikasi, serta remunerasi karyawan dan agen.

Biaya akuisisi dikenakan di lima tahun pertama dengan besar yang cenderung turun. Biaya ini dipotong langsung dari premi sebelum diinvestasikan. Jadi, biaya akuisisi merupakan kebalikan dari alokasi investasi. Besarnya biaya akuisisi dan alokasi investasi bisa dilihat di tabel berikut.

Tahun Biaya Akuisisi Alokasi Investasi
1 75 % 25 %
2 40 % 60 %
3 15 % 85 %
4 7,5 % 92,5 %
5 7,5 % 92,5 %
6 dst 0 % 105,26 %
Total 145 %

Biaya akuisisi dihitung dari premi berkala atau premi dasar. Top up berkala tidak kena biaya akuisisi.

Biaya akuisisi adalah biaya yang paling besar di tahun-tahun awal polis. Biaya inilah yang menyebabkan nilai investasi polis unit-link anda belum terbentuk jika anda menutup polis di tahun pertama atau kedua, terutama jika polis anda tanpa top up berkala atau top up berkalanya kecil.

  1. Biaya Asuransi (Cost of Insurance, atau Tabarru dalam asuransi syariah)

Banyak orang menyangka, bukan hanya nasabah tapi juga sebagian agen, bahwa biaya akuisisi adalah satu-satunya biaya yang dikenakan dalam produk unit-link. Setelah periode lima tahun pertama, mulai tahun keenam dan seterusnya premi seluruhnya diinvestasikan dan tidak dipotong biaya apa pun lagi.

Tidak. Bahkan bukan hanya setelah tahun kelima, sejak tahun pertama pun ada biaya-biaya lain yang dikenakan, seperti akan diterangkan berikut ini.

Salah satunya adalah biaya asuransi (terjemahan dari cost of insurance, atau tabarru dalam asuransi syariah). Biaya asuransi adalah biaya yang dikenakan untuk setiap manfaat asuransi yang diambil, baik asuransi dasar maupun asuransi tambahan (rider). Manfaat asuransi adalah perlindungan keuangan yang diterima jika tertanggung mengalami risiko yang ditanggung dalam polis, misalnya meninggal dunia, rawat inap, sakit kritis, atau cacat tetap, tergantung mana yang diambil oleh nasabah.

Besarnya biaya asuransi tergantung usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, pekerjaan, dan uang pertanggungan, baik untuk asuransi dasar maupun rider. Angka ini dicantumkan di proposal halaman 1.

Biaya asuransi cenderung naik tiap tahun seiring usia. Khusus rider ADDB (Accidental Death and Disability Benefit), biaya asuransinya sama setiap tahun, karena risiko kecelakaan tidak terpengaruh usia.

Di unit-link Tapro Allianz berlaku ketentuan yaitu biaya asuransi tahun pertama tidak dipotong di tahun pertama, melainkan dipotong mulai bulan ke-13 sd bulan ke-36 (setengahnya di tahun kedua dan setengahnya lagi di tahun ketiga), bersamaan dengan pemotongan biaya asuransi tahun kedua dan tahun ketiga. Dengan kata lain, biaya asuransi tahun pertama dianggap utang, yang baru dibayar di tahun kedua dan ketiga.

Setelah polis berusia tiga tahun, tidak ada lagi biaya asuransi terutang. Biaya asuransi tahun keempat, kelima, keenam, dan seterusnya dipotong di tahun berjalan.

Biaya asuransi dipotong selama polis aktif sampai masa perlindungan berakhir. Kapan masa perlindungan berakhir? Untuk asuransi dasar, masa perlindungannya sampai usia 100 tahun, jadi biaya asuransinya pun dipotong sampai usia 100 tahun (jika masih hidup dan polis masih aktif). Untuk ridernya, beda-beda tergantung masa berlaku rider yang diambil. Misalnya, rider ADDB masa pemotongan biaya asuransinya adalah sampai usia 65 tahun, CI+ masa pemotongan biaya asuransinya sampai usia 70 tahun, CI100 masa pemotongan biaya asuransinya sampai usia 100 tahun.

  1. Biaya Administrasi

Biaya administrasi polis Tapro adalah sebesar 26.500 per bulan. Tahun pertama gratis. Benar-benar gratis, bukan diutangi.

Biaya administrasi dipotong bersamaan dengan pemotongan biaya asuransi setiap bulannya. Biaya asuransi dipotong selama polis aktif sampai polis berakhir (entah karena meninggal dunia, polis ditutup, atau saldo tidak cukup).

  1. Biaya Pengelolaan Investasi

Biaya pengelolaan investasi adalah upah bagi manajer investasi yang mengelola dana unit-link. Besarnya biaya tergantung jenis dana, yaitu antara 1 sd 2 % per tahun.

  1. Biaya Selisih Harga Jual-Beli Unit

Pada tabel biaya akuisisi dan alokasi investasi di atas, mungkin ada yang bertanya, kenapa di tahun keenam dan seterusnya alokasi investasi ditulis 105,26%, bukan 100%? Kenapa dilebihkan 5,26%? Untuk apa? Apakah itu bonus?

Jawabnya: Penetapan harga unit di unit-link Allianz menerapkan sistem dual price atau dua harga dengan selisih 5%. Jadi, kelebihan 5,26% bukanlah bonus, melainkan untuk menutupi selisih harga jual-beli unit (bid-offer price).

Karena adanya sistem dua harga ini, unit-link Tapro Allianz tidak lagi mengenakan biaya untuk top up berkala, top up tunggal, dan penarikan dana. Biaya tersebut sudah termasuk dalam selisih harga.

Di unit-link lain yang mengenakan sistem satu harga, ada biaya yang dikenakan untuk top up berkala, top up tunggal, dan kadang untuk penarikan dana.

  1. Biaya Pengalihan Dana (Switching)

Pengalihan dana misalnya dana yang disimpan di Equity Fund dialihkan ke Balanced Fund atau Money Market Fund, atau sebaliknya, karena suatu pertimbangan tertentu.

Biaya pengalihan dana gratis 5 kali dalam setahun, dan setelahnya dikenakan biaya sebesar 1% dari nilai dana yang dialihkan, dengan minimal 100 ribu per sekali transaksi.

Demikian biaya-biaya yang dikenakan dalam unit-link Tapro Allianz. Komponen biaya dan besarnya sama antara Tapro syariah (Allisya Protection Plus) maupun Tapro konvensional (Smartlink Flexi Account Plus).

 

Tanya-Jawab

Tanya: Saya ambil Tapro dengan premi 1 juta per bulan. Setelah bayar 12 bulan, polisnya saya tutup. Berapakah nilai tunai yang bisa saya ambil?

Jawab: Nilai tunai yang bisa diambil tergantung komposisi premi dasar dan top up berkala, dan tergantung besarnya biaya asuransi (tabarru) yang dikenakan.

Sebagai contoh: Jika premi 1 juta per bulan itu seluruhnya merupakan premi berkala atau premi dasar, maka premi anda kena potongan 75% (750 ribu) untuk biaya akuisisi tahun pertama. Sisanya 250 ribu diinvestasikan. Dalam 12 bulan, berarti alokasi premi yang diinvestasikan adalah 3 juta.

Tapi uang 3 juta ini belum bersih karena masih ada biaya lainnya, yaitu biaya asuransi atau tabarru. Jika biaya asuransinya 200 ribu per bulan (2,4 juta setahun), maka dana yang bisa ditarik adalah sekitar 600 ribu (dikurangi selisih harga jual-beli 5%, ditambah hasil investasi). Tapi jika biaya asuransinya misalnya 300 ribuan per bulan, maka tidak ada dana yang bisa ditarik, malah polis anda minus.

Lain halnya jika setoran 1 juta itu sebagian berupa premi berkala dan sebagian lagi top up berkala, misalnya premi berkala 500 ribu dan top up berkala 500 ribu. Maka premi yang kena potongan biaya akuisisi adalah 75% dari 500 ribu, yaitu 375 ribu. Sisanya 125 ribu diinvestasikan, ditambah dengan top up berkala 500 ribu. Jadi, nilai yang masuk ke investasi adalah 625 ribu per bulan atau 7,5 juta setahun.

Jika biaya asuransinya 200 ribu per bulan (2,4 juta setahun), berarti dana yang bisa ditarik adalah sekitar 5,1 juta (dikurangi selisih harga jual-beli 5%, ditambah hasil investasi).

Jadi, jika anda ingin investasinya besar, premi berkala harus diperkecil dan top up berkala diperbesar, supaya potongan biaya akuisisinya kecil. Dan supaya biaya asuransinya pun kecil, manfaat asuransinya kecil saja. Tapi itu berarti anda ambil produk unitlink ini bukan untuk tujuan proteksi. Dan jika dibilang untuk tujuan investasi pun kurang tepat karena banyak potongan biayanya (untuk keperluan proteksi).

Unit-link adalah produk asuransi. Walaupun ada investasinya, unit-link sebaiknya tetap ditujukan untuk tujuan proteksi. Jika untuk tujuan investasi, besar kemungkinan anda akan tertipu, dan kecewa.

Tanya: Apa keunggulan Allianz dibanding asuransi lain?

Jawab: Salah satunya, komponen biaya di unitlink Tapro Allianz lebih murah dibanding asuransi lain. Silakan dibandingkan misalnya pada biaya akuisisi, di Tapro Allianz totalnya 145% dalam lima tahun, sedangkan di asuransi lain rata-rata sekitar 200%.

Tanya: Kenapa biaya asuransi dan administrasi dipotong hingga seumur hidup? Bukankah di asuransi lain hanya 10 tahun saja?

Jawab: Tidak benar jika dikatakan bayar premi dan bayar biaya-biaya unitlink hanya 10 tahun, kecuali setelah itu anda menutup polis. Jika setelah 10 tahun anda masih ingin mendapat proteksi, anda tetap harus membayar biaya-biayanya, dalam ini terutama biaya asuransi dan administrasi, sampai masa proteksinya berakhir. Biaya-biaya tersebut dipotong dari nilai investasi. Polis aktif selama nilai investasi masih cukup untuk membayar biaya-biaya, dan akan lapse jika tidak cukup. Jadi sebaiknya anda terus bayar premi selama masih butuh proteksi, tidak berhenti setelah 10 tahun.

Demikian. Artikel ini terbuka untuk pertanyaan lebih lanjut.

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi:

Natanael (Agen Asuransi Allianz, tinggal di Surabaya)

HP/WA: 08113436830

 

sumber: https://myallisya.com