Category Archives: allianz

Kisah Warsito Tim Investigasi Kejahatan Asuransi: Modus Manipulasi Klaim

 

Membeli asuransi bagi sebagian orang kalau ditanya, mereka menjawab sebagai proteksi dan ada pula bukan sebagai proteksi. Jawaban mereka cukup membuat saya terkejut yakni sebagai siasat mencari uang atau kekayaan. Bagaimana caranya?

Cara yang sering dipakai yakni dengan memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, atau membakar rumahnya. Tujuannya hanya untuk mendapatkan uang yang sangat besar dari klaim, rata-rata angkanya miliaran rupiah.

Berikut sejumlah modus kejahatan terkait klaim asuransi:

  1. Klaim Kapal Pengangkutan Barang

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah kapal pengangkutan barang tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya ke Kawasan Timur Indonesia. Kapal itu membawa berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, dan barang kebutuhan sehari-hari yang akan didistribusikan ke kawasan Timur.

Klaim asuransi pun diajukan senilai Rp10 miliar, sesuai dengan polis asuransi marine cargo atau pengangkutan kapal. Perusahaan asuransi yang menanggung kemudian melakukan penyelidikan. Selain menggunakan jasa loss adjuster atau penilai kerugian, perusahaan asuransi itu juga menggunakan jasa seorang investigator independen.

Dari hasil investigasi, ternyata kapal itu sengaja ditenggelamkan. Si investigator menemukan ada lubang di badan kapal yang terbuat dari kayu. Sebelum kapal berlayar, kapal telah dilubangi, tetapi disumbat. Di tengah lautan, sumbat itu dibuka dan kapal tenggelam. Klaim pun diajukan, namun batal dibayarkan sebab fakta rekayasa penenggelaman berhasil diungkapkan.

Kisah itu diceritakan oleh Warsito Sanyoto, si investigator. Dia mengisahkan, kecurigaannya muncul saat menemui fakta bahwa kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang tersebut adalah kapal sewaan.

Warsito sudah menjadi investigator spesialis asuransi sejak 1988. Sampai saat ini, berbagai kasus klaim sudah dia tangani. Tahun lalu, Warsito menangani 15 kasus klaim asuransi. Dia memaparkan, selain cerita yang dipaparkannya tadi, ada beberapa modus operandi yang kerap dilakukan untuk merekayasa klaim asuransi marine cargo.

2. Barang Fiktif

Dari sejumlah kejahatan asuransi di bidang marine kargo, hal yang cukup sering ditemui adalah memasukkan barang-barang fiktif ke kargo. Para pelaku mengganti barang yang seharusnya dibawa dan diasuransikan dengan barang-barang tidak berharga seperti karpet bekas, ban bekas, garam, dan lainnya. Barang-barang itu dibungkus rapi. Dilapisi plastik tebal dan peti kemas.

Sementara barang yang diasuransikan dan seharusnya dibawa, disimpan di gudang rahasia. Di tengah lautan, kapal dikondisikan seolah-seolah terkena badai. Beberapa peti dibuang ke laut.

Saat mengajukan klaim, barang yang disebutkan adalah sepeda motor, semen, atau barang-barang berharga lainnya. Padahal barang-barang itu tersimpan aman di gudang.

3. Transshipment.

Modus operandi yang lain melakukan transshipment, yakni pemindahan barang dari kapal A ke kapal B.

Kapal melaju dan membawa barang-barang yang diasuransikan. Tiba di suatu pulau, barang-barang dari kapal yang diasuransikan dipindahkan ke kapal lainnya. Lalu kapal melaju lagi. Sampai pada kedalaman tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan penyelaman, kapal akan ditenggelamkan. Detik-detik saat kapal tenggelam pun akan direkam lewat video dan gambar. Lalu klaim diajukan. Gambar dan video dijadikan bukti bahwa kapal sudah tenggelam.

4. Persekongkolan Orang Asuransi

Banyak cara dilakukan para penjahat asuransi untuk mendapatkan miliaran rupiah dari klaim asuransi. Memalsukan identitas pada polis, memanipulasi kematian, menenggelamkan kapal, semua itu dilakukan untuk mendapatkan uang segar dari klaim yang angkanya tidak sedikit.

Loss Adjuster

Loss hanya menilai besaran klaim. Ia tidak menentukan adanya fraud atau bukan dan bergerak dengan asumsi bahwa klaim tersebut muncul karena murni risiko. Seorang loss adjuster bekerja berdasarkan data yang ada, tanpa melakukan verifikasi mendalam untuk mencari modus dibalik itu?

Kendati demikian, loss adjuster juga sering menemukan besaran klaim yang jauh di bawah nilai klaim yang diajukan tertanggung kepada perusahaan asuransi. Seorang loss adjuster dari PT Radita Hutama yang berafiliasi dengan Charles Taylor Adjusting Fikri Ramadhan Lubis menyatakan pihaknya sering menilai kerugian yang besarnya jauh di bawah nilai klaim yang diajukan. Dia menjelaskan bahwa dirinya bekerja berdasarkan polis yang ada dan membandingkannya dengan apa yang terjadi di lapangan.

Kasus Kejahatan Asuransi Jiwa

Pada asuransi jiwa kasus manipulasi juga kerap terjadi. Menurut Warsito, dari 15 kasus yang ditangani tahun lalu, sebanyak 12 kasus merupakan kasus asurani jiwa.

Pernah satu kali, seorang pemilik perusahaan penyewaan komputer mengasuransikan seorang pengangguran. Dia difigurkan sebagai seorang direktur. Kemudian, si direktur gadungan itu dibawa ke rumah sakit, dua jarinya putus terpotong pisau. Nilai klaim dari putusnya dua jari itu senilai Rp 600 juta. Atas permintaan perusahaan asuransi. Penyelidikan kasus ini pun dilakukan.

TIm investigasi melakukan reka ulang dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai. Investigator melakukan uji coba sebanyak 55 kali. Hasilnya ditemukan bahwa dengan deskripsi kejadian yang diceritakan, jumlah jari yang terpotong harusnya tiga, bukan dua. Membuktikan bahwa jari si direktur gadungan sengaja dipotong. Klaim pun batal dibayarkan.

Tak Bisa Dijerat Pidana

Kejahatan asuransi ternyata tak membuat pelakunya serta merta bisa diperkarakan. Mereka yang telah terbukti melakukan rekayasa klaim asuransi tidak otomatis akan mendekam di penjara. Para pelaku rekayasa klaim masih berkeliaran dan kerap melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Begitulah kiranya dapat sebagai ulasan tentang maraknya kasus kejahatan klaim asuransi akhir-akhir ini. Silahkan jika ada komentar lebih lanjut.

sumber: Modus Manipulasi Klaim

 

Advertisements

Pilih Asuransi apa Deposito?

Banyak orang lebih memilih menabung di tabungan di bank seperti deposito di bandingkan membeli asuransi.
Jika diperhatikan, menabung di bank dan membeli asuransi ada kemiripan. Yaitu sama sama seperti menabung. Setiap bulan pastinya kita akan menyisihkan sebagian pendapatan yang kita peroleh baik dari gaji maupun hasil usaha untuk disetorkan. Jika menabung di bank berupa tabungan atau deposito, ya pastinya uang yang kita sisihkan itu akan masuk ke rekening bank kita dan nilainya dapat kita lihat berupa saldo kita.
Sedangkan jika membeli asuransi, maka sebagian penghasilan kita yang disisihkan tersebut akan masuk ke perusahaan asuransi. Jika asuransi yang Anda beli adalah asuransi Tapro Allianz, maka Anda bisa mengecek nilai tunai dari polis asuransi nya secara online. Tentunya Anda harus terdaftar menjadi
Saat anda menabung di bank maka anda hanya akan mendapatkan saldo + bunga saja, tidak ada perlindungan apapun. Jika suatu saat anda terkena penyakit kritis, maka uang saldo di Bank ditambah bunganya yang jumlahnya tidak seberapa itu akan anda kuras habis untuk biaya pengobatan. Pasca pengobatan penyakit kritis tersebut maka tidak akan ada yang membantu kebutuhan financial anda lagi.
Tidak ada lagi orang yang bersedia meminjamkan uang kepada Anda karena mereka tahu Anda sudah pasti tidak bisa melunasi hutang Anda ini nantinya karena Anda sudah terkena penyakit kritis dan tidak bekerja lagi. Bagaimana cara Anda mau mengembalikan pinjaman itu? Anda juga sudah tidak bisa lagi meng apply KTA (kredit tanpa agunan) di bank karena bank pastinya akan melakukan analisa terlebih dahulu tentang pekerjaan Anda sebelum mereka mau mencairkan dana pinjaman kepada Anda.
Satu satunya pihak yang bisa membantu Anda saat itu hanya pegadaian saja dimana Anda akan menggadaikan satu persatu harta benda Anda sampai semua nya sudah ludes Anda gadaikan sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa digadaikan. Tinggal harga diri Anda saja yang belum tergadaikan.
Memiliki asuransi sebenarnya banyak kelebihannya di banding dengan menabung pada tabungan biasa di bank atau deposito.
Di asuransi biasanya jumlah setoran perminya telah ditentukan per bulan nya misalnya Rp.500.000 per bulan atau Rp 1.000.000 per bulan. maka selama kita mengikuti program tersebut kita harus menyetor uang sebesar itu setiap bulannya, tidak kurang atau lebih. Sebagian dari premi yang kita setorkan itu akan diinvestasikan dan ini yang disebut dengan nilai tunai. Jadi jika di bank, nilai yang kita cek adalah saldo sedangkan jika di asuransi, nilai yang kita cek adalah nilai tunai nya.
Dengan memiliki asuransi  kita akan mendapatkan perlindungan terhadap jiwa, dan juga penyakit kritis dan juga kesehatan, tergantung manfaat apa saja yang kita pilih. Di asuransi Tapro Allianz, manfaat dasarnya adalah asuransi jiwa. Namun Anda juga dapat menambahkan berbagai manfaat tambahan seperti manfaat tambahan proteksi terhadap penyakit kritis, manfaat kesehatan rawat inap rumah sakit, manfaat perlindungan cacat tetap total, dan lain lain. Manfaat proteksi dan perlindungan inilah yang tidak dapat disediakan oleh bank dimana kita menabung. Deposito juga tidak memberikan manfaat perlindungan ini kepada kita.
Hanya di asuransi, kita akan ditolong pada saat kita mengalami risiko kehidupan. Hanya asuransi lah yang peduli atas penderitaan dan kemalangan yang sedang kita hadapi. Di saat tidak ada yang bisa menolong, maka asuransi bisa menolong kita di saat genting. Karena itu jangan menyepelekan asuransi.
Jika asuransi tidak bermanfaat mengapa semua orang orang kaya mau membeli asuransi? Padahal orang orang kaya itu uangnya sudah banyak di bank dan di deposito tetapi mereka tetap mau membeli dan memiliki asuransi. Bahkan premi asuransi yang mereka setorkan rata rata sangat besar jumlahnya. Bisa 10 juta per bulan atau lebih.
Buat apa? Apakah Anda berpikir orang orang kayak itu bodoh? Apakah Anda berpikir orang yang punya banyak uang itu sudah terganggu kejiwaan nya sehingga mereka dengan mudahnya membuang uang 10 jutaan per bulan sebagai setoran premi kepada perusahaan asuransi?
Asal tahu saja, orang orang kaya itu memiliki perhitungan dana kalkulasi yang sangat bagus. Mereka sudah mengukur risiko hidup mereka. Mereka sadar, sebanyak apapun uang mereka di tabungan dan deposito bank, semua nya bisa raib seketika jikalau mereka atau salah satu anggota keluarga mereka terkena penyakit kritis.
Mereka menyadari bahwa mereka bukan Tuhan. Mereka tidak dapat menentukan apakah mereka bisa terbebas dari terkena penyakit kritis atau tidak. Tidak semua hal bisa mereka kendalikan di dunia ini meskipun mereka memiliki uang yang banyak.
Salah satu nya ya risiko sakit, terkena penyakit kritis atau risiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, urusan memanage risiko itu mereka serahkan kepada yang ahlinya yaitu perusahaan asuransi. Dan satu satunya perusahaan asuransi yang terpercaya dan bisa diandalkan adalah Allianz.
Jika kita sudah memiliki asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit dan kemudian kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya sebesar 10 juta misalnya, maka pihak asuransi akan membayar biaya rumah sakit tersebut tanpa mengurangi jumlah nilai tunai kita. Sementara jika menabung di tabungan biasa atau deposito pastinya tabungan kita akan berkurang sebesar 10 juta untuk membayar biaya rumah sakit tersebut karena kita bayar sendiri pakai uang pribadi kita.
Juga jika nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi juga akan memberikan uang santunan kepada ahli waris dari si nasabah (istri atau anak atau saudara kandung atau orang tua) dengan jumlah yang telah ditentukan tanpa mengurangi nilai tunai kita juga. Anda cukup membayar premi setiap bulan dan anda akan terproteksi seumur hidup (100 tahun) dan keluarga Anda juga berhak atas uang pertanggungan saat Anda meninggal.
Contoh jika Anda meninggal dunia maka keluarga yang Anda tinggalkan akan mendapatkan uang santunan misalnya 500 juta, 1 Milyar, 2 Milyar, 10 Milyar tergantung berapa besar uang santunan yang Anda inginkan di saat Anda membeli asuransi.
Selain itu jika hasil investasi dari nilai tunai yang ada di polsi asuransi Anda dalam jangka panjang juga dapat memberikan imbal hasil yang besar seperti hingga mencapai kurang lebih 10%/tahun yang tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri juga, dibandingkan bunga tabungan biasa di bank atau deposito yang hanya berkisar 3-4%(setelah dikurangi pajak tabungan sebesar 20%) per tahun. Nilai tunai yang ada di dalam polis asuransi Anda ini juga semua nya akan dikembalikan kepada ahli waris/ keluarga Anda.
Coba bandingkan dengan tabungan biasa di bank atau deposito. Di saat Anda meninggal maka satu satu nya warisan yang bisa Anda berikan kepada keluarga Anda hanya sisa saldo + bunga yang ada di tabungan/ deposito Anda di kala itu. Jika jumlahnya kecil dan tidak seberapa maka segitu saja yang akan diberikan ke Anda.
Sebenarnya uang itu bukan diberikan oleh bank karena toh itu adalah hak Anda karena uang itu adalah uang si almarhumah sendiri yang ditabung di bank tersebut. Nilai tambah yang diberikan oleh pihak bank hanya berupa bunga yang besarannya juga ditentukan oleh nilai saldo yang Anda tentukan tersebut yang pastinya nilainya juga tidak seberapa. Mana cukup untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan kelak sepeninggal si almarhumah.
Saat anda memiliki asuransi Tapro Allianz, dan tiba-tiba anda mengalami terkena penyakit kritis atau meninggal dunia, Anda atau ahli waris Anda akan mendapat uang pertanggungan cash ratusan juta/milyaran rupiah (tergantung besarnya premi dan manfaat yang diambil). Bisakah bank di tempat Anda menabung memberikan uang santunan kepada Anda dikala Anda mengalami kemalangan seperti itu? Boro boro

Begitu pula dikala Anda sakit atau mengalami kecelakaan, Anda juga tidak perlu takut dan repot jika Anda harus opname di rumah sakit. Anda cukup menunjukkan kartu kesehatan Allianz Hospital & Surgical Plus yang berlaku di seluruh rumah sakit rekanan Allianz yang tersebar hampir di seluruh provinsi di indonesia.

Bahkan jika polis asuransi Anda dilengkapi manfaat payor maka setelah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total maka Anda akan mendapatkan fasilitas bebas premi dimana premi asuransi yang Anda bayarkan setiap bulan setorin dan dibayarin oleh perusahaan asuransi sampai Anda berusia 65 tahun. Misal premi yang Anda bayarkan adalah sebesar Rp.2.000.000 setiap bulan, maka jumlah sebesar ini akan disetorkan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi anda sampai anda berusia 65 tahun.

Nilai tunai /tabungan anda tidak terganggu sama sekali dan anda mendapatkan keuntungan dari hasil investasi saldo nilai tunai anda. Apakah Bank bisa melakukan seperti ini?

(Artikel ini disadur dari : http://www.asuransi-jiwa.org/pilih-memiliki-tabungan-seperti-deposito-atau-memiliki-asuransi/

Untuk pendaftaran polis Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Email: natanael.allianz@gmail.com

Kalau Tujuannya Investasi Jangan Ambil Asuransi. Ini Perbedaanya!

Uang selalu kita butuhkan, tentu saja untuk kebutuhan yang penting, misalnya makan, bayar listrik, air, spp anak, belanja istri, dll.

Secara garis besar, keutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

  1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui. Contoh: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.
  2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Contoh: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan ini berbeda cara memenuhinya. Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya adalah dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Jika anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, dalam satu tahun uang anda menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Tapi berbeda dengan asuransi. Jika kita mendaftar polis asuransi jiwa senilai 1 miliar dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia. Jika, maaf, anda meninggal keesokan harinya, uang 1 miliar berhak diterima ahli waris anda. Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah sebabnya asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Jadi intinya jika kita membeli polis asuransi itu jangan berpikiran investasi. Jika ingin investasi dengan return tinggi jangan beli asuransi. Asuransi hanya untuk hal yang sifatnya sulit diduga.

Sumber artikel: kebutuhan-uang-di-masa-depan-dan-solusinya/

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Allianz Life tinggal di Surabaya)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Bagaimana Masa Tunggu untuk Penyakit Khusus di Asuransi Kesehatan Rawat Inap Rumah Sakit?

Banyak calon nasabah asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit menanyakan berapa lama mereka dapat menggunakan fasilitas rawat inap rumah sakit setelah mereka mendaftar dan polis asuransi mereka telah aktif. Sebelum saya membahas lebih jauh, saya akan menerangkan terlebih dahulu kalau di asuransi Allianz ada 5 jenis asuransi kesehatan yang bisa dipilih yaitu :

1. Hospital and Surgical Care Plus (HSC+)

2. Flexicare Family

3. Smartmed Premier

4. Smarthealth Maxi Violet

5. Allisya Care

Di artikel ini akan menjelaskan kembali bahwa untuk rawat inap rumah sakit atau pembedahan yang diakibatkan oleh kecelakaan, maka tidak ada masa tunggu nya. Artinya setelah polis asuransi aktif, maka nasabah sudah bisa langsung menggunakan manfaat rawat inap rumah sakit ini apabila si nasabah tertimpa kemalangan berupa kecelakaan yang  mengharuskan mereka di opname di rumah sakit ataupun menjalani pembedahan di rumah sakit. Contoh kecelakaan jatuh dari sepeda motor sehingga menyebabkan ada tulang yang retak atau patah dan butuh segera dioperasi.

Mengapa asuransi Allianz tidak menetapkan masa tunggu untuk manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan untuk kasus kecelakaan? Karena yang namanya kecelakaan itu adalah kejadian yang terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat di sangka sangka. Artinya siapapun tidak dapat mengira kapan bisa tertimpa kecelakaan?

Apakah cukup fair jika asuransi Allianz menetapkan masa tunggu 0 alias tidak ada masa tunggu untuk rawat inap karena kecelakaan? Saya rasa semua pembaca pasti setuju jika asuransi Allianz sangat fair dalam hal ini. Masa tunggu 0 hari untuk kasus kecelakaan ini berlaku untuk semua jenis asuransi kesehatan Allianz yang tadi saya sebutkan di atas.

Bagaimana jika nasabah terkena penyakit demam berdarah, typus, diare, infeksi saluran kencing, dll yang membutuhkan perawatan rawat inap rumah sakit ataupun pembedahan? Apakah tidak dikenakan masa tunggu seperti kecelakaan tadi? Jawabannya tergantung manfaat asuransi kesehatan yang diambil. Jika nasabah memilih asuransi kesehatan Hospital and Surgical Plus (HSC+), Flexicara Family, dan Smartmed Premier, maka ada masa tunggu 30 hari dari sejak polis asuransi nya aktif baru bisa digunakan.

Artinya setelah lewat 30 hari dari sejak polis asuransi aktif, baru asuransi Allianz akan mengcover rawat inap rumah sakit atau pembedahan. Jadi jika 10 hari setelah polis aktif kemudian si nasabah dirawat inap di rumah sakit karena kena diare maka Allianz tidak akan mengcover biaya tersebut. Namun jika 50 hari kemudian si nasabah di rawat di rumah sakit karena dbd (demam berdarah) maka asuransi kesehatan nya sudah bisa digunakan dan Allianz akan mengcover biaya rumah sakit nya.

Sedangkan untuk Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care tidak ada masa tunggu alias masa tunggunya 0 hari. Artinya setelah polisnya aktif, manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan nya sudah langsung berlaku. Nasabah sudah bisa langsung memanfaatkan rawat inap rumah sakit dan pembedahan setelah polis aktif.

Namun meskipun Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care menawarkan masa tunggu 0 hari namun sebenarnya perbedaan masa tunggu 0 hari dengan 30 hari ini tidak terlalu signifikan karena hanya selisih 1 bulan (30 hari) saja. 1 bulan itu sangat cepat berlalu loh. Jadi dengan kata lain sebenarnya kelebihan dari Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care itu hanya di masa tunggu untuk rawat inap karena sakit biasa yang 0 hari saja di bandingkan dengan Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) dan Smartmed Premier.

Padahal Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) atau Smartmed Premier memiliki sangat banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care sehingga saya lebih cenderung merekomendasikan HSC+ atau Smartmed Premier untuk nasabah asuransi Allianz.

Selain ini, kalau di asuransi kesehatan rumah sakit, ada lagi yang namanya penyakit khusus. Penyakit khusus yaitu beberapa penyakit tertentu yang saat kita ikut asuransi memang belum di derita, namun nasabah dikenakan masa tunggu 1 tahun (12 bulan) baru bisa di cover. Artinya untuk perawatan atas penyakit khusus, biaya atas rawat inap rumah sakit atau pembedahan baru akan dicover oleh Allianz apabila usia polis sudah melebihi 1 tahun atau 12 bulan.

Penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier) adalah :

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Sampai dengan artikel ini ditulis, hanya ada 12 penyakit khusus itu saja yang dikenakan masa tunggu 1 tahun di asuransi kesehatan Allianz. Apakah jumlah penyakit khusus yang memiliki masa tunggu di asuransi kesehatan Allianz ini termasuk banyak jumlahnya? Ternyata tidak.

Anda dapat melakukan cross check dan perbandingan langsung ke perusahaan asuransi lainnya dan anda akan merasa kaget karena ternyata jumlah penyakit khusus yang dikenai masa tunggu di tempat lain, jumlahnya jauh lebih banyak daripada di Allianz. Jumlahnya bisa sampai 16 atau bahkan di atas 20 an. Bahkan untuk penyakit usus buntu dikenakan masa tunggu di asuransi lain sedangkan di Allianz, tidak kenakan masa tunggu.

Dan di perusahaan asuransi lain, masa tunggu untuk penyakit khususnya bisa lebih lama lagi yaitu mencapai 18 bulan atau bahkan 2 tahun. Jadi asuransi kesehatan Allianz sudah yang paling bagus, karena masa tunggu nya paling singkat dan daftar penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu nya juga paling sedikit.

Jadi sekali lagi perlu saya tekankan bahwa tidak hanya di Allianz namun di semua asuransi memberlakukan penyakit khusus ini. Di asuransi lain kadang mereka menyebutkan penyakit khusus ini dengan sebutan penyakit kritis. Sedangkan di asuransi Allianz, istilah penyakit kritis bukanlah penyakit khusus ini. Penyakit kritis yang di maksud di asuransi Allianz adalah penyakit kritis yang dicover dalam asuransi penyakit kritis seperti CI, CI+ atau CI100. Kita akan membahas mengenai penyakit kritis ini di artikel lain karena asuransi penyakit kritis memang beda dengan asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit.

Penyakit khusus dengan masa tunggu 1 tahun untuk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit di Asuransi Allianz ini juga berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan penyakit kritis di asuransi penyakit kritis. Jadi jangan sampai bingung ya dengan istilah penyakit khusus dan penyakit kritis ini. Yang kita bahas di sini adalah penyakit khusus, bukan penyakit kritis.

Di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz, kita tidak mengenal istilah penyakit kritis. Semua penyakit kritis bisa dicover kok di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz kecuali untuk penyakit penyakit yang memang masuk kategori pengecualian. Sedangkan untuk penyakit khusus di sini, baru bisa dicover setelah lewat 12 bulan (1 tahun).

Meskipun di asuransi kesehatan lain mereka juga ada penyakit penyakit tertentu yang dikenakan masa tunggu selama periode tertentu namun sebenarnya ada perbedaan yang sangat signifikan antara masa tunggu di Allianz dengan di asuransi lain yang jika calon nasabah tidak jeli maka akibatnya bisa fatal. Bahkan ada agen agen nakal di luar sana yang mungkin dengan sengaja tidak mengungkapkan definisi yang sebenarnya dari masa tunggu yang mereka maksud dari produk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit yang mereka tawarkan ke calon nasabah.

Mengapa terhadap penyakit khusus ini ada masa tunggu 1 tahun ? Karena jika kita lihat semua penyakit khusus tersebut adalah penyakit yang membutuhkan proses dalam perjalanannya dari awal terjadi sampai timbul keluhan dan perlu diambil tindakan / pengobatan secara medis. Jadi jika seseorang tidak rajin melakukan medical cek up secara rutin, maka “perasaan” nya semua baik-baik saja karena dia tidak merasakan keluhan. Padahal mungkin saja saat itu nasabah yang bersangkutan sudah menderita penyakit jantung, namun tidak merasakan gejalanya. Karena ketidaktahuan dari calon nasabah ini maka saat pengisian aplikasi pendaftaran asuransi kesehatan semua pertanyaan mengenai penyakit khusus tersebut secara wajar dianggap tidak ada.

Tetapi jika dari awal, calon nasabah sudah tahu kalau dia ada menderita gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, maka sangat wajar untuk penyakit tsb dan komplikasinya, akan dikecualikan permanen oleh Asuransi, alias tidak dicover. Penyakit seperti ini dinamakan penyakit pre existing yaitu penyakit yang sudah ada sebelum nasabah mendaftar asuransi sehingga semua penyakit ini akan dikecualikan permanen alias tidak akan dicover jika nantinya muncul di kemudian hari.

Kecuali untuk produk asuransi kesehatan Smartmed Premier, untuk penyakit pre existing tertentu akan dicover setelah lewat 2 tahun (24 bulan) dari sejak polis aktif. Jadi di asuransi kesehatan rumah sakit Smartmed Premier Allianz, untuk penyakit pre existing tertentu akan dikenakan masa tunggu 24 bulan (1 tahun) setelah polis aktif baru penyakit pre existing itu bisa dicover oleh asuransi. Sedaangkan di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit lainnya selain Smartmed Premier, penyakit pre exiswting ini akan dikecualikan permanen.

Jadi kembali lagi ke masalah asuransi penyakit khusus tadi. Saya rasa Asuransi Allianz cukup fair dalam hal ini, karena untuk semua nasabah hanya dikenakan masa tunggu 1 tahun saja untuk bisa cover penyakit khusus tersebut. Maksudnya adalah bila setelah jadi peserta, di bulan ke 8 sejak polis aktif si nasabah mengalami gula darah meningkat dan kondisinya drop dan dirawat di rumah sakit, dan saat itu juga baru terdiagnosa kalau si nasabah ada diabetes, maka peserta tidak bisa claim untuk biaya perawatan rumah sakitnya, karena masih dalam jangka waktu masa tunggu 1 tahun pertama.

Namun jika nantinya si nasabah menjalani perawatan rawat inap rumah sakit karena diabetes tadi setelah lewat 1 tahun, maka biaya rumah sakitnya bisa dicover. Contohnya peserta yang sama tadi yang dirawat di bulan ke 8, di bulan ke-18 kondisinya ternyata drop kembali karena penyakit diabetesnya dan perlu dirawat inap, maka untuk yang ini, bisa di claim dan dicover oleh asuransi Allianz.

Yang saya sharing ini adalah ketentuan penyakit khusus yang berlaku di Allianz, sedangkan di perusahaan asuransi lainnya, mereka memiliki kebijakan masing-masing yang tidak sama dengan di sini.

Sebagai contoh banyak perusahaan asuransi lain, yang sama sama mengenakan masa tunggu untuk penyakit khusus (penyakit khususnya beda dengan di Allianz dan jumlah penyakit khususnya juga beda) misalnya 1 tahun ( atau bisa juga 18 bulan atau 24 bulan), namun bila si nasabah terkena penyakit khusus tersebut di dalam periode masa tunggu tersebut (misalnya dalam 1 tahun pertama sejak polis aktif), maka secara otomatis penyakit tersebut tidak bisa lagi di klaim untuk seterusnya. Jadi untuk penyakit khusus tersebut langsung dikecualikan permanen.

Perbedaannya sangat signifikan bukan ? Namun seolah-olah sama, karena istilah nya sama, sama sama menyebut istilah “penyakit khusus” dan “masa tunggu” nya mungkin juga sama yaitu sama sama 1 tahun. Namun perlakuannya sangat berbeda sekali. Berbeda 180 derajat malah, bagaikan bumi dan langit. Di Allianz, perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus hanya dikecualikan di 1 tahun pertama (12 bulan pertama) saja. Jika di bulan 13 dan seterusnya nasabah dirawat inap karena penyakit khusus yang sama lagi seperti yang pernah dia derita dan dirawat di masa sebelum 1 tahun tadi maka biaya perawatannya sudah bisa di cover dan di klaim karena sudah lewat masa tunggu 1 tahun.

Sedangkan di perusahaan asuransi lain, jika dalam masa tunggu si nasabah menjalani perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus tersebut maka seterusnya jika nasabah dirawat di rumah sakit lagi karena penyakit khusus yang sama maka asuransi tidak akan mengcover walaupun telah lewat masa tunggu karena penyakit khusus tersebut telah dikenakan pengecualian permanen.

Sangat fatal sekali akibatnya jika calon nasabah tidak menanyakan dengan detail mengenai penyakit khusus dan masa tunggu di asuransi kesehatan ini. Yang rugi siapa? yang rugi ya pasti si nasabah yang telah salah memilih asuransi kesehatan di perusahaan lain tersebut.

Info lebih detail bisa hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Sumber; arti-masa-tunggu-untuk-penyakit-khusus-di-asuransi-kesehatan-rawat-inap-rumah-sakit-allianz/

Dapat Nasabah dari Rerensi Orang Tak Dikenal

Kemarin, tepatnya 26 April 2017, aku dihubungi orang asing. Dia wanita.

“Halo Pak, apa masih jadi agen allianz?”tanya orang asing itu.

“”Masih,” jawabku.

“Pak, ini saya beri nomor telepon bpk Tono (bukan nama sebenarnya). Dia ingin tahu tentang produk Allianz.” ujarnya membuatku kaget.

“Ok bu, terimakasih, saya catat dulu ya nomornya”

Pada hari itu aku masih heran mengapa ada orang sebaik dia yang mau memberikan referensi orang untuk aku kenalkan tentang produk Allianz.

Aku tidak lama-lama, langsung kuhubungi nomor telpon yang diberi orang asing tadi. Singkat cerita, orang yang diberikan orang asing tadi berprofesi sebagai pedagang di pasar paling tua di Surabaya. Pasar itu bernama pasar Atom.

Dia ingin aku buatkan ilustrasi Smartlink New Flexi Account dengan rider flexicare family yang memiliki manfaat santunan jika dirawat di rumah sakit dengan santunan perhari Rp 1,5jt.

Dia juga mengikutkan tiga anggota keluarga yakni kedua anaknya, dan istrinya di dalam polisnya. Jadi satu polis untuk satu keluarga. Cukup hemat preminya.  Penjelasannya sbb:

SmartLink New Flexi Account

Manfaat Perlindungan Jiwa

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. Program ini menawarkan perlindungan jiwa seumur hidup hingga usia 100 tahun. Sesuaikan besarnya perlindungan dengan kebutuhan Anda. Pastikan keluarga mendapatkan yang terbaik sekalipun saat Anda harus meninggalkan mereka

Manfaat Investasi

Untuk memaksimalkan Investasi Anda, sejak tahun pertama kami memberikan Nilai Investasi yang positif dan selanjutnya, Anda dapat menggunakan Nilai Investasi yang terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan finansial sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang.

Selengkapnya

Detail Produk

Tersedia pilihan jenis dana investasi khusus:

  • Smartlink Rupiah Money Market Fund

Menawarkan perlindungan nilai pokok dan mempertahankan likuiditas dengan menyediakan pendapatan tetap melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek yang berkualitas tinggi seperti deposito, SBI atau reksadana, dan obligasi di bawah 1 tahun. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko rendah.

  • Smartlink Rupiah Fixed Income Fund

Menawarkan pendapatan yang stabil dengan menaga modal untuk jangka panjang melalui penempatan dana dalam mata uang Rupiah, diinvestasikan ke dalam instrument jangka pendek atau menengah seperti deposito, SBI atau reksadana, dan instrumen jangka panjang seperti obligasi. Tingkat keamanan dan stabilitas tinggi dengan risiko rendah hingga sedang.

Selengkapnya

info pendaftaran atau ingin dibuatkan ilustrasi seperti di atas hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia, tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Allianz eAZy Claim, Cara Mudah Klaim Asuransi Kesehatan secara Online

1yangterpenting-eAZy-claimKini melakukan klaim asuransi kesehatan semakin mudah dan cepat melalui ponsel anda. Dengan aplikasi Allianz eAzy Claim, anda tidak usah repot mengisi formulir, memfotokopi dokumen, dan mengirimkan berkas via pos atau dititip ke agen. Kapan pun dan di mana pun di seluruh dunia, pengajuan klaim anda cukup dilakukan melalui ponsel, dan akan segera sampai di Allianz dalam hitungan detik.

Aplikasi Allianz eAZy Claim dapat diunduh ke sistem Android dan iOS secara GRATIS.

Silakan unduh aplikasinya di:

Play Store Android.

App Store iOS.

Manfaat

Aplikasi ini berguna bagi para peserta asuransi kesehatan Allianz (Allisya Care, Maxi Violet, SmartMed Premier, Rider HSC+, Rider Flexicare, dan program askes lainnya termasuk askes kumpulan) yang melakukan klaim secara reimburse, yaitu:

– Jika perawatan dilakukan di RS yang bukan rekanan Allianz. Untuk perawatan yang dilakukan di RS rekanan Allianz, anda cukup menunjukkan kartu cashless.

– Untuk manfaat yang tidak bisa dilakukan secara cashless, seperti perawatan sebelum dan sesudah rawat inap, perawat pribadi di rumah, dan rawat jalan/gigi darurat karena kecelakaan.

Keunggulan

  1. Proses klaim melalui smartphone anda hanya dengan mengirimkan gambar tagihan, kapan dan di mana saja di seluruh dunia, tidak perlu repot.
  2. Peta interaktif untuk memudahkan anda mencari rumah sakit rekanan Allianz terdekat.
  3. Cek status klaim anda dan memudahkan anda untuk melacak riwayat klaim* anda, kapan saja dan di mana saja.
  4. Bantuan informasi online 24/7.

* Bagi klaim yang disubmit melalui aplikasi Allianz eAZy Claim.

Panduan dan Tanya Jawab

Panduan penggunaan Aplikasi Allianz eAZy Claim

Tanya Jawab seputar aplikasi Allianz eAZy Claim

Info selengkapnya lihat di web Allianz.co.id.

Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi:

Natanael (Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo)

HP/WA: 08113436830

Tanda Cinta Saya untuk Perlindungan Keluarga

IPH Piture video 014
(Istri dan kedua anak saya, Dita dan Anne)
Ada banyak cara mengekspresikan rasa cinta kepada orang yang Anda cintai terutama kepada keluarga, yakni istri dan anak-anak. Sebagai kepala keluarga, tentunya Anda ingin memberikan segala yang terbaik untuk keluarga tercinta. Selain menafkahi keluarga, terkadang Anda juga memanjakan istri dan anak tercinta dengan memberikan hadiah, hiburan serta fasilitas yang membuat mereka senang. Namun itu saja tak cukup, jika Anda tidak menjamin perlindungan keberlangsungan kehidupan keluarga agar tetap sejahtera.

Asuransi jiwa adalah tanda cinta dan bukti tanggung jawab kepala keluarga kepada istri dan anak-anak yang dicintainya. Dengan memiliki asuransi jiwa, maka Anda telah melindungi seluruh anggota keluarga yang Anda sayangi, untuk menjamin bahwa kehidupan keluarga Anda akan terus sejahtera.

Ketika Anda sudah berkeluarga, asuransi jiwa sangat penting untuk dimiliki. Biaya kebutuhan hidup semakin meningkat dan tanggung jawab terhadap keluarga pun sangat dibutuhkan. Apalagi ketika Anda telah memiliki anak, maka kebutuhan akan asuransi jiwa akan mencapai puncaknya. Hal ini dikarenakan menyangkut masa depan anak Anda nantinya.

Dengan memiliki asuransi jiwa, ini adalah cara yang paling efektif dan terjamin untuk membangun masa depan yang baik bagi keluarga Anda. Asuransi jiwa akan memastikan standar kualitas hidup keluarga tetap sejahtera disaat Anda sedang berada di samping keluarga, bahkan saat tidak lagi berada di sisi mereka.

Jadi bisa dikatakan asuransi sebagai tanda cinta untuk keluarga, benar adanya. Karena seorang kepala keluarga tetap bisa mengekspresikan rasa cinta kepada anak dan istrinya tanpa harus selalu berada di samping mereka, disaat ada maupun tiada.

Memiliki perlindungan adalah kunci untuk memastikan kesejahteraan Anda dan keluarga tetap terjamin saat sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Hal ini penting dilakukan bagi tiap orang yang memiliki tanggungan, terutama bagi mereka yang sudah menikah dan berkeluarga. Sebab memiliki asuransi jiwa sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga Anda berarti Anda juga memastikan bahwa orang-orang yang hidupnya bergantung kepada Anda secara finansial tidak akan mengalami kesulitan keuangan jika Anda meninggal.

Smartlink Flexi Account Plus dari Allianz Life Indonesia adalah solusi tepat untuk perlindungan jiwa di saat Anda berada di samping keluarga tercinta maupun ketika Anda telah meninggalkan mereka. Tak hanya perlindungan terhadap risiko meninggal dunia saja, kenyamanan perlindungan jiwa pun semakin maksimal dengan adanya manfaat lebih yang bisa Anda dapatkan, seperti perlindungan terhadap risiko cacat dan penyakit kritis, serta kesempatan untuk menikmati keuntungan nilai investasi.

Segera asuransikan diri dan keluarga Anda sekarang juga, sebagai tanda cinta Anda kepada keluarga yang Anda cintai. Jadilah sosok pelindung untuk keluarga bersama Allianz yang memberikan solusi dan perlindungan menyeluruh.

Pendaftaran Asuransi Allianz Smartlink Flexi Account Plus, hubungi:

Natanael, Financial Consultan Allianz Life tinggal di Surabaya-Sidoarjo.

HP/WA: 08113436830