Category Archives: artikel

Jika Saudara Sakit, Seberapa Besar Kita Bisa Membantu?

Memulai tulisan ini saya akan bertanya, seandainya saudara sakit dan dia meminjam uang kepada anda, berapa yang sanggup anda bantu?

Jika anda sudah membantu, tapi ternyata saudara anda sakitnya cukup berat sehingga butuh uang sebesar Rp 100 juta dan dia kembali meminjam uang kepada anda, apakah anda sanggup membantu dengan memberi pinjaman Rp 100 Juta?

Bagaimana jika yang sakit berat itu menimpa kita atau keluarga kita sendiri, apakah kita akan meminta bantuan uang (entah sedekah atau pinjaman) kepada saudara-saudara kita? Apakah yakin kalau mereka akan memberikan bantuan uang kepada kita? Seberapa besar bantuan yang bisa mereka berikan?

Pertanyaan-pertanyaan ini sulit dijawab. Seberat kita membantu mereka dalam hal keuangan, biasanya seberat itu pula mereka membantu kita.

Tapi saya punya solusi bagi anda dan saudara-saudara anda, supaya masalah bantu-membantu dalam urusan yang sensitif (baca: pinjam-meminjam uang) ini tidak perlu terjadi, yaitu:  milikilah asuransi yang tepat.

Untuk risiko sakit yang memerlukan rawat inap, milikilah asuransi kesehatan.

Untuk risiko sakit yang berat (contoh: kanker, jantung, stroke, gagal ginjal), selain asuransi kesehatan, miliki jugalah asuransi penyakit kritis.

Selain memiliki asuransi yang tepat, besarnya manfaat atau uang pertanggungannya atau uang santunan tunai pun harus cukup besar, bukan asal ada. Berapa kecukupannya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda membayar premi.

Sebagai gambaran, seorang yang terkena sakit kritis semacam kanker, dia membutuhkan uang hingga miliaran rupiah.

biaya-chrisye

Jadi, sebisa mungkin anda juga punya uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Lalu siapa saja yang harus punya asuransi?

Jika anda khawatir dan akan kerepotan jika dipinjami uang oleh saudara-saudara anda, berarti saudara-saudara anda harus punya asuransi. Begitu pula keluarga dari saudara-saudara anda.

Tentunya saudara-saudara anda pun akan kerepotan jika dipinjami uang oleh anda, jadi anda dan keluarga anda pun harus punya asuransi.

Intinya, semua orang perlu punya asuransi. Anda, pasangan, anak, orangtua, saudara, kerabat dekat dan jauh, tetangga, teman-teman, rekan kerja. Mereka semua sangat mungkin akan menghubungi anda ketika membutuhkan uang.

Setuju?

Jika ya, sampaikan kabar baik ini kepada semua orang. []

(Artikel diambil dari https://myallisya.com/2017/10/06/)

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS dan pendaftaran polis hubungi saya:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

Tabel Baru Ambil UP Jiwa Rp 2,5 Miliar Tanpa Medis

Allianz Life Indonesia terhitung mulai tanggal 18 September 2017, menerapkan tabel tes medis baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 2M menjadi 2,5M untuk usia 18 sd 45 tahun.

taproKetentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, yang dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

 

Tabel tes medis 2017 1

 

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

Tabel tes medis anak

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

Tabel tes medis keterangan

Catatan

  • Ketentuan pada tabel di atas berlaku mulai 18 September 2017.
  • Karena sekarang UP penyakit kritis bisa lebih besar dari UP jiwa, maka penentuan tes medis dilihat berdasarkan total UP jiwa atau total UP penyakit kritis, mana yang lebih besar.
  • Total UP jiwa mencakup: Asuransi dasar/total Payor (mana yang lebih besar) + Term Life.
  • Total UP penyakit kritis mencakup: CI Plus + UP CI100 + CI Accelerated.
  • Status NM (Non-Medical) di hanya didasarkan pada uang pertanggungan dan usia, dan belum memperhitungkan kondisi kesehatan calon nasabah.
  • Calon nasabah yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah rawat inap, pernah operasi, punya asam urat, punya riwayat diabetes, dll), ada kemungkinan dikenakan tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan, untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS atau klinik yang bekerja sama dengan Allianz. Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.
  • Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya (tidak makan apa pun kira-kira mulai pukul 10 malam), boleh minum air putih.
  • Uang pertanggungan dari polis-polis sebelumnya yang belum melewati masa 2 tahun dihitung dalam penentuan tes medis. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun tidak dihitung lagi.

Contoh Ilustrasi

Bagaimana mendapatkan UP 2,5M dan berapa minimal preminya untuk usia 45 tahun?

Dengan mengombinasikan UP dasar (sd usia 100th) dengan rider Termlife (sd usia 70th), preminya cukup 2,1 juta per bulan. Ilustrasinya di bawah:

Ilustrasi 2,5M NM

Keterangan:

  • Jika meninggal dunia sebelum usia 70 tahun, cair UP 2,5M + nilai investasi
  • Jika meninggal dunia setelah usia 70 tahun dan sebelum usia 100 tahun, cair UP 500 juta + nilai investasi.

Bagaimana jika ingin UP 2,5M sampai usia 100 tahun? Preminya 3,5 juta per bulan.

Ilustrasi 2,5M 100th

Premi akan lebih tinggi untuk usia di atas 45 tahun, dan bisa lebih rendah untuk usia di bawah 45 tahun. Premi juga akan lebih rendah untuk perempuan. []

(informasi disardur dari https://myallisya.com/2017/09/25/tabel-tes-medis-2017-tanpa-tes-kesehatan-hingga-up-25m/)

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, atau meminta ilustrasi, silakan menghubungi saya:

Natanael Agen Allianz Life Berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

3 Hal Yang Dilakukan Istri Jika Suami Meninggal Dunia Tanpa Asuransi Jiwa

 

Istri asuransi jiwa

Seperti yang ditulis di blog myallisya.com (2017/08/27) ada 3 langkah yang pada umumnya dilakukan istri jika suaminya meninggal dunia tanpa memiliki asuransi jiwa.

  1. Pulang ke rumah orangtua

Dengan catatan, ortu masih ada dan tidak keberatan diganduli lagi oleh anak berikut cucunya.

  1. Bekerja

Dengan konsekuensi meninggalkan anak-anak atau menitipkannya ke pengasuh atau tetangga.

  1. Cari suami baru yang mapan

Itu pun jika ada yang mau, termasuk mau menerima keberadaan anak-anak.

Lain halnya jika suami punya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup, maka istri punya pilihan keempat:

  1. Tetap tinggal di rumahnya, tidak perlu balik ke rumah ortu, tidak perlu bekerja, dan bahkan tidak perlu suami baru, karena kebutuhan ekonomi sudah tercukupi oleh warisan dari uang asuransi jiwa suaminya.

Jadi, baik anda seorang suami atau seorang istri, pikirkanlah hal di atas dan lakukan langkah yang tepat, yaitu mengambil asuransi jiwa, dan setelah itu anda bisa tenang

Produk yang disarankan: Tapro Allisya Protection Plus. Premi mulai 300 ribu per bulan. Uang pertanggungan mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah, dan bisa ditambah manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap, penyakit kritis, dan rawat inap cashless.

Satu penawaran dengan produk Tapro: Premi 355 Ribu per Bulan Mendapatkan UP Jiwa 1 Miliar, Mau?

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi:

Natanael (Bussines Eksekutif Allianz)

HP/WA 08113436830 email: natanael.allianz@gmail.com

Pilih Asuransi apa Deposito?

Banyak orang lebih memilih menabung di tabungan di bank seperti deposito di bandingkan membeli asuransi.
Jika diperhatikan, menabung di bank dan membeli asuransi ada kemiripan. Yaitu sama sama seperti menabung. Setiap bulan pastinya kita akan menyisihkan sebagian pendapatan yang kita peroleh baik dari gaji maupun hasil usaha untuk disetorkan. Jika menabung di bank berupa tabungan atau deposito, ya pastinya uang yang kita sisihkan itu akan masuk ke rekening bank kita dan nilainya dapat kita lihat berupa saldo kita.
Sedangkan jika membeli asuransi, maka sebagian penghasilan kita yang disisihkan tersebut akan masuk ke perusahaan asuransi. Jika asuransi yang Anda beli adalah asuransi Tapro Allianz, maka Anda bisa mengecek nilai tunai dari polis asuransi nya secara online. Tentunya Anda harus terdaftar menjadi
Saat anda menabung di bank maka anda hanya akan mendapatkan saldo + bunga saja, tidak ada perlindungan apapun. Jika suatu saat anda terkena penyakit kritis, maka uang saldo di Bank ditambah bunganya yang jumlahnya tidak seberapa itu akan anda kuras habis untuk biaya pengobatan. Pasca pengobatan penyakit kritis tersebut maka tidak akan ada yang membantu kebutuhan financial anda lagi.
Tidak ada lagi orang yang bersedia meminjamkan uang kepada Anda karena mereka tahu Anda sudah pasti tidak bisa melunasi hutang Anda ini nantinya karena Anda sudah terkena penyakit kritis dan tidak bekerja lagi. Bagaimana cara Anda mau mengembalikan pinjaman itu? Anda juga sudah tidak bisa lagi meng apply KTA (kredit tanpa agunan) di bank karena bank pastinya akan melakukan analisa terlebih dahulu tentang pekerjaan Anda sebelum mereka mau mencairkan dana pinjaman kepada Anda.
Satu satunya pihak yang bisa membantu Anda saat itu hanya pegadaian saja dimana Anda akan menggadaikan satu persatu harta benda Anda sampai semua nya sudah ludes Anda gadaikan sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa digadaikan. Tinggal harga diri Anda saja yang belum tergadaikan.
Memiliki asuransi sebenarnya banyak kelebihannya di banding dengan menabung pada tabungan biasa di bank atau deposito.
Di asuransi biasanya jumlah setoran perminya telah ditentukan per bulan nya misalnya Rp.500.000 per bulan atau Rp 1.000.000 per bulan. maka selama kita mengikuti program tersebut kita harus menyetor uang sebesar itu setiap bulannya, tidak kurang atau lebih. Sebagian dari premi yang kita setorkan itu akan diinvestasikan dan ini yang disebut dengan nilai tunai. Jadi jika di bank, nilai yang kita cek adalah saldo sedangkan jika di asuransi, nilai yang kita cek adalah nilai tunai nya.
Dengan memiliki asuransi  kita akan mendapatkan perlindungan terhadap jiwa, dan juga penyakit kritis dan juga kesehatan, tergantung manfaat apa saja yang kita pilih. Di asuransi Tapro Allianz, manfaat dasarnya adalah asuransi jiwa. Namun Anda juga dapat menambahkan berbagai manfaat tambahan seperti manfaat tambahan proteksi terhadap penyakit kritis, manfaat kesehatan rawat inap rumah sakit, manfaat perlindungan cacat tetap total, dan lain lain. Manfaat proteksi dan perlindungan inilah yang tidak dapat disediakan oleh bank dimana kita menabung. Deposito juga tidak memberikan manfaat perlindungan ini kepada kita.
Hanya di asuransi, kita akan ditolong pada saat kita mengalami risiko kehidupan. Hanya asuransi lah yang peduli atas penderitaan dan kemalangan yang sedang kita hadapi. Di saat tidak ada yang bisa menolong, maka asuransi bisa menolong kita di saat genting. Karena itu jangan menyepelekan asuransi.
Jika asuransi tidak bermanfaat mengapa semua orang orang kaya mau membeli asuransi? Padahal orang orang kaya itu uangnya sudah banyak di bank dan di deposito tetapi mereka tetap mau membeli dan memiliki asuransi. Bahkan premi asuransi yang mereka setorkan rata rata sangat besar jumlahnya. Bisa 10 juta per bulan atau lebih.
Buat apa? Apakah Anda berpikir orang orang kayak itu bodoh? Apakah Anda berpikir orang yang punya banyak uang itu sudah terganggu kejiwaan nya sehingga mereka dengan mudahnya membuang uang 10 jutaan per bulan sebagai setoran premi kepada perusahaan asuransi?
Asal tahu saja, orang orang kaya itu memiliki perhitungan dana kalkulasi yang sangat bagus. Mereka sudah mengukur risiko hidup mereka. Mereka sadar, sebanyak apapun uang mereka di tabungan dan deposito bank, semua nya bisa raib seketika jikalau mereka atau salah satu anggota keluarga mereka terkena penyakit kritis.
Mereka menyadari bahwa mereka bukan Tuhan. Mereka tidak dapat menentukan apakah mereka bisa terbebas dari terkena penyakit kritis atau tidak. Tidak semua hal bisa mereka kendalikan di dunia ini meskipun mereka memiliki uang yang banyak.
Salah satu nya ya risiko sakit, terkena penyakit kritis atau risiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, urusan memanage risiko itu mereka serahkan kepada yang ahlinya yaitu perusahaan asuransi. Dan satu satunya perusahaan asuransi yang terpercaya dan bisa diandalkan adalah Allianz.
Jika kita sudah memiliki asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit dan kemudian kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya sebesar 10 juta misalnya, maka pihak asuransi akan membayar biaya rumah sakit tersebut tanpa mengurangi jumlah nilai tunai kita. Sementara jika menabung di tabungan biasa atau deposito pastinya tabungan kita akan berkurang sebesar 10 juta untuk membayar biaya rumah sakit tersebut karena kita bayar sendiri pakai uang pribadi kita.
Juga jika nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi juga akan memberikan uang santunan kepada ahli waris dari si nasabah (istri atau anak atau saudara kandung atau orang tua) dengan jumlah yang telah ditentukan tanpa mengurangi nilai tunai kita juga. Anda cukup membayar premi setiap bulan dan anda akan terproteksi seumur hidup (100 tahun) dan keluarga Anda juga berhak atas uang pertanggungan saat Anda meninggal.
Contoh jika Anda meninggal dunia maka keluarga yang Anda tinggalkan akan mendapatkan uang santunan misalnya 500 juta, 1 Milyar, 2 Milyar, 10 Milyar tergantung berapa besar uang santunan yang Anda inginkan di saat Anda membeli asuransi.
Selain itu jika hasil investasi dari nilai tunai yang ada di polsi asuransi Anda dalam jangka panjang juga dapat memberikan imbal hasil yang besar seperti hingga mencapai kurang lebih 10%/tahun yang tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri juga, dibandingkan bunga tabungan biasa di bank atau deposito yang hanya berkisar 3-4%(setelah dikurangi pajak tabungan sebesar 20%) per tahun. Nilai tunai yang ada di dalam polis asuransi Anda ini juga semua nya akan dikembalikan kepada ahli waris/ keluarga Anda.
Coba bandingkan dengan tabungan biasa di bank atau deposito. Di saat Anda meninggal maka satu satu nya warisan yang bisa Anda berikan kepada keluarga Anda hanya sisa saldo + bunga yang ada di tabungan/ deposito Anda di kala itu. Jika jumlahnya kecil dan tidak seberapa maka segitu saja yang akan diberikan ke Anda.
Sebenarnya uang itu bukan diberikan oleh bank karena toh itu adalah hak Anda karena uang itu adalah uang si almarhumah sendiri yang ditabung di bank tersebut. Nilai tambah yang diberikan oleh pihak bank hanya berupa bunga yang besarannya juga ditentukan oleh nilai saldo yang Anda tentukan tersebut yang pastinya nilainya juga tidak seberapa. Mana cukup untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan kelak sepeninggal si almarhumah.
Saat anda memiliki asuransi Tapro Allianz, dan tiba-tiba anda mengalami terkena penyakit kritis atau meninggal dunia, Anda atau ahli waris Anda akan mendapat uang pertanggungan cash ratusan juta/milyaran rupiah (tergantung besarnya premi dan manfaat yang diambil). Bisakah bank di tempat Anda menabung memberikan uang santunan kepada Anda dikala Anda mengalami kemalangan seperti itu? Boro boro

Begitu pula dikala Anda sakit atau mengalami kecelakaan, Anda juga tidak perlu takut dan repot jika Anda harus opname di rumah sakit. Anda cukup menunjukkan kartu kesehatan Allianz Hospital & Surgical Plus yang berlaku di seluruh rumah sakit rekanan Allianz yang tersebar hampir di seluruh provinsi di indonesia.

Bahkan jika polis asuransi Anda dilengkapi manfaat payor maka setelah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total maka Anda akan mendapatkan fasilitas bebas premi dimana premi asuransi yang Anda bayarkan setiap bulan setorin dan dibayarin oleh perusahaan asuransi sampai Anda berusia 65 tahun. Misal premi yang Anda bayarkan adalah sebesar Rp.2.000.000 setiap bulan, maka jumlah sebesar ini akan disetorkan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi anda sampai anda berusia 65 tahun.

Nilai tunai /tabungan anda tidak terganggu sama sekali dan anda mendapatkan keuntungan dari hasil investasi saldo nilai tunai anda. Apakah Bank bisa melakukan seperti ini?

(Artikel ini disadur dari : http://www.asuransi-jiwa.org/pilih-memiliki-tabungan-seperti-deposito-atau-memiliki-asuransi/

Untuk pendaftaran polis Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Email: natanael.allianz@gmail.com

Asuransi bukan tabungan

Banyak orang heran, mengapa asuransi bisa memberikan manfaat proteksi yang begitu besar dibandingkan premi yang dibayarkan. Misalnya premi 1 juta per bulan, baru bayar 1 kali lalu kena musibah bisa dapat  uang 1 miliar.

Terlalu bagus untuk bisa dipercaya. Mana mungkin?

Jawabnya: karena asuransi bukan tabungan.

Kalau tabungan,  sampai mati pun sangat kecil kemungkinannya uang 1 juta tiap bulan bisa menjadi 1 miliar, karena untuk itu butuh waktu 1000 bulan alias 83 tahun.

Kalau bukan tabungan, lalu apa?

Asuransi adalah kumpulan sumbangan. Anda menyumbang dan ribuan orang lainnya menyumbang. Maka dalam sekejap terkumpul uang dalam jumlah yang banyak, yang siap-siaga untuk dikeluarkan jika sewaktu-waktu ada penyumbang yang butuh bantuan.

Mungkin saja di antara yang butuh bantuan itu anda. Maka jika anda ingin dibantu, membantulah lebih dahulu. Inilah baru fair namanya.

Orang yang di saat masih sehat tidak mau ikut asuransi, tapi setelah terasa sakit baru tergerak ikut asuransi, hakikatnya adalah orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Ingin dibantu ketika sakit, tapi tidak mau membantu ketika sehat. Di asuransi pemerintah (BPJS), hal seperti ini dimungkinkan. Banyak orang yang ketika sehat tidak mau ikut program JKN dari BPJS, tapi ketika sudah sakit barulah daftar BPJS. Hal semacam ini tidak dimungkinkan di asuransi swasta.

Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Konsep asuransi sebagai kumpulan sumbangan disebutkan secara eksplisit dalam asuransi syariah, dan implisit dalam asuransi konvensional. Dalam asuransi syariah, peserta asuransi mengadakan perjanjian dengan para peserta lainnya untuk saling tolong-menolong (ta’awun) dengan bersama-sama mengumpulkan dana hibah yang disebut tabarru. Dana tabarru merupakan milik para peserta, digunakan hanya untuk membantu para peserta yang mengalami musibah yang dipertanggungkan, dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain. Sedangkan pihak perusahaan asuransi hanyalah sebagai pengelola yang mendapat imbalan atas dasar akad wakalah bil ujrah.

Dalam asuransi konvensional, kata-kata semacam tolong-menolong tidak disebutkan secara eksplisit, tapi sebetulnya semua orang sama-sama tahu bahwa uang yang dipakai perusahaan asuransi untuk membayar klaim sebetulnya berasal dari kumpulan premi para nasabah. Bedanya dengan asuransi syariah, status uang tersebut telah menjadi milik perusahaan, sehingga secara prinsip perusahan berhak menggunakannya untuk apa saja atau mau diinvestasikan ke mana, yang penting ketika nasabah hendak klaim uangnya ada.

sumber: myallisya.com/2016/09/06/asuransi-bukan-tabungan/

ingin konsultasi lebih lanjut hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Kalau Tujuannya Investasi Jangan Ambil Asuransi. Ini Perbedaanya!

Uang selalu kita butuhkan, tentu saja untuk kebutuhan yang penting, misalnya makan, bayar listrik, air, spp anak, belanja istri, dll.

Secara garis besar, keutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

  1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui. Contoh: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.
  2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Contoh: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan ini berbeda cara memenuhinya. Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya adalah dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Jika anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, dalam satu tahun uang anda menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Tapi berbeda dengan asuransi. Jika kita mendaftar polis asuransi jiwa senilai 1 miliar dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia. Jika, maaf, anda meninggal keesokan harinya, uang 1 miliar berhak diterima ahli waris anda. Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah sebabnya asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Jadi intinya jika kita membeli polis asuransi itu jangan berpikiran investasi. Jika ingin investasi dengan return tinggi jangan beli asuransi. Asuransi hanya untuk hal yang sifatnya sulit diduga.

Sumber artikel: kebutuhan-uang-di-masa-depan-dan-solusinya/

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Allianz Life tinggal di Surabaya)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Bagaimana Masa Tunggu untuk Penyakit Khusus di Asuransi Kesehatan Rawat Inap Rumah Sakit?

Banyak calon nasabah asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit menanyakan berapa lama mereka dapat menggunakan fasilitas rawat inap rumah sakit setelah mereka mendaftar dan polis asuransi mereka telah aktif. Sebelum saya membahas lebih jauh, saya akan menerangkan terlebih dahulu kalau di asuransi Allianz ada 5 jenis asuransi kesehatan yang bisa dipilih yaitu :

1. Hospital and Surgical Care Plus (HSC+)

2. Flexicare Family

3. Smartmed Premier

4. Smarthealth Maxi Violet

5. Allisya Care

Di artikel ini akan menjelaskan kembali bahwa untuk rawat inap rumah sakit atau pembedahan yang diakibatkan oleh kecelakaan, maka tidak ada masa tunggu nya. Artinya setelah polis asuransi aktif, maka nasabah sudah bisa langsung menggunakan manfaat rawat inap rumah sakit ini apabila si nasabah tertimpa kemalangan berupa kecelakaan yang  mengharuskan mereka di opname di rumah sakit ataupun menjalani pembedahan di rumah sakit. Contoh kecelakaan jatuh dari sepeda motor sehingga menyebabkan ada tulang yang retak atau patah dan butuh segera dioperasi.

Mengapa asuransi Allianz tidak menetapkan masa tunggu untuk manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan untuk kasus kecelakaan? Karena yang namanya kecelakaan itu adalah kejadian yang terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat di sangka sangka. Artinya siapapun tidak dapat mengira kapan bisa tertimpa kecelakaan?

Apakah cukup fair jika asuransi Allianz menetapkan masa tunggu 0 alias tidak ada masa tunggu untuk rawat inap karena kecelakaan? Saya rasa semua pembaca pasti setuju jika asuransi Allianz sangat fair dalam hal ini. Masa tunggu 0 hari untuk kasus kecelakaan ini berlaku untuk semua jenis asuransi kesehatan Allianz yang tadi saya sebutkan di atas.

Bagaimana jika nasabah terkena penyakit demam berdarah, typus, diare, infeksi saluran kencing, dll yang membutuhkan perawatan rawat inap rumah sakit ataupun pembedahan? Apakah tidak dikenakan masa tunggu seperti kecelakaan tadi? Jawabannya tergantung manfaat asuransi kesehatan yang diambil. Jika nasabah memilih asuransi kesehatan Hospital and Surgical Plus (HSC+), Flexicara Family, dan Smartmed Premier, maka ada masa tunggu 30 hari dari sejak polis asuransi nya aktif baru bisa digunakan.

Artinya setelah lewat 30 hari dari sejak polis asuransi aktif, baru asuransi Allianz akan mengcover rawat inap rumah sakit atau pembedahan. Jadi jika 10 hari setelah polis aktif kemudian si nasabah dirawat inap di rumah sakit karena kena diare maka Allianz tidak akan mengcover biaya tersebut. Namun jika 50 hari kemudian si nasabah di rawat di rumah sakit karena dbd (demam berdarah) maka asuransi kesehatan nya sudah bisa digunakan dan Allianz akan mengcover biaya rumah sakit nya.

Sedangkan untuk Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care tidak ada masa tunggu alias masa tunggunya 0 hari. Artinya setelah polisnya aktif, manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan nya sudah langsung berlaku. Nasabah sudah bisa langsung memanfaatkan rawat inap rumah sakit dan pembedahan setelah polis aktif.

Namun meskipun Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care menawarkan masa tunggu 0 hari namun sebenarnya perbedaan masa tunggu 0 hari dengan 30 hari ini tidak terlalu signifikan karena hanya selisih 1 bulan (30 hari) saja. 1 bulan itu sangat cepat berlalu loh. Jadi dengan kata lain sebenarnya kelebihan dari Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care itu hanya di masa tunggu untuk rawat inap karena sakit biasa yang 0 hari saja di bandingkan dengan Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) dan Smartmed Premier.

Padahal Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) atau Smartmed Premier memiliki sangat banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care sehingga saya lebih cenderung merekomendasikan HSC+ atau Smartmed Premier untuk nasabah asuransi Allianz.

Selain ini, kalau di asuransi kesehatan rumah sakit, ada lagi yang namanya penyakit khusus. Penyakit khusus yaitu beberapa penyakit tertentu yang saat kita ikut asuransi memang belum di derita, namun nasabah dikenakan masa tunggu 1 tahun (12 bulan) baru bisa di cover. Artinya untuk perawatan atas penyakit khusus, biaya atas rawat inap rumah sakit atau pembedahan baru akan dicover oleh Allianz apabila usia polis sudah melebihi 1 tahun atau 12 bulan.

Penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier) adalah :

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Sampai dengan artikel ini ditulis, hanya ada 12 penyakit khusus itu saja yang dikenakan masa tunggu 1 tahun di asuransi kesehatan Allianz. Apakah jumlah penyakit khusus yang memiliki masa tunggu di asuransi kesehatan Allianz ini termasuk banyak jumlahnya? Ternyata tidak.

Anda dapat melakukan cross check dan perbandingan langsung ke perusahaan asuransi lainnya dan anda akan merasa kaget karena ternyata jumlah penyakit khusus yang dikenai masa tunggu di tempat lain, jumlahnya jauh lebih banyak daripada di Allianz. Jumlahnya bisa sampai 16 atau bahkan di atas 20 an. Bahkan untuk penyakit usus buntu dikenakan masa tunggu di asuransi lain sedangkan di Allianz, tidak kenakan masa tunggu.

Dan di perusahaan asuransi lain, masa tunggu untuk penyakit khususnya bisa lebih lama lagi yaitu mencapai 18 bulan atau bahkan 2 tahun. Jadi asuransi kesehatan Allianz sudah yang paling bagus, karena masa tunggu nya paling singkat dan daftar penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu nya juga paling sedikit.

Jadi sekali lagi perlu saya tekankan bahwa tidak hanya di Allianz namun di semua asuransi memberlakukan penyakit khusus ini. Di asuransi lain kadang mereka menyebutkan penyakit khusus ini dengan sebutan penyakit kritis. Sedangkan di asuransi Allianz, istilah penyakit kritis bukanlah penyakit khusus ini. Penyakit kritis yang di maksud di asuransi Allianz adalah penyakit kritis yang dicover dalam asuransi penyakit kritis seperti CI, CI+ atau CI100. Kita akan membahas mengenai penyakit kritis ini di artikel lain karena asuransi penyakit kritis memang beda dengan asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit.

Penyakit khusus dengan masa tunggu 1 tahun untuk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit di Asuransi Allianz ini juga berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan penyakit kritis di asuransi penyakit kritis. Jadi jangan sampai bingung ya dengan istilah penyakit khusus dan penyakit kritis ini. Yang kita bahas di sini adalah penyakit khusus, bukan penyakit kritis.

Di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz, kita tidak mengenal istilah penyakit kritis. Semua penyakit kritis bisa dicover kok di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz kecuali untuk penyakit penyakit yang memang masuk kategori pengecualian. Sedangkan untuk penyakit khusus di sini, baru bisa dicover setelah lewat 12 bulan (1 tahun).

Meskipun di asuransi kesehatan lain mereka juga ada penyakit penyakit tertentu yang dikenakan masa tunggu selama periode tertentu namun sebenarnya ada perbedaan yang sangat signifikan antara masa tunggu di Allianz dengan di asuransi lain yang jika calon nasabah tidak jeli maka akibatnya bisa fatal. Bahkan ada agen agen nakal di luar sana yang mungkin dengan sengaja tidak mengungkapkan definisi yang sebenarnya dari masa tunggu yang mereka maksud dari produk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit yang mereka tawarkan ke calon nasabah.

Mengapa terhadap penyakit khusus ini ada masa tunggu 1 tahun ? Karena jika kita lihat semua penyakit khusus tersebut adalah penyakit yang membutuhkan proses dalam perjalanannya dari awal terjadi sampai timbul keluhan dan perlu diambil tindakan / pengobatan secara medis. Jadi jika seseorang tidak rajin melakukan medical cek up secara rutin, maka “perasaan” nya semua baik-baik saja karena dia tidak merasakan keluhan. Padahal mungkin saja saat itu nasabah yang bersangkutan sudah menderita penyakit jantung, namun tidak merasakan gejalanya. Karena ketidaktahuan dari calon nasabah ini maka saat pengisian aplikasi pendaftaran asuransi kesehatan semua pertanyaan mengenai penyakit khusus tersebut secara wajar dianggap tidak ada.

Tetapi jika dari awal, calon nasabah sudah tahu kalau dia ada menderita gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, maka sangat wajar untuk penyakit tsb dan komplikasinya, akan dikecualikan permanen oleh Asuransi, alias tidak dicover. Penyakit seperti ini dinamakan penyakit pre existing yaitu penyakit yang sudah ada sebelum nasabah mendaftar asuransi sehingga semua penyakit ini akan dikecualikan permanen alias tidak akan dicover jika nantinya muncul di kemudian hari.

Kecuali untuk produk asuransi kesehatan Smartmed Premier, untuk penyakit pre existing tertentu akan dicover setelah lewat 2 tahun (24 bulan) dari sejak polis aktif. Jadi di asuransi kesehatan rumah sakit Smartmed Premier Allianz, untuk penyakit pre existing tertentu akan dikenakan masa tunggu 24 bulan (1 tahun) setelah polis aktif baru penyakit pre existing itu bisa dicover oleh asuransi. Sedaangkan di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit lainnya selain Smartmed Premier, penyakit pre exiswting ini akan dikecualikan permanen.

Jadi kembali lagi ke masalah asuransi penyakit khusus tadi. Saya rasa Asuransi Allianz cukup fair dalam hal ini, karena untuk semua nasabah hanya dikenakan masa tunggu 1 tahun saja untuk bisa cover penyakit khusus tersebut. Maksudnya adalah bila setelah jadi peserta, di bulan ke 8 sejak polis aktif si nasabah mengalami gula darah meningkat dan kondisinya drop dan dirawat di rumah sakit, dan saat itu juga baru terdiagnosa kalau si nasabah ada diabetes, maka peserta tidak bisa claim untuk biaya perawatan rumah sakitnya, karena masih dalam jangka waktu masa tunggu 1 tahun pertama.

Namun jika nantinya si nasabah menjalani perawatan rawat inap rumah sakit karena diabetes tadi setelah lewat 1 tahun, maka biaya rumah sakitnya bisa dicover. Contohnya peserta yang sama tadi yang dirawat di bulan ke 8, di bulan ke-18 kondisinya ternyata drop kembali karena penyakit diabetesnya dan perlu dirawat inap, maka untuk yang ini, bisa di claim dan dicover oleh asuransi Allianz.

Yang saya sharing ini adalah ketentuan penyakit khusus yang berlaku di Allianz, sedangkan di perusahaan asuransi lainnya, mereka memiliki kebijakan masing-masing yang tidak sama dengan di sini.

Sebagai contoh banyak perusahaan asuransi lain, yang sama sama mengenakan masa tunggu untuk penyakit khusus (penyakit khususnya beda dengan di Allianz dan jumlah penyakit khususnya juga beda) misalnya 1 tahun ( atau bisa juga 18 bulan atau 24 bulan), namun bila si nasabah terkena penyakit khusus tersebut di dalam periode masa tunggu tersebut (misalnya dalam 1 tahun pertama sejak polis aktif), maka secara otomatis penyakit tersebut tidak bisa lagi di klaim untuk seterusnya. Jadi untuk penyakit khusus tersebut langsung dikecualikan permanen.

Perbedaannya sangat signifikan bukan ? Namun seolah-olah sama, karena istilah nya sama, sama sama menyebut istilah “penyakit khusus” dan “masa tunggu” nya mungkin juga sama yaitu sama sama 1 tahun. Namun perlakuannya sangat berbeda sekali. Berbeda 180 derajat malah, bagaikan bumi dan langit. Di Allianz, perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus hanya dikecualikan di 1 tahun pertama (12 bulan pertama) saja. Jika di bulan 13 dan seterusnya nasabah dirawat inap karena penyakit khusus yang sama lagi seperti yang pernah dia derita dan dirawat di masa sebelum 1 tahun tadi maka biaya perawatannya sudah bisa di cover dan di klaim karena sudah lewat masa tunggu 1 tahun.

Sedangkan di perusahaan asuransi lain, jika dalam masa tunggu si nasabah menjalani perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus tersebut maka seterusnya jika nasabah dirawat di rumah sakit lagi karena penyakit khusus yang sama maka asuransi tidak akan mengcover walaupun telah lewat masa tunggu karena penyakit khusus tersebut telah dikenakan pengecualian permanen.

Sangat fatal sekali akibatnya jika calon nasabah tidak menanyakan dengan detail mengenai penyakit khusus dan masa tunggu di asuransi kesehatan ini. Yang rugi siapa? yang rugi ya pasti si nasabah yang telah salah memilih asuransi kesehatan di perusahaan lain tersebut.

Info lebih detail bisa hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Sumber; arti-masa-tunggu-untuk-penyakit-khusus-di-asuransi-kesehatan-rawat-inap-rumah-sakit-allianz/