Category Archives: Asuransi Apa yang Cocok?

Jika Saudara Sakit, Seberapa Besar Kita Bisa Membantu?

Memulai tulisan ini saya akan bertanya, seandainya saudara sakit dan dia meminjam uang kepada anda, berapa yang sanggup anda bantu?

Jika anda sudah membantu, tapi ternyata saudara anda sakitnya cukup berat sehingga butuh uang sebesar Rp 100 juta dan dia kembali meminjam uang kepada anda, apakah anda sanggup membantu dengan memberi pinjaman Rp 100 Juta?

Bagaimana jika yang sakit berat itu menimpa kita atau keluarga kita sendiri, apakah kita akan meminta bantuan uang (entah sedekah atau pinjaman) kepada saudara-saudara kita? Apakah yakin kalau mereka akan memberikan bantuan uang kepada kita? Seberapa besar bantuan yang bisa mereka berikan?

Pertanyaan-pertanyaan ini sulit dijawab. Seberat kita membantu mereka dalam hal keuangan, biasanya seberat itu pula mereka membantu kita.

Tapi saya punya solusi bagi anda dan saudara-saudara anda, supaya masalah bantu-membantu dalam urusan yang sensitif (baca: pinjam-meminjam uang) ini tidak perlu terjadi, yaitu:  milikilah asuransi yang tepat.

Untuk risiko sakit yang memerlukan rawat inap, milikilah asuransi kesehatan.

Untuk risiko sakit yang berat (contoh: kanker, jantung, stroke, gagal ginjal), selain asuransi kesehatan, miliki jugalah asuransi penyakit kritis.

Selain memiliki asuransi yang tepat, besarnya manfaat atau uang pertanggungannya atau uang santunan tunai pun harus cukup besar, bukan asal ada. Berapa kecukupannya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anda membayar premi.

Sebagai gambaran, seorang yang terkena sakit kritis semacam kanker, dia membutuhkan uang hingga miliaran rupiah.

biaya-chrisye

Jadi, sebisa mungkin anda juga punya uang pertanggungan penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Lalu siapa saja yang harus punya asuransi?

Jika anda khawatir dan akan kerepotan jika dipinjami uang oleh saudara-saudara anda, berarti saudara-saudara anda harus punya asuransi. Begitu pula keluarga dari saudara-saudara anda.

Tentunya saudara-saudara anda pun akan kerepotan jika dipinjami uang oleh anda, jadi anda dan keluarga anda pun harus punya asuransi.

Intinya, semua orang perlu punya asuransi. Anda, pasangan, anak, orangtua, saudara, kerabat dekat dan jauh, tetangga, teman-teman, rekan kerja. Mereka semua sangat mungkin akan menghubungi anda ketika membutuhkan uang.

Setuju?

Jika ya, sampaikan kabar baik ini kepada semua orang. []

(Artikel diambil dari https://myallisya.com/2017/10/06/)

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS dan pendaftaran polis hubungi saya:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Advertisements

Santunan Harian Belum Cukup untuk Mengganti Biaya Sakit Kritis

Produk asuransi santunan harian (cash plan) menjadi sorotan di dunia asuransi karena patut diduga telah disalahgunakan oleh sejumlah nasabah untuk meraih keuntungan sesaat. (Baca di: Produk Cash Plan Rawan Penipuan)

Santunan Harian merupakan santunan asuransi yang memberikan uang tunai berdasarkan jumlah hari dirawat inap. Misalnya, nasabah memiliki asuransi yang memberikan santunan sebesar 1 juta per hari, lalu dia dirawat inap selama 5 hari, maka dia berhak mendapatkan uang 5 juta. Selain santunan untuk rawat inap, produk ini juga sering dilengkapi dengan santunan untuk pembedahan.

Produk asuransi santunan harian atau disebut juga cash plan, memiliki karakteristik bisa double claim dengan asuransi kesehatan lain yang dimiliki, dan cara klaimnya menggunakan sistem reimbursement (bayar dulu lalu ajukan klaim dengan melampirkan kuitansi legalisir dan resume medis).

Di Allianz, asuransi santunan harian tersedia sebagai rider pada produk Tapro Allisya Protection Plus dengan nama Flexicare Family.

Produk ini pada dasarnya berfungsi untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena tidak bekerja selama dirawat inap, dan juga sebagai pelengkap asuransi kesehatan cashless yang dimiliki, karena biaya sakit bukan hanya biaya medis, tapi juga biaya nonmedis seperti makan orang yang jaga, pulsa, dan transportasi.

Namun, asuransi santunan harian itu belum cukup membantu membantu problem keuangan anda jika kejadiannya adalah penyakit kritis (Jantung, stroke, kanker, dll).

Contoh: ada orang kena kanker atau stroke dan membutuhkan biaya 1 miliar. Katakanlah dia dirawat dalam waktu yang cukup lama, misalnya 30 hari, dan santunan harian yang diambilnya cukup besar misalnya 1,5 juta per hari, maka dia hanya mendapatkan uang 45 juta.

Uang 45 juta belum cukup jika orang tersebut tiba-tiba terdiaknosa sakit kritis. Sakit kritis membutuhkan biaya besar.

Dalam kasus ini, dia wajib memiliki asuransi yang lebih kuat, yaitu asuransi penyakit kritis. Ambillah uang pertanggungan yang cukup besar, minimal 1 miliar, untuk mengantisipasi kondisi terburuk dalam hidup semacam terkena penyakit kritis.

Jadi, jika anda menginginkan asuransi santunan harian, itu baik-baik saja asalkan anda sudah memiliki asuransi kesehatan cashless dan asuransi penyakit kritis.

Dan sekarang ini, mengingat ada problem terkait moral hazard (niat) yang cukup serius dengan sejumlah orang yang mengambil asuransi santunan harian, saya tidak akan melayani permintaan asuransi santunan harian jika orang itu belum memiliki asuransi kesehatan dan penyakit kritis dengan nilai proteksi yang memadai.

Kepada setiap orang yang menginginkan asuransi santunan harian, jika dia belum memiliki asuransi kesehatan cashless dan penyakit kritis, saya akan menawarkan untuk juga mengambil dua jenis asuransi yang lebih penting ini.

Contoh ilustrasi seperti tergambar di bawah:

Ilustrasi Flexi dan HSC dan CI.PNG

Seorang pria usia 30 tahun, menyetor premi 2,5 juta per bulan untuk produk Tapro Allisya Protection Plus. Manfaat proteksi yang dia peroleh:

  1. Santunan harian (Flexicare) sebesar 1 juta per hari plus ada untuk pembedahan sesuai kategorinya.
  2. Perlindungan dari 100 kondisi penyakit kritis (CI100) sebesar 1 miliar
  3. Rawat inap cashless (HSC+) plan kamar 1 juta
  4. Perlindungan meninggal dunia sebesar 200 juta. UP jiwa harus ada karena merupakan produk dasar dari Tapro.

Tabel Flexicare 10 unit

Tabel Manfaat HSC 1000

Dengan manfaat produk yang lengkap seperti ini, jika dia kena sakit diare dan harus dirawat selama 5 hari, maka dia bisa menggunakan kartu cashless dari rider HSC+ dan setelah itu bisa mengklaim santunan harian sejumlah 5 juta (5 x 1 juta per hari) dari rider Flexicare.

Jika dia kena kanker sehingga harus dirawat inap lebih lama, plus harus operasi dan kemoterapi, maka dia bisa mengandalkan kartu cashless dari HSC+, lalu mendapat santunan harian dari rider Flexicare, dan yang lebih besar adalah uang 1 miliar dari rider CI100.

Saya tidak dapat membayangkan jika dia terkena kanker tapi hanya memiliki produk santunan harian (Flexicare), maka dia akan mengalami kesulitan keuangan yang sangat berat.

(Cerita diambil dari asuransi-santunan-harian-itu-uang-receh-jika-kejadiannya-penyakit-kritis/)

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Natanael Konsultan Asuransi Allianz/Agen berlisensi tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Lima Hal Penting yang Bisa Hilang dari Hidup Manusia

Di dalam kehidupan manusia, ada lima hal penting yang bisa hilang antara lain;

  1. Tabungan/investasi
  2. Harta
  3. Harga diri
  4. Penghasilan
  5. Impian

Bagaimana lima hal itu bisa hilang?

“Ada seorang kepala keluarga usia 30-an tahun, kita sebut saja Tuan X. Tuan X memiliki asuransi jiwa murni yang menanggung risiko meninggal dunia dengan UP jiwa 1 miliar. Dia juga mengambil rider kesehatan untuk diri dan keluarganya, plan kamar 500rb per hari. Selain itu, dia pun rutin berinvestasi di reksadana sebesar 1 juta per bulan. Dia sudah melakukannya selama 5 tahun, dan kini uangnya hampir 100 juta.

Dari fakta ini, jelas bahwa Tuan X adalah seorang yang telah sadar berasuransi dan berinvestasi. Bahkan dipisah pula, sesuai saran para perencana keuangan.

Tapi ada satu yang dia lewatkan: proteksi penyakit kritis.

Pada suatu hari, Tuan X pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan migrain yang akhir-akhir ini kerap mendera kepalanya. Biasanya pakai obat warung pun selesai, tapi kali ini dia bersikap waspada dengan bertanya langsung ke dokter. Ketika dokter melakukan pemindaian pada kepalanya, tak dinyana, ternyata terdapat tumor sebesar bola pingpong di otaknya. Tumor tersebut telah membangun sarang di tempurung otaknya lebih dari 10 tahun, tanpa dia sadari. Biaya operasi untuk mengangkat tumor tersebut, kata dokter, antara 500 juta sd 1 miliar tergantung rumah sakitnya, dan lebih mahal lagi jika berobatnya di luar negeri.

Tuan X terkejut. Tak menyangka. (Jika anda pun tak menyangka bisa ada tumor sebesar itu tanpa disadari, contohnya dapat dibaca di sini:http://life.viva.co.id/news/read/272466-tumor-otak-sebesar-bola-bisbol).

Tapi tak ada pilihan lain. Jika tak segera dioperasi, nyawa Tuan X terancam.

Maka digunakanlah asuransi kesehatan yang dia miliki, tapi askes tersebut hanya mampu menanggung biaya operasi dan lain-lain tak sampai 100 juta.

Karena masih kurang, dia tariklah semua tabungan dan investasinya. Tapi ini pun hanya sanggup menambahi 100 juta.

Tabungan dan investasi hilang. Ini hilang yang pertama.

Tuan X punya sebuah mobil untuk keperluan sehari-hari ke tempat kerja. Mobil itu terpaksa dijual cepat, laku 100 juta.

Masih kurang. Tuan X pun terpaksa menjual rumahnya yang sebagian masih kredit, juga secara cepat. Laku 150 juta.

Sampai sini, tabungan hilang, harta pun hilang. Ini hilang yang kedua.

Operasi telah mulai dilakukan, tapi karena masih banyak kurangnya, keluarga Tuan X berusaha cari pinjaman sana-sini. Hasilnya tak seberapa, karena ketika sehat pun cari pinjaman itu susah, apalagi di saat sakit.

Di sini, yang hilang dari diri Tuan X adalah harga dirinya. Ini hilang yang ketiga.

Karena Tuan X menjalani operasi dengan dana yang tidak cukup dan tidak segera tersedia (butuh waktu untuk jual mobil dan rumah), maka dia tidak mendapatkan fasilitas terbaik untuk operasinya sehingga penanganan tumornya tidak berlangsung dengan sempurna. Nyawanya memang terselamatkan, tapi kondisinya tidak pulih seperti sediakala. Dia tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya.

Karena tidak bisa bekerja, maka penghasilan pun hilang. Ini hilang yang keempat.

Biaya hidup tak bisa ditunda. Sang istri harus banting tulang menghidupi keluarga. Anak-anak gagal masuk sekolah favorit. Tak ada lagi rekreasi di masa liburan sekolah. Mimpi naik haji harus dikubur dalam-dalam. Pensiun harus diundur entah sampai kapan. Dan di hadapan Tuan X, jangan sekali-kali bicara soal masa depan.

Karena kini, segala impiannya telah hilang. Ini hilang yang kelima.

Demikianlah kisah Tuan X”.

***

Tuan X adalah seorang yang sadar berasuransi, tapi nyatanya dia masih bisa mengalami hal seperti itu.

Bagaimana jika orang tidak punya asuransi sama sekali? Yang semacam ini amatlah banyak di negeri kita.

Atau bagaimana jika orang punya asuransi dengan manfaat yang lengkap, tapi UP-nya kecil-kecil? Misalnya, UP penyakit kritisnya hanya 100 juta atau bahkan kurang? Yang seperti ini pun banyak sekali. Dan mereka ini masih berisiko kehilangan lima hal penting dalam hidup.

Bagaimana rasanya jika kelima hal penting tersebut hilang dari diri kita?

Pelajaran yang diambil:

  1. Punya asuransi jiwa dan kesehatan saja tidak cukup.
  2. Apalagi kalau tidak punya asuransi sama sekali.
  3. Ketika memutuskan berasuransi, berpikirlah untuk risiko yang paling buruk (baca: yang butuh biaya paling besar, yaitu penyakit kritis).
  4. Asuransi penyakit kritis adalah kewajiban, bukan pilihan.
  5. Pada saat yang sama, UP penyakit kritis haruslah cukup besar. []

(Cerita dalam artikel ini diambil dari https://myallisya.com/2013/06/01/5-hal-penting-yang-bisa-hilang-dari-hidup-manusia-sebuah-ilustrasi/

Jika anda ingin mendaftar asuransi sakit kritis, segera hubungi

Natanael Financial Konsultan/Agen Allianz berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Tips Membeli Polis Asuransi Syariah

Sebelum memutuskan membeli asuransi syariah, saya akan berikan tips-tips dalam memilih asuransi syariah yang bagus.

Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu anda ketahui sebelum anda memutuskan untuk membeli Asuransi Syariah:

  • Pahami pengertian dan konsep Asuransi Syariah sebelum Anda memutuskan untuk mengambil tawaran Asuransi Syariah dari kolega Anda.
  • Jika Anda memutuskan untuk memilih Asuransi Syariah, pastikan bahwa perusahaan Asuransi yang menawarkan produk tersebut diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS melakukan pengawasan kepada manajemen perusahaan dalam kaitan dengan implementasi sistem dan produk-produk agar tetap sesuai dengan syariah.

Apakah Asuransi Jiwa Syariah sama dengan Asuransi Jiwa Konvensional?

Asuransi berbasis Syariah memiliki prinsip dasar untuk saling berbagi dan bersilaturahmi, yang lebih dikenal dengan istilah sharing risk. Dengan prinsip seperti ini, maka peserta Asuransi Syariah mengumpulkan dana dan menyerahkannya untuk dikelola oleh Perusahaan, sehingga nantinya akan digunakan untuk membantu meringankan beban peserta lainnya yang tertimpa risiko. Suatu prinsip yang mulia.

ditanggung allianzDalam asuransi jiwa syariah Perusahaan hanya berperan sebagai penyelenggara Asuransi, sedangkan pada Asuransi konvensional, prinsip yang digunakan adalah mengalihkan risiko atau istilah yang kerap digunakan adalah transfer risk. Ini artinya Tertanggung membayar kepada Perusahaan untuk menanggung risiko yang akan terjadi kepada dirinya.

beda syariah dan konvensionalJadi imbal dari Asuransi Syariah dipertimbangkan dari nilai dan jumlah peserta yang tergabung dalam Asuransi Syariah tersebut.

Salah satu prinsip syariah adalah sistem bagi hasil kepada sesama pemegang polis. Keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan dari investasi dana peserta Asuransi Syariah akan dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai dengan prinsip bagi hasil, berdasarkan proporsi yang telah disepakati sebelumnya di awal. Perlu diperhatikan bahwa pada Asuransi Syariah tidak mengenal adanya dana yang hangus meskipun peserta asuransi menyatakan akan mengundurkan diri. Dana yang telah disetorkan tetap dapat diambil kecuali dana yang sejak awal telah diikhlaskan masuk ke dalam rekening tabarru’.

Pendaftaran Asuransi Syariah Allianz dapat menghubungi:

Natanael Agen Allianz berlisensi

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Pernyataan Resmi PT.Allianz Life Terkait Status Keberatan Klaim Nasabah

Terkait pelaporan oleh seorang nasabah dalam kasus klaim produk asuransi santunan harian, PT Asuransi Allianz Life Indonesia telah mengeluarkan dua pernyataan resmi.

Yang pertama dikeluarkan tanggal 28 September 2017, dengan judul “Pernyataan Resmi dari PT Asuransi Allianz Life Indonesia Terkait Kasus Keberatan Status Klaim Nasabah“. Bisa dilihat di web Allianz Life Indonesia (http://www.allianz.co.id). Isinya sebagai berikut:

Pernyataan Resmi Allianz ttg Peninjauan Ulang Klaim 1

Pernyataan kedua dikeluarkan tanggal 2 Oktober 2017, dengan judul “Allianz Keluarkan Pernyataan Mengenai Peninjauan Ulang Klaim“. Bisa dilihat di web Allianz Life Indonesia (http://www.allianz.co.id) dan disiarkan pula di beberapa media. Isinya sbb:

Pernyataan Resmi Allianz ttg Peninjauan Ulang Klaim

Pernyataan Resmi Allianz ttg Peninjauan Ulang Klaim 2

Intinya, Allianz menghormati hak nasabah untuk mengajukan keberatan mengenai klaimnya. Sebagai perusahaan asuransi terbesar dunia, tidak mungkin Allianz akan mengorbankan reputasinya hanya demi menghindari membayar klaim.

Kepada para nasabah lain dan para calon nasabah, tidak perlu khawatir dengan komitmen Allianz untuk membayar klaim. Dilakukannya pendalaman atas klaim seorang nasabah ini merupakan satu upaya untuk memastikan bahwa klaim yang diberikan merupakan hak nasabah dan juga untuk melindungi jutaan nasabah lainnya dari pembayaran klaim yang tidak memenuhi syarat.

Dan jangan lupa untuk selalu memproteksi diri dan keluarga anda dengan proteksi yang mencukupi, bukan sekadar punya.

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

 

Asuransi Jiwa sebagai Pelimpahan Problem Kerugian Keuangan

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai manfaat asuransi jiwa, ada baiknya kita tahu dan mengerti terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa.

Asuransi jiwa adalah suatu pelimpahan risiko (Risk Shifting) atas kerugian keuangan (financial loss) oleh Tertanggung kepada Penanggung.

Resiko yang dilimpahkan oleh Tertanggung tersebut kepada Penanggung bukanlah risiko hilangnya jiwa seseorang, melainkan kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa seseorang atau karena mencapai umur tua sehingga tidak produktif lagi.

Manfaat perlindungan jiwa ini adalah sebagai jaminan kepastian terhadap tertanggung dan keluarga dalam menghadapi berbagai resiko kehidupan seperti sakit kritis, cacat, meninggal dan lain sebagainya.

Tujuan dari asuransi jiwa adalah sebagai jaminan hidup anda dan keluarga anda secara finansial dengan mendapatkan bantuan dana ketika mengalami masa-masa sulit  serta saat menghadapi berbagai resiko kehidupan di kemudian hari.

Nilai ekonomi hidup seorang kepala keluarga sama dengan kapasitas penghasilannya. Jika nilai ekonomi hidup seorang kepala keluarga hilang atau berkurang, maka yang akan menderita secara langsung atas kehilangan tersebut adalah sanak keluarganya. Resiko kehilangan penghasilan ini yang harus ditanggung oleh keluarga yang ditinggalkan.

Untuk mengurangi resiko tersebut pada zaman modern ini telah ditempuh satu cara dengan mengalihkan atau melimpahkan resiko tersebut kepada pihak lain, dalam hal ini perusahaan Asuransi Jiwa yang mengkhususkan usahanya dibidang ini sebagai profesinya. Pelimpahan resiko tersebut lebih popular disebut dengan membeli polis asuransi jiwa.

Jika keuangan keluarga hanya bergantung pada misalnya ayah saja yang merupakan tulang punggung yang menyokong keuangan selama ini. Apa jadinya dengan nasib anggota keluarga yang akan ditinggalkannya. Apakah rela melihat anak anaknya kebingungan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari gara gara tidak ada biaya?

Asuransi Jiwa pada dasarnya berkaitan dengan keberadaan seseorang, di mana resiko finansial orang itu diambil alih pada saat terjadi kematian dini tidak terduga. Ini disebut sebagai “manfaat meninggal” atau “death benefit” yang disediakan – tapi, tentunya kita sendiri tidak menghidupi kondisi itu, karena kita sudah meninggal. Bagaimana dengan resiko yang kita hadapi saat kita sendiri masih hidup?

Pada kenyataannya, beban yang terjadi saat kita mengalami musibah dan masih tetap hidup seringkali justru lebih menyengsarakan orang-orang di sekitar kita. Bukan suatu peristiwa aneh, ketika seseorang mengalami penyakit kritis seperti terkena stroke – pecahnya pembuluh darah di otak – kemudian menjadi orang lumpuh yang menuntut semua perawatan, seringkali tanpa ada harapan sembuh.

Demi menunjang kehidupan, keluarga memakai seluruh daya finansial yang ada, menghabiskan tabungan dan mencairkan seluruh aset. Jadi tidak heran jika sebuah penelitian dari WHO menunjukkan setiap tahun di seluruh dunia ada 100 juta orang menjadi miskin karena membayar biaya kesehatan.

Resiko apa saja yang dapat diasuransikan
Sepanjang hidup manusia selalu dihadapkan kepada kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan lenyap atau berkurangnya nilai ekonominya . Ini mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan keluarganya atau orang lain yang berkepentingan. Dengan kata lain, manusia selalu menghadapi peristiwa yang akan menimbulkan resiko dalam kehidupannya sebagai berikut;

(1) Meninggal dunia (death) baik secara alamiah (natural death) maupun meninggal pada usia muda karena sakit, kecelakaan (accidental death) dan lain sebagainya.

Ada sebuah keluarga kecil, ayahnya bekerja sebagai tukang ojek yang berangkat mulai pagi dan pulang saat malam. Tiba-tiba saat bekerja, ayah tersebut mengalami kecelakaan yang membuat dia cacat dan tidak bisa bekerja. Apa yang harus diperbuat istri menghadapi hal tersebut?

Jika ayah tersebut sudah punya asuransi yang menangani misalnya dari Jasa Rahaja mungkin bisa, namun apakah kebutuhan untuk mengganti kebutuhan keluarga akan terpenuhi?

Menghadapi problem tersebut maka ayah tersebut harus membeli asuransi khususnya yang memiliki manfaat memberikan uang cash jika ayah tersebut kecelakaan dan cacat tetap total. Berapa besar santunan manfaat uang cash tersebut, bisa dirancang mulai Rp 100jt sampai Rp 500jt sesuai kemampuan keuangan ayah untuk bayar premi.

Seandainya ayah yang tertimpa kecelakaan tersebut memiliki asuransi yang mampu mengganti biaya kebutuhan sehari-hari maka dia bisa tenang bekerja. Tidak kawatir terhadap nasib keluarganya.

(2) Cacat tubuh (disability) karena sakit atau kecelakaan.
Jika seseorang menderita cacat total dan tetap, mereka tidak dapat bekerja lagi secara permanen sehingga tidak memperoleh penghasilan sama sekali untuk menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya.

(3) Penyakit kritis
Ada sebuah keluarga yang sebelumnya bahagia hidup berkecukupan, suatu saat problem yang tidak disangka-sangka datang. Ayahnya terserang jantung sehingga mengharuskan perawatan di rumah sakit. Mau gak mau, biaya harus disiapkan oleh istri.

Jika saat sebelum kejadian serangan jantung, si Ayah sudah punya polis asuransi yang memiliki manfaat santunan uang tunai sebesar Rp 500jt atau Rp 1 Milyar, problem tersebut terbantu. Biaya akan terbantu.

Uang tunai tersebut bisa buat perawatan atau menambah modal untuk usaha sang Ibu yang harus bekerja sendirian.

(4) Umur tua (old age) / Pensiun
Peristiwa hari tua pasti akan terjadi, tetapi berapa lama kehidupan hari tua tersebut berlangsung, tidak bisa diketahui dengan pasti.

 

Info pendaftaran Polis Asuransi dengan manfaat lengkap yakni manfaat santunan uang tunai jika terkena sakit kritis (jantung, kanker, stroke, dll) bisa menghubungi saya, 

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Tabel Baru Ambil UP Jiwa Rp 2,5 Miliar Tanpa Medis

Allianz Life Indonesia terhitung mulai tanggal 18 September 2017, menerapkan tabel tes medis baru untuk pengajuan asuransi jiwa individu. Dengan tabel baru ini, batas tanpa tes medis mengalami kenaikan dari sebelumnya 2M menjadi 2,5M untuk usia 18 sd 45 tahun.

taproKetentuan ini berlaku untuk calon nasabah yang sehat tanpa riwayat sakit, yang dinyatakan melalui jawaban pertanyaan di SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa). Jika ada riwayat sakit, tetap ada kemungkinan diminta tes medis berapa pun UP yang diambilnya.

Kenaikan batasan non-medical test ini tentunya akan semakin memudahkan para nasabah maupun calon nasabah untuk memperoleh uang pertanggungan yang besar di Allianz. Aturan ini berlaku baik untuk produk syariah maupun konvensional, dan penghitungan UP untuk keduanya dipisah.

Selengkapnya tabel tes medis terbaru bisa dilihat di tabel di bawah:

Tabel Tes Medis untuk Dewasa (Usia 18-70 Tahun)

 

Tabel tes medis 2017 1

 

Tabel Tes Medis untuk Anak (Usia 0-17 Tahun)

Tabel tes medis anak

Keterangan dan Rincian Tipe Tes Medis

Tabel tes medis keterangan

Catatan

  • Ketentuan pada tabel di atas berlaku mulai 18 September 2017.
  • Karena sekarang UP penyakit kritis bisa lebih besar dari UP jiwa, maka penentuan tes medis dilihat berdasarkan total UP jiwa atau total UP penyakit kritis, mana yang lebih besar.
  • Total UP jiwa mencakup: Asuransi dasar/total Payor (mana yang lebih besar) + Term Life.
  • Total UP penyakit kritis mencakup: CI Plus + UP CI100 + CI Accelerated.
  • Status NM (Non-Medical) di hanya didasarkan pada uang pertanggungan dan usia, dan belum memperhitungkan kondisi kesehatan calon nasabah.
  • Calon nasabah yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah rawat inap, pernah operasi, punya asam urat, punya riwayat diabetes, dll), ada kemungkinan dikenakan tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan, untuk mengetahui kondisi kesehatan terbaru.
  • Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RS atau klinik yang bekerja sama dengan Allianz. Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.
  • Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya (tidak makan apa pun kira-kira mulai pukul 10 malam), boleh minum air putih.
  • Uang pertanggungan dari polis-polis sebelumnya yang belum melewati masa 2 tahun dihitung dalam penentuan tes medis. Sedangkan jika telah melewati usia 2 tahun tidak dihitung lagi.

Contoh Ilustrasi

Bagaimana mendapatkan UP 2,5M dan berapa minimal preminya untuk usia 45 tahun?

Dengan mengombinasikan UP dasar (sd usia 100th) dengan rider Termlife (sd usia 70th), preminya cukup 2,1 juta per bulan. Ilustrasinya di bawah:

Ilustrasi 2,5M NM

Keterangan:

  • Jika meninggal dunia sebelum usia 70 tahun, cair UP 2,5M + nilai investasi
  • Jika meninggal dunia setelah usia 70 tahun dan sebelum usia 100 tahun, cair UP 500 juta + nilai investasi.

Bagaimana jika ingin UP 2,5M sampai usia 100 tahun? Preminya 3,5 juta per bulan.

Ilustrasi 2,5M 100th

Premi akan lebih tinggi untuk usia di atas 45 tahun, dan bisa lebih rendah untuk usia di bawah 45 tahun. Premi juga akan lebih rendah untuk perempuan. []

(informasi disardur dari https://myallisya.com/2017/09/25/tabel-tes-medis-2017-tanpa-tes-kesehatan-hingga-up-25m/)

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, atau meminta ilustrasi, silakan menghubungi saya:

Natanael Agen Allianz Life Berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com