Category Archives: Asuransi Apa yang Cocok?

Pilih Asuransi apa Deposito?

Banyak orang lebih memilih menabung di tabungan di bank seperti deposito di bandingkan membeli asuransi.
Jika diperhatikan, menabung di bank dan membeli asuransi ada kemiripan. Yaitu sama sama seperti menabung. Setiap bulan pastinya kita akan menyisihkan sebagian pendapatan yang kita peroleh baik dari gaji maupun hasil usaha untuk disetorkan. Jika menabung di bank berupa tabungan atau deposito, ya pastinya uang yang kita sisihkan itu akan masuk ke rekening bank kita dan nilainya dapat kita lihat berupa saldo kita.
Sedangkan jika membeli asuransi, maka sebagian penghasilan kita yang disisihkan tersebut akan masuk ke perusahaan asuransi. Jika asuransi yang Anda beli adalah asuransi Tapro Allianz, maka Anda bisa mengecek nilai tunai dari polis asuransi nya secara online. Tentunya Anda harus terdaftar menjadi
Saat anda menabung di bank maka anda hanya akan mendapatkan saldo + bunga saja, tidak ada perlindungan apapun. Jika suatu saat anda terkena penyakit kritis, maka uang saldo di Bank ditambah bunganya yang jumlahnya tidak seberapa itu akan anda kuras habis untuk biaya pengobatan. Pasca pengobatan penyakit kritis tersebut maka tidak akan ada yang membantu kebutuhan financial anda lagi.
Tidak ada lagi orang yang bersedia meminjamkan uang kepada Anda karena mereka tahu Anda sudah pasti tidak bisa melunasi hutang Anda ini nantinya karena Anda sudah terkena penyakit kritis dan tidak bekerja lagi. Bagaimana cara Anda mau mengembalikan pinjaman itu? Anda juga sudah tidak bisa lagi meng apply KTA (kredit tanpa agunan) di bank karena bank pastinya akan melakukan analisa terlebih dahulu tentang pekerjaan Anda sebelum mereka mau mencairkan dana pinjaman kepada Anda.
Satu satunya pihak yang bisa membantu Anda saat itu hanya pegadaian saja dimana Anda akan menggadaikan satu persatu harta benda Anda sampai semua nya sudah ludes Anda gadaikan sehingga pada akhirnya tidak ada lagi yang bisa digadaikan. Tinggal harga diri Anda saja yang belum tergadaikan.
Memiliki asuransi sebenarnya banyak kelebihannya di banding dengan menabung pada tabungan biasa di bank atau deposito.
Di asuransi biasanya jumlah setoran perminya telah ditentukan per bulan nya misalnya Rp.500.000 per bulan atau Rp 1.000.000 per bulan. maka selama kita mengikuti program tersebut kita harus menyetor uang sebesar itu setiap bulannya, tidak kurang atau lebih. Sebagian dari premi yang kita setorkan itu akan diinvestasikan dan ini yang disebut dengan nilai tunai. Jadi jika di bank, nilai yang kita cek adalah saldo sedangkan jika di asuransi, nilai yang kita cek adalah nilai tunai nya.
Dengan memiliki asuransi  kita akan mendapatkan perlindungan terhadap jiwa, dan juga penyakit kritis dan juga kesehatan, tergantung manfaat apa saja yang kita pilih. Di asuransi Tapro Allianz, manfaat dasarnya adalah asuransi jiwa. Namun Anda juga dapat menambahkan berbagai manfaat tambahan seperti manfaat tambahan proteksi terhadap penyakit kritis, manfaat kesehatan rawat inap rumah sakit, manfaat perlindungan cacat tetap total, dan lain lain. Manfaat proteksi dan perlindungan inilah yang tidak dapat disediakan oleh bank dimana kita menabung. Deposito juga tidak memberikan manfaat perlindungan ini kepada kita.
Hanya di asuransi, kita akan ditolong pada saat kita mengalami risiko kehidupan. Hanya asuransi lah yang peduli atas penderitaan dan kemalangan yang sedang kita hadapi. Di saat tidak ada yang bisa menolong, maka asuransi bisa menolong kita di saat genting. Karena itu jangan menyepelekan asuransi.
Jika asuransi tidak bermanfaat mengapa semua orang orang kaya mau membeli asuransi? Padahal orang orang kaya itu uangnya sudah banyak di bank dan di deposito tetapi mereka tetap mau membeli dan memiliki asuransi. Bahkan premi asuransi yang mereka setorkan rata rata sangat besar jumlahnya. Bisa 10 juta per bulan atau lebih.
Buat apa? Apakah Anda berpikir orang orang kayak itu bodoh? Apakah Anda berpikir orang yang punya banyak uang itu sudah terganggu kejiwaan nya sehingga mereka dengan mudahnya membuang uang 10 jutaan per bulan sebagai setoran premi kepada perusahaan asuransi?
Asal tahu saja, orang orang kaya itu memiliki perhitungan dana kalkulasi yang sangat bagus. Mereka sudah mengukur risiko hidup mereka. Mereka sadar, sebanyak apapun uang mereka di tabungan dan deposito bank, semua nya bisa raib seketika jikalau mereka atau salah satu anggota keluarga mereka terkena penyakit kritis.
Mereka menyadari bahwa mereka bukan Tuhan. Mereka tidak dapat menentukan apakah mereka bisa terbebas dari terkena penyakit kritis atau tidak. Tidak semua hal bisa mereka kendalikan di dunia ini meskipun mereka memiliki uang yang banyak.
Salah satu nya ya risiko sakit, terkena penyakit kritis atau risiko meninggal dunia. Oleh sebab itu, urusan memanage risiko itu mereka serahkan kepada yang ahlinya yaitu perusahaan asuransi. Dan satu satunya perusahaan asuransi yang terpercaya dan bisa diandalkan adalah Allianz.
Jika kita sudah memiliki asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit dan kemudian kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya sebesar 10 juta misalnya, maka pihak asuransi akan membayar biaya rumah sakit tersebut tanpa mengurangi jumlah nilai tunai kita. Sementara jika menabung di tabungan biasa atau deposito pastinya tabungan kita akan berkurang sebesar 10 juta untuk membayar biaya rumah sakit tersebut karena kita bayar sendiri pakai uang pribadi kita.
Juga jika nasabah meninggal dunia, maka pihak asuransi juga akan memberikan uang santunan kepada ahli waris dari si nasabah (istri atau anak atau saudara kandung atau orang tua) dengan jumlah yang telah ditentukan tanpa mengurangi nilai tunai kita juga. Anda cukup membayar premi setiap bulan dan anda akan terproteksi seumur hidup (100 tahun) dan keluarga Anda juga berhak atas uang pertanggungan saat Anda meninggal.
Contoh jika Anda meninggal dunia maka keluarga yang Anda tinggalkan akan mendapatkan uang santunan misalnya 500 juta, 1 Milyar, 2 Milyar, 10 Milyar tergantung berapa besar uang santunan yang Anda inginkan di saat Anda membeli asuransi.
Selain itu jika hasil investasi dari nilai tunai yang ada di polsi asuransi Anda dalam jangka panjang juga dapat memberikan imbal hasil yang besar seperti hingga mencapai kurang lebih 10%/tahun yang tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri juga, dibandingkan bunga tabungan biasa di bank atau deposito yang hanya berkisar 3-4%(setelah dikurangi pajak tabungan sebesar 20%) per tahun. Nilai tunai yang ada di dalam polis asuransi Anda ini juga semua nya akan dikembalikan kepada ahli waris/ keluarga Anda.
Coba bandingkan dengan tabungan biasa di bank atau deposito. Di saat Anda meninggal maka satu satu nya warisan yang bisa Anda berikan kepada keluarga Anda hanya sisa saldo + bunga yang ada di tabungan/ deposito Anda di kala itu. Jika jumlahnya kecil dan tidak seberapa maka segitu saja yang akan diberikan ke Anda.
Sebenarnya uang itu bukan diberikan oleh bank karena toh itu adalah hak Anda karena uang itu adalah uang si almarhumah sendiri yang ditabung di bank tersebut. Nilai tambah yang diberikan oleh pihak bank hanya berupa bunga yang besarannya juga ditentukan oleh nilai saldo yang Anda tentukan tersebut yang pastinya nilainya juga tidak seberapa. Mana cukup untuk menghidupi keluarga yang ditinggalkan kelak sepeninggal si almarhumah.
Saat anda memiliki asuransi Tapro Allianz, dan tiba-tiba anda mengalami terkena penyakit kritis atau meninggal dunia, Anda atau ahli waris Anda akan mendapat uang pertanggungan cash ratusan juta/milyaran rupiah (tergantung besarnya premi dan manfaat yang diambil). Bisakah bank di tempat Anda menabung memberikan uang santunan kepada Anda dikala Anda mengalami kemalangan seperti itu? Boro boro

Begitu pula dikala Anda sakit atau mengalami kecelakaan, Anda juga tidak perlu takut dan repot jika Anda harus opname di rumah sakit. Anda cukup menunjukkan kartu kesehatan Allianz Hospital & Surgical Plus yang berlaku di seluruh rumah sakit rekanan Allianz yang tersebar hampir di seluruh provinsi di indonesia.

Bahkan jika polis asuransi Anda dilengkapi manfaat payor maka setelah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total maka Anda akan mendapatkan fasilitas bebas premi dimana premi asuransi yang Anda bayarkan setiap bulan setorin dan dibayarin oleh perusahaan asuransi sampai Anda berusia 65 tahun. Misal premi yang Anda bayarkan adalah sebesar Rp.2.000.000 setiap bulan, maka jumlah sebesar ini akan disetorkan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi anda sampai anda berusia 65 tahun.

Nilai tunai /tabungan anda tidak terganggu sama sekali dan anda mendapatkan keuntungan dari hasil investasi saldo nilai tunai anda. Apakah Bank bisa melakukan seperti ini?

(Artikel ini disadur dari : http://www.asuransi-jiwa.org/pilih-memiliki-tabungan-seperti-deposito-atau-memiliki-asuransi/

Untuk pendaftaran polis Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Email: natanael.allianz@gmail.com

Asuransi bukanlah Masalah Untung-Rugi

Contoh kasus.  Berdasarkan tabel premi sakit kritis 1 Miliar, maka untuk profil:

Pria 30th.

Premi = 500rb perbulan

Manfaat:

UP dasar       = 200 juta

UP 49 sakit kritis   = 500 juta

UP 100 sakit kritis     = 500 juta

(Total UP sakit kritis = 1 Miliar)

Manfaat payor

 

Saya setor premi 500 ribu perbulan, dalam 10 tahun berarti saya keluar dana 60 juta untuk dapat proteksi sakit kritis sebesar 1 Miliar.  Jika dalam 10 tahun itu saya tidak sakit kritis, UPnya tidak cair ya? Wah, saya rugi 60 juta dong ya….

 

Penjelasan:

Pertama, meluruskan pemahaman bahwa Asuransi = proteksi.

Asuransi bukanlah masalah untung-rugi.  Menjadi untung, jika sudah beli asuransi, lalu terjadi sakit kritis, ada Uang Pertanggungan yang cair.  Menjadi rugi, jika sudah beli asuransi, tapi tidak terjadi sakit kritis, tidak ada Uang pertanggungan yang cair, premi yang dibayarkan menjadi “terasa” hangus.

Mari kita sama-sama meluruskan pemahaman ini.  Mari kita membuka wawasan diri dengan pemahaman yang lebih baik, yaitu bahwa Asuransi Jiwa adalah salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga Anda.  Jika Anda sudah mengatur pos-pos pengeluaran rutin bulanan, kini saatnya Anda menambah alokasi pos untuk premi asuransi.  Tidak ada dana lebih untuk asuransi?  Tidak masalah, Anda bisa mengurangi biaya di pos “gaya hidup”.  Kurangi biaya “gaya hidup” Anda, untuk memaksimalkan biaya hidup.  Lebih detil untuk ini, silahkan googling ya.

Memiliki asuransi jiwa merupakan ikhtiar/upaya untuk menyiapkan dana tunai jumlah besar, dengan menyisihkan hanya sebagian kecil dari penghasilan Anda.  Setuju ya?

Kedua.  Kita tidak pernah tau apakah resiko hidup tersebut (contohnya: sakit kritis) akan datang pada kita?  Bisa ya, bisa tidak.  Kita tidak pernah tau kapan resiko tersebut bisa terjadi?  Mungkin saat usia senja, mungkin malah saat usia produktif.  Kita juga tidak bisa pilih-pilih resiko, maunya kalau sakit tuh hanya sakit pilek saja lah, sakit jantung stroke kankernya terjadi kepada si Fulan saja….  Kita tidak bisa seperti itu.  Menjadi sakit adalah takdir Allah SWT yang tidak bisa ditolak, harus diterima, dan tetap disyukuri.

Yang bisa kita siasati di awal adalah bagaimana strategi kita dalam mengatur rencana keuangan keluarga kita (baca kembali poin pertama).

Lanjut.  Katakanlah usia Anda saat ini 30th.  Anda menerapkan pola hidup sehat, sehingga sampai usia 40 tahun kondisi kesehatan Anda tetap prima.  Hal ini wajar bukan?  Secara umum diketahui bahwa usia non produktif itu adalah setelah masa pensiun, sekitar usia 55 tahun lebih.  Secara umum, justru pada usia senja tersebutlah baru muncul gejala penurunan kondisi kesehatan.  Ini juga dianggap wajar, karena demikianlah yang terjadi di sekitar kita.

Nah, yang dianggap belum wajar itu yang bagaimana?  Yaitu yang mengalami gejala penurunan kondisi kesehatan pada usia produktif!  Belum bisa dianggap wajar, namun saat ini faktanya demikian.  Contoh yang semua orang tau, tentunya kisah hidup artis muda Indonesia.  Masih muda, namun sudah mengalami sakit kritis.

Anda sudah menerapkan pola hidup sehat, tapi lingkungan sekitar tidak mendukung.  Menjamurnya restoran cepat saji, outlet penjual kopi, makanan instan yang mudah didapat di warung dekat rumah, sayur dan buah organik yang harganya malah lebih mahal, pola hidup tetangga Anda yang kurang sehat, tetangga Anda buang ludah sembarangan, dan sebagainya…  Hal sepele, namun sedikit banyak tentu bisa memberikan dampak juga bagi kesehatan Anda.

Hal penting untuk dipertimbangkan:

Jika selama ini Anda menyisihkan sedikit dari penghasilan Anda untuk ditabung, atau diinvestasikan, pasti tujuannya untuk kebahagiaan Anda, bukan?  Untuk masa depan anak, pendidikan anak, liburan, perjalanan ibadah, dll.  Sudahkah Anda menyisihkan sedikit penghasilan Anda untuk tujuan meminimalkan dampak buruk keuangan keluarga Anda, jika terjadi resiko hidup yang tidak diinginkan?  Inilah yang dimaksud dengan asuransi sebagai salah satu bagian dari beberapa rencana keuangan keluarga.

Jika dalam 10 tahun ke depan, Anda tidak mengalami sakit kritis, Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Sungguh, saya pun selalu mendoakan agar saya dan semua nasabah saya senantiasa diberi nikmat kesehatan oleh Allah, agar kita semua dapat beraktifitas, dapat berkarya, dapat berpenghasilan, dapat menyisihkan penghasilan untuk ditabung.  Aamiin…  Semua hasil dari upaya yang kita kerjakan adalah bertujuan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, bagi diri kita dan anak-anak kita.  Setuju ya?

Ketiga, pemahaman tentang konsep asuransi jiwa Syariah.  Pada asuransi Syariah, premi yang disetorkan kepada Perusahaan Asuransi (sebagai pengelola dana) adalah Dana Tabarru atau Dana Kebajikan.  Semua peserta asuransi Syariah mengeluarkan dana tabarru.  Dana Tabarru ini dikumpulkan dalam rekening terpisah yaitu rekening Tabarru.  Jika seorang nasabah mengalami resiko, maka diambillah Dana Tabarru ini sebagai Uang Pertanggungan.  Memiliki asuransi syariah, artinya secara otomatis kita melakukan sedekah rutin setiap bulannya (mengikuti cara bayar), dan juga bisa ikut membantu peserta lain yang tertimpa musibah.

sumber: https://proteksikita.com/2017/08/01/kehilangan-sedikit-atau-kehilangan-banyak-yang-mana-pilihan-bijak-anda/

Pendaftaran dan informasi hubungi:

Natanael Agen Allianz life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Tinjauan Dua Pilihan Produk Asuransi Kesehatan Syariah dari Allianz

“Pak, di Allianz ada produk asuransi kesehatan?” tanya seseorang lewat telepon.

“Tentu saja, ada, ingin asuransi kesehatan yang bagaimana?” saya balik bertanya.

“Mau asuransi kesehatan yang murni atau unit-link?” Tanya saya.

“Asuransi kesehatan yang murni nama produknya Allisya Care, tanpa investasi, bayar preminya tahunan saja, dan bisa menyertakan anggota keluarga dalam satu polis. Sedangkan asuransi kesehatan yang unit-link nama produknya Hospital and Surgical Care + (HSC+), rider pada unit-link Tapro Allisya Protection Plus, ada investasinya, ada asuransi jiwanya, bayar preminya bisa bulanan, dan satu polis hanya bisa untuk satu orang. ”

“Berapa preminya?” Ini pertanyaan yang lazim diajukan calon nasabah. Sayangnya pertanyaan ini tidak bisa dijawab langsung dengan angka.

“Premi tergantung usia, jenis kelamin, dan plan kamar yang diambil.” Masih ada beberapa faktor lain yang memengaruhi premi, tapi biar saya sampaikan yang pokok dulu.

Calon nasabah yang sudah mengerti akan mengajukan pertanyaan yang lebih terarah. “Berapa preminya jika saya ambil Tapro Allisya dengan rider HSC plan kamar 1 juta, usia 35 tahun, laki-laki, tidak merokok, pekerjaan manager?”

Untuk pertanyaan ini jawabannya yakni, misal: “Preminya 1 juta per bulan.” Ini dengan asumsi calon nasabah hanya meminta rider HSC plan 1 juta dengan UP jiwa yang minimal dan tanpa rider lain.

Demikian pula jika yang ditanyakan calon nasabah adalah produk Allisya Care: “Berapa preminya per tahun jika saya ambil plan H (kamar 1 juta), untuk saya usia 35 tahun dan istri usia 34 tahun?” Dengan mudah saya tinggal menghitung di aplikasi dan menjawab, “Preminya 9.702.250 setahun untuk berdua.” Jika dia minta ilustrasi, tinggal saya kirim via email.

“Apakah asuransi ini bisa untuk rawat jalan?” Kadang ditambah dengan rawat gigi dan persalinan.

Jawaban saya “Belum”. Rawat jalan yang tersedia hanya jika berkaitan dengan rawat inap, misalnya sebelum dan sesudah rawat inap, atau jika disebabkan kecelakaan.

“Bagaimana jika ingin ditambah rawat jalan?”

Untuk Allisya Care, jika ingin ditambah rawat jalan, preminya nambah lagi, dan tambahannya lebih besar daripada premi rawat inap untuk plan yang sama. Tidak disarankan. Sedangkan untuk rider HSC+, tidak bisa ditambahkan rawat jalan.

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih detail tentang dua produk asuransi kesehatan syariah yang tersedia di Allianz Life Indonesia.

1. Allisya Care

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat. Jika biaya yang dikenakan rumah sakit lebih besar dari plafon, nasabah harus membayar kekurangannya secara tunai sebelum pulang dari RS.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rawat Inap

Sedangkan tabel preminya bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Premi Allisya Care

Sebagai contoh, jika seorang wanita usia 32 tahun mengambil paket rawat inap plan D, dia cukup membayar premi 2.046.000 setahun, ditambah administrasi dan meterai 36 ribu, total 2.082.000 setahun.

Jika pesertanya sekeluarga, maka preminya dihitung per orang sesuai usianya, lalu ditambahkan dan dipotong diskon keluarga 5%. Misalnya ada 4 peserta dan mereka ambil plan E (kamar 500rb), maka:

  1. Suami usia 35 tahun. Premi 2.516.000
  2. Istri usia 33 tahun. Premi 2.812.000
  3. Anak pertama perempuan usia 7 tahun. Premi 2.245.000
  4. Anak kedua laki-laki usia 5 tahun. Premi 2.245.000

Total premi untuk 4 orang: 9.818.000.

Dipotong diskon keluarga 5% (490.900): 9.327.100

Ditambah admin dan meterai 36.000, maka premi yang harus dibayar adalah 9.363.100 setahun.

Premi Allisya Care hanya bisa tahunan, tidak bisa bulanan, atau triwulanan, atau semesteran.

Selengkapnya mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

2. Rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +)

HSC+ memiliki manfaat yang mirip dengan Allisya Care, dengan beberapa tambahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat HSC

Mengenai preminya, rider HSC+ tidak memiliki tabel premi, karena tergantung juga pada besarnya UP dasar dan rider lainnya.

Sebagai gambaran, premi 1 juta per bulan bisa mendapatkan manfaat rider HSC+ plan kamar 1 juta, untuk pria-wanita usia 50 tahun ke bawah.

Ilustrasi HSC+ usia 50

Tabel manfaat rider HSC+ plan 1000 bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Manfaat HSC+ Plan 1jt

Selengkapnya mengenai rider HSC+ bisa dibuka di SINI.

Perbedaan dan Persamaan antara Allisya Care dan Rider HSC+

Keterangan Allisya Care Rider HSC+
Jenis produk Asuransi murni, berdiri sendiri Rider pada unit-link Tapro Allisya
Kontrak Tahunan, bergaransi perpanjangan Mengikuti produk dasar
Polis keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 15 hari sd 60 tahun 30 hari sd 60 tahun
Masa perlindungan Sd usia 70 tahun Sd usia 70 tahun
Manfaat khusus Tidak ada Kemoterapi, Dialisis, Fisioterapi
Rider Rawat jalan, Rawat gigi, Persalinan, Santunan harian Tidak ada
Masa tunggu penyakit biasa Tidak ada masa tunggu Masa tunggu 30 hari
Masa tunggu penyakit khusus 12 bulan 12 bulan
Pre-existing diseases Dikecualikan selamanya Dikecualikan selamanya
Periode pembayaran premi Tahunan Bisa bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, mengikuti produk dasar
Plan kamar 100 ribu sd 1 juta 100 ribu sd 2 juta
Inner limit Ada Ada
Fasilitas kartu cashless Ada Ada
Jaringan rumah sakit Admedika-Individu Admedika-Individu

Sumber: 2-pilihan-produk-asuransi-kesehatan-syariah-dari-allianz/

Untuk pembuatan ilustrasi, silakan menghubungi:

Natanael, Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Akhirnya Klaim Santunan Flexicare Family Cair

Lega rasanya mendengar beberapa nasabah saya berhasil klaim untuk santunan harian Rp 1,5jt yang dirawat di rumah sakit lumayan mahal yakni National Hospital Surabaya.

“Sudah sembuh pak anaknya?” tanyaku saat itu.

“Iya terimakasih Pak Natan,”

“Sudah cair ya claime santunannya? Syukurlah pak semoga bisa membantu meringankan beban finansial keluarga.” jawabku menghibur.

Di Asuransi Allianz memang memiliki santunan bernama flexicare family yang bisa memberi santunan perhari Rp 1,5jt. Wah bisa buat tambahan income dan meringankan beban finansial keluarga yang sakit. Bisa buat rawat jalan untuk bayar dokter, dan bisa buat yang lain.

Walaupun santunan ini kadang dimanfaatkan sebagian pemain asuransi tapi jika hal ini tidak ada, saya tidak bisa membayangkan. Tinggal pihak asuransi yang harus selektif menyeleksi niat jahat nasabah.

Anda bisa membaca tentang ini sakit-dapat-rejeki-rp15jt-hari-bisa-dobel-klaim-lagi-mau/

 

Pendaftaran asuransi dengan manfaat income hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Mengenal Gejala dan Jenis Penyakit Paru-Paru Basah

gejala paru

(sumber: cantik.tempo.co/ 20/12/2016)

Terkena sakit paru-paru membuat kita tidak dapat melakukan aktifitas kerja seperti biasa. Bagi sistem pernapasan, paru-paru merupakan organ yang penting sehingga kita wajib menjaga agar organ tersebut berfungsi secara normal.  Penyebabnya misalnya, polusi udara, naiknya asam lambung, atau bau asap sampah dan beberapa hal lainnya.

waspadai-7-tanda-paru-paru-yang-bermasalah

(Sumber: merdeka.com/27/01/ 2014)

Jika penyakit paru-paru menyerang. kita harus cepat mengatasinya. Sayangnya banyak orang tidak mengenal, apakah yang menyerangnya itu penyakit paru-paru. Coba perhatikan beberapa gejala paru-paru bermasalah berikut ini

  • 1. Mengalami Napas Pendek

    Jika Anda mulai merasakan bahwa pernapasan Anda tidak bisa panjang alias pendek-pendek, hal ini bukan hanya sekadar faktor usia yang menua. Bisa jadi napas pendek-pendek tersebut adalah gejala dari sakit paru-paru seperti COPD atau yang juga dikenal dengan nama Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Saat napas pendek-pendek terjadi, maka penderita biasanya akan mengurangi aktivitas dan memilih untuk banyak beristirahat.

    2. Pusing yang Dialami Setiap Pagi

    Paru-paru yang bermasalah salah satu gejalanya adalah mengalami sakit kepala yang terjadi khususnya setiap pagi tepat setelah bangun tidur. Hal ini bisa terjadi ketika pernapasan Anda tidak bisa dilakukan secara dalam-dalam saat sedang tidur. Gejala ini ada hubungannya dengan gejala yang pertama disebutkan, napas pendek-pendek.

    3. Kesulitan Tidur

    Sulit tidur juga bisa menjadi gejala paru-paru yang bermasalah, apalagi bila Anda terlalu sering menumpuk bantal dengan tujuan supaya dapat menambah kenyamanan untuk bernapas. Beberapa orang yang mengalami kesulitan tidur karena pernapasan terganggu pun akan memilih tidur di kursi supaya lebih baik. Ketika Anda memutuskan untuk tidur telentang dengan tidak memakai bantal dan dengan posisi lurus, maka hal ini akan membuat kinerja paru-paru menjadi lebih keras.

    4. Bibir dan Kuku Berwarna Biru

    Kondisi kuku dan bibir yang berwarna biru juga bisa menjadi tanda bahwa paru-paru Anda sedang tidak sehat. Saat paru-paru mengalami masalah, maka otomatis ini menjadikan peredaran oksigen ke seluruh tubuh menjadi kurang sempurna dan dapat memicu bagian tubuh tertentu berwarna biru, seperti kuku dan bibir. Ketika oksigen dapat dibawa oleh darah, warnanya jelas akan cerah merah, sementara darah yang kurang oksigen dapat menjadi kebiruan dan bahkan gelap. Warna kebiruan ini akan tampak di sekitar mata, gusi dan juga bibir pada orang yang kulitnya gelap.

    5. Dada Tong

    Mungkin Anda sudah pernah mendengar akan istilah barrel chest, yaitu saat paru-paru menjadi bengkak dan ini juga bisa disebut dengan dada tong. Postur tertentu kemudian terbentuk pada tubuh Anda dan hal ini akan segera dapat diketahui oleh dokter saat ia menyuruh Anda mengangkat kedua tangan sambil menarik napas. Gejala ini dapat memicu pembengkakan pada paru-paru dan diafragma akan terdorong ke bawah.

    Apabila benar gejala ini adalah gejala COPD, maka Anda perlu melihat dan mengecek apakah dinding dada membesar sedangkan otot dada, iga dan otot leher akan melemah. Itulah mengapa orang yang mengalami paru-paru bermasalah cenderung memilih atau kebiasaan berposisi duduk dengan postur menjorok ke depan. Atau kalau tidak, ia akan duduk dengan lutut di depan dada dalam keadaan ditekuk.

    6. Membengkaknya Bagian Kaki

    Tanda bahwa paru-paru Anda bermasalah bisa juga dengan pengalaman di mana pergelangan kaki membengkak. Karena jantung dan paru-paru saling berkaitan satu sama lain, maka gejala pembengkakan seperti ini bisa jadi menunjukkan bahwa Anda tengah mengidap penyakit jantung. Teorinya, oksigen tidak bisa didapat tubuh secara cukup saat paru-paru bermasalah dan ini menjadikan kemampuan jantung untuk memompa pun akan melemah sehingga cairan akan menumpuk di bagian kaki yang kita sebut dengan kondisi bengkak.

    7. Batuk-batuk

    Batuk jika terjadi dan dialami dalam frekuensi yang terlalu sering, maka Anda seharusnya patut mencurigai kondisi tubuh Anda. Penyebab batuk berdahak sesekali saja bisa jadi memang batuk biasa, namun ketika sudah terlalu sering dan bahkan seolah-olah batuk tersebut susah sembuh yang juga datang secara bertubi-tubi tiada jeda, paru-paru Anda jelas sedang bermasalah. Seringnya batuk dapat menjadi tanda bahwa saluran bronchial Anda mengalami peradangan di mana menjadikan sisi elastisnya menurun. (sumber: gejala-paru-paru-bermasalah)

    Setelah mengetahui gejala di atas, kita dapat segera mengambil tindakan cepat, sebelum kita terkena masalah paru-paru. Namun, bagi pemilik Asuransi Kesehatan SmartHealth Maxi Violet, kita tidak perlu khawatir dengan biaya pemeriksaan dan perawatannya. Asuransi kesehatan SmartHealth Maxi Violet akan menanggung biaya pengobatan selama penyakit tidak termasuk dalam kondisi Pre-Existing Condition atau penyakit yang telah ada sebelumnya dan perawatan dilakukan sesuai plan.

  • Namun jangan khawatir jika punya Asuransi Kesehatan Smartmed Premier yang maksimal, terutama menanggung penyakit Pre-Existing Condition atau penyakit/luka yang telah ada sebelumnya. Kelebihannya, pembayaran sesuai tagihan kwitansi rumah sakit.

Info untuk konsultasi gratis hubungi:

Natanael Konsultan Asuransi

HP/WA 08113436830

email. natanael.albertus@gmail.com

 

Jika Sakit dapat Uang, Itulah Asuransi

Suatu ketika saya dihubungi orang yang baru saya kenal, munkin sempat membaca artikel saya tentang “Sakit dapat Inceme Rp 1,5jt perhari.”

“Pak, saya mau sakit dapat uang,” Begitulah isi pesan yang saya baca di WA.

“Baik pak silahkan!” balasku spontan agak lucu kedengarannya.

“Sekarang saya sakit, darah tinggi kambuh!”

“Lho, kalau sudah sakit ya bagaimana mau klaim. Yang saya infokan itu program asuransi dari Allianz, pak”, jawabku agak geli mendengar pertanyaan orang ini. Sudah sakit kok baru minta income. Ciri orang kebanyakan ya begini, kalau sudah sakit baru butuh.

Asuransi itu sederhana:

  • Kalau sakit dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau meninggal (ahli waris) dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau kecelakaan atau cacat lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau rumah kebakaran dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau mobil tabrakan lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau barang kiriman hilang lalu dapat uang, itulah asuransi.

Sakit, meninggal, kecelakaan, cacat, kebakaran, tabrakan, kehilangan barang semuanya memiliki kesamaan, yaitu:

  • Tidak diinginkan
  • Tidak bisa diketahui waktunya
  • Jika terjadi, dibutuhkan uang.

Memang uang bukan satu-satunya yang dibutuhkan pada saat terjadi risiko yang tidak diinginkan. Tapi uang adalah salah satu yang dibutuhkan. Dan asuransi menyediakan uang pada saat dibutuhkan itu. Asuransi adalah perlindungan keuangan.

Uang yang dilindungi lewat asuransi bisa berbentuk uang tunai, tabungan, emas, properti, surat berharga, keterampilan/keahlian, dan penghasilan. Semua itu adalah hasil usaha kita, yang bisa saja tiba-tiba hilang atau berkurang karena suatu musibah yang tidak diinginkan.

Asuransi tidak bicara tentang kalau sehat dapat uang. Itu bukan asuransi. Kalau sehat, seharusnya anda tidak perlu bingung. Yang pantas bikin bingung itu kalau sakit.

Kalau sehat, anda bisa bekerja dan dari situ anda dapat uang. Kalau sehat dan bisa bekerja, seharusnya anda bisa menabung atau berinvestasi dan dari situ uang anda tambah banyak.

Hasil investasi anda bisa digunakan untuk sekolah anak, rumah, barang-barang, liburan, ibadah haji, hingga pensiun. Semua itu adalah kondisi sehat yang memerlukan uang. Bukan hanya sakit yang butuh uang. Kondisi sehat pun butuh uang. Tapi cara mendapatkannya bukan lewat asuransi.

Jika kondisi sehat saja butuh uang, apalagi kondisi tidak sehat?

Jadi, ambillah asuransi segera, ketika anda sehat dan punya uang untuk membayarnya.

Asuransi itu uang kecil. Sangat kecil dibanding uang besar yang dilindunginya. Uang asuransi mungkin hanya sekitar 10% dari penghasilan anda. Tapi uang yang 10% ini bisa melindungi 100% uang anda dan aset-aset yang anda kumpulkan selama bertahun-tahun. (Baca juga: sakit-dapat-uang-mau/

“Wah, saya ingin income pak, tapi gak mau di opname (rawat inap)”, jawabnya agak protes.

“Syarat agar santunan (uang) dari Allianz bisa cair, bapak harus daftar polis Allianz kemudian satu bulan berikutnya jika sakit harus opname (rawat inap), begitu pak,” jawabku.

Begitulah sedikit cerita yang menggelikan tentang orang yang ingin di beri santunan tapi ingin enaknya saja tidak mau di opname.

Konsultasi lebih detail hubungi:

Natanael (agen Allianz life)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Kalau Tujuannya Investasi Jangan Ambil Asuransi. Ini Perbedaanya!

Uang selalu kita butuhkan, tentu saja untuk kebutuhan yang penting, misalnya makan, bayar listrik, air, spp anak, belanja istri, dll.

Secara garis besar, keutuhan uang di masa yang akan datang bisa dikelompokkan menjadi dua macam.

  1. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui. Contoh: kelahiran anak, pendidikan anak (jika anak belum sekolah), liburan, perjalanan ibadah, dan pensiun.
  2. Kebutuhan uang untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Contoh: sakit rawat inap, sakit kritis, cacat tetap, dan meninggal dunia.

Dua kebutuhan ini berbeda cara memenuhinya. Untuk kejadian yang waktunya bisa diketahui, cara memenuhinya adalah dengan menabung atau investasi. Sedangkan untuk kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui, cara memenuhinya ialah dengan asuransi.

Perbedaan antara menabung/investasi dengan asuransi adalah menabung/investasi butuh waktu untuk menjadi besar, sedangkan asuransi relatif tidak butuh waktu.

Jika anda menabung atau berinvestasi sebesar 1 juta per bulan, dalam satu tahun uang anda menjadi kurang-lebih 12 juta. Sedangkan untuk menjadi 1 miliar, setidaknya dibutuhkan waktu 80 tahun.

Tapi berbeda dengan asuransi. Jika kita mendaftar polis asuransi jiwa senilai 1 miliar dengan premi misalnya 1 juta per bulan, maka begitu pengajuan polis disetujui, hari itu juga uang 1 miliar sudah tersedia. Jika, maaf, anda meninggal keesokan harinya, uang 1 miliar berhak diterima ahli waris anda. Untuk jenis asuransi lain ada yang dikenakan masa tunggu, misalnya 3 bulan pada asuransi penyakit kritis, atau 12 bulan untuk penyakit tertentu pada produk asuransi kesehatan rawat inap. Tapi tetap saja, dibandingkan menabung sendiri, masa tunggu ini jauh lebih singkat.

Itulah sebabnya asuransi cocok untuk mengantisipasi kebutuhan dari kejadian yang waktunya tidak bisa diketahui. Sebab jika hanya mengandalkan tabungan, bagaimana jika musibah terjadi saat tabungan belum mencukupi? Tentu akan timbul masalah keuangan. Bahkan jika pun tabungan mencukupi, biasanya orang tidak rela jika hasil kerja bertahun-tahun habis begitu saja diserahkan ke dokter dan rumah sakit.

Jadi intinya jika kita membeli polis asuransi itu jangan berpikiran investasi. Jika ingin investasi dengan return tinggi jangan beli asuransi. Asuransi hanya untuk hal yang sifatnya sulit diduga.

Sumber artikel: kebutuhan-uang-di-masa-depan-dan-solusinya/

 

Untuk konsultasi GRATIS mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Allianz Life tinggal di Surabaya)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com