Category Archives: Asuransi apa yang kita butuhkan

Mau Uang Cash 1M ?

Mari baca artikel yang satu ini, artikel ini disadur dari presentasi oleh Pak Venny Wantouw, senior kami di Allianz, beliau sudah melanglang buana di dunia asuransi lebih dari 10 tahun.

Pak Venny Wantouw mengatakan :
Always Listening, Always Understanding

Slogan di atas mungkin tidak asing bagi teman-teman, yap, betul itu adalah slogan salah satu perusahaan terkemuka. Dan memang ternyata slogan tersebut sangat tepat, karena kunci dari segalanya adalah mendengarkan orang lain.

Selling is asking the right question

Ini adalah kata-kata kunci yang sering dipakai oleh Ibu Liem Lie Sia. Jadi, supaya kita bisa bertanya pertanyaan yang tepat, kita harus bisa mengerti kebutuhan orang lain, dengan cara mendengarkan.

Ada dua pertanyaan yang terlihat sederhana, namun mengena:

Tanyakan kepada orang yang Anda cintai, pilih mana:

Diwariskan hutang atau Uang cash 1M ?

Tanyakan kepada diri Anda sendiri, pilih mana:

Jual harta atau dapat Uang cash 1M ?

Kalau saat ini Anda sedang duduk bersama pasangan Anda, coba tanyakan pertanyaan pertama.

Kalau saat ini Anda sedang sendirian, tanyakan ke diri sendiri pertanyaan kedua.

Kalau Anda seorang agen asuransi, tanyakan kepada calon nasabah Anda kedua pertanyaan tersebut.

Asuransi Jiwa Allianz (TAPRO) - terbaik, premi termurah, manfaat terbesar
Coba lihat gambar di atas. Dengan mencicil Rp 1 juta per bulan, hitung secara matematika harus berapa lama menabung hingga Rp 1 Miliar. Lihat yang berwarna merah, ternyata butuh 100 tahun.

Lihat yang berwarna biru, sebelah kiri, dengan mencicil Rp 1 juta per bulan, dalam hitungan 1 hari saja setelah polis inforce, maka Rp 1 Miliar sudah tersedia tanpa perlu menunggu 100 tahun, itu adalah warisan yang tersedia untuk keluarga.

Lihat biru sebelah kanan, cicilan sama Rp 1 juta per bulan, proteksi terhadap diri supaya jangan menjual harta sudah tersedia, karena Rp 1 Miliar tidak perlu keluar dari kantong pribadi, melainkan dari kantong Allianz.

Percaya tidak percaya, semua orang perlu asuransi.

Mau yang sudah punya polis atau belum punya polis, semua orang masih perlu asuransi.

Karena banyak orang yang belum punya asuransi yang tepat dan mencukupi.

Anda percaya bahwa asuransi bukan satu keinginan tapi suatu KEBUTUHAN?
Saya PERCAYA dan YAKIN, asuransi adalah suatu KEBUTUHAN.

Problem, Need, Solution.

Mengapa asuransi adalah KEBUTUHAN? Karena Asuransi adalah solusi dari masalah yang ada.

Sekian dan terima kasih.

Semoga bermanfaat.

Saya adalah Agen Asuransi Allianz dan saya bangga apabila saya bisa menjadi bagian dari hidup Anda.

Natanael, HP/WA: 08113436830

Bagaimana Cara Ajukan Klaim Coordination Of Benefit (COB) antara BPJS Dengan Allianz?

Bagaimana cara klaim apabila mempunyai 2 asuransi kesehatan?   Misalnya asuransi pertama BPJS , dan satu lagi asurasi kesehatan yang dari SWASTA. Apabila keduanya Asuransi Swasta, maka Anda tinggal memilih mana dulu asuransi yang akan di gunakan.

Pada dasarnya ketika kita mempunyai dua ASURANSI KESEHATAN (Asuransi yang membayar biaya rawat inap SISTEM KARTU), maka bisa dua-dua nya di klaim, dengan catatan tidak melebihi biaya yang dikeluarkan. Jadi sifatnya saling melengkapi kekurangan tagihan satu sama lain. Namun hal ini bergantung juga akan kebijakan masing masing perusahan asuransi.

Contohnya : Tuan A memiliki asuransi BPJS  dan asuransi  KESEHATAN SWASTA. Saat dirawat di rumah sakit Tuan A menggunakan kamar, biaya dokter, oprasi dan obat obatan yang melebihi dari PLAFON BPJS. Untuk MEMBAYAR KEKURANGAN TAGIHANNYA , Tuan A bisa mengklaim ke perusahaan kedua (ASURANSI KESEHATAN SWASTA) TENTUNYA SESUAI DENGAN PLAFON. Hal ini pun berlaku dengan asuransi ketika dua duanya adalah asuransi swasta. Hal penting yang perlu dicatat adalah, pembayarannya

Adapun prosedur pengajuan klaim, adalah dengan cara prosedur di bawah ini (Prosedur di bawah ini adalah prosedur untuk pengajuan double klaim di Asuransi Allianz) :

  1. Apabila Anda mempunyai BPJS , maka asuransi yang pertama yang HARUS di gunakan saat anda dirawat adalah asuransi BPJS, dan kemudian kekurangan pembayarannya Anda bisa klaim ke asuransi swasta lainnya yang Anda miliki. Setelah itu, anda bisa menghubungi asuransi kedua, untuk memberitahukan bahwa Anda sedang melakukan rawat inap. Untuk menghubunginya di kartu kesehatan Anda ada no call center yang bisa dihubungi 24 jam, atau memberitahukan pihak rumah sakit bahwa selain memiliki asuransi BPJS anda pun memiliki asuransi di perusahaan asuransi lain
  2. Ketika akan pulang dari pengobatan atau rawat inap, Anda bisa meminta rincian dari perusahaan asuransi PERTAMA mengenai PERINCIANBIAYA APA SAJA YANG TIDAK DICOVER oleh perusahaan tersebut untuk kekurangannya di klaimkan ke asuransi yang kedua.(Dokumen Asli).
  3. Mintalah COPY-AN KUITANSI KESELURUHAN dari biaya pengobatan yang Anda lakukan, dengan dilengkapi dengan CAP ASLI dari rumah sakit tersebut. Sertakan pula RESUME MEDIS DARI DOKTER yang harus diisi oleh dokter yang formatnya sudah disediakan oleh ASURANSI KEDUA. Lengkapi pula dengan HASIL LAB yang berhubungan dengan pengobatan, untuk disertakan di pengajuan ke ASURANSI KEDUA.
  4. Setelah dokumen yang dibutuhkan untuk klaim ke ASURANSI KEDUA, maka segera kirimkan dokumen tersebut, yang disertai dengan pengajuan KLAIM.
  5. Apabila dokumen telah lengkap, maka Anda tinggal menunggu pencairan dana yang yang akan di trasfer perusahaan Asuransi langsung ke rekening Anda atas kekurangan dana pengobatan.

 KESIMPULANNYA DATA YANG DIBUTUHKAN UNTUK KLAIM KE ASURANSI YANG KEDUA :

  • Perincian biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan pertama
  • Copian kuitansi biaya keseluruhan pengobatan
  • Form Resume medis dokter (Disediakan oleh asuransi ke dua )
  • Hasil lab yang berhubungan dengan pengobatan (Boleh Copian)
  • Form pengajuan klaim 

Pengajuan DOUBLE KLAIM ASURANSI KESEHATAN itu MUDAH, asalkan Anda tahu caranya dan LENGKAP DATANYA, dan dana Klaim Anda pun akan lebih cepat cair.

Ringkasan Prosedur COB (Coordination Of Benefit) dengan BPJS yang berjalan saat ini adalah:
1. Peserta ikuti prosedur BPJS. Minta rujukan dari puskesmas nya. Masuk RS BPJS.
2. Kalau naik kelas atau ada biaya Medis yang tidak dicover BPJS, bisa diklaim reimburse ke Allianz.
Dokumen yang diperlukan:
a. Form klaim. Minimal diisi bagian Peserta nya saja. Kalau bisa minta dokter isi
b. SEP (Surat Eligibilitas Peserta) BPJS yg dikeluarkan di awal perawatan oleh petugas di BPJS center di RS
c. Resume Medis dari RS. Ini Hak pasien untuk dapat copynya
d. Yang paling penting kuitansi asli dari biaya yang dibayar sendiri. Namanya bayar, tentu berhak atas kuitansi.
Noted:
Bila nasabah membeli rider Flexicare maka tidak perlu kuitansi asli. Tapi butuh resume medis atau surat keterangan RS yg menjelaskan dirawat kapan, dokter siapa & diagnosanya.
Prosedur COB atau Koordinasi manfaat ke asuransi kedua itu mudah.  Asalkan dari perusahaan asuransi pertama sudah lengkap, maka asuransi kedua pasti akan membayar ekses klaimnya.
Bila ingin COB atau koordinasi manfaat dari BPJS ke asuransi swasta juga mudah.  Yang dibutuhkan oleh asuransi swasta adalah dokumen yang lengkap.  Yang menjadi pertanyaan adalah:  apakah BPJS bisa dan mau (dengan mudah) memberikan dokumen yang diperlukan nasabah untuk memenuhi syarat yang diminta oleh asuransi swasta?
Info lebih detail hubungi: Natanael, HP/WA 08113436830

Layanan Bagus Dari Asuransi Kesehatan Allianz Syariah

Nasabah Yang Terhormat,

 

 

 

4 Fitur dari Asuransi Kesehatan Allianz Syariah ini tentunya sangat membantu nasabah lebih mudah mendapatkan pelayanan maksimal, untuk bisa lebih fokus pada pengobatan dan penyembuhan.

Tagihan Rumah Sakit?  Biar Allianz yang urus.

 

Tertarik untuk buka polis Asuransi Kesehatan Allianz Syariah?

Hubungi: Natanael HP/WA 08113436830

Produk Asuransi Jiwa Murni Termlife Smartlife

Saya akan jelaskan tentang produk asuransi jiwa Termlife dari Allianz bernama SmartLife
1. Produk asuransi jiwa murni dari Allianz #SmartLife adalah produk tradisional
2. Yang memberikan perlindungan asuransi jiwa maksimal dgn premi terjangkau #SmartLife
3. Krn bersifat TermLife, maka premi hangus dan tidak ada nilai tunainya #SmartLife
4. Kontrak tersedia dari minimal 1 tahun sampai dengan 30 tahun #SmartLife
5. Kontrak adalah masa perlindungan dan masa pembayaran premi #SmartLife
6. Dimana nasabah hanya mendapat perlindungan selama masa kontrak tersebut #SmartLife
7. Pembayaran premi hanya dapat dilakukan secara semesteran per 6 bulan atau tahunan #SmartLife
8. Asuransi jiwa Termlife Allianz #SmartLife ini juga dapat ditambah rider asuransi tambahan
9. Pilihan rider TermLife Allianz #SmartLife adalah penyakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan, dan waiver of premium
10. Rider ini sifatnya optional, bisa ditambahkan bisa juga tidak #SmartLife
11. Bila rider mau ditambahkan berarti akan menambah besarnya premi #SmartLife
12. Besarnya Uang Pertanggungan meninggal bisa sampai sekian milyar rupiah #SmartLife
13. Premi akan tergantung dari umur nasabah, semakin muda umurnya akan semakin murah #SmartLife
13. Premi juga akan tergantung dari jangka waktu kontrak, semakin pendek kontrak akan semakin murah premi tahunannya #SmartLife
14. Untuk mengetahui premi Anda, sebutkan tgl lahir dan jenis kelamin Anda ke m3ld4m[at]gmail.com atau mention juga boleh
 

Salam

Natanael

HP/WA: 08113436830

 

Asuransi Apa yang Paling Penting?

Saat saya berbincang-bincang dengan rekan saya di rumahnya. Dia bertanya, “Sebenarnya asuransi apa yang paling penting ya?”

Saya jawab: “Asuransi penyakit kritis, karena asuransi Sakit Kritis, memberikan sejumlah uang tunai jika tertanggung mengalami suatu penyakit kritis.

Penyakit kritis adalah musibah yang dampak keuangannya paling besar bagi hidup seseorang dan keluarganya.

Orang boleh memiliki banyak asuransi, tapi jika belum ada asuransi penyakit kritis dalam portofolio asuransinya, ia masih mungkin untuk bangkrut.

Penyakit kritis (critical illness) ialah sebutan untuk sekelompok penyakit yang tergolong berat dan sulit disembuhkan. Antara lain: kanker, stroke, aneka penyakit jantung, gagal ginjal, gagal hati, tumor otak, dan meningitis bakteri.

Penyakit kritis tidak melulu bicara penyakit, tapi juga kondisi tertentu yang tergolong berat dan tidak tersembuhkan, yang bisa disebabkan kecelakaan. Antara lain: lumpuh, buta, tuli, bisu, koma, dan luka bakar.

Apa akibatnya jika seseorang mengalami satu dari penyakit atau kondisi tersebut?

Pertama adalah biaya perawatan yang sangat besar. Di sini kita tidak bicara biaya puluhan juta, tapi ratusan juta hingga miliaran. Berapa persenkah orang di dunia ini yang memiliki simpanan uang tunai ratusan juta hingga miliran?

Kedua adalah kemungkinan hilangnya produktivitas (kemampuan bekerja atau mendapatkan penghasilan atau kemampuan dasar dalam hidup). Ini berarti seseorang menjadi kurang atau tidak berguna lagi. Bukan hanya itu, juga bisa merepotkan orang-orang di sekitarnya.

Asuransi penyakit kritis bisa melindungi 5 hal penting dalam hidup manusia. Misalnya seseorang memiliki asuransi penyakit kritis dengan uang pertanggungan 1 miliar, maka ada 5 hal yang saat itu telah terlindungi.

  1. Tabungan. Dengan uang tunai 1 miliar, tabungannya aman. Jika terkena penyakit kritis, tidak perlu mengorbankan tabungan. Kalaupun untuk sementara tabungan harus dipakai, ada penggantinya ketika klaim penyakit kritis telah disetujui.
  2. Aset. Dengan uang tunai 1 miliar, aset-asetnya aman. Jika terkena penyakit kritis, rumah dan mobil tidak perlu dijual. Kalaupun harus menjual aset karena butuh uang cepat, akan terganti ketika klaim penyakit kritis telah disetujui.
  3. Harga diri. Dengan uang tunai 1 miliar, harga diri terjaga karena tidak perlu meminjam uang kepada orang lain. Kalaupun harus meminjam, ada jaminan untuk membayarnya.
  4. Penghasilan. Dengan uang tunai 1 miliar, jika akibat penyakit kritis itu seseorang tidak mampu bekerja lagi, penghasilan untuk biaya hidup bisa tergantikan meski standar gaya hidup mungkin harus diturunkan.
  5. Impian. Dengan uang tunai 1 miliar, meski tidak punya penghasilan lagi, impian untuk menyekolahkan anak atau untuk memiliki sesuatu tetap bisa dilaksanakan.

Bagaimana Mendapatkan Asuransi Penyakit Kritis?

Bagaimana mendapatkan asuransi penyakit kritis? Di Allianz, asuransi penyakit kritis merupakan rider (manfaat tambahan) pada asuransi jiwa Tapro. Jadi, untuk mengambil asuransi penyakit kritis, kita harus mengambil asuransi jiwa. Tapi itu tak masalah karena asuransi jiwa pun tidak kalah pentingnya untuk dimiliki.

Ada dua rider penyakit kritis di Tapro yang dapat anda pilih, yaitu CI+ (menanggung 49 penyakit kritis sd usia 70 tahun) dan CI100 (merupakan perluasan dari CI+, menanggung 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sd usia 100 tahun).

Contoh ilustrasi Tapro dengan manfaat UP jiwa 1 miliar dan UP penyakit kritis 1 miliar bisa dilihat di bawah ini. Jika memakai rider CI100, preminya untuk pria atau wanita usia 30 tahun hanyalah 1 juta per bulan.

Dengan setoran 1juta per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1 M ditambah rider CI100 (100 kondisi penyakit kritis) 1 M. Total manfaat 2 M.

Jika memakai rider CI+, preminya untuk pria atau wanita usia 30 tahun adalah 900 ribu per bulan.

Dengan setoran 900 ribu per bulan, seorang laki-laki usia 30 tahun bisa memperoleh UP jiwa 1M ditambah rider CI+ 1M. Total manfaat 2M

 

 

 

 

 

 

Anda Pencari Nafkah dalam Keluarga? Anda Butuh TPD

TPD (Total Permanent Disability) adalah salah satu rider pada produk asuransi jiwa Tapro Allisya Protection Plus.

Rider TPD penting diambil khususnya oleh pencari nafkah dalam keluarga, karena kejadian cacat tetap total bisa mengakibatkan seseorang tidak bisa bekerja lagi sehingga penghasilan pun berhenti.

Pencari nafkah dalam keluarga mungkin ayah, atau ibu jika bekerja, atau orangtua tunggal, atau lajang yang menanggung biaya hidup orangtua dan saudara-saudaranya.

Selengkapnya tentang TPD bisa dibaca pada gambar di bawah.

TPD.PNG

Copy of TPD

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Allianz Indonesia)

HP/WA 08113436830