Category Archives: cara klaim

Kelengkapan Berkas Klaim Meninggal Dunia

Berikut ini berkas-berkas yang harus dilengkapi jika terjadi klaim meninggal dunia.

Persyaratan Klaim Meninggal Dunia

  1. Polis Asli
  2. Formulir Klaim Meninggal Dunia Diisi Oleh Penerima Manfaat
  3. Formulir Klaim Meninggal Dunia Diisi Oleh Dokter
  4. Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik – diisi dan tanda tangan di atas meterai oleh Ahli Waris
  5. Surat Keterangan Meninggal dari Instansi Pemerintahan yang berwenang (Kutipan Akte Kematian) yang di legalisir
  6. Bila Meninggal karena kecelakaan, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian
  7. Bila meninggal di rumah tanpa perawatan Dokter, buat kronologis kematian dan di tandatangani oleh Ahli Waris
  8. Copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan Tertanggung
  9. Formulir Pemberitahuan No. Rekening  dan Fotocopy Buku Rekening
  10. Fotocopy Identitas diri Tertanggung
  11. Fotocopy Identitas diri Ahli waris
  12. Fotocopy Kartu Keluarga
  13. Dokumen lain bila diperlukan

Formulir Klaim Meninggal Dunia dan Meninggal Karena Kecelakaan dapat di download disini:

Formulir Surat Kuasa Rekam medis bisa didownload disini:

Advertisements

Mengapa orang kaya membeli Asuransi?

Mengapa orang kaya membeli Asuransi?

1. Diversifikasi Aset

2. Asuransi adalah Aset yang pasti

3. Asuransi adalah cara instant cepat untuk menciptakan aset warisan dalam jumlah besar di saat muda dan cara terbaik untuk antisipasi kepastian hidup, yaitu meninggal.

Untuk lebih lengkapnya, silakan tonton video di bawah ini.

Untuk lebih lengkapnya, silakan tonton video di bawah ini.


Kami perduli Keamanan Finansial Anda” untuk memiliki asuransi?

info pemanfaatan materi anekdot.

HP/WA 08113436830

 

Mengapa Perlu Asuransi Jiwa?

Perhatikan grafik di atas!

Fakta mengenai pentingnya perlindungan keuangan terhadap Anda  dan keluarga :

  • Setiap 1.000 orang Indonesia, 8 orang diantaranya terkena stroke. Stroke merupakan salah satu sakit kritis penyebab utama kematian pada semua umur, dengan proporsi 15,4 persen. Setiap 7 orang yang meninggal di Indonesia, 1 diantaranya karena stroke. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2011).
  • Kematian akibat penyakit tidak menular meningkat menjadi 59,5 persen pada 2007, dari sebelumnya 41,7 persen pada 1995. (Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, 2011).
  • 10 penyebab kematian di Indonesia menurut survei World Health Organization (2002) adalah jantung koroner, tuberkolosis, kelainan pembuluh darah, penyakit pernapasan, penyakit bayi baru lahir, penyakit paru-paru, kecelakaan lalu-lintas, diabetes mellitus, darah tinggi, diare.
  • Biaya pengobatan kesehatan di Indonesia meningkat 10 hingga 14 persen dalam tiga tahun terakhir (Towers Watson 2011 Global Medical Trends).
  • Rata-rata pendapatan keluarga yang disisihkan untuk menabung hanya 18 persen, sedangkan untuk asuransi hanya 10 persen. Padahal, biaya pengobatan tiap tahunnya terus meningkat.
  • Kesenjangan proteksi kematian di Indonesia meningkat rata-rata 11 persen per tahun (Swiss Re Mortality Protection Gap: Asia-Pacific 2011). • Jumlah pemegang polis asuransi di Indonesia hingga saat ini mencapai 63 juta.  Terdiri dari 10 juta pemegang polis individu dan 53 juta pemilik polis gabungan. (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) 2012). (*)sumber : Kompas

Jika anda butuh penjelasan tentang cara melindungi keuangan hubungi:

Natanael Agen Asuransi ALLIANZ

HP/WA 08113436830

 

Ibu Terkena Musibah, Mata Kanannya Terkena Semprotan Pembersih Lantai

Pengalaman berikut ini dari nasabah bernama Ang Siu Lie. Nasabah tersebut menceritakan kisah klaim saat ibunya terkena musibah mata kanannya tersemprot pembersih lantai.

“Pengalaman kami sangat berkesan dengan kasus klaim asurasi kesehatan Allianz. Juni lalu ibu saya terkena musibah, mata kanannya terkena semprotan pembersih lantai. Dokter di Jakarta menyatakan bahwa penglihatannya tidak tertolong, bola matanya memutih.

Kami memutuskan mencari pendapat lain (second opinion) di Malaysia dan akhirnya ditangani seorang dokter spesialis mata yang mengatakan ada jalan keluar yang bisa ditempuh.

Setelah dua kali pemeriksaan dan kontrol dokter, ternyata masih terjadi masalah. Kami juga masih harus menanggung tidak hanya biaya pengobatan, tetapi juga biaya perjalanan dan akomodasi yang cukup memberatkan kami semua. Padahal belum ada kepastian kesembuhan.

Akhirnya diputuskan untuk dilakukan stem cell surgery dan saat kami memasukkan dokumen klaim asuransi ke Allianz, ternyata masih ada kekurangan dokumen pelengkap.  Kami sudah terbayang apabila klaim kami tidak bisa diproses maka akan sangat memberatkan kami semua. Apalagi posisi rumah sakit di Malaysia dan waktu untuk melengkapi dokumen tinggal sebentar.

Setelah berdiskusi dengan Allianz, kami diperbolehkan untuk mengajukan dokumen pendukung melalui e-mail yang dikirim dari e-mail address resmi rumah sakit dan dokter yang merawat ibu kami tanpa harus memberikan hardcopy.  Klaim asuransi Allianz kami pun dibayar tidak lama setelah dokumen klaim kami lengkapi,

Kami sangat berterima kasih dengan pertimbangan Allianz yang menggunakan hati, melihat kasus satu per satu. Apabila Allianz memiliki itikad yang tidak baik, bisa saja kami diharuskan untuk menambahkan dokumen hardcopy asli. Dengan pengalaman menggunakan asuransi kesehatan Allianz, kami tanpa ragu akan merekomendasikan Allianz kepada keluarga dan teman-teman kami.”

Kisah ini diambil dari klaim-asuransi-kesehatanklaim-asuransi-allianz-penuh-hati

Hikmah cerita: Allianz menggunakan hati dengan melihat kasus satu persatu.

Pendaftaran asuransi kesehatan Allianz hubungi saya,

Natanael (Agen Asuransi Allianz Indonesia)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Testimoni Klaim Nasabah Terdiagnosa Kanker Mata

Kali ini saya akan bagikan pengalaman klaim nasabah ALLIANZ Bpk. Jaholber yang saya kutip dari blog Bpk Petrus J dgn blognya satuyangterpenting.wordpress.com

Begini kisahnya. Seorang nasabah yakni Bpk Jaholber menabung 800rb/bulan selama 8 bulan dan tiba-tiba beliau didiagnosa oleh dokter sakit kanker mata.

ALLIANZ selalu menepati membayar klaim, yaitu sebesar Rp 250.000.000 karena memang kontrak awal UP sakit kritisnya Rp 250.000.000. UP bisa lebih hingga milyaran.

94D9F594-A267-4188-8766-10C4750F1387

Nasabah sebelumnya adalah orang yang anti asuransi, orang yang hidup sehat dan tidak pernah berdoa meminta untuk dikasih sakit kanker.

Yang perlu dipetik dari kisah beliau adalah bagaimana dengan kita yang masih selalu yakin bahwa kita masih muda.. dan akan selalu sehat terus.

Siapa yang bisa menjamin diri kita dalam sepuluh tahun kedepan kita selalu sehat dan tidak akan sakit?

Siapa yang bisa menjamin?

NB: resiko sakit dan RIP (kembali kepada tuhan) tidak pernah memandang kepada siapa.. Umur berapa.. Jabatan apa.. Kaya atau miskin..jika datang ya datang saja tanpa permisi dan ijin dulu.

Dan yang suka masih menunda dengan alasan saya tidak bisa membayar premi karena banyak keperluan dan biaya ini itu… Coba direnungkan jika tidak dipaksa membayar premi sekarang.. Bagaimana jika resiko datang? aset apa yang sudah disiapkan untk jaminan biaya rumah sakit? Sedangkan sekarang saja pas-pasan. Jadi apa bisa menyediakan uang 200jt atau angka yang diminta jika sakit?

Baru-baru ini juga saya ditelpon orang ingin daftar asuransi Allianz.

“Pak, saya mau daftar asuransi kesehatan bgm caranya?”

Kecurigaan saya mulai muncul setelah survei ke rumahnya. Eh gak tahunya, dia mau ikutkan pacarnya yang sudah kena kanker payudara.

Wah sorry pak. Asuransi bukan seperti yang anda kira. Justru kalau sudah sakit, asuransi akan menolak. Saran saya lebih baik daftar BPJS saja. Pasti dicover sama BPJS.

Ingin info pendaftaran Asuransi Allianz hub Natanael HP/WA 08113436830

Peluang Investasi yang Prospektif dan Likuid

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa investasi yang prospektif adalah property misal invest rumah atau tanah. Pendapat tsb benar, namun jika dikaji lebih dalam invest di property menurut saya kurang prospektif. Mengapa?

Si Bapak A katakanlah baru beli rumah sehrg Rp 1 M. Pertanyaannya, apakah jika Bapak A tiba2 sakit yg mengharuskan dia membayar biaya berobat hingga 2 M (misal sakit yg berat seperti jantung, kanker, stroke, dll) dengan secepat itu dapat menjual rumahnya yg seharga Rp2M? Pasti sulit. Tidak mudah menjual rumah. Perlu waktu bulanan sampai tahunan. Padahal biaya sakit hrs cepat dibayar kalau tidak, terpaksa rumah sakit memulangkan Bapak A. Satu-satunya jalan mungkin pinjam saudara atau perusahaan. Tapi mungkin tidak sampai Rp2M.

Dari kasus tersebut, jalan yang bijaksana adalah menjadi nasabah asuransi. Bapak A bisa membuka polis asuransi dengan manfaat mendapat uang /dana cash jika terjadi sakit kritis. Besar nilai jangan tanggung-tanggung, ambillah Rp2M untuk antisipasi dana. Ini tanpa mengurangi saldo investasi di asuransi.

Selain itu, Bapak A harus mengambil juga manfaat santunan harian. Misal santunan harian Rp1.5jt per hari jika diopname di rumah sakit. Tinggal hitung saja. Misal opname sepuluh hari maka Bapak A dapat santunan dana Rp15jt.

Kalau Bapak A sudah ada asuransi dari kantor, ini bisa dipakai dobel klaim. Istilahnya sambil menyelam minum air.

Demikian ulasan saya tentang jenis pilihan investasi yang prospektif dan memilki likuiditas cepat.

Konsultasi hub

Bisnis Eksekutif Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

Natanael

Hp/WA 08113436830

Email; natanael.albertus@gmail.com

Fakta Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan Individu Allianz

 

Fakta klaim Allianz 2017 1Fakta klaim Allianz 2017 2Fakta klaim Allianz 2017 3Fakta klaim Allianz 2017 4

Sumber: Infografik dari Allianz.

Produk asuransi Allianz yang terkait dengan klaim-klaim di atas meliputi semua produk asuransi individu, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus) berikut semua ridernya (Term LifeADDBTPDCI+CI100Payor benefit, dll), dan asuransi kesehatan individu (Allisya CareMaxi VioletSmartmed Premier).

Untuk mengetahui cara mengajukan klaim asuransi jiwa maupun kesehatan Allianz, silakan hubungi saya, Natanael HP/WA 08113436830

Untuk konsultasi mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Natanael (Bisnis Eksekutif ASN)

HP/WA: 08113436830 | Email: natanael.albertus@gmail.com |