Category Archives: cerita keajaiban rekening Pak Ali

Cerita Keajaiban Rekening Pak Ali

Suatu misal, pak Ali umur 30 tahun menyetor uang 1 juta tiap bulan. Setelah 3 bulan, tiba-tiba dia terkena serangan jantung. Maka dia menerima uang sebesar 1 miliar. Satu bulan setelah itu, tuan Ali meninggal dunia, maka ahli warisnya memperoleh uang sebesar 1 miliar. Total manfaat yang diterima tuan Ali dan keluarganya adalah 2 miliar, sedangkan uang yang dia bayar baru 4 juta.

Menurut anda, apakah kisah ini terdengar ajaib?

Ya, itulah keajaiban asuransi. Bayar sedikit dapat banyak.

Mungkin anda bertanya-tanya, apakah ada yang dirugikan dari peristiwa ini? Kalau ada, siapa? Apakah nasabah lain ataukah perusahaan asuransi?

Saya adalah nasabah asuransi di perusahaan yang sama dengan tuan Ali. Saya pun membayar premi kepada perusahaan asuransi. Mendengar bahwa klaim tuan Ali sebesar total 2 miliar telah disetujui, bukannya merasa rugi, saya justru merasa senang. Tentu saya turut berduka dengan musibah yang menimpa tuan Ali, tapi saya merasa senang karena tuan Ali dan keluarganya telah terbantu, dan saya senang karena perusahaan tempat saya berasuransi telah menepati janjinya untuk membayar klaim nasabah. Hal ini menambah rasa aman kepada saya, bahwa jika saya mengajukan klaim, klaim saya pun akan dibayar.

Apakah mungkin perusahaan asuransi yang rugi? Secara parsial, kelihatannya perusahaan asuransi telah mengalami kerugian. Mereka baru menerima premi kotor 4 juta, tapi telah membayar klaim 2 miliar. Tapi benarkah perusahaan asuransi rugi? Ternyata secara keseluruhan tidak. Malah perusahaan ini tiap tahun meraup keuntungan. Telah berdiri lebih dari 100 tahun lalu, nasabah semakin banyak, nasabah yang mengajukan klaim pun semakin banyak, tapi keuntungan yang diraih pun semakin banyak.

Sebagai nasabah, saya makin senang ketika perusahaan tempat saya berasuransi mengalami keuntungan. Hal ini menjamin perusahaan akan terus bertahan dalam waktu lama dan memberikan perlindungan kepada saya dan nasabah lain dalam waktu yang panjang.

Menurut anda, apakah fakta ini terdengar ajaib?

Ya, itulah keajaiban asuransi. Keuntungan di satu pihak tidak diiringi kerugian di pihak lain.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Cara Kerja Asuransi

Cara kerja asuransi mengikuti apa yang disebut hukum bilangan besar (the law of large number). Semakin banyak peserta asuransi, semakin terprediksi kerugian yang timbul. Prediksi kerugian didasarkan pada tabel mortalita (tabel kematian) dan tabel morbidita (tabel kesehatan), yang isinya adalah statistik kematian dan sakit pada suatu wilayah.

Contoh: di sebuah wilayah berpenduduk 1000 orang, setiap tahun ada 2 orang yang meninggal dunia. Berarti tabel mortalitanya adalah 2/1000 atau 0,002. Dari data ini, perusahaan asuransi jiwa akan menetapkan premi sebesar 2 rupiah per 1000 UP ditambah biaya pengelolaan dan keuntungan. Anggaplah preminya jadi 3 rupiah per 1000 UP per tahun, atau jika UP-nya 1 miliar, preminya 3 juta per tahun.

Anggaplah seribu orang itu seluruhnya masuk asuransi dan membayar premi 3 juta per orang untuk mendapatkan UP jiwa 1 miliar, maka akan terkumpul dana 3 miliar. Sesuai statistik tabel mortalita, ada 2 peserta yang meninggal dunia, maka pihak asuransi mengeluarkan uang 2 miliaruntuk dua orang tsb. Sisanya sebesar 1 miliar menjadi bagian pihak asuransi, yang akan digunakan untuk membayar biaya pengelolaan asuransi (gaji karyawan, komisi agen, dll) dan sisanya sebagai keuntungan. Jadi, keuntungan perusahaan asuransi diperoleh dari total premi yang masuk dikurangi total klaim dan biaya pengelolaan.