Category Archives: critical illnes

Pemberian Dana Cash Hingga Ratusan Juta jika Tenaga Medis Terdiaknosa Sakit Kritis

Tenaga medis, seperti dokter, perawat, tenaga lab, apoteker, dan mahasisawa kedokteran adalah profesi yang beresiko terpapar penyakit ketiga sedang bertugas.

fb_img_1444018223756.jpgSaya suatu hari berbincang dengan tenaga medis di salah satu kota di Kalimantan Timur. Kebetulan beliau membaca artikel saya yang ada di proteksifinancial.com tentang manfaat perlindungan finansial dari sakit kritis.

“Pak, saya minta tolong dibuatkan ilustrasi dengan UP Jiwa plus Asuransi Sakit Kritis.”

“Baik pak, sebelum saya buatkan, apa bapak sebelumnya sudah ada sakit?”

“Iya pak, saya kena Hepatitis karena saya kerja di bagian medis Rumah Sakit.”

Mendengar hal itu saya terkejut, terusterang dalam benak saya, kasihan. Saya coba membantu dengan membuatkan ilustrasi maksimal produk smartlink Tapro yang memiliki manfaat bantuan uang cash jika terkena sakit kritis sebesar Rp 100jt dan misalnya meninggal maka keluarga dapat Rp 200jt. Preminya hanya Rp 500.000 perbulan untuk usia beliau yang sudah 42 tahun.

Dan tambahan manfaat lain yakni Term Life sebesar Rp 350.000.000. Jadi warisan meninggal untuk istri dan anak-anaknya total Rp 550.000.000 (lima ratus lima puluh juta rupiah). Cukup untuk mengganti keuangan keluarga jika terjadi sesuatu pada beliau sebagai tulang punggung keluarga.

“Hepatitis bapak akan dikecualikan dalam klaim nanti ya pak, karena bapak saat daftar polis sudah menderita Hepatitis.”

“Oh begitu ya pak, baiklah kalau begitu, saya maksimalkan yang Uang Pertanggungan Jiwanya saja,”

Sebagai informasi, Allianz, dengan manfaat sakit kritis nya, mempersembahkan manfaat yang lengkap yaitu 100 kondisi sakit kritis untuk proteksi penyakit HIV, hepatitis B karena resiko pekerjaan.

Perlindungan 100 kondisi sakit kritis (CI 100) memberikan pelindungan sakit kritis dari stadium awal. Dengan memiliki perlidungan CI 100 dari Allianz Syariah ini memberikan ketenangan para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya dalam membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Sekali lagi saat mendaftar harus dalam kondisi sehat.

Pendaftaran Asuransi Sakit Kritis Allianz hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

 

Advertisements

Alasan Mengapa Mengambil Polis Asuransi

 

Pertanyaannya, kenapa ada sebagian orang mengambil sejumlah polis asuransi? Setidaknya karena 3 hal:

  1. Orang tersebut tidak mau merepotkan orang lain
  2. Orang tersebut tidak rela kerja keranya sia-sia
  3. Orang tersebut tidak mau keluarganya terlantar

Orang yang tidak punya asuransi sangat mungkin mengalami tiga hal di atas.

  1. Merepotkan Orang

Jika ada teman atau saudara anda sakit dan dia pinjam uang kepada anda, apakah anda akan langsung meminjaminya uang atau berpikir dulu cukup panjang? Jawablah dengan jujur. Jika anda akhirnya meminjaminya uang, berapa banyak yang bisa anda keluarkan? Jika bantuan dari anda tidak cukup, tidakkah dia akan minta bantuan ke orang lain lagi?

Bagaimana jika yang terpaksa harus meminjam uang itu anda?

Di sini kita butuh asuransi kesehatan untuk rawat inap. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kita bukan saja sudah berupaya untuk tidak merepotkan orang lain di kala kita sakit, tapi juga membantu banyak orang yang ikut asuransi ini untuk sama-sama tidak merepotkan teman atau keluarganya di kala sakit.

  1. Kerja Keras Sia-sia

Jika orang itu sakitnya sangat berat dan membutuhkan biaya sangat besar, contoh kena kanker atau stroke, dia mungkin tidak akan merepotkan anda lagi karena percuma saja. Tapi tidakkah aset-aset yang dia miliki, seperti perhiasan, kendaraan, dan rumah, bisa habis dijual atau digadaikan?

Apakah mudah mengumpulkan aset? Tidak mudah, butuh kerja keras dan juga butuh waktu.

Apakah mudah menghabiskan aset? Sangat mudah dan bisa terjadi dalam sekejap.

Di sini kita butuh asuransi penyakit kritis. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kita bukan saja melindungi aset-aset yang kita miliki, tapi juga melindungi aset-aset orang-orang lain yang ikut asuransi seperti kita.

  1. Keluarga terlantar

Jika orang itu tidak bisa bekerja lagi karena sakitnya tidak sembuh, atau bahkan meninggal dunia, dan dia selama ini adalah pencari nafkah dalam keluarga, selanjutnya siapa yang memberikan nafkah bagi keluarganya?

Kenapa agama sangat menganjurkan kita menyantuni anak yatim? Karena anak yatim tidak punya ayah yang memberinya nafkah – dan perhatian.

Di sini kita butuh asuransi jiwa. Dengan ikut asuransi jiwa, kita bukan saja melindungi anak-anak kita, tapi juga anak-anak orang-orang lain yang menjadi peserta asuransi jiwa seperti kita.

Rekomendasi asuransi jiwa, klik di “Tapro Allisya Protection Plus“.

Jadi, apakah anda:

  • Suka merepotkan orang lain?
  • Rela kerja keras anda sia-sia?
  • Mau keluarga anda terlantar?

Jika tidak, ambillah asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, dan asuransi jiwa sekarang juga.

Selain itu, sebetulnya bisa ditambahkan beberapa alasan lain.

4.  tidak mau terjerembab ke dalam riba.

Kok riba? Ya, kalau saya butuh uang tapi tak ada teman atau saudara yang bisa membantu, paling mudah adalah cari pinjaman yang ada ribanya. Mungkin gesek kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), atau gadai BPKB 1 jam cair.

5. tidak mau mati meninggalkan utang.

Jika kita meninggal dunia dengan meninggalkan utang, dan keluarga kita tidak mampu melunasi, maka sampai di akhirat pun utang tsb tetap wajib dibayar. Dibayar dengan apa? Dengan amal baik, itu pun jika ada.

Mungkin saat ini anda tidak punya utang dan bertekad tidak akan berutang kepada siapa pun. Tapi jika mengalami sakit berat, mungkin saja tekad itu harus dibatalkan.

6. tidak mau terhina di hadapan manusia. 

Biarlah kita terhina di hadapan Tuhan, karena memang demikian adanya, tapi janganlah kita sampai terhina di hadapan manusia. Bilamana itu terjadi? Jika kita punya utang dan tidak mampu melunasinya sehingga terpaksa harus sembunyi karena dikejar-kejar penagih utang. Bahkan dengan meminjam uang saja, itu sudah membuat kita berposisi lebih rendah dibandingkan orang yang kita pinjami uang.

sumber; myallisya.com/2017/08/23/3-alasan-kenapa-saya-ambil-asuransi/

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, anda bisa menghubungi:

Natanael HP/WA 08113436830

email: natanae;

Apa Itu Critical Illness?

Critical Illness merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro Allisya dan Smartlink.

  1. Rider Critical Illness ada tiga macam, yaitu CI, CI+ dan CI 100
  2. Rider CI dan CI+ memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis. Dan sesuai namanya, Critical Illness berarti “penyakit kritis” atau “penyakit kronis”. Artinya kalau belum tahap kritis belum bisa klaim. Kriteria penyakit kritis dicantumkan secara jelas dan lengkap dalam polis.
  3. Rider CI 100 memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 100 kondisi penyakit kritis. 100 kondisi penyakit kritis mencakup diagnosa penyakit kritis dalam tahap awal, intermediate dan advance.  Dalam tahap awal claim CI 100 uang pertanggungan akan cair sebesar 50% UP atau maksimal 500 juta. Dalam tahap intermediate klaim CI 100 uang pertanggungan akan cair sebesar 100% UP atau maksimal 1 Miliar. Dalam tahap advance  klaim CI 100 uang pertanggungan akan cair sebesar 100% UP atau maksimal 2 Miliar.
  4. Tidak ada syarat masa bertahan hidup untuk CI dan CI+. Contoh: kena serangan jantung lalu meninggal dunia, dan sebelum meninggal sempat didiagnosa untuk mendapatkan bukti medis serangan jantung, maka UP-nya dobel (UP jiwa + UP penyakit kritis). Sedangkan untuk CI 100 berlaku masa bertahan hidup selama 7 hari.
  5. Minimum uang pertanggungan Critical Illness 8 juta rupiah.
  6. Maksimum uang pertanggungan adalah sebesar UP dasar, atau maksimum 2 miliar rupiah.
  7. Rider CI dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun dan masa pertanggungan CI berlaku sampai menjelang umur 85 tahun, klaim CI mengurangi UP dasar.
  8. Rider CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun dan masa pertanggungan CI+ berlaku sampai menjelang umur 70 tahun, dan klaim CI+ tidak mengurangi UP dasar.
  9. Rider CI 100 dapat diambil mulai usia 5 tahun sampai 70 tahun dan masa pertanggungan CI100 berlaku sampai menjelang usia 100 tahun dan claim CI 100 tidak mengurangi UP dasar.
  10. Berlaku masa tunggu selama 90 hari untuk semua jenis rider critical illness sejak polis di setujui
  11. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan.
  12. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta.
  13. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Daftar 49 Penyakit Kritis
1. Serangan jantung pertama
2. Stroke
3. Operasi jantung koroner
4. Operasi penggantian katup jantung
5. Kanker
6. Gagal ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple sclerosis
9. Transplantasi organ vital tubuh
10. Penyakit alzheimer/gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit parkinson
13. Terminal illness
14. Penyakit paru-paru kronis/tahap akhir
15. Penyakit hati kronis
16. Penyakit motor neuron
17. Muscular dystrophy
18. Anemia aplastis
19. Operasi pembuluh aorta
20. Hepatitis fulminant
21. Pulmonary arterial hypertension primer
22. Meningitis bakteri
23. Tumor otak jinak
24. Radang otak
25. Luka bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma kepala serius
28. Apallic syndrome
29. Penyakit jantung koroner lain yang serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk penyakit jantung koroner
31. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus)
32. HIV yang didapatkan melalui transfusi darah dan pekerjaan
33. Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran)
34. Bisu (kehilangan kemampuan bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit kista medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan
40. Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis
41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
42. Operasi scoliosis idiopatik
43. Pankreatitis menahun yang berulang
44. Penyakit kaki gajah kronis
45. Hilangnya kemandirian hidup
46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
47. Rheumatoid arthritis berat
48. Colitis ulterative berat (cronh’s disease)
49. Penyakit kawasaki yang mengakibatkan komplikasi pada jantung

image

image