Category Archives: Edukasi asuransi

Jangan Sakit jika Anda Tidak Punya Uang. Apa Mungkin?

Terkadang saya berpikir saat keuangan saya pas-pasan dan tiba-tiba anak saya sakit. Wah, bagaimana jadinya? Saya terus berdoa pada Tuhan untuk memberi kesehatan pada keluarga saya.

Sudah tidak bisa dihindari lagi, biaya kesehatan di Indonesia tidak bisa dibilang murah. Obat-obatan dan peralatan medis yang kebanyakan dari mancanegara semakin membuat harga obat dan perawatan rumah sakit semakin membumbung tinggi. Akibatnya sungguh memilukan. Banyak cerita tragis, terutama yang menimpa saudara kita yang tidak mampu membayar biaya perawatan rumah sakit. Tidak sedikit, nyawa keluarga tercinta mereka meregang akibat tertunda mendapat perawatan karena kendala dana.

*Untuk itulah TAPRO ALLIANZ DIBUTUHKAN..*

Sebagai antisipasi kebangkrutan ekonomi dalam keluarga..
Orang miskin justru sangat membutuhkan TAPRO ALLIANZ..

Karena kita bisa renungkan, jika dalam kondisi miskin dan mengalami sakit kritis yang pasti membutuhkan biaya sangat besar.
Apa yang terjadi ❓
Darimana uangnya❓

TAPRO ALLIANZ bukanlah suatu pilihan tetapi adalah sebuah *KEBUTUHAN POKOK* yang harus ada, apapun kondisi keuangan anda dan apapun profesi anda.

*”INGATLAH resiko sakit kritis dan kematian bisa datang kapanpun dan pada siapapun”*

Contoh Penawaran berikut untuk usia 25 tahun.

Note: (usia 25 thn)
*Dengan menabung 700rb/bulan.*
♦Dapat dana cash 700 juta jika terjadi sakit kritis.
♦Dapat dana cash 700 juta untuk ahli waris.
♦Santunan cacat kecelakaan 100 juta.

*Dengan menabung 1 juta/bulan.*
♦Dapat dana cash 1 Milyar jika terjadi sakit kritis.
♦Dapat dana cash 1 Milyar untuk ahli waris.
♦Santunan cacat kecelakaan 200 juta.

*Dengan menabung 2 juta/bulan.*
♦Dapat dana cash 2 Milyar jika terjadi sakit kritis.
♦Dapat dana cash 2 Milyar lagi
untuk ahli waris.
♦ Santunan cacat kecelakaan 400 juta.

Info pendaftaran asuransi kesehatan Allianz hubungi saya,

Natanael (Bisnis Partner. Agen Asurans Allianz) Domisili Surabaya-Sidoartjo

HP/WA 08113436830

Tak Satupun dari Kita ingin Terdiagnosa Sakit Kritis

Tak satupun dari kita mau terkena sakit kritis. PASTI. akan tetapi resiko bisa terjadi kepada siapa saja. kaya atau miskin. berpangkat atau tidak. bahkan berduit atau tidak. Faktor cuaca, makanan dan pola hidup adalah salah satu pemicunya. bahkan kita tidak bisa pilih maunya kapan dan sakit apa.

Kalau sudah kena sakit kritis dipastikan susahnya berantai. keluarga jadi repot. ditambah lagi masalah biaya. (Maaf) iya kalau langsung koit selesai masalah.

BAGAIMANA KALAU SAKITNYA BERKEPANJANGAN?? Dipastikan jarang sekali yang akan memberikan santunan besar selain Asuransi.

si Ibu telah menerima dana santunan sakit kritis dan stop premi selama 17 tahun dengan premi 1 juta atau sekitar 204 juta serta adanya manfaat lain. Semoga keluarga terbantu dan si ibu semoga dipulihkan.

Silahkan cek polis asurani anda. apakah Proteksi manfaatnya besar atau cuma puluhan juta saja?
Berasuransi bukan hanya asal punya.

Berasuransi juga jangan menunda.

Sering saya mendapat telpon orang yang minta didaftarkan asuransi. Namun, setelah saya cek, ternyata orang itu sudah terdeteksi kanker atau kena HIV.

Jika melihat hal itu, kita jangan menunda-nunda untuk daftar asuransi.

Hub untuk daftar

Natanael WA 08113436830

Setelah di Cek Ternyata Bukan Tumor tapi Kanker: Mahalnya Sebuah Penundaan

Apa sebenarnya yang mahal dari asuransi? Premi? Bukan. Bukan preminya yang mahal tatapi yang mahal dari Asuransi adalah PENUNDAAN. Saat sehat premi kecil saja sudah cukup, tetapi jika kita terdiagnosa penyakit maka Asuransi manapun tidak ada lagi yang menerima anda.

Premi Asuransi sangat kecil, sehingga tidak heran Banyak nasabah saya bertanya, Kok Bisa ya Asuransi bayar Manfaat Jiwa 1.7M seperti foto dibawah ini

20180226_221211531108189.jpg

Claim 1.72 M di Teluk Dalam

padahal preminya hanya 1.8 juta? Saya akan mejelaskan hal ini dilain kesempatan, tapi kali ini saya ingin menjelaskan bahwa yang mahal dari Asuransi bukanlah Preminya tetapi Penundaannya.

Beberapa tahun yang lalu, seorang sahabat sudah sepakat untuk membeli asuransi ke saya, premi juga sudah disepakati dan besar proteksi yang akan diambil adalah Jiwa 2M dan CI 100 sakit Kritis 2M.

Preminya tidak terlalu besar baginya, karena incomennya puluhan juta perbulan. Mungkin karena tidak terlalu paham atau merasa akan sehat sehat selalau teman saya ini mengirim WA dan menginformasikan bahwa permohonan SPAJ sementara di tunda karena sesuatu hal.

Saya coba bertanya kembali mengapa harus di tunda? Dia menjawab dengan beberapa alasan akhirnya saya bisa menerima pengajuan SPAJ ditunda.

Suaku ketika, bukan suatu kebetulan, ternyata Tuhan menentukan bahwa Empat bulan setelah penundaan terebut teman saya mendatangi saya dan menanyakan apakah dia masih bisa masuk Asuransi. Saya sedikit senang tetapi heran kenapa tiba tiba berubah pikiran? Setelah saya tanya tanya ternyata dia di diagnosa ada tumor dibagian tubuhnya dan bernecana akan medical checkup ke Penang. Setelah di cek ternyata bukan tumor tapi Kanker.

20180606_154103.jpg

Teman saya ini didiagnosa kanker, kita berdoa semoga teman saya ini lekas sembuh, biaya yang sudah dikeluarkan sampai saat ini berkisarRp 500 Juta dan teman saya tersebut sudah semakin pulih.

kecelakaan

Saya hanya berpikir andai saja waktu itu saya sedikit ngotot menjual asuransi padanya pastilah ia sudah tertolong dengan UP Sakit Kritis 2M dan ada lagi Warisan 2M jika dia harus pindah dunia.

Ya sudalah. Inilah mahalnya sebuah penundaan. Semoga cerita ini bisa mengilhami kita bahwa kita harus sadar pentingnya asuransi dalam hidup. Terutama bagi yang tidak ingin dana keuangannya dirampok oleh biaya sakit.

Info tentang asuransi atau ingin mendaftar hubungi saya, Natanael, WA 08113436830

sumber: https://allianzbusster.com/2019/08/16/apa-yang-paling-mahal-dari-asuransi/

Mohon Ijinkan Saya untuk Mengaktifkan Polis Asuransi Anda

Judul diatas merupakan gerakan hati saya. Begitu banyak orang yang belum faham arti pentingnya asuransi.

Seperti yang diungkapkan oleh tokoh Sanjay Tolani. Dia bukan siapa-siapa, namun dia tergerak menyelamatkan orang agar terlindungi asuransi.

SANJAY TOLANI: BIARKAN SAYA MENGAKTIFKAN POLIS ASURANSI ANDA

Salah satu teman dekat saya, dia menelepon saya dan dia bilang, “Sanjay, saya telah mengenal anda 7 tahun, tapi kami sebagai keluarga tidak pernah membeli asuransi jiwa. Dan kami mempunyai dua anak kecil. Suami saya tidak percaya dengan asuransi. Jika anda tidak keberatan, bolehkah saya bawa suami saya ke tempat anda, supaya anda bisa menjual asuransi jiwa kepadanya?”

Kapan terakhir kali anda mendapatkan seseorang yang mengatakan kepada anda: juallah asuransi jiwa ke saya?

Deal berhasil.

Saya katakan untuk membawa suaminya ke kantor saya keesokan harinya. Jadi keesokan harinya, mereka datang ke kantor saya. Dan setelah beberapa jam diskusi, kami membuat catatan tentang semua pilihan dan produknya. Kami memulai semua prosedur. Termasuk formulir aplikasinya. Semua sudah siap.

Dia mengatakan, “Saya akan pulang ke rumah dan kirimkan cheque kepada anda, dan kami siap lanjut dengan produk ini. Terbaik.”

Jadi dia pulang ke rumah dan menelepon saya, “Sanjay, saya ada masalah kecil. Buku cheque saya sudah habis. Saya akan pergi ke Bulgaria untuk 10 hari, apakah anda keberatan jika anda tunggu selama 10 hari?”

Saya katakan, “Tidak apa-apa, tidak akan membuat perbedaan.”

Saya bisa menahan aplikasi untuk 10 hari. Ini pun masih belum komplet, kami masih harus mengisi beberapa detail. Kirim cheque ke saya nanti tidak apa-apa.

Setelah 7 hari, saya dapat telepon dari istrinya. “Sanjay, kami mengalami kecelakaan mobil, untungnya anak-anak kami tidak apa-apa. Tapi tangan, kaki, dan rahang saya patah. Dan Phillip sedang mengalami koma.”

Saya tidak tahu harus jawab apa. Ini adalah teman saya yang sudah bersama saya selama 7 tahun. Kami belajar universitas bersama. Saya tidak bisa lakukan apa-apa untuknya. Dia menelepon saya keesokan harinya dan mengatakan, Phillip telah meninggal dunia.

Kalau dia hanya membayar 320 dollar saat itu, saya akan membayar klaim 700,000 dollar ke keluarganya. Aplikasi tidak lengkap dan tidak ada cheque bersamanya.

Jadi kalau klien mengatakan mereka perlu waktu, apa yang anda katakan?

Apakah anda tahu, jika teman saya itu menelepon saya saat ini jam 3 pagi, saya tidak hanya akan mengangkat telepon itu, tapi saya akan lakukan apa pun yang dia katakan. Karena saya merasa bersalah. Saya mempunyai kuasa itu untuk menjaga keluarga itu dan saya tidak melakukannya.

Ketika klien memberi tahu anda biarkan aku memikirkannya, “Pak Klien, anda mempunyai waktu 3 minggu untuk memikirkannya. Biarkan saya mengaktifkan asuransi polis anda. Kami mempunyai periode proteksi gratis. Tanyalah kepada keluarga anda, istri anda, atau siapa pun juga, tapi biarkanlah saya aktifkan polis anda. Karena jika anda telah membuat keputusan tentang polis ini, jadi inilah yang anda butuhkan, jadi biarkanlah saya implementasikan untuk anda. Jika anda memiliki waktu yang telah untuk implementasikan, periode proteksi gratis ada di sana. Dan kami akan mengembalikan premi 100% ke anda.”

Bisnis ini adalah apa yang kita lakukan. Berapa orang dari kami yang siap untuk hidup dengan perasaan merasa bersalah itu?

Sampai saat ini sudah 5 tahun sejak kejadian itu, tapi saya tetap merasa bersalah.

Jika kita hadir untuk konferensi, sebagian datang memakai mobil, sebagian memakai pesawat. Jika kita terbang dengan pesawat, hal pertama yang mereka perlihatkan adalah video keselamatan. Jika selang oksigen jatuh, anda harus membantu diri anda sendiri sebelum membantu anak anda.

Berapa orang dari kita yang sudah memberi proteksi terhadap keluarga kita sendiri?

Lihat kita adalah dokter dalam profesi ini. Jika kita tidak percaya terhadap obat kita sendiri, bagaimana anda bisa memberi obat anda kepada klien anda, anda harus percaya terhadap obat anda sendiri. Tunjukkanlah ke klien kopi produk yang sudah anda beli. Manusia mempunyai kecenderungan untuk mengkopi. Kita sangat senang mengkopi. Kita mengkopi semasa kita kecil. Jadi kenapa tidak sekarang.

Jadi anda bisa tunjukkan apa yang anda punyai ke klien anda. Pak klien, saya sudah membeli ini untuk diri sendiri dan keluarga saya. Apa yang sudah anda lakukan untuk anda sendiri? []

Sumber: https://myallisya.com/2019/09/20/sanjay-tolani-biarkan-saya-mengaktifkan-polis-asuransi-anda/

Sharing Dr. Sanjay Tolani tentang Pentingnya Asuransi dalam Perencanaan Keuangan Kita

Nama saya Dr. Sanjay Tolani, saya sudah menjalani bisnis ini lebih dari 17 tahun, dan saya sudah 13 tahun menjadi anggota teratas dari MDRT.

Asuransi melindungan keuangan anda dari beberapa skenario berikut:

Pertama, seandainya anda meninggal dunia, siapa yang menangani keuangan anak anda? Apakah anda rela atau tega, anak anda mengharap belas kasihan orang tua atau saudara dekat? Tentu hal ini jangan sampai terjadi. Karena jika kita sudah memiliki asuransi terutama asuransi jiwa, maka dari UP (Uang Pertanggungan) atau warisan asuransi akan cair dan menurun ke anak anda.

Kedua, seandainya anda jatuh sakit, apalagi sakit yang memiliki biaya tinggi seperti kanker, jantung, dan lainnya yang butuh biaya besar. Siapa yang sanggup membiayayai?

Ketiga, seandainya anda tua kelak, misalnya usia pensiun. Apakah anda mau hanya berserah dan dibiayai anak anda? Sebagai orang yang dulu pernah jaya, kita harus memiliki dana hari tua yang bisa membuat kita terbebas dari keuangan. Kita harus punya asset berupa rumah, deposito, dan tabungan untuk jaga-jaga. Asuransi dapat juga menjadi pilihan harta hari tua anda.

Keempat, anda pasti ingin melanjutkan studi yang lebih tinggi. Nah, hasil anda menyetor di asuransi terutama asuransi uni link dapat memberikan investasi yang maksimal karena bunga yang tinggi dan resiko yang kecil. Resiko kecil karena didampingi oleh perlindungan jika sakit, maka kita tidak kawatir atau tidak perlu mengambil hasil tabungan asuransi unit link kita.

Keempat skenario ini adalah alasan mengapa kita harus membeli asuransi.

Jika pendapatan anda hilang, anda memerlukan asuransi untuk melindungi anda. Itu adalah dasarnya.

Jadi jika anda sadar hanya ada satu variabel penting dalam hidup anda, yang mempengaruhi segala hal dalam hidup anda, anda harus melindunginya. Dan itu adalah PENDAPATAN.

Itu adalah satu hal yang bisa kita lindungi… PENDAPATAN anda.

Jadi PENDAPATAN anda harus dilindungi. Itu alasan kenapa anda harus memiliki ASURANSI.

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael ( Business Partner ASN)

HP/WA: 08113436830 / Tinggal di Surabaya

Konsep Asuransi sudah Digagas Tuhan Melalui Nabi Nuh

Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan r –dengan taat mempersiapkan bahtera s  untuk menyelamatkan keluarganya; t  dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. u 
sumber: http://alkitab.sabda.org/search.php?search=Nabi%20Nuh&scope=all&exact=off

Jika kita membaca ayat di atas yang saya kutip dari Ibrani 11:7 (Alkitab), dapat disimpulkan bahwa konsep asuransi sudah digagas oleh Allah sejak jaman Nabi Nuh. Karena Iman, maka Nuh-dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum terjadi (kelihatan). Dan dengan patuhnya, Nabi Nuh melaksanakan perintah Allah.

Nabi Nuh menyelamatkan keluarganya dengan membuat perahu (bahtera). Meskipun saat itu banyak orang yang mengolok-olok dia, karena Nabi Nuh membuat perahu dikala musim panas atau kering dan mustahil ada banjir.

Perintah Allah ke Nabi Nuh adalah konsep dasar asuransi. Tujuannya adalah agar keluarganya selamat. Selamat tidak hanya nyawanya, tetapi selamat dari kebangkrutan ekonomi. Selamat dari kemiskinan karena ditinggal pergi suami atau ayah sebagai kepala keluarga.

Nabi Nuh mengimani hal itu. Nabi Nuh mengimani bahwa perahu yang dibuatnya karena Allah akan mengirim air bah sehingga terjadi banjir. Dan, Nabi Nuh berhasil menyelamatkan keluarganya.

Nabi Nuh patuh terhadap perintah Tuhan. Dia mau melaksanakan karena iman.

Nah, jika kita kaitkan dengan konsep asuransi juga sama. Asuransi membicarakan sesuatu hal yang belum terjadi. Membicarakan program ke depan yang belum tentu terjadi. Namun, kita sebagai manusia ber-iman, percaya bahwa Allah memberikan kita petunjuk atau tanda akan sesuatu hal yang belum terjadi.

Maaf saya tulis artikel ini karena masih banyak yang beranggapan bahwa ikut asuransi berarti tidak percaya pada kemurahan Tuhan. Ikut asuransi berarti tidak menyerahkan hidup pada Tuhan. Jujur saja ya, saya tidak menyalahkan pendapat tersebut. Hanya saja, pendapat ini terlalu naif buat saya. Dan terlalu sombong. Istilah nya kesombongan rohani.

Sebagai manusia beriman, kita diberi kebijaksanaan untuk merencanakan yang terbaik buat Tuhan dan sesama, terutama keluarga. Sebaiknay hal ini seiring sejalan, tidak berat sebelah. Di kisah Nabi Nuh jelas digambarkan sebuah antisipasi positif terhadap sesuatu yang akan terjadi. Kita perlu belajar bagaimana mengantisipasi dampak keuangan yang terjadi jika terjadi sesuatu.

Kita boleh berserah pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti pegang kita tapi kita tidak boleh pasrah. Kita harus berusaha. Kita harus merencanakan sebuah tujuan masa depan yang lebih baik.

Demikian kiranya. Salam.

Kenapa Menunda Membeli Asuransi

Tung Desem Waringin: “Kenapa Orang Menunda Membeli Asuransi?”

Tanya:

Pak Tung, saya Didik dari Palangkaraya. Saya datang hari ini spesial untuk acara ini. Kebetulan saya di bidang asuransi, saya sering ketemu nasabah-nasabah yang dia tahu persis sebenarnya asuransi itu penting, dia tahu biaya kesehatan itu mahal, tapi menunda-nunda, nanti ya nanti ya. Ada saran gak dari Bapak untuk kami yang bekerja di bidang asuransi, apa yang bisa kami sampaikan kepada para nasabah yang sebenarnya sangat tahu tentang pentingnya asuransi?

Jawab TDW:

Begini bapak-ibu, kalau ini saya ingat kisah pribadi saya. Saya dulu juga menunda-nunda asuransi. Ternyata begini, orang menunda karena dia merasa untungnya buat dia tidak jelas. Saya untungnya apa, saya kan asuransi keluar terus nih. Lalu untungnya apa? Nanti kalau mati, kan gak enak.

Tapi satu hari saya gabung asuransi karena agen asuransinya sakti mandraguna. Pada waktu itu saya tunda tunda, tapi orangnya ulet sekali. Padahal telepon sudah saya persulit, tetap dia datang lagi. Dia tanya kapan saya kosong, wah saya tidak tahu kosongnya kapan. Satu hari dia nongol di rumah saya, wah ini mesti karyawan saya yang bocorin. Saya bilang, sori ya sekarang ini waktu untuk keluarga. Dia tetep oke, tetep baik, dia tangguh.

Dan karena saya gak enak hati, lama-lama saya nerima juga. Saya heran. Saya itu kalau ada orang yang dahsyat tangguh, saya jadi kepengen tahu kenapa kok tangguh. Kenapa sih, kalau orang lain saya tolak satu kali dua kali, anda terus menerus dahsyat luar biasa?

Dia langsung cerita. Pak Tung, saya dulu juga gak setangguh ini. Tapi hari ini saya tangguh karena kenapa? Satu hari pada waktu saya mau nawarkan asuransi juga, hampir close, saya merasa bahwa orang ini penting, bahwa dia harus punya asuransi, ternyata orang ini sibuk jadi gak bisa ketemu. Pada waktu itu sudah hampir ya, tapi dia sibuk lagi dan sibuk lagi. Akhirnya saya merasa gak enak hati, saya jadi lupa untuk tangguh, saya gembos, saya pikir nanti kalau butuh dia akan telpon sendiri, dan ini orang adalah saudara saya.

Ternyata dia tabrakan dan meninggal dunia. Ini sodara pak. Waktu saya datang, saya kecewa pak. Saya nangis lebih kenceng dari istrinya. Kenapa? Karena saya datang hanya membawa ucapan duka dan bunga doang. Mestinya saya datang harus ngasih dia 2 miliar.

Mulai hari itu saya janji pada diri saya sendiri, bahwa kalau saya merasa bahwa yang saya jual ini penting, saya harus sungguh-sungguh, saya tidak mau menunda-nunda, saya akan ketemu, kalau akhirnya dia nolak ya terserah dia. Akan saya usahakan terus, akan saya uber, karena saya tahu bahwa ini penting untuk dia. Nah, kalau saya melihat Pak Tung, Pak Tung ini mirip saudara saya.

Cilaka gak bapak ibu?

Ternyata begini lho bapak ibu. Orang menunda karena tidak jelas untungnya tidak tahu ruginya. Ketika orang tahu ruginya, aduh kalau aku nunda-nunda, something happen, mestinya anak istri saya bisa menerima banyak ternyata enggak, itu sangat painful.

Manusia itu otaknya mencari nikmat menghindari sengsara. Kalau tidak jelas nikmatnya, actionnya (pun tertunda). Tapi sayangnya 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Oo kalau anda gini dapat sekian sekian, anda gak peduli. Tapi kalau mendadak anda meninggal, keluarga anda gak dapat apa-apa cuma dapat karangan bunga, lha itu bapak-ibu. Langsung saya eksekusi, sini mana tanda tangan! []

Artikel bisa dibaca juga di https://myallisya.com/2018/06/04/tung-desem-waringin-kenapa-orang-menunda-membeli-asuransi/