Category Archives: Edukasi asuransi

Poin-Poin dalam Asuransi Kesehatan Murni yang Layak Dipertimbangkan

Antara asuransi unit link dan kesehatan murni terdapat perbedaan, baik dari kelebihan maupun kekurangannya. Berikut ini adalah poin-poin mengenai kelebihan asuransi kesehatan murni yang layak jadi pertimbangan.

1. Jaminan Perlindungan yang Memadai

Asuransi kesehatan murni memiliki layanan yang sangat baik. Untuk rawat jalan atau rawat gigi, asuransi kesehatan murni memberi tanggungan, sedangkan unit link tidak memberikan tanggungan tersebut. Selain itu, masa berlaku polisnya dalam hitungan tahun. Anda bebas dalam memutuskan apakah ingin memperpanjang atau tidak.

2. Layanan Kesehatan yang Lebih Luas

Asuransi kesehatan murni juga memiliki cakupan layanan kesehatan yang sangat luas dan menyeluruh. Hal ini tidak dimiliki layanan asuransi unit link.

3. Premi yang Rendah

Asuransi ini juga menawarkan premi yang ringan karena tidak ada manfaat investasi di dalamnya. Hal ini memungkinkan asuransi kesehatan murni untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi para nasabahnya.

Jenis Pergantian Biaya dalam Asuransi Kesehatan

Anda mungkin mendengar beberapa istilah asuransi yakni casless dan reimburse. Mari kita simak apa yang dimaksud Casless dan Reimburse di dalam asuransi.

Ada Beberapa jenis biaya pergantian dalam Asuransi Kesehatan, yaitu:

  • Tanpa Uang Kontan (Asuransi Kesehatan Cashless):
    Ganti rugi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi tanpa menggunakan uang nasabah terlebih dahulu dimana biasanya perusahaan asuransi akan memberikan kartu keanggotaan sebagai bukti ganti rugi pada rumah sakit yang menjadi rekan mereka.
  • Bayar Terlebih Dahulu (Asuransi Kesehatan Reimbursment):
    Dalan jenis ini nasabah diharuskan untuk membayarkan terlebih dahulu biaya yang dikeluarkan untuk perawatan baru kemudian perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut setelah nasabah melengkapi dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.

Di asuransi Allianz dengan pengcoveran Hospital dan Surgical Premier, nasabah diberi fasilitas kartu casless, sehingga nasabah tidak perlu kawatir misalnya saat sakit di tanggal tua atau uang sedang kosong alias bokek.

Demikian ulasan saya

Natanael Konultan Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

Jangan Lupakan Asuransi dalam Membangun Peternakan Uang

Menjadi bebas finansial adalah dambaan sebagian besar orang. Bebas finansial adalah suatu kondisi ketika kita tidak perlu bekerja karena kita memiliki investasi yang cukup unuk menutupi biaya hidup secara terus menerus. Ada yang bisa diperoleh dari bunga deposito, sewa apartemen, royalti buku dan aset lainnya. Ada satu buku yang menurut saya bagus untuk dipelajari bagi yang ingin bebas finansial. Buku itu berjudul Financial Revolution yang ditulis oleh Tung Desem Waringin, salah satu motivator terkenal di Indonesia. Disana dijelaskan bagaimana cara membangun ‘peternakan uang’. Bagaimana caranya agar uang yang kita miliki bisa terus berkembang biak sendiri.

Ada dua tips utama untuk membangun peternakan uang ini.

1. Menunda kesenangan

Untuk membangun aset, kita harus menyisihkan penghasilan secara berkala. Tentu saja kita tidak bisa mengikuti gaya hidup yang seenaknya. Kita harus biasakan untuk mampu menahan diri untum tidak konsumtif. untuk itu perlu dibangun kebiasaan menunda kesenangan. Ada 3 prinsip yang perlu dilakukan.

a. Membeli barang konsumtif dari passive income. Passive income dalah pendapatan dari aset, dimana kita tidak perlu bekerja, seperti sewa properti, royalti buku, hasil dari bisnis yg autopilot dsb.

b. Total belanja untuk konsumtif maksimal 10% dari pendapatan aktif kita. Misal gaji kita 10 juta maka untuk belanja konsumtif maksimal 1 juta.

c. Menurunkan standar. Misalkan kita ingin beli iphone 6, kita turunkan jadi Iphone 4s yang harganya cuma sepertiganya.

2. Alokasi Aset

Agar uang kita berkembang, maka pemasukan harus kita alokasikan kembali pada investasi, bukannya semua dikonsumsi. Caranya adalah dengan mengalokasikan minimal 10% dari pendapatan untuk Investasi Aman artinya investasi dengan risiko yang sangat minimal misal deposito bank. Lalu, minimal 20% untuk cadangan darurat yang biasanya sebesar 5 sampai 6x biaya hidup. Kalau sudah terkumpul baru lanjutkan menabung untuk Investasi Tumbuh, yaitu investasi yang menguntungkan meskipun berisiko. Terakhir sisa dana yang maksimal 70% bisa kita konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Investasi aman tidak boleh digunakan sama sekali sampai akhirnya biaya hidup kita sudah bisa dipenuhi dengan Passive Income seluruhnya.

Nah dari yang 20% tadilah kita buat investasi yang menghasilkan margin 15% keatas seperti bisnis, saham, valas dan lainnya

Lalu, implementasinya bagaimana?. Berikut ini cara praktis untuk diterapkan sehari-hari.

1. Autodebet

Agar memudahkan untuk alokasi dana, kita bisa menggunakan fasilitas autodebet di bank. kita perlu membuka minimal 2 rekening baru untuk menampung dana yang kita autodebet dari tabungan. Misal rekening A untuk investasi aman, dan rekening B untuk dana cadangan darurat dan Investasi Tumbuh.

Selanjutnya kita perlu pikirkan instrumen investasi apa yang akan kita ambil. Jadi setelah terkumpul, dana yang ada direkening A dan B tadi harus kita belikan instrumen yang sesuai. Karena rekening A dan B tadi biasanya adalah tabungan yang imbal hasilnya sangat kecil.

Untuk kebutuhan hidup juga perlu kita pasang fasilitas autodebet ini. Misal uang belanja bisa kita autodebetkan ke rekening istri.

2. Instrumen Investasi

Untuk investasi aman, prioritas kriterianya adalah zero risk, kalaupun ada sangatlah kecil dan tidak harus likuid karena memang tidak kita rencanakan untuk diambil. Untuk jangka panjang kita bisa tempatkan dengan urutan properti, emas baru deposito. Pandai-pandainya kita memilih investasi apa yang pas pada waktu itu.

Untuk investasi tumbuh, prioritas kriterianya adalah memberikan hasil yang besar (diatas bunga deposito) meskipun resikonya juga besar. Untuk yang konservatif, dana yang ada bisa kita belikan franchise, saham blue chip dsb. Untuk yang berani, alternatifnya buka bisnis, main saham, dsb.

Untuk cadangan darurat, kita utamakan yang likuid, seperti emas atau deposito.

Jadi kita tinggal ambil dana dari rekening A atau B kemudian kita belikan instrumen ini. Jangan lupa kita catat terlebih dahulu mana yang masuk investasi aman mana yang masuk investasi tumbuh, mana yang dana darurat. Selanjutnya kita tinggal fokus pada membesarkan passive income yang kendaraanya bisa bisnis, properti dan paper asset.

3. Asuransi

Terakhir, kita jangan lupakan untuk berasuransi. Karena namanya takdir datang tidak bisa dihindarkan. Jangan sampai belum terkumpul dana yang cukup, kita terkena musibah ditengah jalan entah sakit atau kehilangan mobil misalnya. Hal ini tentu saja bisa mengganggu usaha kita membangun ‘peternakan uang’. Untuk itu kita perlu minimalisir dengan mengambil asuransi. Usahakan semua asuransi kita miliki baik asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan bahkan apabila dimungkinkan asuransi untuk investasi maupun bisnis kita. Jumlahnya dapat kita sisihkan dari dana cadangan darurat.

(artikel ini pernah dimuat di kompasiana.com)

ditulis kembali oleh Natanael (Konsultan Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz Life)

HP/WA 08113436830

Dasar Hukum yang Berlaku dalam Asuransi Kesehatan Allianz

Pada dasarnya, asuransi merupakan sebuah bentuk perjanjian, maka dengan demikian hal ini memiliki risiko batal atau dibatalkan jika tidak memenuhi syarat keabsahan perjanjian yang mengacu pada Pasal 1320 KUH Perdata. Namun di luar KUHD tersebut, perjanjian asuransi juga dibatalkan bila terjadi beberapa hal seperti:

  • Memuat keterangan yang keliru atau tidak benar atau bila tertanggung tidak memberitahukan hal-hal yang diketahuinya, di mana apabila hal tersebut disampaikan kepada penanggung akan berakibat tidak ditutupnya perjanjian asuransi tersebut (Pasal 251 KUHD).
  • Memuat suatu kerugian yang sudah ada sebelum perjanjian asuransi ditandatangani (Pasal 269 KUHD).
  • Memuat ketentuan bahwa tertanggung dengan pemberitahuan melalui pengadilan membebaskan si penanggung dari segala kewajiban yang akan datang (Pasal 272 KUHD).
  • Terdapat suatu akalan cerdik, penipuan, atau kecurangan si tertanggung (Pasal 282 KUHD).
  • Apabila obyek pertanggungan menurut peraturan perundang-undangan tidak boleh diperdagangkan dan atas sebuah kapal baik kapal Indonesia atau kapal asing yang digunakan untuk mengangkut obyek pertanggungan menurut peraturan perundang-undangan tidak boleh diperdagangkan (Pasal 599 KUHD).

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Kesehatan Allianz?

Berikut ini adalah prosedur cara klaim asuransi kesehatan Allianz:

  • Menghubungi call center Allianz pada nomor 1500 136 / Fax: +6221-2926 8080 / contactus@allianz.co.id
  • Melengkapi dokumen asuransi kesehatan (individu atau kelompok) 
  • Melengkapi Formulir Klaim Asuransi Kesehatan (individu / kelompok)
  • Melengkapi Formulir Aplikasi Asuransi Kesehatan Perseorangan (khsus klaim individu)
  • Menghubungi call center Allianz pada nomor 1500 136 / Fax: +6221-2926 8080 / contactus@allianz.co.id
  • Melengkapi dokumen asuransi kesehatan (individu atau kelompok) 
  • Melengkapi Formulir Klaim Asuransi Kesehatan (individu / kelompok)
  • Melengkapi Formulir Aplikasi Asuransi Kesehatan Perseorangan (khsus klaim individu)

Konsultasi lebih lanjut hubungi

Natanael Konsultan Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

Pilih yang Mana?

img-20180623-wa00361911131482.jpg

Hidup merupakan pilihan. Sekali salah jalan, maka anda akan menyesal. Jika membaca tabel di atas, pada pilihan yang mana yang anda pilih? Tapri atau Tapro?

Jika pilih Tapri (tabungan pribadi) maka butuh 2000 bulan jika menabung 2jt perbulan. Namun, misal di tahun ke dua terjadi resiko entah sakit kritis, entah itu kecelakaan, impian menabung Rp 1 M hilang karena harus membiayai sakit.

Jika memilih Tapro (Tanggung PRoblem), jika menabung Rp 2jt perbulan, anda akan mendapat total perlindungan Rp 4Milyar dan ini dijamin oleh perusahaan asuransi terbesar yakni Allianz. Dan ini tidak butuh waktu lama untuk mendapat dana Rp 4 M. Cukup 1 sampai 90 hari saja.

Penjelasan lebih lanjut hubungi saya, Natanael, Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

Cara Mudah Mewariskan Rp 1 Milyar untuk Anak

Pasti membaca judul di atas diantara kita ada yang berpendapat, “Ah mustahil, mana bisa mudah mendapatkan uang Rp1Milyar.”

Komentar di atas wajar. Wajar untuk kebanyakan orang.

Apalagi kita kebanyakan masih banyak hutang. Misalnya, beli rumah secara kredit. Nyatakah judul diatas?

Apa semua orang mungkin mendapat kesempatan memberikan warisan Rp 1 Milyar ke anak kita.

Menjawab pertanyaan itu, Saya akan gambarkan misalnya, jika kita menabung secara konvensional, berapa lamakah kita bisa menyiapkan warisan uang Tunai sebesar 1 M dengan menabung hanya 500 ribu per bulan?

1.000.000.000 dibagi 500 ribu/bulan = 2.000 bulan

2000 bulan itu setara dengan kurang lebih 167 tahun. Ditambah dengan umur Anda sekarang (misalkan 30 tahun), maka kurang lebih Anda butuh 167+30 = 197 tahun menabung untuk dapat menghasilkan warisan uang tunai 1 M. Apakah Ayah punya CUKUP WAKTU 197 TAHUN?

Belum lagi jika saat merencanakan keuangan tiba-tiba terkena sakit kritis misal stroke jantung dan lainnya. Rencana pasti rusak.

Melihat hal tersebut, saya akan tawarkan sebuah program dari Allianz Life yakni

Jika saat ini Ayah berumur 33 tahun, maka dengan menabung Rp 1200.000 saja per bulan dengan konsisten, maka satu hari sejak diterima oleh Allianz, sudah tercipta dana tunai Warisan sebesar 1 M.

Jika dalam periode menabung, terjadi sebuah resiko “kepastian hidup”, yaitu meninggal dunia, atau terdiaknosa sakit kritis, maka dana Warisan 1 M akan dibayarkan kepada ahli waris yang ditunjuk, meskipun jumlah yang disetorkan baru beberapa bulan saja.

Berikut contoh ilustrasinya;

Capture1

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program WARISAN INSTANT KELUARGA ini, silakan hubungi, Natanael HP: 08113436830

Kisah Dua Orang Sahabat

Suatu hari didalam perjalanan terdapat dua orang Sahabat yang sedang bertengkar, salah satu dari mereka menampar sahabatnya. Pria itu merasakan sakit, Namun pria itu diam saja dan menulis di atas pasir: “Hari ini sahabatku menamparku

Dua orang sahabat ini terus melanjutkan perjalanan dan menemukan sebuah oasis. Mereka memutuskan untuk berenang di mata air dan tiba-tiba orang yang ditampar tadi tenggelam, tapi temannya menyelamatkannya. Ketika ia sadar, ia menulis di sebuah batu: “Hari ini sahabatku menyelamatkan hidupku.

Sahabatnya pun bertanya : Ketika aku menyakitimu, kamu menulisnya di pasir dan sekarang saat aku menyelamatkanmu kamu menulisnya di batu. Mengapa?

Dia menjawab: Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya di atas pasir, sehingga angin bisa menghapusnya. Tapi ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik bagi kita, kita harus mengukirnya di atas batu, sehingga angin tidak bisa menghapusnya.