Category Archives: Edukasi asuransi

Mohon Ijinkan Saya untuk Mengaktifkan Polis Asuransi Anda

Judul diatas merupakan gerakan hati saya. Begitu banyak orang yang belum faham arti pentingnya asuransi.

Seperti yang diungkapkan oleh tokoh Sanjay Tolani. Dia bukan siapa-siapa, namun dia tergerak menyelamatkan orang agar terlindungi asuransi.

SANJAY TOLANI: BIARKAN SAYA MENGAKTIFKAN POLIS ASURANSI ANDA

Salah satu teman dekat saya, dia menelepon saya dan dia bilang, “Sanjay, saya telah mengenal anda 7 tahun, tapi kami sebagai keluarga tidak pernah membeli asuransi jiwa. Dan kami mempunyai dua anak kecil. Suami saya tidak percaya dengan asuransi. Jika anda tidak keberatan, bolehkah saya bawa suami saya ke tempat anda, supaya anda bisa menjual asuransi jiwa kepadanya?”

Kapan terakhir kali anda mendapatkan seseorang yang mengatakan kepada anda: juallah asuransi jiwa ke saya?

Deal berhasil.

Saya katakan untuk membawa suaminya ke kantor saya keesokan harinya. Jadi keesokan harinya, mereka datang ke kantor saya. Dan setelah beberapa jam diskusi, kami membuat catatan tentang semua pilihan dan produknya. Kami memulai semua prosedur. Termasuk formulir aplikasinya. Semua sudah siap.

Dia mengatakan, “Saya akan pulang ke rumah dan kirimkan cheque kepada anda, dan kami siap lanjut dengan produk ini. Terbaik.”

Jadi dia pulang ke rumah dan menelepon saya, “Sanjay, saya ada masalah kecil. Buku cheque saya sudah habis. Saya akan pergi ke Bulgaria untuk 10 hari, apakah anda keberatan jika anda tunggu selama 10 hari?”

Saya katakan, “Tidak apa-apa, tidak akan membuat perbedaan.”

Saya bisa menahan aplikasi untuk 10 hari. Ini pun masih belum komplet, kami masih harus mengisi beberapa detail. Kirim cheque ke saya nanti tidak apa-apa.

Setelah 7 hari, saya dapat telepon dari istrinya. “Sanjay, kami mengalami kecelakaan mobil, untungnya anak-anak kami tidak apa-apa. Tapi tangan, kaki, dan rahang saya patah. Dan Phillip sedang mengalami koma.”

Saya tidak tahu harus jawab apa. Ini adalah teman saya yang sudah bersama saya selama 7 tahun. Kami belajar universitas bersama. Saya tidak bisa lakukan apa-apa untuknya. Dia menelepon saya keesokan harinya dan mengatakan, Phillip telah meninggal dunia.

Kalau dia hanya membayar 320 dollar saat itu, saya akan membayar klaim 700,000 dollar ke keluarganya. Aplikasi tidak lengkap dan tidak ada cheque bersamanya.

Jadi kalau klien mengatakan mereka perlu waktu, apa yang anda katakan?

Apakah anda tahu, jika teman saya itu menelepon saya saat ini jam 3 pagi, saya tidak hanya akan mengangkat telepon itu, tapi saya akan lakukan apa pun yang dia katakan. Karena saya merasa bersalah. Saya mempunyai kuasa itu untuk menjaga keluarga itu dan saya tidak melakukannya.

Ketika klien memberi tahu anda biarkan aku memikirkannya, “Pak Klien, anda mempunyai waktu 3 minggu untuk memikirkannya. Biarkan saya mengaktifkan asuransi polis anda. Kami mempunyai periode proteksi gratis. Tanyalah kepada keluarga anda, istri anda, atau siapa pun juga, tapi biarkanlah saya aktifkan polis anda. Karena jika anda telah membuat keputusan tentang polis ini, jadi inilah yang anda butuhkan, jadi biarkanlah saya implementasikan untuk anda. Jika anda memiliki waktu yang telah untuk implementasikan, periode proteksi gratis ada di sana. Dan kami akan mengembalikan premi 100% ke anda.”

Bisnis ini adalah apa yang kita lakukan. Berapa orang dari kami yang siap untuk hidup dengan perasaan merasa bersalah itu?

Sampai saat ini sudah 5 tahun sejak kejadian itu, tapi saya tetap merasa bersalah.

Jika kita hadir untuk konferensi, sebagian datang memakai mobil, sebagian memakai pesawat. Jika kita terbang dengan pesawat, hal pertama yang mereka perlihatkan adalah video keselamatan. Jika selang oksigen jatuh, anda harus membantu diri anda sendiri sebelum membantu anak anda.

Berapa orang dari kita yang sudah memberi proteksi terhadap keluarga kita sendiri?

Lihat kita adalah dokter dalam profesi ini. Jika kita tidak percaya terhadap obat kita sendiri, bagaimana anda bisa memberi obat anda kepada klien anda, anda harus percaya terhadap obat anda sendiri. Tunjukkanlah ke klien kopi produk yang sudah anda beli. Manusia mempunyai kecenderungan untuk mengkopi. Kita sangat senang mengkopi. Kita mengkopi semasa kita kecil. Jadi kenapa tidak sekarang.

Jadi anda bisa tunjukkan apa yang anda punyai ke klien anda. Pak klien, saya sudah membeli ini untuk diri sendiri dan keluarga saya. Apa yang sudah anda lakukan untuk anda sendiri? []

Sumber: https://myallisya.com/2019/09/20/sanjay-tolani-biarkan-saya-mengaktifkan-polis-asuransi-anda/

Sharing Dr. Sanjay Tolani tentang Pentingnya Asuransi dalam Perencanaan Keuangan Kita

Nama saya Dr. Sanjay Tolani, saya sudah menjalani bisnis ini lebih dari 17 tahun, dan saya sudah 13 tahun menjadi anggota teratas dari MDRT.

Asuransi melindungan keuangan anda dari beberapa skenario berikut:

Pertama, seandainya anda meninggal dunia, siapa yang menangani keuangan anak anda? Apakah anda rela atau tega, anak anda mengharap belas kasihan orang tua atau saudara dekat? Tentu hal ini jangan sampai terjadi. Karena jika kita sudah memiliki asuransi terutama asuransi jiwa, maka dari UP (Uang Pertanggungan) atau warisan asuransi akan cair dan menurun ke anak anda.

Kedua, seandainya anda jatuh sakit, apalagi sakit yang memiliki biaya tinggi seperti kanker, jantung, dan lainnya yang butuh biaya besar. Siapa yang sanggup membiayayai?

Ketiga, seandainya anda tua kelak, misalnya usia pensiun. Apakah anda mau hanya berserah dan dibiayai anak anda? Sebagai orang yang dulu pernah jaya, kita harus memiliki dana hari tua yang bisa membuat kita terbebas dari keuangan. Kita harus punya asset berupa rumah, deposito, dan tabungan untuk jaga-jaga. Asuransi dapat juga menjadi pilihan harta hari tua anda.

Keempat, anda pasti ingin melanjutkan studi yang lebih tinggi. Nah, hasil anda menyetor di asuransi terutama asuransi uni link dapat memberikan investasi yang maksimal karena bunga yang tinggi dan resiko yang kecil. Resiko kecil karena didampingi oleh perlindungan jika sakit, maka kita tidak kawatir atau tidak perlu mengambil hasil tabungan asuransi unit link kita.

Keempat skenario ini adalah alasan mengapa kita harus membeli asuransi.

Jika pendapatan anda hilang, anda memerlukan asuransi untuk melindungi anda. Itu adalah dasarnya.

Jadi jika anda sadar hanya ada satu variabel penting dalam hidup anda, yang mempengaruhi segala hal dalam hidup anda, anda harus melindunginya. Dan itu adalah PENDAPATAN.

Itu adalah satu hal yang bisa kita lindungi… PENDAPATAN anda.

Jadi PENDAPATAN anda harus dilindungi. Itu alasan kenapa anda harus memiliki ASURANSI.

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael ( Business Partner ASN)

HP/WA: 08113436830 / Tinggal di Surabaya

Konsep Asuransi sudah Digagas Tuhan Melalui Nabi Nuh

Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan r –dengan taat mempersiapkan bahtera s  untuk menyelamatkan keluarganya; t  dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya. u 
sumber: http://alkitab.sabda.org/search.php?search=Nabi%20Nuh&scope=all&exact=off

Jika kita membaca ayat di atas yang saya kutip dari Ibrani 11:7 (Alkitab), dapat disimpulkan bahwa konsep asuransi sudah digagas oleh Allah sejak jaman Nabi Nuh. Karena Iman, maka Nuh-dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum terjadi (kelihatan). Dan dengan patuhnya, Nabi Nuh melaksanakan perintah Allah.

Nabi Nuh menyelamatkan keluarganya dengan membuat perahu (bahtera). Meskipun saat itu banyak orang yang mengolok-olok dia, karena Nabi Nuh membuat perahu dikala musim panas atau kering dan mustahil ada banjir.

Perintah Allah ke Nabi Nuh adalah konsep dasar asuransi. Tujuannya adalah agar keluarganya selamat. Selamat tidak hanya nyawanya, tetapi selamat dari kebangkrutan ekonomi. Selamat dari kemiskinan karena ditinggal pergi suami atau ayah sebagai kepala keluarga.

Nabi Nuh mengimani hal itu. Nabi Nuh mengimani bahwa perahu yang dibuatnya karena Allah akan mengirim air bah sehingga terjadi banjir. Dan, Nabi Nuh berhasil menyelamatkan keluarganya.

Nabi Nuh patuh terhadap perintah Tuhan. Dia mau melaksanakan karena iman.

Nah, jika kita kaitkan dengan konsep asuransi juga sama. Asuransi membicarakan sesuatu hal yang belum terjadi. Membicarakan program ke depan yang belum tentu terjadi. Namun, kita sebagai manusia ber-iman, percaya bahwa Allah memberikan kita petunjuk atau tanda akan sesuatu hal yang belum terjadi.

Maaf saya tulis artikel ini karena masih banyak yang beranggapan bahwa ikut asuransi berarti tidak percaya pada kemurahan Tuhan. Ikut asuransi berarti tidak menyerahkan hidup pada Tuhan. Jujur saja ya, saya tidak menyalahkan pendapat tersebut. Hanya saja, pendapat ini terlalu naif buat saya. Dan terlalu sombong. Istilah nya kesombongan rohani.

Sebagai manusia beriman, kita diberi kebijaksanaan untuk merencanakan yang terbaik buat Tuhan dan sesama, terutama keluarga. Sebaiknay hal ini seiring sejalan, tidak berat sebelah. Di kisah Nabi Nuh jelas digambarkan sebuah antisipasi positif terhadap sesuatu yang akan terjadi. Kita perlu belajar bagaimana mengantisipasi dampak keuangan yang terjadi jika terjadi sesuatu.

Kita boleh berserah pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan pasti pegang kita tapi kita tidak boleh pasrah. Kita harus berusaha. Kita harus merencanakan sebuah tujuan masa depan yang lebih baik.

Demikian kiranya. Salam.

Kenapa Menunda Membeli Asuransi

Tung Desem Waringin: “Kenapa Orang Menunda Membeli Asuransi?”

Tanya:

Pak Tung, saya Didik dari Palangkaraya. Saya datang hari ini spesial untuk acara ini. Kebetulan saya di bidang asuransi, saya sering ketemu nasabah-nasabah yang dia tahu persis sebenarnya asuransi itu penting, dia tahu biaya kesehatan itu mahal, tapi menunda-nunda, nanti ya nanti ya. Ada saran gak dari Bapak untuk kami yang bekerja di bidang asuransi, apa yang bisa kami sampaikan kepada para nasabah yang sebenarnya sangat tahu tentang pentingnya asuransi?

Jawab TDW:

Begini bapak-ibu, kalau ini saya ingat kisah pribadi saya. Saya dulu juga menunda-nunda asuransi. Ternyata begini, orang menunda karena dia merasa untungnya buat dia tidak jelas. Saya untungnya apa, saya kan asuransi keluar terus nih. Lalu untungnya apa? Nanti kalau mati, kan gak enak.

Tapi satu hari saya gabung asuransi karena agen asuransinya sakti mandraguna. Pada waktu itu saya tunda tunda, tapi orangnya ulet sekali. Padahal telepon sudah saya persulit, tetap dia datang lagi. Dia tanya kapan saya kosong, wah saya tidak tahu kosongnya kapan. Satu hari dia nongol di rumah saya, wah ini mesti karyawan saya yang bocorin. Saya bilang, sori ya sekarang ini waktu untuk keluarga. Dia tetep oke, tetep baik, dia tangguh.

Dan karena saya gak enak hati, lama-lama saya nerima juga. Saya heran. Saya itu kalau ada orang yang dahsyat tangguh, saya jadi kepengen tahu kenapa kok tangguh. Kenapa sih, kalau orang lain saya tolak satu kali dua kali, anda terus menerus dahsyat luar biasa?

Dia langsung cerita. Pak Tung, saya dulu juga gak setangguh ini. Tapi hari ini saya tangguh karena kenapa? Satu hari pada waktu saya mau nawarkan asuransi juga, hampir close, saya merasa bahwa orang ini penting, bahwa dia harus punya asuransi, ternyata orang ini sibuk jadi gak bisa ketemu. Pada waktu itu sudah hampir ya, tapi dia sibuk lagi dan sibuk lagi. Akhirnya saya merasa gak enak hati, saya jadi lupa untuk tangguh, saya gembos, saya pikir nanti kalau butuh dia akan telpon sendiri, dan ini orang adalah saudara saya.

Ternyata dia tabrakan dan meninggal dunia. Ini sodara pak. Waktu saya datang, saya kecewa pak. Saya nangis lebih kenceng dari istrinya. Kenapa? Karena saya datang hanya membawa ucapan duka dan bunga doang. Mestinya saya datang harus ngasih dia 2 miliar.

Mulai hari itu saya janji pada diri saya sendiri, bahwa kalau saya merasa bahwa yang saya jual ini penting, saya harus sungguh-sungguh, saya tidak mau menunda-nunda, saya akan ketemu, kalau akhirnya dia nolak ya terserah dia. Akan saya usahakan terus, akan saya uber, karena saya tahu bahwa ini penting untuk dia. Nah, kalau saya melihat Pak Tung, Pak Tung ini mirip saudara saya.

Cilaka gak bapak ibu?

Ternyata begini lho bapak ibu. Orang menunda karena tidak jelas untungnya tidak tahu ruginya. Ketika orang tahu ruginya, aduh kalau aku nunda-nunda, something happen, mestinya anak istri saya bisa menerima banyak ternyata enggak, itu sangat painful.

Manusia itu otaknya mencari nikmat menghindari sengsara. Kalau tidak jelas nikmatnya, actionnya (pun tertunda). Tapi sayangnya 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Oo kalau anda gini dapat sekian sekian, anda gak peduli. Tapi kalau mendadak anda meninggal, keluarga anda gak dapat apa-apa cuma dapat karangan bunga, lha itu bapak-ibu. Langsung saya eksekusi, sini mana tanda tangan! []

Artikel bisa dibaca juga di https://myallisya.com/2018/06/04/tung-desem-waringin-kenapa-orang-menunda-membeli-asuransi/

Biaya-biaya Akusisi Tapro Allianz yang Perlu Diketahui

Sebagai agen/ konsultan, banyak pertanyaan seputar berapa biaya akuisisi produk Tabungan Proteksi Allianz. Berikut jawabannya.

Biaya-biaya Tapro

  1. Biaya Akuisisi
    Besarnya sebagai berikut:
  • Tahun 1: 75%
  • Tahun 2: 40%
  • Tahun 3: 15%
  • Tahun 4: 7,5%
  • Tahun 5: 7,5%
  • Tahun 6 dst: 0%

Total 145% dalam 5 tahun.
Biaya akuisisi dipotong dr premi berkala.
Biaya akuisisi produk syariah (Allisya Protection Plus) dan konvensional (Smartlink Flexi Account Plus) sama.

  1. Biaya administrasi
    Besarnya Rp. 27500 per bulan. Biaya administrasi tahun pertama dipotong di tahun kedua.
  2. Biaya asuransi (iuran tabarru dlm Tapro syariah)
    Besarnya tergantung UP, jenis kelamin, usia (cenderung naik seiring usia), kelas pekerjaan, kondisi kesehatan saat awal masuk, dan apakah ada hobi berisiko atau tidak.
    Biaya asuransi tahun pertama dipotong di tahun kedua (50%) dan tahun ketiga (50%) bersamaan dg pemotongan biaya asuransi tahun berjalan.
  3. Biaya pengelolaan investasi
    Besarnya tergantung jenis dana investasi yg dipilih (fix income, balanced, equity). Rata-rata 2% setahun.

Hal ini sudah tertulis di polis sebagai salah satu keterangan.

Biaya tersebut tidak mempengaruhi premi yang dibayatkan nasabah.

Konsultasi lebih lanjut untuk mendaftar produk Tapro Asuransi Allianz hubungi saya:

Natanael HP/WA 08113436830

Lima Kiat Merdeka Finansial

Harapan manusia bahwa di usia 55 tahun mereka ingin kebebasan finansial atau arti lain merdeka secara keuangan. Apa yang dimaksud merdeka. Merdeka berarti di usia 55 tahun sudah tidak lagi bekerja. Kita tingal menikmati hasil jerih payah dari bekerja selama muda. Oleh karena itu, saya terinspirasi derngan artikel dan tokoh yang saya baca.

Meski demikian banyak orang yang sulit mencapai kemerdekaan secara finansial. Namun, hal tersebut bukan tidak mungkin kita capai. Belum terlambat bagi yang saat ini membaca blog saya proteksifinancial.com.
Beberapa cara ini mungkin bisa kita terapkan agar membawa dampak positif bagi masa depan.

Rencana pertama ialah membuat rencana keuangan.
Kadang kita lupa setiap gajian langsung membeli sesuatu yang tidak penting, misalnya membeli tiket nonton atau membeli makan di restoran karena tergiur discount. Kita sebaiknya memahami tentang rencana keuangan dengan baik. Kita bisa mulai dengan list rencana kita untuk jangka panjang.

Keinginan Melawan Kebutuhan

Kita terkadang salah dalam membedakan mana yang keinginan dan mana yang kebutuhan. Jika tidak dapat membedakannya kita akan terjebak sehingga berujung penyesalan.

Kadang kita tidak menyadari keinginan datang dari hal-hal yang terkesan menarik atau kemudahan yang ditawarkan sehingga menimbulkan hasrat berbelanja. Contoh belanja produk karena tergiur discount.

Ketiga, Menambah Pendapatan

Salah satu strategi untuk mencapai kemerdekaan finansial ialah dengan menambah pendapatan.

Sebagai milenial yang hidup di era teknologi informasi yang cukup canggih, banyak sekali peluang untuk menambah pendapatan. Kita bisa mulai rencana membuka usaha, menjadi agen asuransi, atau menjadi influencer di media sosial.

Menurut Cathy Sharon, artis muda yang merupakan mantan VJ, menjelaskan bahwa anak muda zaman sekarang memiliki kelebihan dan peluang yang lebih besar untuk menambah pendapatan dibanding generasi sebelumnya.

Keempat, Siapkan Proteksi

Satu hal yang sangat penting yakni mempersiapkan proteksi dalam mencapai kebebasan finansial. Karena, ada hal-hal yang tidak terduga yang bisa menghabiskan semua tabungan dan mengganggu rencana yang sudah disusun.

Proteks paling aman adalah memiliki asuransi untuk kesehatan, jiwa, kendaraan, hingga bencana.

Asuransi membantu mengelola resiko jika terjadi hal yang tidak terduga. Misalnya, ada musibah yang mencari pencari nafkah. Dalam hal demikian, dibutuhkan perlindungan untuk menjaga keberlangsungan rencana.

“Setiap kepala keluarga atau pencari nafkah utama di keluarga wajib memiliki asuransi jiwa,: ungkap Chief Marketing Officer Allianz Indonesia Bapak Karim Zulkarnaen.

Kelima, Kenali Proteksi

Salah satu hal yang dipertimbangkan sebelum memilih penyedia asuransi adalah memastikan penyedia produk telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penyedia asuransi yang tidak terdaftar di OJK jelas harus dihindari para milenial.
Salam Merdeka Finansial

Ingin konsultasi atau mendaftar produk asuransi Allianz hubungi:
Natanael Konsultan Asuransi Allianz
HP/Wa 08113436830