Category Archives: inspiratif

Maaf, kalau sudah Sakit Jangan Ikut Asuransi Kesehatan

Pukul 9.30 pagi tadi aku bertemu seorang yang sebelumnya meneleponku. Dia ingin buka polis asuransi kesehatan. Bukan untuknya tapi untuk ayahnya. Aku mulai curiga “jangan-jangan ….”

“Selamat pagi pak jeffrey,” sapaku di rumah makan tempat kami berjanji bertemu.

“Selamat pagi pak Natanael.”

“Ada yang bisa saya bantu?” tanyaku setelah duduk di kursi tengah. Kududuk disana karena cukup terang untuk menjelaskan perihal asuransi.

“Begini, tolong dibuatkan ilustrasi asuransi kesehatan murni untuk Papa saya, namanya Yohanes usia 65 thn.”

“Okey pak, segera saya buatkan.” Aku mulai mengambil laptop. Usianya cukup tua untuk mengambil asuransi.

“Apakah sudah punya riwayat sakit pak?” tanyaku kemudian.

“Papa sudah terkena Kencing Manis, Jantung.”

“Wah maaf pak, kalau sudah terkena sakit Kencing Manis, dan jantung, untuk claim nya kedua penyakit itu tidak dilayani nanti”. Jawabku spontang. Sebenarnya tidak tega menjelaskannya tapi ini demi kebaikan dia.

“Oh begitu ya”

“Maaf pak, asuransi manapun akan menolak.”

Inilah uniknya asuransi, justru kalau dibutuhkan dia akan menolak tapi jika tidak dibutuhkan, dia akan menerima.

Jangan saat sakit butuh asuransi. Lebih baik saat sehat, segera ambil asuransi.

 

 

Advertisements

Mengubah Nasi yang Sudah Menjadi Bubur

Banyak orang mengatakan, nasi sudah menjadi bubur ketika mereka menyesali tidak mengambil satu pun program asuransi sebelum resiko hidup terjadi. Begitu kepala keluarga pencari nafkah kehilangan penghasilan karena sakit berat, kecelakaan berat yang menyebabkan cacat tetap atau pindah dunia terlalu cepat, keluarga baru menyadarinya. Mereka seringkali menyesali mengapa tidak mendengar penjelasan dan mengambil tindakan membeli polis segera. Nasi sudah menjadi bubur.

Akan tetapi, banyak yang lupa bahwa bubur sekarang diperdagangkan dengan sangat laris. Dengan beberapa tambahan seperti cakwe, ayam suir, bawang goreng dll, maka bubur pun bisa dijual kalau enak. Tugas kitalah menjadikan nasi yang sudah menjadi bubur ini menjadi bubur yang enak .

Kita bisa belajar dari apa yang sudah dialami orang lain. Untuk kasus seperti diatas, tentu selain butuh biaya pengobatan yang besar, biaya hidup keluarga juga terus berjalan seperti tagihan listrik, biaya sekolah anak-anak, cicilan dll. Asuransi kesehatan seperti BPJS, asuransi kesehatan swasta, atau jaminan biaya pengobatan tanggungan kantor mungkin banyak membantu biaya ketika rawat inap. Tapi diluar itu masih banyak biaya-biaya lainnya yang harus ditanggung sendiri.

Walaupun kita sudah memiliki deposito yang jumlahnya bisa dipakai untuk  membayar sebagian biaya hidup dan memiliki bisnis apapun, kita tetap membutuhkan asuransi jiwa. Sebab, asuransi memiliki fitur-fitur yang berbeda dengan deposito, tabungan atau bisnis real.

Asuransi memberikan anda kepastian uang pertanggungan, misalnya uang pertanggungan Rp. 1 milyar atau Rp. 2 milyar. Sementara, untuk mendapatkan Rp. 5 juta per bulan sebagai pengganti penghasilan, kita harus memiliki deposito sebesar Rp. 1,2  Milyar dengan tingkat suku bunga 6% per tahun.

Bagi anda yang hingga sekarang belum memiliki satu pun polis asuransi, segera ambil salah satu program asuransi. Mumpung anda masih punya penghasilan, mumpung anda masih muda. Mumpung masih sehat. Hidup akan bertambah sulit jika tidak memiliki asuransi. Jika nasi sudah menjadi bubur, saya meragukan anda bisa mengubahnya menjadi bubur yang enak.

Tabel Premi untuk manfaat Asuransi Jwa Dasar dan CI 00

image

image