Category Archives: Janda yang mendiang suaminya punya asuransi jiwa

Apa bedanya antara Janda yang Mendiang Suaminya Memiliki Asuransi Jiwa dengan Yang Tidak

Cerita ini saya kutip dari blog asuransi-jiwa.org. Dijelaskan bahwa ada perbedaan antara janda yang mendiang suaminya memiliki asuransi jiwa dengan yang tidak memiliki asuransi jiwa. Mari kita simak ilustrasi di bawah ini.

“Pak, buat apa saya ikut asuransi bila nanti ketika hal buruk terjadi, katakan saya meninggal lebih dulu, maka istri saya akan kawin lagi dengan laki-laki lain setelah mendapatkan Uang Pertanggungan dari polis saya”. “Enak di dia dong pak, gak enak di saya”.

Dalam hati saya berkata, kasihan sekali para istri yang memiliki suami yang berpikiran seperti ini. Saya berharap bagi para suami yang punya pemikiran seperti ini, agar segera insyaf deh.

Kasihan anak gadis orang yang sudah anda jadikan istri anda saat ini. Sungguh tega, menghancurkan hidup anak gadis orang, yang sudah menyerahkan hidupnya sepenuh nya kepada anda, eehh anda nya malah bersikap egois seperti itu.

Hanya berpikir ingin menyenangkan dan membahagiakan mereka di saat anda masih hdiup saja. Jika anda sudah meninggal bagaimana nasib mereka yang sudah menjadi janda? Tugas anda belum selesai, meskipun anda meninggal duluan karena mestinya anda harus mempersiapkan segala sesuatunya di saat anda masih hidup..

Sebenarnya benar atau tidak, apabila suami memiliki asuransi jiwa, kemudian pada saat suami meninggal, istri akan mendapatkan uang pertanggungan sebagai warisan yang pada akhirnya akan membuat si istri kawin lagi dengan laki laki lain? Mari kita kaji lebih dalam dengan melihat 2 buah case di bawah ini.

Istri yang ditinggal mati suami yang tidak memiliki polis asuransi sebelumnya.

Nasib istri yang ditinggal mati oleh suaminya yang tidak memiliki polis asuransi jiwa sebelumnya, yang bahkan belum habis masa sedih dan berkabungnya tetapi telah dihadapkan pada kenyataan harus tetap menjaga dan menghidupi buah hatinya seorang diri Pernah tidak bapak bayangkan bila si istri yang terbiasa tidak bekerja (ibu rumah tangga) harus mulai mencari kerja guna menghidupi dirinya sendiri beserta anak.

Pada tahap awal mungkin masih bisa dengan cara menjual barang-barang peninggalan anda, tapi sampai kapan. Itupun kalau anda memang ada meninggalkan “sesuatu” untuk istri anda seperti mobil, tanah, rumah atau asset lainnya, tapi jika tidak ada bagaimana?.

Di saat sedih, labil, dan terpuruk secara emosi maupun ekonomi, istri anda tentu akan mencari perlindungan kepada orang lain. Saat keluarganya tidak bisa menerima, dia berusaha mencari sosok pengganti anda.

Bukan untuk cinta-cinta-an, tapi untuk bertahan hidup (survive) dan membesarkan anak-anak. Jadi istri anda kemungkinan anak menikah lagi karena anda tidak memiliki polis asuransi jiwa sebelum anda meninggal dunia. Kasihan anak anak anda yang pada akhirnya harus memiliki ayah tiri.

Bahkan mungkin menjelang dewasa, sosok anda akan tergantikan oleh sosok ayah tiri mereka yang ada di benak mereka. Apalagi jika ayah tirinya baik dan sangat peduli pada mereka. Bisa jadi anak anak anda akan lebih sayang pada ayah tirinya dibanding kepada anda. Ayah tirinya peduli kepada mereka dan mecukupi kebutuhan mereka.

Sedangkan anda? Karena keegoisan anda, anda tidak meninggalkan apa apa kepada istri dan anak anak anda. Anda selamanya akan dikenang sebagai suami yang tidak bertanggung jawab oleh istri anda dan bahkan anak anak anda akan menganggap anda adalah ayah yang jahat karena telah menelantarkan mereka sejak dari kecil. Yang salah bukanlah maut yang sangat cepat menjemput anda, tetapi anda yang tidak mempersiapkan diri selagi masih hidup dengan membeli asuransi jiwa.

Istri yang ditinggal mati oleh suami yang memiliki polis asuransi jiwa sebelumnya.

Walaupun anda sudah tenang dan jauh disana, anda masih mampu menjaga kehidupan istri dan anak anak anda yang ditinggalkan. Uang Pertanggungan (UP) dari polis asuransi jiwa anda dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha atau didepositokan saja sehingga istri mendapatkan penghasilan rutin (bunga) tiap bulannya sebesar gaji anda ketika anda masih hidup dulu.

Perhatikan bahwa disini hampir tidak ada perubahan dari kualitas hidup dari keluarga yang anda tinggalkan karena anda mampu menghidupi mereka walaupun anda sudah di atas sana. Meskipun anda telah tiada, tapi anda meninggalkan warisan/ legacy bagi istri dan anak anak anda. Istri anda akan tetap mengenang anda sebagai sosok suami yang baik dan bertanggung jawab. Anak anak anda juga tetap akan mengenang anda sebagai sosok ayah yang sangat luar biasa, yang tidak pernah meninggalkan mereka dalam situasi sulit meskipun anda telah tiada.

Jika ada pria lain yang mendekati istri anda dan ingin menggantikan posisi anda, belum tentu istri anda mau karena cintanya hanya untuk anda seorang, dan dia masih bisa hidup dan menghidupi anak-anak anda berkat rencana matang yang sudah anda buat sebelumnya.

Mungkin istri anda akan berpikir seribu kali untuk menggantikan posisi anda dengan laki-laki lain. Istri anda juga dapat berpikir jangan-jangan pria pria yang mendekatinya hanya ingin mengincar harta mendiang suami nya saja.

Jadi, kira-kira anda ingin istri anda menikah lagi atau tidak kelak? Apakah anda ingin anda dikenang sebagai suami dan ayah yang bertanggung jawab atau suami atau ayah bloon yang karena berpikir tolol akhirnya membuat istri dan anak menderita? Istri jadi terpaksa menikah dengan pria lain dan anak anak anda memanggil seorang pria asing dengan sebutan ayah.

Jawabannya tergantung dari apakah anda sudah punya asuransi jiwa Allianz saat ini atau belum. Apakah anda mau memiliki asuransi jiwa Allianz sekarang juga? Jangan tunggu sampai besok karena kita tidak pernah tahu kapan batas waktu hidup kita di dunia ini.

Ingin bertanya tentang asuransi jiwa Allianz, silahkan hubungi:

Natanael, Agen Asuransi Allianz Berlisensi.

HP: 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Sumber: http://www.asuransi-jiwa.org/perbedaan-antara-janda-yang-mendiang-suaminya-memiliki-asuransi-jiwa-dengan-yang-tidak/