Category Archives: Kisah pengalaman Tapro

Pentingnya Dana Hari Tua…

Hari ini saya mendapat sharing pengalaman hidup dari blog https://mytapro.net/2016/05/07/kisah-nyata-pentingnya-dana-hari-tua/

Cerita ini bisa menjadi pelajaran hidup buat kita.

“Saya mengenal sebuah keluarga yang sangat baik dan sangat santun dalam kehidupannya, terdiri dari seorang pencari nafkah, istri dan 2 orang anak yang sudah dewasa.
Kehidupan mereka sangat sederhana, tidak berlebihan. Mereka hidup apa adanya dengan sebuah rumah yang cukup nyaman.

Intinya dengan pencari nafkah bekerja, maka kehidupan keluarga ini berjalan normal, sampai tiba tiba sekitar bulan Oktober 2015 kemarin pencari nafkah tiba tiba mengalami stroke dan mengakibatkan tidak bisa bekerja lagi. Keuangan keluarga sudah pasti terganggu, karena penghasilan pencari nafkah terhenti. Anak mereka sudah dewasa dan sudah bekerja, namun tetap saja tidak dapat digantikan sebagai sumber pencari nafkah utama di dalam keluarga tersebut dan orang tua mereka juga tidak mau membebankan hal ini kepada anak mereka.

Saya kenal cukup dekat dengan keluarga ini, dan hari ini mereka menyampaikan hal yang menyedihkan untuk saya dengar. Mereka sekeluarga sudah sepakat akan menjual rumah mereka dan akan tinggal di rumah yang lebih kecil lagi. Walaupun terasa sangat berat melepaskan rumah kenangan yang sudah mereka tempati sejak kelahiran putri mereka yang pertama, tetapi mereka terpaksa harus melakukan hal ini karena sisa uang penjualan rumah akan mereka gunakan untuk membiayai kebutuhan mereka sehari hari karena mereka sudah tidak bekerja.

Jujur saya sangat sedih sekali mendengar hal ini, tetapi saya mengerti kebutuhan mereka untuk menyambung hidup, belum lagi renovasi rumah yang harus segera dilakukan karena sudah 25 tahun sejak ditempati rangka atap belum pernah diganti dan sudah banyak rayap. Bahkan bagian ruang tamu sudah pernah ambruk. Biaya renovasi yang cukup besar ini, juga merupakan pertimbangan lain untuk menjual rumah tersebut karena mereka tidak memiliki dananya
Mengenai keadaan pencari nafkah setelah terserang stroke, saya ikut memanjatkan puji syukur kepada Allah, karena pengobatan untuk kesehatannya tidak menuntut dana yang sangat besar, bisa dilakukan melalui terapi terapi pengobatan alternatif.

Ibu rumah tangga ini menurut saya sangat bijaksana sebagai orang tua. Dalam kesedihannya itu beliau sempat memberi nasihat kepada saya sisakanlah sedikit uang untuk ditabung dalam bentuk investasi jangka panjang seperti reksa dana, besar manfaatnya untuk hari tua.

Saya sangat sepaham dengan nasihat ini, kita wajib memilikinya. Belajar dari pengalaman hidup keluarga ini sebaiknya kita tidak menggantungkan diri kepada orang lain termasuk anak kita, terlepas mereka mampu membiayai kita di masa depan nanti. Dan dalam praktiknya saya anggap tabungan ini adalah cicilan untuk membiayai kebutuhan hidup di masa tua, karena selama kita hidup kita masih memerlukan biaya.

Setelah saya menyelesaikan semua cicilan yang manfaatnya sudah saya nikmati di masa lampau (KTA), sekarang saya lebih fokus pada cicilan yang manfaatnya akan saya nikmati di masa mendatang nanti yakni cicilan Tapro.

Cicilan Tapro untuk Hari Tua

Saat ini saya punya dua polis Tapro. Yang pertama saya buka sebelum saya bergabung dengan ASN yaitu pada awal Desember 2014. Saya membeli Tapro dengan premi 500 ribu per bulan. Manfaat yang diperoleh adalah sebagai  berikut:

Asuransi Dasar (pertanggungan jiwa sd usia 100 tahun): 300 juta
ADDB (pertanggungan cacat/meninggal karena kecelakaan sd usia 65 tahun): 300 juta
CI100 (pertanggungan 100 kondisi penyakit kritis sd usia 100 tahun): 300 juta
TPD (pertanggungan cacat tetap total karena sakit/kecelakaan sd usia 65 tahun): 300 juta
Payor Benefit (pembebasan premi sd usia 65 tahun jika pemegang polis didiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis atau menderita cacat tetap total)
Spouse Payor Benefit dan Protection (pembebasan premi sd usia 65 tahun jika pasangan pemegang polis didiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis atau menderita cacat tetap total)

Total manfaat Tapro pertama : 1,2 miliar + payor benefit + spouse payor benefit dan Protection

Satu tahun kemudian (Desember 2015), sadar akan besarnya Uang Pertanggungan yang tidak terlalu besar, saya membuka lagi polis Tapro dengan manfaat yang lebih besar. Kali ini agennya adalah saya sendiri. Setoran 1,5 juta per bulan, manfaat sebagai berikut:

Asuransi Dasar (pertanggungan jiwa sd usia 100 tahun): 1 miliar
ADDB (pertanggungan cacat/meninggal karena kecelakaan sd usia 65 tahun): 1 miliar
TPD (pertanggungan cacat tetap total sd usia 65 tahun): 1 miliar
CI 100 (pertanggungan 100 kondisi penyakit kritis sd usia 70 tahun): 1 miliar
Payor benefit (pembebasan premi sd usia 65 tahun)

Total manfaat Tapro kedua : 4 miliar + payor benefit

Asuransi jiwa yang sama juga dimiliki oleh suami saya, dua polis dibeli dengan waktu yang bersamaan dengan polis saya dengan total premi sebesar 1 juta per bulan mendapatkan total pertanggungan sebesar 2 miliar.

Dengan demikian, total manfaat Tapro yang kami miliki saat ini lebih dari 7,2 miliar dengan rincian:

UP jiwa: 1,8 miliar
ADDB: 1,8 miliar
CI 100: 1,8 miliar
TPD: 1,8 miliar
Payor Benefit
Spouse Payor Benefit dan Protection

Pada awal Desember 2015 saya juga sudah membeli Tapro untuk anak saya yang berusia 6 tahun dengan premi sebesar 510 ribu per bulan manfaat sebagai berikut :
1. UP jiwa : 600 juta
2. ADDB : 600 juta
3. CI 100 : 600 juta
4. Payor Benefit dan Protection
5. Spouse Payor Basic dan Protection

Untuk anak dibawah usia 17 tahun belum tersedia manfaat uang pertanggungan cacat tetap total.

Selain polis asuransi jiwa, Januari 2015 saya juga membeli polis asuransi kesehatan rawat inap Maxi Violet untuk kami sekeluarga. Dengan kelas kamar per malam adalah 750 ribu. Premi tahun pertama yang saya bayarkan adalah sebesar Rp. 9,871,350 setelah dikurangi dengan diskon polis keluarga 5% dan diskon karena mempunyai Tapro sebesar 10%. Dan untuk perpanjangan tahun 2016 nanti akan mendapat diskon lagi 20% karena selama tahun 2015 kami sekeluarga tidak melakukan klaim rawat inap.

Kenapa kami mengambil polis dengan manfaat sedemikian?

  1. Biaya premi yang semakin mahal bila saya membelinya di tahun    tahun mendatang.
  2. Tidak ada orang yang kebal dari risiko rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, cacat (sebagian maupun total, sebab sakit ataupun kecelakaan), dan meninggal dunia. Saya tidak mau pilih-pilih risiko, jadi saya ambil semua proteksinya.
  3. Tentunya tidak ada juga orang yang kebal dari sakit gigi, masuk angin, meriang, dan berbagai penyakit yang cukup dengan rawat jalan. Tapi saya tidak ambil proteksinya karena untuk sakit-sakit ringan semacam itu, biayanya tidak akan besar dan saya yakin tanpa asuransi pun tak masalah.
  4. UP jiwa sebesar 1,8 miliar kiranya cocok dengan kebutuhan keluarga saya. Jika uang tsb disimpan saja sbg deposito dengan bunga 5% per tahun, akan menghasilkan uang sekitar  90 jutaan per tahun atau 7,5 jutaan per bulan. Kiranya cukup untuk kebutuhan keluarga saya saat ini.
  5. UP kecelakaan sebesar 1,8 miliar diharapkan cukup untuk mengganti kemungkinan penghasilan yang hilang atau berkurang dari risiko cacat.
  6. UP penyakit kritis sebesar 1,8 miliar mudah-mudahan cukup untuk menangani risiko penyakit kritis, baik saat di rumah sakit maupun perawatan lanjutannya. Kelak saya akan menambahnya lagi, karena jika urusannya penyakit kritis, biayanya tidak bisa diprediksi.
  7. UP cacat tetap total  sebesar 1,8 miliar, risiko ini biasanya didahului sakit atau kecelakaan, sehingga bisa dobel dengan CI+ ataupun ADDB.
  8. Asuransi kesehatan adalah pertolongan pertama pada kecelakaan, rawat inap, maupun penyakit kritis. Untuk sekarang ini saya masih perlu.
  9. Ada satu risiko lagi yang juga butuh biaya besar, yaitu usia tua (pensiun, butuh uang besar di saat tidak produktif lagi). Dana pensiun bukanlah ranah asuransi, tapi investasi dan bisnis. Saya telah dan sedang mempersiapkan dana pensiun saya melalui bisnis di ASN.

.Pengalaman di atas patut kita ikuti dan menjadi inspirasi kita.

Jika ingin membuka polis Tapro bisa hubungi saya agen Allianz

HP 08113436830

Natanael