Category Archives: Masa Tunggu Penyakit Khusus

Bagaimana Masa Tunggu untuk Penyakit Khusus di Asuransi Kesehatan Rawat Inap Rumah Sakit?

Banyak calon nasabah asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit menanyakan berapa lama mereka dapat menggunakan fasilitas rawat inap rumah sakit setelah mereka mendaftar dan polis asuransi mereka telah aktif. Sebelum saya membahas lebih jauh, saya akan menerangkan terlebih dahulu kalau di asuransi Allianz ada 5 jenis asuransi kesehatan yang bisa dipilih yaitu :

1. Hospital and Surgical Care Plus (HSC+)

2. Flexicare Family

3. Smartmed Premier

4. Smarthealth Maxi Violet

5. Allisya Care

Di artikel ini akan menjelaskan kembali bahwa untuk rawat inap rumah sakit atau pembedahan yang diakibatkan oleh kecelakaan, maka tidak ada masa tunggu nya. Artinya setelah polis asuransi aktif, maka nasabah sudah bisa langsung menggunakan manfaat rawat inap rumah sakit ini apabila si nasabah tertimpa kemalangan berupa kecelakaan yang  mengharuskan mereka di opname di rumah sakit ataupun menjalani pembedahan di rumah sakit. Contoh kecelakaan jatuh dari sepeda motor sehingga menyebabkan ada tulang yang retak atau patah dan butuh segera dioperasi.

Mengapa asuransi Allianz tidak menetapkan masa tunggu untuk manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan untuk kasus kecelakaan? Karena yang namanya kecelakaan itu adalah kejadian yang terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat di sangka sangka. Artinya siapapun tidak dapat mengira kapan bisa tertimpa kecelakaan?

Apakah cukup fair jika asuransi Allianz menetapkan masa tunggu 0 alias tidak ada masa tunggu untuk rawat inap karena kecelakaan? Saya rasa semua pembaca pasti setuju jika asuransi Allianz sangat fair dalam hal ini. Masa tunggu 0 hari untuk kasus kecelakaan ini berlaku untuk semua jenis asuransi kesehatan Allianz yang tadi saya sebutkan di atas.

Bagaimana jika nasabah terkena penyakit demam berdarah, typus, diare, infeksi saluran kencing, dll yang membutuhkan perawatan rawat inap rumah sakit ataupun pembedahan? Apakah tidak dikenakan masa tunggu seperti kecelakaan tadi? Jawabannya tergantung manfaat asuransi kesehatan yang diambil. Jika nasabah memilih asuransi kesehatan Hospital and Surgical Plus (HSC+), Flexicara Family, dan Smartmed Premier, maka ada masa tunggu 30 hari dari sejak polis asuransi nya aktif baru bisa digunakan.

Artinya setelah lewat 30 hari dari sejak polis asuransi aktif, baru asuransi Allianz akan mengcover rawat inap rumah sakit atau pembedahan. Jadi jika 10 hari setelah polis aktif kemudian si nasabah dirawat inap di rumah sakit karena kena diare maka Allianz tidak akan mengcover biaya tersebut. Namun jika 50 hari kemudian si nasabah di rawat di rumah sakit karena dbd (demam berdarah) maka asuransi kesehatan nya sudah bisa digunakan dan Allianz akan mengcover biaya rumah sakit nya.

Sedangkan untuk Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care tidak ada masa tunggu alias masa tunggunya 0 hari. Artinya setelah polisnya aktif, manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan nya sudah langsung berlaku. Nasabah sudah bisa langsung memanfaatkan rawat inap rumah sakit dan pembedahan setelah polis aktif.

Namun meskipun Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care menawarkan masa tunggu 0 hari namun sebenarnya perbedaan masa tunggu 0 hari dengan 30 hari ini tidak terlalu signifikan karena hanya selisih 1 bulan (30 hari) saja. 1 bulan itu sangat cepat berlalu loh. Jadi dengan kata lain sebenarnya kelebihan dari Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care itu hanya di masa tunggu untuk rawat inap karena sakit biasa yang 0 hari saja di bandingkan dengan Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) dan Smartmed Premier.

Padahal Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) atau Smartmed Premier memiliki sangat banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care sehingga saya lebih cenderung merekomendasikan HSC+ atau Smartmed Premier untuk nasabah asuransi Allianz.

Selain ini, kalau di asuransi kesehatan rumah sakit, ada lagi yang namanya penyakit khusus. Penyakit khusus yaitu beberapa penyakit tertentu yang saat kita ikut asuransi memang belum di derita, namun nasabah dikenakan masa tunggu 1 tahun (12 bulan) baru bisa di cover. Artinya untuk perawatan atas penyakit khusus, biaya atas rawat inap rumah sakit atau pembedahan baru akan dicover oleh Allianz apabila usia polis sudah melebihi 1 tahun atau 12 bulan.

Penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier) adalah :

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Sampai dengan artikel ini ditulis, hanya ada 12 penyakit khusus itu saja yang dikenakan masa tunggu 1 tahun di asuransi kesehatan Allianz. Apakah jumlah penyakit khusus yang memiliki masa tunggu di asuransi kesehatan Allianz ini termasuk banyak jumlahnya? Ternyata tidak.

Anda dapat melakukan cross check dan perbandingan langsung ke perusahaan asuransi lainnya dan anda akan merasa kaget karena ternyata jumlah penyakit khusus yang dikenai masa tunggu di tempat lain, jumlahnya jauh lebih banyak daripada di Allianz. Jumlahnya bisa sampai 16 atau bahkan di atas 20 an. Bahkan untuk penyakit usus buntu dikenakan masa tunggu di asuransi lain sedangkan di Allianz, tidak kenakan masa tunggu.

Dan di perusahaan asuransi lain, masa tunggu untuk penyakit khususnya bisa lebih lama lagi yaitu mencapai 18 bulan atau bahkan 2 tahun. Jadi asuransi kesehatan Allianz sudah yang paling bagus, karena masa tunggu nya paling singkat dan daftar penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu nya juga paling sedikit.

Jadi sekali lagi perlu saya tekankan bahwa tidak hanya di Allianz namun di semua asuransi memberlakukan penyakit khusus ini. Di asuransi lain kadang mereka menyebutkan penyakit khusus ini dengan sebutan penyakit kritis. Sedangkan di asuransi Allianz, istilah penyakit kritis bukanlah penyakit khusus ini. Penyakit kritis yang di maksud di asuransi Allianz adalah penyakit kritis yang dicover dalam asuransi penyakit kritis seperti CI, CI+ atau CI100. Kita akan membahas mengenai penyakit kritis ini di artikel lain karena asuransi penyakit kritis memang beda dengan asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit.

Penyakit khusus dengan masa tunggu 1 tahun untuk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit di Asuransi Allianz ini juga berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan penyakit kritis di asuransi penyakit kritis. Jadi jangan sampai bingung ya dengan istilah penyakit khusus dan penyakit kritis ini. Yang kita bahas di sini adalah penyakit khusus, bukan penyakit kritis.

Di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz, kita tidak mengenal istilah penyakit kritis. Semua penyakit kritis bisa dicover kok di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz kecuali untuk penyakit penyakit yang memang masuk kategori pengecualian. Sedangkan untuk penyakit khusus di sini, baru bisa dicover setelah lewat 12 bulan (1 tahun).

Meskipun di asuransi kesehatan lain mereka juga ada penyakit penyakit tertentu yang dikenakan masa tunggu selama periode tertentu namun sebenarnya ada perbedaan yang sangat signifikan antara masa tunggu di Allianz dengan di asuransi lain yang jika calon nasabah tidak jeli maka akibatnya bisa fatal. Bahkan ada agen agen nakal di luar sana yang mungkin dengan sengaja tidak mengungkapkan definisi yang sebenarnya dari masa tunggu yang mereka maksud dari produk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit yang mereka tawarkan ke calon nasabah.

Mengapa terhadap penyakit khusus ini ada masa tunggu 1 tahun ? Karena jika kita lihat semua penyakit khusus tersebut adalah penyakit yang membutuhkan proses dalam perjalanannya dari awal terjadi sampai timbul keluhan dan perlu diambil tindakan / pengobatan secara medis. Jadi jika seseorang tidak rajin melakukan medical cek up secara rutin, maka “perasaan” nya semua baik-baik saja karena dia tidak merasakan keluhan. Padahal mungkin saja saat itu nasabah yang bersangkutan sudah menderita penyakit jantung, namun tidak merasakan gejalanya. Karena ketidaktahuan dari calon nasabah ini maka saat pengisian aplikasi pendaftaran asuransi kesehatan semua pertanyaan mengenai penyakit khusus tersebut secara wajar dianggap tidak ada.

Tetapi jika dari awal, calon nasabah sudah tahu kalau dia ada menderita gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, maka sangat wajar untuk penyakit tsb dan komplikasinya, akan dikecualikan permanen oleh Asuransi, alias tidak dicover. Penyakit seperti ini dinamakan penyakit pre existing yaitu penyakit yang sudah ada sebelum nasabah mendaftar asuransi sehingga semua penyakit ini akan dikecualikan permanen alias tidak akan dicover jika nantinya muncul di kemudian hari.

Kecuali untuk produk asuransi kesehatan Smartmed Premier, untuk penyakit pre existing tertentu akan dicover setelah lewat 2 tahun (24 bulan) dari sejak polis aktif. Jadi di asuransi kesehatan rumah sakit Smartmed Premier Allianz, untuk penyakit pre existing tertentu akan dikenakan masa tunggu 24 bulan (1 tahun) setelah polis aktif baru penyakit pre existing itu bisa dicover oleh asuransi. Sedaangkan di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit lainnya selain Smartmed Premier, penyakit pre exiswting ini akan dikecualikan permanen.

Jadi kembali lagi ke masalah asuransi penyakit khusus tadi. Saya rasa Asuransi Allianz cukup fair dalam hal ini, karena untuk semua nasabah hanya dikenakan masa tunggu 1 tahun saja untuk bisa cover penyakit khusus tersebut. Maksudnya adalah bila setelah jadi peserta, di bulan ke 8 sejak polis aktif si nasabah mengalami gula darah meningkat dan kondisinya drop dan dirawat di rumah sakit, dan saat itu juga baru terdiagnosa kalau si nasabah ada diabetes, maka peserta tidak bisa claim untuk biaya perawatan rumah sakitnya, karena masih dalam jangka waktu masa tunggu 1 tahun pertama.

Namun jika nantinya si nasabah menjalani perawatan rawat inap rumah sakit karena diabetes tadi setelah lewat 1 tahun, maka biaya rumah sakitnya bisa dicover. Contohnya peserta yang sama tadi yang dirawat di bulan ke 8, di bulan ke-18 kondisinya ternyata drop kembali karena penyakit diabetesnya dan perlu dirawat inap, maka untuk yang ini, bisa di claim dan dicover oleh asuransi Allianz.

Yang saya sharing ini adalah ketentuan penyakit khusus yang berlaku di Allianz, sedangkan di perusahaan asuransi lainnya, mereka memiliki kebijakan masing-masing yang tidak sama dengan di sini.

Sebagai contoh banyak perusahaan asuransi lain, yang sama sama mengenakan masa tunggu untuk penyakit khusus (penyakit khususnya beda dengan di Allianz dan jumlah penyakit khususnya juga beda) misalnya 1 tahun ( atau bisa juga 18 bulan atau 24 bulan), namun bila si nasabah terkena penyakit khusus tersebut di dalam periode masa tunggu tersebut (misalnya dalam 1 tahun pertama sejak polis aktif), maka secara otomatis penyakit tersebut tidak bisa lagi di klaim untuk seterusnya. Jadi untuk penyakit khusus tersebut langsung dikecualikan permanen.

Perbedaannya sangat signifikan bukan ? Namun seolah-olah sama, karena istilah nya sama, sama sama menyebut istilah “penyakit khusus” dan “masa tunggu” nya mungkin juga sama yaitu sama sama 1 tahun. Namun perlakuannya sangat berbeda sekali. Berbeda 180 derajat malah, bagaikan bumi dan langit. Di Allianz, perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus hanya dikecualikan di 1 tahun pertama (12 bulan pertama) saja. Jika di bulan 13 dan seterusnya nasabah dirawat inap karena penyakit khusus yang sama lagi seperti yang pernah dia derita dan dirawat di masa sebelum 1 tahun tadi maka biaya perawatannya sudah bisa di cover dan di klaim karena sudah lewat masa tunggu 1 tahun.

Sedangkan di perusahaan asuransi lain, jika dalam masa tunggu si nasabah menjalani perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus tersebut maka seterusnya jika nasabah dirawat di rumah sakit lagi karena penyakit khusus yang sama maka asuransi tidak akan mengcover walaupun telah lewat masa tunggu karena penyakit khusus tersebut telah dikenakan pengecualian permanen.

Sangat fatal sekali akibatnya jika calon nasabah tidak menanyakan dengan detail mengenai penyakit khusus dan masa tunggu di asuransi kesehatan ini. Yang rugi siapa? yang rugi ya pasti si nasabah yang telah salah memilih asuransi kesehatan di perusahaan lain tersebut.

Info lebih detail bisa hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Sumber; arti-masa-tunggu-untuk-penyakit-khusus-di-asuransi-kesehatan-rawat-inap-rumah-sakit-allianz/

Masa Tunggu Penyakit Khusus 12 Bulan. Waspadalah!

Begitu banyaknya calon nasabah atau nasabah yang bertanya tentang tehnis dan penyakit apa saja yang bisa klaim atau yang harus menunggu selama 12 bulan.

HNP 2Seorang nasabah saya memberi tahu bahwa dia mengalami sakit pada pinggangnya sehabis berolahraga. Hari itu dia mau periksa ke dokter.

“Apakah bisa diklaim untuk manfaat rawat jalan darurat karena kecelakaan?” tanyanya. “Mungkin bisa,” jawab saya. “Yang penting pergi ke dokternya di hari yang sama dengan kejadian kecelakaan.” Lalu saya kirimkan form klaim rawat jalan ke emailnya.

Sore harinya, nasabah menghubungi saya lagi. “Ternyata saya harus rawat inap nih. Dicurigai syaraf kejepit, besok pagi MRI.”

Nasabah pun menandatangani surat penjaminan, dengan ketentuan penjaminan akan tidak berlaku jika diagnosanya termasuk penyakit yang dikecualikan atau masih dalam masa tunggu.

Dari hasil tes MRI, diketahui diagnosanya adalah HNP (Hernia Nukleus Pulposus). “Apakah HNP kena masa tunggu 1 tahun?” tanya nasabah.

Saya buka daftar penyakit khusus yang tertera di polis Tapro Allianz rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +). Ternyata HNP termasuk penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu 12 bulan. Sementara nasabah saya ini baru gabung dengan Allianz bulan September 2015 atau baru 10 bulan.

Saya pun menelepon ke AdMedika untuk mengecek apakah betul nasabah terdiagnosa HNP. Rupanya betul. Dan dengan sangat menyesal, klaim nasabah tidak bisa disetujui. Biaya sekitar 12,6 juta selama 2 hari, termasuk MRI dan obat. Seandainya polis sudah berusia lebih dari satu tahun, nasabah tentu tidak perlu membayar sepeser pun.

Kesimpulannya: ikut asuransi tidak boleh terlambat. (Dalam hal ini masih untung biayanya tidak sampai ratusan juta dan penyakitnya bukan termasuk penyakit kritis).

Sekilas tentang HNP

HNP (Hernia Nucleus Pulposus) atau lazim disebut syaraf kejepit adalah suatu penyakit di mana bantalan lunak di antara ruas-ruas tulang belakang (nucleus pulposus) mengalami penonjolan (herniated, burut) sehingga menjepit atau menekan syaraf dan menimbulkan rasa sakit, kesemutan, atau kelemahan pada anggota gerak yang dipersyarafi seperti punggung, pinggang, lengan, atau tungkai. (Lihat gambar).

hnp (1)

 

Penyebab HNP terkait dengan penuaan atau keausan yang disebut degenerasi bantalan ruas tulang belakang. Di samping itu ada banyak faktor risiko penyebab HNP, antara lain obesitas, pekerjaan fisik atau sikap tubuh yang tidak tepat dalam waktu lama, merokok, dan keturunan. HNP biasanya terjadi pada 30-50, dan lebih banyak pada laki-laki.

Rasa seperti syaraf kejepit bisa diketahui ketika seseorang salah melakukan gerakan olahraga atau saat mengangkat beban berat, tapi itu hanyalah pemicu. Penyebab sebenarnya adalah karena nukleus pulposusnya sudah sejak lama mengalami herniasi. Sama halnya seseorang bisa terkena serangan jantung saat mendengar kabar anaknya kecelakaan atau terkena stroke ketika terpeleset di kamar mandi, dalam hal ini kita tahu bukan kabar kecelakaan yang menjadi penyebab serangan jantung dan bukan terpeleset di kamar mandi yang menyebabkan stroke.

Itulah sebabnya dalam asuransi kesehatan khususnya produk untuk individu, penyakit gaya hidup seperti HNP, serangan jantung, dan stroke, dikenakan masa tunggu 12 bulan atau satu tahun.

Daftar Penyakit Khusus pada Asuransi Kesehatan 

Daftar penyakit khusus di bawah ini bukan hanya ada di Allianz, tapi berlaku pada produk asuransi kesehatan pada umumnya.

Selengkapnya daftar penyakit khusus yang dikecualikan di tahun pertama adalah:

  1. Batu dalam ginjal, saluran kemih, saluran empedu.
  2. Jantung dan Pembuluh darah (contoh: darah tinggi dan stroke).
  3. Katarak
  4. Segala bentuk kista, tumor jinak dan/atau ganas (contoh: myoma uterus)
  5. Penyakit yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan, yang memerlukan pembedahan
  6. Diabetes mellitus.
  7. Tuberculosis dan komplikasinya
  8. Gangguan kelenjar thyroid
  9. Kelainan kadar lemak dalam darah (contoh: kolesterol)
  10. Gagal ginjal kronis dan terminal
  11. Hernia Nucleus Pulpous
  12. Semua kasus haematologi

Semua penyakit tersebut, jika belum diderita sebelumnya, akan ditanggung di tahun kedua. Tapi jika salah satu dari penyakit tersebut sudah diderita sebelum masuk asuransi, maka tergolong pre-existing condition. Ketentuannya berbeda tergantung produk askes yang diambil. Pada produk Allisya Care, Maxi Violet, dan rider HSC, pre-existing akan dikecualikan permanen. Pada produk Smartmed Premier, pre-existing dikenakan masa tunggu 2 tahun.

Kesimpulan: Saat yang tepat ikut asuransi kesehatan adalah 1 tahun lalu. []

 

Sumber bacaan tentang HNP:

Info lebih lanjut atau ingin dibuatkan ilustrasi hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830