Category Archives: unitlink

UP Rp 500jt Hanya Bayar Premi Rp 900rb Perbulan untuk Usia 54 Tahun

Pagi ini saya bertemu clien yang sudah berusia 54 tahun. Saya mulai bertanya dan cerita dengan pertanyaan seperti ini.

“Pak, di Allianz ada program yang memberi warisan Rp 500jt sampai milyaran ke anak dan istri kita jika kita.”

“Program apa pak itu,” pertanyaan balik ini menandakan beliau tertarik.

Singkat cerita, beliau ingin dibuatkan ilustrasi jiwa Tapro Allianz dengan UP untuk diwariskan ke istri dan anak-anaknya sebesar Rp 500jt. Kemampuan budget dibawah Rp 1jt perbulan.

Ilustrasi yang saya sajikan ke beliau sebagai berikut:

hal 1

Di gambar di atas dijelaskan bahwa hanya dengan membayar premi Rp 900rb perbulan, maka nasabah saya yang berusia 54 tahun dapat:

  1. Uang Pertanggungan (UP) Warisan meninggal dunia Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Uang untuk warisan ini cair jika nasabah saya meninggal sebelum usia 100 tahun. Misal nasabah hidup sampai 100 tahun, manfaat yang dibayar ialah sebesar nilai investasi yang ditabung.
  2. Ditambah TERM Life sebesar Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta ruiah). Term life ini cair jika nasabah saya ini meninggal karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 85 tahun.
  3. Jika nasabah terjadi resiko (meninggal) di usia sebelum 85 tahun maka yang di wariskan adalah total dari Rp 200.000.000 + Rp 300.000.000 = Rp 500.000.000,-

 

Saya menulis ini untuk orang yang mencintai anak dan istrinya (bagi suami). Dan bagi istri, untuk anak=anaknya. Bagi anak, untuk orang tuanya.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita berbuat yang berharga sebelum meninggal.

Info lebih detail dan pendaftaran polis Tapro dengan UP Jiwa Rp 500jt hingga 10 Milyar bisa menghubungi

Natanael Agen Asuransi Allianz domisili Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email, natanael.allianz@gmail.com

Web: proteksifinancial.com

 

Advertisements

“Kenapa Saldo Polis Saya Kecil Sekali?”

“Kenapa saldo polis saya kecil sekali?”

“Kenapa nilai tunainya tidak ada?”

Itulah pertanyaan yang lazim saya dengar jika ada nasabah yang menutup polis unit-linknya di tahun-tahun awal. Kenapa bisa begitu?

Hal ini terkait dengan komponen biaya yang dikenakan dalam polis unit-link. Biaya-biaya ini sebaiknya dikenali di awal sebelum membeli polis, supaya kelak tidak kaget ketika terpaksa menutup polis.

Apa saja biaya yang dikenakan dalam produk unit-link? Berikut ini adalah biaya-biaya yang dikenakan dalam unit-link Tapro dari Allianz. Saya tidak akan bicara unit-link lain, tapi pada intinya tidak jauh beda, hanya mungkin ada variasi istilah yang digunakan.

  1. Biaya Akuisisi dan Pemeliharaan

Seperti disebutkan dalam polis, biaya akuisisi dan pemeliharaan adalah biaya sehubungan dengan penerbitan polis yang antara lain meliputi: ongkos pemeriksaan kesehatan, ongkos pengadaan polis dan pencetakan dokumen, biaya lapangan, biaya pos dan telekomunikasi, serta remunerasi karyawan dan agen.

Biaya akuisisi dikenakan di lima tahun pertama dengan besar yang cenderung turun. Biaya ini dipotong langsung dari premi sebelum diinvestasikan. Jadi, biaya akuisisi merupakan kebalikan dari alokasi investasi. Besarnya biaya akuisisi dan alokasi investasi bisa dilihat di tabel berikut.

Tahun Biaya Akuisisi Alokasi Investasi
1 75 % 25 %
2 40 % 60 %
3 15 % 85 %
4 7,5 % 92,5 %
5 7,5 % 92,5 %
6 dst 0 % 105,26 %
Total 145 %

Biaya akuisisi dihitung dari premi berkala atau premi dasar. Top up berkala tidak kena biaya akuisisi.

Biaya akuisisi adalah biaya yang paling besar di tahun-tahun awal polis. Biaya inilah yang menyebabkan nilai investasi polis unit-link anda belum terbentuk jika anda menutup polis di tahun pertama atau kedua, terutama jika polis anda tanpa top up berkala atau top up berkalanya kecil.

  1. Biaya Asuransi (Cost of Insurance, atau Tabarru dalam asuransi syariah)

Banyak orang menyangka, bukan hanya nasabah tapi juga sebagian agen, bahwa biaya akuisisi adalah satu-satunya biaya yang dikenakan dalam produk unit-link. Setelah periode lima tahun pertama, mulai tahun keenam dan seterusnya premi seluruhnya diinvestasikan dan tidak dipotong biaya apa pun lagi.

Tidak. Bahkan bukan hanya setelah tahun kelima, sejak tahun pertama pun ada biaya-biaya lain yang dikenakan, seperti akan diterangkan berikut ini.

Salah satunya adalah biaya asuransi (terjemahan dari cost of insurance, atau tabarru dalam asuransi syariah). Biaya asuransi adalah biaya yang dikenakan untuk setiap manfaat asuransi yang diambil, baik asuransi dasar maupun asuransi tambahan (rider). Manfaat asuransi adalah perlindungan keuangan yang diterima jika tertanggung mengalami risiko yang ditanggung dalam polis, misalnya meninggal dunia, rawat inap, sakit kritis, atau cacat tetap, tergantung mana yang diambil oleh nasabah.

Besarnya biaya asuransi tergantung usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, pekerjaan, dan uang pertanggungan, baik untuk asuransi dasar maupun rider. Angka ini dicantumkan di proposal halaman 1.

Biaya asuransi cenderung naik tiap tahun seiring usia. Khusus rider ADDB (Accidental Death and Disability Benefit), biaya asuransinya sama setiap tahun, karena risiko kecelakaan tidak terpengaruh usia.

Di unit-link Tapro Allianz berlaku ketentuan yaitu biaya asuransi tahun pertama tidak dipotong di tahun pertama, melainkan dipotong mulai bulan ke-13 sd bulan ke-36 (setengahnya di tahun kedua dan setengahnya lagi di tahun ketiga), bersamaan dengan pemotongan biaya asuransi tahun kedua dan tahun ketiga. Dengan kata lain, biaya asuransi tahun pertama dianggap utang, yang baru dibayar di tahun kedua dan ketiga.

Setelah polis berusia tiga tahun, tidak ada lagi biaya asuransi terutang. Biaya asuransi tahun keempat, kelima, keenam, dan seterusnya dipotong di tahun berjalan.

Biaya asuransi dipotong selama polis aktif sampai masa perlindungan berakhir. Kapan masa perlindungan berakhir? Untuk asuransi dasar, masa perlindungannya sampai usia 100 tahun, jadi biaya asuransinya pun dipotong sampai usia 100 tahun (jika masih hidup dan polis masih aktif). Untuk ridernya, beda-beda tergantung masa berlaku rider yang diambil. Misalnya, rider ADDB masa pemotongan biaya asuransinya adalah sampai usia 65 tahun, CI+ masa pemotongan biaya asuransinya sampai usia 70 tahun, CI100 masa pemotongan biaya asuransinya sampai usia 100 tahun.

  1. Biaya Administrasi

Biaya administrasi polis Tapro adalah sebesar 26.500 per bulan. Tahun pertama gratis. Benar-benar gratis, bukan diutangi.

Biaya administrasi dipotong bersamaan dengan pemotongan biaya asuransi setiap bulannya. Biaya asuransi dipotong selama polis aktif sampai polis berakhir (entah karena meninggal dunia, polis ditutup, atau saldo tidak cukup).

  1. Biaya Pengelolaan Investasi

Biaya pengelolaan investasi adalah upah bagi manajer investasi yang mengelola dana unit-link. Besarnya biaya tergantung jenis dana, yaitu antara 1 sd 2 % per tahun.

  1. Biaya Selisih Harga Jual-Beli Unit

Pada tabel biaya akuisisi dan alokasi investasi di atas, mungkin ada yang bertanya, kenapa di tahun keenam dan seterusnya alokasi investasi ditulis 105,26%, bukan 100%? Kenapa dilebihkan 5,26%? Untuk apa? Apakah itu bonus?

Jawabnya: Penetapan harga unit di unit-link Allianz menerapkan sistem dual price atau dua harga dengan selisih 5%. Jadi, kelebihan 5,26% bukanlah bonus, melainkan untuk menutupi selisih harga jual-beli unit (bid-offer price).

Karena adanya sistem dua harga ini, unit-link Tapro Allianz tidak lagi mengenakan biaya untuk top up berkala, top up tunggal, dan penarikan dana. Biaya tersebut sudah termasuk dalam selisih harga.

Di unit-link lain yang mengenakan sistem satu harga, ada biaya yang dikenakan untuk top up berkala, top up tunggal, dan kadang untuk penarikan dana.

  1. Biaya Pengalihan Dana (Switching)

Pengalihan dana misalnya dana yang disimpan di Equity Fund dialihkan ke Balanced Fund atau Money Market Fund, atau sebaliknya, karena suatu pertimbangan tertentu.

Biaya pengalihan dana gratis 5 kali dalam setahun, dan setelahnya dikenakan biaya sebesar 1% dari nilai dana yang dialihkan, dengan minimal 100 ribu per sekali transaksi.

 

Itulah biaya-biaya yang dikenakan dalam unit-link Tapro Allianz. Komponen biaya dan besarnya sama antara Tapro syariah (Allisya Protection Plus) maupun Tapro konvensional (Smartlink Flexi Account Plus).

 

Tanya-Jawab

Tanya: Saya ambil Tapro dengan premi 1 juta per bulan. Setelah bayar 12 bulan, polisnya saya tutup. Berapakah nilai tunai yang bisa saya ambil?

Jawab: Nilai tunai yang bisa diambil tergantung komposisi premi dasar dan top up berkala, dan tergantung besarnya biaya asuransi (tabarru) yang dikenakan.

Sebagai contoh: Jika premi 1 juta per bulan itu seluruhnya merupakan premi berkala atau premi dasar, maka premi anda kena potongan 75% (750 ribu) untuk biaya akuisisi tahun pertama. Sisanya 250 ribu diinvestasikan. Dalam 12 bulan, berarti alokasi premi yang diinvestasikan adalah 3 juta.

Tapi uang 3 juta ini belum bersih karena masih ada biaya lainnya, yaitu biaya asuransi atau tabarru. Jika biaya asuransinya 200 ribu per bulan (2,4 juta setahun), maka dana yang bisa ditarik adalah sekitar 600 ribu (dikurangi selisih harga jual-beli 5%, ditambah hasil investasi). Tapi jika biaya asuransinya misalnya 300 ribuan per bulan, maka tidak ada dana yang bisa ditarik, malah polis anda minus.

Lain halnya jika setoran 1 juta itu sebagian berupa premi berkala dan sebagian lagi top up berkala, misalnya premi berkala 500 ribu dan top up berkala 500 ribu. Maka premi yang kena potongan biaya akuisisi adalah 75% dari 500 ribu, yaitu 375 ribu. Sisanya 125 ribu diinvestasikan, ditambah dengan top up berkala 500 ribu. Jadi, nilai yang masuk ke investasi adalah 625 ribu per bulan atau 7,5 juta setahun.

Jika biaya asuransinya 200 ribu per bulan (2,4 juta setahun), berarti dana yang bisa ditarik adalah sekitar 5,1 juta (dikurangi selisih harga jual-beli 5%, ditambah hasil investasi).

Jadi, jika anda ingin investasinya besar, premi berkala harus diperkecil dan top up berkala diperbesar, supaya potongan biaya akuisisinya kecil. Dan supaya biaya asuransinya pun kecil, manfaat asuransinya kecil saja. Tapi itu berarti anda ambil produk unitlink ini bukan untuk tujuan proteksi. Dan jika dibilang untuk tujuan investasi pun kurang tepat karena banyak potongan biayanya (untuk keperluan proteksi).

Unit-link adalah produk asuransi. Walaupun ada investasinya, unit-link sebaiknya tetap ditujukan untuk tujuan proteksi. Jika untuk tujuan investasi, besar kemungkinan anda akan tertipu, dan kecewa.

Tanya: Apa keunggulan Allianz dibanding asuransi lain?

Jawab: Salah satunya, komponen biaya di unitlink Tapro Allianz lebih murah dibanding asuransi lain. Silakan dibandingkan misalnya pada biaya akuisisi, di Tapro Allianz totalnya 145% dalam lima tahun, sedangkan di asuransi lain rata-rata sekitar 200%.

Tanya: Kenapa biaya asuransi dan administrasi dipotong hingga seumur hidup? Bukankah di asuransi lain hanya 10 tahun saja?

Jawab: Tidak benar jika dikatakan bayar premi dan bayar biaya-biaya unitlink hanya 10 tahun, kecuali setelah itu anda menutup polis. Jika setelah 10 tahun anda masih ingin mendapat proteksi, anda tetap harus membayar biaya-biayanya, dalam ini terutama biaya asuransi dan administrasi, sampai masa proteksinya berakhir. Biaya-biaya tersebut dipotong dari nilai investasi. Polis aktif selama nilai investasi masih cukup untuk membayar biaya-biaya, dan akan lapse jika tidak cukup. Jadi sebaiknya anda terus bayar premi selama masih butuh proteksi, tidak berhenti setelah 10 tahun.

Demikian. Artikel ini terbuka untuk pertanyaan lebih lanjut hubungi:

Natanael, Agen Asuransi Allianz domisili Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

Mau Dibantu 250 juta atau 500 juta? (Bagaimana Memilih Ilustrasi Asuransi Unit-link)

Jika anda ditawari dua ilustrasi unit-link dengan kondisi seperti di bawah ini, mana yang akan anda pilih?

Tabel Ilustrasi A dan BCatatan:

  1. UP jiwa (warisan) adalah manfaat yg diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia sd usia 100 tahun.
  2. CI100 (Critical Illness 100) adalah proteksi dari 100 kondisi kritis sejak tahap awal penyakit hingga usia 100 tahun. 
  3. ADDB (Accident Death and Disability Benefit) adalah proteksi cacat tetap atau meninggal dunia karena kecelakaan sd usia 65 tahun. 
  4. TPD (Total Permanent Disability) adalah proteksi cacat tetap total, baik karena sakit ataupun kecelakaan, sd usia 65 tahun. 
  5. Payor Benefit adalah pembebasan premi jika pemegang polis mengalami cacat tetap total atau penyakit kritis sd usia 65 tahun. 

Di antara dua alternatif, ilustrasi A dan ilustrasi B, mana yang anda pilih?

Untuk membantu anda menentukan pilihan, saya akan pandu dengan dua pertanyaan:

  1. Jika anda mengalami suatu musibah, berapakah anda ingin dibantu: 250 juta atau 500 juta?
  2. Jika anda ingin memberikan warisan kepada anak-anak anda, berapa yang ingin anda wariskan: 250 juta atau 500 juta?

Jika dua pertanyaan itu diajukan kepada saya, jelas saya akan pilih mendapat bantuan 500 juta daripada 250 juta, dan memberikan warisan 500 juta ketimbang 250 juta.

Bagaimana dengan anda?

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan investasinya? Ilustrasi A lebih besar nilai investasinya daripada ilustrasi B. Ilustrasi A nilai investasinya terus berkembang meskipun setop bayar setelah 10 tahun, sedangkan ilustrasi B nilai investasinya habis meskipun bayar terus.

Betul, tapi saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

  1. Nilai investasi tidak dijamin, sedangkan saya butuh proteksi yang dijamin. Belum tentu ada nilai 31 juta di 5 tahun mendatang, belum tentu ada uang 889 juta di 40 tahun mendatang. Sedangkan nilai 500 juta adalah dijamin.
  2. Investasi butuh waktu, sedangkan yang namanya risiko bisa datang kapan saja. Bisa dilihat di tabel di atas, nilai 31 juta baru diperoleh setelah 5 tahun, dan nilai 889 juta baru diperoleh setelah 40 tahun, itu pun jika asumsi investasinya terpenuhi. Sedangkan nilai uang 500 juta, tidak perlu waktu lama, segera siaga begitu polis disetujui. Khusus manfaat penyakit kritis, ada masa tunggu 90 hari dari tanggal polis disetujui, tapi ini pun bukan waktu yang lama.
  3. Asuransi itu proteksi (perlindungan kekayaan), bukan investasi (pengembangan kekayaan). Meskipun produk ini berjenis unit-link yang ada investasinya, tetap saja tujuannya asuransi. Jadi saya pilih maksimalkan manfaat asuransinya. Jika saya ingin investasi, saya akan melakukannya di instrumen lain yang murni untuk investasi, bukan melalui produk asuransi.

Mungkin ada yang khawatir dengan polis lapse karena di ilustrasi B nilai investasinya akan habis selewat tahun ke-30, meskipun premi bayar terus. Bagaimana kalau itu terjadi?

Saya tetap pilih ilustrasi B. Mengapa?

  1. Waktu 30 tahun lagi itu masih lama, padahal saya butuh proteksi sebesar mungkin sejak sekarang dengan kemampuan yang ada saat ini.
  2. Asuransi itu biaya. Kalaupun preminya hangus, saya tak keberatan.
  3. Seiring waktu, penghasilan saya pun mestinya telah meningkat. Jadi saya tak akan kesulitan melakukan top up supaya polis tetap berlanjut.
  4. Seiring waktu, kebutuhan proteksi saya pun pasti telah bertambah, bukan lagi 500 juta. Mungkin dalam 5 atau 10 tahun kemudian, saya butuh menambah nilai proteksi polis.
  5. Nilai investasi habis bisa dicegah dengan melakukan top up tunggal, atau dibiarkan saja pun tak apa-apa. Sepanjang saya membayar biaya asuransinya (tabarru), saya tetap mendapatkan proteksi.

 

Semakin Banyak Membantu, Semakin Banyak Dibantu

Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi orang yang memilih ilustrasi B akan mendapat bantuan 500 juta seandainya mengalami penyakit kritis, kecelakaan, atau cacat total, dan ahli warisnya akan memperoleh 500 juta seandainya dia dipanggil Tuhan. Sedangkan orang yang memilih ilustrasi A, bantuan yang diterimanya dan warisan yang diberikannya lebih kecil yaitu 250 juta.

Mengapa orang yang memilih ilustrasi B bisa mendapat bantuan yang lebih besar? Jawabannya tidak lain karena dia pun membantu lebih besar.

Asuransi dibangun dengan prinsip saling membantu di antara sesama peserta. Orang yang membantu lebih besar untuk para peserta lainnya, dia berhak memperoleh bantuan yang lebih besar pula.

Perhatikan tabel berikut:

Tabel iuran tabarru per bulan

Ilustrasi A dengan total manfaat > 1 miliar, total iuran tabarru-nya adalah 158.903 per bulan di tahun pertama kepesertaan. Sedangkan ilustrasi B dengan total manfaat > 2 miliar, total iuran tabarru-nya 297.820 per bulan. Tabarru adalah derma atau sedekah yang diberikan oleh peserta untuk membantu para peserta lain yang mengalami suatu musibah yang ditanggung. Iuran tabarru tiap peserta ini dikumpulkan dalam satu rekening dana bersama, di mana dari rekening dana bersama inilah uang klaim asuransi akan dicairkan untuk diberikan kepada siapa yang membutuhkan.

Iuran tabarru dipotong dari premi. Ilustrasi A dan ilustrasi B preminya sama-sama 700 ribu per bulan. Tapi dana yang dialokasikan untuk tabarru (sedekah) pada ilustrasi B lebih besar dibanding pada ilustrasi A. Itulah makanya UP atau bantuan yang akan diterima pemilik ilustrasi B pun lebih besar.

Dengan kata lain, semakin besar kita membantu orang lain, semakin besar pula kita akan mendapat bantuan.

Selisih premi dikurang tabarru digunakan untuk biaya lain dan sisanya masuk ke investasi. Ilustrasi A, karena alokasi untuk sedekahnya lebih kecil, maka nilai investasinya jadi lebih besar. Nilai investasi ini adalah murni uang milik sendiri, itulah sebabnya untuk mencapai jumlah yang besar butuh waktu yang lama. Sedangkan dana yang diikhlaskan sebagai sedekah (tabarru), dalam waktu singkat segera berubah menjadi uang yang besar, karena digabung dengan iuran tabarru dari para peserta lain.

Asuransi adalah tentang meringankan beban sesama manusia. Setiap orang yang meringankan beban sesamanya, maka bebannya pun akan diringankan. Semakin besar dia meringankan beban orang lain, semakin besar pula keringanan yang akan dia terima.

Betapa mulianya cara kerja dan prinsip asuransi, saya pun teringat sebuah ayat dalam kitab suci yang menyatakan bahwa harta yang disedekahkan itu akan dibalas hingga 700 kali lipat bahkan lebih (al-Baqarah [2]: 261).

Sekarang, jika anda punya uang 1 juta dan diberikan kesempatan untuk menyumbang 200 ribu atau 400 ribu, berapakah yang akan anda sumbangkan?

Sumber: https://myallisya.com/2015/06/17/mau-dibantu-250-juta-atau-500-juta-tentang-memilih-ilustrasi-asuransi-unit-link/

Konsultasi gratis dan pendaftaran polis asuransi Allianz hubungi:

Natanael (Agen Asuransi Allianz Berlisensi tinggal di Surabaya)

HP/WA: 08113436830

 

 

Apa Fungsi Investasi pada Unit Link

1. Membayar biaya-biaya asuransi

Ini adalah fungsi dasar dari unsur investasi pada unit link. Biaya-biaya asuransi unit link meliputi biaya akuisisi (dikenakan di 5 tahun pertama), administrasi, tabarru atau cost of insurance, dan biaya pengelolaan investasi.

2. Membuat premi menjadi flat

Pada unit link, pada awalnya kita membayar premi lebih besar dari biaya-biaya asuransinya. Tapi hal ini akan meringankan kita di masa depan, karena nilai investasi yang terbentuk akan membayari biaya-biaya asuransi sehingga premi menjadi flat (tetap, tidak naik) sampai akhir masa kontrak. (Contoh penggunaan fungsi ini bisa dilihat di 355 Ribu Per Bulan Dapat UP 1 M, Mau?)

3. Memperpendek masa pembayaran premi

Dengan adanya unsur investasi yang berfungsi membayari biaya-biaya asuransi, maka masa pembayaran pun bisa menjadi lebih pendek. Dengan pengaturan premi dasar dan top up yang tepat, masa bayar unit link bisa direncanakan agar cukup 10 tahun. Seterusnya proteksi akan terus berjalan bersamaan dengan berkembangnya nilai investasi.

4. Mengembangkan dana

Selayaknya investasi lainnya, investasi pada unit link pun merupakan satu bentuk pengembangan dana agar tumbuh berlipat ganda dari modal awal. Jika unit link ditujukan untuk mengembangkan dana, maka alokasi premi top up harus diperbesar.

Tips Memilih Produk Unit Link dalam Asuransi

mari-berasuransi.jpegPada saat saya browsing tentang produk unit link, saya mendapat pencerahan tentang bagaimana cara memilih produk unit link yang baik.

(Artikel ini saya kutip dari link http://myallisya.com) Artikel tersebut memberikan panduan mengenai cara membandingkan produk asuransi jenis unit-link. Secara umum, perbandingan produk unit-link dapat dilakukan dengan melihat 4 aspek, yaitu besaran premi dan manfaat, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis, dan fitur manfaat asuransi secara detail.
Besaran Premi dan Manfaat Asuransi

Berapa premi dan berapa manfaat asuransinya, inilah hal pertama yang paling mudah dilihat ketika membandingkan ilustrasi produk unit-link. Misalnya, dengan premi 1 juta per bulan, manfaatnya apa saja, UP atau uang pertanggungan jiwanya berapa, UP kecelakaan berapa, UP cacat tetap total berapa, UP sakit kritis berapa, rawat inap rumah sakit plan kamar berapa, ada manfaat bebas premi atau tidak, dan sebagainya.

Dalam membandingkan beberapa produk, manfaat asuransinya harus sejenis supaya bisa dibandingkan. Jika di ilustrasi unit-link A ada manfaat UP jiwa, kecelakaan, cacat tetap total, penyakit kritis, dan pembebasan premi, maka di ilustrasi unit-link B dan C dan D pun sama. Jika di unit-link A ditawarkan manfaat rumah sakit, maka di ilustrasi lain pun serupa. Jika di proposal A ada manfaat rawat inap, lalu anda membandingkan dengan proposal B yang tidak ada manfaat rawat inap, maka itu perbandingan yang tidak setara.

Tentunya setiap orang akan cenderung memilih produk yang memberikan manfaat asuransi lebih besar dengan premi yang sama, atau premi yang lebih rendah dengan manfaat yang sama.

Beberapa contoh ilustrasi premi dan manfaat unit-link dapat diilihat di SINI.
Proyeksi Nilai Investasi

Proyeksi nilai investasi perlu dilihat ketika anda membandingkan ilustrasi unit-link. Jika premi dan manfaat asuransinya sama, lihat juga berapa nilai investasinya. Dalam membandingkan nilai investasi, asumsi return investasi yang digunakan harus sama, misalnya sama-sama 5%, 10%, 15%, atau 18%.

Misalnya, anda mendapatkan ilustrasi dengan setoran premi sama-sama 1 juta per bulan, manfaat asuransi sama (contohnya: UP jiwa 500 juta, UP sakit kritis 500 juta, UP kecelakaan 500 juta, UP cacat tetap total 500 juta, dan ada pembebasan premi), maka bandingkan pula nilai investasinya dengan asumsi investasi yang sama. Pada tahun ke-5 nilai investasinya berapa, tahun ke-10 berapa, dan seterusnya. Tentunya jika manfaat asuransi sama, orang cenderung akan memilih yang nilai investasinya lebih besar.

Seringkali antara satu proposal dengan proposal lain tidak menggunakan asumsi yang sama, maka mintalah agen anda untuk membuatkan proposal lagi menggunakan asumsi yang anda inginkan, misalnya dengan mengganti jenis dana.
Biaya-Biaya Polis

Premi dan manfaat serta proyeksi nilai investasi adalah perbandingan dari sisi permukaan. Lebih dalam lagi, anda juga disarankan memperhatikan biaya-biaya polis yang dikenakan. Biaya-biaya polis unit-link pada umumnya meliputi biaya akuisisi, biaya asuransi (atau tabarru dalam asuransi syariah), biaya administrasi, biaya pengelolaan investasi, dan biaya top up atau selisih harga jual-beli unit. Yang paling perlu diperhatikan adalah biaya akuisisi dan biaya asuransi. Biaya administrasi pun dapat dipertimbangkan, selebihnya perbedaannya tidak signifikan.

Biaya-biaya polis ini biasanya dicantumkan di proposal unit-link, tapi tidak semua unit-link menuliskannya secara lengkap. Untuk yang tidak lengkap ini, anda bisa menanyakannya kepada agen.

Proposal unit-link dari Allianz, yaitu Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus), termasuk yang tidak mencantumkan biaya-biaya polis secara lengkap. Jadi biar saya tuliskan di sini:
Biaya akuisisi: Tahun 1: 75%, Tahun 2: 40%, Tahun 3: 15%, Tahun 4: 7,5%, Tahun 5: 7,5%, Tahun 6 dan seterusnya: 0%. Total: 145% dihitung dari premi dasar.
Biaya asuransi (tabarru): Tergantung manfaat, besarnya UP, jenis kelamin, dan usia. Biaya asuransi tahun pertama dicantumkan di proposal halaman 1.
Biaya administrasi: 26.500 per bulan.
Biaya pengelolaan investasi: 2% per tahun (untuk equity fund)
Selisih harga jual-beli unit (di tempat lain dapat disetarakan dengan biaya top up): 5%

Dengan bekal informasi ini, silakan anda cek di polis atau ilustrasi unit-link anda berapa biaya-biayanya. Tentunya semakin rendah struktur biaya, semakin menguntungkan bagi nasabah.
Fitur Manfaat Asuransi secara Detail

Lebih ke dalam lagi, dan ini yang paling penting, adalah fitur dari manfaat asuransi yang diambil. Bagaimana pun, kita mencari asuransi untuk mendapatkan manfaat proteksi. Idealnya kita mendapatkan manfaat proteksi yang bagus dengan premi yang murah. Tapi ketersediaan produk di pasaran tidak selalu sesuai keinginan kita, dan tidak ada produk unit-link yang unggul atau terbaik dalam segala hal.

Mungkin saja di proposal A, UP-nya lebih besar dari proposal B, tapi untuk detail manfaatnya anda lebih setuju dengan proposal B. Mungkin sama-sama memberikan manfaat proteksi penyakit kritis, tapi fitur-fiturnya tentu ada perbedaan. Sama-sama manfaat rawat inap, rincian manfaatnya tentu berbeda. Bahkan sama-sama manfaat dasar pun bisa memiliki perbedaan yang signifikan. Ada manfaat dasar yang murni menanggung risiko meninggal dunia, ada manfaat dasar yang menanggung risiko meninggal dunia ATAU cacat tetap total.

Fitur manfaat secara detail ini tidak akan semuanya dicantumkan di proposal. Oleh karena itu, sebaiknya anda meminta lihat contoh polisnya. Tapi dari pengalaman saya beberapa kali memperlihatkan contoh polis kepada calon nasabah yang meminta, umumnya contoh polis tersebut didiamkan saja tanpa dibaca, atau dibaca tapi kurang dipahami. Jadi tetap lebih praktis jika anda menanyakannya secara langsung kepada agen melalui diskusi yang lebih mendalam.

Di bagian ini saya menyodorkan panduan dasar mengenai hal-hal yang dapat anda diskusikan dengan calon agen anda mengenai fitur manfaat asuransi yang lazim ditawarkan produk unit-link. Panduan ini meliputi manfaat dasar, rider penyakit kritis, rider kecelakaan, rider cacat tetap total, rider bebas premi, dan rider rawat inap.

Manfaat Dasar

Manfaat dasar unit-link biasanya memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Masa perlindungan biasanya hingga seumur hidup (sampai usia 99 atau 100 tahun). Ini yang ada di unit-link pada umumnya.

Tapi ada juga unit-link yang manfaat dasarnya bukan hanya meninggal dunia, melainkan digabung dengan risiko cacat tetap total (CTT, TPD). Apa artinya? Jika tertanggung menderita cacat tetap total, maka polis berakhir walaupun tertanggung belum meninggal dunia. Dengan berakhirnya polis, maka berakhir pulalah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap, penyakit kritis, kecelakaan, dan bebas setor.

Ada pula unit-link yang masa perlindungan manfaat dasarnya tidak sampai usia 100 tahun, tapi sampai 75 atau 80 tahun.

Jangan lupa, bandingkan pula biaya asuransinya (tabarru) untuk usia dan UP yang sama. Misal: berapa biaya asuransi untuk UP 1 miliar, pria usia 30 tahun.

Rider Penyakit Kritis

Secara umum, ride ada yang mengurangi UP dasar dan ada yang tidak mengurangi.

Lebih lengkap lagi, dalam membandingkan manfaat penyakit kritis antara satu produk dengan produk lain, ada beberapa aspek yang perlu dicermati, antara lain: jumlah kondisi atau penyakit yang ditanggung, masa berlaku proteksi, menanggung sejak tahap awal atau hanya tahap akhir, klaimnya mengurangi UP dasar atau tidak, ada syarat survival period (masa bertahan hidup) atau tidak, kalau ada berapa hari masa survival periodnya, dan biaya asuransinya.