Tag Archives: 2 Milyar

Peluang Investasi yang Prospektif dan Likuid

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa investasi yang prospektif adalah property misal invest rumah atau tanah. Pendapat tsb benar, namun jika dikaji lebih dalam invest di property menurut saya kurang prospektif. Mengapa?

Si Bapak A katakanlah baru beli rumah sehrg Rp 1 M. Pertanyaannya, apakah jika Bapak A tiba2 sakit yg mengharuskan dia membayar biaya berobat hingga 2 M (misal sakit yg berat seperti jantung, kanker, stroke, dll) dengan secepat itu dapat menjual rumahnya yg seharga Rp2M? Pasti sulit. Tidak mudah menjual rumah. Perlu waktu bulanan sampai tahunan. Padahal biaya sakit hrs cepat dibayar kalau tidak, terpaksa rumah sakit memulangkan Bapak A. Satu-satunya jalan mungkin pinjam saudara atau perusahaan. Tapi mungkin tidak sampai Rp2M.

Dari kasus tersebut, jalan yang bijaksana adalah menjadi nasabah asuransi. Bapak A bisa membuka polis asuransi dengan manfaat mendapat uang /dana cash jika terjadi sakit kritis. Besar nilai jangan tanggung-tanggung, ambillah Rp2M untuk antisipasi dana. Ini tanpa mengurangi saldo investasi di asuransi.

Selain itu, Bapak A harus mengambil juga manfaat santunan harian. Misal santunan harian Rp1.5jt per hari jika diopname di rumah sakit. Tinggal hitung saja. Misal opname sepuluh hari maka Bapak A dapat santunan dana Rp15jt.

Kalau Bapak A sudah ada asuransi dari kantor, ini bisa dipakai dobel klaim. Istilahnya sambil menyelam minum air.

Demikian ulasan saya tentang jenis pilihan investasi yang prospektif dan memilki likuiditas cepat.

Konsultasi hub

Bisnis Eksekutif Allianz tinggal di Surabaya – Sidoarjo

Natanael

Hp/WA 08113436830

Email; natanael.albertus@gmail.com

Advertisements

Asuransi Nilai Utamanya Proteksi bukan Investasi

Asuransi itu proteksi, bukan investasi. Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya). Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya. Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi (tabarru) akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

  1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

  1. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu. Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

  1. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

  1. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap. Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

  1. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain. Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

  1. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.

Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

No Komponen Biaya Unit-link Reksadana
1 Biaya administrasi bulanan Ada, kisaran 20-40 ribu per bulan Tidak ada
2 Biaya akuisisi Ada dan sangat besar Tidak ada
3 Biaya asuransi (tabarru) Ada dan sangat besar Tidak ada
4 Biaya top up (penyetoran, pembelian) Ada, antara 2-5% Ada, antara 0-3%
5 Biaya penarikan dana Umumnya tidak ada Ada, sekitar 1%
6 Biaya pengelolaan investasi Ada, sekitar 1-2% per tahun Ada, sekitar 1-2% per tahun
7 Biaya bank kustodian Tidak ada Ada, sekitar 0,2-0,25% per tahun
8 Biaya pengalihan dana (switching) Umumnya tidak ada, atau baru ada jika lebih dari 4 kali swicthing dalam setahun, dengan besar sekitar 1%. Ada, antara 0-1%
9 Biaya pajak pertambahan nilai Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama. Jarang terjadi karena unit-link premi berkala tidak akan untung di 3 tahun pertama. Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama

Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link. Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk? [diambil dari asepsopyan, myallisya.com]

Mengubah Nasi yang Sudah Menjadi Bubur

Banyak orang mengatakan, nasi sudah menjadi bubur ketika mereka menyesali tidak mengambil satu pun program asuransi sebelum resiko hidup terjadi. Begitu kepala keluarga pencari nafkah kehilangan penghasilan karena sakit berat, kecelakaan berat yang menyebabkan cacat tetap atau pindah dunia terlalu cepat, keluarga baru menyadarinya. Mereka seringkali menyesali mengapa tidak mendengar penjelasan dan mengambil tindakan membeli polis segera. Nasi sudah menjadi bubur.

Akan tetapi, banyak yang lupa bahwa bubur sekarang diperdagangkan dengan sangat laris. Dengan beberapa tambahan seperti cakwe, ayam suir, bawang goreng dll, maka bubur pun bisa dijual kalau enak. Tugas kitalah menjadikan nasi yang sudah menjadi bubur ini menjadi bubur yang enak .

Kita bisa belajar dari apa yang sudah dialami orang lain. Untuk kasus seperti diatas, tentu selain butuh biaya pengobatan yang besar, biaya hidup keluarga juga terus berjalan seperti tagihan listrik, biaya sekolah anak-anak, cicilan dll. Asuransi kesehatan seperti BPJS, asuransi kesehatan swasta, atau jaminan biaya pengobatan tanggungan kantor mungkin banyak membantu biaya ketika rawat inap. Tapi diluar itu masih banyak biaya-biaya lainnya yang harus ditanggung sendiri.

Walaupun kita sudah memiliki deposito yang jumlahnya bisa dipakai untuk  membayar sebagian biaya hidup dan memiliki bisnis apapun, kita tetap membutuhkan asuransi jiwa. Sebab, asuransi memiliki fitur-fitur yang berbeda dengan deposito, tabungan atau bisnis real.

Asuransi memberikan anda kepastian uang pertanggungan, misalnya uang pertanggungan Rp. 1 milyar atau Rp. 2 milyar. Sementara, untuk mendapatkan Rp. 5 juta per bulan sebagai pengganti penghasilan, kita harus memiliki deposito sebesar Rp. 1,2  Milyar dengan tingkat suku bunga 6% per tahun.

Bagi anda yang hingga sekarang belum memiliki satu pun polis asuransi, segera ambil salah satu program asuransi. Mumpung anda masih punya penghasilan, mumpung anda masih muda. Mumpung masih sehat. Hidup akan bertambah sulit jika tidak memiliki asuransi. Jika nasi sudah menjadi bubur, saya meragukan anda bisa mengubahnya menjadi bubur yang enak.

Tabel Premi untuk manfaat Asuransi Jwa Dasar dan CI 00

image

image

Bertemu Prospek Perwakilan Rumah Sakit di Malaysia

Siang tadi tepatnya pukul 12.30, aku singgah di kantor perwakilan rumah sakit Mahkota. Rumah sakit Mahkota, terdengar asing bagi ku tetapi setelah aku ngobrol dengan pimpinan agensinya yang berkantor di Surabaya, aku sangat kagum. Clien mereka 200 orang yang tersebar di Jawa Timur (luar biasa). Pasar yang bagus untuk kukerjakan.

“Terimakasih atas kedatangan Bpk Natanael ke kantor kami.” Ucapnya ramah.

“Baik, terima kasih juga. Sama-sama, saya juga senang bisa berkenalan dengan anda.”

Setelah basa-basi, 15 menti kemudian kami masuk ke inti pembicaraan yakni penawaran kerjasama saling menguntungkan antara saya sebagai agen Asuransi Allianz Life dengan perwakilan Rumah Sakit Mahkota yang lokasi rumah sakitnya terletak di Malaka, Malaysia.

Aku segera menyerahkan brosur produk Asuransi Kesehatan Smartmed Premier yang mencover sesuai tagihan.

“Baik pak, sepertinya yang cocok produk ini, Smart med Premier.”

“Iya bu. Kita saling kerja sama nanti. Saya juga akan bantu menyebarkan info tentang Rumah Sakit Mahkota, Malaka, Malaysia ke rekan-rekan dan para nasabah saya. Dan sebaliknya, jika ada pasien yang ingin berobat ke rumah sakit ibu, tolong produk dari saya direferensikan.”

“Iya pak, itu pasti. Dan apa bapak bersedia jika ada seminar ikut menjadi narasumber untuk presentasi?”

“Oh ok bisa, sangat bisa bu. Kapan kira-kira?”

“Nanti saya hubungi bapak.”

“Baik bu, terima kasih. Saya tunggu kabarnya.”

Demikianlah cerita singkat siang tadi. Semoga hari hari berikutnya menjadi berkat. Terimakasih Tuhan.

Jika ada yang ingin ditanyakan tentang Asuransi Allianz hubungi Natanael HP 08113436830

.

Aku

Jangan Sampai Kanker Menghancurkan Hidup Keluargamu Juga

Hari ini saya  membaca sebuah pengalaman teman yang bergelut sebagai agen asuransi. Pada saat Ia mengirim ratusan email ke beberapa calon nasabah. Selang sepuluh menit salah satu prospek langsung merespon: “Terima kasih atas penawarannya yang sangat penting ini. Saya berminat ambil asuransi, tapi kondisi saya sekarang ini sedang terserang kanker, apakah bisa ya?” 

Dalam kondisi seperti di atas, berat kemungkinan untuk diterima asuransi. Sebab salah satu syarat untuk mengajukan asuransi adalam kondisi yang bersangkutan sehat dan tidak punya riwayat sakit yang amat serius. Setelah merenung kemudian saya membalasnya: “Ibu, sebenarnya bisa saja dalam kondisi yang sedang Ibu alami saat ini tetap mendaftar asuransi. Tapi harus melampirkan seluruh resume medis dari rumah sakit yang merawat Ibu. Apakah diterima atau tidaknya nanti tergantung underwraiting.”

Keesokan harinya beliau kembali membalas email. “Kalau begitu saya akan menuntaskan pengobatan dulu. Setelah pulih saya baru daftar, ya.” “Baik, Bu. Begitu lebih baik. Semoga cepat sembuh Bu, ya.

Semoga pengalaman Ibu ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Kanker, penyakit ganas yang berkeliaran dan gampang menyerang siapa saja. Tak kenal usia bahkan. Salah satu penyebabnya adalah polusi dan banyaknya makanan dan minuman instant yang sulit kita hindari. Akan lebih baik jika kita cepat daftar asuransi. Sedia payung sebelum hujan adalah langkah yang tepat. Sayangnya, kalau yang cerita seperti ini agen asuransi dikira hanya nakut-nakuti, ujung-ujungnya mau jualan asuransi. Semuanya kembali pada diri kita masing-masing. Wallahu a’lam.

Mengakhiri tulisan ini, berikut ini saya berikan ilustrasi asuransi jiwa dengan tambahan rider perlindungan 100 jenis penyakit kritis. Hanya di Allianz yang menanggung 100 jenis penyakit kritis hingga usia 100 tahun. Pria, usia 30 tahun, tidak merokok. Hanya dengan premi Rp 1.500.000/bln dia mendapatkan: 1) santunan kematian (UP jiwa): 1 miliar. 2) santunan 100 jenis penyakit kritis (UP CI-100): 1 miliar. Ditambah dengan saldo investasi sesuai dengan perkembangan.

Ilustrasi lengkap klik gambar di bawah:

Ilustrasi Manfaat 1 Miliar

Masih kurang jelas/masih ragu berasuransi? Silahkan hubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz Surabaya

HP/SMS/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com / natanael.allianz@gmail.com

Mengenai 49 Penyakit Kritis yang dicover Allianz Life

masalahRider penyakit kritis adalah manfaat tambahan yang diberikan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis. Untuk daftar penyakit yang termasuk dalam 49 penyakit kritis, silakan lihat di bawah.

B. Masa perlindungan

  • Sampai dengan tertanggung berusia 70 tahun.

C. Uang pertanggungan

  • Minimum 8 juta, maksimum 2 Miliar atau sama dengan UP dasar.
  • Untuk anak-anak, maksimum 500 juta.

D. Usia masuk tertanggung

  • Anak-anak mulai dari 1 tahun sampai dengan 17 tahun.
  • Dewasa mulai dari 18 tahun sampai dengan 64 tahun.

E. Jenis Rider Penyakit Kritis

  • CI: Klaim mengurangi UP dasar, masa perlindungan sampai dengan usia 85 tahun
  • CI+: Klaim tidak mengurangi UP dasar, masa perlindungan sampai dengan usia 70 tahun.

F. Masa tunggu (perioder eliminasi)

  • 90 hari dari tanggal berlaku polis.

G. Kelebihan

  • Tanpa syarat masa bertahan hidup (survival period)
  • Klaim dapat di ajukan begitu terdiagnosa, tanpa harus perawatan terlebih dahulu
  • Menanggung cacat tetap total
  • Menanggung terminal illness.

H. Pengecualian

  • Segala penyakit yang timbul dari luka yang dilakukan secara sengaja, contoh percobaan bunuh diri.
  • Segala penyakit yang disebabkan oleh AIDS, langsung maupun tidak langsung.
  • Segala penyakit bawaan sejak lahir.
  • Penyakit kritis yang didiagnosa sebelum polis berlaku, atau didiagnosa dalam periode eliminasi.

I. Daftar 49 Penyakit Kritis

1. Serangan jantung pertama
2. Stroke
3. Operasi jantung koroner
4. Operasi penggantian katup jantung
5. Kanker
6. Gagal ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple sclerosis
9. Transplantasi organ vital tubuh
10. Penyakit alzheimer/gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit parkinson
13. Terminal illness
14. Penyakit paru-paru kronis/tahap akhir
15. Penyakit hati kronis
16. Penyakit motor neuron
17. Muscular dystrophy
18. Anemia aplastis
19. Operasi pembuluh aorta
20. Hepatitis fulminant
21. Pulmonary arterial hypertension primer
22. Meningitis bakteri
23. Tumor otak jinak
24. Radang otak
25. Luka bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma kepala serius
28. Apallic syndrome
29. Penyakit jantung koroner lain yang serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk penyakit jantung koroner
31. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus)
32. HIV yang didapatkan melalui transfusi darah dan pekerjaan
33. Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran)
34. Bisu (kehilangan kemampuan bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit kista medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan
40. Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis
41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
42. Operasi scoliosis idiopatik
43. Pankreatitis menahun yang berulang
44. Penyakit kaki gajah kronis
45. Hilangnya kemandirian hidup
46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
47. Rheumatoid arthritis berat
48. Colitis ulterative berat (cronh’s disease)
49. Penyakit kawasaki yang mengakibatkan komplikasi pada jantung

Info lebih lanjut

Natanael, HP 08113436830 sms/WA

85% Keluarga Bangkrut karena Kanker

85% pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker.

Demikian kesimpulan dari studi awal Fase II ASEAN Costs in Oncology pada tahun 2011.

Tahun terus berlalu, namun statistik yang ditunjukkan saat ini bisa jadi tidak jauh berbeda.

Data diatas menjadi indikasi bahwa kanker dan penyakit kritis lain berpotensi membuat ekonomi keluarga menjadi goyah bahkan tumbang.

Sebagai contoh, saat terdapat satu anggota keluarga menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, keluarga yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut.

Biaya Perawatan Penyakit Kritis

Sebagai gambaran tingginya biaya perawatan dan pengobatan penyakit kritis, berikut adalah informasi dari berbagai sumber:

– Biaya operasi ByPass jantung: 250 juta rupiah.

– Biaya cuci darah akibat gagal ginjal: 550 ribu – 1 juta rupiah per sesi.

– Biaya kemoterapi untuk pengobatan kanker: 3 juta – 10 juta per sesi.

Solusi

Solusi paling efektif untuk mengatasi bencana finansial atas kemungkinan timbulnya penyakit kritis adalah dengan memiliki proteksi kesehatan penyakit kritis.

Tujuan polis ini adalah untuk memberikan sejumlah uang ‘lump sum’ saat seseorang terdiagnosis penyakit kritis tertentu yang bisa digunakan untuk membiayai perawatan dan pengobatan.

CI 100 dari Allianz

Allianz CI100 (online)_protekita

Critical Ilness 100 atau CI 100 merupakan rider penyakit kritis dari asuransi jiwa Allianz.

CI 100 Memberikan manfaat uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 100 penyakit kritis.

Pertanyaan & Informasi

Untuk pertanyaan dan informasi lebih jauh, silahkan menghubungi kontak berikut:

Natanael Allianz

HP/WA 08113436830