Tag Archives: 4 Milyar

Pilih yang Mana? Tapri atau Tapro

Pilih mana? Di gambar di atas merupakan perbandingan Tapri alias tabungan pribadi di bank dengan Tapro tabungan tanggung problem.

Kalau saya, lebih memilih Tapro. Karena hanya menabung 2jt dan dlm waktu 1 sampai 90 hari sudah tersedia dana Rp 4 Milyar.

Info hubungi saya, Natanael Agen Allianz Life berlisensi

HP/WA 08113436830

Advertisements

Asuransi Nilai Utamanya Proteksi bukan Investasi

Asuransi itu proteksi, bukan investasi. Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi.

Salahkah jika unit-link diniatkan untuk investasi? Ini bukan soal benar-salah, tapi jika tujuannya untuk investasi, ada banyak instrumen lain yang bisa memberikan keuntungan lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Misalnya obligasi, reksadana, dan saham. Jika tidak mengerti tentang obligasi, reksadana, dan saham, atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya, anda bisa berinvestasi di instrumen tradisional yang lebih sederhana dan mudah dipahami, seperti deposito, emas, dan properti.

Perlu diketahui juga, investasi unit-link pun sebetulnya sama persis dengan reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi, dan disalurkan ke instrumen investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, atau campuran dari ketiganya (tergantung jenis reksadananya). Investasi reksadana mengandung risiko, dan investasi unit-link pun sama. Bedanya, struktur biaya pada reksadana jauh lebih rendah daripada struktur biaya pada unit-link, sehingga imbal hasil yang diharapkan pun bisa lebih tinggi.

Perbedaan Asuransi dengan Investasi

Asuransi bukan saja berbeda dengan investasi, tapi keduanya memang memiliki sifat-sifat yang bertolak belakang. Jika disatukan, maka memperbesar yang satu akan memperkecil yang lainnya. Contoh dalam produk unit-link, jika uang pertanggungannya diperbesar, biaya asuransi (tabarru) akan lebih besar pula sehingga nilai investasinya otomatis menjadi lebih kecil. Sebaliknya, jika seorang nasabah ingin nilai investasinya lebih besar, uang pertanggungan asuransinya harus diperkecil.

Secara ringkas, perbedaan asuransi dan investasi adalah sebagai berikut.

  1. Asuransi tujuannya melindungi uang supaya tidak habis, investasi tujuannya mengembangkan uang supaya tambah banyak.

Misalnya anda punya tabungan 100 juta, dengan asuransi kesehatan, uang 100 juta itu tidak perlu terpakai jika anda mengalami sakit atau kecelakaan. Sedangkan investasi, misalnya anda punya tabungan 100 juta, anda berpikir harus disalurkan ke mana uang itu supaya dalam 5 tahun menjadi 200 juta.

  1. Asuransi itu jaga-jaga dari hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja, investasi itu persiapan untuk hal-hal yang diinginkan di masa depan.

Hal-hal tidak diinginkan yang bisa terjadi kapan saja misalnya rawat inap, sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap, dan meninggal dunia. Kapan saja itu mungkin tahun depan, mungkin bulan depan, atau bahkan mungkin esok hari, kita tak pernah tahu. Datangnya kejadian-kejadian tersebut tidak memandang apakah kita sudah punya uang atau tidak. Untuk itulah kita butuh asuransi supaya dampak keuangannya bisa ditanggulangi atau diminimalkan.

Sedangkan hal-hal yang diinginkan di masa depan itu contohnya pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun. Semua itu sama-sama butuh dana, tapi waktunya bisa diketahui atau direncanakan sehingga setiap orang bisa mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Cara mempersiapkannya ialah dengan investasi (jika jangka waktunya relatif panjang) atau menabung (jika jangka waktunya pendek, kurang dari satu tahun).

  1. Asuransi itu jangka pendek, investasi itu jangka panjang.

Asuransi itu jangka pendek karena nilai dari manfaat asuransi akan semakin mengecil seiring waktu. Misalnya anda punya uang pertanggungan jiwa 1 miliar, saat ini nilainya mungkin terasa besar, tapi semakin lama nilainya semakin mengecil karena faktor inflasi. Oleh karena itu, setiap periode tertentu, misalnya setiap 5 tahun, uang pertanggungan asuransi harus ditingkatkan (upgrade).

Sedangkan investasi itu jangka panjang karena keuntungan investasi akan semakin membesar seiring waktu. Semakin panjang masa investasi, keuntungan yang dihasilkannya akan semakin besar.

  1. Asuransi itu tidak butuh waktu untuk menjadi besar, investasi itu butuh waktu untuk menjadi besar.

Ini perbedaan lain yang harus disadari. Banyak orang menolak asuransi karena mendingan uangnya ditabung atau diinvestasikan saja. Padahal jika musibah datang dalam waktu dekat, tentu tabungannya belum banyak dan yang belum banyak itu bisa habis semuanya dalam sekejap. Dengan asuransi, dalam waktu singkat telah tersedia sejumlah besar dana untuk menanggulangi dampak dari musibah yang bisa terjadi kapan saja, karena asuransi itu memakai prinsip berbagi risiko di antara sejumlah orang.

  1. Asuransi itu kekuatan bersama, investasi itu kekuatan sendiri.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang datangnya tidak terduga, mana yang lebih efektif: melakukannya sendirian atau melakukannya bersama-sama?

Asuransi, baik konvensional maupun syariah, bisa mengumpulkan dana besar secara cepat karena ada banyak orang yang terlibat di dalamnya sebagai peserta. Setiap peserta merelakan uangnya dipakai untuk membayar klaim peserta lain, dan tidak keberatan jika dirinya sendiri tidak memperoleh uang klaim (artinya tidak terjadi musibah).

Sedangkan investasi adalah murni uang sendiri berikut pengembangannya. Nilai investasi pada produk unit-link adalah milik tiap-tiap peserta, tidak tercampur sama sekali dengan uang dari peserta lain. Dalam asuransi yang disebut “asuransi pendidikan” pun, dana tahapan yang diterima peserta seluruhnya berasal dari uang sendiri, tidak ada sama sekali uang dari peserta lain.

  1. Asuransi itu biaya dan biaya itu hangus, investasi itu cara mengembangkan dana agar tumbuh lebih besar.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan.

Sedangkan investasi bukanlah biaya, melainkan cara kita mengembangkan uang sehingga menjadi lebih besar dari sebelumnya. Dalam investasi ada biayanya, tapi sebisa mungkin carilah instrumen investasi yang paling minim biayanya, supaya hasilnya makin maksimal.

Perbedaan Biaya Unit-link dengan Reksadana

Membicarakan asuransi dalam kaitan dengan investasi, mau tak mau membawa kita pada perbincangan tentang unit-link. Seperti telah disinggung di atas, unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi. Sedangkan untuk investasi, lebih disarankan melalui reksadana karena struktur biayanya lebih kecil.

Perbedaan struktur biaya pada unit-link dan reksadana dapat dilihat pada tabel di bawah:

No Komponen Biaya Unit-link Reksadana
1 Biaya administrasi bulanan Ada, kisaran 20-40 ribu per bulan Tidak ada
2 Biaya akuisisi Ada dan sangat besar Tidak ada
3 Biaya asuransi (tabarru) Ada dan sangat besar Tidak ada
4 Biaya top up (penyetoran, pembelian) Ada, antara 2-5% Ada, antara 0-3%
5 Biaya penarikan dana Umumnya tidak ada Ada, sekitar 1%
6 Biaya pengelolaan investasi Ada, sekitar 1-2% per tahun Ada, sekitar 1-2% per tahun
7 Biaya bank kustodian Tidak ada Ada, sekitar 0,2-0,25% per tahun
8 Biaya pengalihan dana (switching) Umumnya tidak ada, atau baru ada jika lebih dari 4 kali swicthing dalam setahun, dengan besar sekitar 1%. Ada, antara 0-1%
9 Biaya pajak pertambahan nilai Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama. Jarang terjadi karena unit-link premi berkala tidak akan untung di 3 tahun pertama. Ada, 20% dari keuntungan, hanya dikenakan di 3 tahun pertama

Penjelasan:

  • Biaya akuisisi adalah potongan yang dikenakan dari premi dasar unit-link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit-link Allianz), ada yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit-link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.
  • Biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah) adalah biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sd usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit-link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.
  • Biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiga biaya ini harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan anda membeli unit-link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan anda membeli unit-link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi anda.
  • Biaya nomor 4 sd 9 (top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak) adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit-link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit-link.
  • Lalu apa fungsi nilai investasi pada unit-link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit-link anda supaya proteksinya tetap berlaku. Apa maksudnya? Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit-link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi. Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit-link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan top up secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit-linknya).
  • Nilai investasi pada unit-link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit-link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Mengapa Tidak Asuransi Murni?

Jika asuransi unit-link sebaiknya tetap diniatkan untuk proteksi, mengapa tidak berasuransi di produk asuransi yang murni proteksi saja?

Tentu saja boleh dan baik-baik saja. Tapi masalahnya tidak semua proteksi yang dibutuhkan itu tersedia di pasaran dalam bentuk asuransi murni. Mayoritas perusahaan asuransi sekarang ini berlomba-lomba menerbitkan unit-link. Mereka mungkin punya produk asuransi tradisional yang murni asuransi (term-life), tapi tidak dikembangkan lagi.

Untuk asuransi kesehatan yang menanggung rawat inap, pilihannya banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Untuk asuransi jiwa yang menanggung risiko meninggal dunia, pilihannya juga banyak baik yang murni maupun unit-link, silakan mau pilih yang mana. Tapi untuk asuransi kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis, pada umumnya hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa dan umumnya di unit-link, jarang yang berdiri sendiri.

Jadi, jika anda ingin mendapatkan proteksi dari kecelakaan, cacat tetap, dan penyakit kritis (dan semua orang butuh ini), pilihannya terbatas pada unit-link. Kalaupun ada di asuransi non-unit-link, ya itu tadi, karena tidak dikembangkan lagi oleh perusahaan asuransi, fitur-fiturnya tidak sebagus yang tersedia di unit-link.

Sebagai contoh, untuk asuransi penyakit kritis yang menanggung mulai tahap awal (early stage), sejauh ini di pasaran hanya tersedia sebagai rider di asuransi jiwa unit-link. Anda akan kesulitan sendiri jika mencari asuransi penyakit kritis tahap awal dalam bentuk asuransi murni non-unit-link. Kalaupun anda menemukan produk tersebut, belum tentu fitur-fiturnya lebih bagus daripada rider penyakit kritis yang ada di unit-link, dan belum tentu pula harganya lebih murah.

Selain itu, unit-link memiliki nilai lebih berupa kepraktisan yaitu cukup satu produk untuk segala manfaat asuransi. Daripada membeli asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi cacat tetap, dan asuransi penyakit kritis secara terpisah-pisah, bukankah lebih praktis jika semuanya disatukan dalam satu produk? [diambil dari asepsopyan, myallisya.com]

Jangan Sampai Kanker Menghancurkan Hidup Keluargamu Juga

Hari ini saya  membaca sebuah pengalaman teman yang bergelut sebagai agen asuransi. Pada saat Ia mengirim ratusan email ke beberapa calon nasabah. Selang sepuluh menit salah satu prospek langsung merespon: “Terima kasih atas penawarannya yang sangat penting ini. Saya berminat ambil asuransi, tapi kondisi saya sekarang ini sedang terserang kanker, apakah bisa ya?” 

Dalam kondisi seperti di atas, berat kemungkinan untuk diterima asuransi. Sebab salah satu syarat untuk mengajukan asuransi adalam kondisi yang bersangkutan sehat dan tidak punya riwayat sakit yang amat serius. Setelah merenung kemudian saya membalasnya: “Ibu, sebenarnya bisa saja dalam kondisi yang sedang Ibu alami saat ini tetap mendaftar asuransi. Tapi harus melampirkan seluruh resume medis dari rumah sakit yang merawat Ibu. Apakah diterima atau tidaknya nanti tergantung underwraiting.”

Keesokan harinya beliau kembali membalas email. “Kalau begitu saya akan menuntaskan pengobatan dulu. Setelah pulih saya baru daftar, ya.” “Baik, Bu. Begitu lebih baik. Semoga cepat sembuh Bu, ya.

Semoga pengalaman Ibu ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Kanker, penyakit ganas yang berkeliaran dan gampang menyerang siapa saja. Tak kenal usia bahkan. Salah satu penyebabnya adalah polusi dan banyaknya makanan dan minuman instant yang sulit kita hindari. Akan lebih baik jika kita cepat daftar asuransi. Sedia payung sebelum hujan adalah langkah yang tepat. Sayangnya, kalau yang cerita seperti ini agen asuransi dikira hanya nakut-nakuti, ujung-ujungnya mau jualan asuransi. Semuanya kembali pada diri kita masing-masing. Wallahu a’lam.

Mengakhiri tulisan ini, berikut ini saya berikan ilustrasi asuransi jiwa dengan tambahan rider perlindungan 100 jenis penyakit kritis. Hanya di Allianz yang menanggung 100 jenis penyakit kritis hingga usia 100 tahun. Pria, usia 30 tahun, tidak merokok. Hanya dengan premi Rp 1.500.000/bln dia mendapatkan: 1) santunan kematian (UP jiwa): 1 miliar. 2) santunan 100 jenis penyakit kritis (UP CI-100): 1 miliar. Ditambah dengan saldo investasi sesuai dengan perkembangan.

Ilustrasi lengkap klik gambar di bawah:

Ilustrasi Manfaat 1 Miliar

Masih kurang jelas/masih ragu berasuransi? Silahkan hubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz Surabaya

HP/SMS/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com / natanael.allianz@gmail.com

85% Keluarga Bangkrut karena Kanker

85% pasien dan keluarga bangkrut karena menanggung biaya obat dan perawatan kanker.

Demikian kesimpulan dari studi awal Fase II ASEAN Costs in Oncology pada tahun 2011.

Tahun terus berlalu, namun statistik yang ditunjukkan saat ini bisa jadi tidak jauh berbeda.

Data diatas menjadi indikasi bahwa kanker dan penyakit kritis lain berpotensi membuat ekonomi keluarga menjadi goyah bahkan tumbang.

Sebagai contoh, saat terdapat satu anggota keluarga menderita kanker payudara, biaya perawatan bisa mencapai Rp 200 juta setahun. Maka, keluarga yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan bisa bangkrut.

Biaya Perawatan Penyakit Kritis

Sebagai gambaran tingginya biaya perawatan dan pengobatan penyakit kritis, berikut adalah informasi dari berbagai sumber:

– Biaya operasi ByPass jantung: 250 juta rupiah.

– Biaya cuci darah akibat gagal ginjal: 550 ribu – 1 juta rupiah per sesi.

– Biaya kemoterapi untuk pengobatan kanker: 3 juta – 10 juta per sesi.

Solusi

Solusi paling efektif untuk mengatasi bencana finansial atas kemungkinan timbulnya penyakit kritis adalah dengan memiliki proteksi kesehatan penyakit kritis.

Tujuan polis ini adalah untuk memberikan sejumlah uang ‘lump sum’ saat seseorang terdiagnosis penyakit kritis tertentu yang bisa digunakan untuk membiayai perawatan dan pengobatan.

CI 100 dari Allianz

Allianz CI100 (online)_protekita

Critical Ilness 100 atau CI 100 merupakan rider penyakit kritis dari asuransi jiwa Allianz.

CI 100 Memberikan manfaat uang pertanggungan jika tertanggung terdiagnosa salah satu dari 100 penyakit kritis.

Pertanyaan & Informasi

Untuk pertanyaan dan informasi lebih jauh, silahkan menghubungi kontak berikut:

Natanael Allianz

HP/WA 08113436830

Bisakah asuransi untuk mahar pernikahan?

Bisakah asuransi untuk mahar pernikahan?

Mahar pernikahan dalam Islam adalah sebentuk tanda mata, tanda cinta yang diberikan oleh seorang laki-laki kepada perempuan (calon istri). Apa bentuk mahar ini? Mahar itu bisa apa saja. Prinsip mahar adalah tidak memberatkan calon suami dan diterima calon istri. Calon istri ya, bukan calon mertua. Awanya mahar adalah harta yang dijadikan sebagai tebusan untuk calon istri yang akan dipersunting. Jadi seperti harga seorang perempuan yang harus dibayar calon suami.

Kemudian Islam hadir dan menggantikan bentuk dan fungsi mahar. Sebagaimana telah dijelaskan di atas. Mahar diubah fungsi menjadi sekedar tanda mata, kenang-kenangan, hadiah, simbol cinta, dan simbol keseriusan seorang laki-laki yang akan mempersunting seorang wanita. Beberapa kalangan memaknai mahar sebagai bentuk kemampuan tanggungjawab seorang suami kepada istri. Mahar adalah simbol komitmen seorang suami untuk melindungi dan menjaga istri (dan anak-anaknya) yang dalam istilah Islam disebut kafa-ah, qawwam, atau ba-ah. Karenanya, memberikan mahar dengan sesuatu yang merepresentasikan hal ini tentunya sangat dianjurkan dan sangat utama (afdhal).

Dalam konteks ini, asuransi jelas melambangkan sikap qawwam seorang calon suami. Fungsi utama asuransi adalah proteksi (perlindungan) terhadap peserta asuransi (tertanggung) dan atau keluarganya. Asuransi kesehatan melindungi tertanggung dari sakit (maksudnya menanggung biaya berobat). Dan asuransi jiwa melindungi keluarga yang ditinggal dari keterpurukan ekonomi. Terlebih lagi sekarang ada produk yang digabungkan dengan investasi yang disebut dengan Unit Link atau TAPRO. Dengan produk ini, tidak hanya proteksi yang didapat, tapi juga return investasi yang dicadangkan sebagai perencanaan keuangan jangka panjang.

Jadi sekarang jelas ya. Menjadikan POLIS ASURANSI sebagai mahar jelas sangat baik. Nah, untuk calon istri tersayang bisa belikan asuransi TAPRO dengan manfaat ganda atau pun asuransi kesehatan murni SMARTMED PREMIER yang dapat menanggung seluruh biaya rumah sakit hingga 6 miliar per tahun. Jadi jangan ragu lagi, lengkapi

mahar Anda dengan POLIS ASURANSI. Dijamin sangat bermanfaat, kreatif dan dahsyat. Contact lebih lanjut 08113436830 / pin bbm: 54A7F03B

Hutang Ratusan Juta Belum Lunas, Tiba-tiba Terkena Musibah. Apa Solusinya?

Jika anda memiliki hutang di Bank ratusan juta, selama Anda sehat walafiat dan umur panjang barangkali tak ada masalah. Tapi bagaimana kalau tiba-tiba terjadi resiko? Sakit keras misalnya, kecelakaan, atau bahkan meninggal? Siapa yang akan membayarkan hutang itu? Apakah kita akan meninggalkan beban yang begitu besar pada anak istri? Lantas bagaimana solusinya?

Ada sesorang menuturkan kepada saya bahwa ia punya hutang 2,5 miliar di bank. Dia khawatir kalau terjadi apa-apa pada dirinya. Ia tak mau anak istrinya menanggung resiko. Akhirnya ia mencari-cari asuransi termurah dengan uang pertanggungan 3 miliar. Ia ubek-ubek beberapa perusahaan asuransi, ia banding-bandingkan, dan … ternyata yang termurah hanya di Allianz.

Yang bersangkutan usianya 43 tahun, dia mau premi 2 juta perbulan. Setelah saya coba buatkan ilustrasi ternyata masuk. Hanya dengan menabung/premi 2 juta perbulan ia bisa mendapatkan uang pertanggungan (UP) sebesar 2,5 miliar. Sangat murah. Itu sudah berikut rider payor benefit yang artinya jika sewaktu-waktu ia terserang salah satu 49 jenis penyakit kritis dan membuatnya tak mampu mencari nafkah maka ia bebas premi.

up-2-setengah-miliar

(ilustrasi diambil dari https://allianzindo.files.wordpress.com/2015/07/up-2-setengah-miliar.jpg)

ingin konsultasi hub: Natanael HP/WA 08113436830

Tabungan Proteksi Allianz untuk Melindungi Asset dan Bisnis

(Artikel ini saya ambil dari http://proteksisyariah.com/).

Pada suatu hari terjadi percakapan antara saya dan seorang pemilik warung makan padang langganan saya seperti berikut ini :

” Saya punya banyak asset, saya juga punya bisnis warung makan yang cukup menghidupi keluarga . Saya rasa asuransi tidak penting untuk saya. Investasi di asuransi tidak menguntungkan buat saya.”

” Wah pak, saya setuju sekali dengan pendapat bapak. Kalau saya boleh tahu, untuk apa bapak punya asset ?” tanya saya

“Ya untuk jaga-jaga supaya kalau saya butuh dana darurat saya bisa jual asset property saya, selain itu harga property kan selalu naik, bisa juga dinikmati keluarga.”

“betul sekali, pak. Investasi Bapak bagus sekali, saya yakin Bapak sayang keluarga bapak. Sebetulnya saya ingin sharing tentang pentingnya memproteksi asset yang Bapak punya, saya tidak menawarkan investasi di Allianz. Bisnis&Asset yang selama ini bapak miliki untuk jadi sumber penghasilan bapak sekeluarga, sayang sekali kalau sampai harus dikorbankan jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada Bapak. Tabungan Bapak di bank juga untuk keperluan Bapak dan keluarga. Asuransi berfungsi menjaga asset dan bisnis Bapak supaya bisa terus menghasilkan, dan asset property bapak bisa berlipat ganda nilainya. Semua sudah ada peran masing-masing.

Kita sering dengar ada orang yang jual asset karena butuh uang segera. Mereka jual assetnya secara cepat sehingga yang ada bukan untung yang didapat, tapi rugi karena dijual BU (Butuh Uang), malah kalau ditawar setengah harga bisa disetujui transaksinya karena kondisi butuh uang segera tadi. Nilai investasi yang harusnya menjadi ‘nilai tambah’ malah jadi ‘minus’ atau pas-pasan, fungsinya jadi bukan untuk dinikmati keluarga lagi.”

“Tapi saya sudah ada asuransi kesehatan di perusahaan A”

“Bagus, Pak” ujar saya. “berarti urusan RS Bapak sudah beres, sudah ada solusinya. Sayangnya, asuransi kesehatan Rawat Inap saja tidak cukup. Saya belum pernah dengar ada kartu rawat inap yang bisa dipakai untuk bayar sekolah anak atau bayar cicilan/utang secara tunai. Karena tugas kartu rawat inap adalah bantu Bapak di RS, bukan untuk membayar biaya hidup Bapak. Kalau ada situasi yang memaksa Bapak tidak bisa bekerja misalkan 1 tahun, Bapak tetap butuh UANG TUNAI kan pak ? Lalu darimana uangnya ? kalau jawaban Bapak adalah jual asset, balik pembicaraan ke awal tadi mengenai fungsi asset Bapak.

Itulah fungsinya Tapro Allianz. Tapro Allianz bisa berikan UANG CASH yang bisa bantu membiayai hidup sehari-hari, cicilan/utang, biaya sekolah anak dll sehingga asset Bapak tidak terganggu jika Bapak di situasi dan kondisi dimana Bapak tidak bisa lagi mendapatkan penghasilan…”

“Bagus juga ya.. ternyata ada asuransi yang seperti ini, oke berapa premi perbulannya ?”

Kami menghitung kebutuhan asuransinya bersama-sama.. termasuk utang-utang yang ingin di back up Tapro Allianz. Jika suatu saat terjadi sesuatu, beliau tidak  mauhutang piutang bisnisnya menjadi beban keluarga yang ditinggalkan.

Saya buatkan ilustrasi seperti di bawah untuk beliau.

image34