Tag Archives: Agen allianz Bandung

Premi Rp600rb Perbulan dapat UP Sakit Kritis Rp 750jt

Jumpa lagi dengan saya, Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network. Kali ini saya akan cerita dengan sebuah ilustrasi.

“Ada seorang pengendara motor berkendara tanpa memakai helm. Ditengah perjalanan, tiba-tiba dia terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras dan terluka parah”.

Pertanyaan:

  • Kapan saat yang tepat untuk memakai helm?
    • A. Saat terjatuh dari motor, atau
    • B. Saat sebelum terjatuh dari motor.
  • Berapa ukuran helm yang harus digunakan?
    • A. Lebih kecil dari kepala, atau
    • B. Lebih besar dari kepala.

Ilustrasi diatas menggambarkan penggunaan asuransi dalam hidup kita. Banyak orang tidak mau menggunakan asuransi, namun ketika sudah ‘terjatuh‘, barulah terpikir asuransi, apakah terlambat? Bisa ya, bisa tidak. Apabila sakit kritis, maka terlambat. Tetapi apabila sakit biasa, masih belum terlambat.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan Uang Pertanggungan. Ukuran helm yang diperlukan pastinya lebih besar dari ukuran kepala, demikian juga Uang Pertanggungan Sakit Kritis, sudah seharusnya lebih besar dari kebutuhan hidup kita.

Jadi, kapan saat yang tepat untuk berasuransi? Proteksi penyakit kritis di Allianz ada masa tunggu 90 hari. Jadi, saat yang tepat berasuransi sebenarnya adalah 90 hari yang lalu. Namun, jika kita sehat masih belum terlambat.

Dan berapa Uang Pertanggungan yang harus disiapkan? Nah, untuk hal ini, mari kita bahas.

img_1699
Biaya sakit kritis

Apabila teman-teman mencari tahu berapa “biaya sakit kritis”, maka hasil pencarian paling atas adalah artikel di koran kompas, Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi.

Bila dibaca dengan seksama, di artikel tersebut dituliskan bahwa tarif medis setiap tahun mengalami kenaikan 8 persen dan terus berkembang. Itu baru tarif medis, belum lagi biaya hidup.

a1

Bukan rahasia lagi kalau penyakit kritis dapat menggerogoti kantong si pasien dan keluarganya. Apa sebabnya? Karena seseorang yang tertimpa penyakit kritis sudah pasti kemampuan bekerjanya menjadi berkurang, seberapa besarnya tergantung seberapa parah penyakitnya. Sedangkan kemampuan bekerja berkaitan erat dengan penghasilan. Tanpa penghasilan, kondisi finansial bisa jadi akan terpuruk.

Ilustrasi Proteksi Penghasilan

a2
Ilustrasi gambar penghasilan dan pengeluaran.

Mari kita perhatikan gambar di atas. Uang tunai di sebelah kanan atas adalah penghasilan seriap bulan yang kita terima, kita simpan di rekening, sebagian menjadi aset, sebagian menjadi tabungan, dan sebagian harus keluar sebagai kebutuhan hidup rutin.

Namun bila diperhatikan, dibagian Uang Tunai di kanan atas tsb ada BOM bertuliskan SKCMT. Apa itu SKCMT? Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal, Tua.

Beberapa jenis sakit kritis di atas membuat penghasilan kita terhenti.

a3
Ilustrasi penghasilan terhenti.

Jika tiba-tiba kita terkena sakit kritis salah satu di atas, akibatnya penghasilan terhenti, apakah menjadi MASALAH ?

Tidak ada uang yang ditabung setiap bulan, aset dan tabungan terkuras untuk kebutuhan hidup, salah satunya adalah biaya medis.

Perhatikan lubang yang berwarna merah, biaya medis. Apabila kita memiliki BPJS atau asuransi kesehatan dari kantor / swasta, maka bersyukurlah, karena lubang biaya medis mungkin tertutup. Tetapi, itu baru satu lubang kecil, lubang pengeluaran lainnya tidak dapat dibayar dengan BPJS, semua harus menggunakan uang tunai.

a4
TAPRO Allianz adalah SOLUSINYA.

Saat orang terdiagnosa penyakit kritis, yang pertama dipikir oleh anggota keluarganya adalah uang tunai, baik untuk berobat maupun untuk kebutuhan lain. Kesehatan dipengaruhi pikiran. Beruntung sekarang ada solusi bagi masalah ini. Uang ratusan juta hingga milyaran akan ditransfer ke rekening sehingga menjawab kebutuhan hidup.

a5
Ilustrasi TAPRI vs TAPRO

Gambar diatas adalah perbedaan menabung PRIBADI dengan menabung di ALLIANZ. Yang kiri adalah TAPRI (Tabungan Pribadi), menyimpan uang di bank atau di celengan setiap bulan 1 Juta, untuk mencapai 2 M diperlukan waktu 166 tahun.

Yang kanan adalah TAPRO (Tabungan Proteksi) menyimpan 1 Juta di Allianz, dalam waktu 90 hari sudah ready uang 2 M.

Namun, bagi yang merasa 1 Juta per bulan terlalu tinggi, jangan khawatir, Allianz sangat mengerti kebutuhan kita. Kini dengan menabung 600ribu per bulan, Uang Proteksi Sakit Kritis Rp 750jt pun sudah dapat kita miliki.

Bagi beberapa orang, Uang Proteksi Jiwa (warisan) tidak terlalu dibutuhkan, contohnya adalah orang yang hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara maupun orang tua. Namun, Uang Proteksi Sakit Kritis yang besar dapat sangat berguna.

Coba lihat ilustrasi berikut:

UP 1 Milyar Premi 600rb usia 33thn

Dari gambar di atas dapat dijelaskan.

Bapak Bijaksana menabung Rp 600rb perbulan

Manfaat yang didapat:

  1. Jika terdiaknosa sakit kritis seperti stroke atau jantung maka Asuransi Allianz bertanggung jawab memberi uang cash sejumlah Rp 750jt.
  2. Pembebasan Premi Berkala jika Pembayar Premi terdiagnosa salah satu dari 49 Penyakit Kritis atau TPD dan Allianz membayarkan sebesar Premi Berkala tsb s/d usia Pembayar Premi mencapai 65 tahun.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi.
    Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.
  4. JIka pada usia 80 thn masih hidup dan membutuhkan keperluan lain, saldo dana tabungannya bisa diambil sesuai hasil investasi saat tahun tersebut. Jika di ilustrasi diperkirakan mencapai Rp 30 Milyar.

Tentang jangka wakut bayar/menabung itu terserah nasabah. JIka pada tahun ke 10 ingin cuti membayar premi juga bisa. Namun, sebelum cuti bayar premi harus melihat saldo investasi di rekening polis nasabah. Kalau tidak tahu jumlah saldo, bisa habis atau istilahnya leaps.

info lebih lanjut segera hubungi

Bisnis Eksekutif Allianz Star Network

Natanael

HP/WA 08113436830

Advertisements

Bagian Tubuh yang Rawan dan Harus Dijaga

Ada banyak sekali kemungkinan Anda terkena benturan, misalnya saat terjatuh, kecelakaan, atau tertimpa sebuah benda. Pada beberapa titik rawan dalam tubuh yang sangat rentan terhadap benturan harus kita jaga jangan sampai terbentur atau dipukul.

Pukulan di tubuh yang harus dihindari karena bisa mematikan itu seperti dikutip dari Straightdope, Selasa (12/4/2011) oleh health.detik.com (04/12/2014) antara lain pukulan di dada, pukulan di leher, pukulan di kepala belakang. Dalam sekejap, benturan di bagian tersebut bisa memicu kerusakan pada sistem otak yang mengatur kesadaran yakni Reticular Activating System (RAS) sehingga korban langsung pingsan (health.detik.com/read/2011/04/12)

Akan tetapi, meskipun kita berhasil melindunginya bukan berarti kita dipastikan aman dari dampak kecelakaan. Akan lebih baik jika segera memeriksakan diri ke dokter segera setelah terjadinya kecelakaan.

Biaya rumah sakit mahal?

Biaya rumah sakit mahal jangan khawatir. Terutama bila kita adalah pemegang polis Smartmed Premier dari Allianz. Sebab asuransi akan menanggung biaya pengobatan sesuai tagihan, dan mencover sakit yang sudah pernah ada/luka yang ada.

 

Segera daftarkan diri Anda untuk menerima perlindungan maksimal dari asuransi kesehatan Allianz Indonesia. Dengan perlindungan asuransi kesehatan dari Allianz Indonesia, Anda dapat fokus pada penjagaan kesehatan dan proses pengobatan diri sendiri atau keluarga saat sedang sakit.

Pendaftaran hubungi:

Natanael Agen Allianz Indonesia

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

 

Dokumen Rumah Sakit Apa Saja yang Perlu Disimpan?

IMG_2181.JPGCalon Nasabah yang mengajukan asuransi dengan riwayat penyakit harus menyertakan dokumen resume medis dari rumah sakit agar penilaian Underwriting dapat lebih tepat yaitu sesuai dengan penyakit yang di derita oleh Calon Nasabah. Ada rumah sakit yang sudah secara teratur memberikan dokumen dokumen pemeriksaan kesehatan selama pasien dirawat di rumah sakit namun ada juga yang tidak.

Berikut informasi mengenai dokumen apa saja yang berhak diminta oleh pasien sebelum pulang dari rumah sakit :

1. Hasil Pemeriksaan Diagnostik, mencakup pemeriksaan rontgen, MRI, Laboratorium, USG, pap smear, endoskopi CT Scan, dan lain-lain. Atas pemeriksaan yang dilakukan, pasien berhak mendapatkan salinan hasil pemeriksaan.

2. Resume Medis, resume medis adalah ringkasan pelayanan yang diberikan oleh tenaga penyedia layanan kesehatan atau dokter, selama masa perawatan hingga pasien keluar dari rumah sakit baik dalam keadaan hidup maupun meninggal.

3. Kwitansi asli dan rincian pembayaran.

Point 1 dan 2 sangat dibutuhkan untuk pengajuan asuransi jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit. Jika anda tidak menyimpannya Anda bisa mendatangi bagian Rekam Medis tempat Rumah Sakit Anda dirawat untuk meminta salinannya. Dan ada baiknya bila Anda sudah membaca artikel ini anda bisa membiasakan diri menyimpan baik dokumen hasil pemeriksaan kesehatan Anda selama di Rumah Sakit agar jika sewaktu-waktu diperlukan dengan mudah Anda bisa mendapatkannya.

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436820

 

sumber: dokumen-rumah-sakit-yang-perlu-disimpan/

Bukti Klaim Dibayar Allianz

Berikut ini adalah beberapa data dan fakta yang berhasil saya himpun sehubungan dengan pembayaran klaim nasabah oleh Allianz (data akan terus di-update):

 

klaim-allianz-2

 

Screenshot_2016-01-05-23-18-03-1

Allianz membayar klaim meninggal dunia

 

 

Screenshot_2016-01-05-23-21-48-1

Prosesi penyerahan klaim korban Air Asia QZ 8501.  Tidak ada seorang pun yang tau kapan waktunya menghadap Sang Pencipta.  Beruntung keluarga tetapdapat melanjutkan hidup karena asuransi.

 

Screenshot_2016-01-05-23-28-06-1

Klaim meninggal cair lagi, setelah sakit kritis yang berjalan 1 tahun yang lalu telah dibayarkan juga klaimnya oleh Allianz sebesar 325 juta.

 

Screenshot_2016-01-05-23-28-37-1

Klaim meninggal karena kecelakaan dibayar Allianz.  Polis berjalan 13 bulan.  UP = 3.6 Miliar

 

Screenshot_2016-01-05-23-29-15-1

Klaim meninggal diproses dengan cepat (karena dokumen sudah lengkap diterima Allianz).  Polis berjalan 6 bulan.

 

Screenshot_2016-01-05-23-33-02-1

Allianz membayar klaim sakit kritis kanker darah sejumlah 325.586.000.  Polis berjalan 13 bulan.

 

Screenshot_2016-01-05-23-33-20-1

Allianz bayar klaim sakit kritis = 1 Miliar.  Bagi yang mau menjaga asset dan agar tidak bankrut karena sakit kritis, mari buka polis Tapro dan beli proteksi sakit kritis.

 

Screenshot_2016-01-05-23-33-35-1

Allianz membayar klaim meninggal dan kecelakaan.  Polis berjalan baru 3 tahun.

 

Screenshot_2016-01-05-23-33-48-1

Allianz membayar klaim meninggal.  Polis berjalan 24 bulan.

 

Screenshot_2016-01-05-23-34-07-1

Segera daftar polis Allianz sebelum anda tidak bisa mendaftar lagi?

Hubungi Natanael, 08113436830 (SMS/Call/WA)

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

AsuransiJika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah).

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. (Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Menurut saya, asuransi yang prioritas untuk diambil adalah asuransi jiwa untuk pencari nafkah (orangtua).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Blog myallisya.com memakai slogan “1 yang terpenting: melindungi penghasilan keluarga”, karena penghasilanlah yang membuat roda kehidupan keluarga bisa berjalan.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 300 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 100 sd 500 juta, kecelakaan (ADDB) 100 sd 250 juta, cacat tetap total (TPD) 100 sd 250 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 100 sd 250 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 300 sd 800 juta.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, kondisi kesehatan, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana kalau di antara anggota keluarga ada yang sakit dan harus dirawat inap?

Jika ingin ditanggung juga untuk asuransi kesehatan sekeluarga, maka pilihannya adalah:

  1. Mendaftar program JKN BPJS kelas 3 dengan premi per orang 25.500, empat orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Sisanya 200 ribu per bulan dibelikan asuransi jiwa untuk pencari nafkah. Tapi karena saat ini jarang sekali produk asuransi jiwa yang menyediakan premi bulanan 200 ribu, alternatifnya ambil premi triwulanan 600 ribuan, semesteran 1,2 juta, atau tahunan 2,4 juta.

Contoh 2: Dana 500 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Mirip dengan contoh 1, kali ini sebuah keluarga memiliki penghasilan 5 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 500 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah dengan premi 300-400 ribuan per bulan.
  2. Asuransi kesehatan untuk sekeluarga melalui program JKN BPJS dengan premi 100-170 ribuan per bulan (tergantung kelas yang dipilih).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 400 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 150 sd 650 juta, kecelakaan (ADDB) 150 sd 350 juta, cacat tetap total (TPD) 150 sd 350 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 150 sd 350 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 400 juta sd 1,2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Asuransi kesehatan bermanfaat jika di antara anggota keluarga ada yang mengalami sakit, terutama sakit yang memerlukan rawat inap di rumah sakit. Asuransi kesehatan harus dianggarkan untuk seluruh anggota keluarga, karena kita tak pernah tahu siapa yang akan mengalami sakit.

Asuransi kesehatan memakai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan. Dalam hal ini setidaknya ada dua pilihan:

  1. Kelas 3, dengan premi 25.500 per orang. Total 4 orang berarti 102 ribu per bulan.
  2. Kelas 2, dengan premi 42.500 per orang. Total 4 orang berarti 170 ribu per bulan.

Contoh 3: Dana 1 juta per bulan, belum punya asuransi apa pun

Kali ini kita mengambil contoh sebuah keluarga yang memiliki penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya:

  1. Asuransi jiwa untuk pencari nafkah, dengan premi 750 ribu per bulan. Jika penghasilan 10 juta itu diperoleh berdua suami-istri, maka preminya bisa dibagi dua, mungkin 400 ribu untuk suami dan 350 ribu untuk istri.
  2. Asuransi kesehatan melalui program JKN-BPJS, ambil kelas 1 (premi 59.500 per orang x 4, total 238 ribu per bulan).

Asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan jika pencari nafkah tidak bisa bekerja, misalnya karena cacat tetap, penyakit kritis, atau meninggal dunia.

Manfaat asuransi jiwa yang bisa diperoleh dengan premi 750 ribu per bulan, ada dua pilihan:

  1. Paket proteksi penghasilan lengkap, meliputi uang pertanggungan meninggal 250 juta sd 1 miliar, kecelakaan (ADDB) 250 sd 500 juta, cacat tetap total (TPD) 250 sd 500 juta, penyakit kritis (CI+ atau CI100) 250 sd 500 juta, dan bebas premi.
  2. Paket warisan saja, yaitu jika ingin maksimal di manfaat meninggal dunia, maka bisa memperoleh UP 750 juta sd 2 miliar.

Besarnya UP (uang pertanggungan) tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, merokok/tidak, juga apakah ingin maksimal di manfaat asuransi atau ingin seimbang antara asuransi dan investasi.

Contoh 4: Dana di bawah 1 juta per bulan, sudah punya asuransi kesehatan dari kantor

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini sebuah keluarga sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan tempat pencari nafkah bekerja. Penghasilan 10 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 1 juta per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak.

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut?

Pendapat saya: Maksimalkan dana yang ada untuk asuransi jiwa bagi pencari nafkah (ayah saja atau ayah dan ibu).

Tanya-Jawab

T: Dari keempat contoh tersebut, mengapa selalu disarankan ambil asuransi jiwa dulu, bukan asuransi kesehatan?

J: Pertama, risiko yang ditanggung dalam asuransi jiwa, yaitu cacat tetap, penyakit kritis, dan meninggal dunia, lebih besar dampak keuangannya daripada risiko yang ditanggung dalam asuransi kesehatan, yaitu rawat inap di rumah sakit. Kedua, seluruh anggota keluarga bergantung secara ekonomi kepada pencari nafkah (misalnya ayah). Selama ayah masih hidup, sehat, dan mampu bekerja normal, ekonomi keluarga akan tetap bisa berjalan. Ketiga, Bicara asuransi jiwa, kita bisa dengan tegas mengatakan: untuk pencari nafkah. Tapi jika mendahulukan asuransi kesehatan, kita akan dihadapkan pada pertanyaan: siapa dulu yang harus diberikan askes? Apakah ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Kalau yang diberikan askes itu ayah, bagaimana kalau yang sakit ibu atau anak? Kalau yang diberikan askes itu anak pertama, bagaimana kalau yang sakit anak kedua?

T: Mengapa untuk asuransi kesehatannya selalu disarankan pakai JKN-BPJS, bukan asuransi swasta?

J: Pertama, dana yang ada cukupnya memang untuk BPJS saja. Kedua, kalau pakai askes swasta, premi 300 ribu per bulan hanya cukup untuk askes satu orang, itu pun dengan plan yang rendah (kamar 200 ribu). Pertanyaannya, manfaat askes ini harus diberikan kepada siapa? Ayah, ibu, anak pertama, atau anak kedua? Ketiga, ini juga yang membedakan asuransi Allianz dengan asuransi lain, yaitu kami selalu menyarankan para nasabah untuk mengikuti program JKN dari BPJS Kesehatan.

T: Bagaimana dengan asuransi pendidikan?

J: Dana yang dialokasikan untuk persiapan pendidikan anak mestinya di luar dari dana yang dianggarkan untuk asuransi jiwa dan kesehatan. Jadi, untuk persiapan pendidikan anak, tetap harus menabung atau berinvestasi lagi secara tersendiri. Kalau mau disatukan dengan asuransi boleh juga, alokasinya ditaruh sbg top up/saver. Tapi keinginan untuk mempersiapkan pendidikan anak jangan sampai mengurangi manfaat asuransi jiwa untuk pencari nafkah.

Baca juga: Prinsip dan Tips Persiapan Dana Pendidikan Anak.

T: Bagaimana dengan asuransi rawat jalan dan melahirkan?

J: Rawat jalan dan melahirkan perlu dipersiapkan, tapi sebaiknya tidak lewat asuransi. Biaya rawat jalan tidaklah besar, dan biaya melahirkan pun masih terukur. Dibandingkan rawat inap, penyakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia, mana yang lebih besar dampak keuangannya? Sementara premi rawat jalan dan melahirkan itu mahal sekali, bahasa kerennya “not worth it“.

Jika anda punya JKN-BPJS, di situ sudah tercakup manfaat rawat jalan dan persalinan. Jika dirasa masih kurang, anda bisa tambah dengan dana darurat. Khusus untuk melahirkan, sebaiknya ditambah pula dengan menabung secara khusus, apalagi keperluan persalinan bukan hanya biaya rumah sakit, tapi juga pakaian bayi, tasyakuran, perawatan ibunya, dll yang semua itu tidak ditanggung asuransi mana pun.

T: Tentang contoh 4, keluarga tsb sudah punya askes dari kantor. Kalau mau nambah askes lagi bagaimana?

J: Boleh saja, tapi kalau dananya terbatas (1 juta atau kurang), penuhi dulu kebutuhan asuransi jiwanya.

T: Memangnya berapa kebutuhan asuransi jiwa?

J: Sederhananya, jika pencari nafkah meninggal dunia, uang pertanggungan yang diwariskan harus bisa menggantikan penghasilan yang biasanya dia berikan untuk keluarganya. Minimal untuk biaya hidup sekeluarga dan pendidikan anak-anak sampai mereka mandiri. Atau lebih minimal lagi, cukup jika dijadikan modal usaha untuk melanjutkan kehidupan ekonomi keluarga.

Misalnya, penghasilan 3 juta per bulan, anggaran asuransi 300 ribu per bulan. Untuk usia 30 tahun, standarnya mendapatkan UP 150 juta (ditambah ADDB, TPD, dan CI100 @150 juta). Jika dia meninggal, keluarganya memperoleh uang 150 juta. Uang ini mungkin tidak cukup kalau hanya dihabiskan begitu saja untuk biaya hidup tiap bulan sampai anak mandiri. Tapi kalau dijadikan modal usaha, hasilnya bisa lumayan dan dana pokoknya pun bisa berkembang.

Tapi kalau premi 300 ribu per bulan dimaksimalkan di manfaat meninggal, maka bisa memperoleh UP hingga 800 juta. Uang 800 juta, seandainya didepositokan saja dengan bunga 5% (40 juta per tahun), itu cukup untuk menggantikan penghasilan 3 juta per bulan.

Cuma kalau dimaksimalkan di manfaat meninggal, risiko penyakit kritis dan cacat tetap belum ditanggung.

T: Seberapa penting asuransi yang menanggung risiko cacat tetap (karena sakit ataupun kecelakaan) dan penyakit kritis? Apakah manfaat meninggal saja tidak cukup?

J: Pertama, manfaat meninggal saja akan cukup seandainya seseorang TIDAK MUNGKIN mengalami cacat tetap dan penyakit kritis. Kedua, risiko cacat tetap dan penyakit kritis bisa membuat seseorang tidak bisa bekerja, dan jika tidak bekerja, dia tidak akan memperoleh penghasilan. Jadi, bicara melindungi penghasilan keluarga, mengambil manfaat meninggal saja belum cukup.

T: Tentang risiko penyakit kritis, apakah tidak cukup dengan asuransi kesehatan saja?

J: Pertama, bicara penyakit kritis semacam kanker, jantung, stroke, gagal ginjal, jelas sekali ada kebutuhan biaya yang sangat besar, bisa ratusan juta sd miliaran. Asuransi kesehatan biasa saja tidak mungkin cukup. Kedua, di samping itu ada satu akibat lain yang sering ditimbulkan penyakit kritis, yaitu berkurangnya kemampuan bekerja, atau bahkan tidak bisa bekerja sama sekali, baik untuk sementara ataupun selamanya. Yang dibutuhkan di sini ialah sejumlah uang tunai (UP) untuk menggantikan penghasilan yang hilang karena tidak bisa bekerja.

 

sumber: https://myallisya.com/2014/12/16/jika-dana-terbatas-asuransi-apa-yang-harus-diambil-lebih-dulu/

Usia Muda Saat yang Tepat Untuk Mulai Berasuransi

Pada jurnal Allianz Indonesia, 19 Oct 2016 dijelaskan bahwa usia muda sangat baik memulai memiliki asuransi.

Banyak orang salah persepsi dan beranggapan bahwa asuransi jiwa pada saat masih muda dipandang belum perlu bahkan tidak perlu sama sekali. Apalagi saat masih lajang dan belum memiliki tanggungan. Lalu apakah benar anak-anak muda yang baru menyelesaikan bangku pendidikan & baru meniti karir tidak butuh perlindungan asuransi?

 

Berusia muda, sudah berpenghasilan dan lajang memang menjadi masa yang paling menyenangkan. Dunia terasa bebas karena Anda bisa sesuka hati menggunakan uang yang Anda miliki. Tapi apakah yakin masa depan Anda terjamin? Jangan lewatkan masa muda Anda begitu saja tanpa adanya perlindungan yang pasti.

Sekalipun masih sendiri, Didin Pratik Komara selaku Head of Product Offer Allianz Life Indonesia, menganjurkan agar para lajang yang berusia muda tetap memiliki asuransi. Alasan yang paling mendasar adalah asuransi dapat melindungi Anda dari berbagai risiko. Tentu semua orang tidak ingin membicarakan mengenai kematian, kecelakaan, atau kemalangan lain yang bisa menimpa dirinya. Tapi, semuda apapun usia seseorang, tidak menutup kemungkinan terjadinya risiko-risiko tak terduga dapat menimpa Anda.

Saat lajang asuransi jiwa bukanlah prioritas utama, padahal memiliki asuransi jiwa di usia yang relatif muda merupakan saat yang tepat. Dengan memulai memiliki asuransi sejak dini, Anda akan mendapatkan Uang Pertanggungan (UP) yang relatif tinggi, sementara premi yang dibayarkan relatif kecil dan terjangkau. Mengapa? Karena lebih muda usia seseorang, risiko-risiko akan lebih sedikit tetapi jangan menganggap alasan ini sebagai tidak perdulinya Anda dengan perlindungan diri.

Dengan melihat perkembangan produk asuransi jiwa sekarang ini yang semakin baik dan memiliki manfaat lebih, rasanya memiliki asuransi jiwa sedari dini memanglah suatu keharusan, bahkan untuk lajang sekalipun. Mungkin produk Asuransi jiwa unit link dari Allianz, yakni Smartlink Flexi Account Plus dapat membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan masa muda Anda.

Smartlink Flexi Account Plus merupakan produk asuransi yang memiliki dua manfaat, yakni proteksi dan investasi. Meskipun demikian, yang diutamakan dari jenis asuransi ini tetaplah dari sisi proteksi atau perlindungan jiwa, sementara manfaat investasi adalah tambahan dari pengembangan dana yang Anda miliki. Smartlink Flexi Account Plus juga memiliki manfaat perlindungan terhadap penyakit, lebih lengkapnya di sini.

Lalu apakah pantas usia muda dan lajang mengambil asuransi jiwa unitlink ? Tentu saja ya. Manfaat investasi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin membangun karir atau usaha di masa muda. Tentunya di usia muda pastinya Anda memiliki banyak keinginan dan impian. Untuk menggapai impian tersebut, makan diperlukan rencana jangka panjang yang tepat. Asuransi unitlink dari Allianz, Smartlink Flexi Account Plus adalah salah satu tindakan yang terbaik.

Dari sisi investasi tentu akan semakin baik hasilnya. Seperti kata pepatah “memanen lebih dahulu, karena lebih awal menabur”, jadi jika memulai lebih awal, Anda akan mendapapatkan manfaat lebih, dibanding mereka yang memulai berasuransi belakangan.

Jadi selagi masih muda, berpenghasilan, dan lajang, dimana kebutuhan hidup belum begitu besar, sebaiknya Anda segera memiliki asuransi jiwa. Asuransi bukan untuk mengkhwatirkan masa depan tapi merencanakan masa depan. Memiliki proteksi merupakan kesempatan emas untuk berinvestasi demi menjamin kehidupan Anda mendatang. Jadi tak perlu menunggu usia tua untuk memiliki asuransi, mulailah dari sekarang.

Jadi selagi masih muda, Terlebih lagi Anda sedang merencanakan hal-hal penting untuk menggapai impian Anda. adalah kunci agar Anda dapat fokus pada hal yang terpenting dalam kehidupan Anda demi kelancaran terwujudnya segala impian dan cita-cita Anda. Asuransi jiwa dapat membantu Anda dalam menjamin kehidupan Anda mendatang, karena tidak ada yang tahu apa yang akan menimpa dan terjadi pada Anda di masa depan.

Info lebih lanjut atau ingin dibuatkan ilustrasi segera hubungi:

Natanael, Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

 

Di Allianz, Penyakit Pre Existing di Cover setelah Masa Tunggu 2 Tahun

Pre existing alias penyakit yang sudah ada atau sudah diderita sebelumnya? Di asuransi manapun, tidak ada satu pun asuransi yang akan mengcover penyakit pre existing. Jadi apabila anda sudah menderita penyakit tertentu sebelum anda memiliki asuransi, maka saat anda membeli asuransi tersebut, penyakit yang telah anda derita itu akan dikecualikan selamanya.

Apalagi jika asuransi yang anda beli adalah askes (asuransi kesehatan), sudah pasti segala jenis penyakit yang sudah diderita sebelumnya tidak akan dicover. Contoh : Jika sebelumnya anda sudah menderita penyakit asam urat, maka jika anda dirawat inap rumah sakit karena sakit yang disebabkan oleh asam urat anda itu maka asuransi kesehatan anda dapat menolak untuk membayarkan klaim rumah sakit anda.

Ini terjadi apabila anda membeli asuransi kesehatan setelah anda telah menderita penyakit asam urat tersebut. Namun jika anda telah memiliki asuransi kesehatan baru kemudian anda didiagnosa terkena penyakit asam urat, tentu saja asuransi kesehatan ini akan mengcover semua penyakit yang anda derita termasuk penyakit asam urat.

Nah, sekarang di Allianz ada 1 produk asuransi kesehatan yang dapat mengcover penyakit pre existing yang telah anda derita sebelumnya. Hanya dibutuhkan masa tunggu 2 tahun saja dari sejak polis anda aktif, setelah itu asuransi kesehatan ini tidak akan mengecualikan penyakit pre existing yang anda derita ini lagi dan anda sudah bisa melakukan klaim atas biaya perawatan rumah sakit yang anda jalani yang disebabkan oleh penyakit pre existing ini. (Dengan catatan dalam masa 2 tahun tersebut, penyakit pre exiting yang anda derita tidak kumat dan anda tidak dirawat di rumah sakit gara gara penyakit ini).

Namanya adalah Smartmed Premier. Jadi jika anda telah memiliki penyakit yang telah diderita sebelumnya dan anda ingin agar segala perawatan yang anda jalani di rumah sakit nantinya yang disebabkan oleh penyakit yang sudah anda derita tersebut bisa di klaim asuransi, maka anda hanya perlu membeli asuransi kesehatan Smartmed Premier dari Allianz ini saja. Cuma dikenai masa tunggu 2 tahun sejak polis aktif, tidak lama bukan?

SmartMed Premier merupakan asuransi kesehatan yang dapat digunakan secara perorangan maupun digabung bersama anggota keluarga anda lainnya (Premi nya mendapatkan diskon 5% apabila anda menyertakan anggota keluarga lainnya di dalam 1 polis). Asuransi kesehatan berkategori premium ini, menjangkau berbagai wilayah diseluruh dunia, seperti  Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan terus akan bertambah. Menggunakan sistem kartu cashless, asuransi kesehatan ini  menanggung biaya rumah sakit sesuai tagihan, tidak sampai disitu saja beberapa keunggulan yang terdapat di asuransi kesehatan ini adalah:

  • Manfaat total dalam setahun hingga Rp 6 miliar/ orang.
  • Bilamana memilih kamar lebih dari Plan yang diambil atau memilih rumah sakit di wilayah Amerika Serikat, biaya perawatan dibayar sesuai dengan Limit Dasar.
  • No Claim Bonus atau sering disebut diskon bonus sebesar 20% yang diberikan saat perpanjangan polis asuransi kesehatan Anda, bila tidak ada catatan klaim selama satu tahun polis. Bonus diskon dihitung dari premi polis tahun lalu dan juga berlaku untuk premi per Tertanggung.
  • Perawatan medis yang dilakukan di rumah sakit di luar Jaringan Allianz-Admedika, menggunakan fasilitas eAZy Claim dan Reimbursement untuk penggantian biaya
  • Sesuai perjanjian antara Tertanggung dengan Allianz, pilihan layanan co-share 20%, 10%, dan 0%
  • Untuk kebutuhan informasi dan layanan medis mendapatkan Akses Allianz Medical Hotline 24 jam, serta Jasa Layanan Bantuan Medis lnternasional.

SmartMed Premier pun menyediakan manfaat dasar rawat inap serta manfaat tambahan lainnya seperti rawat gigi, rawat jalan, dan bersalin serta memiliki juga manfaat spesial yaitu penggantian biaya kemotherapy, hemodialisis, HIV/AIDS, serta biaya pemakaman dan evakuasi darurat, pemulangan jenazah.

Jadi ingat, dengan asuransi kesehatan Smartmed Premier, Penyakit Pre Existing, cuma dikenai Masa Tunggu 2 Tahun saja yang dihitung sejak tanggal polis aktif. Semakin anda menunda untuk membeli asuransi ini, masa tunggu yang harus anda jalani menjadi semakin panjang, jadi buat apa menunda nunda lagi?

Segera daftar dan tunggu 2 tahun saja, setelah itu penyakit pre existing anda sudah bisa di klaim jika anda menjalani rawat inap rumah sakit yang disebabkan oleh penyakit pre exiting anda tersebut.

Ingin buka polis Smart Med Premier? Hubungi : Natanael, HP/WA 08113436830