Tag Archives: agen allianz Jakarta

Menjadikan Polis Asuransi Jiwa Individu sebagai Jaminan Kredit atau Klausula Bank

pendekatan-dalam-penawaran-polis-8-638.jpg   

Jika anda mengajukan pinjaman ke bank, baik itu pinjaman untuk mencicil rumah (KPR), pinjaman untuk mencicil kendaraan (KKB), pinjaman usaha, dan pinjaman lainnya, anda diwajibkan memiliki asuransi jiwa dengan UP (uang pertanggungan) yang nilainya sama dengan nilai pinjaman.

Fungsi asuransi jiwa kredit ini adalah untuk melindungi pihak bank dari kerugian akibat gagal bayar yang mungkin terjadi jika peminjam meninggal dunia. Tapi sebetulnya terutama melindungi pihak peminjam, atau ahli warisnya, dari penyitaan aset (yang menjadi jaminan) yang akan dilakukan bank jika utang tidak dapat dilunasi karena peminjam meninggal dunia.

Untuk keperluan ini, pihak bank bekerja sama dengan perusahaan asuransi yang menjadi rekanannya akan menyediakan asuransi jiwa kredit yang preminya harus dibayar oleh peminjam saat akad kredit atau akan diperhitungkan dalam cicilan.

Tapi jika anda punya polis asuransi jiwa dengan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai kredit anda, anda bisa menjadikan polis asuransi jiwa anda itu sebagai banker’s clauseatau klausula bank untuk menjamin kredit anda. Dengan demikian, anda tidak perlu membeli asuransi jiwa kredit yang disertakan dalam pinjaman anda.

Hal tersebut sesuai pengalaman dari rekan saya bahwa pada bulan September – Oktober 2017 ini, beliau baru saja membantu seorang nasabah menjadikan polis asuransi jiwanya sebagai banker’s clause di bank tempat dia mengajukan kredit. Nasabah punya polis asuransi jiwa dengan UP 850 juta, sedangkan nilai pinjamannya 750 juta. (baca: menjadikan-polis-asuransi-jiwa-individu-sebagai-banker-clause/)

Dengan adanya klausula bank, maka jika anda meninggal dunia, perusahaan asuransi akan terlebih dahulu membayarkan UP ke pihak bank untuk melunasi sisa pinjaman anda, dan jika ada sisanya barulah diserahkan ke ahli waris anda.

Cara Mengajukan Permohonan Banker’s Clause

Klausula bank dapat diterapkan ke polis baru maupun polis lama yang sudah dimiliki.

Cara mengajukan permohonan klausula bank dengan membuat surat yang intinya meminta perusahaan asuransi untuk menjadikan polis asuransi jiwa anda sebagai klausula bank. Sebutkan nama bank dan alamat bank tempat anda meminjam uang. Surat harus ditandatangani oleh anda sebagai tertanggung/pemegang polis, pejabat bank, dan ahli waris atau penerima manfaat dari polis anda.

Ahli waris harus ikut tanda tangan karena UP yang menjadi hak mereka akan berkurang dengan adanya perubahan polis ini.

Jika polis baru akan diambil bersamaan dengan pengajuan kredit, maka form permohonan klausula bank dilampirkan bersama SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa).

Jika polis sudah lama, selain surat permohonan banker’s clause, sertakan juga Form Perubahan Polis Non-Financial yang menerangkan penerima manfaat diprioritaskan ke bank.

Contoh surat permohonan klausula bank:

Surat permohonan Banker Clause

Dan berikut adalah hasilnya.

Banker Clause

Seperti terlihat pada lembar Klausula Bank di atas, produk asuransi jiwa yang diambil nasabah adalah Allisya Protection Plus. Ini adalah produk asuransi jiwa jenis unit-link, yang memberikan perlindungan dari risiko meninggal dunia sampai tertanggung berusia 100 tahun.

Produk ini disebut juga Tapro (Tanggung Problem), karena akan membantu pemiliknya menanggung problem-problem keuangan yang mungkin timbul jika dia mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.

Selengkapnya tentang Tapro, bisa dibaca di “Allisya Protection Plus”.

Jika anda berminat menjadikan polis asuransi jiwa anda sebagai jaminan kredit, jangan lupa hak ahli waris anda akan berkurang. Jadi, hitung kembali nilai UP jiwa anda agar sesuai dengan rencana semula.

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Allianz- Bisnis Eksekutive ASN) – tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

HP/WA: 0811-343-6830 | Email: natanael.allianz@gmail.com 

Advertisements

Rumah Sakit dan Klinik Jaringan Allianz Indonesia di Indonesia

Daftar Rumah Sakit :

Daftar Rumah Sakit Individu – SmartMed

Daftar Rumah Sakit Individu – H&S, Maxi Violet dan AlliSya Care

Rumah Sakit dan Klinik Jaringan Allianz Indonesia di Indonesia

Customer dapat menggunakan Kartu Peserta untuk mendapat perawatan tanpa harus mengeluarkan biaya apapun di Rumah Sakit atau Klinik Jaringan Allianz.*)

Daftar di bawah berlaku tergantung dari jenis produk yang diambil. Silahkan hubungi Medical Hotline kami (alamat di kanan atas) untuk keterangan lebih lanjut.

*) Tergantung dari jenis produk yang diambil.

Daftar RS (Khusus Go-Jek)

 

Jika anda ingin mendaftar produk asuransi kesehatan Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Bagaimana Masa Tunggu Penyakit Khusus pada Askes Rawat Inap Rumah Sakit

Berapa masa tunggu penyakit khusus pada asuransi Allianz saat opname di rumah sakit?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya akan menjelaskan jenis produk asuransi kesehatan Allianz yakni:

 

1. Hospital and Surgical Care Plus (HSC+)

2. Flexicare Family

3. Smartmed Premier

4. Smarthealth Maxi Violet

5. Allisya Care

Khusus rawat inap rumah sakit atau pembedahan yang diakibatkan oleh kecelakaan, maka tidak ada masa tunggu. Artinya setelah polis asuransi aktif, maka nasabah sudah bisa langsung menggunakan manfaat rawat inap rumah sakit ini apabila si nasabah tertimpa kemalangan berupa kecelakaan yang  mengharuskan mereka di opname di rumah sakit ataupun menjalani pembedahan di rumah sakit.

Mengapa asuransi Allianz tidak menetapkan masa tunggu untuk manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan untuk kasus kecelakaan? Karena yang namanya kecelakaan itu adalah kejadian yang terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat di sangka sangka.

Penyakit selain Kecelakaan

Jika nasabah terkena penyakit demam berdarah, typus, diare, infeksi saluran kencing, dll yang membutuhkan perawatan rawat inap rumah sakit ataupun pembedahan. Apakah tidak dikenakan masa tunggu seperti kecelakaan? Jawabannya tergantung manfaat asuransi kesehatan yang diambil. Jika nasabah memilih asuransi kesehatan Hospital and Surgical Plus (HSC+), Flexicara Family, dan Smartmed Premier, maka ada masa tunggu 30 hari dari sejak polis asuransi nya aktif baru bisa digunakan.

Artinya setelah lewat 30 hari dari sejak polis asuransi aktif, baru asuransi Allianz akan mengcover rawat inap rumah sakit atau pembedahan. Jadi jika 10 hari setelah polis aktif kemudian si nasabah dirawat inap di rumah sakit karena kena diare maka Allianz tidak akan mengcover biaya tersebut. Namun jika 50 hari kemudian si nasabah di rawat di rumah sakit karena dbd (demam berdarah) maka asuransi kesehatan nya sudah bisa digunakan dan Allianz akan mengcover biaya rumah sakit nya.

Sedangkan untuk Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care tidak ada masa tunggu alias masa tunggunya 0 hari. Artinya setelah polisnya aktif, manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan nya sudah langsung berlaku. Nasabah sudah bisa langsung memanfaatkan rawat inap rumah sakit dan pembedahan setelah polis aktif.

Selain ini, kalau di asuransi kesehatan rumah sakit, ada lagi yang namanya penyakit khusus. Penyakit khusus yaitu beberapa penyakit tertentu yang saat kita ikut asuransi memang belum di derita, namun nasabah dikenakan masa tunggu 1 tahun (12 bulan) baru bisa di cover. Artinya untuk perawatan atas penyakit khusus, biaya atas rawat inap rumah sakit atau pembedahan baru akan dicover oleh Allianz apabila usia polis sudah melebihi 1 tahun atau 12 bulan.

Penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier) adalah :

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Sampai saat ini hanya ada 12 penyakit khusus itu saja yang dikenakan masa tunggu 1 tahun di asuransi kesehatan Allianz.

Mengapa terhadap penyakit khusus ini ada masa tunggu 1 tahun ? Karena jika kita lihat semua penyakit khusus tersebut adalah penyakit yang membutuhkan proses dalam perjalanannya dari awal terjadi sampai timbul keluhan dan perlu diambil tindakan / pengobatan secara medis. Jadi jika seseorang tidak rajin melakukan medical cek up secara rutin, maka “perasaan” nya semua baik-baik saja karena dia tidak merasakan keluhan. Padahal mungkin saja saat itu nasabah yang bersangkutan sudah menderita penyakit jantung, namun tidak merasakan gejalanya. Karena ketidaktahuan dari calon nasabah ini maka saat pengisian aplikasi pendaftaran asuransi kesehatan semua pertanyaan mengenai penyakit khusus tersebut secara wajar dianggap tidak ada.

Tetapi jika dari awal, calon nasabah sudah tahu kalau dia ada menderita gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, maka sangat wajar untuk penyakit tsb dan komplikasinya, akan dikecualikan permanen oleh Asuransi, alias tidak dicover. Penyakit seperti ini dinamakan penyakit pre existing yaitu penyakit yang sudah ada sebelum nasabah mendaftar asuransi sehingga semua penyakit ini akan dikecualikan permanen alias tidak akan dicover jika nantinya muncul di kemudian hari.

Kecuali untuk produk asuransi kesehatan Smartmed Premier, untuk penyakit pre existing tertentu akan dicover setelah lewat 2 tahun (24 bulan) dari sejak polis aktif. Jadi di asuransi kesehatan rumah sakit Smartmed Premier Allianz, untuk penyakit pre existing tertentu akan dikenakan masa tunggu 24 bulan (1 tahun) setelah polis aktif baru penyakit pre existing itu bisa dicover oleh asuransi. Sedaangkan di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit lainnya selain Smartmed Premier, penyakit pre exiswting ini akan dikecualikan permanen.

 

 

Konsultasi lebih lanjut dan pendaftaran polis bisa menghubungi:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

3 Hal Yang Dilakukan Istri Jika Suami Meninggal Dunia Tanpa Asuransi Jiwa

 

Istri asuransi jiwa

Seperti yang ditulis di blog myallisya.com (2017/08/27) ada 3 langkah yang pada umumnya dilakukan istri jika suaminya meninggal dunia tanpa memiliki asuransi jiwa.

  1. Pulang ke rumah orangtua

Dengan catatan, ortu masih ada dan tidak keberatan diganduli lagi oleh anak berikut cucunya.

  1. Bekerja

Dengan konsekuensi meninggalkan anak-anak atau menitipkannya ke pengasuh atau tetangga.

  1. Cari suami baru yang mapan

Itu pun jika ada yang mau, termasuk mau menerima keberadaan anak-anak.

Lain halnya jika suami punya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup, maka istri punya pilihan keempat:

  1. Tetap tinggal di rumahnya, tidak perlu balik ke rumah ortu, tidak perlu bekerja, dan bahkan tidak perlu suami baru, karena kebutuhan ekonomi sudah tercukupi oleh warisan dari uang asuransi jiwa suaminya.

Jadi, baik anda seorang suami atau seorang istri, pikirkanlah hal di atas dan lakukan langkah yang tepat, yaitu mengambil asuransi jiwa, dan setelah itu anda bisa tenang

Produk yang disarankan: Tapro Allisya Protection Plus. Premi mulai 300 ribu per bulan. Uang pertanggungan mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah, dan bisa ditambah manfaat proteksi kecelakaan, cacat tetap, penyakit kritis, dan rawat inap cashless.

Satu penawaran dengan produk Tapro: Premi 355 Ribu per Bulan Mendapatkan UP Jiwa 1 Miliar, Mau?

 

Untuk konsultasi mengenai asuransi, silakan menghubungi:

Natanael (Bussines Eksekutif Allianz)

HP/WA 08113436830 email: natanael.allianz@gmail.com

Tinjauan Dua Pilihan Produk Asuransi Kesehatan Syariah dari Allianz

“Pak, di Allianz ada produk asuransi kesehatan?” tanya seseorang lewat telepon.

“Tentu saja, ada, ingin asuransi kesehatan yang bagaimana?” saya balik bertanya.

“Mau asuransi kesehatan yang murni atau unit-link?” Tanya saya.

“Asuransi kesehatan yang murni nama produknya Allisya Care, tanpa investasi, bayar preminya tahunan saja, dan bisa menyertakan anggota keluarga dalam satu polis. Sedangkan asuransi kesehatan yang unit-link nama produknya Hospital and Surgical Care + (HSC+), rider pada unit-link Tapro Allisya Protection Plus, ada investasinya, ada asuransi jiwanya, bayar preminya bisa bulanan, dan satu polis hanya bisa untuk satu orang. ”

“Berapa preminya?” Ini pertanyaan yang lazim diajukan calon nasabah. Sayangnya pertanyaan ini tidak bisa dijawab langsung dengan angka.

“Premi tergantung usia, jenis kelamin, dan plan kamar yang diambil.” Masih ada beberapa faktor lain yang memengaruhi premi, tapi biar saya sampaikan yang pokok dulu.

Calon nasabah yang sudah mengerti akan mengajukan pertanyaan yang lebih terarah. “Berapa preminya jika saya ambil Tapro Allisya dengan rider HSC plan kamar 1 juta, usia 35 tahun, laki-laki, tidak merokok, pekerjaan manager?”

Untuk pertanyaan ini jawabannya yakni, misal: “Preminya 1 juta per bulan.” Ini dengan asumsi calon nasabah hanya meminta rider HSC plan 1 juta dengan UP jiwa yang minimal dan tanpa rider lain.

Demikian pula jika yang ditanyakan calon nasabah adalah produk Allisya Care: “Berapa preminya per tahun jika saya ambil plan H (kamar 1 juta), untuk saya usia 35 tahun dan istri usia 34 tahun?” Dengan mudah saya tinggal menghitung di aplikasi dan menjawab, “Preminya 9.702.250 setahun untuk berdua.” Jika dia minta ilustrasi, tinggal saya kirim via email.

“Apakah asuransi ini bisa untuk rawat jalan?” Kadang ditambah dengan rawat gigi dan persalinan.

Jawaban saya “Belum”. Rawat jalan yang tersedia hanya jika berkaitan dengan rawat inap, misalnya sebelum dan sesudah rawat inap, atau jika disebabkan kecelakaan.

“Bagaimana jika ingin ditambah rawat jalan?”

Untuk Allisya Care, jika ingin ditambah rawat jalan, preminya nambah lagi, dan tambahannya lebih besar daripada premi rawat inap untuk plan yang sama. Tidak disarankan. Sedangkan untuk rider HSC+, tidak bisa ditambahkan rawat jalan.

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih detail tentang dua produk asuransi kesehatan syariah yang tersedia di Allianz Life Indonesia.

1. Allisya Care

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat. Jika biaya yang dikenakan rumah sakit lebih besar dari plafon, nasabah harus membayar kekurangannya secara tunai sebelum pulang dari RS.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rawat Inap

Sedangkan tabel preminya bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Premi Allisya Care

Sebagai contoh, jika seorang wanita usia 32 tahun mengambil paket rawat inap plan D, dia cukup membayar premi 2.046.000 setahun, ditambah administrasi dan meterai 36 ribu, total 2.082.000 setahun.

Jika pesertanya sekeluarga, maka preminya dihitung per orang sesuai usianya, lalu ditambahkan dan dipotong diskon keluarga 5%. Misalnya ada 4 peserta dan mereka ambil plan E (kamar 500rb), maka:

  1. Suami usia 35 tahun. Premi 2.516.000
  2. Istri usia 33 tahun. Premi 2.812.000
  3. Anak pertama perempuan usia 7 tahun. Premi 2.245.000
  4. Anak kedua laki-laki usia 5 tahun. Premi 2.245.000

Total premi untuk 4 orang: 9.818.000.

Dipotong diskon keluarga 5% (490.900): 9.327.100

Ditambah admin dan meterai 36.000, maka premi yang harus dibayar adalah 9.363.100 setahun.

Premi Allisya Care hanya bisa tahunan, tidak bisa bulanan, atau triwulanan, atau semesteran.

Selengkapnya mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

2. Rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +)

HSC+ memiliki manfaat yang mirip dengan Allisya Care, dengan beberapa tambahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat HSC

Mengenai preminya, rider HSC+ tidak memiliki tabel premi, karena tergantung juga pada besarnya UP dasar dan rider lainnya.

Sebagai gambaran, premi 1 juta per bulan bisa mendapatkan manfaat rider HSC+ plan kamar 1 juta, untuk pria-wanita usia 50 tahun ke bawah.

Ilustrasi HSC+ usia 50

Tabel manfaat rider HSC+ plan 1000 bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Manfaat HSC+ Plan 1jt

Selengkapnya mengenai rider HSC+ bisa dibuka di SINI.

Perbedaan dan Persamaan antara Allisya Care dan Rider HSC+

Keterangan Allisya Care Rider HSC+
Jenis produk Asuransi murni, berdiri sendiri Rider pada unit-link Tapro Allisya
Kontrak Tahunan, bergaransi perpanjangan Mengikuti produk dasar
Polis keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 15 hari sd 60 tahun 30 hari sd 60 tahun
Masa perlindungan Sd usia 70 tahun Sd usia 70 tahun
Manfaat khusus Tidak ada Kemoterapi, Dialisis, Fisioterapi
Rider Rawat jalan, Rawat gigi, Persalinan, Santunan harian Tidak ada
Masa tunggu penyakit biasa Tidak ada masa tunggu Masa tunggu 30 hari
Masa tunggu penyakit khusus 12 bulan 12 bulan
Pre-existing diseases Dikecualikan selamanya Dikecualikan selamanya
Periode pembayaran premi Tahunan Bisa bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, mengikuti produk dasar
Plan kamar 100 ribu sd 1 juta 100 ribu sd 2 juta
Inner limit Ada Ada
Fasilitas kartu cashless Ada Ada
Jaringan rumah sakit Admedika-Individu Admedika-Individu

Sumber: 2-pilihan-produk-asuransi-kesehatan-syariah-dari-allianz/

Untuk pembuatan ilustrasi, silakan menghubungi:

Natanael, Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Akhirnya Klaim Santunan Flexicare Family Cair

Lega rasanya mendengar beberapa nasabah saya berhasil klaim untuk santunan harian Rp 1,5jt yang dirawat di rumah sakit lumayan mahal yakni National Hospital Surabaya.

“Sudah sembuh pak anaknya?” tanyaku saat itu.

“Iya terimakasih Pak Natan,”

“Sudah cair ya claime santunannya? Syukurlah pak semoga bisa membantu meringankan beban finansial keluarga.” jawabku menghibur.

Di Asuransi Allianz memang memiliki santunan bernama flexicare family yang bisa memberi santunan perhari Rp 1,5jt. Wah bisa buat tambahan income dan meringankan beban finansial keluarga yang sakit. Bisa buat rawat jalan untuk bayar dokter, dan bisa buat yang lain.

Walaupun santunan ini kadang dimanfaatkan sebagian pemain asuransi tapi jika hal ini tidak ada, saya tidak bisa membayangkan. Tinggal pihak asuransi yang harus selektif menyeleksi niat jahat nasabah.

Anda bisa membaca tentang ini sakit-dapat-rejeki-rp15jt-hari-bisa-dobel-klaim-lagi-mau/

 

Pendaftaran asuransi dengan manfaat income hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Jika Sakit dapat Uang, Itulah Asuransi

Suatu ketika saya dihubungi orang yang baru saya kenal, munkin sempat membaca artikel saya tentang “Sakit dapat Inceme Rp 1,5jt perhari.”

“Pak, saya mau sakit dapat uang,” Begitulah isi pesan yang saya baca di WA.

“Baik pak silahkan!” balasku spontan agak lucu kedengarannya.

“Sekarang saya sakit, darah tinggi kambuh!”

“Lho, kalau sudah sakit ya bagaimana mau klaim. Yang saya infokan itu program asuransi dari Allianz, pak”, jawabku agak geli mendengar pertanyaan orang ini. Sudah sakit kok baru minta income. Ciri orang kebanyakan ya begini, kalau sudah sakit baru butuh.

Asuransi itu sederhana:

  • Kalau sakit dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau meninggal (ahli waris) dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau kecelakaan atau cacat lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau rumah kebakaran dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau mobil tabrakan lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau barang kiriman hilang lalu dapat uang, itulah asuransi.

Sakit, meninggal, kecelakaan, cacat, kebakaran, tabrakan, kehilangan barang semuanya memiliki kesamaan, yaitu:

  • Tidak diinginkan
  • Tidak bisa diketahui waktunya
  • Jika terjadi, dibutuhkan uang.

Memang uang bukan satu-satunya yang dibutuhkan pada saat terjadi risiko yang tidak diinginkan. Tapi uang adalah salah satu yang dibutuhkan. Dan asuransi menyediakan uang pada saat dibutuhkan itu. Asuransi adalah perlindungan keuangan.

Uang yang dilindungi lewat asuransi bisa berbentuk uang tunai, tabungan, emas, properti, surat berharga, keterampilan/keahlian, dan penghasilan. Semua itu adalah hasil usaha kita, yang bisa saja tiba-tiba hilang atau berkurang karena suatu musibah yang tidak diinginkan.

Asuransi tidak bicara tentang kalau sehat dapat uang. Itu bukan asuransi. Kalau sehat, seharusnya anda tidak perlu bingung. Yang pantas bikin bingung itu kalau sakit.

Kalau sehat, anda bisa bekerja dan dari situ anda dapat uang. Kalau sehat dan bisa bekerja, seharusnya anda bisa menabung atau berinvestasi dan dari situ uang anda tambah banyak.

Hasil investasi anda bisa digunakan untuk sekolah anak, rumah, barang-barang, liburan, ibadah haji, hingga pensiun. Semua itu adalah kondisi sehat yang memerlukan uang. Bukan hanya sakit yang butuh uang. Kondisi sehat pun butuh uang. Tapi cara mendapatkannya bukan lewat asuransi.

Jika kondisi sehat saja butuh uang, apalagi kondisi tidak sehat?

Jadi, ambillah asuransi segera, ketika anda sehat dan punya uang untuk membayarnya.

Asuransi itu uang kecil. Sangat kecil dibanding uang besar yang dilindunginya. Uang asuransi mungkin hanya sekitar 10% dari penghasilan anda. Tapi uang yang 10% ini bisa melindungi 100% uang anda dan aset-aset yang anda kumpulkan selama bertahun-tahun. (Baca juga: sakit-dapat-uang-mau/

“Wah, saya ingin income pak, tapi gak mau di opname (rawat inap)”, jawabnya agak protes.

“Syarat agar santunan (uang) dari Allianz bisa cair, bapak harus daftar polis Allianz kemudian satu bulan berikutnya jika sakit harus opname (rawat inap), begitu pak,” jawabku.

Begitulah sedikit cerita yang menggelikan tentang orang yang ingin di beri santunan tapi ingin enaknya saja tidak mau di opname.

Konsultasi lebih detail hubungi:

Natanael (agen Allianz life)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com