Tag Archives: agen allianz Jakarta

Tinjauan Dua Pilihan Produk Asuransi Kesehatan Syariah dari Allianz

“Pak, di Allianz ada produk asuransi kesehatan?” tanya seseorang lewat telepon.

“Tentu saja, ada, ingin asuransi kesehatan yang bagaimana?” saya balik bertanya.

“Mau asuransi kesehatan yang murni atau unit-link?” Tanya saya.

“Asuransi kesehatan yang murni nama produknya Allisya Care, tanpa investasi, bayar preminya tahunan saja, dan bisa menyertakan anggota keluarga dalam satu polis. Sedangkan asuransi kesehatan yang unit-link nama produknya Hospital and Surgical Care + (HSC+), rider pada unit-link Tapro Allisya Protection Plus, ada investasinya, ada asuransi jiwanya, bayar preminya bisa bulanan, dan satu polis hanya bisa untuk satu orang. ”

“Berapa preminya?” Ini pertanyaan yang lazim diajukan calon nasabah. Sayangnya pertanyaan ini tidak bisa dijawab langsung dengan angka.

“Premi tergantung usia, jenis kelamin, dan plan kamar yang diambil.” Masih ada beberapa faktor lain yang memengaruhi premi, tapi biar saya sampaikan yang pokok dulu.

Calon nasabah yang sudah mengerti akan mengajukan pertanyaan yang lebih terarah. “Berapa preminya jika saya ambil Tapro Allisya dengan rider HSC plan kamar 1 juta, usia 35 tahun, laki-laki, tidak merokok, pekerjaan manager?”

Untuk pertanyaan ini jawabannya yakni, misal: “Preminya 1 juta per bulan.” Ini dengan asumsi calon nasabah hanya meminta rider HSC plan 1 juta dengan UP jiwa yang minimal dan tanpa rider lain.

Demikian pula jika yang ditanyakan calon nasabah adalah produk Allisya Care: “Berapa preminya per tahun jika saya ambil plan H (kamar 1 juta), untuk saya usia 35 tahun dan istri usia 34 tahun?” Dengan mudah saya tinggal menghitung di aplikasi dan menjawab, “Preminya 9.702.250 setahun untuk berdua.” Jika dia minta ilustrasi, tinggal saya kirim via email.

“Apakah asuransi ini bisa untuk rawat jalan?” Kadang ditambah dengan rawat gigi dan persalinan.

Jawaban saya “Belum”. Rawat jalan yang tersedia hanya jika berkaitan dengan rawat inap, misalnya sebelum dan sesudah rawat inap, atau jika disebabkan kecelakaan.

“Bagaimana jika ingin ditambah rawat jalan?”

Untuk Allisya Care, jika ingin ditambah rawat jalan, preminya nambah lagi, dan tambahannya lebih besar daripada premi rawat inap untuk plan yang sama. Tidak disarankan. Sedangkan untuk rider HSC+, tidak bisa ditambahkan rawat jalan.

Berikut ini adalah penjelasan yang lebih detail tentang dua produk asuransi kesehatan syariah yang tersedia di Allianz Life Indonesia.

1. Allisya Care

Allisya Care adalah asuransi kesehatan murni tanpa investasi, berdiri sendiri (stand-alone), dengan akad sesuai syariah. Allisya Care memberikan manfaat rawat inap yang lengkap meliputi kamar, ICU, konsultasi dokter umum dan spesialis, obat-obatan, pembedahan, sebelum dan sesudah rawat inap, ambulans, rawat jalan dan gigi darurat karena kecelakaan, dan sedikit manfaat kematian.

Skema klaimnya bersifat indemnity, yaitu memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan batas sesuai plafon yang diberikan dalam tabel manfaat. Jika biaya yang dikenakan rumah sakit lebih besar dari plafon, nasabah harus membayar kekurangannya secara tunai sebelum pulang dari RS.

Kontrak Allisya Care berjangka tahunan dan dapat diperpanjang tiap tahun sampai usia 70 tahun. Preminya tergantung usia dan jenis kelamin, naik per lima tahun sesuai tabel premi.

Alisya Care dapat diambil untuk satu orang, dapat juga menyertakan anggota keluarga dalam satu polis.

Manfaat rawat inap yang ditanggung Allisya Care dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat Rawat Inap

Sedangkan tabel preminya bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Premi Allisya Care

Sebagai contoh, jika seorang wanita usia 32 tahun mengambil paket rawat inap plan D, dia cukup membayar premi 2.046.000 setahun, ditambah administrasi dan meterai 36 ribu, total 2.082.000 setahun.

Jika pesertanya sekeluarga, maka preminya dihitung per orang sesuai usianya, lalu ditambahkan dan dipotong diskon keluarga 5%. Misalnya ada 4 peserta dan mereka ambil plan E (kamar 500rb), maka:

  1. Suami usia 35 tahun. Premi 2.516.000
  2. Istri usia 33 tahun. Premi 2.812.000
  3. Anak pertama perempuan usia 7 tahun. Premi 2.245.000
  4. Anak kedua laki-laki usia 5 tahun. Premi 2.245.000

Total premi untuk 4 orang: 9.818.000.

Dipotong diskon keluarga 5% (490.900): 9.327.100

Ditambah admin dan meterai 36.000, maka premi yang harus dibayar adalah 9.363.100 setahun.

Premi Allisya Care hanya bisa tahunan, tidak bisa bulanan, atau triwulanan, atau semesteran.

Selengkapnya mengenai Allisya Care, silakan dibaca di SINI.

2. Rider HSC+ (Hospital and Surgical Care +)

HSC+ memiliki manfaat yang mirip dengan Allisya Care, dengan beberapa tambahan. Secara umum, rincian manfaat dan plafonnya sama. Perbedaannya, HSC+ dilengkapi manfaat kemoterapi, cuci darah, dan fisioterapi. Selain itu, HSC+ menyediakan plan kamar di atas 1 juta dan maksimal kamar 2 juta per hari.

Ketentuan umum HSC+ mengikuti ketentuan umum produk Tapro. Cara bayar bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Berbeda dengan Allisya Care, Maxi Violet, dan SmartMed Premier yang dapat menyertakan anggota keluarga dalam satu polis, HSC+ hanya bisa satu orang dalam satu polis.

Rincian manfaat HSC+ bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel Manfaat HSC

Mengenai preminya, rider HSC+ tidak memiliki tabel premi, karena tergantung juga pada besarnya UP dasar dan rider lainnya.

Sebagai gambaran, premi 1 juta per bulan bisa mendapatkan manfaat rider HSC+ plan kamar 1 juta, untuk pria-wanita usia 50 tahun ke bawah.

Ilustrasi HSC+ usia 50

Tabel manfaat rider HSC+ plan 1000 bisa dilihat di bawah ini:

Tabel Manfaat HSC+ Plan 1jt

Selengkapnya mengenai rider HSC+ bisa dibuka di SINI.

Perbedaan dan Persamaan antara Allisya Care dan Rider HSC+

Keterangan Allisya Care Rider HSC+
Jenis produk Asuransi murni, berdiri sendiri Rider pada unit-link Tapro Allisya
Kontrak Tahunan, bergaransi perpanjangan Mengikuti produk dasar
Polis keluarga Satu polis bisa menyertakan anggota keluarga Satu polis untuk satu orang
Usia masuk 15 hari sd 60 tahun 30 hari sd 60 tahun
Masa perlindungan Sd usia 70 tahun Sd usia 70 tahun
Manfaat khusus Tidak ada Kemoterapi, Dialisis, Fisioterapi
Rider Rawat jalan, Rawat gigi, Persalinan, Santunan harian Tidak ada
Masa tunggu penyakit biasa Tidak ada masa tunggu Masa tunggu 30 hari
Masa tunggu penyakit khusus 12 bulan 12 bulan
Pre-existing diseases Dikecualikan selamanya Dikecualikan selamanya
Periode pembayaran premi Tahunan Bisa bulanan, triwulanan, semesteran, tahunan, mengikuti produk dasar
Plan kamar 100 ribu sd 1 juta 100 ribu sd 2 juta
Inner limit Ada Ada
Fasilitas kartu cashless Ada Ada
Jaringan rumah sakit Admedika-Individu Admedika-Individu

Sumber: 2-pilihan-produk-asuransi-kesehatan-syariah-dari-allianz/

Untuk pembuatan ilustrasi, silakan menghubungi:

Natanael, Agen Allianz Indonesia

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Akhirnya Klaim Santunan Flexicare Family Cair

Lega rasanya mendengar beberapa nasabah saya berhasil klaim untuk santunan harian Rp 1,5jt yang dirawat di rumah sakit lumayan mahal yakni National Hospital Surabaya.

“Sudah sembuh pak anaknya?” tanyaku saat itu.

“Iya terimakasih Pak Natan,”

“Sudah cair ya claime santunannya? Syukurlah pak semoga bisa membantu meringankan beban finansial keluarga.” jawabku menghibur.

Di Asuransi Allianz memang memiliki santunan bernama flexicare family yang bisa memberi santunan perhari Rp 1,5jt. Wah bisa buat tambahan income dan meringankan beban finansial keluarga yang sakit. Bisa buat rawat jalan untuk bayar dokter, dan bisa buat yang lain.

Walaupun santunan ini kadang dimanfaatkan sebagian pemain asuransi tapi jika hal ini tidak ada, saya tidak bisa membayangkan. Tinggal pihak asuransi yang harus selektif menyeleksi niat jahat nasabah.

Anda bisa membaca tentang ini sakit-dapat-rejeki-rp15jt-hari-bisa-dobel-klaim-lagi-mau/

 

Pendaftaran asuransi dengan manfaat income hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Jika Sakit dapat Uang, Itulah Asuransi

Suatu ketika saya dihubungi orang yang baru saya kenal, munkin sempat membaca artikel saya tentang “Sakit dapat Inceme Rp 1,5jt perhari.”

“Pak, saya mau sakit dapat uang,” Begitulah isi pesan yang saya baca di WA.

“Baik pak silahkan!” balasku spontan agak lucu kedengarannya.

“Sekarang saya sakit, darah tinggi kambuh!”

“Lho, kalau sudah sakit ya bagaimana mau klaim. Yang saya infokan itu program asuransi dari Allianz, pak”, jawabku agak geli mendengar pertanyaan orang ini. Sudah sakit kok baru minta income. Ciri orang kebanyakan ya begini, kalau sudah sakit baru butuh.

Asuransi itu sederhana:

  • Kalau sakit dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau meninggal (ahli waris) dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau kecelakaan atau cacat lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau rumah kebakaran dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau mobil tabrakan lalu dapat uang, itulah asuransi.
  • Kalau barang kiriman hilang lalu dapat uang, itulah asuransi.

Sakit, meninggal, kecelakaan, cacat, kebakaran, tabrakan, kehilangan barang semuanya memiliki kesamaan, yaitu:

  • Tidak diinginkan
  • Tidak bisa diketahui waktunya
  • Jika terjadi, dibutuhkan uang.

Memang uang bukan satu-satunya yang dibutuhkan pada saat terjadi risiko yang tidak diinginkan. Tapi uang adalah salah satu yang dibutuhkan. Dan asuransi menyediakan uang pada saat dibutuhkan itu. Asuransi adalah perlindungan keuangan.

Uang yang dilindungi lewat asuransi bisa berbentuk uang tunai, tabungan, emas, properti, surat berharga, keterampilan/keahlian, dan penghasilan. Semua itu adalah hasil usaha kita, yang bisa saja tiba-tiba hilang atau berkurang karena suatu musibah yang tidak diinginkan.

Asuransi tidak bicara tentang kalau sehat dapat uang. Itu bukan asuransi. Kalau sehat, seharusnya anda tidak perlu bingung. Yang pantas bikin bingung itu kalau sakit.

Kalau sehat, anda bisa bekerja dan dari situ anda dapat uang. Kalau sehat dan bisa bekerja, seharusnya anda bisa menabung atau berinvestasi dan dari situ uang anda tambah banyak.

Hasil investasi anda bisa digunakan untuk sekolah anak, rumah, barang-barang, liburan, ibadah haji, hingga pensiun. Semua itu adalah kondisi sehat yang memerlukan uang. Bukan hanya sakit yang butuh uang. Kondisi sehat pun butuh uang. Tapi cara mendapatkannya bukan lewat asuransi.

Jika kondisi sehat saja butuh uang, apalagi kondisi tidak sehat?

Jadi, ambillah asuransi segera, ketika anda sehat dan punya uang untuk membayarnya.

Asuransi itu uang kecil. Sangat kecil dibanding uang besar yang dilindunginya. Uang asuransi mungkin hanya sekitar 10% dari penghasilan anda. Tapi uang yang 10% ini bisa melindungi 100% uang anda dan aset-aset yang anda kumpulkan selama bertahun-tahun. (Baca juga: sakit-dapat-uang-mau/

“Wah, saya ingin income pak, tapi gak mau di opname (rawat inap)”, jawabnya agak protes.

“Syarat agar santunan (uang) dari Allianz bisa cair, bapak harus daftar polis Allianz kemudian satu bulan berikutnya jika sakit harus opname (rawat inap), begitu pak,” jawabku.

Begitulah sedikit cerita yang menggelikan tentang orang yang ingin di beri santunan tapi ingin enaknya saja tidak mau di opname.

Konsultasi lebih detail hubungi:

Natanael (agen Allianz life)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Bertemu Teman Lama di RS Lawang Medica

Pukul 9.00 kurang lebih aku sampai di Rumah Sakit Lawang Medica. Disana tujuanku ingin berbagi pengalaman dan informasi tetang Asuransi yang dimiliki Allianz, partner kerjaku sebagai konsultan asuransi.

Aku ditemui satpam dan diarahkan menuju Bugenville Room 3. Sempat terbersit dalam hati, ada apa kok harus ke ruang Bugenville, kan itu ruang pasien. Namun, terjawab sudah bahwa ternyata temanku yang merupakan kepala bagian humas di sana sedang perawatan sakit.

“Sakit apa, Di” tanyaku. (nama disini bukan nama sebenarnya).

“Hai, Nat, aku kata dokter kena gejala Jantung Koroner.”

Aku mendengar hal itu terkejut. Oh Jantung Koroner. Penyakit yang merupakan pembunuh kelas wahid di dunia. Aku langsung teringat, Jantung Koroner salah satu sakit kritis yang sering di klaim di Allianz jika mengambil rider/manfaat CI+ atau Ci 100.

Kesempatan itu tak kusia-siakan. Aku mulai menjelaskan tujuanku bertemu sahabatku ini dan sedikit kutambahi bahwa aku sekarang berpartner dengan perusahaan asuransi terbesar di dunia yakni Allianz yang memiliki produk sangat bagus terutama asuransi yang memberikan uang cash pada nasabahnya jika nasabah terdiagnosa salah satu sakit kritis.

Program ini masuk pada program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun). (Selengkapnya tentang rider CI dan CI+, klik di sini).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia. Dengan catatan, sebelum meninggal dunia sempat menjalani diagnosa untuk mendapatkan bukti medis serangan jantung.

2.       Klaim dapat diajukan begitu terdiagnosa memenuhi syarat kondisi kritis, tanpa harus menjalani pengobatan/operasi terlebih dahulu

Beberapa penyakit kritis dapat ditunda jadwal operasinya. Nah, sebelum operasi dilakukan, klaim dapat diajukan asalkan kelengkapan syarat-syaratnya terpenuhi.

3.       Menanggung kondisi cacat tetap total

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, ada tiga yang masuk kategori cacat tetap total, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup. Apa pun nama penyakitnya, asalkan memenuhi tiga kondisi ini, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

4.       Menanggung kondisi kritis yang disebabkan kecelakaan

Proteksi penyakit kritis dari Allianz tidak hanya bicara tentang kondisi kritis yang disebabkan oleh penyakit, tapi juga kondisi kritis yang disebabkan oleh kecelakaan. Di antara 49 penyakit kritis, setidaknya ada 10 yang dapat diakibatkan oleh kecelakaan, yaitu: 1) kebutaan; 2) kelumpuhan; 3) hilangnya kemandirian hidup; 4) Tuli; 5) Bisu; 6) Trauma kepala serius; 7) Koma; 8) Terminal illness; 9) Luka bakar; dan 10) Terputusnya akar-akar syaraf plexus brachialis. Selain itu, rusaknya organ-organ tubuh penting (seperti ginjal dan tulang belakang) juga dapat disebabkan oleh kecelakaan.

5.       Menanggung terminal illness

Di antara daftar 49 penyakit kritis dari Allianz, salah satunya adalah Terminal Illness. Apa pun nama penyakitnya, asalkan dokter telah mendiagnosa umur yang bersangkutan tidak akan melebihi 12 bulan, maka klaim penyakit kritis dapat diajukan.

6.       Menanggung transplantasi organ tubuh penting

Kinerja organ-organ tubuh penting menjadi perhatian utama dalam rider CI+ Allianz. Organ tubuh seperti jantung, ginjal, pankreas, liver, paru-paru, dan sumsum tulang merupakan penyangga kehidupan manusia. Memiliki proteksi yang dapat digunakan untuk membiayai penggantian organ-organ tersebut akan memberikan rasa aman yang diperlukan oleh setiap orang.

7.       Premi dan Biaya Asuransinya Murah

Di atas segala kelebihannya, harga adalah faktor yang sangat penting. Rider CI+ dari Allianz sangat murah, dan apalagi rider CI lebih-lebih lagi sangat murah. Mulai dengan premi 300 ribu per bulan, seorang pria dan wanita usia 30-an tahun dapat memiliki proteksi penyakit kritis sebesar 300 juta + proteksi jiwa 300 juta. Dan jika ingin terproteksi sebesar 1 miliar (UP jiwa 1 miliar + penyakit kritis 1 miliar), preminya 1 juta saja per bulan. Biaya asuransinya pun relatif lebih murah daripada produk sejenis di asuransi lain. Silakan dicek sendiri.

Dari berbagai keunggulan di atas, jelas bahwa rider Critical Illness dari Allianz adalah produk yang serba meliputi, karena menanggung hampir semua kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia. Dia beririsan dengan rider ADDB (Accident Death and Disability Benefit) dan TPD (Total Permanent Disability) pada kondisi cacat total. Jadi, cukup dengan memiliki proteksi jiwa ditambah rider Critical Illness, maka proteksi dasar kita sudah tercukupi. Namun lebih baik lagi jika ditambah ADDB dan TPD, karena meski beririsan, ada juga perbedaannya dan ketiga produk ini tidak saling mengurangi.

Semoga lekas sembuh ya, sahabatku!

Info lebih lanjut hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo-Malang

HP/WA: 08113436830

Antisipasi dari yang Terburuk

Apakah yang dimaksud dengan judul di atas? Antisipasi dari yang Terburuk.

Judul tersebut mengandung arti bahwa kita mengambil langkah Prepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), karena sebenarnya itulah hakikat asuransi.

Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup. Jadi kemungkinan hal terburuk itu tetap ada karena tidak ada satu orang pun yang mampu meramal seperti apa nasibnya kelak di kemudian hari.

Kita harus mengantisipasi hal terburuk dari hidup kita misalnya, hilangnya kemandirian hidup yang berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan.

Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar.

Sementara itu, pada saat yang sama, biaya hidup masih harus dipenuhi dan begitu pula biaya untuk pengobatan, khususnya jika masih ada harapan pulih kembali.

Orang yang kehilangan kemandirian hidup, berarti hidupnya bergantung sepenuhnya pada orang lain. Orang lain itu bisa jadi pasangannya, anaknya, orangtuanya, saudaranya, atau perawat, atau gabungan dari semuanya.

Orang yang hidup dengan cara ini, besar kemungkinan dia akan merasa dirinya tidak berguna. Apa lagi yang lebih menyedihkan daripada hidup tanpa guna? Apa lagi yang lebih memilukan daripada hidup menjadi beban orang lain, walaupun itu orang-orang dekatnya dan mereka rela?

Poin-poin di atas membedakan hilangnya kemandirian hidup dengan risiko buruk lainnya, yaitu kematian. Kenapa kematian tidak saya sebut sebagai risiko terburuk? Karena masalah yang ditimbulkannya secara keuangan hanya satu, yaitu putusnya penghasilan. Sementara hilangnya kemandirian hidup ada empat: putusnya penghasilan, biaya hidup terus berlanjut, biaya pengobatan terus berlangsung, dan hidup menjadi beban orang lain.

Hilangnya kemandirian hidup dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total.

Cacat tetap total berarti tidak berfungsinya kedua lengan, atau kedua kaki, atau kedua mata, atau kombinasi dari ketiga anggota tubuh tersebut. Orang normal yang tiba-tiba mengalami cacat total, pastilah kehilangan sebagian besar kemampuan dasarnya, dan harus belajar lagi dari awal untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya yang baru.

2. Penyakit kritis yang tidak tersembuhkan atau menimbulkan kelumpuhan

Hampir seluruh penyakit kritis, jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat, dapat berakibat hilangnya kemandirian hidup. Contohnya tidak usah jauh-jauh. Stroke, yang dulu kerap disebut penyakitnya orang kaya, kini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang kepemilikan harta. Stroke dipicu putusnya suplai oksigen ke otak akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah yang mengalir ke otak. Karena tak beroleh makanan, walau cuma beberapa detik hingga menit, sel-sel otak pun kelaparan dan mati. Lalu koordinasi dengan anggota badan yang berhubungan pun terhenti.

Solusi.

Allianz Life Indonesia dengan produk Tapro (Allisya Protection Plus), menyediakan tiga produk rider yang menjangkau proteksi atas kondisi-kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia, yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian, cacat total, dan meninggal dunia karena kecelakaan.
  2. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total, karena sakit ataupun kecelakaan.
  3. CI,CI+, atau CI100, menanggung dari 49 sampai 100 kondisi penyakit kritis. Di antara tiga produk rider, CI100 adalah yang paling lengkap cakupan perlindungannya, karena di dalamnya ada TPD dan hilangnya kemandirian hidup. Hilangnya kemandirian hidup yang disebabkan penyakit kritis, jauh lebih besar dampak keuangannya dibanding oleh sebab lain. Oleh karena itu, proteksi penyakit kritis adalah asuransi yang paling penting dimiliki oleh siapa saja yang telah sadar akan pentingnya mengantisipasi faktor resiko terburuk.

Kesimpulan

Kebanyakan orang tidak punya asuransi. Orang yang sudah punya asuransi, pada umumnya manfaatnya masih kecil-kecil sehingga kurang membantu ketika dibutuhkan. Ada sebagian orang yang punya asuransi dengan manfaat pertanggungan besar, tapi cakupannya masih terbatas pada proteksi meninggal dunia dan asuransi kesehatan rawat inap.

Saran saya sebaiknya juga perlu dipertimbangkan membeli asuransi yang optimal.

 

Ingin mendafar asuransi Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Jaring Pengaman Sosial pada Asuransi?

kamar kelas 3

kamar kelas 3

Saya setuju dengan tulisan Asuransi-sebagai-jaring-pengaman-sosial. Di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, jika ada warganya yang sakit dan orang itu bersedia dirawat di kamar kelas 3 (kamar paling ramai penghuni), maka biaya perawatannya gratis. Siapa yang bayar? Pemerintah daerah. Dari mana uangnya? Tentunya dari dana yang memang dianggarkan untuk keperluan itu, semacam dana jaminan sosial atau dana jaring pengaman sosial.

Bagaimana jika orang itu tidak bersedia dirawat di kamar kelas 3, tapi maunya di kelas 2 atau kelas 1, atau bahkan di ruang VIP dan VVIP? Tentunya dia harus mengusahakan biayanya sendiri.

fasilitas kamar 1

fasilitas kamar 1

Orang yang bersedia dirawat di rumah sakit kamar kelas 3 dianggap orang tidak mampu, dan negara hadir untuk membantu mereka.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan penanganan lebih baik, lebih nyaman, atau bahkan ingin fasilitas eksklusif, dianggap orang mampu dan dia tidak mungkin mengandalkan bantuan pemerintah.

Walaupun dianggap mampu, bukan berarti mereka ini pasti punya uang ketika tiba-tiba harus mengalami sakit. Banyak dari mereka justru rentan jatuh miskin ketika terkena musibah, tapi pada saat yang sama bantuan pemerintah dan lembaga sosial lain belum berpihak ke mereka.

Tapi ada satu cara bagi warga yang tergolong mampu untuk mendapatkan jaring pengaman sosial ketika terkena musibah tertentu. Cara itu ialah asuransi.

Asuransi ada bermacam-macam, tergantung jenis risiko yang ditanggungnya. Ada asuransi kesehatan, yang memberikan penggantian biaya ketika seseorang dirawat inap di rumah sakit. Dengan asuransi kesehatan yang dimiliki sendiri, dia dapat memilih kelas perawatan sesuai dengan nilai premi yang disetornya. Asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless, sehingga orang yang memilikinya dapat langsung dirawat tanpa harus menyetor sejumlah deposit.

Ada lagi asuransi jiwa, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang meninggal dunia. Uang tunai ini tentu saja diberikan kepada ahli waris dari orang yang meninggal. Kita tahu, kejadian meninggal dunia, khususnya jika menimpa pencari nafkah dalam keluarga, bisa berarti kehilangan sumber penghasilan bagi keluarga tersebut. Asuransi jiwa menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya.

Lalu ada lagi asuransi penyakit kritis, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang mengalami penyakit kritis. Kita tahu, penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal menimbulkan biaya yang teramat besar. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya kemampuan produktif dan penghasilan. Asuransi yang dikhususkan untuk penyakit kritis akan menjadi jaring pengaman sosial yang tepat jika hal ini terjadi.

Asuransi bukan satu-satunya jaring pengaman sosial. Lagi pula tidak semua musibah memerlukan asuransi. Tapi untuk musibah-musibah tertentu, yaitu yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan membutuhkan biaya besar, hanya asuransilah jaring pengaman sosial yang tepat. Untuk kejadian-kejadian selain itu, secara umum dapat disiapkan melalui tabungan atau investasi.

Orang yang memiliki asuransi sendiri, secara langsung dia telah membantu negara dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan demikian, dana jaring pengaman sosial yang dianggarkan negara bisa dimaksimalkan untuk membantu warga yang memang betul-betul tidak mampu.

Oleh karena itu, saya masih heran dengan orang yang mengharamkan asuransi, bahkan asuransi syariah pun masih mereka haramkan. Bagaimana mungkin dana jaring pengaman sosial yang wajib ada dalam lingkup negara, menjadi haram ketika disiapkan secara mandiri oleh individu-individu?

sumber: Asuransi-sebagai-jaring-pengaman-sosial/