Tag Archives: agen allianz kota Malang

Allianz Life Indonesia kembali membayar klaim meninggal dunia

Di bawah ini adalah bukti pembayaran klaim meninggal dunia nasabah Tanjung Pinang sebesar Rp. 135.114.970.

Klaim Tj Pinang

 

Premi 1.5 jt/bulan. Polis berjalan lebih kurang 3 tahun. Usia nasabah saat ambil polis 70 tahun.

Tentunya uang ini sangat berguna untuk keluarga yang ditinggalkan. Terima kasih Allianz.

Apakah anda ingin membantu keluarga anda juga? Bukalah asuransi jiwa melalui Allianz Life Indonesia. Produk Tapro Allisya Protection Plus dapat diambil oleh lansia maksimal umur 70 tahun, dan memberikan perlindungan aset atau warisan hingga usia 100 tahun.

sumber: https:allianz-life-bayar-klaim-meninggal-dunia-135-juta-di-tanjung-pinang/

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi :

Natanael (Business Partner ASN)

HP/WA: 08113436830 | Email: natanael.albertus@gmail.com | Tinggal di Surabaya-Sidoarjo | Jadi agen asuransi Allianz sejak 2015

Advertisements

Pilih yang Mana? Tapri atau Tapro

Pilih mana? Di gambar di atas merupakan perbandingan Tapri alias tabungan pribadi di bank dengan Tapro tabungan tanggung problem.

Kalau saya, lebih memilih Tapro. Karena hanya menabung 2jt dan dlm waktu 1 sampai 90 hari sudah tersedia dana Rp 4 Milyar.

Info hubungi saya, Natanael Agen Allianz Life berlisensi

HP/WA 08113436830

Saraf Kejepit (Hernia Nucleus Pulposus) salah satu Penyakit Masa Tunggu 12 Bulan

Suatu hari ada pertanyaan.

“maaf bpk2 ibu aku mau tanya, teman saya pakai casless Allianz, dia kecelakaan, diagnosa dokter ada saraf kejepit karna kebentur. nah info allianz saraf kejepit tidak di cover ? mmg benar bgtu? padahl saraf kejepit disebabkan karna kecelakaan”

Jawaban:
Syaraf kejepit nama ilmiahnya Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Di askes Allianz salah satu penyakit yang dicover setelah masa tunggu 12 bulan.

Sebetulnya kecelakaan itu hanya pemicu. Jika orang sudah menginap HNP, kebentur sedikit saja maka syaraf pinggang atau punggung yang ada HNP-nya langsung sakit.
Adanya HNP ditunjukkan dg hasil rontgen. Jika usia polis belum setahun, HNP tidak dicover.

Pertanyaan:
“tapi info dr nasabahnya sebelumnya gak pernah ada HNP pak.

Jawaban:
HNP termasuk penyakit khusus yang kena masa tunggu 12 bulan, dengan catatan sebelumnya belum ada. Jika sebelumnya sudah ada, maka masuk preexisting diseases yang kena pengecualian permanen.

Demikian tanya jawab seputat penyakit Saraf Kejepit atau HNP.

Info pendaftaran polis asuransi Allianz. Hubungi

Natanael Agen Allianz Life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo

Hp/WA 08113436830

Tapro Family/Keluarga

Apa itu TAPRO Family/Keluarga?

TAPRO (Tabungan Proteksi) Family/Keluarga adalah produk asuransi terbaik di kelasnya, paket lengkap TAPRO.

TAPRO Family / TAPRO Keluarga adalah asuransi dengan manfaat dasar plus manfaat tambahan bagi seluruh anggota keluarga.

Apa kelebihan TAPRO Family?

IMG_0882

(klik untuk memperbesar gambar)

Kelebihan TAPRO Family / TAPRO Keluarga adalah Payor Benefit (manfaat bebas premi) bagi seluruh anggota keluarga, yang bisa didapatkan apabila terjadi resiko terhadap ayah atau ibu (Sakit kritis/Cacat tetap total/Meninggal dunia). Premi seluruh anggota keluarga akan dibayarkan oleh Allianz hingga umur ayah dianggap 65 tahun, dan manfaat asuransi masing-masing anggota keluarga masih tetap berlaku.

Tertarik untuk memiliki TAPRO Family sebagai perlindungan maksimal bagi seluruh anggota keluarga?

Hubungi saya untuk pertanyaan, permohonan ilustrasi, dan pengajuan asuransi.

Konsultasi dan permintaan ilustrasi

Hubungi saya, Natanael

HP/WA 08113436830

Tolong Menolong : Prinsip Asuransi

Tanpa membeli polis asuransipun setiap kita sudah memiliki asuransi.

Pak Ali memiliki Ali Life Insurance,
Bu Desi memiliki Desi Life Insurance,
Anda pun juga memiliki asuransi…
(Isi Nama Anda) Life Insurance.

Saat bencana hidup (Sakit Kritis) menimpa Pak Ali maka Ali Life Insurance lah yang membayar seluruh biaya ratusan juta yang diminta Rumah Sakit.

Lalu darimana dana Ali Life Insurance tersebut?

Dari uang yang dikumpulkan saat Pak Ali sehat dan berjaya, yaitu uang tabungan di rekening, uang tabungan persiapan anak sekolah, deposito masa depan, aset semasa kuat bekerja (motor, mobil, rumah, emas)

Terlalu BERAT dan MENYAKITKAN menjadi perusahaan bagi diri sendiri dan keluarga.

Bagaimana kalau kita berasuransi di Allianz?

ALLIANZ Life Insurance adalah perusahaan keuangan yang mengelola resiko kumpulan orang banyak.

Ratusan ribu orang sehat mengumpulkan uang dan membantu memberikan uang besar kepada orang yang tidak sehat.

Prinsip Asuransi adalah tolong menolong….

Bukankah kita semua adalah makhluk sosial? Sudah sewajibkan kita saling tolong menolong sesama umat.

Allianz adalah wadah yang memungkinkan tolong menolong itu terjadi.

Sehingga uang tabungan hasil kerja keras kita selama ini tidak perlu dikorbankan, apalagi uang persiapan anak sekolah/kuliah, apalagi aset-aset berharga kita, jangan sampai dikorbankan.

Tertarik berasuransi di Allianz?

Perlu informasi lebih lengkap?

Natanael

WA 08113436830

Antisipasi dari yang Terburuk

Apakah yang dimaksud dengan judul di atas? Antisipasi dari yang Terburuk.

Judul tersebut mengandung arti bahwa kita mengambil langkah Prepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), karena sebenarnya itulah hakikat asuransi.

Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup. Jadi kemungkinan hal terburuk itu tetap ada karena tidak ada satu orang pun yang mampu meramal seperti apa nasibnya kelak di kemudian hari.

Kita harus mengantisipasi hal terburuk dari hidup kita misalnya, hilangnya kemandirian hidup yang berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan.

Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar.

Sementara itu, pada saat yang sama, biaya hidup masih harus dipenuhi dan begitu pula biaya untuk pengobatan, khususnya jika masih ada harapan pulih kembali.

Orang yang kehilangan kemandirian hidup, berarti hidupnya bergantung sepenuhnya pada orang lain. Orang lain itu bisa jadi pasangannya, anaknya, orangtuanya, saudaranya, atau perawat, atau gabungan dari semuanya.

Orang yang hidup dengan cara ini, besar kemungkinan dia akan merasa dirinya tidak berguna. Apa lagi yang lebih menyedihkan daripada hidup tanpa guna? Apa lagi yang lebih memilukan daripada hidup menjadi beban orang lain, walaupun itu orang-orang dekatnya dan mereka rela?

Poin-poin di atas membedakan hilangnya kemandirian hidup dengan risiko buruk lainnya, yaitu kematian. Kenapa kematian tidak saya sebut sebagai risiko terburuk? Karena masalah yang ditimbulkannya secara keuangan hanya satu, yaitu putusnya penghasilan. Sementara hilangnya kemandirian hidup ada empat: putusnya penghasilan, biaya hidup terus berlanjut, biaya pengobatan terus berlangsung, dan hidup menjadi beban orang lain.

Hilangnya kemandirian hidup dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total.

Cacat tetap total berarti tidak berfungsinya kedua lengan, atau kedua kaki, atau kedua mata, atau kombinasi dari ketiga anggota tubuh tersebut. Orang normal yang tiba-tiba mengalami cacat total, pastilah kehilangan sebagian besar kemampuan dasarnya, dan harus belajar lagi dari awal untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya yang baru.

2. Penyakit kritis yang tidak tersembuhkan atau menimbulkan kelumpuhan

Hampir seluruh penyakit kritis, jika tidak tertangani dengan cepat dan tepat, dapat berakibat hilangnya kemandirian hidup. Contohnya tidak usah jauh-jauh. Stroke, yang dulu kerap disebut penyakitnya orang kaya, kini dapat menyerang siapa saja tanpa pandang kepemilikan harta. Stroke dipicu putusnya suplai oksigen ke otak akibat penyempitan atau pecahnya pembuluh darah yang mengalir ke otak. Karena tak beroleh makanan, walau cuma beberapa detik hingga menit, sel-sel otak pun kelaparan dan mati. Lalu koordinasi dengan anggota badan yang berhubungan pun terhenti.

Solusi.

Allianz Life Indonesia dengan produk Tapro (Allisya Protection Plus), menyediakan tiga produk rider yang menjangkau proteksi atas kondisi-kondisi terburuk yang mungkin dialami manusia, yaitu:

  1. ADDB (Accident Death and Disability Benefit), menanggung cacat sebagian, cacat total, dan meninggal dunia karena kecelakaan.
  2. TPD (Total Permanent Disability), menanggung cacat tetap total, karena sakit ataupun kecelakaan.
  3. CI,CI+, atau CI100, menanggung dari 49 sampai 100 kondisi penyakit kritis. Di antara tiga produk rider, CI100 adalah yang paling lengkap cakupan perlindungannya, karena di dalamnya ada TPD dan hilangnya kemandirian hidup. Hilangnya kemandirian hidup yang disebabkan penyakit kritis, jauh lebih besar dampak keuangannya dibanding oleh sebab lain. Oleh karena itu, proteksi penyakit kritis adalah asuransi yang paling penting dimiliki oleh siapa saja yang telah sadar akan pentingnya mengantisipasi faktor resiko terburuk.

Kesimpulan

Kebanyakan orang tidak punya asuransi. Orang yang sudah punya asuransi, pada umumnya manfaatnya masih kecil-kecil sehingga kurang membantu ketika dibutuhkan. Ada sebagian orang yang punya asuransi dengan manfaat pertanggungan besar, tapi cakupannya masih terbatas pada proteksi meninggal dunia dan asuransi kesehatan rawat inap.

Saran saya sebaiknya juga perlu dipertimbangkan membeli asuransi yang optimal.

 

Ingin mendafar asuransi Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Jaring Pengaman Sosial pada Asuransi?

kamar kelas 3

kamar kelas 3

Saya setuju dengan tulisan Asuransi-sebagai-jaring-pengaman-sosial. Di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, jika ada warganya yang sakit dan orang itu bersedia dirawat di kamar kelas 3 (kamar paling ramai penghuni), maka biaya perawatannya gratis. Siapa yang bayar? Pemerintah daerah. Dari mana uangnya? Tentunya dari dana yang memang dianggarkan untuk keperluan itu, semacam dana jaminan sosial atau dana jaring pengaman sosial.

Bagaimana jika orang itu tidak bersedia dirawat di kamar kelas 3, tapi maunya di kelas 2 atau kelas 1, atau bahkan di ruang VIP dan VVIP? Tentunya dia harus mengusahakan biayanya sendiri.

fasilitas kamar 1

fasilitas kamar 1

Orang yang bersedia dirawat di rumah sakit kamar kelas 3 dianggap orang tidak mampu, dan negara hadir untuk membantu mereka.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan penanganan lebih baik, lebih nyaman, atau bahkan ingin fasilitas eksklusif, dianggap orang mampu dan dia tidak mungkin mengandalkan bantuan pemerintah.

Walaupun dianggap mampu, bukan berarti mereka ini pasti punya uang ketika tiba-tiba harus mengalami sakit. Banyak dari mereka justru rentan jatuh miskin ketika terkena musibah, tapi pada saat yang sama bantuan pemerintah dan lembaga sosial lain belum berpihak ke mereka.

Tapi ada satu cara bagi warga yang tergolong mampu untuk mendapatkan jaring pengaman sosial ketika terkena musibah tertentu. Cara itu ialah asuransi.

Asuransi ada bermacam-macam, tergantung jenis risiko yang ditanggungnya. Ada asuransi kesehatan, yang memberikan penggantian biaya ketika seseorang dirawat inap di rumah sakit. Dengan asuransi kesehatan yang dimiliki sendiri, dia dapat memilih kelas perawatan sesuai dengan nilai premi yang disetornya. Asuransi kesehatan dilengkapi fasilitas kartu cashless, sehingga orang yang memilikinya dapat langsung dirawat tanpa harus menyetor sejumlah deposit.

Ada lagi asuransi jiwa, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang meninggal dunia. Uang tunai ini tentu saja diberikan kepada ahli waris dari orang yang meninggal. Kita tahu, kejadian meninggal dunia, khususnya jika menimpa pencari nafkah dalam keluarga, bisa berarti kehilangan sumber penghasilan bagi keluarga tersebut. Asuransi jiwa menjadi jaring pengaman sosial bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan kehidupannya.

Lalu ada lagi asuransi penyakit kritis, yang memberikan sejumlah uang tunai ketika seseorang mengalami penyakit kritis. Kita tahu, penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal menimbulkan biaya yang teramat besar. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya kemampuan produktif dan penghasilan. Asuransi yang dikhususkan untuk penyakit kritis akan menjadi jaring pengaman sosial yang tepat jika hal ini terjadi.

Asuransi bukan satu-satunya jaring pengaman sosial. Lagi pula tidak semua musibah memerlukan asuransi. Tapi untuk musibah-musibah tertentu, yaitu yang tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya dan membutuhkan biaya besar, hanya asuransilah jaring pengaman sosial yang tepat. Untuk kejadian-kejadian selain itu, secara umum dapat disiapkan melalui tabungan atau investasi.

Orang yang memiliki asuransi sendiri, secara langsung dia telah membantu negara dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi warganya. Dengan demikian, dana jaring pengaman sosial yang dianggarkan negara bisa dimaksimalkan untuk membantu warga yang memang betul-betul tidak mampu.

Oleh karena itu, saya masih heran dengan orang yang mengharamkan asuransi, bahkan asuransi syariah pun masih mereka haramkan. Bagaimana mungkin dana jaring pengaman sosial yang wajib ada dalam lingkup negara, menjadi haram ketika disiapkan secara mandiri oleh individu-individu?

sumber: Asuransi-sebagai-jaring-pengaman-sosial/