Tag Archives: Agen Allianz Tangerang

Apa Saja Persyaratan Klaim Meninggal Dunia?

Selamat berjumpa lagi dengan saya, Natanael, Bisnis Partner ASN. Pada kesempatan kali ini, saya akan jelaskan persyaratan klaim meninggal.

Persyaratan Klaim Meninggal Dunia

  1. Polis Asli
  2. Formulir Klaim Meninggal Dunia Diisi Oleh Penerima Manfaat
  3. Formulir Klaim Meninggal Dunia Diisi Oleh Dokter
  4. Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik – diisi dan tanda tangan di atas meterai oleh Ahli Waris
  5. Surat Keterangan Meninggal dari Instansi Pemerintahan yang berwenang (Kutipan Akte Kematian) yang di legalisir
  6. Bila Meninggal karena kecelakaan, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Kepolisian
  7. Bila meninggal di rumah tanpa perawatan Dokter, buat kronologis kematian dan di tandatangani oleh Ahli Waris
  8. Copy hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan Tertanggung
  9. Formulir Pemberitahuan No. Rekening  dan Fotocopy Buku Rekening
  10. Fotocopy Identitas diri Tertanggung
  11. Fotocopy Identitas diri Ahli waris
  12. Fotocopy Kartu Keluarga
  13. Dokumen lain bila diperlukan

Demikian persyaratan klaim meninggal dunia. Semoga berguna bagi nasabah Allianz.

Jika anda ingin mendaftar atau ingin informasi tentang asuransi jiwa Allianz yang melindungi penghasilan, jangan segan-segan menghubungi saya,

Natanael,

Bisnis Partner Allianz

HP/WA 08113436830 email: natanael.albertus@gmail.com

Advertisements

Penawaran Tanggung Dana Jiwa 500jt, Tanggung Dana Sakit Kritis Rp500jt Plus Uang Saku Rp1jt Perhari

Capture1.PNG

Kali ini saya akan menawarkan sebuah program bantuan dana UP Jiwa sebesar Rp500jt, bantuan dana Rp 500jt jika terdiaknosa 100 jenis sakit kritis sampai usia 100 tahun dan bantuan dana untuk uang saku atau bisa buat menambah ongkos pembantu yang menunggu saat kita dirawat inap di rumah sakit sebesar Rp1juta.

Premi cukup murah yakni Rp 700rb perbulan (ini untuk usia 24 tahun berjenis kelamin Pria). Bagaimana jika untuk usia di atas 30 tahun? silahkan kirim data usia atau foto ktp ke WA saya 08113436830, untuk saya buatkan ilustrasinya.

Manfaat program ini seperti ilustrasi diatas:

  1. Manfaat akan dibayarkan sesuai ketentuan pada Polis bila Tertanggung pertama kali terdiagnosa / menderita salah satu dari 100 Kondisi Penyakit Kritis (Critical Illness) sampai dengan Tertanggung mencapai usia 100 tahun.
  2. Santunan Harian Rawat Inap, Pembedahan dan Penyembuhan bagi nasabah dan keluarganya yang tercantum pada “Data Polis”, jika dirawat di rumah sakit sebesar Rp1juta perhari.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi. Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.

Ilustrasi nilai investasi bisa dilihat dibawah ini:

Capture2.PNG

Berikut adalah 100 kondisi sakit kritis:

Capture3.PNG

Capture4.PNG

info pendaftaran asuransi tanggung dana syariah Allianz Life hubungi saya,

Natanael (Bisnis Partner Allianz Star Network)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Pilih yang Mana? Tapri atau Tapro

Pilih mana? Di gambar di atas merupakan perbandingan Tapri alias tabungan pribadi di bank dengan Tapro tabungan tanggung problem.

Kalau saya, lebih memilih Tapro. Karena hanya menabung 2jt dan dlm waktu 1 sampai 90 hari sudah tersedia dana Rp 4 Milyar.

Info hubungi saya, Natanael Agen Allianz Life berlisensi

HP/WA 08113436830

Premi Rp600rb Perbulan dapat UP Sakit Kritis Rp 750jt

Jumpa lagi dengan saya, Natanael, Bisnis Eksekutif Allianz Star Network. Kali ini saya akan cerita dengan sebuah ilustrasi.

“Ada seorang pengendara motor berkendara tanpa memakai helm. Ditengah perjalanan, tiba-tiba dia terjatuh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras dan terluka parah”.

Pertanyaan:

  • Kapan saat yang tepat untuk memakai helm?
    • A. Saat terjatuh dari motor, atau
    • B. Saat sebelum terjatuh dari motor.
  • Berapa ukuran helm yang harus digunakan?
    • A. Lebih kecil dari kepala, atau
    • B. Lebih besar dari kepala.

Ilustrasi diatas menggambarkan penggunaan asuransi dalam hidup kita. Banyak orang tidak mau menggunakan asuransi, namun ketika sudah ‘terjatuh‘, barulah terpikir asuransi, apakah terlambat? Bisa ya, bisa tidak. Apabila sakit kritis, maka terlambat. Tetapi apabila sakit biasa, masih belum terlambat.

Pertanyaan kedua berkaitan dengan Uang Pertanggungan. Ukuran helm yang diperlukan pastinya lebih besar dari ukuran kepala, demikian juga Uang Pertanggungan Sakit Kritis, sudah seharusnya lebih besar dari kebutuhan hidup kita.

Jadi, kapan saat yang tepat untuk berasuransi? Proteksi penyakit kritis di Allianz ada masa tunggu 90 hari. Jadi, saat yang tepat berasuransi sebenarnya adalah 90 hari yang lalu. Namun, jika kita sehat masih belum terlambat.

Dan berapa Uang Pertanggungan yang harus disiapkan? Nah, untuk hal ini, mari kita bahas.

img_1699
Biaya sakit kritis

Apabila teman-teman mencari tahu berapa “biaya sakit kritis”, maka hasil pencarian paling atas adalah artikel di koran kompas, Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi.

Bila dibaca dengan seksama, di artikel tersebut dituliskan bahwa tarif medis setiap tahun mengalami kenaikan 8 persen dan terus berkembang. Itu baru tarif medis, belum lagi biaya hidup.

a1

Bukan rahasia lagi kalau penyakit kritis dapat menggerogoti kantong si pasien dan keluarganya. Apa sebabnya? Karena seseorang yang tertimpa penyakit kritis sudah pasti kemampuan bekerjanya menjadi berkurang, seberapa besarnya tergantung seberapa parah penyakitnya. Sedangkan kemampuan bekerja berkaitan erat dengan penghasilan. Tanpa penghasilan, kondisi finansial bisa jadi akan terpuruk.

Ilustrasi Proteksi Penghasilan

a2
Ilustrasi gambar penghasilan dan pengeluaran.

Mari kita perhatikan gambar di atas. Uang tunai di sebelah kanan atas adalah penghasilan seriap bulan yang kita terima, kita simpan di rekening, sebagian menjadi aset, sebagian menjadi tabungan, dan sebagian harus keluar sebagai kebutuhan hidup rutin.

Namun bila diperhatikan, dibagian Uang Tunai di kanan atas tsb ada BOM bertuliskan SKCMT. Apa itu SKCMT? Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Total, Meninggal, Tua.

Beberapa jenis sakit kritis di atas membuat penghasilan kita terhenti.

a3
Ilustrasi penghasilan terhenti.

Jika tiba-tiba kita terkena sakit kritis salah satu di atas, akibatnya penghasilan terhenti, apakah menjadi MASALAH ?

Tidak ada uang yang ditabung setiap bulan, aset dan tabungan terkuras untuk kebutuhan hidup, salah satunya adalah biaya medis.

Perhatikan lubang yang berwarna merah, biaya medis. Apabila kita memiliki BPJS atau asuransi kesehatan dari kantor / swasta, maka bersyukurlah, karena lubang biaya medis mungkin tertutup. Tetapi, itu baru satu lubang kecil, lubang pengeluaran lainnya tidak dapat dibayar dengan BPJS, semua harus menggunakan uang tunai.

a4
TAPRO Allianz adalah SOLUSINYA.

Saat orang terdiagnosa penyakit kritis, yang pertama dipikir oleh anggota keluarganya adalah uang tunai, baik untuk berobat maupun untuk kebutuhan lain. Kesehatan dipengaruhi pikiran. Beruntung sekarang ada solusi bagi masalah ini. Uang ratusan juta hingga milyaran akan ditransfer ke rekening sehingga menjawab kebutuhan hidup.

a5
Ilustrasi TAPRI vs TAPRO

Gambar diatas adalah perbedaan menabung PRIBADI dengan menabung di ALLIANZ. Yang kiri adalah TAPRI (Tabungan Pribadi), menyimpan uang di bank atau di celengan setiap bulan 1 Juta, untuk mencapai 2 M diperlukan waktu 166 tahun.

Yang kanan adalah TAPRO (Tabungan Proteksi) menyimpan 1 Juta di Allianz, dalam waktu 90 hari sudah ready uang 2 M.

Namun, bagi yang merasa 1 Juta per bulan terlalu tinggi, jangan khawatir, Allianz sangat mengerti kebutuhan kita. Kini dengan menabung 600ribu per bulan, Uang Proteksi Sakit Kritis Rp 750jt pun sudah dapat kita miliki.

Bagi beberapa orang, Uang Proteksi Jiwa (warisan) tidak terlalu dibutuhkan, contohnya adalah orang yang hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara maupun orang tua. Namun, Uang Proteksi Sakit Kritis yang besar dapat sangat berguna.

Coba lihat ilustrasi berikut:

UP 1 Milyar Premi 600rb usia 33thn

Dari gambar di atas dapat dijelaskan.

Bapak Bijaksana menabung Rp 600rb perbulan

Manfaat yang didapat:

  1. Jika terdiaknosa sakit kritis seperti stroke atau jantung maka Asuransi Allianz bertanggung jawab memberi uang cash sejumlah Rp 750jt.
  2. Pembebasan Premi Berkala jika Pembayar Premi terdiagnosa salah satu dari 49 Penyakit Kritis atau TPD dan Allianz membayarkan sebesar Premi Berkala tsb s/d usia Pembayar Premi mencapai 65 tahun.
  3. Bila pihak yang diasuransikan hidup sampai usia 100 tahun, Manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Nilai Investasi.
    Bila pihak yang diasuransikan meninggal dunia sebelum mencapai usia 100 tahun, Manfaat yang di bayarkan adalah Nilai Investasi + 100% UP.
  4. JIka pada usia 80 thn masih hidup dan membutuhkan keperluan lain, saldo dana tabungannya bisa diambil sesuai hasil investasi saat tahun tersebut. Jika di ilustrasi diperkirakan mencapai Rp 30 Milyar.

Tentang jangka wakut bayar/menabung itu terserah nasabah. JIka pada tahun ke 10 ingin cuti membayar premi juga bisa. Namun, sebelum cuti bayar premi harus melihat saldo investasi di rekening polis nasabah. Kalau tidak tahu jumlah saldo, bisa habis atau istilahnya leaps.

info lebih lanjut segera hubungi

Bisnis Eksekutif Allianz Star Network

Natanael

HP/WA 08113436830

Rumah Sakit dan Klinik Jaringan Allianz Indonesia di Indonesia

Daftar Rumah Sakit :

Daftar Rumah Sakit Individu – SmartMed

Daftar Rumah Sakit Individu – H&S, Maxi Violet dan AlliSya Care

Rumah Sakit dan Klinik Jaringan Allianz Indonesia di Indonesia

Customer dapat menggunakan Kartu Peserta untuk mendapat perawatan tanpa harus mengeluarkan biaya apapun di Rumah Sakit atau Klinik Jaringan Allianz.*)

Daftar di bawah berlaku tergantung dari jenis produk yang diambil. Silahkan hubungi Medical Hotline kami (alamat di kanan atas) untuk keterangan lebih lanjut.

*) Tergantung dari jenis produk yang diambil.

Daftar RS (Khusus Go-Jek)

 

Jika anda ingin mendaftar produk asuransi kesehatan Allianz hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Cara Mengecek Saldo Investasi Unitlink

Banyak nasabah asuransi yang masih bingung bagaimana mengetahui nilai saldo unit-link yang mereka miliki. Apakah anda pun demikian?

Berikut 4 cara mengecek saldo atau nilai investasi unit-link.

  1. Pernyataan Transaksi

Pernyataan Transaksi atau laporan transaksi dikirimkan secara berkala (bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan, tergantung cara bayar premi) ke email atau alamat rumah/kantor nasabah. Continue reading

Cara Mengurus Claim Coordination of Benefit (Koordinasi Manfaat Asuransi Kesehatan)

Jika seorang nasabah memiliki dua asuransi kesehatan atau lebih di perusahaan asuransi yang berbeda, dia dapat memanfaatkan keduanya melalui skema COB. COB kepanjangan dari Coordination of Benefits dapat diterjemahkan sebagai Koordinasi manfaat. Koordinasi Manfaat tersebut merupakan istilah di dalam klaim asuransi kesehatan.

Jenis asuransi kesehatan yang dimaksud adalah produk yang menggunakan prinsip indemnity (membayar klaim sesuai kerugian yang dialami nasabah dengan maksimal sebesar limit produk). Produk ini biasanya dilengkapi fasilitas kartu cashless, bukan asuransi jenis santunan harian reimburse (cash plan) dan bukan pula asuransi penyakit kritis.

 

Ketentuan Coordination of Benefits

  • Saat opname (rawat inap), nasabah menggunakan salah satu asuransi kesehatan, disebut penanggung pertama. Jika produk dilengkapi kartu cashless, nasabah tinggal menunjukkan kartu ke petugas admin Rumah Sakit. Nasabah tidak dapat menggunakan dua kartu askes pada saat bersamaan.
  • Jika penanggung pertama sudah membayar seluruh biaya tagihan rumah sakit, maka nasabah tidak dapat melakukan klaim ke asuransi kesehatan yang satunya lagi (disebut penanggung kedua). Di sini tidak berlaku COB.
  • Tapi jika tagihan RS melebihi limit yang dapat ditanggung oleh penanggung pertama, maka nasabah dapat mengklaimkan selisih biaya atau ekses klaim ke penanggung kedua dengan cara reimbursementDi sinilah berlaku skema COB atau koordinasi manfaat.

Penanggung kedua ini pun hanya dapat membayar sesuai limit manfaat yang dimilikinya. Jika penanggung kedua ini tidak mampu membayar semua selisih, dan nasabah memiliki asuransi kesehatan ketiga, maka selisihnya bisa diklaimkan ke penanggung ketiga.

Dengan prinsip indemnity, maka berapa pun produk asuransi kesehatan yang dimiliki nasabah, dia hanya dapat mendapatkan penggantian maksimum sebesar biaya yang dibebankan rumah sakit, dengan batasan setinggi-tingginya sesuai limit dari produk asuransi kesehatan yang dia ambil. Dengan kata lain, nasabah tidak bisa cari untung dari asuransi kesehatan. Itulah tujuan dari dibuatnya skema COB atau koordinasi manfaat.

 

Cara Melakukan Klaim COB

  • Mengisi formulir klaim asuransi kesehatan
  • Lampiran yang diperlukan:
  1. Resume medis yang diisi dan ditandatangani dokter serta dicap RS
  2. Surat Koordinasi Manfaat (asli) dari asuransi penanggung pertama disertai perincian biaya yang dibayarkan dan tidak dibayarkan. Di surat ini disertakan juga salinan seluruh dokumen klaim yang telah disetujui penanggung pertama, meliputi surat persetujuan klaim, kuitansi, perincian biaya, salinan resep, dan hasil tes diagnostik.
  3. Kuitansi asli selisih biaya (ekses klaim) yang dibayar oleh nasabah berikut perincian biaya dari ekses klaim.
  • Semua dokumen dikirim ke kantor pusat perusahaan asuransi atau dititip lewat agen.

Contoh Surat Koordinasi Manfaat

Berikut adalah contoh Surat Koordinasi Manfaat. Surat ini harus diminta ke asuransi pertama setelah rawat inap selesai, dan ditujukan ke asuransi kedua.

Surat Koordinasi ManfaatSumber : https://myallisya.com/2017/10/21

allianz.co.id

 

 

Untuk konsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi saya:

Natanael Agen Asuransi Allianz tinggal di Surabaya- Sidoarjo

HP/WA 08113436830