Tag Archives: agen allianz terpercaya

Pilih yang Mana? Tapri atau Tapro

Pilih mana? Di gambar di atas merupakan perbandingan Tapri alias tabungan pribadi di bank dengan Tapro tabungan tanggung problem.

Kalau saya, lebih memilih Tapro. Karena hanya menabung 2jt dan dlm waktu 1 sampai 90 hari sudah tersedia dana Rp 4 Milyar.

Info hubungi saya, Natanael Agen Allianz Life berlisensi

HP/WA 08113436830

Advertisements

Kisah Klaim Nasabah yang Mengalami Penyumbatan 85% di Pembuluh Darah Jantung

 

Klaim CI+ 3M

Pembaca yang budiman, kali ini saya akan berbagi kisah tentang seorang nasabah yang mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantungnya.

Gambar di atas adalah seremoni penyerahan klaim secara simbolis pada bulan Oktober 2016 di Medan. Nasabah berusia 51 tahun mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantung. Klaim penyakit kritis sebesar 3 miliar dibayarkan oleh Allianz, dilanjutkan dengan pembebasan premi 10 juta per bulan sampai nasabah berusia 65 tahun.

Kisah di balik klaim ini dituturkan oleh sang agen, pasangan suami-istri Bpk Suwanto (kanan) dan ibu Jenni (dua dari kiri):

Awalnya bapak ini tidak percaya akan asuransi. Setiap agen asuransi yang datang selalu dia tolak.

Kami berhasil meyakinkan beliau setelah keponakannya yang sudah menjadi nasabah kami, mengalami kanker dan mengajukan klaim ke Allianz dan prosesnya dibayarkan dengan sangat cepat.

Singkat cerita setelah percaya, ia pun mengambil polis Tapro melalui kami. Sebenarnya dia punya kemampuan untuk mengambil UP 10 miliar. Tapi karena masalah laporan keuangan sedikit ribet, akhirnya diputuskan untuk mengambil 3 miliar dulu dengan premi 10 juta per bulan (usia nasabah waktu itu 49 tahun), dan sisanya direncanakan secara bertahap akan ditambahkan setelah 3 tahun kemudian.

Tapi risiko tak bisa diduga. Ternyata 22 bulan setelah ambil polis, tanpa sengaja saat mengantar mertuanya berobat ke Malaysia, beliau pun iseng sekalian general check up. Dan dokter curiga dengan hasil EKG serta treadmillnya.

Dia pun lalu dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk dilakukan kateterisasi. Ternyata penyumbatannya sudah 85% dan jelas sekali di angiogramnya. Padahal orangnya selalu ke gym dan jika melakukan treadmill pun sanggup sampai stage berlari.

Serasa tidak percaya, bapak ini sewaktu masih di Malaysia menghubungi kami di Medan. Seraya masih bercanda, dia berkata, “Saya kena undian.” Waduh, rupanya kena undian divonis penyakit kritis.

Akhirnya kami bantu kirimkan semua form klaim penyakit kritis untuk diisi dokter. Manfaat penyakit kritis yang diambil adalah rider CI+ (perlindungan terhadap 49 penyakit kritis).

Dalam waktu dua bulan setelah klaim dilengkapi, semua klaim dibayarkan dengan cepat oleh Allianz. Bukan hanya itu, melalui manfaat Payor Benefit, premi sebesar 10 juta per bulan pun dibayarkan oleh Allianz mulai nasabah usia 51 tahun sampai usia 65 tahun. Jika dihitung selama 14 tahun berarti manfaat Payor Benefitnya saja sekitar 1,6 miliar.

Lalu masih tersedia pula uang pertanggungan meninggal sebesar 3 miliar, plus hasil investasi.

Dengan kejadian ini, keyakinan dia terhadap asuransi pun semakin bertambah. Dia malah mau nambah lagi punya proteksi, tapi tentu sudah tidak bisa. Akhirnya dia masukkan istrinya juga mengingat pentingnya perlindungan Tapro.

Konsultasi dan pendaftaran pengajuan polis asuransi dengan klaim UP 10 Miliar jika terkena sakit kritis hubungi:

 

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

sumber; allianz-bayar-klaim-penyakit-kritis-3-miliar/

Premi Asuransi 4 Juta Setahun VS Biaya Berobat 32 Juta Sekali Rawat Inap

imageSakit merupakan salah satu risiko hidup yang harus kita hadapi bila kita mengalaminya.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Kali ini saya akan bagikan kisah pengalaman rekan agen asuransi Allianz yang menceritakan pengalaman nasabahnya.

“Sama seperti nasabah saya ini tidak pernah menyangka bahwa anaknya akan jatuh yang mengakibatkan kepalanya menderita cukup parah karena terkena benda tajam dan harus dioperasi.

Polisnya aktif sejak 31 July 2015 dan kecelakaan terjadi 22 Agustus 2015, kurang dalam sebulan sejak polis disetujui. Manfaat rawat inap yang dimiliki tertanggung adalah kelas kamar dengan tarif satu juta per malam.
Sesuai polis, manfaat perawatan karena Kecelakaan yang dijamin oleh Allianz adalah sebesar sepuluh juta tanpa rawat inap. Namun nasabah saya mendapatkan penggantian biaya hingga 25 juta dari total biaya rumah sakit sebesar 32 juta.

Kasus kecelakaan yang dialami oleh nasabah saya sedikit berbeda pada kasus umumnya, demikian saya ceritakan kronologisnya.

Ketika mendaftar di UGD Rumah Sakit, pasien terdaftar sebagai korban kecelakaan dan kepalanya terbentur benda tajam yang mengakibatkan dahi robek cukup parah dan dalam.
Ketika itu penjaminan yang disetujui oleh Admedika hanyalah sejumlah sepuluh juta rupiah, sesuai dengan manfaat perawatan kecelakaan yang terdapat dalam polis.
Apabila perawatan selesai dilakukan hari itu juga, maka masalah akan selesai.
Namun karena luka cukup parah dan karena tertanggung masih batita kurang dapat berkoordinasi dengan baik ketika dokter melakukan perawatan. Oleh karena itu dokter terpaksa harus mengambil tindakan operasi dengan bius total. Akibat dari operasi dengan bius total ini tentu saja tertanggung harus dirawat inap. Singkat kata rawat inap selama 2 hari di Rumah Sakit tidak dijamin oleh Admedika dengan alasan kejadiannya adalah karena kecelakaan dan sudah diberikan manfaat yang sesuai dengan polis.

Total biaya operasi dan rawat inap dan operasi adalah 32 juta, dan hanya dicover oleh Allianz sebesar 10 juta.
Keberatan tentu diajukan oleh nasabah saya karena nasabah saya merasa mempunyai manfaat rawat inap, namun karena saat itu nasabah saya mengetahui upaya yang saya ajukan kepada Admedika tidak membuahkan hasil, maka beliau menyetujui saran saya untuk membayar dahulu kekurangannya sebesar 22 juta. Menilik dari kasusnya saya merasa keberatannya patut untuk diperjuangkan dan saya katakan saya akan proses pengajuan keberatan ini kepada Allianz.

Segera setelah saya dapatkan semua dokumennya saya layangkan email ke Allianz untuk permohonan claim reimbursement atas biaya yang dibayarkan oleh nasabah saya.
Awalnya claim saya juga ditolak namun saya tidak putus asa, dan dengan bantuan team leader saya kami menjelaskan bahwa permintaan rawat inap tidak diminta oleh nasabah saya, melainkan oleh dokter yang merawat karena alasan medis yang kuat dan kami juga mempunyai bukti pendukung permintaan rawat inap yang ditanda tangan oleh dokter ybs.
Setelah balasan tersebut saya sampaikan, Allianz melakukan investigasi ke RS ybs dan setelah proses investigasi selesai hasilnya Allianz memutuskan untuk membayar claim nasabah saya sebesar 15 juta dari sebesar 22 juta claim yang kami diajukan.
Saya rasa ini win win solution bagi kedua belah pihak dan nasabah saya cukup puas dengan keputusan ini.

Polis yang dibayarkan nasabah saya ini sebesar Rp. 4,066,000 per tahun atau Rp. 338,833 per bulan dan manfaat yang sudah didapat adalah penggantian rumah sakit sebesar Rp. 25 juta rupiah.

image

Tidak ada yang kebal akan Sakit Kritis, Kecelakaan, Cacat, dan Meninggal

Tidak ada yang tahu kapan terjadinya

Bila terjadi….sudah pasti biaya besar, mau dibayarkan oleh siapa?

Mari Berasuransi
Natanael

HP/WA 08113436830

 

sumber cerita: premi-asuransi-4-juta-setahun-vs-biaya-berobat-32-juta-sekali-rawat-inap/