Tag Archives: agen asuransi allianz Sidoarjo

Sekilas Produk & Keunggulan dari Fasilitas CI100 Allianz

CI100

CI 100 adalah asuransi tambahan kesehatan (rider) yang memberikan santunan jika nasabah terdiaknosa 100 kondisi penyakit kritis. Mulai dari tahap awal hingga tahap terparah. Manfaat yang diterima pun tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.

CI 100 juga menyediakan Manfaat Tambahan yaitu Angioplasty dan Tindakan Invasif Penyakit Arteri Koroner serta Komplikasi Diabetes. C1 100 memiliki masa pertanggungan sampai dengan usia 100 tahun, usia masuk yang fleksibel yaitu 5-70 tahun, dan Uang Pertanggungan (UP) yang komprehensif.

Keunggulan

  • Memberi santunan jika kita terdiaknosa dari 100 kondisi penyakit kritis.
  • Masa Perlindungan hingga usia 100 tahun.
  • Usia masuk yang fleksibel yaitu mulai dari 5 tahun hingga 70 tahun.
  • Manfaat yang diterima tidak mengurangi Uang Pertanggungan Dasar.
  • Klaim bisa diajukan lebih dari satu kali, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di dalam Polis.

100 Kondisi Penyakit Kritis yang ditanggung sebagai berikut:

ci100

Cara Klaim

Hubungi AllianzCare di 1500 136.

Officer Allianz akan membantu Anda dengan Formulir Klaim dan Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Klaim.

Bagaimana cara memiliki CI 100?

CI 100 adalah asuransi tambahan kesehatan atau rider. Oleh karena itu, Anda terlebih dahulu harus memiliki asuransi jiwa yang disediakan oleh Asuransi Allianz Life Indonesia sebagai polis dasar Anda. Klik di sini untuk melihat pilihan produk asuransi jiwa.

Apa saja kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI100?

Silakan klik di sini untuk mengetahui 100 kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI 100. Selain itu, CI 100 juga memiliki Manfaat Tambahan yaitu Angioplasty dan Komplikasi Diabetes.

Siapa saja yang dapat menjadi peserta CI100?

Siapa pun yang berusia 5 tahun – 70 tahun dan sudah memiliki polis asuransi jiwa dari Asuransi Allianz Life Indonesia.

Berapa lama masa perlindungan yang diberikan CI 100?

CI100 memberikan masa perlindungan hingga usia 100 tahun.

Apa yang dimaksud dengan Survival Period?

Survival Period dalam CI 100 adalah 7 Hari untuk semua kondisi penyakit. Survival Period adalah jangka waktu seseorang bertahan hidup setelah didiagnosis kondisi penyakit kritis yang ditanggung oleh CI 100. Perusahaan asuransi akan membayarkan Manfaat bila seseorang melewati jangka waktu yang disyaratkan dalam Survival Period tersebut.
Apa yang dimaksud dengan Masa Eliminasi?

Masa Eliminasi adalah masa tunggu yang berlaku hingga seseorang dapat mendapatkan manfaat polis. Masa Eliminasi pada CI 100 adalah 90 hari setelah dimulainya pertanggungan.

Bagaimana cara membayar premi asuransi saya?

Secara umum, premi bisa dibayarkan secara bulanan, triwulan, semesteran, dan tahunan. Pembayaran premi CI100 mengikuti cara pembayaran polis dasar. Contohnya, bila polis dasar asuransi jiwa dibayar setiap satu bulan sekali, premi CI100 pun dibayar setiap satu bulan sekali.

Bagaimana cara mendapatkan manfaat CI100 saat saya atau keluarga terdiagnosis kondisi penyakit kritis?

Ikuti prosedur klaim asuransi jiwa dan kesehatan pada link ini atau hubungi AllianzCare di 1500 136 atau +62 21 2926 9999. Allianz akan membantu Anda dengan Formulir Klaim dan Dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Klaim. Manfaat CI100 sesuai tahapan kondisi penyakit kritis, bisa dilihat di sini ((insert link 100 Kondisi Penyakit Kritis).

Bagaimana cara membeli CI100?

Anda bisa langsung menghubungi layanan AllianzCare di 1500 136 atau mengisi formulir data di sini (link Permintaan Informasi).

Manfaat yang Diterima

Klik di sini untuk mengetahui manfaat yang diberikan bila seseorang terdiagnosis kondisi penyakit kritis yang ditanggung CI 100.

Ingin mendapatkan brosur CI100 klik link ini : Unduh Brosur

 

Ingin mendaftar asuransi dengan fasilitas santunan sakit kritis UP Rp500jt sampai Rp1 Milyar hubungi:

Natanael

HP/WA 08113436830

Alamat tinggal: Jalan Kolonel Sugiono 4 Wedoro, Waru, Sidoarjo

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Advertisements

Alasan Mengapa Membeli Smartlink Allianz

Berikut ini saya akan bagikan cerita bapak Asep Sopyan tentang alasan beliau membeli polis asuransi smartlink Allianz (Unit link Tapro),.

“Hari Sabtu, 15 Oktober 2011, beliau menandatangani formulir pengajuan asuransi jiwa tipe unit link. Bayar premi 500 ribu per bulan, manfaat yang kuperoleh (laki-laki, 31 tahun, kelas pekerjaan 2) adalah:

  1. Jika meninggal dunia : 450 juta (sampai usia <100 tahun)
  2. Jika kecelakaan dengan akibat meninggal atau cacat : 450 juta (sampai usia <65 tahun)
  3. Jika sakit kritis (49 penyakit kritis) : 400 juta (sampai usia <70 tahun)
  4. Payor (pembebasan premi dan dibayari premi oleh perusahaan jika terdiagnosis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total) sampai usia 65 tahun.

Nilai tunai di akhir tahun kesepuluh sebesar Rp 50.525.000 (asumsi pertumbuhan 18%). Nilai tunai ini belum menyamai premi total yang dibayarkan selama 10 tahun (60 juta), karena mengambil porsi asuransi yang maksimal. Itu bukan masalah, karena memang tujuan beliau adalah asuransi untuk proteksi, bukan investasi.

Kalau memang tujuannya proteksi, kenapa tidak ambil asuransi murni? Kan bisa lebih murah? Alasannya sebagai berikut.

Pertama, beliau ingin asuransi yang menyediakan keempat manfaat. Di asuransi murni (tradisional) keempat manfaat bisa didapat tapi harga premi mahal.

Tentang manfaat sakit kritis, semua orang pasti memiliki potensi sakit kritis misalnya, stroke, jantung, dan sebagainya sehingga perlu kita berjaga-jaga seperti meyediakan payung sebelum hujan.

Manfaat payor menjamin bahwa rencana keuangan kita, yakni mendapat proteksi jiwa sekaligus investasi, tetap berjalan apa pun yang terjadi pada diri kita, sekalipun sakit kritis, cacat total, dan tidak bisa bekerja.

Kedua, kita juga ingin asuransi jiwa yang bisa berlaku seumur hidup, bukan sampai usia tertentu saja. Asuransi jiwa murni (termlife) paling banter hanya sampai 70 tahun, itu pun dengan premi yang sangat mahal selewat usia 50. Dengan unit link, kita punya keleluasaan apakah tetap sampai 100 tahun ataukah kubatalkan pada usia tertentu (misalnya 70 tahun). Dengan demikian, pada usia 70 tahun, seandainya masih hidup, kita bisa punya pilihan apakah akan mewariskan uang 450 juta (kemungkinan nanti nilainya tidak seheboh sekarang akibat inflasi) kepada keluargaku, ataukah membatalkan asuransi jiwaku dan mengambil hasil investasi yang ada (di ilustrasi nilainya mencapai 948 juta).

Pilihan semacam ini tidak akan diperoleh di asuransi murni termlife. Memang, menurut teori para perencana keuangan, orang tua umur 70 tahun tidak butuh asuransi jiwa karena hartanya diasumsikan sudah banyak berkat hasil investasinya sejak masa muda. Tapi punya pilihan tentu lebih menyenangkan. Jika untuk punya pilihan itu kita harus membayar lebih. Dengan mengambil unit link sekarang, kita bisa menikmati biaya asuransi atau cost of insurance (COI) yang jauh lebih murah di masa tua, dibanding termlife. Dan dana untuk membayar COI itu tidak usah dipikirkan karena akan tertutupi oleh hasil investasi (dengan asumsi kondisi ekonomi sehat, dan tentunya kita mengharapkan demikian. Jika kondisi ekonomi tidak sehat, bukan hanya unit link yang rugi; semua investasi juga rugi, dan asuransi murni juga bisa mengalami gagal bayar klaim).

Ketiga, ada nilai tunai hasil investasi yang akan digunakan untuk merawat manfaat asuransi sampai masa berlakunya berakhir, atau jika butuh uang bisa diambil sebagian tanpa membatalkan manfaat asuransi.

Keempat, unit link menyediakan fasilitas cuti premi, yang memungkinkan diri kita:

1) berhenti menyetor premi untuk sementara (beberapa bulan) jika karena satu dan lain hal mengalami kesulitan finansial. Pemberhentian ini tidak otomatis membatalkan polis asuransi karena ada unit investasi yang akan membayarkan biaya asuransi dan administrasi. Setelah keuangan pulih, kita bisa kembali meneruskan setoran premi; 2) membayar premi lebih singkat (rencanaku 10 tahun) untuk mendapatkan proteksi lebih panjang.

Kelima, belum tentu asuransi murni lebih murah daripada unit link. Memang jika hanya membandingkan unit link vs termlife murni+reksadana, unit link akan kalah, termasuk dalam jangka panjang. Namun jika unit link dibandingkan dengan termlife+(kecelakaan+sakit kritis+payor)+reksadana, kita yakin unit link lebih unggul, termasuk dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, unit link akan lebih tampak lagi keunggulannya. Unit link dirancang untuk diambil dengan manfaat yang beragam, bukan satu manfaat saja. Dengan mengambil minimal 2 atau 3 manfaat tambahan, keunggulan unit link akan lebih terlihat.

Keenam, jelas unit link lebih praktis daripada mengambil asuransi terpisah dengan investasi. Kepraktisan adalah nilai lebih dari suatu produk, sebab bisa membantu kita menghemat waktu, tenaga, dan pikiran. Jika untuk kepraktisan ini kita membayar sedikit lebih mahal, itu lumrah. Apalagi jika lebih murah.

Ketujuh, dalam unit link ada agen yang sudah berkomitmen untuk melayani nasabah jika melakukan klaim. Ini juga nilai tambah yang tidak boleh diremehkan. Jika untuk fasilitas ini kita membayar lebih mahal, tak masalah. Apalagi jika lebih murah.

Kedelapan, kemampuan keuangan saat ini hanya memungkinkan membayar premi secara bulanan, sedangkan beberapa produk term life yang sudah kusurvai, bayarnya hanya bisa tahunan. Biarpun ada term life yang misalnya menawarkan premi 3 juta utk UP 1 miliar, saat ini aku tidak sanggup bayar sekaligus. Lagi pula, seperti kusebutkan di atas, kebutuhan proteksi bukan hanya UP jiwa.

Kesembilan, dengan alasan etis dan religius, beliau hanya ingin asuransi yang syariah. Produk term-life yang murah-murah tsb pada umumnya belum syariah. Sedangkan term-life syariah preminya lebih mahal, ridernya tidak lengkap, dan kita tidak yakin ada renewal guarantee (garansi perpanjangan).

Produk unit link yang diambil ini jenisnya syariah. Dan rata-rata penyedia unit link memiliki produk syariah.

Kesimpulan:  yakin unit link masih lebih baik daripada asuransi murni, dengan catatan:

1. Manfaat proteksinya dimaksimalkan. Perbesar uang pertanggungan meninggal, kecelakaan, dan sakit kritis, sampai jumlah maksimal yang diizinkan oleh program unit link tersebut sesuai premi yang kita bayarkan.

Beliau juga tidak mengambil manfaat kesehatan karena sementara ini masih punya kartu Jamsostek dari kantor istrinya.

2. Tidak salah memilih produk. Mengapa? Karena unit link berbeda-beda dalam segi manfaat yang bisa diberikan dan biaya yang dikenakan. Sebelum memutuskan yang sekarang ini, aku telah melakukan survai terhadap 5 produk unit link (P, T, A, A, dan A). Insya Allah yang diambil ini adalah yang terbaik (manfaat paling besar, biaya paling rendah).

3. Agennya berkualitas. Jika anda bertemu agen asuransi, tanya berapa lama dia sudah jadi agen. Semakin lama insya Allah semakin baik, tandanya sudah pengalaman. Tapi juga jangan terlalu tua. Kalau bisa seumuran, sebab dia akan melayani kita seumur hidup kita. Kalau dia meninggal lebih dulu, kita bisa kehilangan fasilitas dilayani agen, kecuali agen di atasnya mau menggantikan.

Lalu tanya pula apakah agen tsb sudah menjadi nasabah dari produk yang dia tawarkan. Jika belum, itu namanya parah. Nyuruh orang beli, dia sendiri tidak pake. Kebetulan agen yang kutemui (aku yang menemuinya, bukan dia menemuiku) sudah enam tahun jadi agen dan kariernya sudah di puncak. Umurnya kelihatannya masih muda, tidak beda jauh denganku. Dan tentunya dengan kekayaan yang dia miliki, dia juga telah menjadi nasabah dari produk yang dijualnya.

Itulah beberapa pertimbangan yang diambil sebelum memutuskan membeli unit link. Sebelumnya, sempat anti dengan unit link setelah membaca saran beberapa perencana keuangan yang menganjurkan pemisahan antara asuransi dan investasi. Tapi kupikir para penyedia unit link pun membaca kritik-kritik yang dialamatkan kepada produk mereka. Ada yang sudah memperbaiki produknya, sebagian lagi belum.

Dan aku memilih produk unit link yang kelihatannya telah disempurnakan untuk siap menghadapi kritik tsb. Salah satu cirinya, dulu produk ini mengenakan biaya akuisisi 195%, sekarang biaya akuisisinya 145% dan bisa turun menjadi 118,7% jika aku membayar premi rutin hingga 10 tahun (produk ini memberikan ekstra 5,26% untuk porsi investasi sejak tahun keenam).

Demikian sekadar sharing. Jadi kita tidak sekadar anti dengan unit link tanpa punya pertimbangan yang komprehensif menyangkut sisi kelebihan dan kelemahan suatu produk. Termlife murah, tapi tidak bisa seumur hidup. Unit link lebih mahal, tapi bisa seumur hidup. Selain itu termlife saja belum cukup; kita juga butuh asuransi kecelakaan dan sakit kritis. Unit link memberikan manfaat-manfaat tambahan yang biaya asuransinya akan lebih murah dibanding harus mengambil satu-satu secara terpisah. (Di sini saya belum punya perbandingan dalam bentuk angka, tapi saya yakin setidaknya dalam jangka panjang unit link lebih murah).

Kemudian dari segi investasi, memang reksadana bisa menghasilkan retur yang lebih maksimal. Tapi tentunya kita mengambil unit link bukan dengan tujuan investasi, melainkan proteksi. Hasil investasi yang ada itu fungsinya untuk membayar biaya-biaya asuransi, sehingga sebaiknya tidak kita ambil, kecuali disisakan sejumlah dana yang cukup untuk berkembang sendiri agar kita tidak lagi harus membayar premi.” (cerita diambil dari kisah hidup Bapak Asep Sopyan, https://myallisya.com/2011/11/23/9-alasan-membeli-unit-link-3-catatan/)

Dari sharing di atas bisa disimpulkan bahwa membuka polis asuransi sangat penting terutama untuk melindungi kita secara finansial. Semoga kisah di atas menginsipirasi kita agar semakin sadar asuransi.

Pendaftaran unit link Allianz dengan manfaat di atas bisa hubungi:

Natanael Agen Asuransi Allianz

HP/WA 08113436830

 

 

Lama Menghilang Dari Dunia Hiburan, Rachel Amanda Ternyata Terkena Penyakit Ganas

Salah satu artis cantik yang namanya melejit sejak usia remaja di tanah air adalah Rachel Amanda. Di usianya yang sangat belia, Rachel telah membintangi beberapa jenis sinetron, FTV, atau bahkan layar lebar. Namun, dalam tiga tahun terakhir, nama Rachel seperti tenggelam dan tidak pernah lagi muncul di layar televisi. Tak disangka, menghilangnya Rachel dari dunia hiburan ini ternyata disebabkan oleh terkena kanker tiroid.

doktersehat-rachel-amanda.png

(sumber foto: http://doktersehat.com/lama-menghilang-dari-dunia-hiburan-rachel-amanda-ternyata-terkena-penyakit-ganas-ini/)

Kanker Tiroid merupakan salah satu kanker yang sangat mematikan dan salah satu jenis sakit kritis yang dapat di klaim di Asuransi Sakit Kritis Allianz dengan manfaat CI+ dan Ci100. Penjelasan tentang Asuransi Sakit Kritis Allianz dapat dibaca disini

kanker-tiroid-300x231Kanker Tiroid adalah kanker yang terjadi karena sel – sel pada kelenjar tiroid mangalami mutasi menjadi sel kanker. Kelenjar Tiroid itu sendiri adalah kelenjar yang berada pada leher berbentuk seperti kupu – kupu yang berfungsi memproduksi horman yang dapat mengatur metabolisme tubuh (http://faktakanker.com, 10/2/2015).

Jenis Kanker Tiroid

Sedangkan jenis kanker tiroid itu sendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu :

  1. Kanker tiroid papiler (papillary thyroid cancer). Pertumbuhan kanker jenis ini cenderung lambat. Kanker ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening yang berada di leher. Biasanya kanker ini menyerang wanita dibandingkan laki – laki.
  2. Kanker tiroid folikuler (follicular thyroid cancer). Kanker ini tumbuh di sel – sel folikel. Sel – sel kanker menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ tubuh dan menyerang manusia umur 20 – 60 tahun. Kanker ini juga tumbuh dengan lambat.
  3. Kanker tiroid meduler (medullary thyroid cancer). Kanker tiroid meduler hampir mirip dengan kanker tiroid folikuler, dimana sama – sama menyebar melaui aliran darah, tetapi kanker ini juga dapat menyebar melalui sistem saraf limfatik.
  4. Kanker tiroid anaplastik (anaplastic thyroid cancer) 

Sumber: 8-penyebab-kanker-tiroid-paling-utama

Semoga orang tuanya diberi ketabahan.

Pendaftaran Polis Asuransi dengan Manfaat Sakit Kritis dapat menghubungi:

Natanael ASN

Konsultan Asuransi Allianz Life tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Bukti Asuransi Allianz Bayar Klaim Nasabah Total 3.2 Miliar

 

“Seberapapun besarnya uang tunai, tak bisa menghapus kesedihan atas ‘perginya’ orang tua kita.  Tapi sejumlah uang tunai yang ditinggalkan, tidak mungkin menambah beban kesedihan kita.

Terimakasih Tuhan telah ijinkan saya membantu seorang ibu berusia 49 th utk menyiapkan warisan uang tunai bagi anaknya.

Saat terdiagnosa kanker hanya dlm waktu 7 bulan setelah buka polis, uang pertanggungan sakit kritis sebesar 1,6 Milyar dibayarkan oleh Allianz, tanpa peduli uang tsb digunakan utk berobat ataupun utk biaya hidup. Dan Allianz masih memberi tabungan otomatis sebesar 6jt/bln bagi beliau.

 

Saat Tuhan memanggilnya 2 bulan lalu, uang pertanggungan jiwa 1,6 Milyar dibayarkan kembali oleh Allianz kepada ahli warisnya, ditambah sisa investasi senilai hampir 100jt.”

Kisah nyata di atas membuktikan bagaimana asuransi Allianz membayar klaim nasabah. Tidak tanggung-tanggung, miliaran!

Ingin membuka polis Asuransi Allianz hubungi:

Natanael, HP/WA: 08113436830

Sumber cerita: allianz-bayar-klaim-nasabah-total-3-2-miliar/

Juventus Stadium akan Berganti Nama Menjadi The Allianz Stadium of Turin

Juvents, Cena Scudetto e Coppa ItaliaKlub Klub besar sepakbola Serie A Italia, Juventus, telah mengonfirmasi bahwa Juventus Stadium akan berganti nama menjadi The Allianz Stadium of Turin mulai tanggal 1 Juli 2017. Allianz, perusahaan asuransi terkemuka dunia asal Jerman, telah sepakat untuk menjadi sponsor Bianconeri selama 6 musim atau sampai tanggal 30 Juni 2023.

The Allianz Stadium of Turin menambah jajaran anggota keluarga Allianz Stadium menjadi 7 stadion, yaitu:

  1. Munich’s Allianz Arena (markas Bayern Munchen dan TSV 1860 Munchen)
  2. Sydney’s Allianz Stadium (markas Sydney FC dan beberapa klub rugby)
  3. Allianz Park in London (markas Saracens Rugby Club dan pertandingan olahraga lain)
  4. Nice’s Allianz Riviera (markas OGC Nice)
  5. Allianz Parque di Sao Paulo (markas SE Palmeiras)
  6. Allianz Stadion di Vienna (markas SK Rapid Wien)
  7. The Allianz Stadium of Turin (markas Juventus)

Sumber: juventus-stadium-akan-berganti-nama-menjadi-the-allianz-stadium-of-turin/

 

Ingin menjadi bagian dari perusahaan raksasa sebesar Allianz?

Hubungi Agen Allianz Indonesia

Natanael

HP/WA: 08113436830

Cara Klaim Asuransi Meninggal Dunia

Cara klaim asuransi bisa dikelompokkan menjadi 4 jenis tergantung kejadiannya, yaitu meninggal dunia, cacat, penyakit kritis, dan rawat inap.

Berikut penjelasannya.

Cara Klaim Meninggal Dunia

Produk terkait klaim meninggal dunia yaitu Tapro Allisya Protection Plus dengan manfaat:

  • Asuransi Dasar (meninggal karena sebab apa pun di luar pengecualian)
  • Rider Term Life (meninggal karena sebab apa pun di luar pengecualian)
  • Rider ADDB (meninggal karena kecelakaan)
  • Rider Payor Protection (bebas premi karena pembayar polis meninggal dunia)
  • Rider Spouse Payor Protection (bebas premi karena pasangan pembayar polis meninggal dunia)
No Formulir/Berkas yang Dibutuhkan
1 Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia, ditandatangani ahli waris
2 Polis asli
3 Surat Keterangan Dokter tentang Penyebab Kematian
4 Jika tertanggung meninggal karena kecelakaan atau sebab tidak wajar, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian
5 Jika meninggal di rumah tanpa perawatan dokter, buat laporan kronologis kematian dan ditandatangani ahli waris
6 Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis, diisi dan ditandatangani ahli waris
7 Kutipan Akta Kematian dari catatan sipil yang dilegalisir
8 Surat Keterangan Meninggal dari kelurahan yang dilegalisir
9 Surat Keterangan dari perwakilan Indonesia, jika meninggal di luar negeri.
10 Formulir Pemberitahuan Nomor Rekening
11 Fotokopi identitas diri tertanggung dan pemegang polis
12 Fotokopi identitas diri semua ahli waris (akta lahir utk ahli waris anak)
13 Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.
 

Perbedaan dan Persamaan antara Tapro Syariah dan Tapro Konvensional

Sampul polis Tapro Allisya Protection Plus

Allianz menyediakan dua produk unitlink (biasa disebut Tapro). Yang satu menggunakan skema syariah, nama produknya Allisya Protection Plus. Satunya lagi menggunakan skema nonsyariah atau konvensional, nama produknya Smartlink Flexi Account Plus.

Kepada saya sering ditanyakan, apa perbedaan antara Tapro yang syariah dan Tapro yang konvensional. Saya biasanya menjawab, perbedaan keduanya sama seperti perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Sedangkan dari segi premi dan besarnya manfaat hampir tidak ada perbedaan.

Perbedaan Tapro Syariah dan Tapro Konvensional

Setidaknya ada enam perbedaan penting antara produk Tapro syariah dan Tapro konvensional. Selebihnya hanya perbedaan istilah.

  1. Prinsip Pertanggungan

Asuransi syariah menggunakan prinsip yang disebut risk sharing (pembagian risiko di antara sesama peserta), sedangkan asuransi konvensional menggunakan prinsip risk transfering (pengalihan risiko dari tertanggung kepada perusahaan asuransi).

  1. Kontrak atau Akad

Kontrak pada asuransi syariah menggunakan dua akad, yaitu akad hibah (pemberian sukarela) dan akad wakalah bil ujrah (arti harfiah: penyerahan dengan upah). Akad hibah: Para peserta memberikan dananya untuk menolong para peserta yang mengalami suatu musibah. Akad wakalah bil ujrah: Para peserta menyerahkan pengelolaan dana kepada perusahaan asuransi dan sebagai pengelola dana, perusahan asuransi berhak mendapatkan upah. (Redaksi kontrak polis Tapro Allisya Protection Plus bisa dilihat diSINI)

Akad pada asuransi konvensional menggunakan akad jual-beli biasa (tadabuli), yaitu pihak tertanggung membeli proteksi kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi), dan pihak penanggung menjual proteksi kepada pihak tertanggung.

  1. Penyimpanan Dana Klaim

Pada asuransi syariah, dana yang akan digunakan untuk membayar klaim disimpan di rekening terpisah dari rekening perusahaan. Rekening ini disebut Rekening Dana Tabarru. Dana tabarru atau dana kebajikan ini adalah milik para peserta.

Pada asuransi konvensional, rekening dana klaim tidak ada kewajiban dipisahkan dengan rekening perusahaan.

  1. Penyaluran Dana Investasi

Penyaluran dana pada unitlink syariah (termasuk Tapro Allisya Protection Plus) ditempatkan pada instrumen-instrumen investasi yang terbebas dari hal-hal yang haram atau syubhat seperti maysir (judi), gharar (ketidakpastian), dan riba (bunga). Contohnya, sektor perbankan konvensional, minuman keras, dan rokok.

Pada asuransi konvensional, hal ini tidak mendapat perhatian.

  1. Adanya Dewan Pengawas Syariah

Asuransi syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dari DSN-MUI. Untuk asuransi syariah dari Allianz, anggota DPS-nya adalah (1) Drs. H. Mohamad Hidayat, MBA, MH, (2) Dr. H. Hasanudin, dan (3) H. Rahmat Hidayat, SE, MT, Ph.D.

Asuransi konvensional tentunya tidak memiliki dewan pengawas syariah.

Kedua-duanya tentu saja mendapat pengawasan dari otoritas yang berwenang, seperti OJK.

  1. Pengecualian Meninggal Dunia

Dalam asuransi jiwa syariah, bunuh diri dikecualikan selamanya. Sedangkan dalam asuransi konvensional, bunuh diri hanya dikecualikan di dua tahun pertama, setelah itu tetap ditanggung.

Demikian beberapa perbedaan yang pokok antara Tapro syariah dan Tapro konvensional. Sekadar mengulang penjelasan di atas, perbedaan keduanya saya sajikan dalam tabel berikut:

No Keterangan Tapro Syariah (Allisya Protection Plus) Tapro Konvensional (Smartlink Flexi Account Plus)
1 Prinsip pertanggungan Risk sharing Risk transfering
2 Kontrak Akad hibah dan akad wakalah bil ujrah Akad jual-beli biasa
3 Penyimpanan dana klaim Rekening Dana Tabarru (milik para peserta, dipisahkan dari rekening perusahaan) Rekening milik perusahaan
4 Penyaluran investasi Hanya pada instrumen investasi yang sesuai syariah Islam Boleh di mana saja
5 Dewan Pengawas Syariah Ada Tidak ada
6 Pengecualian meninggal dunia Bunuh diri Bunuh diri ditanggung setelah polis berjalan 2 tahun

Persamaan Tapro Syariah dan Tapro Konvensional

Seperti disebutkan di atas, dari segi premi dan manfaat, Tapro syariah maupun konvensional hampir tidak ada perbedaan, kecuali dalam beberapa detail yang tidak terlalu penting. Lebih lengkapnya bisa dilihat dalam tabel berikut:

No Keterangan Tapro Syariah (Allisya Protection Plus) Tapro Konvensional (Smartlink Flexi Account Plus)
1 Biaya administrasi (per bulan) Rp 26.500 Sama
2 Biaya akuisisi(Persentase dihitung dari premi berkala) Tahun 1: 75%Tahun 2: 40%Tahun 3: 15%Tahun 4: 7,5%

Tahun 5: 7,5%

Tahun 6 dst: 0%

Sama
3 Alokasi investasi(Persentase dihitung dari premi berkala) Tahun 1: 25%Tahun 2: 60%Tahun 3: 85%Tahun 4: 92,5%

Tahun 5: 92,5%

Tahun 6 dst: 105,26%

Sama
4 Biaya asuransi (tabarru) Tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan UP Sama
5 Biaya pengelolaan investasi (per tahun) – Fix income fund: 2%- Balanced fund: 2%- Equity fund: 2% – Money market fund: 1%- Fix income fund: 2%- Balanced fund: 2%– Balanced plus fund: 2%

– Equity fund: 2%

6 Selisih harga jual-beli unit 5% Sama
7 Biaya top up berkala dan top up tunggal Mengikuti selisih harga jual-beli unit 5% Sama
8 Rider (asuransi tambahan) 1. ADDB2. TPD3. CI, CI+, atau CI1004. HSC+

5. Flexicare Family

6. Termlife

7. Payor Benefit

8. Payor Protection

9. Spouse Payor Benefit

10. Spouse Payor Protection

(Keterangan tiap manfaat, bisa dilihat di SINI).

Sama
9 Keterangan manfaat tiap rider Sama Sama
10 Usia masuk tertanggung Minimum 15 hari, maksimum 70 tahun Sama
11 Usia masuk pemegang polis Minimum 18 tahun Sama
12 Mata uang Rupiah Sama
13 Premi minimum – 300 ribu (bulanan)- 625 ribu (triwulanan)- 1 juta (semesteran)– 1,5 juta (tahunan) Sama
14 Minimum top up tunggal 1 juta Sama
15 Minimum penarikan dana 1 juta Sama
16 Minimum saldo jika ada penarikan dana 2 juta rupiah Sama
17 Cara pembayaran premi Transfer, autodebet tabungan, kartu kredit Sama

Demikian.

 

 

sumber : myallisya.com/