Tag Archives: alasan membeli polis asuransi Allianz

Kasus-Kasus Bagi yang Berumur Pendek

Di lingkungan sosial sekitar, saya melihat bahwa dalam hal kesiapan finansial, banyak orang yang tidak mempersiapkannya denhan sungguh-sungguh. Ada banyak kasus keluarga yang ditinggal mati oleh kepala keluarganya, kehidupan keuangannya menjadi kacau dan tergantung pada uang pensiun setiap bulan yang jumlahnya tidak seberapa.

Kita tidak bisa memprediksi umur manusia. Tidak pandang beriman maupun tidak beriman, laki – laki atau perempuan, kaya maupun miskin, tinggal di kota maupun di desa, memiliki polis asuransi atau tidak, tidak ada yang dapat menghindari dari resiko meninggal pada umur pendek. Terlebih lagi pola makan dsn kerusskan lingkungan telah ikut ambil bagian dalam memperpendek usia manusia.

Bandingkan, kaum lansia di desa masih bekerja di sawah kendati usia 70 tahun. Namun, di kota besar, orang baru berusia 60 tahun saja sudah sakit-sakitan.

Saya punya teman yang meninggal dunia selesai berolahraga. Beliau meninggalkan seorang istri dan tiga anak laki2. Pihak gereja hanya bisa menyantuni sebesar Rp 2 juta. Selebihnya, rekan-rekan mengumpulkan sumbangan ala kadarnya dan hanya bisa sekali sesaat setelah yang berssngkutan dikuburkan. Selebihnya, kami hanya bisa mendoakan.

Di komplek tempat tinggal saya, setiap warga yang meninggal hanya mendapat santunan sebesar Rp200 ribu. Gaji para pegawai sipil dipotong Rp20.000 untuk membayar premi asuransi yang uang santunannya tidak mencapai Rp3 juta.

Seorang rekan saya yang lain meninggal di rumah sakit karena kanker juga memperoleh santunan yang tidak banyak. Ada juga yang cukup memprihatinkan, yakni teman saya yang berdomisili Tangerang meninggal di runah sakit, selain tidak meninggalkan polis asuransi, keluarga juga harys menyelesaikan biaya rumah sakit yang mahal.

Seorang rekan lain yang bekerja di kantor pemerintah meninggal dalam usia muda, hanya meninggalkan polis Asuransi Jiwa Bersama yang jumlahnya tidak seberapa untuk melunasi hutangnya di sebuah Bank. Selebihnya, anak yang ditinggalkannta, yang memasuki usia sekolah, hanya bisa mengharapkan santunan dari kakek dan neneknya.

Jika kepala keluarga si pencari nafkah meninggal pada usia muda, beberapa kemungkinan yang terjadi:

– Hilangnya sumber mata pencaharian keluarga.

– Istri harus bekerja menggantikan tugas suami, akibatnya perhatian terhadap perkembangan anak jadi berkurang.

Solusi mengatasi hal tersebut adalah segera ambil polis asuransi dengan program Uang Pertanggungan yang bisa membayar hutang dan bisa sebagai modal hidup istri serta anak kita.

Uang Pertanggungan yang ditawarkan, misal asuransi Allianz mulai Rp1 Milliar. Berapa preminya yang harus dibayar? Premi besarnya tergantung usia. Usia muda premi lebih murah daripada ikut saat usia sudah tua.

Kesimpulannya,

– Kematian tidak memandang usia.

– Kematian pencari nafkah tidak saja menghentikan penghasilan keluarga, tetapi juga menimbulkan dampak lain.

– Asuransi jiwa tidak menggantikan jiwa orang yang diasuransikan tetapi menggantikan penghasilan yang hilang dari tertanggung.

Info pembukaan polis Asuransi Jiwa hubungi saya,

Natanael Konsultan Asuransi Allianz Life tinggal di Surabaya dan Sidoarjo,

HP/WA 08113436830

email. natanael.albertus@gmail.com

Resiko Menunda Asuransi: Sebuah Kisah Nyata

(Video dan tulisan ini di ambil dari blog myallisya.com)

Seorang leader asuransi di Palangkaraya. Penanya di acara ini adalah Pak Didik sendiri. 

Tanya:

Pak Tung, saya Didik dari Palangkaraya. Saya datang khusus datang untuk acara ini. Kebetulan saya di bidang asuransi, saya sering bertemu nasabah-nasabah yang dia tahu persis sebenarnya asuransi itu penting, dia tahu biaya kesehatan itu mahal, tapi menunda-nunda, nanti ya nanti ya. Ada saran gak dari Bapak untuk kami yang bekerja di bidang asuransi, apa yang bisa kami sampaikan kepada para nasabah yang sebenarnya sangat tahu tentang pentingnya asuransi?

Jawab dari Bapak Tung Desem Waringin:

Begini bapak-ibu, kalau ini saya ingat kisah pribadi saya. Saya dulu juga menunda-nunda asuransi. Ternyata begini, orang menunda karena dia merasa untungnya buat dia tidak jelas. Saya untungnya apa, saya kan asuransi keluar terus nih. Lalu untungnya apa? Nanti kalau mati, kan gak enak.

Tapi satu hari saya gabung asuransi karena agen asuransinya sakti mandraguna. Pada waktu itu saya tunda tunda, tapi orangnya ulet sekali. Padahal telepon sudah saya persulit, tetap dia datang lagi. Dia tanya kapan saya kosong, wah saya tidak tahu kosongnya kapan. Satu hari dia nongol di rumah saya, wah ini mesti karyawan saya yang bocorin. Saya bilang, sori ya sekarang ini waktu untuk keluarga. Dia tetep oke, tetep baik, dia tangguh.

Dan karena saya gak enak hati, lama-lama saya nerima juga. Saya heran. Saya itu kalau ada orang yang dahsyat tangguh, saya jadi kepengen tahu kenapa kok tangguh. Kenapa sih, kalau orang lain saya tolak satu kali dua kali, anda terus menerus dahsyat luar biasa?

Dia langsung cerita. Pak Tung, saya dulu juga gak setangguh ini. Tapi hari ini saya tangguh karena kenapa?  Satu hari pada waktu saya mau nawarkan asuransi juga, hampir close, saya merasa bahwa orang ini penting, bahwa dia harus punya asuransi, ternyata orang ini sibuk jadi gak bisa ketemu. Pada waktu itu sudah hampir ya, tapi dia sibuk lagi dan sibuk lagi. Akhirnya saya merasa gak enak hati, saya jadi lupa untuk tangguh, saya gembos, saya pikir nanti kalau butuh dia akan telpon sendiri, dan ini orang adalah saudara saya.

Ternyata dia tabrakan dan meninggal dunia. Ini sodara pak. Waktu saya datang, saya kecewa pak. Saya nangis lebih kenceng dari istrinya. Kenapa? Karena saya datang hanya membawa ucapan duka dan bunga doang. Mestinya saya datang harus ngasih dia 2 miliar.

Mulai hari itu saya janji pada diri saya sendiri, bahwa kalau saya merasa bahwa yang saya jual ini penting, saya harus sungguh-sungguh, saya tidak mau menunda-nunda, saya akan ketemu, kalau akhirnya dia nolak ya terserah dia. Akan saya usahakan terus, akan saya uber, karena saya tahu bahwa ini penting untuk dia. Nah, kalau saya melihat Pak Tung, Pak Tung ini mirip saudara saya.

Cilaka gak bapak ibu?

Ternyata begini lho bapak ibu. Orang menunda karena tidak jelas untungnya tidak tahu ruginya. Ketika orang tahu ruginya, aduh kalau aku nunda-nunda, something happen, mestinya anak istri saya bisa menerima banyak ternyata enggak, itu sangat painful.

Manusia itu otaknya mencari nikmat menghindari sengsara. Kalau tidak jelas nikmatnya, actionnya (pun tertunda). Tapi sayangnya 80% motivasi datang karena menghindari sengsara. Oo kalau anda gini dapat sekian sekian, anda gak peduli. Tapi kalau mendadak anda meninggal, keluarga anda gak dapat apa-apa cuma dapat karangan bunga, lha itu bapak-ibu. Langsung saya eksekusi, sini mana tanda tangan!

Kisah dari Bpk Tung Desem semoga dapat menjadi hikmah bagi kita agen asuransi dan juga para pembaca yang belum ikut asuransi untuk keluarganya.

Untuk konsultasi mengenai asuransi Allianz, silakan menghubungi saya:

Natanael (Agen Asuransi Allianz ASN tinggal di Surabaya- Sidoarjo)

HP/WA 08113436830

email: natanael.albertus@gmail.com

Alasan Mengapa Saya Butuh Asuransi Allianz

Sering saya mendengar banyak teman saya yang terkena musibah, antara lain sakit kritis (jantung, kanker, stroke, dan lainnya) dalam usia sangat muda. Kalau diambil rata-rata antara usia 30 tahun sampai 50 tahun di antara teman saya sudah terkena sakit kritis tersebut. Itu alasan pertama.

Alasan kedua. Kalau saya nabung di Bank, target nabung Rp 1 Milyar. Kira-kira barus nabung sampai 1000 bulan jika tiap bulannya Rp 1 juta.  Seandainya saya bisa nabung sampai Rp 1 Milyar butuh waktu 80 tahun. Cukup lama.

Baru satu tahun menabung untuk mengumpulkan target Rp 1 Milyar, tiba-tiba ditengah jalan terjadi musibah sakit kritis. Mau tidak mau, saya harus mengambil tabungan yang sudah terkumpul baru Rp 7 juta. Padahal biaya rumah sakit yang harus dibayar sebesar Rp 50 juta atau Rp 100 juta. Jalan keluarnya adalah harus mencari pinjaman, mencari sumbangan ke saudara atau tetangga. Itu adalah resiko yang terjadi dan saya tidak bisa menolak.

Nah, setelah saya memiliki polis asuransi Tapro Allianz, rasa kawatir kejadian cerita di atas sudah tidak lagi menghampiri saya. Tapro (tabungan proteksi) Allianz sudah menyiapkan dana cash sebesar Rp100 juta hingga ratusan milyar, jika terjadi resiko sakit kritis pada saya.

Kira-kira kalau tidak ada produk asuransi di dunia ini, adakah produk lain yang bisa membantu seseorang menyelamatkan dari kehidupan finansial secara cepat? Jawabannya tidak ada. Hanya asuransi yang mampu mengatasi dan membayar kebutuhan finansial saya pada saat membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membayar dokter di rumah sakit.

Info lebih detail hubungi saya,

Natanael HP/WA 08113436830