Tag Archives: allianz surabaya

Dapat Uang Di Saat Sakit, Mau?

Saya sebelum ikut program dari Allianz ini sangat bingung saat anak saya sakit (opname) di rumah sakit. Program apa yang dimaksud. Program dari Allianz ini memberi uang santunan sebesar Rp 1,5jt perhari. Program ini bernama flexicare family.

Berapa preminya? Misalnya usia si A adalah 23 tahun. Maka si A premi untuk dapat fasilitas Santunan Rp 1,5jt perhari adalah sebesar Rp 550.000 perbulan. Ini sifatnya investasi sehingga pada tahun tertentu (minim 5 tahun) bisa diambil hasil investasinya.

Cuman kelebihannya, jika misalnya bulan Agustus 2017 mulai bayar premi, dan di bulan Oktober 2017 sakit dan mengharuskan opname di rumah sakit, maka si pemegang polis akan mendapat santunan sebesar Rp 1,5jt perharinya. Tinggal hitung saja berapa hari dirawat. Lumayan kan.

Penjelasan detail bisa dibaca di sini.

pendaftaran polis asuransi income ini bisa menghubungi:

Natanael Agen Allianz Berlisensi

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Asuransi Kecelakaan Diri Kartu ProteksiKu dari Allianz

Apa hal yang biasa Anda lakukan menjelang hari gajian?

Menyiapkan catatan keuangan, membuat daftar tagihan bulanan, menyusun list belanjaan, atau mulai melirik-lirik agen tour and travel untuk melihat paket liburan dan destinasi impian?

 

Hari gajian memang merupakan waktu yang asyik untuk merencanakan ini dan itu. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Tak terkecuali untuk keluarga muda seperti Anda. Pertanyaanya, apakah saat ini asuransi sudah masuk dalam daftar anggaran rumah tangga Anda? Bila belum, kini saatnya Anda menganggarkan sepersekian persen dari gaji untuk membeli polis asuransi. Agar pos pengeluaran bulanan tak terganggu, Anda perlu mencari produk yang menawarkan premi minimal dengan manfaat maksimal. Pilihannya adalah asuransi kecelakaan diri kartu ProteksiKu yang dikeluarkan Allianz Utama Indonesia.

Keuntungan utama Kartu ProteksiKu yaitu biaya premi yang ringan. Anda cukup membayar Rp27.500,- selama satu tahun. Premi itu cukup dibayar sekali dalam setahun untuk mendapatkan manfaat sepanjang tahun yang bisa diperoleh maksimal 24 jam sejak sms aktivasi dilakukan. Menarik bukan?

Milikilah perlindungan untuk Anda dan pasangan selama Anda melakukan perjalanan agar tetap merasa aman dan nyaman

Tahukah Anda, meski premi yang harus dibayarkan sangat ringan, manfaat yang bisa diperoleh terbilang besar. Pemegang polis mendapat perlindungan penuh dari risiko kecelakaan untuk satu periode polis di mana pun dan kapanpun. Berikut ini manfaat pasti yang akan Anda dapatkan dengan membeli Kartu ProteksiKu.

1. Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan

ProteksiKu memberi santunan hingga Rp25.000.000,- untuk setiap akibat kecelakaan yang dialami tertanggung. Santunan diberikan dalam batas waktu 12 bulan sejak terjadinya kecelakaan atau dikabarkan hilang hingga tidak diketemukan fisik atau jenazahnya. Besaran santunan yang diberikan yaitu 100% dari nilai pertanggungan dan dibayarkan kepada pemegang polis atau ahli waris yang namanya tercantum dalam Ikhtisar Pertanggungan.

2. Cacat Tetap Akibat Kecelakaan

Besaran santunan yang diberikan hingga Rp25.000.000,-. Manfaat akan diberikan bila mangalami cacat tetap baik cacat keseluruhan atau sebagian yang dinyatakan dengan hasil pemeriksaan dokter. Yakni cacat tetap keseluruhan, yang meliputi kehilangan penglihatan atau kelumpuhan akibat langsung kecelakaan. Cacat tetap sebagian berupa hilang atau tidak berfungsinya sebagian dari anggota tubuh. Hak atas santunan ini berlaku setelah dokter menetapkan keadaan cacat tetap yang diderita.

Kemudahan lain yang bisa didapat adalah pertanggungan berlipat. Dengan asuransi ProteksiKu Anda bisa memiliki hingga maksimum 5 Polis Kartu ProteksiKu atau manfaat asuransi kecelakaan diri hingga Rp.125,000,000,-

 

Lama Menghilang Dari Dunia Hiburan, Rachel Amanda Ternyata Terkena Penyakit Ganas

Salah satu artis cantik yang namanya melejit sejak usia remaja di tanah air adalah Rachel Amanda. Di usianya yang sangat belia, Rachel telah membintangi beberapa jenis sinetron, FTV, atau bahkan layar lebar. Namun, dalam tiga tahun terakhir, nama Rachel seperti tenggelam dan tidak pernah lagi muncul di layar televisi. Tak disangka, menghilangnya Rachel dari dunia hiburan ini ternyata disebabkan oleh terkena kanker tiroid.

doktersehat-rachel-amanda.png

(sumber foto: http://doktersehat.com/lama-menghilang-dari-dunia-hiburan-rachel-amanda-ternyata-terkena-penyakit-ganas-ini/)

Kanker Tiroid merupakan salah satu kanker yang sangat mematikan dan salah satu jenis sakit kritis yang dapat di klaim di Asuransi Sakit Kritis Allianz dengan manfaat CI+ dan Ci100. Penjelasan tentang Asuransi Sakit Kritis Allianz dapat dibaca disini

kanker-tiroid-300x231Kanker Tiroid adalah kanker yang terjadi karena sel – sel pada kelenjar tiroid mangalami mutasi menjadi sel kanker. Kelenjar Tiroid itu sendiri adalah kelenjar yang berada pada leher berbentuk seperti kupu – kupu yang berfungsi memproduksi horman yang dapat mengatur metabolisme tubuh (http://faktakanker.com, 10/2/2015).

Jenis Kanker Tiroid

Sedangkan jenis kanker tiroid itu sendiri terdiri dari 4 jenis, yaitu :

  1. Kanker tiroid papiler (papillary thyroid cancer). Pertumbuhan kanker jenis ini cenderung lambat. Kanker ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening yang berada di leher. Biasanya kanker ini menyerang wanita dibandingkan laki – laki.
  2. Kanker tiroid folikuler (follicular thyroid cancer). Kanker ini tumbuh di sel – sel folikel. Sel – sel kanker menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ tubuh dan menyerang manusia umur 20 – 60 tahun. Kanker ini juga tumbuh dengan lambat.
  3. Kanker tiroid meduler (medullary thyroid cancer). Kanker tiroid meduler hampir mirip dengan kanker tiroid folikuler, dimana sama – sama menyebar melaui aliran darah, tetapi kanker ini juga dapat menyebar melalui sistem saraf limfatik.
  4. Kanker tiroid anaplastik (anaplastic thyroid cancer) 

Sumber: 8-penyebab-kanker-tiroid-paling-utama

Semoga orang tuanya diberi ketabahan.

Pendaftaran Polis Asuransi dengan Manfaat Sakit Kritis dapat menghubungi:

Natanael ASN

Konsultan Asuransi Allianz Life tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA: 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

Kisah Klaim Nasabah yang Mengalami Penyumbatan 85% di Pembuluh Darah Jantung

 

Klaim CI+ 3M

Pembaca yang budiman, kali ini saya akan berbagi kisah tentang seorang nasabah yang mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantungnya.

Gambar di atas adalah seremoni penyerahan klaim secara simbolis pada bulan Oktober 2016 di Medan. Nasabah berusia 51 tahun mengalami penyumbatan 85% di pembuluh darah jantung. Klaim penyakit kritis sebesar 3 miliar dibayarkan oleh Allianz, dilanjutkan dengan pembebasan premi 10 juta per bulan sampai nasabah berusia 65 tahun.

Kisah di balik klaim ini dituturkan oleh sang agen, pasangan suami-istri Bpk Suwanto (kanan) dan ibu Jenni (dua dari kiri):

Awalnya bapak ini tidak percaya akan asuransi. Setiap agen asuransi yang datang selalu dia tolak.

Kami berhasil meyakinkan beliau setelah keponakannya yang sudah menjadi nasabah kami, mengalami kanker dan mengajukan klaim ke Allianz dan prosesnya dibayarkan dengan sangat cepat.

Singkat cerita setelah percaya, ia pun mengambil polis Tapro melalui kami. Sebenarnya dia punya kemampuan untuk mengambil UP 10 miliar. Tapi karena masalah laporan keuangan sedikit ribet, akhirnya diputuskan untuk mengambil 3 miliar dulu dengan premi 10 juta per bulan (usia nasabah waktu itu 49 tahun), dan sisanya direncanakan secara bertahap akan ditambahkan setelah 3 tahun kemudian.

Tapi risiko tak bisa diduga. Ternyata 22 bulan setelah ambil polis, tanpa sengaja saat mengantar mertuanya berobat ke Malaysia, beliau pun iseng sekalian general check up. Dan dokter curiga dengan hasil EKG serta treadmillnya.

Dia pun lalu dirujuk ke dokter spesialis jantung untuk dilakukan kateterisasi. Ternyata penyumbatannya sudah 85% dan jelas sekali di angiogramnya. Padahal orangnya selalu ke gym dan jika melakukan treadmill pun sanggup sampai stage berlari.

Serasa tidak percaya, bapak ini sewaktu masih di Malaysia menghubungi kami di Medan. Seraya masih bercanda, dia berkata, “Saya kena undian.” Waduh, rupanya kena undian divonis penyakit kritis.

Akhirnya kami bantu kirimkan semua form klaim penyakit kritis untuk diisi dokter. Manfaat penyakit kritis yang diambil adalah rider CI+ (perlindungan terhadap 49 penyakit kritis).

Dalam waktu dua bulan setelah klaim dilengkapi, semua klaim dibayarkan dengan cepat oleh Allianz. Bukan hanya itu, melalui manfaat Payor Benefit, premi sebesar 10 juta per bulan pun dibayarkan oleh Allianz mulai nasabah usia 51 tahun sampai usia 65 tahun. Jika dihitung selama 14 tahun berarti manfaat Payor Benefitnya saja sekitar 1,6 miliar.

Lalu masih tersedia pula uang pertanggungan meninggal sebesar 3 miliar, plus hasil investasi.

Dengan kejadian ini, keyakinan dia terhadap asuransi pun semakin bertambah. Dia malah mau nambah lagi punya proteksi, tapi tentu sudah tidak bisa. Akhirnya dia masukkan istrinya juga mengingat pentingnya perlindungan Tapro.

Konsultasi dan pendaftaran pengajuan polis asuransi dengan klaim UP 10 Miliar jika terkena sakit kritis hubungi:

 

Natanael Agen Allianz Indonesia tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

sumber; allianz-bayar-klaim-penyakit-kritis-3-miliar/

Asuransi Jiwa Wajib Dimiliki oleh Pencari Nafkah dalam Keluarga

Produk Allisya Protection Tapro Plus adalah asuransi jiwa, jadi manfaat dasarnya tentu saja berupa uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Bagaimana jika tidak meninggal dunia sampai akhir masa perlindungan? Produk Tapro Allisya ini jenisnya unit-link, maka yang cair adalah sejumlah nilai investasinya.

Tapi masa kontrak Tapro Allisya adalah sampai dengan usia 100 tahun, sedangkan jarang sekali orang yang mampu mencapai usia tersebut.  Jadi, jika seseorang terus membayar premi Tapro Allisya sehingga polisnya tetap aktif, bisa dipastikan UP jiwanya akan cair dan dapat bermanfaat untuk ahli warisnya.

Asuransi jiwa adalah tentang memberikan sesuatu yang berguna untuk ahli waris kita, orang-orang yang kita cintai, orang-orang yang kita lindungi di saat kita hidup, dan akan tetap kita cintai dan lindungi walaupun kita telah tiada.

Asuransi jiwa wajib dimiliki oleh pencari nafkah dalam keluarga, mungkin ayah, atau ibu jika bekerja, lalu orangtua tunggal, atau lajang yang menghidupi orangtuanya dan saudaranya.

Di luar itu, tetap baik memiliki asuransi jiwa, karena siapa pun berkemungkinan untuk meninggal dunia tanpa pandang usia, tak peduli sehat atau sakit. Dan siapa pun jika meninggal dunia, pasti butuh uang minimal untuk pemakaman. Dan di beberapa kebudayaan, biaya kematian itu bisa sangat besar.

Selengkapnya tentang manfaat dasar Tapro Allisya, bisa dibaca di bawah ini.

Manfaat Dasar

Copy of Manfaat Dasar

Cara Klaim Meninggal Dunia

No Formulir/Berkas yang Dibutuhkan
1 Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia, ditandatangani ahli waris
2 Polis asli
3 Formulir Surat Keterangan Dokter tentang Penyebab Kematian
4 Berita acara dari kepolisian dalam hal tertanggung meninggal secara tidak wajar atau akibat kecelakaan
5 Laporan kronologis kematian dan ditandatangani ahli waris, jika tertanggung meninggal di rumah
6 Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis, diisi dan ditandatangani ahli waris
7 Kutipan Akta Kematian dari catatan sipil yang dilegalisir
8 Surat Keterangan Meninggal dari kelurahan yang dilegalisir
9 Surat Keterangan dari perwakilan Indonesia, jika meninggal di luar negeri.
10 Formulir Pemberitahuan Nomor Rekening
11 Fotokopi KTP tertanggung (akta lahir utk tertanggung anak)
12 Fotokopi KTP semua ahli waris (akta lahir utk ahli waris anak)
13 Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.
 

Catatan:

  • Klaim meninggal dunia diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tertanggung meninggal dunia.
  • Semua formulir yang dibutuhkan bisa diunduh di web allianz.co.id, atau diminta ke agen anda.
  • Semua berkas dikirim ke kantor Allianz di mana anda mendaftar, atau dititipkan ke agen anda, atau dikirim ke kantor pusat Allianz Life Indonesia.

 

Untuk konsultasi asuransi secara GRATIS, hubungi saya:

Natanael (Business Eksekutif ASN)

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

sumber: allisya-protection-plus-premi-berkala/manfaat-dasar-up-jiwa-seumur-hidup/

 

Bagaimana Masa Tunggu untuk Penyakit Khusus di Asuransi Kesehatan Rawat Inap Rumah Sakit?

Banyak calon nasabah asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit menanyakan berapa lama mereka dapat menggunakan fasilitas rawat inap rumah sakit setelah mereka mendaftar dan polis asuransi mereka telah aktif. Sebelum saya membahas lebih jauh, saya akan menerangkan terlebih dahulu kalau di asuransi Allianz ada 5 jenis asuransi kesehatan yang bisa dipilih yaitu :

1. Hospital and Surgical Care Plus (HSC+)

2. Flexicare Family

3. Smartmed Premier

4. Smarthealth Maxi Violet

5. Allisya Care

Di artikel ini akan menjelaskan kembali bahwa untuk rawat inap rumah sakit atau pembedahan yang diakibatkan oleh kecelakaan, maka tidak ada masa tunggu nya. Artinya setelah polis asuransi aktif, maka nasabah sudah bisa langsung menggunakan manfaat rawat inap rumah sakit ini apabila si nasabah tertimpa kemalangan berupa kecelakaan yang  mengharuskan mereka di opname di rumah sakit ataupun menjalani pembedahan di rumah sakit. Contoh kecelakaan jatuh dari sepeda motor sehingga menyebabkan ada tulang yang retak atau patah dan butuh segera dioperasi.

Mengapa asuransi Allianz tidak menetapkan masa tunggu untuk manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan untuk kasus kecelakaan? Karena yang namanya kecelakaan itu adalah kejadian yang terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat di sangka sangka. Artinya siapapun tidak dapat mengira kapan bisa tertimpa kecelakaan?

Apakah cukup fair jika asuransi Allianz menetapkan masa tunggu 0 alias tidak ada masa tunggu untuk rawat inap karena kecelakaan? Saya rasa semua pembaca pasti setuju jika asuransi Allianz sangat fair dalam hal ini. Masa tunggu 0 hari untuk kasus kecelakaan ini berlaku untuk semua jenis asuransi kesehatan Allianz yang tadi saya sebutkan di atas.

Bagaimana jika nasabah terkena penyakit demam berdarah, typus, diare, infeksi saluran kencing, dll yang membutuhkan perawatan rawat inap rumah sakit ataupun pembedahan? Apakah tidak dikenakan masa tunggu seperti kecelakaan tadi? Jawabannya tergantung manfaat asuransi kesehatan yang diambil. Jika nasabah memilih asuransi kesehatan Hospital and Surgical Plus (HSC+), Flexicara Family, dan Smartmed Premier, maka ada masa tunggu 30 hari dari sejak polis asuransi nya aktif baru bisa digunakan.

Artinya setelah lewat 30 hari dari sejak polis asuransi aktif, baru asuransi Allianz akan mengcover rawat inap rumah sakit atau pembedahan. Jadi jika 10 hari setelah polis aktif kemudian si nasabah dirawat inap di rumah sakit karena kena diare maka Allianz tidak akan mengcover biaya tersebut. Namun jika 50 hari kemudian si nasabah di rawat di rumah sakit karena dbd (demam berdarah) maka asuransi kesehatan nya sudah bisa digunakan dan Allianz akan mengcover biaya rumah sakit nya.

Sedangkan untuk Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care tidak ada masa tunggu alias masa tunggunya 0 hari. Artinya setelah polisnya aktif, manfaat rawat inap rumah sakit dan pembedahan nya sudah langsung berlaku. Nasabah sudah bisa langsung memanfaatkan rawat inap rumah sakit dan pembedahan setelah polis aktif.

Namun meskipun Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care menawarkan masa tunggu 0 hari namun sebenarnya perbedaan masa tunggu 0 hari dengan 30 hari ini tidak terlalu signifikan karena hanya selisih 1 bulan (30 hari) saja. 1 bulan itu sangat cepat berlalu loh. Jadi dengan kata lain sebenarnya kelebihan dari Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care itu hanya di masa tunggu untuk rawat inap karena sakit biasa yang 0 hari saja di bandingkan dengan Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) dan Smartmed Premier.

Padahal Hospital and Surgical Care Plus (HSC+) atau Smartmed Premier memiliki sangat banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care sehingga saya lebih cenderung merekomendasikan HSC+ atau Smartmed Premier untuk nasabah asuransi Allianz.

Selain ini, kalau di asuransi kesehatan rumah sakit, ada lagi yang namanya penyakit khusus. Penyakit khusus yaitu beberapa penyakit tertentu yang saat kita ikut asuransi memang belum di derita, namun nasabah dikenakan masa tunggu 1 tahun (12 bulan) baru bisa di cover. Artinya untuk perawatan atas penyakit khusus, biaya atas rawat inap rumah sakit atau pembedahan baru akan dicover oleh Allianz apabila usia polis sudah melebihi 1 tahun atau 12 bulan.

Penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier) adalah :

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Sampai dengan artikel ini ditulis, hanya ada 12 penyakit khusus itu saja yang dikenakan masa tunggu 1 tahun di asuransi kesehatan Allianz. Apakah jumlah penyakit khusus yang memiliki masa tunggu di asuransi kesehatan Allianz ini termasuk banyak jumlahnya? Ternyata tidak.

Anda dapat melakukan cross check dan perbandingan langsung ke perusahaan asuransi lainnya dan anda akan merasa kaget karena ternyata jumlah penyakit khusus yang dikenai masa tunggu di tempat lain, jumlahnya jauh lebih banyak daripada di Allianz. Jumlahnya bisa sampai 16 atau bahkan di atas 20 an. Bahkan untuk penyakit usus buntu dikenakan masa tunggu di asuransi lain sedangkan di Allianz, tidak kenakan masa tunggu.

Dan di perusahaan asuransi lain, masa tunggu untuk penyakit khususnya bisa lebih lama lagi yaitu mencapai 18 bulan atau bahkan 2 tahun. Jadi asuransi kesehatan Allianz sudah yang paling bagus, karena masa tunggu nya paling singkat dan daftar penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu nya juga paling sedikit.

Jadi sekali lagi perlu saya tekankan bahwa tidak hanya di Allianz namun di semua asuransi memberlakukan penyakit khusus ini. Di asuransi lain kadang mereka menyebutkan penyakit khusus ini dengan sebutan penyakit kritis. Sedangkan di asuransi Allianz, istilah penyakit kritis bukanlah penyakit khusus ini. Penyakit kritis yang di maksud di asuransi Allianz adalah penyakit kritis yang dicover dalam asuransi penyakit kritis seperti CI, CI+ atau CI100. Kita akan membahas mengenai penyakit kritis ini di artikel lain karena asuransi penyakit kritis memang beda dengan asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit.

Penyakit khusus dengan masa tunggu 1 tahun untuk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit di Asuransi Allianz ini juga berbeda dan tidak ada sangkut pautnya dengan penyakit kritis di asuransi penyakit kritis. Jadi jangan sampai bingung ya dengan istilah penyakit khusus dan penyakit kritis ini. Yang kita bahas di sini adalah penyakit khusus, bukan penyakit kritis.

Di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz, kita tidak mengenal istilah penyakit kritis. Semua penyakit kritis bisa dicover kok di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit Allianz kecuali untuk penyakit penyakit yang memang masuk kategori pengecualian. Sedangkan untuk penyakit khusus di sini, baru bisa dicover setelah lewat 12 bulan (1 tahun).

Meskipun di asuransi kesehatan lain mereka juga ada penyakit penyakit tertentu yang dikenakan masa tunggu selama periode tertentu namun sebenarnya ada perbedaan yang sangat signifikan antara masa tunggu di Allianz dengan di asuransi lain yang jika calon nasabah tidak jeli maka akibatnya bisa fatal. Bahkan ada agen agen nakal di luar sana yang mungkin dengan sengaja tidak mengungkapkan definisi yang sebenarnya dari masa tunggu yang mereka maksud dari produk asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit yang mereka tawarkan ke calon nasabah.

Mengapa terhadap penyakit khusus ini ada masa tunggu 1 tahun ? Karena jika kita lihat semua penyakit khusus tersebut adalah penyakit yang membutuhkan proses dalam perjalanannya dari awal terjadi sampai timbul keluhan dan perlu diambil tindakan / pengobatan secara medis. Jadi jika seseorang tidak rajin melakukan medical cek up secara rutin, maka “perasaan” nya semua baik-baik saja karena dia tidak merasakan keluhan. Padahal mungkin saja saat itu nasabah yang bersangkutan sudah menderita penyakit jantung, namun tidak merasakan gejalanya. Karena ketidaktahuan dari calon nasabah ini maka saat pengisian aplikasi pendaftaran asuransi kesehatan semua pertanyaan mengenai penyakit khusus tersebut secara wajar dianggap tidak ada.

Tetapi jika dari awal, calon nasabah sudah tahu kalau dia ada menderita gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, maka sangat wajar untuk penyakit tsb dan komplikasinya, akan dikecualikan permanen oleh Asuransi, alias tidak dicover. Penyakit seperti ini dinamakan penyakit pre existing yaitu penyakit yang sudah ada sebelum nasabah mendaftar asuransi sehingga semua penyakit ini akan dikecualikan permanen alias tidak akan dicover jika nantinya muncul di kemudian hari.

Kecuali untuk produk asuransi kesehatan Smartmed Premier, untuk penyakit pre existing tertentu akan dicover setelah lewat 2 tahun (24 bulan) dari sejak polis aktif. Jadi di asuransi kesehatan rumah sakit Smartmed Premier Allianz, untuk penyakit pre existing tertentu akan dikenakan masa tunggu 24 bulan (1 tahun) setelah polis aktif baru penyakit pre existing itu bisa dicover oleh asuransi. Sedaangkan di asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit lainnya selain Smartmed Premier, penyakit pre exiswting ini akan dikecualikan permanen.

Jadi kembali lagi ke masalah asuransi penyakit khusus tadi. Saya rasa Asuransi Allianz cukup fair dalam hal ini, karena untuk semua nasabah hanya dikenakan masa tunggu 1 tahun saja untuk bisa cover penyakit khusus tersebut. Maksudnya adalah bila setelah jadi peserta, di bulan ke 8 sejak polis aktif si nasabah mengalami gula darah meningkat dan kondisinya drop dan dirawat di rumah sakit, dan saat itu juga baru terdiagnosa kalau si nasabah ada diabetes, maka peserta tidak bisa claim untuk biaya perawatan rumah sakitnya, karena masih dalam jangka waktu masa tunggu 1 tahun pertama.

Namun jika nantinya si nasabah menjalani perawatan rawat inap rumah sakit karena diabetes tadi setelah lewat 1 tahun, maka biaya rumah sakitnya bisa dicover. Contohnya peserta yang sama tadi yang dirawat di bulan ke 8, di bulan ke-18 kondisinya ternyata drop kembali karena penyakit diabetesnya dan perlu dirawat inap, maka untuk yang ini, bisa di claim dan dicover oleh asuransi Allianz.

Yang saya sharing ini adalah ketentuan penyakit khusus yang berlaku di Allianz, sedangkan di perusahaan asuransi lainnya, mereka memiliki kebijakan masing-masing yang tidak sama dengan di sini.

Sebagai contoh banyak perusahaan asuransi lain, yang sama sama mengenakan masa tunggu untuk penyakit khusus (penyakit khususnya beda dengan di Allianz dan jumlah penyakit khususnya juga beda) misalnya 1 tahun ( atau bisa juga 18 bulan atau 24 bulan), namun bila si nasabah terkena penyakit khusus tersebut di dalam periode masa tunggu tersebut (misalnya dalam 1 tahun pertama sejak polis aktif), maka secara otomatis penyakit tersebut tidak bisa lagi di klaim untuk seterusnya. Jadi untuk penyakit khusus tersebut langsung dikecualikan permanen.

Perbedaannya sangat signifikan bukan ? Namun seolah-olah sama, karena istilah nya sama, sama sama menyebut istilah “penyakit khusus” dan “masa tunggu” nya mungkin juga sama yaitu sama sama 1 tahun. Namun perlakuannya sangat berbeda sekali. Berbeda 180 derajat malah, bagaikan bumi dan langit. Di Allianz, perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus hanya dikecualikan di 1 tahun pertama (12 bulan pertama) saja. Jika di bulan 13 dan seterusnya nasabah dirawat inap karena penyakit khusus yang sama lagi seperti yang pernah dia derita dan dirawat di masa sebelum 1 tahun tadi maka biaya perawatannya sudah bisa di cover dan di klaim karena sudah lewat masa tunggu 1 tahun.

Sedangkan di perusahaan asuransi lain, jika dalam masa tunggu si nasabah menjalani perawatan rumah sakit yang diakibatkan oleh penyakit khusus tersebut maka seterusnya jika nasabah dirawat di rumah sakit lagi karena penyakit khusus yang sama maka asuransi tidak akan mengcover walaupun telah lewat masa tunggu karena penyakit khusus tersebut telah dikenakan pengecualian permanen.

Sangat fatal sekali akibatnya jika calon nasabah tidak menanyakan dengan detail mengenai penyakit khusus dan masa tunggu di asuransi kesehatan ini. Yang rugi siapa? yang rugi ya pasti si nasabah yang telah salah memilih asuransi kesehatan di perusahaan lain tersebut.

Info lebih detail bisa hubungi:

Natanael Agen Allianz tinggal di Surabaya-Sidoarjo

HP/WA 08113436830

email: natanael.allianz@gmail.com

 

Sumber; arti-masa-tunggu-untuk-penyakit-khusus-di-asuransi-kesehatan-rawat-inap-rumah-sakit-allianz/